Claim Missing Document
Check
Articles

KORELASI ANTARA POLA ASUH OTORITER DAN REGULASI EMOSI DALAM MEMBENTUK KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMAN 1 TAPIN ENGAH Dwi Sasmita Mukti; Eka Sri Handayani; Sabit Tohari
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 01 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i01.73-80

Abstract

Pola asuh orang tua, khususnya pola otoriter, dapat berpengaruh terhadap cara siswa mengelola emosinya dan membangun kepercayaan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) korelasi yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah. (2) korelasi regulasi emosi dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah. (3) apakah pola asuh otoriter dan regulasi emosi secara bersamaan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan diri. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 129 orang siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi. Hasil penelitian ini yaitu (1) Terdapat korelasi yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah. (2) terdapat korelasi yang signifikan antara regulasi emosi dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah. (3) terdapat korelasi yang signifikan antara pola asuh otoriter dan regulasi emosi dengan kepercayaan diri siswa di SMAN 1 Tapin Tengah.
HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DAN RELIGIUSITAS TERHADAP RESILIENSI PADA IBU-IBU PENGAJIAN MAJELIS ZIKIR AN-NISA Latifah Latifah; Eka Sri Handayani; Sanjaya Sanjaya
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 01 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i01.62-72

Abstract

Resiliensi dipahami sebagai kemampuan untuk bangkit kembali setelah mengalami kesulitan, untuk melanjutkan kehidupan dengan harapan akan menjadi lebih baik. Banyak faktor yang mempengaruhi resiliensi salah satunya self esteem karena mengacu pada suatu gambaran menyeluruh dari individu. Selain self esteem yang dapat mempengaruhi resiliensi seseorang, ternyata religiusitas juga dapat mempengaruhi resiliensi seseorang, karena kurangnya keimanan seseorang akan mudah terjangkit konflik batin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dan resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru, hubungan antara religiusitas dan resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru serta hubungan antara self esteem dan religiusitas terhadap resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan sampel sebanyak 60 orang, teknik pengumpulan data menggunakan angket dan di analisis menggunakan rumus spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self esteem dan resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru di mana nilai sig 0,000 0,05. Terdapat hubungan antara religiusitas dan resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru di mana nilai sig 0,000 0,05. Terdapat hubungan antara self esteem dan religiusitas terhadap resiliensi pada ibu-ibu pengajian Majelis Zikir An-Nisa Di Kota Banjarbaru di mana nilai sig 0,000 0,05.
Miskonsepsi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Jenjang Pendidikan Dasar Ella Agustina; Syaharuddin Syaharuddin; Eka Sri Handayani; Akhmad Mauluddin; Akhmad Gafuri
Jurnal Penggerak Pendidikan dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Penggerak Pendidikan Dan Pembelajaran
Publisher : BPMP Provinsi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) telah berjalan yang diawali oleh Sekolah Penggerak dan ketika Kurikulum Merdeka disahkan menjadi Kurikulum Nasional telah dilaksanakan oleh seluruh sekolah di Tanah Air. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat sebagian guru di sekolah yang melaksanakan P5 namun belum mencapai tujuan utamanya, yakni membentuk peserta didik yang berkarakter Profil Pelajar Pancasila (3P). Karena itu, kajian ini menggali lima hal, pertama bagaimana wujud miskonsepsi P5 dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Kedua, bagaimana faktor munculnya miskonsepsi P5. Ketiga, bagaimana dampak miskonsepsi P5. Keempat, apa upaya yang dilakukan untuk mengatasi miskonsepsi P5. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengawas, kepala sekolah dan guru yang bejumlah 2800 yang tersebar pada jenjang Pendidikan dasar (SD dan SMP). Hasil penelitian sebagai berikut: (1) Produk P5 yang kemudian dipamerkan pada periode tertentu tampak masih menjadi dominan. (2) Pelibatan stakeholder belum optimal. (3) Faktor kurangnya pelatihan tatap muka menjadi penghambat rendahnya pemahaman guru terhadap P5. (4) Keterbatasan dan kemampuan dalam pengelolaan waktu menjadi kendala utama. (5) Siswa tampak kecewa ketika praduk P5 tidak tuntas dan merasa puas jika praduk P5 dipamerkan, sehingga menjadi gambaran sebuah miskonsepsi P5. (6) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi miskonsepsi P5, yakni melalui kegiatan di komunitas belajar (Kombel) (73%), melalui workshop dan IHT (58%), dan di komunitas belajar daring (58%).
The Relationship of Fear of Missing Out and Self-Control in Students Using Social Media Rifqi Rifani; Eka Sri Handayani; Yulizar Abidarda
Grief and Trauma Vol. 3 No. 1 (2025): Grief and Trauma
Publisher : Scidacplus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59388/gt.v3i1.675

Abstract

The intensive use of social media has become common among students at SMAN 8 Banjarmasin, where many students use social media daily. This phenomenon highlights the importance of investigating psychological factors influencing social media usage, particularly Fear of Missing Out (FOMO) and self-control. This study examines the relationship between FOMO and self-control on social media usage among Grade X students at SMAN 8 Banjarmasin. This research employed a quantitative approach with a correlational research design. The instrument used was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data collection was carried out by distributing the questionnaires directly to the respondents. The results showed that the Fear of Missing Out variable positively and significantly affected social media usage. In contrast, the Self-Control variable negatively and significantly affected social media usage among Grade X students at SMAN 8 Banjarmasin. Overall, 52.4% of the variance in social media usage is influenced by the Fear of Missing Out and Self-Control variables. Based on these findings, it is recommended that schools and parents pay greater attention to strengthening students’ self-control and providing education on healthy social media use to minimize the negative impacts of Fear of Missing Out.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MEDIA POP-UP BOOK QR CODE KELAS 4 SDN 3 KEMUDO Putri Zudhah Ferryka; Atik Dwi Subekti; Dyah Putri Perdani; Eis Masfiroh; Eka Sri Handayani; Evi Pratiwi; Falakhatun Nurani; Fani Widia Putri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.53492

Abstract

This research is motivated by the low mathematics learning outcomes of fourth-grade students at SD N 3 Kemudo in the topic of the characteristics of plane figures. This problem is caused by teacher-centered learning, the lack of innovative learning media, and low student engagement in the learning process. This study aims to improve mathematics learning outcomes through the use of Pop-Up Book QR Code media for fourth-grade students at SD N 3 Kemudo in the 2025/2026 academic year. This study is a Classroom Action Research (CAR) conducted in three cycles: planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 25 students, consisting of 13 boys and 12 girls. Data collection techniques were carried out through observation, tests, interviews, and documentation. Data were analyzed using quantitative and qualitative analysis techniques. The results showed that the use of Pop-Up Book QR Code media can improve students' mathematics learning outcomes. Student learning completion increased from 40% in Cycle I to 68% in Cycle II and reached 88% in Cycle III. Furthermore, student engagement, motivation, and enthusiasm in participating in learning also increased. Thus, the Pop-Up Book QR Code media is effective in improving mathematics learning outcomes in the characteristics of plane figures. Â