Claim Missing Document
Check
Articles

Wanoja Calakan: Langkah Menuju Digitalisasi Pemberdayaan Kader Perempuan Solihah, Eneng; Wahyudin, Uyu; Saepudin, Asep
Jurnal Algoritma Vol 22 No 1 (2025): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/algoritma/v.22-1.2179

Abstract

Women's empowerment is one of the important issues in global development. In Indonesia, the Wanoja Calakan organization strives to empower women through training and activities aimed at forming intelligent and agile female cadres. In facing the challenges of the digital age, it is important for these organizations to transform by utilizing technology. This research discusses the design of the Wanoja Calakan website which aims to improve efficiency in cadre registration, provide information about empowerment programs, and facilitate interaction between members and program managers. Agile methods are used in the design of this website to ensure adaptability to user needs and business processes that continue to evolve continuously. The website was tested using a usability test, resulting in a very good user acceptance score with an average score of 4.8 (96%) with a 95% confidence interval and a margin of error of 10%, using the Lemeshow formula. The result of this design is a user-friendly and responsive platform, which can be used to register cadres and access various information related to the program. In the future, this website is expected to be a more interactive means of empowering women in Indonesia
LEVEL OF AWARENESS OF ADOLESCENT REPRODUCTIVE HEALTH IN BANDUNG CITY Yulinda, Yulinda; Wahyudin, Uyu; Pramudia, Joni R.; Yorita, Epti
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2806

Abstract

Komitmen global untuk membangun masa depan menghadapi megatrend yang dihadapi  semua negara adalah menciptakan  kesuksesan generasi dengan menekankan  penghapusan kemiskinan dan kelaparan, ketidaksetaraan dan ketidakadilan antargenerasi. Kesehatan remaja dipengaruhi oleh nilai, agama, budaya, keluarga dan pelayanan kesehatan untuk mencapai akses layanan kesehatan reproduksi sebagai  kunci tujuan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai deskripsi tingkat kesadaran reproduksi remaja di Kota Bandung, meliputi aspek akses, pemahaman, appraising dan penggunaan layanan kesehatan reproduksi remaja. Penelitian dilakukan dengan cross-sectional design. Instrumen penelitian ini berupa pertanyaan sebanyak 44 pertanyaan, terdiri dari 4 sub komponen meliputi accessing, understanding, appraising dan applying mengenai kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi yang dikembangkan dari Stormacq. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa akses remaja untuk kesehatan reproduksi remaja berada pada tingkat sedang sebesar 69%, ditemukan akses rendah mengenai kesehatan reproduksi sebesar 11%, sedangkan pemahaman kesehatan reproduksi remaja ditemukan pada tingkat rendah sebanyak 12%. Terkait kemampuan remaja dalam analisis kesehatan reproduksi masih dalam kategori tingkat rendah, sedangkan dalam hal Appraising/assessing reproductive health in the moderate category is 68%. Saran yang disampaikan adalah untuk meningkatkan kesadaran remaja, diperlukan edukasi yang luas, melalui  media sosial dilanjutkan dengan konsultasi pribadi yang intensif.
Unveiling Community Empowerment Strategies: Lessons from Indonesia and Malaysia in Comparative Perspective Rosmia, Ade Romi; Wahyudin, Uyu; Inoe, Hiromu
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v6i4.2194

Abstract

Community empowerment plays a crucial role in sustainable and inclusive national development. This study compares community empowerment strategies in Indonesia and Malaysia, with a focus on the impacts of decentralized and centralized approaches. The objective is to analyze how these approaches influence community participation, poverty alleviation, and infrastructure development. Employing a qualitative literature review methodology, data were collected from key government programs, such as Indonesia's National Program for Community Empowerment (PNPM) and Village Fund (Dana Desa), as well as Malaysia's Federal Land Development Authority (FELDA) and Majlis Amanah Rakyat (MARA). Findings indicate that Indonesia's decentralized model promotes local innovation and ownership, aligning development with the specific needs of individual communities. Conversely, Malaysia's centralized model ensures efficiency and uniformity but limits local involvement. The study concludes that both approaches have strengths and weaknesses: decentralization enhances community participation, while centralization ensures coordination and efficiency. This research contributes to the literature by proposing a hybrid framework that integrates both approaches, offering a comprehensive model for advancing community empowerment initiatives in diverse socio-economic contexts, particularly in developing countries.
Strategi Media Sosial (start-up) Silang.ig dalam Menciptakan Akses Daring Ramah Disabilitas Bagi Teman Tuli Samosir, Irniyati; Hufad, Achmad; Sudrajat, Jajat; Wahyudin, Uyu; Sardin; Kamil, Mustofa
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 3 (2025): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i3.3449

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan guna mengkaji serta mengenali strategi media sosial yang digunakan oleh silang.ig dalam mewujudkan akses daring yang lebih inklusif bagi komunitas teman tuli di wilayah DKI Jakarta. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan peneliti, dengan menggunakan wawancara mendalam, pengamatan, dan studi dokumen sebagai metode pengumpulan data. Adapun informan pada peneltian ini berjumlah delapan orang yang terdiri dari manajemen silang.ig sebanyak tiga orang, dan teman tuli yang mengakses layanan sebanyak lima orang. Teknik analisis data model Miles dan Huberman digunakan dalam meganalisis data yang didapatkan. Hasil riset ini mengungkapkan bahwa strategi yang diterapkan oleh silang.ig, seperti penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan konten yang disesuaikan dengan kebutuhan teman tuli, efektif dalam meningkatkan aksesibilitas informasi. Teman tuli merespon positif terhadap konten yang disediakan, dan merasa lebih mudah dalam mengakses informasi yang relevan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pekerjaan sosial, khususnya dalam penerapan konsep-konsep aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Temuan ini dapat dijadikan acuan oleh berbagai kalangan dalam upaya pemecahan masalah aksesibilitas informasi bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
LAPORAN HASIL EVALUASI PROGRAM POSYANDU PENIMBANGAN BAYI DAN BALITA DI KELURAHAN ISOLA: LAPORAN HASIL EVALUASI PROGRAM POSYANDU PENIMBANGAN BAYI DAN BALITA DI KELURAHAN ISOLA sari, febby; Wahyudin, Uyu
JPUS: Jurnal Pendidikan Untuk Semua Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Untuk Semua, Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpus.v7n2.p38-42

Abstract

Pemantauan berat badan pada bayi dan balita berguna untuk pemauntauan Kesehatan dan perancangan tindak lanjut dalam penanggulan masalah gangguan tumbuh kembang. Pemantauan berat badan balita akan berhasil dengan baik apabila ada partisipasi aktif dari masyarakat yang ditandai dengan tingkat kehadiran ibu menimbangkan anaknya di posyandu. Evaluasi program posyandu penimbangan bayi dan balita di Kelurahan Isola bertujuan untuk mengetahui program yang terselenggara dan hasil yang telah dicapai dan juga memberikan pengalaman dan wawasan kepada saya selaku mahasiswa Pendidikan masyarakat. Model evaluasi yang saya gunakan pada pelaksanaan evaluasi program ini adalah Model Evaluasi CIPP. Model evaluasi CIPP ini banyak dikenal dan diterapkan oleh para evaluator. Hasil dari evaluasi program yang saya lakukan bahwa program posyandu penimbangan bayi dan balita di Kelurahan Isola berjalan dengan baik.
Penggunaan Obat yang Tidak Rasional pada Balita dengan Diare di Kalangan Bidan, di Kabupaten Sumedang Tahun 2006 Wahyudin, Uyu; Besral, Besral
Kesmas Vol. 1, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan diare pada balita di Puskesmas Kabupaten Sumedang dilaksanakan di Poli KIA yang sehari-harinya ditangani oleh bidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan bidan dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan bidan dalam penggunaan obat secara rasional pada balita diare akut non spesifik. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan jumlah sampel 109 bidan yang berasal dari 18 puskesmas yang dipilih secara random. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan pengamatan terhadap resep yang ditulis oleh bidan untuk balita penderita diare akut non spesifik. Hasil penelitian memperlihatkan tingkat kepatuhan bidan adalah 69,7%. Hasil analisis regresi logistik ganda memperlihatkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepatuhan adalah adalah pengetahuan dan sikap bidan terhadap obat rasional dan supervisi dari atasan. Penelitian ini juga mendapatkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan persepsi orang tua balita terhadap obat rasional dengan kepatuhan bidan dalam penggunaan obat rasional. Dalam rangka mengatasi ketidakrasionalan pengobatan diare akut non spesifik, maka Puskesmas harus berupaya meningkatkan pengetahuan bidan terhadap penggunaan obat rasional, melakukan supervisi, dan meningkatkan penyuluhan kepada pasien tentang penggunaan obat rasional. Diarrhea medication among children under five years old at primary health care, sub-province of Sumedang is performed at Mother and Child Polyclinic which is handled by a midwife everyday. This research purpose to obtain the description of compliance level of midwives and its factors related of midwives compliance in the usage of rational drugs among children with non specific acute diarrhea. Research used cross-sectional design with samples size were 109 midwives which were come from 18 primary health care, which were selected randomly. To measure the compliance, the observation was performed of prescriptions that written by midwives to children with non specific acute diarrhea. This research result showed that compliance level was 69.7%. Result analysis of multiple logistic regression showed that related factors were knowledge and midwives attitude of usage of rational drugs and supervision. This research also showed the association between knowledge and parent’s perception of children under five years old of rational drugs and compliance level of midwives in the usage of rational drugs. It is suggested that primary health care should increase midwives knowledge in usage of rational drugs, doing supervision and improve socialization the usage of rational drugs to patient.
Improving Adolescent Mental Health Through Experiential Learning During the COVID-19 Pandemic Yulinda, Yulinda; Hufad, Ahmad; Permana, Elih Sudia; Robandi, Babang; Wahyudin, Uyu; Kamil, Mustofa
Kesmas Vol. 18, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Good adolescent mental health is a good investment for a country. During the COVID-19 pandemic, many adolescents did not carry out productive activities, possibly changing their mental health. Experiential learning facilitates metacognition, shapes adolescent cognitive processes, improves performance and problem-solving, and makes learning more meaningful and authentic. This study aimed to explore adolescents' mental health conditions and how experiential learning affects adolescents' mental health. Using a qualitative approach, the data collection through Google Forms questionnaire, FGDs, and interviews using the HEADSS instrument was conducted in September 2022 in Kebon Gedang Village, Batununggal Subdistrict, Bandung City, West Java Province, Indonesia. This study involved 73 adolescents aged 10-19 years as population. Still, only 59 participants were valid as a sample and willing to participate in making oil-based soap as a change for the monthly activity held by Integrated Health Care. The results showed that experiential learning by making oil-based soap at home improved adolescents' mental health by 80%. Following the learning objectives, this activity developed adolescents into healthy and economically successful individuals while significantly contributing to their community.
Impact Literacy Environment to Competence Community Environment in Pekanbaru City, Riau Province, Indonesia Alvi, Ria Rizkia; Wahyudin, Uyu; Ardiwinata, Jajat Sudrajat; Robandi, Babang
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 13, No 2 (2025): Kolokium: Publishing October 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v13i2.1178

Abstract

This study aims to analyze community environmental literacy, environmental competence, and the influence of environmental literacy on environmental competence. This study focuses on comprehensively assessing the environmental literacy of residents through four dimensions: environmental values, environmental responsibility, perception of environmental problems, and environmental behavioral skills. Similarly, the environmental competence of the community is evaluated through three dimensions: cognitive, affective, and methodological competence. The method used is quantitative with an ex post facto approach. Data from 65 valid surveys collected through an online questionnaire in Pekanbaru City reveal that the level of environmental literacy and environmental competence of the community is generally high, but their performance is relatively lower in dimensions such as environmental behavioral skills, environmental responsibility, and methodological competence. Further analysis shows a positive correlation between the four dimensions of environmental literacy and environmental competence. In particular, environmental behavioral skills and environmental responsibility play an important role in influencing environmental competence. Environmental literacy plays an important role in improving the community's ability to sort and process waste, while encouraging environmentally conscious behavior. Improving environmental competence through literacy has implications for sustainable development.
Inovasi Produk Makanan Lokal Tahu Dalam Upaya Pencegahan Anemia dan Mewujudkan Desa Sehat Mandiri Ningrum, Dedah; Wahyudin, Uyu; Fauziyah, Roro Nur; Widartika, Widartika; Sutresna, Iyos; Faozi, Akhmad
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 5 No. 3 (2024): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v5i3.11854

Abstract

The implementing community service aims to increase the knowledge and skills of housewives and adolescent girls through innovation in processing local tofu food products in an effort to prevent anemia and realize an independent healthy village. The method of implementing this service uses an action review approach with six steps, namely needs assessment, goal formulation, planning, counseling implementation, activity evaluation, and reporting. Activities were carried out in Situmekar Village Sumedang Regency, involving 15 participants consisting of 5 adolescent girls and 10 housewives. The data analysis technique for the results of this service uses descriptive and bivariate analysis. The results show that there is an increase in participants' knowledge about anemia prevention, entrepreneurship, digital marketing, and skills in processing tofu into tofu nuggets and tofu burgers. The evaluation showed a significant difference in the average increase in knowledge between before and after counseling (p-value ≤ 0.05).  Tofu processing innovation as a local food with high nutritional and economic value is expected to prevent anemia and improve the economy of rural communities.
Vocational Skill Training for Learning Citizensin Improving the Entrepreneurial Soul Hardiyanto, Wawan; Hatimah, Ihat; wahyudin, Uyu; saepudin, Asep
KOLOKIUM Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 11, No 2 (2023): Kolokium : Publishing October 2023
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kolokium.v11i2.599

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sadar agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal, melalui proses pembelajaran. Jalur pendidikan nonformal sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional berfungsi sebagai pengganti, penambah dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat (life-long education) dan mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional. Dengan terjadinya putus sekolah (drop out) atau lulus tidak melanjutkan dapat berdampak pada bertambahnya kemiskinan dan pengangguran selanjutnya akan dapat memicu munculnya permasalahan sosial seperti kejahatan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, perdagangan orang (trafficking), maraknya demo yang anarkis, dan lemahnya daya saing bangsa. Lahirnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan respon adanya berbagai permasalahan di Indonesia yang membutuhkan dukungan satuan pendidikan nonformal untuk memecahkannya. Model pembelajaran yang diajarkan di PKBM berkaitan dengan semangat wirausaha mandiri; bahkan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler pun bertujuan untuk menanamkan nilai inisiatif dan kesiapan dalam menciptakan lapangan kerja secara mandiri, dalam hal ini disebut sebagai kematangan vokasional. Penelitian ini berhasil memberikan pencerahan akan pentingnya jiwa kewirausahaan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama para warga belajar program pendidikan Kesetaraan Paket C di PKBM Bina Mandiri Terpadu Kota Cimahi, apalagi dalam kerangka pembangunan sumber daya manusia (SDM) bangsa Indonesia yang cakap dan memiliki daya saing dalam menghadapi era AFTA dan MEA saat ini.