Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Penanganan Terhadap Kondisi Keracunan Makanan Pada Anak Listiana Listiana; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16070

Abstract

ABSTRAK Keracunan pada anak merupakan masalah kesehatan yang serius dan memerlukan penanganan segera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab utama keracunan pada anak, gejala, faktor, ciri ciri, pencegahan danpenanganan pertama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan tinjauan literatur, analisis data klinis dari rumah sakit, serta survei pada orang tua dan pengasuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keracunan pada anak paling sering disebabkan oleh konsumsi obat-obatan yang tidak sengaja, bahan kimia rumah tangga, dan tanaman beracun. Faktor risiko utama meliputi kurangnya pengawasan orang dewasa, penyimpanan bahan berbahaya yang tidak aman, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya potensial. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya edukasi bagi orang tua dan pengasuh serta pengembangan kebijakan yang mendukung lingkungan rumah yang aman bagi anak-anak. Saran yang diberikan mencakup peningkatan program edukasi tentang pencegahan keracunan dan perbaikan regulasi terkait penyimpanan bahan berbahaya di rumah. Kata Kunci: Keracunan pada anak, Pencegahan, Edukasi.  ABSTRACT Poisoning in children was a serious health issue requiring immediate attention. The aim of this study was to identify the primary causes of poisoning in children, analyze risk factors, and develop effective prevention strategies. The methods used in this research involved a literature review, analysis of clinical data from hospitals, and surveys of parents and caregivers. The results of the study showed that poisoning in children was most often caused by the accidental ingestion of medications, household chemicals, and toxic plants. The main risk factors included lack of adult supervision, unsafe storage of hazardous materials, and lack of knowledge about potential dangers. The conclusion of this study emphasized the importance of education for parents and caregivers, as well as the development of policies supporting a safe home environment for children. The recommendations provided included enhancing educational programs on poisoning prevention and improving regulations related to the storage of hazardous materials at home. Keywords: Child poisoning, Prevention, Education.
Edukasi Aktifitas Fisik dan Senam Hipertensi untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi Nova Indriana; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.16148

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang cukup berbahaya hingga mendapat julukan “The silent killer” kerena hipertensi dapat menyerang setiap orang tanpa adanya tanda yang muncul pada tubuh dan berisiko menyebabkan kematian. Hipertensi merupakan suatu keadaan klinis ketika pengukuran sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Seiring meningkatnya usia pada lansia terjadi perubahan pada seluruh sistem, salah satunya perubahan sistem kardiovaskuler. Perubahan tersebut meliputi penurunan elastisitas dinding aorta, penebalan katup jantung dan katup jantung menjadi kaku, penurunan kemampuan jantung memompa darah sehingga dapat menyebabkan hipertensi pada lansia. Pencegahan dan penanggulangan hipertensi dapat dilakukan dengan olahraga teratur atau aktifitas fisik diantaranya berjalan, bersepeda, berenang, melakukan pekerjaan rumah dan senam anti hipertensi. Senam anti hipertensi adalah bagian dari aktifitas fisik yang dapat mengurangi berat badan dan menghilangkan stres, yang menjadi dua faktor tertinggi risiko penyebab hipertensi. Kata Kunci: Edukasi, Senam Hipertensi, Lansia.  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is dangerous enough to have earned the nickname "The Silent Killer" because hypertension can attack anyone without any signs appearing on the body and has the risk of causing death. Hypertension is a clinical condition when the systolic measurement is more than 140 mmHg and the diastolic measurement is more than 90 mmHg. As the elderly age increases, changes occur in the entire system, one of which is changes in the cardiovascular system. These changes include a decrease in the elasticity of the aortic wall, thickening of the heart valves, stiffening of the heart valves, and a decrease in the heart's ability to pump blood, which can cause hypertension in the elderly. Prevention and management of hypertension can be done with regular exercise or physical activity including walking, cycling, swimming, doing housework and anti-hypertension exercises. Anti-hypertension exercise is part of physical activity that can reduce body weight and eliminate stress, which are the two highest risk factors for hypertension. Keywords: Education, Hypertension Exercise, Elderly.
Penyuluhan Kesehatan tentang Pengobatan Tradisional untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi Rostika Januar; M Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.15982

Abstract

ABSTRAK Tekanan darah menjadi salah satu faktor yang memiliki efek sangat penting dalam sistem sirkulasi. Tinggi atau rendahnya tekanan darah akan mempengaruhi homeostatis di dalam tubuh manusia . Pada orang dewasa muda tekanan darah berkisar 120/70 mmHg dalam posisi istirahat. Namun secara fisiologis, tekanan darah bervariasi dari waktu ke waktu karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi. Tekanan darah di atas 140/90 mmHg yang diukur pada tiga kesempatan terpisah disebut hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi menjadi penyebab utama kematian ketiga secara global. Pengobatan  dasar  untuk  hipertensi  adalah  non-farmakologis  terapi,  dan  termasuk  penurunan  berat badan,  asupan  natrium  terbatas,  aktivitas  fisik,  dan penghentian  merokok  dan  konsumsi  alkohol. Khomsan (2009) juga menyatakan bahwa buah mentimun memiliki efek hipotensif yang dapat menurunkan tekanan darah dan efek diuretik yang dapat melancarkan air seni sehingga menurunkan jumlah cairan yang beredar dalam aliran darah pada akhirnya dapat mengurangi beban kerja jantung. Hal ini berarti cara kerja terapi dengan mengkonsumsi jus mentimun sama halnya dengan obat-obatan antihipertensi golongan diuretik dalam menurunkan tekanan darah. Selain itu, mentimun sangat bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah karena kandungan kalsium, magnesium, kalium, dan fosfornya yang tinggi Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan, Obat Tradisional, Mentimun, Hipertensi , Lansia.  ABSTRACT Blood pressure is one of the factors that has a very important effect on the circulatory system. High or low blood pressure will affect homeostatic in the human body. In young adults, blood pressure ranges from 120/70 mmHg in the resting position. But physiologically, blood pressure varies from time to time due to several influencing factors. Blood pressure above 140/90 mmHg measured on three separate occasions is called hypertension or blood pressure.Hypertension is the third leading cause of death globally. The basic treatment for hypertension is non-pharmacological therapy, and includes weight loss, limited sodium intake, physical activity, and cessation of smoking and alcohol consumption. Khomsan (2009) also stated that cucumbers have a hypotensive effect that can lower blood pressure and a diuretic effect that can promote urine so that it reduces the amount of fluid circulating in the bloodstream can ultimately reduce the workload of the heart This means that the way therapy works by consuming cucumber juice is the same as diuretic antihypertensive drugs in lowering blood pressure. In addition, cucumbers are very beneficial in lowering blood pressure due to their high content of calcium, magnesium, potassium, and phosphorus Keywords: Health Counseling, Traditional Medicine, Cucumber, Hypertension, Elderly.
Edukasi Tersedak Pada Anak dengan Tehnik Hemlich Manuver di Posyandu Anggrek Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji Indah Wahyuninsih; M. Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.15989

Abstract

ABSTRAK Tersedak adalah kondisi darurat yang sering terjadi pada anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun. Pengetahuan mengenai teknik Heimlich manuver sebagai pertolongan pertama sangat penting untuk mengurangi risiko fatalitas akibat tersedak. Penyuluhan  ini bertujuan untuk mengedukasi orang tua dan  pengasuh,  mengenai teknik Heimlich manuver  melalui penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi, demonstrasi langsung, dan latihan praktik dengan anak salah satu peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Pengapdian Masyarakat  ini menyimpulkan bahwa penyuluhan teknik Heimlich manuver efektif dalam meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat tersedak pada anak. Kata Kunci: Edukasi, Anak,Tersedak, Tehnik Hemlich Manuver.  ABSTRACT Choking is an emergency condition frequently occurring in children, particularly those under five years old. Knowledge of the Heimlich maneuver as a first aid technique is crucial to reduce the risk of fatality from choking. This study aims to educate parents, caregivers, and teachers about the Heimlich maneuver technique through an outreach program. The methods included material presentations, live demonstrations, and hands-on practice with mannequins. The results showed a significant increase in participants' knowledge and skills. This study concludes that Heimlich maneuver training is effective in improving preparedness for choking emergencies in children. Keywords: Education, Child,Choking, Heimlich Maneuver Technique.
Pengaruh Senam Asma Terhadap Kekambuhan Pada Penderita Asma di Perumahan Sakura Land Kemiling Bandar Lampung Destiana Rosa; M Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.16024

Abstract

ABSTRACT Asthma Exercise is a type of group therapy (exercise group) that involves body movements or essential activities to aid the respiratory rehabilitation process for asthma sufferers and serves as a supportive part of asthma therapy. Asthma is a chronic inflammatory disorder of the airways. It causes increased airway hyperresponsiveness characterized by wheezing, difficulty breathing, chest tightness, and coughing, especially at night or early in the morning. Asthma exercise comprises a group of exercises aimed at improving the capabilities of muscles related to the breathing mechanism, enhancing respiratory capacity and efficiency. Asthma exercise can increase the ability of asthma sufferers to perform daily activities by improving breathing ability, enhancing the efficiency of respiratory muscles, increasing blood flow to the lungs thereby allowing more oxygenated air to flow, resulting in slower and more efficient breathing, reducing the rate of lung function decline, decreasing clinical symptoms, and reducing the frequency of inhaler bronchodilator use. Based on field survey results, it was found that there are 9 asthma patients living in Sakura Land Housing, Kemiling, Bandar Lampung. This number indicates a significant need for support and information related to asthma within the community. Therefore, the author has decided to conduct an outreach program about asthma and asthma exercise at Sakura Land Housing, Kemiling, Bandar Lampung. The aim is to provide education about asthma, as well as asthma exercises that can help reduce asthma attacks, thereby aiding in better management of health conditions and raising awareness of the importance of self-care in dealing with asthma. Keywords: Asthma Exercise, Recurrence Frequency, Asthma Sufferers.  ABSTRAK Senam Asma adalah salah satu jenis terapi latihan yang dilakukan secara berkelompok (exercise group) yang melibatkan aktifitas gerakan tubuh atau merupakan kegiatan esensial untuk membantu proses rehabilitasi pernafasan pada penderita asma dan merupakan salah satu bagian penunjang terapi asma. Asma adalah gangguan inflamasi kronik saluran napas. Hal ini menyebabkan peningkatan hiperresponsif jalan napas yang ditandai dengan wheezing, sulit bernapas, dada terasa berat, dan batuk, terutama terjadi malam hari atau menjelang pagi hari. Senam asma merupakan sekelompok latihan (Exercise group) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan otot-otot yang berkaitan dengan mekanisme pernapasan, meningkatkan kapasitas serta efisiensi dalam proses pernapasan. Senam asma dapat meningkatkan kemampuan penderita asma dalam melakukan kegiatan sehari hari, yaitu meningkatkan kemampuan bernapas, meningkatkan efisiensi kerja otot-otot pernapasan, menambah aliran darah ke paru sehingga aliran udara yang teroksigenasi lebih banyak, menyebabkan pernapasan lebih lambat dan efisien, mengurangi laju penurunan faal paru, menurunkan gejala klinis, mengurangi frekuensi penggunaan bronkodilator hisap. Berdasarkan hasil survei lapangan, ditemukan bahwa terdapat 9 pasien asma yang berada di Perum sakura land, Kemiling, Bandar Lampung. Angka ini menunjukkan adanya kebutuhan yang signifikan akan dukungan dan informasi terkait asma di komunitas tersebut. Oleh karena itu, penyusun memutuskan untuk menyelenggarakan penyuluhan tentang asma dan senam asma di Perumahan Sakura Land Kemiling Bandar Lampung yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang penyakit asma, serta senam asma yang dapat membantu mengurangi serangan asma, sehingga dapat membantu mengelola kondisi kesehatan dengan lebih baik, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya perawatan diri dalam menghadapi asma. Kata Kunci: Senam Asma, Frekuensi Kekambuhan, Penderita Asma.
Pengaruh edukasi pencegahan risiko jatuh pada lansia terhadap pengetahuan keluarga Hanisa Aprilia Putri; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; M. Ricko Gunawan
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1853

Abstract

 Background: The impact of falls on the elderly is very serious, and can lead to injuries such as bone fractures, head injuries, and even death. The risk of falling refers to the possibility of a person falling due to individual and environmental factors that can cause physical injury. An estimated 646.000 fall incidents occur every year. This research aims to examine the extent to which education can increase family knowledge in preventing the risk of falls in the elderly. Purpose: To determine the effect of education on increasing family knowledge in preventing the risk of falls in the elderly. Method: A quantitative analytic design with a quasi-experimental approach through a one group pretest-posttest design. The population in this study is families who have elderly members in Gedong Meneng Baru village, with a sample size of 30 families. Sampling was done using purposive sampling technique. Data analysis was conducted using a dependent (paired) t-test. Results: The average family knowledge score before education was 9.67, and after education, it increased to 15.27. The results of the paired t-test showed a significant value of 0.0001 or P < 0.005. Conclusion: Education on fall risk prevention influences the increase in knowledge of elderly families. Keywords: Education; Elderly; Fall Risk; Knowledge.   Pendahuluan: Dampak dari jatuh pada lansia sangat serius, dapat menyebabkan cedera seperti patah tulang, cedera kepala, bahkan kematian. Risiko jatuh merujuk pada kemungkinan seseorang mengalami jatuh akibat faktor individu maupun lingkungan yang dapat menyebabkan cedera fisik. Diperkirakan 646.000 insiden jatuh terjadi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejauh mana edukasi dapat meningkatkan pengetahuan keluarga dalam mencegah risiko jatuh pada lansia. Penelitian ini penting sebagai dasar penyusunan intervensi yang tepat di tingkat komunitas untuk meningkatkan keselamatan lansia dan kualitas hidup keluarga. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam upaya pencegahan risiko jatuh pada lansia di Kelurahan Gedong Meneng Baru. Metode: Desain analitik kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai lansia di kelurahan gedong meneng baru, dengan jumlah sampel 30 keluarga. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji dependent (paired t-test). Hasil: Rata-rata pengetahuan keluarga sebelum diberikan edukasi adalah 9.67, dan sesudah edukasi meningkat menjadi 15.27. Hasil uji paired t-test diperoleh nilai signifikan 0.0001 atau P < 0.005. Simpulan: Edukasi pencegahan risiko jatuh berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan keluarga lansia. Kata Kunci: Edukasi; Lansia; Pengetahuan; Risiko Jatuh.
Analisis Penyebab Unmet Need Keluarga Berencana Pada Pasangan Usia Subur (Pus) Limiting Need Di Desa Blambangan Kec. Penengahan Kab. Lampung Selatan Iin Fatmawati; Samino Samino; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Dhiny Easter Yanti; Nova Muhani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22605

Abstract

Unmet need adalah kebutuhan akan keluarga berencana (KB) yang tidak terpenuhi. Ini merujuk pada pasangan usia subur (PUS) yang tidak ingin punya anak lagi atau ingin menunda kehamilan untuk jangka waktu lebih dari dua tahun, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Menurut Satu Data Lampung, angka unmet need di Provinsi Lampung mencapai 9,30 % pada tahun 2024, dengan target penurunan ke 9,0 % di tahun 2025. Secara umum, unmet need di Lampung cukup moderat, walaupun tetap perlu usaha penurunan sesuai target 2025. meskipun masih terdapat titik-titik lokasi dengan tingkat sangat tinggi ini menunjukkan kebutuhan intervensi lebih intensif pada wilayah spesifik. Intervensi efektif dapat berupa peningkatan informasi KB, akses layanan, mitigasi efek samping, dan peran suami sebagai pendukung. Tujuan penelitan mengetahui analisis penyebab unmet need keluarga berencana pada pasangan usia subur (PUS) di Desa Blambangan Kec. Penengahan Kab. Lampung Selatan Tahun 2025.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Populasi adalah seluruh pelaku unmet need KB sebanyak 57 orang. Informan sebanyak 5 orang. Analisa data menggunakan deskriptif, dan teknik triangulasi.Pasangan usia subur tidak menggunakan KB karena menggunakan KB suntik mengalami sakit kepala, tekanan darah tinggi, kegemukan. Kb pil postinor mengalami perdarahan, dan menggunakn KB IUD benang terasa saat berhubungan suami istri. Pasangan usia subur mengatakan sepakat untuk tidak mengeluarkan sperma di dalam, menggunakan metode senggama terputus, bersiap sedia agar sprema tidak keluar didalam saat berhubungan badan. Pasangan usia subur mengatakan cemas dan tidak nyaman, tidak puas saat dikeluarkan diluar. Pasangan usia subur melakukan unmenet need tidak didasarkan faktor keluarga, ekonomi, agama dan budaya. Diharapkan untuk menjadi pendamping bagi PUS yang belum ber-KB atau unmet need dalam rangka menyukseskan program Kampung KB.
Pelatihan Manajemen Waktu Pada Mahasiswa Asri Mutiara Putri; Prida Harkina; Dewi Lutfianawati; Octa Reni Setiawati; M Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Satria Wijaya; Afdilah Mianda Putri; Dwi Oktaviyani; Ghina Aliya Mufidah; Larasati Eka Setia; Qori Anisa Putri; Indah Rohmafresha Berly
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23465

Abstract

ABSTRAK Individu pada masa dewasa awal menghadapi berbagai tuntutan perkembangan seperti kemandirian emosional, sosial, dan finansial yang memerlukan kemampuan manajemen waktu yang baik. Namun, banyak individu pada tahap ini mengalami kecenderungan prokrastinasi yang berdampak negatif terhadap produktivitas dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan manajemen waktu dalam meningkatkan keterampilan mengatur waktu pada mahasiswa usia 18–21 tahun. Pelatihan dilaksanakan dengan metode partisipatif dan experiential learning yang terdiri atas lima sesi: pengantar, penetapan tujuan, teknik manajemen waktu, kontrol diri, dan penutup. Peserta berjumlah 15 mahasiswa semester 1–3 Universitas Malahayati. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner manajemen waktu sebanyak 33 pernyataan melalui pre-test dan post-test. Hasil paired samples statistics menunjukkan adanya peningkatan rerata skor dari 97,92 menjadi 99,54, meskipun tidak signifikan secara statistik (t = -0,586; p = 0,569 0,05). Korelasi antara skor pre dan post-test cukup kuat (r = 0,668; p = 0,012). Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan keterlibatan, kesadaran diri, dan kemampuan penerapan strategi pengelolaan waktu dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pelatihan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan manajemen waktu pada mahasiswa dewasa awal, serta berpotensi mengurangi perilaku prokrastinasi melalui penguatan regulasi diri. Kata Kunci: Manajemen Waktu, Prokrastinasi, Efikasi Diri, Dewasa Awal, Mahasiswa.  ABSTRACT Individuals in early adulthood face various developmental demands, including emotional, social, and financial independence, which require effective time management skills. However, many at this stage tend to procrastinate, negatively affecting their productivity and psychological well-being. This study aims to examine the effectiveness of time management training in improving students’ ability to manage time effectively. The training employed a participatory and experiential learning approach consisting of five sessions: introduction, goal setting, time management techniques, self-control, and closing. Participants included 15 undergraduate students aged 18–21 from Malahayati University. Data were collected using a 33-item time management questionnaire administered in pre-test and post-test sessions. The paired samples analysis showed an increase in mean scores from 97.92 to 99.54, although the improvement was not statistically significant (t = -0.586; p = 0.569 0.05). The correlation between pre- and post-test scores was moderately strong (r = 0.668; p = 0.012). Qualitative findings revealed increased engagement, self-awareness, and practical application of time management strategies in daily life. Therefore, the program was effective in enhancing time management awareness and skills among early adults, potentially reducing procrastination through strengthened self-regulation. Keywords: Time Management, Procrastination, Self-Efficacy, Early Adulthood, University Students.
Edukasi Faktor Lingkungan Rumah yang Mempengaruhi Penyakit Asma pada Pasien dan Keluarga yang Terkena Penyakit Asma Mukayin Asisifa; M Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.15981

Abstract

ABSTRAK Sebanyak 235 juta orang di dunia hidup dengan asma. Negara dengan penghasilan rendah dan menengah ke bawah prevalensi kematian akibat asma mencapai lebih dari 80%. Asma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Dengan manajemen asma yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup pada penderitanya. Asma adalah salah satu kondisi kronis yang paling umum terjadi dengan tingkat prevalensi tertinggi di kalangan masyarakat. Hal ini terkait dengan morbiditas yang signifikan, pemanfaatan layanan kesehatan dan hilangnya produktivitas . Meskipun ada kemajuan dalam terapi asma dan perluasan asuransi kesehatan ; lingkungan biologis, fisik dan psikososial masih dapat mempengaruhi aktivitas penyakit asma . Memahami faktor-faktor yang berpengaruh dalam lingkungan biologis, fisik, dan psikososial, penderita asma merupakan bagian integral dalam penanganan asma. Kata Kunci: Edukasi Asma, Pengaruh Lingkungan Penyakit Asma, Asma.  ABSTRACT As many as 235 million people in the world live with asthma. In countries with low and lower middle income, the prevalence of deaths due to asthma reaches more than 80%. Asthma is an incurable disease, so far no cure has been found. With good asthma management, sufferers can improve the quality of life.Asthma is one of the most common chronic conditions with the highest prevalence rate among the population. It is associated with significant morbidity, healthcare utilization and loss of productivity . Despite advances in asthma therapy and expansion of health insurance ; the biological, physical and psychosocial environment can still influence asthma disease activity . Understanding the influencing factors in the biological, physical and psychosocial environment of asthma sufferers is an integral part of treating asthma. Keywords: Asthma Education, Environmental Influences on Asthma, Asthma.
Pembedayaan Masyarakat Kesiapsiagaan Bencana Alam Gempa Bumi di Perum Harmonia Estate Hajimena Natar Eka Sartika; M Arifki Zainaro; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.15978

Abstract

ABSTRAK Bencana merupakan suatu ancaman yang sifatnya tidak terduga, merugikan dan sulit dihindari. Pemberdayaan masyarakat dalam kesiapgiagaan bencana alam di perum harmonia estate hajimena natar perlu dilakukan, mengingat daerah ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap terjadinya bencana terutama bencana banjir yang sudah melanda daerah ini beberapa bulan terakhir ini, dan tentunya gempa bumi tidak menutup kemungkinan terjadi karena lampung mempunyai gunung api yang aktif dan berpotensi. Peristiwa tersebut memicu kegiatan pengabdian masyarakat, sebagai respon cepat dan efektif dalam upaya percepatan pemulihan situasi tanggap daruarat. Tujuan pemberdayaan masyarakat adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan banjir di perum harmonia estate hajimena natar. Metode pelaksanaan pengabdian ini yaitu melalui (1) Survey melalui pengamatan, wawancara, (2) Kajian literatur, (3) Penyuluhan dan simulasi tanggap bencana, (4) Pre test and post test. Hasil dari program ini adalah bertambahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana serta dapat melatih pengendalian diri dari rasa takut bencana untuk dapat mengurangi korban bencana, Program ini pun diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat informasi dan keterampilan dalam kesiapsiagaan terhadap bencana.Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Kesiapsiagaan Bencana.  ABSTRACT Disaster is a threat that is unexpected, detrimental and difficult to avoid. Community empowerment in natural disaster preparedness at perum harmonia estate hajimena natar needs to be done, considering that this area has a high level of vulnerability to disaster, especially floods which have hit this area in the last few months, and of course earthquakes do not rule out the possibility of them occurring because lampung has mountains active and potential fires. This incident triaggered community service activities, as a quick and effective response in an effort to accelerate recovery from the emergency response situation. The aim of community empowerment is to increase the community’s ability to face earthquake and flood disaster at perum harmonia estate hajimena natar. The method for implementing this service is through (1) Survery throught pbservation, interviews, (2) literature review, (3) Disaster response counseling and simulation, (4) Pre test dan post test. The result of this program is increasing people’s knowledge and skills regarding disaster preparedness and being able to train themselves to control themselves from fear of disasters in order to reduca disaster victims. This program is also ecpected to be able to facilitate the community’s information and skills in disaster preparedness.Keywords: Community Empowerment, Disater Preparedness.
Co-Authors Afdilah Mianda Putri Agung Aji Perdana Agustina, Respa Alberta Rika Pratiwi Albet Maydiyantoro Alfabet Oktristyan Fakuriza andhika satria Andoko Andoko Andri Nugraha Arini, Mutiara Ariyanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Asri Mutiara Putri Chrisanto, Eka Yudha Dani, Kharisma Wulan Deny Eka Liasari Desti Rosalia Destiana Rosa Devy Annieza Zahra Dewi Kusumanignsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Kusumaningsih Dewi Lutfianawati Dewi Novalina Dhiny Easter Yanti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Djunizar Djamaludin Dwi Oktaviyani Dwiky Dermawan Santari Eka Sartika Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Yuhda Chrisanto Elliya, Rahma Emir Fajar Hizrian Erlina Wati Fajar Septriwanti Faradisa, Ratih Mary Fatmawati, Iin Fidela Ferisca Firmansyah, Maulid Elang Furqoni, Prima Dian Ghina Aliya Mufidah Gunawan, M. Ricko Gunawan, M.Ricko Hadi, Riswan Hanisa Aprilia Putri Harkina, Prida Heki Febrianto Heri Prasetya Herizon Herizon Herlinda Herlinda Hermawan, Dessy Iin Fatmawati Indah Rohmafresha Berly Indah Sari Indah Wahyuninsih Indriana, Nova Jemy Sundoro Karbito Karbito Kaulani, Sirfia Keswara, Umi Romayati Kiramah Wati Larasati Eka Setia Leni Hartati Leni Sari Asdi Lensi, Yufia Liasari, Deny Eka Lidya Arianti Lidya Arianti Lidya Ariyanti Lidya Ariyanti Lilis Marlia Listiana Listiana Lolita Sary M. Arifki Zainaro M. Ricko Gunawan M. Ricko Gunawan Made Novita Sari Mimin Septi Wahyuni Muarif, Muhammad Syamsul Muhammad Yanuar Rianto Mukayin Asisifa Mutia Ade Dea Ni Wayan Oktavia Anjani Nida Nafisah nopriani, nopriani Nova Indriana Nova Muhani Novikasari, Linawati Nugraha, Rezha Wahyu Nur Hidaya Tulaisyah Octa Reni Setiawati Pradisca, Rima Ary Prima Dian Furqoni Putri Indaman Qori Anisa Putri Rafika Anjarsari Rahma, Reka Putri Reka Putri Rahma Rendi Kurniawan Respa Agustina Rias Tusianah Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan Rika Yulendasari Riska Wandini, Riska Riyanto, Eko Rizwan, Al Khairul Rohmah, Eis Ainun Rostika Januar Rudi Winarno Samino Samino Sandi Esa Prayoga Satria Wijaya Seftiliani Putri Ayu Sekardhyta Ayuning Tias Setiawati Setiawati Setiawati Sri Sakinah Sri Yuliani Sugiyatno Sugiyatno Syafik Arisandi Teguh Pribadi Triyoso Triyoso Tubagus Ali Rachman Puja Kesuma, Tubagus Ali Rachman Puja Usastiawaty Usastiawaty Utomo, Budi Setia Wahyuninsih, Indah Widia Afira Yessi Aprianti Yopita Sari Yufia Lensi Yustika, Reny