Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Masyarakat Dalam Persiapan Pembangunan Bak Induk Penampung Air Tanah Untuk Pengembangan Irigasi Lahan Kering Di Kabupaten Lombok Utara I Dewa Gede Jaya Negara; Bambang Hari Kusumo; Kisman, Tajidan; Lolita Endang Susilawati; Bambang Budi Santoso; Joko Priyono
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.155 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i2.1731

Abstract

Dalam persiapan pembangunan bak Induk penampung air pompa di Sambik Rindang 1, diperlukan bangunan berupa lantai kerja karena bak air akan berada di lereng perbukitan dan rentan terhadap bahaya gempa. Dalam hal tersebut diperlukan pekerja seperti tukang yang memadai, dan perlu ada partisipasi masyarakat dalam pembangunan tersebut. Memperhatikan keterampilan warga yang ada sangat bermacam-jenisnya, maka pelibatan masyarakat perlu dilakukan secara selektif untuk menjamin hasil pekerjaan yang baik. Untuk itu pekerja yang dilibatkan perlu didampingi tim yang berpengalaman, agar hasil pembangunan memiliki kualitas dan kuantitas sesuai dengan yang diperlukan. Mengingat pentingnya terbangunnya bak air tersebut untuk menampung air dari air tanah, maka tim dari Unram dalam pengabdian ini perlu membantu kepentingan masyarakat tersebut. Pengabdian ini dilakukan dengan metode pendamping oleh Tim Unram, dengan tahapan kegiatan: survey awal dan koodinasi, kegiatan pendampingan dalam penentuan lokasi, pengukuran lokasi, pemasangan bawplang bak, penggalian dasar lantai kerja dan pembangunan lantai kerja. Diskusi dan tanya jawab dilakukan selama proses pembangunan, untuk meningkatkan wawasan para tukang dan pekerja dilokasi setempat.Hasil pengabdian warga telah berhasil membuat lantai kerja bak Induk sampai selesai, peserta telah mendapatkan pengetahuan pembanguan tambahan dari kegiatan ini. Dikusi dan tanya jawab telah menigkatkan pengetahuan Teknik banguan pada para tukang dan perkerja yang ada di Sambik Rindang 1tentang pentingnya keamanan bangunan yang dihasilkan, sehingga dapat digunakan sebagai bekal dalam pembangunan dimasa-masa mendatang. Semua yang terlibat harus memiliki tanggungjawabnya, agar bangunan yang dihasilkan dapat bermanfaat dengan baik. Dengan selesainya kegiatan pertemuan terpusat tersebut maka kegiatan ini sudah selesai, tim pengabdian mengucapkan terimakasih dan semoga amal ini memberi manfaat.
SOSIALISASI PENGEMBANGAN PERTANIAN LAHAN KERING DAN PEMANFAATAN AIR TANAH DALAM DI DESA SALUT KECAMATAN KAYANGAN, KABUPATEN LOMBOK UTARA I Dewa Gede Jaya Negara; Bambang Hari Kusumo; Kisman Kisman; Tajidan Tajidan; Lolita Endang Susilawati; Bambang Budi Santoso; Joko Priyono
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i2.575

Abstract

The potential for dry land in North Lombok is very wide with the surrounding rivers mostly dry during the dry season. Sambik Rindang Hamlet is one of the dry lands that has the potential for productive agriculture, but has not been able to be utilized optimally. For this reason, the people of Sambik Rindang need to be given knowledge about this through socialization, so that they can make efficient use of dry land and groundwater so that farming can be carried out outside the rainy season. The aim of the socialization is to increase people's knowledge about irrigation water efficiency and irrigation methods for agriculture in dry land. This socialization was carried out with the stages of field review, field socialization, discussion and question and answer, evaluation and closing. Furthermore, this socialization service has succeeded in providing knowledge about efficient irrigation such as drip irrigation and pipelines, with productive farming. The service participants were very enthusiastic about participating in the socialization activities, questions about agriculture and irrigation were answered well by the team from the Faculty of Agriculture and the Faculty of Engineering. Evaluation of activities is carried out by the service team, from the field socialization activities to the end of the activity. The service participants were very proactive during the activity and had knowledge about efficient irrigation and productive farming methods. Thus the service participants have known efficient irrigation methods and have gained knowledge in utilizing dry land in order to have an economic impact on the family.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN DI KEDAI KOPI LOKAL KOTA MATARAM Hendra Juniardi; Addinul Yakin; Tajidan Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.937 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i2.561

Abstract

The research aims to: (1) Analyze how much and how gender influences purchasing decisions at Coffeeshop in Mataram City; (2) Analyze how much and how ages influence on purchasing decisions at coffeeshops in Mataram City; (3) Analyzing how much and how the influence of education level on purchasing decisions at coffee shops in Mataram City; (4) Analyze how much influence the level of income on purchasing decisions at coffee shops in Mataram City; (5) Analyzing the extent and influence of store atmosphere on purchasing decisions at coffee shops in Mataram City; (6) Analyzing how much and how the influence of prices on purchasing decisions at coffee shops in Mataram City; (7) Analyzing the extent and influence of location on purchasing decisions at coffee shops in Mataram City; (8) Analyze how much influence and how the quality of the product on purchasing decisions at the coffee shops in MataramCity. The results showed that; (1) Gender (X1) does not significantly affect consumer purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (2) Ages (X2) has a positive effect on coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (3) Education (X3) negatively influences coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (4) Revenue (X4) has a positive effect on coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (5) Store Atmosphere (X5) has a positive effect on coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (6) Price (X6) has a positive effect on coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (7) Location (X7) has a positive effect on coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram. (8) Product Quality (X8) has a positive effect on coffee purchasing decisions in coffee shops in the city of Mataram.
THE ADDED VALUE MEASUREMENT METH METODE PENGUKURAN NILAI TAMBAH: KASUS PADA UNIT BISNIS MINYAK KELAPA DARA “ANDANA”DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Tajidan Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.289 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i1.584

Abstract

Abstrak Penggunaan metode Hayami dalam pengukuran nilai tambah sudah lazim dilakukan untuk mendapatkan nilai tambah per unit input, namun untuk pengukuran nilai tambah per unit output belum banyak dilakukan oleh para peneliti. Atas dasar pertimbangan itu, artikel ini menggagas metode pengukuran nilai tambah per unit output. Pengukuran nilai tambah menggunakan metode harga pokok parsial dengan cara membagi total nilai tambah dengan jumlah unit produksi. Dengan menggunakan data empiris unit bisnis agroindustri minyak kelapa dara “Andana” di Kabupaten Lombok Utara menunjukkan bahwa pengukuran nilai tambah menggunakan metode harga pokok parsial memudahkan dalam menghitung nilai tambah per unit output, nilai tambah per unit input dan nilai tambah per periode; serta parameter nilai tambah berubah dinamis dan dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah jumlah dan harga bahan baku, jumlah dan harga bahan penolong, serta jumlah dan harga produk minyak kelapa dara.
Studi Penerapan Kearifan Lokal Sistem Bagi Hasil Dalam Upaya Pengembangan Agribisnis Jagung di Kabupaten Lombok Utara Tajidan Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1421.238 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui pernjanjian yang disepakati antara pemilik lahan pertanian dan pemilik modal operasional dengan petani penggarap; (2) mengetahui proporsi bagi hasil antara pemilik lahan pertanian dengan petani penggarap dan mengetahui balas jasa atau imbalan yang diberikan oleh petani penggarap kepada pemilik modal operasional; (3) mengetahui penerapan sistem bagi hasil antara para pihak yang mendukung pengembangan agribisnis jagung. Lokasi penelitian di Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan yang merupakan sentra produksi jagung di Kabupaten Lombok Utara. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik sampling terbuka dengan jumlah minimum 40 responden petani penggarap. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berstruktur, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, desk study dan observasi. Analisis data dan informasi menggunakan analisis isi, deskriptif kuantitatif dan kualitatif serta deskriptif narasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: Perjanjian yang disepakati dan ditaati antara pemilik lahan pertanian dengan petani penggarap adalah: Pada lahan sawah, bagi hasil mertelu, yaitu 1 (satu) bagian untuk pemilik lahan pertanian dan 2 (dua) bagian untuk petani penggarap dengan perjanjian seluruh biaya produksi usahatani dari pengolahan tanah sampai dengan tanaman siap panen ditanggung oleh petani penggarap, sementara biaya panen, pascapanen dan pengolahan hasil, pengangkutan (transport) dan penjualan ditanggung bersama pemilik lahan dan petani penggarap. Pada lahan ladang, bagi hasil merampat, yaitu 1 (satu) bagian untuk pemilik lahan pertanian dan 3 (tiga) bagian untuk petani penggarap dengan perjanjian semua biaya usahatani mulai dari pengolahan tanah sampai dengan tanaman siap dipanen menjadi tanggungan petani penggarap, sementara biaya panen, pascapanen, pengolahan, pengangkutan (transport) dan biaya penjualan ditanggung bersama pemilik lahan dan petani penggarap. Perjanjian kerja sama antara pemilik modal operasional dengan petani pemilik penggarap adalah sistem pinjaman modal (kredit) dengan tingkat bunga plat, sementara sistem bagi hasil 50% bagian pemilik modal operasional dan 50% bagian petani pemilik penggarap tidak dapat diwujudkan sebagai mana yang diharapkan, karena ada pihak yang mengalami kerugian. Proporsi bagi hasil antara pemilik lahan pertanian dengan petani penggarap dalam sistem bagi hasil adalah pemilik lahan mendapatkan proporsi 41,50% di Kecamatan Bayan dan 55,52% di Kecamatan Kayangan, sementara bagian petani penggarap adalah 58,50% di Kecamatan Bayan dan 44,48% di Kecamatan Kayangan. Balas jasa atau imbalahn yang diberikan oleh petani penggarap kepada pemilik modal operasional pada sistem kredit dengan bunga plat 4,5% per semester sebesar 5,2% dari gross margin usahatani jagung. Penerapan sistem bagi hasil mertelu dan merampat masing-masing pada lahan sawah dan ladang, serta penerapan pembiayaan sistem kredit dengan bunga plat dinilai mampu mengembangkan agribisnis jagung di Kabupaten Lombok Utara.
ANALISIS DAYA SAING USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN BIMA Nur Atina Putri; Efendy Efendy; Tajidan Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.827 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i2.566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1).Menganalisis tingkat profitibilitas finansial Usahatani Bawang Merah di Kabupaten, (2) Menganalisis Daya saing Bawang Merah di Kabupaten Bima. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Unit analisis yang dianalisis dalam penelitian ini adalah Daya saing Bawang Merah di Kabupaten Bima. Penentuan daerah sampel dilakukan secara purposive sampling yang terdiri dari dkecamatan Woha, Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu. Sedangkan penentuan responden dilakukan secara Accidental Sampling yaitu sebanyak 50 responden. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan Analisis pendapatan dan Analisis daya saing menggunakan table police analysis Matrix (PAM). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Bima memiliki keuntungan Privat sebesar Rp 21.217.584,69 dan keuntungan sosial sebesar Rp 50.686.866,84 yang artinya usahatani bawang merah di daerah penelitian layak untuk dikembangkan karena memiliki keuntungan kompetitif dan keuntungan komparatif.;(2) Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Bima memiliki daya saing karena memiliki keunggulan kompetitif maupun komparatif. Hal ini dapat dilihat dari nilai PCR 0,61 dan DRCR 0,46 dimana nilai masing-masing < 1 sehingga usahatani bawang merah ini layak untuk dikembangkan.; (3) Kebijakan pemerintah pada harga input-output terhadap usahatani Bawang Merah berdampak negatif bagi penerimaan petani pada harga privat output. Berdasarkan Nilai Transfer Bersih yang negatif dan nilai NPCO yang diperoleh sebesar 0,78 yang kurang dari < 1, namun kebijakan tersebut berdampak positif bagi petani pada harga privat input tradable berdasarkan NPCI yang diperoleh sebesar 0,94 yang berarti < 1 memberikan arti bahwa terdapat subsidi pupuk dan obat-obatan yang membantu petani dalam mengurangi biaya input produksi.
Prosfek Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian Di Lombok Tajidan Tajidan; Efendy Efendy; Halil Halil; FX Edy Fernandez
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.915 KB)

Abstract

Tujuan dilaksanakannya pengabdian pada masyarakat ini adalah: (1) mempertahankan komitmen alumni sebagai wirausahawan muda pertanian; (2) meningkatan kapasitas dan kemampuan alumni dalam pengelolaan bisnis bidang pertanian; (3) meningkatkan skala usaha melalui penambahan kemampuan pembiayan usaha bidang agribisnis; (4) mengembangan jaringan bisnis (net-working) dan kerjasama pembiayaaan dan pemasaran. Output yang diharapkan sebagai keluaran kegiatan pengabdiandian ini adalah artikel yang diterbitkan di jurnal nasional atau internasional. Untuk mencapai tujuan pengabdian ini maka dilaksanakan dengan pendekatan pembinaan dan pendampingan. Pembinaan dilasanakan dengan metode focus group discussion (FGD), pelatihan dengan metode sekolah lapang agribisnis, dan pendampingan dilasanaan dengan metode problem solving. Dari serangkaian pelaksanaan kegiatan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) komitmen alumni sebagai wirausahawan muda pertanian masih mampu dipertahanan yang ditunjukkan oleh masih kuatnya jiwa dan semangat kewirausahaannya; (2) para alumni yang tergabung dalam Kelompok PWMP memiliki kemampuan dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha bidang pertanian diantaranya 3 (tiga) dari 7 (tujuh) Kelompok PWMP telah membuka cabang usaha dan mengangkat karyawan dalam membantu kegiatan produksi dan pelayanan kepada pelanggan; (3) secara umum telah terjadi peningkatan kemampuan pembiayaan yang bersumber dari penyisihan hasil usaha rata-rata sebesar 18,3% sejak bulan November 2017 sampai dengan bulan Juli 2018 atau 2,29%/bulan; (4) pengembangan jaringan bisnis dan pemasaran masih menjadi kendala bagi sebagian besar wirausahawan muda pertanian, kecuali Kelompok PWMP Bintang Tani yang telah memiliki jaringan bisnis dan pelanggan tetap pada aspek pemasaran.
Pelatihan Pembuatan Jaringan Irigasi Tetes PVC dan Penanaman Naga Untuk Peningkatan Ekonomi Lahan Kering di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. I Dewa Gede Jaya Negara; Bambang Hari Kusumo; Kisman; Tajidan; Lolita Endang Susilawati; Bambang Budi Santoso; Joko Priyono
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i3.2551

Abstract

Adanya pembangunan bak penampung air yang menampung air tanah, ketersdediaan airnya perlu dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekitarnya karena lahan yang ada sangat potensial untuk pertanian. Pemakaian air dalam melakukan irigasi yang kurang efisien tentu tidak diharapkan, karena air yang diangkat ke bak air menggunakan memerlukan biaya berupa pembayaran pulsa listrik sehingga perlu diperhitungkan secara ekonomi. Oleh karena itu agar air bak yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien maka perlu dilakukan pelatihan membuat jaringan irigasi hemat air seperti system tetes pada lahan kering sekitar lokasi bak air dengan tananamnya sebagai percontohan. Dengan upaya ini nantinya masyarakat sekitarnya akan dapat meniru dan membuat lahan-lahan pertanian baru, dalam meningkatkan ekonomi keluarganya masing-masing. Mengetahui potensi sumber air yang ada maka tim Unram ikut berpartisipasi memberikan pelatihan pembuatan jaringan irigasi tetes dengan tanaman naga sebagai percontohannya, yang diperkirakan akan memberikan nilai tambah secara ekonomi jangka panjang. Tanaman yang dipilih untuk ditanam adalah naga, karena tanaman ini mempunyai umur hidup cukup lama jika dibandingkan dengan tanaman hortikultura, tetapi secara ekonomi akan sangat membantu petani lahan kering yang ada . Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tani sekitar dalam pembuatan irigasi hemat air system tetes dengan pipa pvc dan mempu menggunakannya pada lahan pertanian naga. Pengabdian ini dilakukan oleh Tim Unram dengan tahapan; survey awal dan koodinasi, pelatihan pembuatan petak lahan dan jaringan irigasi tetes pvc, pemasangan ajir dari pohon banten sebagai tempat naga. Selama proses pelatihan , dilakukan diskusi dan tanya jawab, sedangkan evaluasi selain dilakukan pada pelaksanaan tetapi juga akan dilakukan diwaktu-waktu yang akan dating untuk memantau perkembangan usahataninya. Pelatihan ini diikuti secara sungguh-sungguh oleh warga masyarakat di lapangan, dan berhasil memesang jaringan irigasi tetes pipa pvc pada 1 petak lahan dengan tanaman naga. Setelah 1 tahun pelaksanaan pengabdian, tanaman naga telah berbuah dan hasilnya telah dirasakan oleh petani dan sangat membantu ekonomi masyarakat lahan kering setempat. Tim pengabdian sangat bersyukur karena warga telah dapat membangun lahan pertanian percontohan naga dengan irigasi tetes pvc, dan tim pengabdian memberi saran agar pemilik lahan tetap memelihara tananaman tersebut dan dapat menerima masyarakat yang berkunjung dalam mencontoh system irigasi dan pertanian yang dilakukannya. Dengan selesainya kegiatan tim pengabdian berterimakasih kepada semua masyarakat yang telah ikut membantu untuk suksesnya pengabdian ini.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PADI SEMI ORGANIK DAN NON ORGANIK DI KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Wizatul Ika Wulandari; Tajidan Tajidan; Dudi Septiadi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v32i3.756

Abstract

This study aims to: (1) determine the income of semi-organic and non-organic rice farming systems in Pringgasela District, East Lombok Regency (2) analyze the feasibility of semi-organic and non-organic rice farming systems in Pringgasela District, East Lombok Regency. The results of the study show that: (1) There are differences in income in rice farming activities, where the income of farming using a semi-organic system is Rp. 20,446,865 per hectare; (2) The results of the R/C Ratio of semi-organic and non-organic rice have similarities, namely both are not feasible or inefficient because they are smaller than 1 (R/C Ratio < 1). This means that semi-organic and non-organic rice farming in Pringgasela District, East Lombok Regency is inefficient or unfit for cultivation.
Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMK Agroindustri Pengolahan Kedelai di Kabupaten Lombok Tengah Sharfina Nabilah; Tajidan Tajidan; Efendy Efendy; F.X. Edy Fernandez
Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 11, No 1 (2022): June
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j.sea.v11i1.50600

Abstract

Entrepreneurs are believed to be the driving wheel, and entrepreneurs are also considered as innovators in economic development. One form of entrepreneurship, namely UMK (Micro Small Business) can help the government as a driver of the economy by creating jobs. The purpose of this study was to analyze the effect of entrepreneurial characteristics on the performance of MSEs in soybean processing agroindustry in Central Lombok Regency. This research was conducted from April 2021 to October 2021 in Central Lombok Regency. The number of samples taken as many as 120 respondents. The data is processed both qualitatively and quantitatively. Qualitative data was processed descriptively while quantitative data was processed using Structural Equation Models (SEM) analysis. The results showed that (1) the entrepreneurial characteristics of soybean processing SMEs in Central Lombok Regency were divided into individual characteristics and psychological characteristics. The indicator of individual characteristics that has the greatest positive influence is business experience. Indicators of psychological characteristics that have the greatest positive influence are hard workers, (2) individual characteristics and psychological characteristics have a positive and significant effect on entrepreneurial competence. The biggest influence is shown by psychological characteristics, (3) individual characteristics have a positive and significant effect on business performance; while psychological characteristics have a negative and significant effect on business performance, (4) entrepreneurial competence has a negative and significant effect on business performance. That is, there is a decrease in benefits to the performance of the soybean processing agro-industry MSEs due to entrepreneurial competence.
Co-Authors , Kisman Addinul Yakin Aeko Pria Utama FR Amirah, Siti Nur Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Anas Zaeni Anwar Anwar Arifuddin Sahidu Arifuddin Sahidu Asri Hidayati Bagus Budianto, Muh Baiq Rika Ayu Febrilia Bambang Budi Santoso Bambang Hari Kusumo Broto Handoko Budi Santoso, Bambang Candra Ayu Dea Asriati Dian Arya Pratama Dila Rahilda Azzuli Dipokusumo, Bambang Dudi Septiadi Edy Fernandez Edy Fernandez Efendy Efendy Efendy Efendy Efendy, Efendy Endang Susilawati, Lolita F.X. Edy Fernandez fahrudin Fahrudin Fahrudin Farida Puspa Fatimah Tuzzahra Fernandez, F.X. Edy Fernandez, FX Edy FX Edy Fernandez FX Edy Fernandez Gede Jaya Negara, I Dewa Halil Halil Halil Halil Halil Halil, Halil Halimatus Sa’diyah Hari Kusumo, Bambang Hendra Juniardi Hery Haryanto I Dewa Gede Jaya Negara I Wayan Suadnya Idiatul Fitri Danasari idris idris Indah Mulya Astuti Izmi Andriani Jinem, Suparmin Joko Priyono Joko Priyono Karyawan, I Dewa Made Alit Kisman Kisman Kisman L. Sukardi, L. Lalu Muhammad Pajri Aryadi Lalu Sukardi, Lalu Lestary, Whindy Puspita Linda Rusiani Lolita Endang Susilowati Lumbessy, Salnida Yuniarti M. SALEH Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Mulyawati, Sri Nabilah, Sharfina Ni Luh Mira Puspayani Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Ni Putu Febri Listanaya Pratami Nur Atina Putri Padusung Pande Komang Suparyana Puspayani, Ni Luh Mira PUTRI WULANDARI Ratih Purnamasari, Ratih Ria Ristina Rosmilawati Rosmilawati Rosmilawati Rosmilawati Spriyadi, Anid Sri Mulyawati Sri Mulyawati Sumarni Sumarni Suparmin Suparmin Suparmin Supartiningsih, Sri Taslim Sjah, Taslim Wizatul Ika Wulandari