p-Index From 2021 - 2026
10.621
P-Index
This Author published in this journals
All Journal VALENSI Jurnal Pangan dan Gizi Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Jurnal AGROTEKNOLOGI Abdimas JURNAL ILMU PERTANIAN Agrointek Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Pangan dan Agroindustri Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Jurnal Teknologi Pertanian Prosiding Semnastek REKAYASA Jurnal Agroindustri Gravity : Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Fisika Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis AGRISAINTIFIKA Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Jurnal Sains Teh dan Kina INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Chimica et Natura Acta ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan EDUFORTECH Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal SOLMA Jurnal Teknologi Agro-Industri Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Journal of Applied Agricultural Science and Technology Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan JURNAL ILMIAH MAHASISWA AGROINFO GALUH JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Journal of Industrial and Information Technology in Agriculture Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Abdimasku : Jurnal Pengabdian Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Industrial Research Workshop and National Seminar Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Journal of Food and Agricultural Product Jurnal Material dan Energi Indonesia Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Prosiding Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu) DEDIKASI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Business Economics and Agribusiness CERATA Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) Journal of Community Empowerment Kimia Padjadjaran
Claim Missing Document
Check
Articles

Performance Analysis Of Cilembu Sweet Burning Using Oven Fuel Based Liquified Petroleum Gas (LPG) Ahmad Thoriq; Asri Widyasanti
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 8, No 1 (2019): MARET
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v8i1.57-64

Abstract

Cilembu sweet potato are a commodity typical of West Java's Sumedang district which will produce tasty, sweet, legit flavors and honey when burning using an oven. The conversion program of fuel oil to gas indirectly encourages modification of the cilembu sweet potato oven. The aim of this research is to test the performance of gas-fired ovens and observe the characteristics of cilembu during burning. Cilembu sweet potato burning in this study are cilembu sweet potatoes which have been stored for more than ten days, with grade B sizes (100-200 grams / tuber) and grade C (<100 grams per tuber) (SNI Number 01-4493-1998) . The burning performance parameters analyzed included the yield and weight of burned Cilembu sweet potatoes, energy to heat and increase the temperature of the material, energy to vaporize water, energy requirements for cilembu sweet potato burning process, LPG combustion energy, grill efficiency and specific energy consumption. The results showed that the burning process of 10.5 kg cilembu sweet potatoes using an oven with a temperature of 39 0C to 176 0C took 1.22 hours. The average decrease in water content during the burning process is 0.566% bb per minute for grade C and 0.368% bb per minute for grade B with the yield of burned cilembu sweet potato produced at 77.38%. Energy requirements for the cilembu sweet potato burning process were 9,410.68 KJ, LPG combustion energy was 177,050.78 KJ, burning efficiency was 5.32% and Specific Energy Consumption was 44.034,82 KJ / Kg of water vapor.
AUDIT ENERGI PROSES PENGOLAHAN TEH HITAM (CTC) DENGAN SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN METODE SPACE Muhammad Rizky Ramanda; Sarifah Nurjanah; Asri Widyasanti
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 10, No 2 (2021): Juni
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v10i2.183-192

Abstract

The favorite product of black tea is tea leaf that are ground using the crush, tear and curl (CTC) method. This process able to produce the dry tea which has high quality with a strong aroma and taste, and high levels of antioxidants. This study aimed to conduct an energy analysis on the processing of black tea CTC at PTP. Nusantara VIII Rancabali to find out the steps towards efficient use of energy, opportunities and conservation efforts. The research method used is descriptive analysis method. The present paper conducted the energy audit calculations which are based on the energy consumption in each tea processing activity from the time. The calculation of energy audit was conducted from preparation of raw materials until the packaging of tea product. The results of the energy audit on the CTC black tea processing showed that for each ton of tea leaves required the energy is about 3.930,66 MJ.ton-1The greatest energy use is drying process which is at 1.424,67 MJ.ton-1 or 36,24%. The results of the analysis space was at quadrant conservative aggressive. Aggressive conservative steps that can be taken in the black tea processing are to develop activities towards energy saving, such as changing fuel from ordinary wood to wood pellets and adding or modifying machine tools so that the installed capacity of each processs to fulfill the capacity input of leaf tea. Key words: CTC, energy analysis, energy saving, processing of tea
KARAKTERISTIK MUTU EKSTRAK TEH PUTIH (Camellia sinensis) HASIL METODE MASERASI BERTINGKAT DENGAN PELARUT n-HEKSANA, ASETON 70% DAN ETANOL 96% Asri Widyasanti; Dinda Nuraini Maulfida; Dadan Rohdiana
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 8, No 4 (2019): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.375 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v8i4.293-299

Abstract

Teh putih merupakan salah satu jenis teh yang memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan karena mengandung polifenol paling tinggi diantara jenis teh lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu ekstrak teh putih serta mengetahui nilai kandungan polifenolnya dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi bertingkat. Pada proses ekstraksi, bubuk teh putih dicampurkan dengan tiga jenis pelarut yang memiliki tingkat kepolaran yang berbeda secara berturut-turut yaitu, n-heksana (non polar), aseton 70% (semi polar) dan etanol 96% (polar). Parameter yang diuji meliputi identifikasi bahan baku (kadar air, kadar abu serta kadar serat) dan mutu ekstrak (rendemen parsial, rendemen total, kadar sisa pelarut, warna, bobot jenis dan kadar polifenol). Hasil penelitian menyatakan pada pengujian identifikasi bahan baku sudah memenuhi RSNI 2014. Perbedaan jenis pelarut yang digunakan mempengaruhi nilai mutu ekstrak teh putih yang dihasilkan. Nilai polifenol tertinggi dihasilkan dari pelarut etanol 96% sebesar 17,551% sudah memenuhi RSNI 2014, sedangkan untuk pelarut n-heksana sebesar 5,704% dan pelarut aseton 70% sebesar 8,516% belum memenuhi RSNI 2014. Warna dari ketiga ekstrak berada pada kromatisitas kuning, merah dan kuning kemerahan.
Ekstraksi Teh Putih Berbantu Ultrasonik pada Berbagai Amplitudo Asri Widyasanti; Tri Halimah; Dadan Rohdiana
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 7, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Sciences, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.332 KB) | DOI: 10.17728/jatp.2295

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh amplitudo yang berbeda terhadap sifat fisikokimia ekstrak teh putih dengan menggunakan Ultrasound Assisted Extraction (UAE). Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 96% serta ukuran bubuk teh putih 18 mesh. Sonikasi digunakan pada amplitudo 25, 50, 75 dan 100%. Metode yang digunakan adalah percobaan laboratorium dengan analisis deskriptif. Parameter uji yang dilakukan meliputi rendemen total, kadar sisa pelarut, bobot jenis, warna, dan kadar polifenol. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan penggunaan amplitudo pada proses ekstraksi mempengaruhi nilai rendemen ekstraksi dan mutu ekstrak dengan penggunaan amplitudo 100% sebagai perlakuan terbaik dengan nilai rendemen total sebesar 67,35%; nilai bobot jenis filtrat 0,8241; bobot jenis ekstrak sebesar 1,0306; dan kadar polifenol sebesar 0,90 mg asam galat ekivalen/g bobot kering. Hasil menunjukkan nilai yang lebih baik dibandingkan dengan maserasi dengan rendemen ekstraksi hasil maserasi 60,12 %; nilai bobot jenis filtrat 0,8163; bobot jenis ekstrak sebesar 1,0053; dan kadar polifenol sebesar 0,64 mg asam galat ekivalen/g bobot kering. Karakteristik warna ekstrak etanol teh putih seluruh perlakuan amplitudo dan maserasi menghasilkan kromatisitas warna merah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh teknik sonikasi pada sifat fisikokimia ekstrak teh putih dan ekstraksi menggunakan amplitudo 100% menghasilkan nilai rendemen dan kadar polifenol terbaik. Extraction of White Tea by Ultrasound Assisted Extraction at Various AmplitudeAbstractThe purpose of this study was to determine the effect of different amplitudes on physicochemical properties of white tea extract using Ultrasound Assisted Extraction (UAE). Ethanol was used as solvent and material size was 18 mesh. This research used amplitude: 25, 50, 75, and 100%. The method used laboratory experiment using descriptive analysis. The parameters were total extraction total yield, residual solvent content, specific gravity, colour, and total polyphenol. The result showed that the amplitude in extraction process influenced the yield and the quality of the extract. As much as 100% amplitude was the best treatment resulted in total yield of 67.35%; the specific gravity of filtrate was 0.8241; the specific gravity of extract was 1.0306; and the polyphenol content was 0.90 mgGAE /g dryweight. The result of UAE showed a better result than hot maceration with total yield of 60.12%; specific gravity of filtrate was 0.8163; specific gravity of extract was 1.0053; and polyphenol content was 0.64 mgGAE /g dry weight. Colour characteristics of white tea ethanol extracts from all operating amplitude and hot maceration were resulting in red colour. As conclusion, ultrasound technique provided the physicochemical properties changes of extract and 100% amplitude was resulting best value of yield and polyphenol content.••••••
REKAYASA SISTEM PENGENDALIAN MUTU PRODUK OLAHAN SINGKONG DENGAN METODE PROSES KONTROL STATISTIK (Studi Kasus Kripik Singkong Merk “Bah Dukun” Di CV. Arva Snack ) Esti Tri Pusparini; Ade Moetangad Kramadibrata; Asri Widyasanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 4, No 3 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.334 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v4i3.1656

Abstract

CV. Arva snack merupakan industri rumah tangga yang habis masa berlaku perizinan (HALAL dan PIRT) tahun 2018. Usaha ini perlu melakukan pengujian produknya sebagai prasyarat pengajuan perizianan. Akan tetapi hal tersebut tidak dilakukan selama ini. Akibatnya, mutu produk tidak konsiten dan banyak produk gagal yang dibuang. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perbaikan sistem pengendalian mutu produk keripik singkong produksi CV. Arva Snack. Metode penelitian yang digunakan adalah rekayasa dengan pendekatan proses kontrol statistik. Selama bulan September 2017, ditemukan produk tak layak jual sebanyak 509 kg. Nilai tersebut masih dalam batas kendali tetapi terjadi fluktuasi pada peta kendali P yang mengharuskan dilakukannya perbaikan pengendalian mutu. Hasil analisis fisbone diagram ditemukan faktor yang paling berpangaruh adalah bahan baku singkong, metode penggorengan, penggunaan mesin, kelalaian pekerja dan faktor lingkungan. Perbaikan yang diberikan adalah mengganti umur panen singkong, memperbaiki metode penggorengan, membuat SOP penggunaan mesin, pengawasan kepada pekerja dan meningkatkan lingkungan kerja. Berdasarkan usulan tersebut dibentuk standar operasional prosedur pada setiap tahapan kegiatan produksi.Kata kunci: Keripik Singkong, Pengendalian mutu dan Proses Kontrol Statistik
UJI KINERJA DAN ANALISIS ENERGI MESIN PENEPUNG VERTIKAL (MILL DRYER VERTICAL) TIPE MDV-10 (Studi Kasus Techno Park Pangan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah) Fachry Riezqiaputra Ernawan; Ade Moetangad Kramadibrata; Asri Widyasanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 6, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.866 KB) | DOI: 10.25157/jimag.v6i1.1816

Abstract

Mesin penepung vertikal (mill dryer vertical) Tipe MDV-10 belum memiliki spesifikasi teknis, karena itu uji kinerja dan analisis energi ini perlu dilakukan, agar mesin siap dipasarkan kepada masyarakat pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data uji kinerja mesin mill dryer vertical dan data analisis penggunaan energi yang terjadi selama proses penepungan. Bahan yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah singkong segar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin mill dryer vertical memiliki nilai kapasitas aktual dan teoritis sebesar 21,15 kg/jam dan 100 kg/jam, efesiensi mesin sebesar 21,155%, persentase tepung tercecer sebesar 0%, persentase susut massa sebesar 78,820%, rendemen sebesar 21,18%, kebutuhan daya sebesar 6,97 kW, konsumsi bahan bakar sebesar 6,42 kg/jam, dan tingkat kebisingan mesin sebesar 96,68 dB. Adapun hasil tepung singkong memiliki nilai kadar air sebesar 9,68%. Nilai indeks keseragaman tepung yang dihasilkan sebesar 1 : 7,71 : 108,46 dengan modulus kehalusan sebesar 0,56 dan diamater tepung sebesar 0,006 inci. Sedangkan hasil analisis energi menunjukkan bahwa penggunaan energi dalam proses penepungan sebesar 83,881 MJ/kg tepung. Penggunaan total energi manusia sebesar 0,171 MJ/kg. Penggunaan total energi langsung sebesar 2,332 MJ/kg. Penggunaan total energi tak langsung sebesar 80,79 MJ/kg.
KAJIAN PROSES PENGERINGAN PEMBUSAAN TOMAT APEL (LYCOPERSICUM PYRIFORME) DENGAN FOAM-MAT DRYING BERBANTU OVEN GELOMBANG MIKRO Nedia Cahyati Muchtarina; Asri Widyasanti; Sarifah Nurjanah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh Vol 7, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v7i1.2690

Abstract

Pada saat panen raya kebutuhan tomat tidak sebanding dengan hasil produksi yang melimpah sehingga terjadi kelebihan penawaran dan harga tomat di tingkat petani rendah. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai jual tomat adalah mengolah tomat menjadi bubuk tomat. Bubuk dapat dibuat dengan metode pengeringan pembusaan berbantu oven gelombang mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh daya yang digunakan pada pengeringan pembusaan menggunakan oven gelombang mikro terhadap rendemen bubuk tomat, laju pengeringan serta efisiensi oven gelombang mikro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan tiga kali ulangan yang terdiri dari 3 perlakuan berdasarkan penggunaan daya pengeringan (30%, 50% dan 70%). Parameter yang dianalis adalah rendemen, laju pengeringan dan efisiensi pengeringan oven gelombang mikro. Hasil terbaik dari penelitian ini terdapat pada bubuk tomat dengan perlakuan penggunaan daya 70% tanpa penambahan putih telur untuk menghasilkan rendemen 0,58%; laju pengeringan 4,19 g/menit dan efisiensi pengeringan sebesar 48,27%.
PENGARUH SUHU TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN OPTIK BROKOLI SELAMA PROSES PENGERINGAN VAKUM DENGAN TEKANAN 15 cmHg Asri Widyasanti; Sudaryanto Sudaryanto; Rizky Arini; Ali Asgar
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.091 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.1.44-51.2018

Abstract

Brokoli merupakan salah satu jenis sayuran yang mengandung berbagai vitamin dan mineral. Akan tetapi, brokoli merupakan komoditas yang perishable, apabila disimpan tanpa penanganan pasca panen yang sesuai dan tepat. Pengeringan vakum merupakan salah satu penanganan pasca panen yang cocok untuk karakteristik dari brokoli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen parsial dan total dari pengeringan vakum brokoli dan pengaruh proses pengeringan vakum terhadap karakteristik fisik dan kimia brokoli kering. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan perlakuan suhu pengeringan 50⁰C dan 60⁰C dengan tekanan vakum sebesar 15 cmHg yang dilakukan sebanyak 3 ulangan. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa  perlakuan  suhu  pengeringan  60°C  dengan  tekanan    vakum  15 cmHg merupakan perlakuan terbaik dengan rasio pengerutan 16,67 %, rasio rehidrasi 518,27 %, kadar air akhir 5,64 %bk, bulk density 1056 kg/m³, protein 30,97 %, vitamin C 189,24 mg/100 g, Total Color Difference (TCD) 23,8 , rendemen parsial pengeringan 8,99 %, dan rendemen total 4,168 %. Semakin tinggi suhu pengeringan maka nilai rendemen pengeringan, rendemen total, rasio pengerutan, kadar air akhir, nilai total perbedaan warna, bulk density, protein, dan vitamin C semakin rendah sedangkan nilai rasio rehidrasi semakin tinggi.
PENGARUH PERBEDAAN LAMA EKSTRAKSI TEH PUTIH DENGAN MENGGUNAKAN METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) Asri Widyasanti; Heri Aryadi; Dadan Rohdiana
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 22, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.845 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.22.2.165-174.2018

Abstract

Teh putih merupakan teh yang diolah dari pucuk (peko) Camellia sinensis melalui proses pelayuan dan pengeringan. Proses pengolahan yang minim tersebut diduga menyebabkan kandungan polifenolnya lebih tinggi dibandingkan dengan jenis teh lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama ekstraksi yang berbeda terhadap sifat fisikokimia ekstrak teh putih dengan menggunakan Microwave Assisted Extraction (MAE). Lama ekstraksi yang digunaka yaitu 2, 4, 6, dan 8 menit dengan level daya 70% (490 W). Metode yang digunakan adalah percobaan laboratorioum dengan analisis deskriptif. Parameter yang diuji dilakukan meliputi rendemen total, kadar sisa pelarut, bobot jenis, warna, dan kadar polifenol. Hasil penelitian menunjukan perbedaan lama ekstraksi pada proses ekstraksi mempengaruhi nilai rendemen ekstraksi dan mutu ekstrak dengan penggunaan lama ekstraksi 8 menit sebagai perlakuan terbaik dengan nilai rendemen total sebesar 29,14%; nilai rendemen filtrasi 65,79%; rendemen evaporasi sebesar 7,60%; bobot jenis ektrak sebesar 1,1028 dan kadar polifenol sebesar 63,60%. hasil menunjukan nilai yang lebih baik dibandingkan dengan maserasi dengan rendemen total hasil maserasi 24,11%; nilai rendemen filtrasi 41,57%; rendemen evaporasi sebesar 4,45%; bobot jenis ekstrak sebesar 1,1008 dan kadar polifenol sebesar 48,35%. Dapat dilihat dari hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh gelombang mikro pada sifat fisikokimia ekstrak teh putih yang menunjukan pengaruh terbesarnya terdapat pada penggunaan level daya 70% dan lama ekstraksi 8 menit.
PENGARUH PERLAKUAN BLANCHING DAN LEVEL DAYA PENGERINGAN MICROWAVE TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG KACANG BOGOR (Vigna subterranea (L.) Verdcourt) Asri Widyasanti; Silvianur Silvianur; Sudaryanto Zain
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 23, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.918 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.23.1.80-90.2019

Abstract

Kacang bogor merupakan tanaman kacang-kacangan yang memiliki kandungan karbohidrat, protein, dan lemak yang cukup baik. Pengolahan yang dilakukan dengan baik dapat mempertahankan kandungan nutrisi dengan baik. Sebagian besar masyrakat mengkonsumsi kacang bogor dengan cara direbus atau sebagai campuran sayur. Salah satu cara pengolahan kacang bogor agar kandungan nutrisinya tidak banyak terbuang yaitu dengan proses pengeringan. Kacang bogor kering yang ditepungkan memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan kacang bogor rebus. Akan tetapi, pengolahan tepung kacang bogor memiliki kendala, salah satunya adalah lama pengeringan. Pengeringan kacang bogor dilakukan dengan menggunakan oven gelombang mikro agar waktu pengeringan lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses blansing dan daya oven gelombang mikro terhadap karakteristik tepung kacang bogor yang dihasilkan. Metode rancangan lingkungan yang dipilih adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor perlakukan pendahuluan (a) yang terdiri dari 2 level yakni: tanpa blansing dan dengan blansing dan faktor daya pengeringan oven gelombang mikro (b) yang terdiri dari tiga level, yakni: 50%, 70%, dan 100% dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan blansing dan daya pengeringan oven gelombang mikro 50% selama 30 menit merupakan perlakukan terbaik. Karakteristik hasil perlakuan terbaik ini antara lain efisiensi pengeringan oven gelombang mikro tertinggi 98,66%; diameter rata-rata tepung terkecil 0,272 mm; nilai TCD tepung terendah 4,894; derajat kromatisitas tepung yellow (Y); kadar air tepung  terendah 11,9% (bb); dan kadar abu tepung tertinggi 19,25%.
Co-Authors Abdullah Md Zain Abdurrahman Hanif Abdurrahman Hanif Abdurrahman Hanif Ade Moetangad Kramadibrata Ade Moetangad Kramadibrata Ade Moetangad Kramadibrata Adryani Tresna Winaya Afifah Tri Novita Agnes Klarasitadewi AHMAD THORIQ Ahmad Thoriq Ainina, Nurul Akbar Nashrullah, Irsyad Ali Ali Asgar Andhini Rosyana Putri Andita Mega Priantiwi Andita Mega Priantiwi, Andita Mega Anditya Husnul Hasna Anditya Husnul Hasna, Anditya Husnul Angela A. Lasut Angelina Batubara Anisa Yanthy Rahayu Annissa Ramadhanti Arinda Nur Ariva Arinda Nur Ariva Ariq Helmi Naufal Artta Gracia Malau Asep Slamet Septianur Asep Yusuf Aulia, Shofia Az Zahra Azahra Dewanti Galuh Azara, Widya Nugrahani Bambang Nurhadi Boy Macklin Pareira Prawiranegara Budi Rahardjo Chay Asdak Cindy Almas Ramadha Cursor Fadila Dadan Rohdiana David S. Marpaung Devi M Rahmah Devi Maulida Rahmah Dewi, Sinta Ramanda Dhur Rohma Dian Juliadmi Dinda Nuraini Maulfida Dwi Rustam Kendarto Dwiyan Nugraha Efri Mardawati Eka Desti Ramadhanita Ekatama, Novriana Elazmanawati Lembong Endah Wulandari Endah Wulandari Esti Tri Pusparini Fachry Riezqiaputra Ernawan Fajri, Indra Nabil Julian Fani R. Rahmani Farah Sabilla Febriany Farddani, Chintya Listiarsi Fathiyah, Layyina Fauziyah, Rizka Fawaiz, Husni Syamil Febrianti Febrianti Febrianti Febrianti Febriyanti Utami, Elsa Fenty Nur Aisyah Fikriansyah, Irgi Fina Aryadila Fitry Filianty Fitry Fillianty Fridyana Klise Hermiati Ganjar Dianugraha Alam Gefalro, Khalish Gunawan, Fadia Hafizah Hafidz, Athar Zaidan Hafsah Hamidah Hafyyan, Muhammad Harnesa, Selly Hasyyati Nadhilah Haya, Faiza Nasywa Heri Aryadi Herlina Marta Hilda Ayu Aulia Hilman Syaeful Alam Hilmi Lisan Shidqi Huda Nurul Quddus Irene June Sidabutar Isthafa Harits Utami Isti Sulistiani Jayanti Mega Rohani Jayanti Mega Rohani, Jayanti Mega Jeremia Kristian Kaaffah, Hafshah Shihah Kaylasari Rhamadani Khalish Gefalro Kralawi Sita Kurnia, Ina Laily Rizki Safira Lisa Oktavia Br Napitupulu Lita Fitriyani Khairunisa Lubis, Jessie Diorito M. Ade Moetangad Kramadibrata M. Ridwan Rais Maya Irmayanti Melly Indriyani Mery Andriyani Mimin Muhaemin Muhammad Achirul Nanda Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Luthfi Mukhlisin Muhammad Rizky Ramanda Muhammad Ziauddin Arsyad Muharram, Alifiansyah N.P., Sophia Dwiratna Nabila Putri, Sintia Nada Fauziyah Nadiya Sulistiyani Nadya Shita Kemala Najwa Alifah Namira, Tiara Naura Lathifah Jayadi Nedia Cahyati Muchtarina Nedia Cahyati Muchtarina Novira Nurlaily Nugroho, Chrismaria Putri Nunung Nurhaijah Hudairiah Nur Oktavia Benedicta Nuranjani, Farah Nurhanifah Puspitadewi Nurul Ainina Nurul Ainina Nurwijayanti Permana, Galih Pirdani Nur Fitri Prisilia Ratna Setyaningrum Pusponegoro, Annisa Putri Sari Putri, Farinissa Deliana Qurratu’ain, Yona Rachma, Danisa Fathiya Rachma, Dannisa Fathiya Rahmah, Devi M Rangga Novandra Renata Marintan Olivia Resha Nurvabilla Reza Aldino Rifki Amrullah Rini Azharini Rini Nurul Fauziyah Rini Nurul Fauziyah Rizal Anwar Fauzi Rizika Wulandari Rizka Fauziyah Rizky Arini Rizqita Thifal Shalsabilla Rosalinda, s Roshita Ibrahim Ruth Anggia Assyera S Rosalinda S. Rosalinda S. Rosalinda, S. Safira Nurjanah Saniyya Rhomadina Purwanto Sarifah Nurjanah Sarinarulita Rosalinda Saumi Nur Rochmani Selaraswati Fajrin Selly Harnesa Putri Selly Harnesa Putri Septianti, Nur Alifa Shayana Junita Sheila Rizky Nur Hermawan Shintya Devita Maharani Shintya Devita Maharani Silvianur Silvianur Sinta Ramanda Dewi Sita Halimatus Sa’diyah Siti Hajar Siti Hajar Siti Nurhasanah Sophia Dwiratna Sophia Dwiratna N.P. Sophia Dwiratna Nur Perwitasari Sophia Dwiratna, Sophia Souvia Rahimah Sudaryanto Sudaryanto Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Sudaryanto Zain Sudaryanto Zein Syifa Henri Azzahra Syifa Khairunnisa Syifa Unawahi Tati Sukarti Thahira, Aliya Zahra Tiara Namira Tita Rialita Totok Herwanto Tri Halimah Unawahi, Syifa Uswah, Umaya Nur Vannesa Beatrix Vibi Ledianti Vika Nurafni Handayani Wahyu Kristian Sugandi Wiwik Handayani Yona Qurratu’ain Yudha, Welly Kusuma Yudi Sutresna Zahra Dwiandra Arbuana Zahrah Eza Arpima Zaida Zaida Zulkarnain, Ellysa Madina Putri Zumi Saidah ‪Irna Dwi Destiana