Claim Missing Document
Check
Articles

The Dynamics of Halal Certification Standardization in the Global Market: A Literature Review of International Regulatory Practices and Challenges Alia Fitriyani; Afiyanta Wulandari; Fendi Julianto; Ahmad Wahyudi
Al-Iffah: Journal of Islamic Sciences Research Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/iffah.v1i4.36

Abstract

Halal certification standardization is a crucial aspect of an increasingly competitive and integrated global trading system, as Muslim consumers' awareness of the importance of halal products grows. The global halal industry market is estimated to reach US$1.3 trillion by 2025, demonstrating significant economic potential for Muslim-majority countries. However, regulations, interpretations of Islamic law, and oversight mechanisms across countries pose serious challenges to harmonizing internationally recognized halal standards. Differences in sharia interpretations, complex bureaucracies, and political-economic interests are key obstacles to this process. International institutions such as the OIC-SMIIC and the Halal Accreditation Forum (HAF) play a crucial role in developing global standards, while countries like Indonesia, through the Halal Product Certification Agency (BPJPH), are striving to strengthen credible and efficient national certification systems. This study uses a qualitative approach with a desk review to analyze the dynamics and challenges of global halal certification. In conclusion, the harmonization of global halal standards should focus on a trust-based mutual recognition system that respects diverse sharia interpretations, as well as strengthening international collaboration and digitizing the certification process to support the growth of an inclusive, sustainable, and highly competitive halal industry
Strategi Pelaksanaan Akad Pembiayaan Syariah di Era Tantangan COVID-19 Lukito, Panji; Asmuni, Asmuni; Wahyudi, Ahmad
Margin: Jurnal Bisnis Islam dan Perbankan Syariah Volume 2 Nomor 1 Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/margin.v2i1.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Analisis Pelaksanaan Akad Pembiayaan Syariah Di Era Covid 19 (Studi Analisis Di Bank Syariah Way Kanan Provinsi Lampung Tahun 2020) Sebagaimana kita ketahui bahwa pandemi covid-19 ini sangat mempengaruhi keadaan ekonomi masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Way Kanan pada khususnya. Merujuk pada kondisi krisis 1998, bank syariah melakukan konversi pembiayaan dengan akad murabahah menjadi pembiayaan dengan akad musyarakah dan mudharabah. Oleh sebab itu peneliti ingin mengetahui bagaimana sistem pengelolaan produk-produk Bank Syariah Way Kanan di era covid-19. Bagaimana akad pembiayaan yang diterapkan oleh Bank Syariah Way Kanan di era pandemi covid-19. Dan apakah implikasi akad pembiayaan yang diterapkan di Bank Syariah Way Kanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (field research). Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer maupun sekunder, data ini diperoleh peneliti melalui wawancara dan dokumentasi. Data-data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan model deskriptif analitik. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa Sistem pengelolaan produk pembiayaan syariah di Bank Syariah ada 6 akad yaitu, Ijarah multi jasa (Sewa), Mudharobah (Bagi Hasil), Musyarokah (Kemitraan), Murabahah (Jual Beli), Rahn (Gadai) dan Qard. Pelaksanaan akad pembiayaan syariah dibank Syariah Way Kanan di era covid 19 tidak berbeda dengan pelaksanaan akad pembiayaan syariah sebelum covid 19. Nasabah pembiayaan di Bank Syariah Way Kanan yang terkena dampak penyebaran corona virus disease 2019 (COVID-19) termasuk debitur usaha mikro, kecil dan menengah mendapatkan restrukturisasi sesuai kesepakatan antara bank dengan nasabah.
Rekonstruksi Hak Khiyār sebagai Standar Minimum Retur–Refund dalam Jual Beli Ritel di Indonesia: Harmonisasi Khes dan UU Perlindungan Konsumen: Reconstructing the Right of Option (Khiyar) As A Minimum Return-Refund Standard in Indonesian Retail Trade: Harmonizing Islamic Economic Law (Khes) and Consumer Protection Law Ahmad Wahyudi; Bagas Heradhyaksa; Kholid Irfani; Pas Inggrid Pamesti; Wawaysadhya
BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam Vol. 7 No. 1 (2026): BUSTANUL FUQAHA: Jurnal Bidang Hukum Islam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bustanul.v7i1.2909

Abstract

Retail transactions in Indonesia frequently apply “no return/no refund” policies through standard terms, creating tension between effective consumer remedies and contractual certainty. This article aims to reconstruct khiar rights under the Indonesian Compilation of Sharia Economic Law (KHES) as a minimum return–refund standard that is compatible with the Consumer Protection Law (UUPK). Using a doctrinal (normative) legal method, the study employs a statute approach to examine UUPK and KHES, a conceptual approach to operationalize khiar (Syarṭ, ru’yah, and ‘aib) as a remedial mechanism, and a harmonization/legal-policy approach to design an implementable standard. The results propose a minimum standard built on six parameters: scope, valid grounds (defect/’aib, mismatch/ru’yah, trial period/Syarṭ), tiered time windows, proportionate evidentiary requirements, remedy hierarchy (repair/replace/refund), and limited exceptions with alternative remedies. The discussion shows that blanket “no return/no refund” clauses are normatively problematic when they eliminate remedies for defect or mismatch, while structured limitations remain permissible to prevent moral hazard and ensure business certainty. The article recommends adopting a model clause and a minimum SOP (complaint–verification–decision–remedy–recording) as auditable compliance instruments for Indonesian retail.
Co-Authors Abdul Azis Abdul Rosyad Achmad Mufliq Afiyanta Wulandari Ah. Yusuf Ahmad Khairul Nuzuli Ahmad Syarif Hidayatullah, Ahmad Syarif Aldri Frinaldi Alia Fitriyani Angga Lisdiyanto Arif Rahman Arini, Yayang Putri Asmara Andhini Asmuni Asmuni Azmi Jawas, Abd Rachman B, Nurhasin Bagas Heradhyaksa Bagus Rifai Bambang Sumardjoko Berlian, Hangrengga Damat, Damat Darsinah Didik Ahmad Sudika Didik Ahmad Sudika, Didik Ahmad Dutya Intan Larasati Ekadipta Ekadipta Elfi Anis Saati Erny Ishartati Fendi Julianto Ganal Arief Rahmawan Gultom, Ria Pebrianti Hakim, Sri Wahyuni Harleni, Harleni Hayati, Sri Nurul Hendrianingsih, L. Hera Septriana Heradhyaksa, Bagas Hidayat, Hakmi Ika Ayu Pertiwi Indradewa, Rhian Irfan Sanusi, Irfan JANNAH, FARIDATUL Jauhari, Moh. Irmawan Kholid Irfani Krisdianto Krisdianto Sugiyanto Kusaini, Nasrul Hadi Bin Laily Ifazah Luthfi Ardeansyah R M. Khusaini Mahmudah Mahmudah Mareliasari, Avia Masdar Helmi Mochammad Wachid Mohammad Muslich Mohammad Muslich Muh Abdul Aziz Nasuha Mukarromah, Kamilatul Mundakir Ningsih, Erlin Indaya Nizham, M. Nugraha, Acep Nurjannah, St. Nurkhozin Azis Nurkhozin Azis, Nurkhozin Oktaviani, Rahma Panji Lukito Pas Inggrid Pamesti Praptiningsih G.A. Pratama Wirya Atmaja Purwanti, Suci Rifa’i, A Bachrun Rifa’i, A Bachrun Ryan Purnomo Sabar Narimo Sabar Setiawidayat, Sabar safriani, andi Salafudin . Salundik . Samputra, Palupi Lindiasari Sandi Irfanuddin, Muhammad Sari, Rina Widya Satriyo K. Wahyono Sissah Sissah Suparman Syukur Surya Jatmika Susanti, Rini Puji Sutawi Sutawi Syakbaniyah, Siti Nur Tony Liwang Tony Wijaya Tri Septianto Wafrotur Rohmah Wawaysadhya Agastya Yuli Anggraini Zulbaida Zulbaida Zulkifli Zulkifli