Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS STRATEGI KONTINUITAS BISNIS PRODUK OLAHAN PANGAN KWT NINE SERU DI DESA LANTAN Mulyawati, Sri; Tajidan, Tajidan; Efendy, Efendy; Fernandez, F.X. Edy; Nabila, Sharfina; Puspayani, Ni Luh Mira
JURNAL AGRIMANSION Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v25i2.1671

Abstract

Kelompok Wanita Tani Nine Seru di Desa Lantan adalah salah satu kelompok ekonomi produktif yang bergerak pada usaha pengolahan sumber daya alam menjadi produk olahan pangan, seperti keripik pisang dan keripik talas. KWT Nine Seru merasa cukup sulit untuk bertahan pada kondisi persaingan saat ini dan membutuhkan strategi yang tepat untuk menjaga usahanya tetap eksis. Salah satu metode analisis yang dapat digunakan untuk memperoleh strategi yang tepat adalah analisis SWOT. Dengan analisis SWOT , pelaku usaha dapat memilih beberapa alternatif strategi yang akan digunakan sesuai dengan kondisi internal dan eksternal usaha. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi kontinuitas bisnis bagi produk olahan pangan KWT Nine Seru. Metode yang digunakan adalah FGD, evaluasi faktor internal dan eksternal, dan analisis SWOT. Responden terdiri dari 21 orang pelaku usaha yang tergabung dalam KWT Nine Seru. Hasil penelitian menemukan beberapa alternatif strategi SO, ST, WO, dan WT yang dapat diterapkan oleh KWT Nine Seru. Salah satu strategi yang direkomendasikan adalah strategi ST, menerapkan harga jual sesuai dengan harga pasar.
Sosialisasi Naskah Akademik Perlindungan LP2B Kabupaten Lombok Utara Tajidan, Tajidan; Fahrudin; M. Saleh
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i1.183

Abstract

Naskah Akademik Peraturan Dearah tentang Perlindungan LP2B perlukan disosialisasi melalui pendekatan internalisasi. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pemangku kepentingan agar mereka menyadari bahwa lahan pertanian pangan harus dilestarikan dalam rangkan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s), yaitu bebas dari kemiskinan dan kelaparan dengan mencegah konversi lahan dari pertanian ke non-pertanian, menginformasikan kepada Kepala Dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bahwa pendekatan dalam melindungi LP2B menggunakan pendekatan persuasif dan edukatif dengan konsekuensi insentif dan disinsentif, menjelaskan kepada peserta sosialisasi bahwa sawah di lokasi LP2B dilarang dikonversi, jika dikonversi wajib menggantinya di lokasi lain di Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B) tiga kali luas lahan yang dikonversi. Internasinasi dikemas dalam format rapat koordinasi yang dihadiri oleh kepada OPD, penyuluh pertanian lapangan, organisasi kemasyarakatan dan/atau lembaga swadaya masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan telah dilaksanakan mulai dari penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, dan publikasi. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa mereka telah menerima pengetahuan tentang zonasi LP2B, informasi tentang substansi LP2B. Manajemen LP2B menggunakan pendekatan persuasif, edukatif, dengan pemberian insentif dan disinsentif. Insentif yang diusulkan adalah mengalokasikan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk pembayaran premi asuransi bagi petani yang gagal panen dan/atau gagal tanam akibat bencana alam atau serangan hama, serta memberikan beasiswa kepada anak-anak petani yang melanjutkan studi.
Pemanfaatan Fitur Wabot Sebagai Respon Atas Kebutuhan Konsumen Secara Online Pada KWT Nine Seru Di Desa Lantan Sri Mulyawati; Tajidan Tajidan; Baiq Rika Ayu Febrilia; Idiatul Fitri Danasari; Ni Made Wirastika Sari; Ni Luh Mira Puspayani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2074

Abstract

Wabot atau WhatsApp Chatbot merupakan salah satu fitur yang dikembangkan oleh aplikasi WhatsApp, khususnya WhatsApp Business. Munculnya aplikasi dan fitur-fitur tersebut disebabkan oleh perkembangan teknologi digital yang semakin massiv dan menyesuaikan kebutuhan pengguna. Pelaku usaha mikro kecil yang terletak di pelosok daerah membutuhkan bantuan untuk beradaptasi dengan teknologi, salah satunya adalah Kelompok Wanita Tani Nine Seru yang ada di Desa Lantan Kabupaten Lombok Tengah. Kelompok tersebut telah berdiri cukup lama, namun belum mampu memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan konsumen secara online. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman KWT Nine Seru tentang Wabot dan cara untuk mengaktifkan, serta menggunakanya. Metode pelaksanaan pengabdian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tedapat peningkatan pemahaman peserta kegiatan tentang Wabot dan cara untuk mengaktifkannya. Hal ini dibuktikan dari jawaban 71% peserta kegiatan yang setuju bahwa Wabot bermanfaat untuk membangun kepercayaan konsumen melalui respon cepat dan otomatis. Sebagai luaran pengabdian, KWT Nine Seru telah memiliki aplikasi Whatsapp Business yang dapat digunakan untuk menjual dan mempromosikan produknya. Utilisation of the Wabot Feature As A Response To Consumer Needs Online At KWT Nine Seru In Lantan Village Wabot, or WhatsApp Chatbot, is one of the features developed by the WhatsApp application, especially WhatsApp Business. The emergence of these applications and features is due to the development of digital technology, which is increasingly massive and adapts to user needs. Micro and small businesses located in remote areas need help adapting to technology, one of which is the Nine Seru Women Farmers Group in Lantan Village, Central Lombok Regency. The group has been established for a long time, but has not been able to utilise technology to answer consumer needs online. Therefore, the purpose of this service activity is to increase KWT Nine Seru's understanding of Wabot and how to activate and use it. The service implementation method is divided into three stages, namely the preparation stage, implementation stage, and evaluation stage. The results of the service showed that there was an increase in the participants' understanding of Wabot and how to activate it. This is evidenced by the answers of 71% of activity participants who agree that Wabot is useful for building consumer trust through fast and automatic responses. As an output of the service, KWT Nine Seru has a WhatsApp Business application that can be used to sell and promote its products. 
Pengaruh Jenis Bahan Bakar terhadap Biaya Produksi dan Pendapatan Usaha Agroindustri Tahu di Kota Mataram Putri Wulandari; Suparmin; Tajidan, Tajidan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7855

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menganalisis struktur biaya produksi dan pendapatan perjenis bahan bakar pada usaha agroindustri tahu di Kota Mataram; (2) Untuk menganalisis pengaruh penggunaan jenis bahan bakar terhadap biaya produksi usaha agroindustri tahu di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Unit analisisnya adalah unit usaha agroindustri tahu di Kota Mataram. Lokasi penelitian ditetapkan di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Sekarbela di Kelurahan Kekalik Jaya dan Kecamatan Sandubaya di Kelurahan Abian Tubuh, dengan penentuan responden dipilih secara accidental sampling. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif, bersumber dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei yaitu wawancara langsung dengan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya produksi usaha agroindustri tahu yang menggunakan kayu bakar dan ampas kulit kacang tanah memiliki perbedaan. Usaha yang menggunakan kayu bakar memiliki biaya variabel sebesar Rp 828.520/proses produksi, sedangkan biaya tetap sebesar Rp 585.671/proses produksi dan total biaya produksi sebesar Rp 1.414.191/proses produksi. Sementara itu, usaha yang manggunakan ampas kulit kacang tanah memiliki biaya variabel sebesar Rp 986.620/proses produksi, sedangkan biaya tetap sebesar Rp 554.121/proses produksi dan total biaya produksi sebesar Rp 1.540.741/proses produksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi yaitu jumlah produksi dan jenis bahan bakar. Dimana, biaya bahan bakar kayu bakar lebih rendah dibandingkan biaya produksi bahan bakar ampas kulit kacang tanah.
Diseminasi Hasil Studi Kelayakan Kuantitatif dan Kualitatif Obyek Wisata Bendungan Beringin Sila (BBS) Kabupaten Sumbawa Tajidan, Tajidan; Sukardi, L.; Padusung; Fahrudin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12524

Abstract

The results of quantitative and qualitative feasibility studies of BBS tourism objects need to be disseminated to stakeholders through dissemination activities. The dissemination activity aims to provide understanding and convince stakeholders that BBS is feasible to be developed as a tourist attraction. To achieve this goal, dissemination was carried out which was attended by agencies related to tourism and BBS tourist object managers of Sumbawa Regency. The implementation method uses a mixed method of brainstorming. The results of the dissemination showed that the participants gave a positive response and received support for the realization of BBS as a natural and educational tourist attraction in Utan sub-district, Sumbawa Regency. As a follow-up, preparatory activities have been carried out through cross-sectoral coordination meetings. The coordination meeting was chaired by Assistant-2 for economic affairs of Sumbawa Regency. As a new tourist object, BBS still faces obstacles in its development, including there is no infrastructure and lodging facilities (accommodation) and there is no support for cultural tourism attractions as a driver or attraction for local archipelago, and foreign tourists to come and visit BBS.
EVALUASI PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN STARTER ECO-FARMING PADA USHATANI SAWI DI DESA BUG-BUG KECAMATAN LINGSAR Tajidan, Tajidan; Halil, Halil; Sukardi, Lalu; Sjah, Taslim; Jinem, Suparmin
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.3962

Abstract

Community service activities (PKM) are beneficial if the PKM work is implemented by partners. Therefore, after the PKM activities have passed, it is necessary to evaluate the use of liquid organic fertilizer with eco-farming starter (POC). The aim of this evaluation is to determine the extent to which POC fertilizer is used in increasing production, production value and performance of caisim mustard plants in farming in Bug-bug Village, Lingsar District. The evaluation technique applied in evaluating PKM implementation is the tiling technique. The tiles measure 100cm x 100cm consisting of 2 (two) tiles using POC and 2 (two) tiles without using POC. The evaluation results show that the use of POC is still applied by 60% of the total number of PKM participants and can increase production and production value by 26.67%, and an incremental benefit cost ratio value of 12.47 is obtained, meaning that the use of POC can attract farmers' interest in implementing it, because can increase production value.
Analisis Profitabilitas dan kelayakan Usaha Tani Cabai Rawit Hijau Varietas Pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur Lalu Muhammad Pajri Aryadi; Tajidan, Tajidan; Aeko Pria Utama FR
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.4919

Abstract

Cabai rawit merupakan jenis sayur-sayuran alami yang terkenal dan banyak dikonsumsi sebagai bumbu masakan. Cabai jenis ini banyak ditanam oleh petani di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur karena masyarakat mempunyai permintaan pemanfaatan yang luas, tidak hanya dalam skala dalam negeri tetapi juga dalam skala industri dan diekspor ke luar negeri. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui profitabilitas usaha tani cabai rawit hijau varietas pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. (2) Untuk mengetahui kelayakan usaha tani cabai rawit hijau varietas pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia Kabbupaten Lombok Timur. (3) Untuk mengetahui kendala yang di hadapi oleh petani cabai rawit hijau varietas pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Profitabilitas usaha tani cabai rawit hijau di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur sebesar 145%. Nilai Profitabilitas ini lebih besar dari suku bunga deposito Bank BRI sebesar 0,4% per bulan atau 2,4% per 6 bulan atau per musim tanam. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata profitabilitas usaha tani cabai rawit hijau menguntungkan. (2) Nilai R/C Ratio usaha tani cabai rawit hijau varietas pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur sebesar 2.33 (R/C Ratio >1), sehingga dapat dikatakan usaha tani cabai rawit hijau varietas pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia yaitu layak untuk diusahakan. (3) Kendala dalam usaha tani cabai rawit hijau varietas pelita 8 F1 di Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur adalah serangan hama seperti lalat buah, ulat, kutu daun, dan kutu kebul. Serangan penyakit seperti busuk akar, busuk batang, dan layu fusarium.
Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Agroindustri Porang: Studi Kasus pada Koperasi Berkah Gumi Lombok Izmi Andriani; Tajidan, Tajidan; Sri Supartiningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.5098

Abstract

Porang merupakan jenis umbi-umbian yang tidak dapat dikonsumsi secara langsung karena gatal dan beracun. Pengolahan porang menjadi chip yang dilakukan oleh Koperasi Berkah Gumi Lombok mampu memberikan kontribusi dalam pembentukan nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis biaya produksi dan nilai produksi agroindustri porang. (2) Menganalisis nilai tambah agroindustri porang. (3) Menganalisis kelayakan usaha agroindustri porang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : (1) Biaya produksi pada agroindustri porang sebesar Rp14.720.949 per proses produksi dan sebesar Rp44.162.846 per bulan. Nilai Produksi agroindustri porang sebesar Rp25.000.000 per proses produksi dan sebesar Rp75.000.000 per bulan. (2) Nilai tambah yang diperoleh pada agroindustri porang sebesar Rp5.138,21 dengan rasio nilai tambah 45,22%. Kegiatan agroindustri porang tersebut tergolong tinggi karena rasio nilai tambahnya lebih dari 40%. (3) Usaha agroindustri porang dinyatakan layak berdasarkan metode pendekatan nilai tambah dimana besar nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp33.912.154 per bulan. Sedangkan total upah tenaga kerja per bulan adalah sebesar Rp3.075.000 yang artinya usaha ini layak untuk dikembangkan karena nilai tambah lebih besar dari upah tenaga kerja. Sementara itu, berdasarkan metode Gross B/C Ratio diperoleh Gross B/C dari chip porang >1. Kemudian suku bunga bank Indonesia per tahun adalah sebesar 0,60% atau 0,05% per bulan. Sehingga 1+i = 1,05, artinya usaha agroindustri porang dinyatakan layak karena Gross B/C Ratio>1,05 yaitu sebesar 1,70. Adapun saran diperlukan bantuan modal untuk pengadaan alat produksi agar bisa mengolah umbi porang selain menjadi chip tetapi tepung dan beras.
Pengaruh Jenis Bahan Bakar terhadap Biaya Produksi dan Pendapatan Usaha Agroindustri Tahu di Kota Mataram Putri Wulandari; Suparmin; Tajidan, Tajidan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7855

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menganalisis struktur biaya produksi dan pendapatan perjenis bahan bakar pada usaha agroindustri tahu di Kota Mataram; (2) Untuk menganalisis pengaruh penggunaan jenis bahan bakar terhadap biaya produksi usaha agroindustri tahu di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Unit analisisnya adalah unit usaha agroindustri tahu di Kota Mataram. Lokasi penelitian ditetapkan di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Sekarbela di Kelurahan Kekalik Jaya dan Kecamatan Sandubaya di Kelurahan Abian Tubuh, dengan penentuan responden dipilih secara accidental sampling. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif, bersumber dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei yaitu wawancara langsung dengan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya produksi usaha agroindustri tahu yang menggunakan kayu bakar dan ampas kulit kacang tanah memiliki perbedaan. Usaha yang menggunakan kayu bakar memiliki biaya variabel sebesar Rp 828.520/proses produksi, sedangkan biaya tetap sebesar Rp 585.671/proses produksi dan total biaya produksi sebesar Rp 1.414.191/proses produksi. Sementara itu, usaha yang manggunakan ampas kulit kacang tanah memiliki biaya variabel sebesar Rp 986.620/proses produksi, sedangkan biaya tetap sebesar Rp 554.121/proses produksi dan total biaya produksi sebesar Rp 1.540.741/proses produksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi yaitu jumlah produksi dan jenis bahan bakar. Dimana, biaya bahan bakar kayu bakar lebih rendah dibandingkan biaya produksi bahan bakar ampas kulit kacang tanah.
PELATIHAN PERSIAPAN LAHAN TANAM DAN TEKNIK PEMASANGAN JARINGAN IRIGASI TETES PABRIKASI DI DESA SALUT KABUPATEN LOMBOK UTARA: land Gede Jaya Negara, I Dewa; Spriyadi, Anid; Made Alit Karyawan, I Dewa; Bagus Budianto, Muh; Hari Kusumo, Bambang; Kisman, Kisman; Endang Susilawati, Lolita; Budi Santoso, Bambang; Priyono, Joko; Tajidan, Tajidan
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1616

Abstract

In general, the potential for dry land in North Lombok Regency is very broad with low river water potential, including in Salut Village. This village is a fairly large area of ​​dry land and is a hilly area that has the potential to be used as agricultural land for horticultural crops. There is no surface water potential in this area and the only existing water source is groundwater, namely from deep groundwater wells. So the existing land has the potential to be used for farming seasonal crops such as chilies, tomatoes and others. However, because of the people's habit of carrying out agricultural activities in the rainy season, the land in the dry season is left idle. To increase land use in the dry season, it is necessary to encourage the creation of horticultural planting land so that in the dry season people can cultivate these crops. The aim of this service is knowledge and improving residents' skills in creating horticultural agricultural land for farming in the dry season using drip irrigation. This service stage consists of field inspection and outreach, land preparation practices and planting areas, preparation and installation of drip irrigation, discussions and questions and answers as well as evaluation. Finally, the community service has succeeded in training 7 community representatives in creating horticultural planting areas, such as clearing land, plowing, making plots and making beds. Participants were able to make planting beds because the plots of planting land were smaller and knew how to make and install drip irrigation in raised beds, and knew how to obtain and maintain it. The activity evaluation was carried out by the service team, when they saw the results of the land preparation during the implementation process by looking at their seriousness, the participants understood and gained additional knowledge in preparing planting land and installing drip irrigation networks on the land.
Co-Authors , Kisman Addinul Yakin Aeko Pria Utama FR Amirah, Siti Nur Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Anas Zaeni Anwar Anwar Arifuddin Sahidu Arifuddin Sahidu Asri Hidayati Ayu, Candra Bagus Budianto, Muh Baiq Rika Ayu Febrilia Bambang Budi Santoso Bambang Hari Kusumo Broto Handoko Budi Santoso, Bambang Candra Ayu Dea Asriati Dian Arya Pratama Dila Rahilda Azzuli Dipokusumo, Bambang Dudi Septiadi Edy Fernandez Edy Fernandez Efendy Efendy Efendy Efendy Efendy, Efendy Endang Susilawati, Lolita F.X. Edy Fernandez fahrudin Fahrudin Fahrudin Farida Puspa Fatimah Tuzzahra Fernandez, F.X. Edy Fernandez, FX Edy FX Edy Fernandez FX Edy Fernandez Gede Jaya Negara, I Dewa Halil Halil Halil Halil Halil Halil, Halil Halimatus Sa’diyah Hari Kusumo, Bambang Hendra Juniardi Hery Haryanto I Dewa Gede Jaya Negara I Wayan Suadnya Ibrahim Ibrahim Idiatul Fitri Danasari idris idris Indah Mulya Astuti Izmi Andriani Jinem, Suparmin Joko Priyono Joko Priyono Karyawan, I Dewa Made Alit Kisman Kisman Kisman L. Sukardi, L. Lalu Muhammad Pajri Aryadi Lalu Sukardi, Lalu Lestary, Whindy Puspita Linda Rusiani Lolita Endang Susilowati Lumbessy, Salnida Yuniarti M. SALEH Muhammad Junaidi Muhammad Junaidi Mulyawati, Sri Nabilah, Sharfina Ni Luh Mira Puspayani Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Ni Putu Febri Listanaya Pratami Nur Atina Putri Nursan, Muhammad Padusung Pande Komang Suparyana Puspayani, Ni Luh Mira PUTRI WULANDARI Ratih Purnamasari, Ratih Ria Ristina Rosmilawati Rosmilawati Rosmilawati Rosmilawati Spriyadi, Anid Sri Mulyawati Sri Mulyawati Sumarni Sumarni Suparmin Suparmin Suparmin Supartiningsih, Sri Taslim Sjah, Taslim Wizatul Ika Wulandari