Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Kesehatan Dampak Pergaulan Bebas pada Remaja di SMK YBKP3 Garut Sandra Pebrianti; Iwan Shalahuddin; Theresia Eriyani; Bambang Aditya Nugraha
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7968

Abstract

ABSTRAK Remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi dan pencarian jati diri, yang karenanya sering melakukan perbuatan-perbuatan yang dikenal dengan istilah kenakalan remaja dan pergaulan bebas. Kejadian pergaulan bebas yang terjadi pada remaja berasal karena ekploitasi seksual pada media dan slaha satunya akibat perkembangan IPTEK. Eksploitasi seksual yang berasal dari internet, televisi, film, majalah ternyata mendorong para remaja untuk melakukan aktivitas seks secara sembarangan di usia muda. Dengan memilih tampilan atau tayangan seks di media, para remaja beranggapan bahwa seks adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Banyak  remaja  yang  terjerumus  pergaulan  bebas  lainnya  seperti  merokok, narkoba  dan  minum  minuman  keras.  Dapat  diperkirakan  2  juta  remaja  di Indonesia mempergunakan rokok maupun narkoba. Oleh karena itu, perlu dilakukannya penyuluhan kesehatan terkait pergaulan bebas remaja sebagai bahan informasi bagi remaja. Dengan kegiatan penyuluhan ini diharapkan para remaja untuk tidak salah langkah dalam mengambil keputusan oleh karena perubahan pola  pikir  yang terjadi  pada  dirinya. Selain itu  dapat  membantu  siswa  dalam mengetahui berbagai dampak pergaulan bebas remaja serta dapat membentengi diri dan lingkungan pergaulannya agar tidak terjerumus ke dalam berbagai bentuk pergaulan bebas tersebut. Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan, Pergaulan Bebas, Remaja  ABSTRACT Teenagers are those aged 13-18 years. At that age, a person is beyond childhood, but it is still not mature enough to be said to be an adult. He was in a period of transition and self-discovery, which is why he often committed acts known as juvenile delinquency and promiscuity. The incidence of promiscuity that occurs in adolescents comes from sexual exploitation in the media and the only reason is due to the development of science and technology. Sexual exploitation originating from the internet, television, movies, magazines apparently encourages teenagers to engage in sex activities carelessly at a young age. By choosing the appearance or impression of sex in the media, teenagers assume that sex is something that is free to be done by anyone and anywhere. Many teenagers fall into other promiscuity such as smoking, drugs and drinking.  It can be estimated that 2 million teenagers in Indonesia use maup cigarettes.  presented. It is estimated that 2 million teenagers in Indonesia use cigarettes and drugs. Therefore, it is necessary to carry out health counseling related to adolescent promiscuity as information material for adolescents. With this counseling activity, it is hoped that teenagers will not take the wrong step in making decisions because of the change in mindset that occurs in them. In addition, it can help students in knowing the various impacts of adolescent promiscuity and can fortify themselves and their social environment so as not to fall into these various forms of promiscuity Keywords: Health Counseling, Promiscuity, Youth
Kebutuhan Dasar pada Pasien Diabetes Melitus melalui Pendekatan Studi Literatur Iwan Shalahuddin; Aliya Rahayu; Bambang Aditya Nugraha
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i12.7397

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus can cause physical, psychological problems, depression and loss of meaning in life, medication and insulin injection that can affect the meaning of life. DM sufferers tend to have problem with their basic needs, namely lack of compliance in fulfilling nutritional need, security need, changes in appearance and self-actualization need. The need for people with DM is not only for the fulfillment or treatment of physical symptoms, but also important for the quality of life. Patients' failure to fulfill their basic needs has a higher risk of experiencing health problems. These problems will have an impact on productivity and cause unbalanced condition. The purpose of this study was to determine the basic needs of DM patient. The research method was literature review method with narrative review approach with research results that published in 2011-2021. Search literature used the keywords kebutuhan dasar/basic needs, and diabetes melitus/diabetes mellitus. The databases used were Pubmed, Google Schoolar and Science Direct. Furthermore, the articles were examined based on the inclusion criteria so 10 relevant titles were obtained. The result of the study contained 10 articles which showed that patients after being given the intervention could achieve calorie restriction to maintain their life, reduce pain scale, increase appetite and accept good and bad conditions so their quality of life was better and could control blood glucose level. From 10 articles that have been analyzed, it is known that basic human needs are very important for DM patients, because if their basic needs are not met, it can lead to a high prevalence or worsen the disease. Keywords: Basic Needs, Diabetes Mellitus, Patient, Problems  ABSTRAK Diabetes Melitus dapat mengakibatkan permasalahan fisik, psikologis, depresi dan kehilangan makna hidup, pengobatan serta injeksi insulin yang dapat mempengaruhi pada kemaknaan hidup. Penderita DM cenderung memiliki masalah pada kebutuhan dasarnya, yaitu kurang patuh dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi, kebutuhan rasa aman, perubahan penampilan dan kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan bagi penderita DM tidak hanya pada pemenuhan atau pengobatan gejala fisik, namun juga penting terhadap kualitas hidupnya. Kegagalan pasien dalam melakukan pemenuhan kebutuhan dasarnya memiliki resiko lebih tinggi mengalami masalah pada kesehatannya. Masalah tersebut akan berdampak pada produktifitas serta menimbulkan kondisi tidak seimbang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan dasar pada pasien DM. Metode penelitian adalah metode literature review dengan pendekatan narrative review dengan hasil penelitian yang telah dipublikasikan tahun 2011-2021. Pencarian literatur menggunakan kata kunci kebutuhan dasar / basic needs, dan diabetes melitus / diabetes mellitus. Database yang digunakan adalah  Pubmed, Google Schoolar dan Science Direct. Selanjutnya artikel dilakukan pemeriksaan berdasarkan kriteria inklusi sehingga didapatkan 10 judul yang relevan untuk digunakan. Hasil penelitian terdapat 10 artikel yang menunjukkan bahwa pasien setelah diberikan intervensi dapat mencapai pembatasan kalori untuk mempertahankan kehidupannya, menurunkan skala nyeri, nafsu makan meningkat dan menerima kondisi baik buruknya agar kualitas hidup lebih baik serta dapat mengendalikan kadar glukosa darah. Dari 10 artikel yang telah dianalisis diketahui bahwa kebutuhan dasar manusia sangat penting bagi pasien DM, karena jika tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya dapat mengakibatkan tingginya prevalensi atau memperburuk penyakit. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Kebutuhan Dasar, Masalah-masalah, Pasien 
The strengthening community capacity in preventing appendicitis during the COVID-19 pandemic Bambang Aditya Nugraha
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 4 No 1 (2022): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v4i1.311

Abstract

ABSTRACT The problem of covid 19 in Indonesia has not been completely handled. One of the conditions that can worsen and increase mortality in patients with COVID-19 is comorbid infections and other comorbid factors. Appendicitis is one of the most common infectious diseases in Indonesia. This disease has the opportunity to become one of the comorbidities in patients suffering from COVID-19. Thus, it is necessary to prevent and control appendicitis or appendicitis infections in order to reduce the mortality of COVID-19 patients. One of the efforts made is to organize activities that aim to increase community capacity in preventing appendicitis during the COVID-19 pandemic. In addition to reducing the Covid-19 mortality rate, it is also to improve the quality of life of the Indonesian people in order to avoid infection or appendicitis. The activities carried out are in the form of providing materials using platforms or online meeting applications by presenting resource persons who are competent in their respective fields. The results of the activity show that there is an increase in public knowledge that materials related to the prevention of appendicitis during the covid 19 pandemic have been given. The team recommends that health workers and related parties take efforts to control other comorbid factors in order to significantly reduce the mortality and morbidity of covid 19
Hubungan Stres Akademik dengan Adiksi Internet pada Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Selama Pandemi Covid-19 Gihon Jessi Novita; Indra Maulana; Bambang Aditya Nugraha; Iwan Shalahuddin; Theresia Eriyani
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i2.7823

Abstract

ABSTRACT The Covid-19 pandemic in Indonesia has caused a shift in learning methods from offline to online and hybrid. These changes can put pressure on students, causing academic stress. Coping stress is needed to deal with stress. One of the efforts to canalize these stressors is to use the internet. This condition risks causing internet addiction. Universitas Padjadjaran organizes online and hybrid learning during the pandemic, therefore Padjadjaran University students are at risk of experiencing academic stress and internet addiction. The purpose of this study was to determine the relationship between academic stress and internet addiction in students during learning during the Covid-19 pandemic. This study uses a correlational quantitative design with a cross sectional approach. Data collection was carried out using the academic stress questionnaire and the Kuesioner Diagnostik Adiksi Internet (KDAI). Sampling using accidental sampling techniques and the number of samples was 206 students of the Faculty of Nursing, Padjadjaran University. The data were analyzed using descriptive statistical methods and Spearman Rank correlation The results of this research showed that the value of p < 0.05 (0.000), then Ho was rejected and Ha was accepted. The statement shows there is a significant relationship between academic stress and internet addiction. Based on variables, more than half of FKEP Unpad students experienced academic stress in the mild category (64.1%) and more than half did not experience internet addiction (70.3%) in learning during the Covid-19 pandemic. The conclusion of this study is that there is a relationship between academic stress and internet addiction in FKEP Unpad students, therefore the results of this study may be used as consideration regarding policies and attention to students in dealing with academic stress and accessing the internet so that they can maintain good student quality. Keywords: Academic Stress, Internet Addiction, Students, Online Learning  ABSTRAK Pandemi Covid-19 di Indonesia menyebabkan terjadinya peralihan metode pembelajaran dari luring menjadi daring dan hybrid. Perubahan tersebut dapat memberikan tekanan pada mahasiswa sehingga menyebabkan stres akademik. Coping stress dibutuhkan untuk menghadapi stres. Salah satu upaya untuk mengkanalisasi stressor tersebut adalah dengan menggunakan internet. Kondisi tersebut beresiko menyebabkan adiksi internet. Universitas Padjadjaran menyelenggarakan pembelajaran secara daring dan hybrid selama pandemi, oleh karena itu mahasiswa Universitas Padjadjaran beresiko mengalami stres akademik dan adiksi internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stress akademik dengan adiksi internet pada mahasiswa selama pembelajaran saat pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Stres Akademik dan Kuesioner Diagnostik Adiksi Internet (KDAI). Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dan jumlah sampel sebanyak 206 mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Hasil dari penelitan ini menunjukkan nilai p < 0,05 (0,000), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pernyataan tersebut menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik dengan adiksi internet. Berdasarkan variabel, lebih dari setengah mahasiswa Fkep Unpad mengalami stres akademik pada kategori ringan (64,1%) dan lebih dari setengah tidak mengalami adiksi internet (70,3%) pada pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan diantara stres akademik dengan adiksi internet pada mahasiswa Fkep Unpad, oleh karena itu hasil dari penelitian ini mungkin dapat dijadikan pertimbangan perihal kebijakan dan perhatian kepada mahasiswa dalam menghadapi stres akademik dan mengakses internet sehingga dapat mempertahankan kualitas mahasiswa yang baik. Kata Kunci: Adiksi Internet, Mahasiswa, Pembelajaran Daring, Stres Akademik 
Instrumen Pengukuran Kelelahan pada Systemic Lupus Erythematosus Bambang Aditya Nugraha; Gusgus Ghraha Ramdhanie
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i1.5342

Abstract

This study aims to identify instruments for measuring fatigue in SLE to manage this problem to improve quality of life. The method used is a narrative review by searching the EBSCO CINAHL and Pubmed databases with the keyword measurement instrument for fatigue, systemic lupus erythematosus. The results showed that there were 58 articles (CINAHL) and 27 articles from Pubmed, but only five pieces fit the focus of the study, which measured fatigue in SLE patients. In conclusion, Functional Assessment for Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F), Fatigue Severity Scale (FSS), and fatigue pro are fatigue measurement instruments that can be used in SLE patients. Keywords: Fatigue Measurement Instrument, Systemic Lupus Erythematosus
Instrumen Pengukuran Kelelahan pada Anak Usia Pra Sekolah dengan Leukemia Gusgus Ghraha Ramdhanie; Bambang Aditya Nugraha
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i1.5343

Abstract

This study aims to identify fatigue instruments in preschool children with leukemia. The method used is a narrative review by tracing articles on the CINAHL and Pubmed databases. The results showed that as many as five pieces followed the research focus. The researchers found that the Parent Fatigue Scale (PFS), Child Fatigue Oncology (FO-a), PedsQL, and Childhood Cancer Fatigue Scale were fatigue measurement instruments that could be used in preschoolers with leukemia. In conclusion, the fatigue instrument in preschool children with leukemia can be used by health workers to measure the severity of fatigue to improve the quality of life and child development. Keywords: Preschool Age Children, Leukemia, Fatigue Measurement
Implementasi Deep Breathing Exercise terhadap Tingkat Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Sandra Pebrianti; Gusgus Ghraha Ramdhanie; Bambang Aditya Nugraha
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 1 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i1.5355

Abstract

This study aims to determine the effect of deep breathing exercises on blood glucose levels in diabetic DM patients. The method used is the narrative review, by searching for articles on the Pubmed and Google Scholar databases. The results showed that deep breathing exercises had a positive effect on blood glucose control in DM patients, increased relaxation, and reduced anxiety or stress. Increased peace helps reduce the hormone cortisol related to blood glucose levels. In conclusion, deep breathing exercises can lower blood glucose in DM patients. This therapy can be combined with other treatments, such as the spiritual aspects of marital therapy or spiritual mindfulness. Keywords: Deep Breathing Exercise, Diabetes Mellitus
Intervensi Terapi Dukungan Psikologis pada Korban Terdampak Bencana yang Mengalami PTSD (Literature Review) Indra Maulana; Sandra Febrianti; Bambang Aditya Nugraha
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i3.8019

Abstract

ABSTRACT Trauma after a natural disaster is experienced by more than two-thirds of the population in their lifetime resulting in various mental and physical health consequences. As a result of disasters that often occur, people experience prolonged trauma,  of the trauma factors caused include depression, anxiety, fear, dizziness, and nausea. PTSD disorders are the most common post-disaster psychiatric morbidity. Various psychological support interventions in patients with signs and symptoms of PTSD due to natural disasters have been developed and used by nurses. The purpose of this literature review is to describe the various therapeutic methods and interventions that have been applied so far as a post-disaster recovery effort to develop nurses' competence in providing post-disaster psychological treatment. The method used is a literature review by searching for articles on three databases, namely Pubmed, ScienceDirect, and EBSCOhost. The study discussed psychological support therapy interventions for disaster victims who experienced PTSD with a randomized control trial (RCT) and quasi-experimental study design in English with full text and published from 2017 to 2022. It found that there are 4 types of psychological support therapy interventions in disaster victims experiencing PTSD are Cognitive-Behavioural Therapy (CBT), Acceptance and Commitment Therapy (ACT), The Mental Health Integrated Disaster Preparedness Intervention, and Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR) Intervention. Behavioral therapy is one of the most frequently used options today. The principle of this theory is changes in daily behavior through a continuous learning process which will then affect the mindset and ultimately reduce levels of anxiety, stress, and depression. In addition to therapy that needs to be given, psychological support is also important to encourage patient motivation which then has an impact on accelerating the healing process. Keywords: PTSD, Disaster, Psychological Intervention  ABSTRAK Trauma setelah bencana alam dialami oleh lebih dari dua pertiga populasi dalam hidup mereka yang mengakibatkan berbagai konsekuensi kesehatan mental dan fisik. Akibat bencana yang sering terjadi, masyarakat mengalami trauma berkepanjangan, beberapa faktor trauma yang ditimbulkan antara lain depresi, kecemasan, ketakutan, pusing, mual. Gangguan PTSD telah ditemukan sebagai morbiditas psikiatri yang paling umum setelah bencana. Beragam intervensi dukungan psikologis pada pasien dengan tanda dan gejala PTSD akibat bencana alam telah berkembang dan digunakan oleh perawat. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah untuk menggambarkan ragam metode terapi dan intervensi yang telah diterapkan selama ini sebagai upaya pemulihan pasca bencana untuk mengembangkan kompetensi perawat dalam memberikan penanganan psikologis pasca terjadi bencana. Metode yang digunakan adalah literature review dengan  pencarian artikel pada tiga basis data yaitu Pubmed, Sciencedirect, dan EBSCOhost. Studi yang ditinjau membahas terkait intervensi terapi dukungan psikologi pada korban bencana yang mengalami PTSD dengan desain penelitian randomized control trial (RCT) dan quasi experiment berbahasa Inggris dengan teks lengkap, serta dipublikasikan dari tahun 2017 – 2022. Ditemukan terdapat 4 jenis intervensi terapi dukungan psikologi pada korban bencana yang mengalami PTSD yaitu Cognitive-Behavioural Therapy (CBT), Acceptance and Commitment Therapy (ACT), The Mental Health Integrated Disaster Preparedness Intervention dan Intervensi Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR).Terapi perilaku (behavioral therapy) menjadi salah satu pilihan yang paling sering digunakan saat ini. Prinsip dari teori ini adalah perubahan perilaku sehari-hari melalui proses belajar yang terus menerus yang kemudian akan mempengaruhi pola pikir dan pada akhirnya menurunkan tingkat kecemasan, stress, dan depresi. Selain terapi yang perlu diberikan, dukungan psikologis juga penting untuk mendorong motivasi pasien yang kemudian berdampak pada percepatan proses penyembuhan. Kata Kunci: PTSD, Bencana, Intervensi Psikologis
Kompetensi Mahasiswa Keperawatan Bencana: Tinjauan Literatur Sidik Maulana; Bambang Aditya Nugraha
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 1 (2021): Februari 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i1.356

Abstract

Bencana yang sering dan mengancam banyak orang di dunia, menuntut kebutuhan untuk mempersiapkan perawat bencana. Perawat merupakan salah satu tenaga medis berkontribusi sangat besar dalam penanganan dan perawatan pada korban bencana. Mahasiswa keperawatan perlu dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sehingga, mahasiswa keperawatan harus memiliki persepsi yang baik terhadap kompetensi dasar dalam memberikan respon kegawatan ketika terjadi bencana. Penulis bermaksud melakukan studi terintegrasi dengan tujuan meninjau kompetensi yang diperlukan sebagai calon tenaga kesehatan dalam merespon kegawatdaruratan bencana. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan kata kunci disaster nursing competence dan nursing student. Artikel didapatkan dari database PubMed, Sciencedirect, CINAHL, Sagebud, Garuda, dan grey literature. Kriteria inklusi artikel berbahasa Inggris dan Indonesia tahun terbit 2010-2020, selanjutnya dianalisis dengan pendekatan deskriptif. Kompetensi dalam meningkatkan respon keperawatan dalam bagi mahasiswa keperawatan diantaranya perlu diseminasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan, dan sikap keperawatan bencana. Kompetensi inti yang harus dimiliki oleh mahasiswa keperawatan diantaranya sikap, penilaian, penyediaan, manajemen, dan pengembangan profesional keperawatan bencana.Kompetensi bagi mahasiswa keperawatan berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap mampu meningkatkan respon gawat darurat terhadap bencana.
Pengelolaan Risiko Peningkatan Tekanan Intrakranial Dan Defisit Neurologis Pada Pasien Stroke Infark: Studi Kasus Enzel Gabriela Putri; Bambang Aditya Nugraha; Titis Kurniawan
Padjadjaran Acute Care Nursing Journal Vol 3, No 2 (2022): Padjadjaran Acute Care Nursing Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.386 KB) | DOI: 10.24198/pacnj.v3i2.46135

Abstract

Stroke adalah suatu kondisi di mana defisit neurologis terjadi akibat penurunan aliran darah ke area otak yang terlokalisasi secara tiba-tiba yang dapat disebabkan oleh ttrombus, embolus, stenosis atau hemoragik. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien dengan stroke infark. Penelitian dilakukan menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan pada seorang wanita berusia 56 tahun di Ruang Azalea Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin. Hasil pengkajian didapatkan dua masalah keperawatan prioritas yaitu risiko perfusi serebral tidak efektif dan gangguan mobilitas fisik. Intervensi keperawatan yang diberikan pada pasien adalah pemantauan TTIK dan dukungan mobilisasi. Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama dua hari, keluhan nyeri kepala pasien berkurang dan kekuatan otot pasien meningkat. Intervensi pemantauan TTIK dan dukungan mobilisasi yang diberikan pada pasien terbukti efektif dalam mencegah terjadinya peningkatan TTIK dan mengatasi defist neurologis akibat stroke infark.
Co-Authors Aisyah Aisyah Akmal Sybromillys Aliya Rahayu Amalia, Fany Andini, Melina Rike Andri Nugraha Andry Tanta Pramudya Annisa, Hanun Nur Aprilia Inggritika Priyatmoko Putri Aprilia, Ilma Aqilah, Faiha Nurul Azizah, Levina Chandra Isabella Hostanida Purba Desi Sentia Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Ratnasari Ema Arum Rukmasari Engkus Kusnadi Enzel Gabriela Putri Esa Risi Suazini Feni Agustina Fitria, Nita Gihon Jessi Novita Gusgus Ghraha Ramdhanie Gusgus Ghraha Ramdhanie Harun, Hasniatisari Hasna, Lathifah Hastuti, Hediati Hediati Hastuti Henny Suzana Mediani Herman, Regina Heron Surbakti Hesti Platini Ikhsan Hafidz Imas Maesaroh Indah Wahyuni Indra Maulana Indra Maulana Iqbal Pramukti Irman Somantri Irzi Ahmad Rizani Iwan Shalahuddin Karina, Grashiva Karwati, Karwati Khairunnisa, Nisrina La Ode Nurman Mbay M. Hikmat Jayawiguna Ma'ripah, Isnan Mamat Lukman, Mamat Maria Elizabeth Muhammad Ramdhani, Muhammad Muhammad Zaky Ramdhani Nafisa Tahira Nasir Sudirman Nurjanah, Ismirani Nursalma, Aisyah Nursiswati Nursiswati Nurul Darmawulan Nurul Madinah, Rahmi Permana, Bayu Rahadian Peter Mangindaan Rahmayani, Melly Ramdani, Hasbi Taobah Ramdhani, Muhammad Zaky Rindiani Rismawati, Rina Rizki, Indrianti Alvini Romega Sinaga Salwa, Sayyidah Sandra Febrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Saragih, Dewi Rasmita Sari Fatimah Shafira Rizki Amalia Sidik Maulana Sinaga, Romega Sithichoksakulchai, Siriluk Sri Hartati Pratiwi Sri Yekti Widadi Sulastini Sulastini, Sulastini Sulastini, Sulastini Sulastini, Sulastini Sulastini Tanjung, Rifani Terry Louise Kepel Theresia Eriyani Theresia Eriyani Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Triesna, Meuthia Saulikha Urip Rahayu Urip Rahayu, Urip Wati, Irma Wati, Putri Wiwi Mardiah