Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor utama yang memengaruhi inflasi di Indonesia dengan penekanan khusus pada efektivitas kebijakan moneter dan kebijakan fiskal dalam menjaga stabilitas harga sepanjang tahun 2025. Berbagai variabel makroekonomi yang relevan, seperti suku bunga kebijakan, jumlah uang beredar (M2), nilai tukar, belanja pemerintah, serta tekanan eksternal dari pergerakan harga komoditas global, dikaji secara komprehensif untuk memahami kontribusinya terhadap dinamika inflasi nasional. Analisis dilakukan untuk melihat bagaimana perubahan pada masing-masing variabel tersebut berpengaruh terhadap tingkat inflasi dalam kondisi ekonomi yang terus berubah. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan dan menganalisis data serta laporan resmi dari instansi seperti Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Kementerian Keuangan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menelaah berbagai hasil penelitian terdahulu, tren makroekonomi terbaru, dan kebijakan yang diterapkan pemerintah sepanjang tahun 2025. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berfokus pada data historis, tetapi juga pada interpretasi kebijakan yang sedang berjalan sebagai respon terhadap tekanan ekonomi global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan moneter memegang peranan signifikan dalam mengendalikan inflasi melalui instrumen suku bunga, operasi pasar terbuka, dan pengendalian jumlah uang beredar. Pengetatan tingkat suku bunga terbukti mampu menekan permintaan agregat dan menjaga ekspektasi inflasi tetap stabil. Namun, efektivitas kebijakan moneter tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi eksternal, terutama volatilitas nilai tukar akibat perubahan kebijakan moneter global serta fluktuasi harga komoditas internasional. Selain itu, hasil penelitian menemukan bahwa kebijakan fiskal, terutama melalui belanja produktif di sektor pertanian, energi, dan infrastruktur, memainkan peran penting dalam mengatasi tekanan inflasi dari sisi penawaran. Kebijakan stabilisasi pangan seperti penguatan cadangan pangan dan intervensi harga juga terbukti efektif dalam menahan laju inflasi pangan yang menjadi komponen terbesar inflasi nasional. Oleh karena itu, sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal sangat diperlukan untuk mencapai stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.