Claim Missing Document
Check
Articles

DEPRESSION OF PARENTS OF CHILDREN WITH SURVIVORS LEUKEMIA Ramdhanie, Gusgus Ghraha; Nugraha, Bambang Aditya; Sulastini, Sulastini
Jurnal Medika Cendikia Vol 11 No 01 (2024): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : Karsa Husada Health Institute Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/jmc.v11i01.250

Abstract

Parents faced with a diagnosis of leukemia in a child may manifest depressive symptoms. The long treatment process for children with leukemia is a major source of stress for parents that affects mental health. The purpose of this study is to identify the level of depression in parents who have children with leukemia. This study used a quantitative descriptive design with a non-probability sampling technique of accidental sampling type, involving 23 parents. The instrument used was the Beck Depression Inventory II (BDI-II). The data analysis used was univariate. The results showed that parents were not depressed (39%), mild depression (22%), moderate depression (26%), and severe depression (13%). The data showed that the most common symptoms of depression experienced by parents were sadness (57%), feeling worthless (48%), fatigue (52%), and loss of sexual desire (52%). This study is expected to help other researchers develop research on similar topics.
KUALITAS KEHIDUPAN KERJA PERAWAT CRITICAL CARE NURSING DI RSUD KOTA BANDUNG Triesna, Meuthia Saulikha; Somantri, Irman; Nugraha, Bambang Aditya
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i3.2434

Abstract

Perawat di instalasi gawat darurat dan unit perawatan intensif memiliki beban kerja yang berat dan dituntut untuk memberikan pelayanan cepat serta tepat, sehingga berisiko menimbulkan permasalahan seperti stres kerja, burnout, sampai dengan turnover. Hal tersebut berdampak kualitas kehidupan kerjanya yang merupakan hal penting untuk meningkatkan produktivitas, menurunkan stres kerja, kelelahan kerja, serta meningkatkan kepuasan kerja. Tujuan penelitian mengidentifikasi kualitas kehidupan kerja pada perawat Critical Care Nursing di RSUD Kota Bandung. Metode menggunakan desain deskriptif kuantitatif, sebanyak 42 orang sampel dipilih menggunakan metode total sampling perawat IGD dan ICU di RSUD Kota Bandung. Analisis univariat disajikan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata kualitas kehidupan kerja perawat IGD sebesar 188,70 (SD 26,643) dan ICU sebesar 186,77 (SD 24,491) atau berada diatas standar rerata sebesar 150, yang berarti sudah berada dalam kondisi sejahtera, mencakup semua dimensi meliputi work environment, relation with manager, work conditions, job perseptions, serta support service. Kualitas kehidupan kerja perawat dapat menjadi acuan dalam mengembangkan strategi untuk mempertahankan serta meningkatkan aspek yang belum sepenuhnya optimal berfokus pada pengadaan program pelatihan, penyesuaian jumlah perawat dengan beban kerja, dan sistem remunerasi lebih baik bagi perawat. Namun, analisis lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi faktor kualitas kehidupan kerja pada perawat Critical Care Nursing.
LAPORAN KASUS PENERAPAN INTERVENSI TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI UNTUK MENGATASI NYERI AKUT PADA PASIEN POST OPERASI GIANT CELL TUMOR (GCT) Andini, Melina Rike; Nugraha, Bambang Aditya; Purba, Chandra Isabella Hostanida
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v10i1.734

Abstract

Giant Cell Tumor adalah salah satu tumor tulang jinak yang memiliki pertumbuhan lokal yang agresif untuk bermetastasis. Penatalaksanaan tumor ini dapat dilakukan dengan tindakan operasi untuk mengangkat masa dan mencegah tumor menyebar. Keluhan yang dirasakan setelah tindakan pembedahan adalah nyeri post operasi karena adanya kerusakan jaringan. Manajemen nyeri dapat dilakukan dengan farmakologi dan non farmakologi. Intervensi non farmakologi yang diberikan adalah teknik distraksi dengan relaksasi genggam jari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemberian terapi relaksasi genggam jari pada pasien dengan nyeri akut post operasi Giant Cell Tumor. Metode pada penelitian ini adalah studi kasus dengan memberikan asuhan keperawatan pada pasien. Pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan observasi. Subjek pada penelitian ini adalah satu orang pasien post operasi Giant Cell Tumor yang mempunyai masalah keperawatan nyeri akut. Pada studi kasus ini hasil menunjukkan sebelum diberikan intervensi teknik genggam jari skala nyeri yang dirasakan klien 6 (0-10) dan setelah diberikan intervensi terdapat penurunan skala nyeri menjadi 2 (0-10). Teknik distraksi dengan cara relaksasi genggam jari yang diberikan selama 20 menit perhari selama 3 hari pada pasien post operasi Giant Cell Tumor mampu menurunkan intensitas skala nyeri yang dirasakan klien dan memberikan efek rileks, tenang dan nyaman. Teknik relaksasi genggam jari ini dapat dijadikan sebagai intervensi pendamping selain pemberian obat analgetik pada pasien dengan keluhan nyeri akut post operasi Giant Cell Tumor di Rumah Sakit.
PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN IMUNITAS SELAMA PANDEMI COVID-19 Bambang Aditya Nugraha; Sulastini; Sandra Pebrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI Vol 3 No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/ddk.v3i02.56

Abstract

Covid-19 is a disease caused by a corona virus that was first discovered in the province of Wuhan, the People's Republic of China and has become a global pandemic. The virus attacks the respiratory system and causes mild disturbances to death. The severity of the symptoms that appear is related to the state of immunity. The worse the immunity, the more susceptible to contracting Covid-19. In addition, individuals with poor immunity tend to experience severe manifestations of covid. Therefore, it is important to increase immunity during the Covid-19 pandemic. Efforts made to increase immunity include increasing community capacity through community service activities in the form of a webinar entitled "Tips to Increase Immunity During a Pandemic". There is a difference in the average value of the pre-test (83.79) and post-test (96.21) after the activity. As many as 66.7% of participants considered that the activity went very well. Thus, the webinar that was held was useful in increasing community capacity in increasing immunity during the co-19 pandemic. It is hoped that this activity will continue to be carried out at different targets in order to reduce the spread and transmission of Covid-19. 
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT MENGENAI LUKA BAKAR MELALUI “JADIAN” (JAGA DIRI DAN LINGKUNGAN, YUK KENAL LEBIH DALAM TENTANG LUKA BAKAR) Sandra Pebrianti; Andry Tanta Pramudya; Bambang Aditya Nugraha
Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI Vol 4 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/ddk.v4i01.68

Abstract

Background: Burns are a form of trauma that occurs as a result of human activities in the household, industry, traffic accidents, and natural disasters. There are people's habits that are not appropriate in handling first aid in cases of burns. It can be seen that the incidence of burns in the community is still quite high and the level of public knowledge about first aid for burns is still low. It is important to do health education to increase knowledge of the dangers of burns and first aid in accidents. Objective: The aim of this health education is to increase knowledge about burns and the ability to manage first aid in burn injuries. Sample: The target of this health education activity is the general public, especially risk groups, which are held online. Method; The method used in health education is lecture and question and answer. Results: Realization of solutions to prevent and provide appropriate care for burns independently at home can be done by providing health education regarding burn prevention and self-care at home after hospitalization so as not to exacerbate the condition of burns. This effort is one of the efforts to provide education to add insight and build public awareness regarding personal health, namely preventing burns and carrying out post-hospitalization independent care at home. Conclusion: Health education activities are one of the efforts to provide education to add insight and build awareness of personal health related to preventing burns and carrying out independent care after hospitalization at home.
Shaker Exercise untuk Meningkatkan Refleks Menelan Pada Pasien Stroke : Rapid Evidence Review Pebrianti, Sandra; Shalahuddin, Iwan; Nugraha, Bambang Aditya
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.20335

Abstract

ABSTRACT Dysphagia is a disorder that causes difficulty chewing and swallowing food. This condition can lead to very serious complications such as pneumonia, aspiration, dehydration, and malnutrition, and can sometimes lead to death. One form of intervention that can be done to speed up recovery and minimize complications due to dysphagia is to do swallowing exercises. To determine the effectiveness of Shaker Exercise in improving swallowing reflexes in Stroke Patients. This rapid review uses a literature search strategy with PICOT framework analysis. The inclusion criteria in this rapid review include Full text, English, RCT, Clinical trial, Quasi experiment, control study, Dyspagia patients after having a stroke, articles for 2014-2024. The results of three databases, namely PubMed, EBSCO, and Scopus, found 6 literature that was thoroughly analyzed to be used as Evidence Based Practice (EBP). From the 6 articles analyzed, it was identified that shaker exercises are one of the interventions that can be given to dysphagia patients after having a stroke. Several articles explain the duration of the shaker training technique which varies from 30-60 minutes. Some articles also combine or compare these exercises with other interventions. Based on the results of the literature review from the 6 articles that have been obtained, this shaker exercise is effective and can be beneficial for patients if done regularly and regularly. Shaker exercises provide better results in improving the quality of life and swallowing function in patients. Nurses and other health workers need to consider interventions that are appropriate to the patient's needs and the situation of the health care condition Keywords: Shaker Exercise, Swallow Reflex, Stroke  ABSTRAK Disfagia adalah gangguan yang menyebabkan kesulitan mengunyah dan menelan makanan. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang sangat serius seperti pneumonia, aspirasi, dehidrasi, dan malnutrisi, dan kadang-kadang dapat menyebabkan kematian. Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan untuk mempercepatkesembuhan dan meminimalkan komplikasi akibat disfagia adalah dengan melakukan latihan menelan. Untuk mengetahui efektivitas Shaker Exercise dalam meningkatkan refleks menelan pada Pasien Stroke. Rapid review ini menggunakan strategi pencarian literatur dengan analisis framework PICOT. Kriteria Inklusi pada rapid review ini diantaranya Full text, Berbahasa inggris, RCT, Clinical trial, Quasi experimen, control study, Pasien dispagia setelah mengalami Stroke, artikel tahun 2014-2024. Hasil dari tiga database yaitu PubMed, EBSCO, dan Scopus ditemukan 6 literatur yang dianalisis secara menyeluruh untuk digunakan sebagai Evidence Based Practice (EBP). Dari 6 artikel yang dianalisis, diidentifikasi bahwa latihan shaker menjadi salah satu intervensi yang dapat diberikan pada pasien disfagia setelah mengalami stroke. Beberapa artikel menjelaskan durasi teknik latihan shaker yang bervariasi yaitu 30-60 menit. Beberapa artikel juga mengkombinasi atau membandingkan latihan ini dengan intervensi lain. Berdasarkan hasil literatur review dari ke-6 artikel yang telah didapatkan bahwa latihan shaker ini efektif dan dapat bermanfaat untuk pasien apabila dilakukan dengan rutin dan teratur. Latihan shaker memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas hidup dan fungsi menelan pada pasien. Perawat dan tenaga kesehatan lain perlu mempertimbangkan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan pasien dan situasi kondisi pelayanan kesehatan Kata Kunci: Shaker Exercise, Refleks Menelan, Stroke
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pola Aktifitas pada Pasien Gagal Jantung di Ruang Penyakit Dalam Kelas 3 RSUD dr. Slamet Garut Sulastini, Sulastini Sulastini; Kusnadi, Engkus; Rismawati, Rina; Nugraha, Bambang Aditya
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 5 No. 2 (2018): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.596 KB) | DOI: 10.33867/jka.v5i2.79

Abstract

Gagal jantung bukan merupakan suatu penyakit yang berdiri sendiri melainkansebuah sindrom klinis yang dikarakteristikan dengan kelebihan volume darah,tidak adekuatnya perfusi jaringan, dan penurunan toleransi aktivitas sehari- hari.Pola aktifitas pada pasien dengan gagal jatung sangat terbatas, pola aktifitas akanberubah terutama pada saat pasien mengalami sesak nafas yang cukup berat.Intoleransi aktivitas pada penderita gagal jantung satu dengan yang lain dapatberbeda tergantung dari kapasitas fungsional. Dukungan keluarga sangatlahpenting bagi pasien dengan gagal jantung, selain membantu dalam hal perawatandiri dan terapi, dalam kaitanya dengan kualitas hidup pasien dukungan keluargajuga sangat diperlukan dalam hal psikologis. Penelitian ini menggunakan metodedeskritif korelasi. Penelitian ini dilakukan di Ruang Penyakit Dalam Kelas 3 RSUDdr. Slamet Garut. Populasi adalah semua pasien gagal jantung dan keluarga yangdirawat di Ruang Penyakit Dalam Kelas 3 RSUD dr. Slamet Garut. Sampel ditentukandengan Non Probability Sampling yaitu quota sampling dengan jumlah sampel96 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa pasien gagal jantung yang dirawatsebagian pasien mendapatkan dukungan keluarga yang tinggi sebanyak 50%dan lebih dari sebagian responden tidak melakukan aktivitas secara berlebihansebanyak 55,2%. Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga denganpola aktivitas pasien gagal jantung dengan nilai p-value 0,00 (<0,05) dan dengankoefisien korelasi (r) 0,466. Mengingat terdapat beberapa temuan dalam penelitianserta keterbatasan dalam penelitian ini, maka diharapkan pada masa mendatangberbagai pihak dapat meneliti lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi padaproses penyembuhan pasien gagal jantung.
GAMBARAN SELF EFFICACY PADA PASIEN TB PARU UNTUK MENYELESAIKAN PENGOBATAN DI POLI DOTS PADA SALAH SATU RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DI GARUT Wati, Irma; Kurniawan, Titis; Nugraha, Bambang Aditya
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.997 KB) | DOI: 10.33867/jka.v6i2.120

Abstract

Penyakit Tuberkulosis membutuhkan pengobatan jangka panjang dan cenderung terkendala oleh ketidakpatuhan pasien. Self efficacy (SE) merupakan faktor penting kepatuhan menjalankan pengobatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi SE pada pasien TB paru di Poli DOTS RSUD dr Slamet Garut untuk menyelesaikan pengobatan.Penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan 96 pasien TB paru yang berobat ke Poli DOTS RSUD dr Slamet Garut yang direkrut menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SE yang dimodifikasi dari Bagja (2016), berisi 26 pernyataan, data dianalisis dengan penyajian distribusi frekuensi dan mean.Hasil penelitian menemukan bahwa secara umum SE pasien TB di RSUD Garut dalam menyelesaikan pengobatan rendah (57.3%). Domain pemeriksaan dahak merupakan domain terendah dan mengatasi kebosanan merupakan aspek yang pasien paling merasa tidak yakin mampu mengatasinya. Proporsi pasien TB dengan SE rendah lebih banyak ditemukan pada pasien berusia dewasa awal (76,9%), perempuan (58,5%), menikah (63,2%), berpendidikan SD dan SMP (60,5-71,9%), pekerjaan sebagai petani (87,5%), berpenghasilan di bawah 1 juta/bulan (60,7-71,9%), BTA (+) (70,5%), pengobatan fase lanjutan pada bulan ke 3 (64,7%) dan tidak pernah mengikuti pendidikan kesehatan tentang pengobatan TB (59,2%).Kesimpulan bahwa pasien TB di Poli DOT RSUD Garut memiliki SE rendah. Menjadi penting bagi petugas kesehatan (dokter dan perawat) dan PMO (pengawas minum obat) untuk menjalankan perannya lebih intensif. Petugas kesehatan diharapkan mengembangkan program atau memberikan edukasi yang secara literatur lebih efektif yang dapat meningkatkan self efficacy khususnya terkait pemeriksaan dahak dan mengatasi kebosanan dalam mengkonsumsi obat TB sebagai upaya peningkatan keberhasilan pengobatan TB.
Hubungan Kepatuhan Melaksanakan Manajemen Diabetes Melitus denganKualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus di Puskesmas Haurpanggung Garut Sulastini; Esa Risi Suazini; Rindiani; Bambang Aditya Nugraha
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/8w5qg858

Abstract

Introduction :Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease characterized by high blood glucose levels that exceed normal limits. People with diabetes require special care throughout   their   lives,   which   is   called   diabetes   management.   Diabetes management aims to stabilize blood glucose levels and prevent complications. Quality of life is a person's perception or view of the life he lives. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between adherence to diabetes management and the quality of life of people with diabetes mellitus. Methode: This type of research is a quantitative study with a research design using a cross sectional method with a total sample of 30 respondents. Sample selection using purposive sampling technique. Data collection tools are questionnaires, for compliance with DM management using the DSMQ (Diabetes Self-Management Questionnaire) questionnaire and quality of life using the WHOQOL-BREF questionnaire. Result: Data analysis using Spearman Rank analysis. The results obtained p-value 0.007 (p<0.05). Conclusion: so it can be concluded that there is a relationship between adherence to diabetes management and the quality of life of diabetics. The results of this study are expected to be additional material to improve compliance with DM management
Intervensi Non-Farmakologis pada Pasien dengan Sindroma Kelelahan Kronis: Literature Review Bambang Aditya Nugraha; Sulastini; Sandra Pebrianti; Iwan Shalahuddin
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/c3j0cc94

Abstract

Introduction: Fatigue in Chronic Fatigue Syndrome (CFS) can reduce productivity and quality of life. Thus, it becomes important to identify non-pharmacological interventions to overcome fatigue in patients with CFS. Purpuse: identify non-pharmacological interventions in patients with chronic fatigue syndrome. Methods: This research is a narrative review. The literature sources used in the article search process include Science Direct, Springer Link and PubMed in the last 9 (nine) years (2014-2023). Article searches were carried out using English, namely ((chronic fatigue syndrome) AND (intervention)) AND (non-pharmacologic)). The inclusion criteria used in this literature review include full-text articles, articles in English, the year the article was published in the last 9 years (2014-2023) with a randomized control trial research design. Result: a total of 5 articles that matched the search focus, 2 articles from the Science Direct database, 1 article from Springer Link and 2 articles from PubMed. Conclusion: direct and indirect moxibustion, cupping, acupuncture, physical exercise have the potential to reduce fatigue in patients experiencing chronic fatigue syndrome. Health workers are expected to carry out further research regarding the application of non-pharmacological interventions found in this research to be applied in their respective contexts and settings.
Co-Authors Aisyah Aisyah Akmal Sybromillys Aliya Rahayu Amalia, Fany Andini, Melina Rike Andri Nugraha Andry Tanta Pramudya Annisa, Hanun Nur Aprilia Inggritika Priyatmoko Putri Aprilia, Ilma Aqilah, Faiha Nurul Azizah, Levina Chandra Isabella Hostanida Purba Desi Sentia Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Ratnasari Ema Arum Rukmasari Engkus Kusnadi Enzel Gabriela Putri Esa Risi Suazini Feni Agustina Fitria, Nita Gihon Jessi Novita Gusgus Ghraha Ramdhanie Gusgus Ghraha Ramdhanie Harun, Hasniatisari Hasna, Lathifah Hastuti, Hediati Hediati Hastuti Henny Suzana Mediani Herman, Regina Heron Surbakti Hesti Platini Ikhsan Hafidz Imas Maesaroh Indah Wahyuni Indra Maulana Indra Maulana Iqbal Pramukti Irman Somantri Irzi Ahmad Rizani Iwan Shalahuddin Karina, Grashiva Karwati, Karwati Khairunnisa, Nisrina La Ode Nurman Mbay M. Hikmat Jayawiguna Ma'ripah, Isnan Mamat Lukman, Mamat Maria Elizabeth Muhammad Ramdhani, Muhammad Muhammad Zaky Ramdhani Nafisa Tahira Nasir Sudirman Nurjanah, Ismirani Nursalma, Aisyah Nursiswati Nursiswati Nurul Darmawulan Nurul Madinah, Rahmi Permana, Bayu Rahadian Peter Mangindaan Rahmayani, Melly Ramdani, Hasbi Taobah Ramdhani, Muhammad Zaky Rindiani Rismawati, Rina Rizki, Indrianti Alvini Romega Sinaga Salwa, Sayyidah Sandra Febrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Saragih, Dewi Rasmita Sari Fatimah Shafira Rizki Amalia Sidik Maulana Sinaga, Romega Sithichoksakulchai, Siriluk Sri Hartati Pratiwi Sri Yekti Widadi Sulastini Sulastini, Sulastini Sulastini, Sulastini Sulastini, Sulastini Sulastini Tanjung, Rifani Terry Louise Kepel Theresia Eriyani Theresia Eriyani Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Triesna, Meuthia Saulikha Urip Rahayu Urip Rahayu, Urip Wati, Irma Wati, Putri Wiwi Mardiah