Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PENINGKATAN SELF CONCEPT DAN SELF ACCEPTANCE PADA WARGA BINAAN DI LP PEREMPUAN KELAS II A MARTAPURA Eka Sri Handayani; Rudi Haryadi; Akhmad Rizkhi Ridhani; Zainal Fauzi
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 1 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.179 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i1.3371

Abstract

Dalam lembaga pemasyarakatan, narapidana termasuk narapidana wanita yang melakukan tindak pidana menghadapi sejumlah permasalahan yang sangat berpengaruh terhadap psikologis mereka. Kehidupan yang dijalani seorang narapidana selama berada di penjara, membuat dirinya menghadapi berbagai masalah psikologis antara lain kehilangan keluarga, kehilangan kontrol diri, kehilangan model, dan kehilangan dukungan. Konsep diri yang positif adalah modal dalam berinteraksi di kehidupanbermasyarakat. Konsep diri positif membuat individu mampu menerima perbedaan antarpribadi dan mengatasi konflik secara konstruktif (Rogers dalam Batista, 2012). Konsep diri yang negatif membawa individu pada perasaan minder, harga diri yang rendah dan memunculkan perilaku yang tidak mendukung interaksi hubungan interpersonal.West dan Turner (2008) mengemukakan definisi konsep diri sebagai halyang ingin ditampilkan individu pada individu lain. Peserta dengan jumlah 30 orang (Peserta Warga Binaan) yang mengikuti pelatihan, umumnya mendapatkan kenaikan skor dari sebelumnya dalam kategori sedang dan meningkat menjadi masuk dalam kategori tinggi, pada skala Self Concept dan pada aspek atau pengukuran Self Acceptance, bisa di lihat dari semua peserta sebanyak 30 orang (Peserta Warga Binaan) yang mengikuti pelatihan, sebelumnya mendapatkan kategori rendah untuk penerimaan diri mereka, setelah mendapatkan pelatiihan mereka lebih bisa menerima keadaan dan menyesuaiakan diri dengan lingkungan selama menjadi Warga Binaan di Lapas Kelas II A Martapura.
PELATIHAN MINDFULNESS SINGKAT UNTUK MENINGKATKAN SELF ACCEPTANCE BAGI ANAK KHUSUSNYA REMAJA DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH 3 CABANG BANJARMASIN Eka Sri Handayani; Farial Farial; Ainun Heiriyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 2 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.444 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i2.6206

Abstract

Panti Asuhan merupakan salah satu tempat penampungan anak –anak yatim yang mempunyai tujuan membantu meringankan beban orang tuanyaagar dapat mengenyam pendidikan. Selain itu Panti Asuhan juga memiliki tujuan agar kelak setelah keluar dari Panti Asuhan menjadi orang yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Seiring dengan majunya tekhnologi, informasi dan arus globalisasi tersebut para santri dihadapkan pada berbagai benturan yang ada disekelilingnya, baik dilingkungan sosial, ekonomi, budaya dan sebagainya. Sehingga timbul rasa kurang percaya diri, cemas, depresi, dan kesepian. Pada dasarnya setiap orang normal senantiasa menginginkan dirinya menjadi orang yang bermanfaat baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan masyrakatnya. Self acceptance dibutuhkan oleh setiap individu untuk mencapai keharmonisan hidup, karena pada dasarnya tidak ada manusia yang diciptakan oleh Allah SWT tanpa kekurangan. Untuk menghadapi kekurangan yang dimiliki,dibutuhkan sikap menerima apapun baik kelebihan maupun kekurangan dirinya. Tujuan dalam pelatihan ini agar mereka berlatih memiliki kesadaran penuh dalam mengerjakan berbagai hal, focus dan dapat meningkat self acceptance nya atau penerimaan diri nya baik keadaan dirinya, internal dan eksternal baik dalam studi dan bersosialisasi.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY MENGURANGI PERILAKU BULLYING PADA KELAS VII, VIII, DAN IX DI SMP NEGERI 3 BANJARBARU Helliya Rahmianor; Farial Farial; Eka Sri Handayani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.773 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v6i3.3768

Abstract

Dalam dunia pendidikan anak dilingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah, atau teman-temannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi perilaku bullying siswa disekolah dalam layanan konseling kelompok, adapun populasi siswa tersebut adalah siswa SMP Negeri 3 Banjarbaru. Dalam penelitian ini menggunakan Pre-eksperimental design, yaitu one-group pretest dan posttest, pretest adalah sebelum siswa diberikan perlakuan kemudian sesudah diberi perlakuan atau posttest, populasi siswa dalam penelitian ini adalah siswa SMP NEGERI 3 BANJARBARU. Berdasarkan hasil penelitian tingkat disiplin siswa SMP NEGERI 3 BANJARBARU sebelum diberikan pendekatan cognitive behavior therapy dalam penggunaan layanan konseling kelompok rata-rata 636 (166%) dan sesudah diberikan pendekatan cognitive behavior therapy dalam penggunaan layanan konseling kelompok maka diketahui hasilnya adalah sebanyak rata-rata 597 (153%). Bagi mahasiswa, agar menjadi referensi kepada penelitian selanjutya untuk meneliti permasalahan ini.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING DALAM MENINGKATKAN SELF-ESTEEM SISWA BROKEN HOME DI KELAS XI MAN 4 BANJAR Rizky Ananda; Muhammad Yuliansyah; Eka Sri Handayani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.949 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v8i1.5266

Abstract

Keluarga yang tidak harmonis (broken home) dapat memberikan dampak yang buruk pada perkembangan anak. Salah satu permasalahan yang terjadi pada anak broken home yakni anak akan memiliki self-esteem yang rendah. Umumnya seseorang dengan self-esteem rendah juga memiliki tingkat ketegasan yang rendah, hal ini akan membuat anak mudah menjadi korban dari perilaku penyimpangan ataupun sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat self-esteem siswa broken home sebelum dan sesudah diberikannya layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training serta mengetahui efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training dalam meningkatkan self-esteem siswa broken home di kelas XI MAN 4 Banjar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian ini adalah pre-experiment dengan pola One Group Pre-test – Post-test Design. Pre-test diberikan sebelum adanya perlakuan dan post-test diberikan setelah perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian sebelum dan sesudah diberikannya layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training dapat dilihat dengan cara membandingkan hasil skor pre-test dan post-test yakni 450% < 595% atau dengan rata-rata 56% < 74%, dengan demikian (Ho) ditolak dan (Ha) diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training efektif dalam meningkatkan self-esteem siswa broken home di kelas XI MAN 4 Banjar.
LAYANAN INFORMASI DENGAN MEDIA BINGKA KARIER UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DIRI DALAM MEMUTUSKAN KARIER SISWA KELAS XI IA 1 DI SMAN 1 ALALAK KABUPATEN BATOLA Yulianoor Yulianoor; Jarkawi Jarkawi; Eka Sri Handayani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 3, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.1 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v3i3.1235

Abstract

Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan salah satu jenjang pendidikan formal yang ditempuh oleh siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada jenjang ini, siswa berada pada fase memasuki dunia pendidikan tinggi atau dunia kerja yang merupakan kesempatan untuk membentuk integritas profesi yang didambakannya. Setiap individu akan mengalami fase pemilihan karier, dalam fase ini kita dituntut untuk menjalani sesuatu hal yaitu Karier/bekerja.Ketika sudah dalam fase tersebut kita akan mengambil keputusan yang penting. Kenapa bisa dibilang penting? Karena saat itu kita akan menentukan masa depan kita, bekerja dengan kemampuan atau bekerja dengan tuntutan. Permasalahan dalam hal karier merupakan permasalahan  masa depan siswa. Berkaitan dengan permasalahan mengenai pemahaman dalam membuat keputusan karier. Sebagaimana beberapa hal yang diperoleh dari hasil wawancara dengan Guru BK dan hasil DCM Siswa di kelas XI IA (IPA) 1 di SMA Negeri 1 Alalak diketahui bahwa pemahaman siswa dalam membuat keputusan karier memang kurang. Dari perhitungan persentase rata-rata pemahaman siswa tentang cara membuat keputusan karier sebelum mendapatkan perlakuan adalah 23.64% dan termasuk kategori sangat rendah. Namun, setelah mendapatkan perlakuan persentase rata-rata tersebut mengalami peningkatan sebesar 10,64% menjadi 33.64% dan termasuk kategori sangat rendah. Gambaran pemahaman siswa tentang cara membuat keputusan karier berdasarkan perhitungan analisis deskriptif, dapat diketahui bahwa setelah diberikan layanan informasi karier dari 23 siswa, secara umum diperoleh 19 siswa atau  86,60%  berada pada kategori tinggi dan sebanyak 4 atau 17,35% siswa berada dalam kategori sedang. Hal tersebut menunjukkan bahwa setelah diberi perlakuan selama tiga kali pertemuan terjadi peningkatan yaitu sebesar 10,00%. Hal ini menggambarkan bahwa dengan layanan informasi karier yang diberikan pada siswa XI IA 1 di SMA Negeri 1 Alalak berpengaruh terhadap pemahaman siswa tentang cara membuat keputusan karier siswa.
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELLING UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA SMP NEGERI 1 PELAIHARI Laelatul Anisah; Eka Sri Handayani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.417 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v6i3.3771

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek yang bisa mengantarkan siswa sukses dalam proses pembelajaran. Dengan rasa percaya diri yang tinggi, siswa mampu mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Mengingat kepercayaan diri sangat penting bagi seorang siswa, maka guru bimbingan dan konseling atau konselor di sekolah menyediakan berbagai layanan bimbingan dan konseling agar dapat membantu siswa dalam meningkatkan kepercayaan diri, salah satu layanan yang dapat diberikan adalah bimbingan kelompok dengan teknik modelling.Penelitian ini mempunyai tujuan antara lain: (1) mengetahui gambaran kepercayaan diri di SMP Negeri 1 Pelaihari, (2) mengetahui gambaran kepercayaan diri sebelum dan sesudah mengikuti bimbingan kelompok dengan teknik modelling pada siswa SMP Negeri 1 Pelaihari, (3) mengetahui kepercayaan diri siswa SMP Negeri 1 Pelaihari dapat diatasi melalui bimbingan kelompok dengan teknik modelling.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental (non parametris). Penelitian ini termasuk jenis quasi-eksperimental design, dengan menggunakan one group pretest and posttest design. Dengan metode one group pretest and posttest design berarti sampel diberikan tes sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan tertentu, sehingga subyek dikenakan dua kali pengukuran.Hasil penelitian ini adalah (1) Kepercayaan diri siswa sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling sebesar 101 termasuk dalam kategori rendah dan setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling sebesar 197 termasuk dalam kategori tinggi, (2) Peningkatan kepercayaan diri siswa sebelum dan setelah mendapatkan treatment berupa layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling sebesar 96, (3) Hasil perhitungan pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa t hitung (18,569) > t tabel (0,703), jadi Ho (Hipotesis Nol ditolak) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kepercayaan diri siswa antara sebelum dan sesudah dilaksanakan bimbingan kelompok dengan teknik modelling.
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IX DI MTs NURUL FALAH JUAI KABUPATEN BALANGAN Laelatul Husna; farial farial; Eka Sri Handayani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.838 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v4i1.1325

Abstract

Latar belakang dan tujuan utama yang mendasari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah minta belajar siswa meningkat setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dan bagaimana pengaruh layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IX di MTs. Nurul Falah Juai Kabupaten Balangan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa MTs. Nurul Falah Juai Kabupaten Balangan. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik purpusive sampling sehingga diperoleh jumlah sempel dalam penelitian ini sebanyak 10 siswa. Variabel yang digunakan yatiu layanan bimbingan kelompok sebagai variabel bebas, dan problema rendahnya minat belajar siswa sebagai variable. Uji validitas instrument menggunakan korelasi producct moment, dan di lanjutkan uji reabilitas dengan menggunkan rumus Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  adanya pengaruh layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IX  MTs. Nurul Falah Juai Kabupaten Balangan dengan tingkat minat belajar siswa  sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok rata-rata berada pada kategori sedang dengan persentase 56%, dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok minat belajar siswa masuk dalam kategori tinggi dengan persentase 78%. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IX di MTs. Nurul Falah Juai Kabupaten Balangan. Saran bagi guru/wali kelas hendaknya memperhatikan dan memantau minat belajar siswa yang rendah. Bagi konselor sebagai masukan dan bahan pertimbangan sehingga pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dapat selalu berjalan.  Untuk kampus menambah bahan kepustakaan dan menambah bahan bagi mahasiswa UNISKA yang akan kelapangan sebagai konselor.
Respectful-Based Assessment: Sebuah Model Asesmen Bimbingan dan Konseling Bagi Klien Dalam Lingkup Komunitas Sosial Rudi Haryadi; Eka Sri Handayani; Akhmad Rizkhi Ridhani
Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan Vol 4 No 2 (2020): Ghaidan Jurnal Bimbingan Konseling Islam & Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ghaidan.v4i2.11847

Abstract

This study aims to develop a new model of non-test guidance and counseling assessment that is relevant to the assumptions of multicultural and social justice oriented which is manifested in the RESPECTFUL framework for clients in the community (outside school). The research design used was the Richey & Klein level 1 PPE model. The assessment model was designed by researcher I based on the results of the literature study. The Delphi questionnaire was then distributed to 3 experts and 4 community practitioners to test the content of the developed assessment. The results of content validation show that the developed model is included in the very good category and can be used in the field with several modifications, such as the need for: (1) target community specifications; (2) correction of the sentence editor; (3) name change; and (4) explanation of the respondent's requirements. However, the effectiveness of its use in the field needs to be further confirmed through field trials. It is recommended for further researchers to conduct field trials of this assessment model with specific target communities and develop a broader assessment in order to reach specific client communities such as people with disabilities, children, and parent.
Studi Perbandingan Tingkat Resiliensi Pengguna Narkoba Ditinjau Berdasarkan Tingkat Usia Farial Farial; Eka Sri Handayani; Sabit Tohari
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 3 No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jcbkp.v3i1.818

Abstract

The various problems and difficulties faced by prisoners are challenges that must be faced in serving a sentence. Efforts in overcoming changes and challenges faced by prisoners are closely related to resilience. Resilience is the ability of individuals to deal with conditions of difficulty or suffering (Connor & Davidson, 2003). Quantitative research methods in this study use comparative research. According to Silalahi Ulber (2005) comparative research is research that compares two or more symptoms. Comparative research can be in the form of descriptive comparative (descriptive comparative) or correlative comparative (correlation comparative). In this study, researchers wanted to compare the level of drug user resilience reviewed based on the age level of women fostered citizens in Lapas II A Martapura. Research Results Respondents used in this study were 110 Former Citizens of Former Drug Users in Class II A Women's Prison in Martapura, with details as follows from 110 assisted residents, as many as 36 (32.7%) are inmates aged 40 - 65 years, and 74 (67.3%) are inmates under the age of 40 years. Based on data analysis that has been done using Pearson Product Moment analysis, obtained a coefficient (r) of 0.195 with a significance value (p) of 0.041 <0.05, this shows that there is a positive relationship between age and resilience ability. From the results of data analysis, the coefficient of variable determination (r2) was 0.038 (3.8%). This shows that the effect of age on increasing resilience ability is 3.8%, and the remaining 96.2% is influenced by other factors. Keywords: Resilience, Drug Users, Assisted Residents
Pengembangan Media Ular Tangga dalam Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Perencanaan Karier Irfan Irfan; Jarkawi Jarkawi; Eka Sri Handayani
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 3 No 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/jcbkp.v3i2.827

Abstract

The research aims: To find out how the development of snake and ladder media in group guidance to improve guidance services in the career field towards career planning for students of SMAIT Ukhuwah Banjarmasin. This study used the research and development method, from 10 stages the researcher used 5 stages to adjust the research needs with the following steps: (1) Potential and problems. (2) Data collection. (3) Product design. (4) Design validation. (5) Design improvements. This research is motivated by the process of providing guidance services in the field of career planning which still uses conventional old media (power point) which causes service delivery to be less than optimal and has never used any new media. The results of this study indicate that the medium of snake and ladder in group guidance to improve guidance services in the career field of career planning for students of SMA Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin is feasible and usable. This can be seen from the results of the media validation assessed by counseling teacher practitioners by giving an assessment between 81.0% - 100.0% which means very valid, can be used without revision. Keywords: Old Media, Snake and Ladder Media, Career Planning