Claim Missing Document
Check
Articles

Efektifitas terapi air rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar glukosa darah pada keluarga dengan diabetes melitus tipe II Putri Indaman; Umi Romayati Keswara; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 3 (2026): March Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i3.1267

Abstract

Background: Type II Diabetes Mellitus is one of the most prevalent non-communicable diseases both globally and in Indonesia. Diabetes is characterized by elevated blood glucose levels due to impaired insulin utilization in the body. Apart from pharmacological treatment, glucose control can also be assisted through complementary or non-pharmacological therapies, such as consuming Moringa leaf decoction (Moringa oleifera). Purpose: To determine the effectiveness of consuming boiled moringa leaf water in type II diabetes mellitus sufferers. Method : This research used a case study approach to determine the outcomes of thr moringa leaf decoction intervention. The sample consisted of 2 adult participants who met the inclusion. Results :After providing family nursing care with Moringa leaf decoction therapy for 5 consecutive days, with one serving per day, both participants experienced a decrease in blood glucose levels. Participant 1's blood glucose levels decreased from 281 mg/dl to 205 mg/dl, while Participant 2's levels decreased from 167 mg/dl to 94 mg/dl. Conclusion : The Moringa leaf decoction intervention showed an effect in lowering blood glucose levels in type II diabetes mellitus patients.   Keywords: Moringa Leaf; Non-Pharmacological Therapy; Type II Diabetes Mellitus.   Pendahuluan: Diabetes Melitus tipe II merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di dunia dan Indonesia. Penyakit ini ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan penggunaan insulin oleh tubuh. Pengendalian kadar gula darah tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat melalui terapi non-farmakologis (komplementer), salah satunya adalah penggunaan air rebusan daun kelor (Moringa oleifera). Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas konsumsi air rebusan daun kelor pada penderita diabetes melitus tipe II. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan studi kasus untuk mengetahui hasil penerapan intervensi air rebusan daun kelor.Sampel menggunakan 2 orang dewasa yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga dengan terapi air rebusan daun kelor selama 5 hari dengan 1 kali intervensi didapatkan adanya penurunan kadar glukosa darah pada kedua responden dengan hasil dari masing-masing responden 1 kadar glukosa darah 281 mg/dl menjadi 205 mg/dl. Responden 2 kadar glukosa darah 167 mg/dl menjadi 94mg/dl. Simpulan: Ada pengaruh terapi air rebusan daun kelor untuk menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II.   Kata Kunci: Daun Kelor; Diabetes Melitus tipe II; Terapi Non-Farmakologis.
Dampak Sosial Value Terhadap Trust Preseptor Mahasiswa Keperawatan M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.12623

Abstract

ABSTRACT Trust can be formed through social values which provide a significant and measurable contribution to the effectiveness of student learning in carrying out their duties. The research aims to determine the influence of social values on trust—quantitative research method with SEM data analysis. The results of the social value research influenced -0.83. When receptors do not understand and cannot implement Social Value, it will hurt building Trust. This research contributes to developing human resources and developing student skills, maintaining and developing social values and trust in carrying out their professional duties. Preceptors to increase competency to improve preceptor performance. For higher education quality assurance management is planning and developing human resources for health workers, especially nursing preceptors. Keywords: Learning Effectiveness, Skills Improvement, Resource Development ABSTRAK Trust bisa terbentuk melalui social value yang memberikan kontribusi signifikan dan terukur terhadap efektivitas pembelajaran mahasiswa dalam menjalankan tugasnya. Tujuan penelitian unutk mengetahui pengaruh social value terhadap trust. Metode penelitian kuantitatif dengan analisis data SEM. Hasil penelitian social value berpenagruh sebesar -0,83. Ketika preseptor tidak paham dan tidak mampu mengimplementasikan Social Value, maka akan berdampak buruk terhadap terbangunnya Trust. Penelitian ini berkontribusi kepada pembinaan sumber daya manusia dan pengembangan keterampilan mahasiswa, menjaga dan menumbuh kembangkan nilai sosial dan trust dalam menjalankan tugas profesinya. Para preseptor dalam rangka meningkatkan kompetensi untuk meningkatkan kinerja preseptor. Untuk manajemen penjamin mutu Perguruan Tinggi sebagai perencanaan dan pengembangan SDM tenaga Kesehatan khususnya preseptor keperawatan. Kata Kunci: Efektivitas Pemebelajaran, Peningkatan Keterampilan,  Pembinaan                   Sumber Daya
Edukasi Penanganan Terhadap Kondisi Keracunan Makanan Pada Anak Listiana Listiana; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16070

Abstract

ABSTRAK Keracunan pada anak merupakan masalah kesehatan yang serius dan memerlukan penanganan segera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab utama keracunan pada anak, gejala, faktor, ciri ciri, pencegahan danpenanganan pertama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan tinjauan literatur, analisis data klinis dari rumah sakit, serta survei pada orang tua dan pengasuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keracunan pada anak paling sering disebabkan oleh konsumsi obat-obatan yang tidak sengaja, bahan kimia rumah tangga, dan tanaman beracun. Faktor risiko utama meliputi kurangnya pengawasan orang dewasa, penyimpanan bahan berbahaya yang tidak aman, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya potensial. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya edukasi bagi orang tua dan pengasuh serta pengembangan kebijakan yang mendukung lingkungan rumah yang aman bagi anak-anak. Saran yang diberikan mencakup peningkatan program edukasi tentang pencegahan keracunan dan perbaikan regulasi terkait penyimpanan bahan berbahaya di rumah. Kata Kunci: Keracunan pada anak, Pencegahan, Edukasi.  ABSTRACT Poisoning in children was a serious health issue requiring immediate attention. The aim of this study was to identify the primary causes of poisoning in children, analyze risk factors, and develop effective prevention strategies. The methods used in this research involved a literature review, analysis of clinical data from hospitals, and surveys of parents and caregivers. The results of the study showed that poisoning in children was most often caused by the accidental ingestion of medications, household chemicals, and toxic plants. The main risk factors included lack of adult supervision, unsafe storage of hazardous materials, and lack of knowledge about potential dangers. The conclusion of this study emphasized the importance of education for parents and caregivers, as well as the development of policies supporting a safe home environment for children. The recommendations provided included enhancing educational programs on poisoning prevention and improving regulations related to the storage of hazardous materials at home. Keywords: Child poisoning, Prevention, Education.
Edukasi Aktifitas Fisik dan Senam Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi Nova Indriana; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16148

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang cukup berbahaya hingga mendapat julukan “The silent killer” kerena hipertensi dapat menyerang setiap orang tanpa adanya tanda yang muncul pada tubuh dan berisiko menyebabkan kematian. Hipertensi merupakan suatu keadaan klinis ketika pengukuran sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Seiring meningkatnya usia pada lansia terjadi perubahan pada seluruh sistem, salah satunya perubahan sistem kardiovaskuler. Perubahan tersebut meliputi penurunan elastisitas dinding aorta, penebalan katup jantung dan katup jantung menjadi kaku, penurunan kemampuan jantung memompa darah sehingga dapat menyebabkan hipertensi pada lansia. Pencegahan dan penanggulangan hipertensi dapat dilakukan dengan olahraga teratur atau aktifitas fisik diantaranya berjalan, bersepeda, berenang, melakukan pekerjaan rumah dan senam anti hipertensi. Senam anti hipertensi adalah bagian dari aktifitas fisik yang dapat mengurangi berat badan dan menghilangkan stres, yang menjadi dua faktor tertinggi risiko penyebab hipertensi. Kata Kunci: Edukasi, Senam Hipertensi, Lansia.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is dangerous enough to have earned the nickname "The Silent Killer" because hypertension can attack anyone without any signs appearing on the body and has the risk of causing death. Hypertension is a clinical condition when the systolic measurement is more than 140 mmHg and the diastolic measurement is more than 90 mmHg. As the elderly age increases, changes occur in the entire system, one of which is changes in the cardiovascular system. These changes include a decrease in the elasticity of the aortic wall, thickening of the heart valves, stiffening of the heart valves, and a decrease in the heart's ability to pump blood, which can cause hypertension in the elderly. Prevention and management of hypertension can be done with regular exercise or physical activity including walking, cycling, swimming, doing housework and anti-hypertension exercises. Anti-hypertension exercise is part of physical activity that can reduce body weight and eliminate stress, which are the two highest risk factors for hypertension. Keywords: Education, Hypertension Exercise, Elderly.
Penyuluhan Kesehatan tentang Pengobatan Tradisional untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi Rostika Januar; M Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.15982

Abstract

ABSTRAK Tekanan darah menjadi salah satu faktor yang memiliki efek sangat penting dalam sistem sirkulasi. Tinggi atau rendahnya tekanan darah akan mempengaruhi homeostatis di dalam tubuh manusia . Pada orang dewasa muda tekanan darah berkisar 120/70 mmHg dalam posisi istirahat. Namun secara fisiologis, tekanan darah bervariasi dari waktu ke waktu karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi. Tekanan darah di atas 140/90 mmHg yang diukur pada tiga kesempatan terpisah disebut hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi menjadi penyebab utama kematian ketiga secara global. Pengobatan  dasar  untuk  hipertensi  adalah  non-farmakologis  terapi,  dan  termasuk  penurunan  berat badan,  asupan  natrium  terbatas,  aktivitas  fisik,  dan penghentian  merokok  dan  konsumsi  alkohol. Khomsan (2009) juga menyatakan bahwa buah mentimun memiliki efek hipotensif yang dapat menurunkan tekanan darah dan efek diuretik yang dapat melancarkan air seni sehingga menurunkan jumlah cairan yang beredar dalam aliran darah pada akhirnya dapat mengurangi beban kerja jantung. Hal ini berarti cara kerja terapi dengan mengkonsumsi jus mentimun sama halnya dengan obat-obatan antihipertensi golongan diuretik dalam menurunkan tekanan darah. Selain itu, mentimun sangat bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah karena kandungan kalsium, magnesium, kalium, dan fosfornya yang tinggi Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan, Obat Tradisional, Mentimun, Hipertensi , Lansia.  ABSTRACT Blood pressure is one of the factors that has a very important effect on the circulatory system. High or low blood pressure will affect homeostatic in the human body. In young adults, blood pressure ranges from 120/70 mmHg in the resting position. But physiologically, blood pressure varies from time to time due to several influencing factors. Blood pressure above 140/90 mmHg measured on three separate occasions is called hypertension or blood pressure.Hypertension is the third leading cause of death globally. The basic treatment for hypertension is non-pharmacological therapy, and includes weight loss, limited sodium intake, physical activity, and cessation of smoking and alcohol consumption. Khomsan (2009) also stated that cucumbers have a hypotensive effect that can lower blood pressure and a diuretic effect that can promote urine so that it reduces the amount of fluid circulating in the bloodstream can ultimately reduce the workload of the heart This means that the way therapy works by consuming cucumber juice is the same as diuretic antihypertensive drugs in lowering blood pressure. In addition, cucumbers are very beneficial in lowering blood pressure due to their high content of calcium, magnesium, potassium, and phosphorus Keywords: Health Counseling, Traditional Medicine, Cucumber, Hypertension, Elderly.
Edukasi Tersedak Pada Anak dengan Tehnik Hemlich Manuver di Posyandu Anggrek Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji Indah Wahyuninsih; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.15989

Abstract

ABSTRAK Tersedak adalah kondisi darurat yang sering terjadi pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun. Pengetahuan mengenai teknik Heimlich manuver sebagai pertolongan pertama sangat penting untuk mengurangi risiko fatalitas akibat tersedak. Penyuluhan  ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua dan  pengasuh,  mengenai teknik Heimlich manuver  melalui penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi, demonstrasi langsung, dan latihan praktik dengan anak salah satu peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Pengapdian Masyarakat  ini menyimpulkan bahwa penyuluhan teknik Heimlich manuver efektif dalam meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat tersedak pada anak. Kata Kunci: Edukasi, Anak,Tersedak, Tehnik Hemlich Manuver.  ABSTRACT Choking is an emergency condition frequently occurring in children, particularly those under five years old. Knowledge of the Heimlich maneuver as a first aid technique is crucial to reduce the risk of fatality from choking. This study aims to educate parents, caregivers, and teachers about the Heimlich maneuver technique through an outreach program. The methods included material presentations, live demonstrations, and hands-on practice with mannequins. The results showed a significant increase in participants' knowledge and skills. This study concludes that Heimlich maneuver training is effective in improving preparedness for choking emergencies in children. Keywords: Education, Child,Choking, Heimlich Maneuver Technique.
Analisis Penyebab Unmet Need Keluarga Berencana Pada Pasangan Usia Subur (Pus) Limiting Need Di Desa Blambangan Kec. Penengahan Kab. Lampung Selatan Fatmawati, Iin; Samino, Samino; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Yanti, Dhiny Easter; Muhani, Nova
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22605

Abstract

Unmet need adalah kebutuhan akan keluarga berencana (KB) yang tidak terpenuhi. Ini merujuk pada pasangan usia subur (PUS) yang tidak ingin punya anak lagi atau ingin menunda kehamilan untuk jangka waktu lebih dari dua tahun, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Menurut Satu Data Lampung, angka unmet need di Provinsi Lampung mencapai 9,30 % pada tahun 2024, dengan target penurunan ke 9,0 % di tahun 2025. Secara umum, unmet need di Lampung cukup moderat, walaupun tetap perlu usaha penurunan sesuai target 2025. meskipun masih terdapat titik-titik lokasi dengan tingkat sangat tinggi ini menunjukkan kebutuhan intervensi lebih intensif pada wilayah spesifik. Intervensi efektif dapat berupa peningkatan informasi KB, akses layanan, mitigasi efek samping, dan peran suami sebagai pendukung. Tujuan penelitan mengetahui analisis penyebab unmet need keluarga berencana pada pasangan usia subur (PUS) di Desa Blambangan Kec. Penengahan Kab. Lampung Selatan Tahun 2025.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Populasi adalah seluruh pelaku unmet need KB sebanyak 57 orang. Informan sebanyak 5 orang. Analisa data menggunakan deskriptif, dan teknik triangulasi.Pasangan usia subur tidak menggunakan KB karena menggunakan KB suntik mengalami sakit kepala, tekanan darah tinggi, kegemukan. Kb pil postinor mengalami perdarahan, dan menggunakn KB IUD benang terasa saat berhubungan suami istri. Pasangan usia subur mengatakan sepakat untuk tidak mengeluarkan sperma di dalam, menggunakan metode senggama terputus, bersiap sedia agar sprema tidak keluar didalam saat berhubungan badan. Pasangan usia subur mengatakan cemas dan tidak nyaman, tidak puas saat dikeluarkan diluar. Pasangan usia subur melakukan unmenet need tidak didasarkan faktor keluarga, ekonomi, agama dan budaya. Diharapkan untuk menjadi pendamping bagi PUS yang belum ber-KB atau unmet need dalam rangka menyukseskan program Kampung KB.
Co-Authors Agustina, Respa Alberta Rika Pratiwi Albet Maydiyantoro Alfabet Oktristyan Fakuriza andhika satria Andoko Andoko Andri Nugraha Aprilia Putri, Hanisa Arini, Mutiara Ariyanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Asisifa, Mukayin Berly, Indah Rohmafresha Chrisanto, Eka Yudha Dani, Kharisma Wulan Deny Eka Liasari Desti Rosalia Devy Annieza Zahra Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Lutfianawati, Dewi Dewi Novalina Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwiky Dermawan Santari Eka Sartika, Eka Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erlina Wati Fajar Septriwanti Faradisa, Ratih Mary Fatmawati, Iin Firmansyah, Maulid Elang Furqoni, Prima Dian Gunawan, M. Ricko Gunawan, M.Ricko Hadi, Riswan Harkina, Prida Heki Febrianto Heri Prasetya Herizon Herizon Herlinda Herlinda Hermawan, Dessy Indah Sari Indah Wahyuninsih Indriana, Nova Jemy Sundoro Kaulani, Sirfia Keswara, Umi Romayati Kiramah Wati Leni Sari Asdi Lensi, Yufia Liasari, Deny Eka Lidya Arianti Lidya Arianti Lidya Ariyanti Lidya Ariyanti Lilis Marlia Listiana Listiana Lolita Sary M. Arifki Zainaro Made Novita Sari Mimin Septi Wahyuni Muarif, Muhammad Syamsul Mufidah, Ghina Aliya Muhammad Yanuar Rianto Muhani, Nova Mutia Ade Dea nopriani, nopriani Nova Indriana Novikasari, Linawati Nugraha, Rezha Wahyu Nur Hidaya Tulaisyah Oktaviyani, Dwi Pradisca, Rima Ary Prima Dian Furqoni Putri Indaman Putri, Afdilah Mianda Putri, Asri Mutiara Putri, Qori Anisa Rafika Anjarsari Rahma, Reka Putri Reka Putri Rahma Rendi Kurniawan Respa Agustina Rias Tusianah Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizwan, Al Khairul Rohmah, Eis Ainun Rostika Januar Rudi Winarno Samino Samino Sandi Esa Prayoga Seftiliani Putri Ayu Sekardhyta Ayuning Tias Setia, Larasati Eka Setiawati Setiawati Setiawati, Octa Reni Sri Sakinah Sugiyatno Sugiyatno Teguh Pribadi Triyoso Triyoso Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, Tubagus Ali Rachman Puja Utomo, Budi Setia Wahyuninsih, Indah Widia Afira Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Yanti, Dhiny Easter Yessi Aprianti Yopita Sari Yufia Lensi Yulendasari, Rika Yustika, Reny