Claim Missing Document
Check
Articles

PEMASARAN DIGITAL MELALUI TIKTOK SHOP DAN SHOPEE PADA PRODUK NSR CARICA DESA BAWANG KABUPATEN BATANG Dian Ratu Ayu Uswatun Khasanah; Moh. Muzammil; Lusi Rachmiazasi Masduki; ETI FERAWATI
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i1.5046

Abstract

NSR Carica ,merupakan UMKM yang berada di Desa Bawang Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Usaha NSR Carica memiliki produk yaitu minuman kemasan sejenis manisan berkuah manis yang segar dan nikmat. Buah Carica yang berasal dari dataran tinggi Dieng, diolah sedemikian rupa sehingga menjadi produk yang dapat memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Hal ini karena buah carica yang hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng, sehingga merupakan buah yang langka dan olahannya pun sering dicari konsumen sebagai buah tangan para pembelinya. Dari desa Bawang ke Dieng hanya butuh waktu 30 menit. Sehingga buah carica mudah didapatkan. Olahan buah carica ini memiliki potensi ekonomi yang sangat bagus. Buahnya yang langka, membuat para konsumen merasa penasaran akan rasa dan bentuknya. Pemasaran yang dilakukan masih konvensional dengan cara door to door dan titip di toko, pasar, dan tempat wisata. Dari situ waktu dan tenaga menjadi tidak efisien. Sehingga diberikan solusi dari tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa UT Semarang, yaitu pelatihan dan pendampingan pemasaran carica melalui media sosial tiktok shop dan shopee. Kegiatan berupa ceramah, praktik langsung pembuatan toko virtual di tiktok shop dan shopee, juga upload produk. Hasil yang didapatkan dari pengabdian masyarakat ini sangat dirasakan dengan adanya penambahan jumlah karyawan dan naiknya penjualan dan meluasnya pengenalan produk NSR Carica. Sebelum adanya pelatihan dan pendampingan pengabdian kepada masyarakat, karyawan ada 5 orang termasuk owner. Setelah adanya kegiatan pengabdian masyarakat tim dosen dan mahasiswa UT Semarang, kayawan menjadi 9 orang. Penjualan juga yang awalnya produksi 35-50 pack perminggu meningkat menjadi 50-100 pack perminggu.Dalam 1 pack kemasan terdapat 6 cup minuman NSR Carica.
Evaluasi Pelaksanaan Praktik Pengalaman Beracara pada Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh UPBJJ-UT Semarang Dian Ratu Ayu Uswatun Khasanah; Lusi Rachmiazasi Masduki
Integralistik Vol 31, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/integralistik.v32i2.25016

Abstract

Praktik secara langsung dan tatap muka tetap menjadi pilihan favorit mahasiswa pada perguruan tinggi yang menggunakan metode pembelajaran jarak jauh, dibandingkan dengan praktik/tutorial online. Mahasiswa program studi hukum UT selain diberikan materi teoritis akademis secara mandiri dan terstruktur, juga diberikan pengalaman beracara di pengadilan. Selain praktik dan observasi di lembaga peradilan, mahasiswa juga dibimbing untuk menulis berkas/dokumen yang dibutuhkan dalam proses beracara. Metode penelitian dilakukakan dengan metode kuantitatif dan kualitatif (mix methode) dengan instrumen berupa angket dan wawancara. Data yang digunakan adalah data primer yang didapatkan dari angket/kuesioner dan dari wawancara langsung. Data sekunder dari literasi pustaka buku pedoman PPB dan referensi lainnya. Hasil yang diperoleh yaitu pelaksanaan PPB secara tatap muka sejauh ini sudah dipandang bagus oleh mahasiswa yang telah melaksanakan PPB, tetapi ada beberapa aspek yang harus dibenahi sebagai evaluasi dalam membuat program pada semester berikutnya.
Pelatihan Keterampilan Membuat Sangkar Burung Edi Prayitno; Dian Ratu Ayu Uswatun Khasanah; Enny Dwi Lestariningsih; Lusi Rachmiazasi; Eém Kurniasih; Yusak Suharno
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i2.208

Abstract

Dusun Krajan atau lebih tepatnya disebut RT 05 RW 04 Kelurahan Mangunharjo merupakan salah satu dari 180 RT yang ada di Kecamatan Tugu, Semarang. Dusun Krajan memiliki lokasi yang strategis karena berada di salah satu jalur Pantura Pulau Jawa, berjarak sekitar 15 km dari Kota Semarang ke arah barat. Menurut informasi Ketua RT, lebih dari 75% warga dusun bekerja di sektor informal dengan beragam Profesi. Mereka miliki banyak waktu luang di rumah yang tidak digunakan untuk kegiatan yang produktif. Di sisi lain, tersedia potensi lingkungan yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, yaitu tersedianya rumpun bambu di salah satu lahan kosong warga dan adanya salah satu warga yang memiliki akses ke usaha pengolahan kayu. Dari usaha pengolahan kayu tersebut terdapat limbah kayu yang dapat dibeli oleh warga secara kiloan dengan ukuran yang dapat dipilih warga sesuai kebutuhan. Tim Abdimas UT Semarang berkeinginan memanfaatkan ketiga potensi tersebut menjadi kegiatan produktif, yaitu dengan mengupayakan budi daya bambu dan limbah kayu menjadi kerajinan sangkar burung melalui pelatihan pembuatan sangkar burung. Pelatihan yang digagas Tim Abdimas ini dimaksudkan sebagai langkah awal untuk mendorong warga menciptakan peluang usaha yang memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.
LEGALITAS ORGANISASI BARU DI LUAR WADAH TUNGGAL ORGANISASI PROFESI DOKTER DI INDONESIA DALAM TINJAUAN YURIDIS Made Agus Mahendra Inggas; Dian Ratu Ayu Uswatun Khasanah; Ronald Jolly Pongantung
Jurnal Ilmiah Dinamika Hukum Vol 24 No 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dh.v24i2.9647

Abstract

The Association of Indonesian Doctors has been formed and declared in a Decree of the Ministry of Law and Human Rights, Number AHU-003638.AH.01.07.2022. The Indonesian Doctors Association is no longer the sole forum for medical organizations in Indonesia. The study of the legality of this new association and the study of the organization of the Indonesian Doctors' Association have violated the right to associate and human rights because it is the sole forum for the medical professional organization which is the focus of the problem raised by the author. The study uses a normative juridical approach to seek answers with certainty and legal certainty through existing legal theories, norms and legislation. The conclusions obtained are that in order to protect patients, improve service quality, and ensure legal and statutory certainty, the medical professional association or organization must be one. Determination of quality and service, competency standards, and professional ethics must come from a professional organization. With a noble purpose, a single professional organization does not violate the law on association and human rights. The presence of a new medical society organization will not interfere with the position of the Indonesian Doctors Association as a professional organization. The suggestion from this study is that new organizations such as the Association of Indonesian Doctors must synergize and become the task force for the Indonesian Doctors Association in controlling the running of the organization while simultaneously providing a driving force for services to the Indonesian people. Key words: Professional organizations; Constitution; Medical practice
Pelatihan Digital Marketing Kewirausahaan dan Pendampingan Halal Minumam Carica NSR Desa Bawang Kabupaten Batang Khasanah, Dian Ratu Ayu Uswatun; Muzammil, Moh; Masduki, Lusi Rachmiazasi
Abdi Masyarakat Vol 4, No 2 (2022): Abdi Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/abdi.v4i2.4148

Abstract

During the post-Covid-19 pandemic, MSMEs began to be reluctant to get back up, after being in suspended animation during the pandemic. As is the case with community service partners who have a typical Carica beverage entrepreneur with the NSR brand located in Bawang village, Batang district, Central Java. The 3 years of non-production has caused several partner problems, including the end of PIRT legality and upgrading of HALAL certification, equipment that is no longer suitable for use because it has not been in production for a long time, and also conventional marketing problems. This third thing made the team consisting of lecturers and students carry out community service through mentoring and training methods for Carica's NSR MSME partners. With the provision of equipment assistance, assistance in HALAL management, and digital marketing training, it provides benefits for partners. After the dedication drink activity was held, the public or consumers are increasingly consuming carica with the NSR brand because in November 2022 a HALAL certificate has been issued. Then the partners have a virtual shop to market NSR Carica drinks on social media Tiktok Shop and e-commerce Shopee. With a combination of conventional marketing and digital-based marketing, the results of increasing sales and increasing number of employees are obtained.
Model Partisipasi Masyarakat Melalui Mapalus Sebagai Local Wisdom Dalam Eksistensi Hukum dan Masyarakat di Minahasa Selatan Pongantung, Ronald Jolly; Khasanah, Dian Ratu Ayu Uswatun
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 7 No. 3 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v7i3.8823

Abstract

This research aims to examine the influence of mapalus culture on community involvement in Indonesian development with active community participation which strengthens the Indonesian legal system. The underlying thing for this research is that the local wisdom of the South Minahasa people, represented by Mapalus cultural values, has experienced degradation as a cultural habit, thus reducing the spirit of mutual cooperation of the South Minahasa people and causing the existence of law and society to become low. This research is normative juridical research using a statute approach. The data used was collected through a literature study. The research results show that Mapalus is a way to strengthen togetherness and reduce the workload of the South Minahasa Community. Mapalus as local wisdom influences community involvement in Indonesia's national development. Penelitian ini bertujuan mengkaji mengenai pengaruh budaya mapalus terhadap keterlibatan masyarakat dalam Pembangunan Indonesia dengan partisipasi aktif masyarakat yang menguatkan sistem hukum Indonesia. Hal yang mendasari penelitian ini adalah kearifan lokal masyarakat Minahasa Selatan yang diwakili nilai-nilai budaya Mapalus telah mengalami degadrasi sebagai habitual budaya sehingga menurunkan semangat gotong royong masyarakat Minahasa Selatan dan menyebabkan eksistensi hukum dan masyarakat menjadi rendah. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan statute approach. Data yang digunakan digunakan dikumpulkan melalui literature study. Hasil penelitian menunjukkan Mapalus menjadi cara untuk mempererat kebersamaan dan mengurangi beban kerja Masyarakat Minahasa Selatan. Mapalus  sebagai local wisdom mempengaruhi keterlibatan masyarakat dalam pembangunan nasional Indonesia. 
Perkembangan Interpretasi Hukum Oleh Hakim Di Indonesia Dalam Dominasi Tradisi Civil Law System Khasanah, Dian Ratu Ayu Uswatun; Lumbanraja, Anggita Doramia
Jurnal Ius Constituendum Vol. 7 No. 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Magister Hukum Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jic.v7i2.4799

Abstract

This study aims to discuss whether Indonesia, as one of the countries dominated by the tradition of the civil law system, is still very rigid to provide space for judges to make law formation. However, is the interpretation of the law in the context of a legal discovery process also very limited in countries with a civil law system tradition? Furthermore, whether the dominance of the civil law system tradition in Indonesia affects the development of the use of legal interpretation by judges. These things will be discussed later in this  article. In providing justice, judges are required to not only look for la bouche de la loi but must actively explore the meaning behind the regulations to produce a decision that provides justice for the litigants. However, the civil law system tradition, which is still influenced by the notion of legism, has limited space for judges to exercise discretion and is based solely on the principle of legality. This research was conducted with a doctrinal research method with a qualitative approach.  This study found that, in Indonesia, the practice of legal interpretation carried out by judges is developing quite well. Many judges have interpreted the law to make legal discoveries if the legal arguments in the cases they are handling are unclear or need to be interpreted further. The method of legal interpretation that is often used is the method of grammatical interpretation with extensive interpretation. This proves that the phenomenon of the dominance of the civil law system tradition is slowly weakening, and the regulations in the Law on Judicial Power open a gap for judges to actively make legal discoveries, one of which is through legal interpretation.Penelitian ini hendak mengkaji mengenai situasi di Indonesia sebagai salah satu negara yang didominasi oleh tradisi civil law system masih sangat kaku untuk memberikan ruang gerak bagi Hakim untuk melakukan pembentukan hukum. Penelitian ini memotret mengenai keterbatasan perkembangan penerapan interpretasi hukum dalam rangka sebuah proses penemuan hukum sangat dibatasi di negara-negara tradisi civil law system. Sehingga dapat menjawab pnegaruh dominasi tradisi civil law system di Indonesia terhadap perkembangan penggunaan interpretasi hukum oleh Hakim. Hal-hal tersebut yang kemudian akan dibahas dalam tulisan ini. Dalam memberikan keadilan Hakim dituntut untuk tidak sekedar mencari la bouche de la loi, namun harus secara aktif menggali makna di balik peraturan sehingga menghasilkan suatu putusan yang memberi keadilan bagi para pihak yang berperkara. Namun tradisi civil law system yang masih dipengaruhi oleh paham legisme membuat keterbatasan ruang gerak bagi Hakim untuk melakukan diskresi dan tetapi berpatokan pada asas legalitas semata. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian doctrinal dengan pendekatan kualitatif. Dari penelitian ini ditemukan bahwa, di Indonesia praktik interpretasi hukum yang dilakukan oleh para Hakim berkembang dengan cukup baik. Banyak Hakim yang telah melakukan interpretasi hukum guna melakukan penemuan hukum apabila dalil hukum dalam kasus yang ditanganinya tidak jelas atau perlu untuk dimaknai lebih lanjut. Metode interpretasi hukum yang sering digunakan adalah metode interpretasi gramatikal dengan interpretasi ekstensif. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya fenomena dominasi tradisi civil law system perlahan melemah dan peraturan dalam UU Kekuasaan Kehakiman membuka celah bagi para Hakim untuk secara aktif melakukan penemuan hukum salah satunya melalui interpretasi hukum.          
PERAN PENDAMPING PEKERJA MIGRAN PEREMPUAN DALAM MENCEGAH TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DI KABUPATEN KENDAL Khasanah, Dian Ratu Ayu Uswatun; Rizkiana, Rina Elsa; Khanifa, Nurma Khusna; Pongantung, Ronald Jolly; Muzammil, Moh.
Masalah-Masalah Hukum Vol 52, No 3 (2023): MASALAH-MASALAH HUKUM
Publisher : Faculty of Law, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mmh.52.3.2023.249-261

Abstract

Praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TTPO) merupakan salah satu kasus migran yang terjadi di Kabupaten Kendal. Pendamping migran menjadi jembatan dalam memberikan pendampingan bagi pekerja migran perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis empiris dengan didukung data primer melalui wawancara secara mendalam dengan pendamping dan calon pekerja migran maupun mantan pekerja migran di Kabupaten Kendal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran pendamping pekerja migran dilakukan secara mandiri dan sukarela dalam menagani masalah para pekerja migran perempuan. Dengan memberikan pendampingan kepada para pekerja migran perempuan dan keluarganya yang mengalami masalah pada saat bekerja dan setelah bekerja di luar negeri dengan memberikan pendidikan kritis, memberikan pemberdayaan ekonomi, memberikan pelatihan bagi yang sudah kembali ke Indonesia.
ANALISIS DAYA DUKUNG MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN PARIWISATA DI PROVINSI SULAWESI UTARA (STUDI PADA WILAYAH MINAHASA, MITRA, DAN BOLTIM) Cynthia Maria Siwi; Ronald Jolly Pongantung; Dian Ratu Ayu Uswatun Khasanah; Farisa Maulinam Amo
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9269

Abstract

Provinsi Sulawesi Utara memiliki potensi yang sangat besar pada sektor pariwisata dengan produk wisata utama yaitu destinasi bahari (marine tourism). Pengembangan pariwisata di provinsi Sulawesi utara dalam pengelolaannya masih kurang memaksimalkan daya dukung masyarakat. Masyarakat yang berada di wilayah pengembangan harus didorong untuk mengidentifikasi tujuannya sendiri dan mengarahkan pembangunan pariwisata untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan masyarakat lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sejauhmana daya dukung masyarakat berhasil meningkatkan pariwisata provinsi Sulawesi utara khususnya di wilayah yang memiliki pesona pantai, yaitu; Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa utara, Kabupaten Minahasa tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur melalui indikator partisipasi masyarakat dalam peningkatan pariwisata di Provinsi Sulawesi utara. Melalui kajian ini diharapkan mampu merangkul semua pemangku kepentingan agar dapat berperan strategis dalam meningkatkan pariwisata provinsi Sulawesi utara khususnya wisata bahari.
Perspektif Hukum Pidana Terhadap Produk Belum Bersertifikat Halal dalam Usaha Perdagangan Saraya, Sitta; Handayani, Yusrina; Ayu, Dian Ratu; Laksana, Andri Winjaya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17676

Abstract

The Indonesian state guarantees and protects all citizens in all aspects. Indonesian citizens have the right to legal protection, as stated in Article 27 paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, which states that “All citizens shall be equal before the law and government and shall uphold the law and government with no exception”. In this article, citizens have the right to legal protection. In connection with the rights, in Article 27 paragraph (1) mentioned above, citizens also have obligations, one of which is obliged to obey the law and government. In everyday life, despite the implementation of laws and regulations, there are often behaviors from the community and corporations that deviate or conflict with laws and regulations. In connection with trade activities that sell a product, there are still business actors who have not maintained the halalness of a product such as not obtaining a Halal Certificate, this is of course very detrimental to the community as consumers, various matters related to consumer protection issues have always been discussed by the community, especially the community as disadvantaged consumers. This research is a normative juridical legal research, the purpose of this research is to be able to produce legal arguments regarding the perspective of criminal law on products that have not been certified halal in Indonesia, as well as to find out the regulation of halal certification and halal labeling as a form of legitimacy of the halalness of a product and legal protection for consumers in Indonesia
Co-Authors Achmad Fathoni Ade Daharis Adel Wella , Berta Aini Indriasih Andri Winjaya Laksana, Andri Winjaya Aprillia, Nabila Arifin Arifin Aulia Desy Nur Utomo Aulia Sholichah Iman Nurchotimah Bambang Sasmita Adi Putra Barokah Widuroyekti Binti Isrofin, Binti Cahyana Effendi, Muhammad Aldo Cynthia Maria Siwi Danggur Feliks Dwikoranto E. Em Kurniasih Edi Prayitno Edi Prayitno, Edi Eem Kurniasih Enny Dwi Lestariningsih Enny Dwi Lestariningsih, Enny Dwi Enny Dwi Lestariningsing ETI FERAWATI Farisa Maulinam Amo Ferawati, Eti Handayani, Yusrina Hariyono, Mohamad Hascaryo Pramudibyanto Heri Budianto Hermanto, Bagus Idris, Maulana Fahmi Ismartoyo Ismartoyo Isnaini Helvia Putri, Isnaini Jahyu Hartanti Kalijunjung Hasibuan Karisma, Dian Kurniawan, Siswandaru Kusuma Putra, Rengga Lestari, Enny Dwi Lita Tyesta Addy Listya Wardhani Lovinska, Arlyne Faza Lumbanraja, Anggita Doramia Lusi Rachmiazasi Lusi Rachmiazasi Masduki, Lusi Made Agus Mahendra Inggas Madiha Dzakiyyah Chairunnisa Megafury Apriandhini Milthree Saragih, Geofani Moh. Muzammil Moh. Muzammil Muhammad Zulhidayat Muzammil, Moh Muzammil, Moh. Nurma Khusna Khanifa Pongatung, Ronald Jolly Pukky Tetralian Bantining Ngastiti Pukky Tetralian Bantining Ngastiti Putra, Rengga Kusuma Rizkiana, Rina Elsa Rochmani Rochmani Ronald Jolly Pongantung Saraya, Sitta T Heru Nurgiansah testiana deni wijayatiningsih Testiana Deni Wijayatiningsih Wenny Megawati Wicaksono, Emirza Nur Wiwik Handayani Yeni Santi Yuli Haryati Yusak Suharno Yusof, Fablli