Claim Missing Document
Check
Articles

TEKNOLOGI PERTANIAN SEMI-ORGANIK PADA USAHATANI PADI: SUATU TINJAUAN DARI PERSPEKTIF ANALISIS INCREMENTAL BENEFIT-COST RATIO Dudi Septiadi; Tajidan Tajidan; Wizatul Ika Wulandari
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i1.826

Abstract

The evaluation of the viability of agriculture through the analysis of the R/C ratio is consideredinappropriate in the application of new technology. The analysis tool that is considered adequate is theincremental benefit-cost ratio (IBCR). The objective of the research was to determine the effect of theapplication of semi-organic agricultural technology on production and to research objective was todetermine the effect of semi-organic agricultural technology on production and achieve the researchobjectives, the research was carried out in 40 rice farming units in Pringgasela district, East LombokRegency. The survey was conducted in rice farms applying semi-organic agriculture technology andfarms applying non-organic agriculture technology during the planting season of 2022. In each group offarmers, there are 20 units of rice farming applied semi-organic technology, and 20 units applied semiorganic technology. Sampling used a quota sampling technique and data were analyzed using IBCR. Theresults showed that the application of semi-organic technology in rice farming had a negative impact onrice production and was not economical (not feasible) to be applied to rice farming in the tropics with anIBCR value of <1.00, due to the application of semi-organic agricultural technology to rice farmingnegative impact on rice production, as well as providing lower economic benefits compared to nonorganic farming technologies.
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE FULL COSTING SEBAGAI DASAR PENETAPAN HARGA JUAL PADA UMKM TAHU DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH sharfina Nabilah; Tajidan Tajidan; F.X. Edy Fernandez; Halil Halil
JURNAL AGRIMANSION Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Agrimansion April 2023
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v24i1.1411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harga pokok produksi yang digunakan sebagai dasar dalam menentukan harga jual produk tahu di Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini dilakukan di tiga kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah yaitu Kecamatan Praya, Kecamatan Jonggat, serta kecamatan Batukliang. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mix method) yakni pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan pendekatan kuantitatif dengan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing dan perhitungan penetapan harga jual menggunakan metode cost plus pricing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat selisih perhitungan harga pokok produksi sebesar Rp 2,72 berdasarkan metode perhitungan yang digunakan oleh pelaku usaha dengan metode full costing. Harga jual produk tahu per unit berdasarkan perhitungan cost plus pricing adalah sebesar Rp 643,47 dengan perhitungan yang digunakan oleh pelaku usaha, sedangkan harga jual tahu per unit dengan pendekatan full costing adalah sebesar Rp 646,78. Ada selisih sebesar Rp 3,39 dengan tingkat Bunga yang sama yaitu sebesar 25%.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI TAHU DI KECAMATAN JONGGAT DAN KECAMATAN PRAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Amirah, Siti Nur; Sjah, Taslim; Tajidan, Tajidan
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Agrimansion April 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i1.1603

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis Break Even Point (BEP), keuntungan, R/C ratio dan kelayakan usaha agroindustri tahu di Kecamatan Jonggat dan Kecamatan Praya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan teknik survey. Unit analisis dalam penelitian ini adalah usaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat, dan di Desa Aik Mual Kecamatan Praya yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah. Penentuan jumlah unit analisis ditentukan dengan menerapkan rumus “Slovin”, sedangkan jumlah responden di tiap desa ditentukan secara “proportional sampling”. Variabel dalam penelitian ini adalah produksi, harga per unit produk, biaya produksi, biaya variabel, dan biaya tetap. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan analisis deskriptif, analisis Break Even Point (BEP), dan keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keuntungan produsen agroindustri tahu di Kecamatan Jonggat yaitu Rp 554.523 per produksi atau Rp 16.635.724 per bulan lebih tinggi daripada rata-rata keuntungan di Kecamatan Praya yaitu Rp 298.923 per proses produksi atau Rp 8.967.713 per bulan. BEP di Kecamatan Jonggat 13,46 nampan/bulan, sementara BEP di Kecamatan Praya 31,19 nampan/bulan. Usaha agroindustri tahu di Kecamatan Jonggat dan Kecamatan Praya layak untuk diusahakan, dilihat dari R/C yang diperoleh di Kecamatan Jonggat sebesar 1,56 dan R/C di Kecamatan Praya yaitu sebesar 1,31.
PENENTUAN LOKASI SENTRA INDUSTRI HASIL TEMBAKAU (SIHT) DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Sukardi, Lalu; Tajidan, Tajidan; Fahrudin, Fahrudin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.982

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) menentukan lokasi SIHT prioritas di Lombok Barat, dan (2) merumuskan skenario pengelolaan SIHT, dan (3) mengkaji alternatif badan usaha pengelola SIHT. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Sentra pengembangan Tembakau Kabupaten Lombok Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik wawancara, wawancara mendalam, penelusuran dokumen, observasi dan focus group discussion (FGD). Selanjutnya untuk menentukan lokasi SIHT prioritas, dilakukan Analisis Hirarki Proses (AHP) dengan lima kriteria, yaitu: (1) potensi lahan yang tersedia, (2) ketersediaan SDM, (3) ketersediaan infrastruktur pendukung, (4) ketersediaan utilitas, dan (5) aksesibilitas lokasi. Hasil penelituan: (1) lokasi SIHT menurut skala prioritasnya adalah: Kecamatan Lembar, Gerung, Sekotong, dan Kuripan; (2) skenario pengelolaan SIHT, yaitu: pengembangan usaha di lokasi yang dekat dengan tempat tinggal mereka, mempersiapkan generasi muda untuk merintis dan mengembangkan usaha industri hasil tembakau, kerjasama Pemerintah Daerah dengan perusahaan industri hasil tembakau, dan mendirikan BUMD; dan (3) alternatif badan usaha pengelola SIHT adalah: Bumdes, koperasi atau asosiasi, dan persero. Sebelum dilakukan pengembangan SIHT, direkomendasikan untuk dilakukan kajian lingkungan, melengkapi izin, dan pelatihan SDM.
Pengenalan Administrasi Kelompok Tani-Nelayan “Pasir Putih” di Desa Ekas Buana Lombok Timur Tajidan; Muhammad Junaidi; Salnida Yuniarti Lumbessy
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.115

Abstract

Administrasi adalah proses penyediaan dokumen yang penting dalam melaksanakan fungsi manajemen, keberadaannya sangat bermanfaat dalam membantu pengurus dalam menggerakkan organisasi. Manfaat administrasi begitu banyak, namun kurang disadari pentingnya karena kurangnya pengetahuan dan kurangnya pemahaman akan pemanfaatannya. Masalah tersebut diatasi melalui pengenalan kelengkapan administrasi dengan tujuan agar pengurus dan anggota dapat menyelenggarakan kegiatan administrasi untuk mendukung perkembangan dan kemajuan Kelompok Tani-Nelayan (KTN). Pengenalan dilaksanakan dengan melakukan pelatihan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan menampilkan contoh. Alat bantu yang digunakan adalah proyektor, slide powerpoint, notebook, layar, video recorder, kamera, dan handphone. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada 4 (empat) jenis kelengkapan administrasi yang diperkenalkan kepada pengurus dan anggota KTN “Pasir Putih” yaitu buku tamu, buku kas, buku simpan pinjam, dan notulen rapat, di antaranya mulai diterapkan buku tamu, buku kas, dan notulen rapat atau 150% dari target dua jenis.
Analisis Struktur Pasar Tanaman Hias di Kecamatan Ampenan dan Selaparang Kota Mataram Lestary, Whindy Puspita; Tajidan, Tajidan; Suparyana, Pande Komang
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 4 No. 1 (2023): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v4i1.9987

Abstract

Kota Mataram memiliki peluang bisnis yang cukup besar dalam usaha tanaman hias karena berlokasi sangat dekat dengan perumahan dan perkantoran bahkan tempat wisata yang rata-rata membutuhkan tanaman hias sebagai daya tarik bagi lokasi tersebut. Pangsa pasar yang lebih baik akan memberikan sumber keuntungan bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pangsa pasar dan struktur pasar tanaman hias di Kecamatan Ampenan dan Selaparang Kota Mataram. Responden penelitian ini sama dengan jumlah populasi atau disebut dengan sensus sebanyak 15 pengusaha tanaman hias. Analisis data menggunakan analisis pangsa pasar dan struktur pasar (Concentration Ratio, Herfindahl Hirschman Indeks, dan Koefisien Gini). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangsa pasar tanaman hias di Kecamatan Ampenan dan Selaparang Kota Mataram pada jenis tanaman hias pucuk merah, brokoli dan puring memiliki tingkat kekuatan pasar rendah dengan masing-masing pangsa pasar kurang dari 30%. Nilai concentratio ratio for biggest four (CR4) dan Indeks Hirschman Herfindahl menunjukkan bahwa struktur pasar tanaman hias jenis pucuk merah, brokoli dan puring mengarah pada pasar persaingan sempurna. Analisis struktur pasar dengan menggunakan Koefisien Gini untuk tanaman hias pucuk merah, brokoli dan puring mengarah pada pesaingan oligopoli. Sehingga diharapkan pengusaha tanaman hias dapat lebih meningkatkan lagi kualitas dan keindahan tanaman hias agar mendapatkan harga jual tinggi serta promosi secara efektif dalam memasarkannya untuk menarik perhatian konsumen guna meningkatkan pendapatan usaha yang ada agar dapat bersaing dalam pasar.
Penerapan Metode Quality Function Deployment (QFD) untuk Meningkatkan Kualitas Produk Olahan Buah di Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah Nabilah, Sharfina; Tajidan, Tajidan; Efendy, Efendy; Fernandez, F.X. Edy; Mulyawati, Sri
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 1 Oktober, 2023
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i1.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Tingkat kepuasan konsumen produk olahan buah di Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah (2) Atribut mutu produk olahan buah di Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment. Pendekatan Quality Function. Jumlah responden dalam penellitian ini adalah 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Produk keripik pisang yang dihasilkan oleh KWT Nine Seru belum memenuhi tingkat keinginan konsumen. Hal tersebut terlihat dari adanya gap yang terjadi antara kepuasan dengan kepentingan konsumen yang masih tinggi. Dari gap analisis dapat diketahui prioritas atribut mana yang perlu diperbaiki atau dikembangkan agar dapat memenuhi keinginan konsumen. (2) Hasil QFD dapat menjelaskan karakteristik atribut mana yang perlu diprioritaskan untuk dipasarkan dan dikembangkan sesuai dengan keinginan konsumen, skor tinggi merepresentasikan keinginan tinggi dan skor rendah sebaliknya. Prioritas kerja dari lima respon teknis tersebut secara berurutan adalah bahan baku, rasa, pemasaran, kualitas pisang, dan kemasan. Prioritas disini adalah yang memiliki kontribusi besar dalam memenuhi keinginan konsumen
Analisis Profitabilitas dan kelayakan Usaha Tani Cabai Rawit Hijau Varietas Pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur Lalu Muhammad Pajri Aryadi; Tajidan, Tajidan; Aeko Pria Utama FR
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.4919

Abstract

Cabai rawit merupakan jenis sayur-sayuran alami yang terkenal dan banyak dikonsumsi sebagai bumbu masakan. Cabai jenis ini banyak ditanam oleh petani di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur karena masyarakat mempunyai permintaan pemanfaatan yang luas, tidak hanya dalam skala dalam negeri tetapi juga dalam skala industri dan diekspor ke luar negeri. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui profitabilitas usaha tani cabai rawit hijau varietas pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. (2) Untuk mengetahui kelayakan usaha tani cabai rawit hijau varietas pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia Kabbupaten Lombok Timur. (3) Untuk mengetahui kendala yang di hadapi oleh petani cabai rawit hijau varietas pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Profitabilitas usaha tani cabai rawit hijau di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur sebesar 145%. Nilai Profitabilitas ini lebih besar dari suku bunga deposito Bank BRI sebesar 0,4% per bulan atau 2,4% per 6 bulan atau per musim tanam. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata profitabilitas usaha tani cabai rawit hijau menguntungkan. (2) Nilai R/C Ratio usaha tani cabai rawit hijau varietas pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur sebesar 2.33 (R/C Ratio >1), sehingga dapat dikatakan usaha tani cabai rawit hijau varietas pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia yaitu layak untuk diusahakan. (3) Kendala dalam usaha tani cabai rawit hijau varietas pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur adalah serangan hama seperti lalat buah, ulat, kutu daun, dan kutu kebul. Serangan penyakit seperti busuk akar, busuk batang, dan layu fusarium.
Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Agroindustri Porang: Studi Kasus pada Koperasi Berkah Gumi Lombok Izmi Andriani; Tajidan, Tajidan; Sri Supartiningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.5098

Abstract

Porang merupakan jenis umbi-umbian yang tidak dapat dikonsumsi secara langsung karena gatal dan beracun. Pengolahan porang menjadi chip yang dilakukan oleh Koperasi Berkah Gumi Lombok mampu memberikan kontribusi dalam pembentukan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis biaya produksi dan nilai produksi agroindustri porang. (2) Menganalisis nilai tambah agroindustri porang. (3) Menganalisis kelayakan usaha agroindustri porang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : (1) Biaya produksi pada agroindustri porang sebesar Rp14.720.949 per proses produksi dan sebesar Rp44.162.846 per bulan. Nilai Produksi agroindustri porang sebesar Rp25.000.000 per proses produksi dan sebesar Rp75.000.000 per bulan. (2) Nilai tambah yang diperoleh pada agroindustri porang sebesar Rp5.138,21 dengan rasio nilai tambah 45,22%. Kegiatan agroindustri porang tersebut tergolong tinggi karena rasio nilai tambahnya lebih dari 40%. (3) Usaha agroindustri porang dinyatakan layak berdasarkan metode pendekatan nilai tambah dimana besar nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp33.912.154 per bulan. Sedangkan total upah tenaga kerja per bulan adalah sebesar Rp3.075.000 yang artinya usaha ini layak untuk dikembangkan karena nilai tambah lebih besar dari upah tenaga kerja. Sementara itu, berdasarkan metode Gross B/C Ratio diperoleh Gross B/C dari chip porang >1. Kemudian suku bunga bank Indonesia per tahun adalah sebesar 0,60% atau 0,05% per bulan. Sehingga 1+i = 1,05, artinya usaha agroindustri porang dinyatakan layak karena Gross B/C Ratio>1,05 yaitu sebesar 1,70. Adapun saran diperlukan bantuan modal untuk pengadaan alat produksi agar bisa mengolah umbi porang selain menjadi chip tetapi tepung dan beras.
Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan di Desa Ekas Buana, Lombok Timur, NTB lumbessy, salnida yuniarti; Junaidi, Muhammad; Tajidan
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Vol.5 No.1, October 2024
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v5i1.663

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan alih pengetahuan dan teknologi olahan bakso ikan di Desa Ekas Buana. Desa Ekas Buana merupakan salah satu desa di Kabupaten Lombok Timur yang memiliki hasil tangkapan ikan yang cukup tinggi, namun belum sejalan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini disebabkan karena masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan diversifikasi olahan ikan menjadi produk yang bernilai tambah, baik secara nilai gizi maupun nilai jualnya.  Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode pendampingan dan metode learning by doing melalui partisipasi aktif peserta pada saat pelatihan dengan indikator pencapaian adalah kemampuan peserta dalam membuat produk bakso ikan secara mandiri. Secara keseluruhan motivasi dan pengetahuan peserta dalam membuat bakso ikan pada kegiatan pengabdian ini lebih meningkat setelah mempraktikkan pembuatan bakso ikan secara mandiri. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme peserta dalam menyimak materi dan praktik yang diberikan serta adanya permintaan peserta untuk diberikan lagi pelatihan bentuk-bentuk olahan ikan yang lainnya. 
Co-Authors , Kisman Addinul Yakin Aeko Pria Utama FR Amirah, Siti Nur Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Anas Zaeni Anwar Anwar Arifuddin Sahidu Arifuddin Sahidu Asri Hidayati Bagus Budianto, Muh Baiq Rika Ayu Febrilia Bambang Budi Santoso Bambang Hari Kusumo Broto Handoko Budi Santoso, Bambang Candra Ayu Dea Asriati Dian Arya Pratama Dila Rahilda Azzuli Dipokusumo, Bambang Dudi Septiadi Edy Fernandez Edy Fernandez Efendy Efendy Efendy Efendy Efendy, Efendy Endang Susilawati, Lolita F.X. Edy Fernandez fahrudin Fahrudin Fahrudin Farida Puspa Fatimah Tuzzahra Fernandez, F.X. Edy Fernandez, FX Edy FX Edy Fernandez FX Edy Fernandez Gede Jaya Negara, I Dewa Halil Halil Halil Halil Halil Halil, Halil Halimatus Sa’diyah Hari Kusumo, Bambang Hendra Juniardi Hery Haryanto I Dewa Gede Jaya Negara I Wayan Suadnya Idiatul Fitri Danasari idris idris Indah Mulya Astuti Izmi Andriani Jinem, Suparmin Joko Priyono Joko Priyono Karyawan, I Dewa Made Alit Kisman Kisman Kisman L. Sukardi, L. Lalu Muhammad Pajri Aryadi Lalu Sukardi, Lalu Lestary, Whindy Puspita Linda Rusiani Lolita Endang Susilowati Lumbessy, Salnida Yuniarti M. SALEH Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Mulyawati, Sri Nabilah, Sharfina Ni Luh Mira Puspayani Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Ni Putu Febri Listanaya Pratami Nur Atina Putri Padusung Pande Komang Suparyana Puspayani, Ni Luh Mira PUTRI WULANDARI Ratih Purnamasari, Ratih Ria Ristina Rosmilawati Rosmilawati Rosmilawati Rosmilawati Spriyadi, Anid Sri Mulyawati Sri Mulyawati Sumarni Sumarni Suparmin Suparmin Suparmin Supartiningsih, Sri Taslim Sjah, Taslim Wizatul Ika Wulandari