Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Budidaya Lebah Tetragonula sp Sebagai Upaya Pencegahan Stunting dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Bayan, Lombok Utara Abdullah, Mohammad Ibnu Hajar; Yulia Azmi Khotimah; Muhammad Muhsinin; Erwan; Ryan Aryadin Putra; Agussalim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.10643

Abstract

Kabupaten Lombok Utara angka stunting mencapai 29,3%. kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi, asupan gizi yang berkualitas rendah, dan keterbatasan ekonomi. Memanfaatkan madu Tetragonula sp, yang terkenal kaya akan vitamin, mineral, dan asam amino serta memiliki khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh, adalah salah satu solusi yang mungkin dilakukan. Manfaat dari budidaya lebah Tetragonula sp adalah kebutuhan lahan yang rendah, biaya perawatan yang rendah, dan ramah lingkungan. Pada bulan Mei - Juli 2023, sebuah program percontohan dilakukan di Dusun Montong Baru untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya lebah Tetragonula sp. berdasarkan aktivitas budidaya “good practices”. Program ini mencakup sosialisasi, pelatihan, bantuan teknis, dan penyediaan koloni lebah tambahan. Sejumlah 36 peserta dari kelompok “Bunga Mekar”, kader Posyandu dan masyarakat setempat terlibat dalam kegiatan ini. Hasil dan capaian setelah sosialisasi dan pelatihan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman terkait manfaat produk lebah Tetragonula sp, khususnya madu. Selain itu jumlah koloni lebah meningkat menjadi 65 koloni, dan produksi madu per panen menjadi 6 – 9 liter. Pendampingan intensif selama tiga bulan juga dilakukan untuk memastikan penerapan teknik budidaya yang optimal dan produksi produk yang berkualitas tinggi. Selain meningkatkan status gizi keluarga, madu Tetragonula sp. juga memberikan dampak ekonomi dengan menciptakan peluang usaha lokal. Pelaksanaan program ini diharapkan dapat diterapkan di daerah lain dengan angka stunting yang tinggi, sehingga memberikan dampak luas bagi peningkatan kesejahteraan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Measuring Group Dynamics Index (GDI) of Beef Cattle Farmers in West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Taqiuddin, Moh.; Media, I Gusti Lanang; Nachida, Maya; Hermansyah, Hermansyah; Fachry, Anwar; Nugroho, Muh. Prasetyo; Putra, Ryan Aryadin; Villano, Renato Andrin
Buletin Peternakan Vol 49, No 2 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (2) MAY 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v49i2.104661

Abstract

This study examines the social dynamics of cattle farmer groups as a strategic approach to supporting the sustainability of cattle farming in rural areas. There is evidence to suggest that social dynamics play an important role in livestock farming, impacting productivity, efficiency and sustainability. The main objective of this study was to develop a Group Dynamics Index (GDI) with a specific focus on evaluating eight key elements of group dynamics: purpose, structure, task function, coaching, cohesiveness, atmosphere, pressure, and group effectiveness. The study employed a quantitative descriptive survey methodology, involving 150 respondents drawn from three sub districts in West Lombok Regency. Data collection was conducted using a structured Likert scale-based questionnaire, which facilitated the measurement of respondent’s perceptions and attitudes. A weighted analysis approach was applied to the gathered data to generate a cumulative index. The findings indicate that structural factors, such as decision-making and task division, and non-structural elements, including interpersonal relationships and social support, significantly influence group dynamics. It was observed that farmer groups in the Lembar sub-district demonstrated the highest cumulative index (0.68), exhibiting excellence in aspects such as group structure and task function. Farmer groups in the Narmada sub-district exhibited a cumulative index of 0.65, distinguishing themselves through their notable group cohesiveness and atmosphere. Conversely, the farmer group in Gunung Sari demonstrated strong member loyalty (0.60) yet exhibited a need for substantial enhancement in internal management, particularly concerning task function and group pressure. The study concludes that the sustainability and effectiveness of group dynamics are contingent on the balanced integration of structural and non structural elements. A comprehensive, holistic approach that harmonizes internal management and social relations is essential to support overall group performance. The GDI proved to be a relevant and applicable tool for comprehensively evaluating group dynamics
Peningkatan Kapasitas Peternak Tradisional melalui Optimalisasi Manajemen Kesehatan, Pakan, dan Pemeliharaan Sapi Semi-Intensif di Desa Teniga, Lombok Utara Gifari, Zaid Al; Andriati, Rina; Ashari, M.; Poerwoto, Happy; Suhardiani, Rr. Agustien; Amalyadi, Rezki; Karni, Ine; Aminurrahman, Aminurrahman; Septian, I Gede Nano; Putra, Ryan Aryadin; Anwar, Khairil
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6810

Abstract

Desa Teniga, yang terletak di Kabupaten Lombok Utara, merupakan salah satu wilayah dengan potensi peternakan sapi yang cukup besar, namun sebagian besar masyarakatnya masih menerapkan sistem pemeliharaan secara tradisional dan semi-intensif. Tantangan yang dihadapi peternak mencakup rendahnya pemahaman tentang manajemen kesehatan ternak, pemberian pakan yang kurang optimal, serta teknik pemeliharaan yang belum terstandarisasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak lokal melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang menekankan pada optimalisasi manajemen kesehatan, pakan, dan pemeliharaan sapi. Metode pelaksanaan meliputi diskusi kelompok terarah (FGD), penyuluhan interaktif, serta demonstrasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peternak terhadap pentingnya sanitasi kandang, pemberian pakan berbasis nutrisi, serta pengelolaan kesehatan sapi secara preventif. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para peternak tradisional di Desa Teniga mampu menerapkan praktik pemeliharaan sapi yang lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan ekonomi keluarga peternak.
Peningkatan Kapasitas Peternak Tradisional melalui Optimalisasi Manajemen Kesehatan, Pakan, dan Pemeliharaan Sapi Semi-Intensif di Desa Teniga, Lombok Utara Gifari, Zaid Al; Andriati, Rina; Ashari, M.; Poerwoto, Happy; Suhardiani, Rr. Agustien; Amalyadi, Rezki; Karni, Ine; Aminurrahman, Aminurrahman; Septian, I Gede Nano; Putra, Ryan Aryadin; Anwar, Khairil
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.6810

Abstract

Desa Teniga, yang terletak di Kabupaten Lombok Utara, merupakan salah satu wilayah dengan potensi peternakan sapi yang cukup besar, namun sebagian besar masyarakatnya masih menerapkan sistem pemeliharaan secara tradisional dan semi-intensif. Tantangan yang dihadapi peternak mencakup rendahnya pemahaman tentang manajemen kesehatan ternak, pemberian pakan yang kurang optimal, serta teknik pemeliharaan yang belum terstandarisasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak lokal melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang menekankan pada optimalisasi manajemen kesehatan, pakan, dan pemeliharaan sapi. Metode pelaksanaan meliputi diskusi kelompok terarah (FGD), penyuluhan interaktif, serta demonstrasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peternak terhadap pentingnya sanitasi kandang, pemberian pakan berbasis nutrisi, serta pengelolaan kesehatan sapi secara preventif. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para peternak tradisional di Desa Teniga mampu menerapkan praktik pemeliharaan sapi yang lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan ekonomi keluarga peternak.
Peningkatan Pemeliharaan Kambing Peranakan Etawa (PE) sebagai Ternak Kambing Perah di Kelompok Ternak Tunas Maju Desa Setanggor Karni, Ine; Septian, I Gede Nano; Wandira, Ica Ayu; Saedi, M. Ridwan; Aminurrahman; Amalyadi, Rezki; Anwar, Khairil; Putra, Ryan Aryadin; Gifari, Zaid Al; Nurjanah, Luluk Lailatun; Pertiwi, Eva Amalia; Firhamsah, Ikhwan; Suryadi, Muh. Aidil Fitriyan Fadjar; Dohi, Muhammad; Sadia, I Nyoman
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12756

Abstract

Peranakan Etawa (PE) goats have significant potential as dairy livestock producing high-quality milk, yet their management in the Tunas Maju Livestock Group, Setanggor Village, remains focused on meat production. The main issues include limited knowledge of dairy goat management, efficient feeding, and livestock health practices. This community service aimed to improve farmers’ skills through socialization, training on feed formulation, and livestock health management. The approach combined lectures, discussions, and practical demonstrations to strengthen applied understanding. The results indicated that farmers gained greater awareness of the potential of PE goats as milk producers, improved their knowledge of balanced feeding, and recognized the importance of animal health practices. Despite challenges in inadequate housing facilities, the program positively impacted farmers’ capacity in dairy goat management, thereby supporting community welfare and strengthening the local economy
Pemanfaatan Potensi Pakan Lokal Dalam Peningkatan Produksi Daging Dan Susu Kerbau Di Desa Sangiang Kecamatan Wera Wandira, Ica Ayu; dohi, muhammad; yanuarianto, oscar; amin, muhammad; karni, ine; aminurrahman; nano septian, i gede; aryadin putra, ryan; amalyadi, rezki; al gifari, zaid; amalia pratiwi, eva; lailatun nurjanah, luluk; firhamsah, ikhwan
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12764

Abstract

This community service program was carried out in Sangiang Village, Wera District, Bima Regency, with the aim of enhancing the use of local feed resources to improve buffalo meat and milk production. Sangiang Village was chosen as the program location due to its relatively large buffalo population and the abundance of local feed resources, which had not yet been optimally utilized by farmers. The activities were conducted using a participatory approach, consisting of program socialization, extension activities on feed management, and hands-on training in processing local feed through fermentation and storage. Continuous monitoring and evaluation were undertaken to ensure the objectives were achieved. The results showed improvements in farmers’ knowledge, skills, and awareness regarding the use of alternative feed resources such as corn stover, cassava leaves, sweet potato leaves, and groundnut straw. Farmers also began adopting the introduced feed processing techniques, enabling them to provide quality feed reserves throughout the year. This program not only strengthened farmers’ technical capacity but also contributed to improved buffalo productivity in terms of daily weight gain and milk yield, while supporting food
Quality Improvement of the Ammoniated Corn Husk through the Use of MA-11 Inoculant at Different Doses Amin, Muhamad; Putra, Ryan Aryadin; Yanuarianto, Oscar; Noersidiq, Azhary; Suhubdy, Suhubdy; Dilaga, Syamsul Hidayat
Jurnal Agripet Vol 25, No 2 (2025): Volume 25, No. 2 October 2025
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v25i2.45634

Abstract

The research objective was to study the effect of different doses of MA-11 inoculants on improving the quality of ammoniated corn husks. The materials used were corn husks, urea, and the MA-11 inoculant. The research was conducted using Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications. The four treatments were T0: Ammoniated corn husks + 0% MA-11 (control), T1: Ammoniated corn husks + 0.5% MA-11, T2: Ammoniated corn husks + 1% MA-11, and T3: Ammoniated corn husks + 1.5% MA-11. The observed variables were chemical composition (dry matter, organic matter, crude protein, crude fiber, ether extract, and TDN), fiber components (NDF, ADF, cellulose, hemicellulose, and lignin), and in-vitro digestibility (dry matter and organic matter digestibility). The data obtained were analyzed by analysis of variance and further tested by Duncan's multiple range test. The results showed that the treatments had significantly different effects (P0.05) on chemical composition, fiber fractions, and digestibility. The 0.5% (T1) dosage rate yielded the best results for CP (7.25%), and TDN (56.88%); and achieved the greatest reduction in CF (28.57%) and ADF (42.90%) content. Conversely, the 1.5% (T3) dosage rate was optimal for EE (1.16%), DMD (43.23%), and OMD (43.90%). While all inoculation levels (0.5% to 1.5%) were also effective in reducing the NDF, cellulose, hemicellulose, and lignin fractions, whereas the highest (P0.05) Dry Matter and Organic Matter content was observed in the control (T0). It was concluded that different doses of the MA-11 inoculant had varied and specific effects on the nutritional parameters of ammoniated corn husk.
Respon Hematologi Sel Darah Putih (Eosinofil) pada Sapi Bali yang Terinfestasi Cacing Aminurrahman, Aminurrahman; Putra, Ryan Aryadin; Septian, I Gede Nano; Amalyadi, Rezki; Anwar, Khairil; Sumadiasa , I Wayan Lanus
Tarjih Tropical Livestock Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Tarjih Tropical Livestock Journal
Publisher : Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/trolija.v5i2.996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah eosinofil pada sapi Bali yang terinfestasi cacing. Tiga puluh sapi Bali digunakan dalam penelitian ini diperiksa jumlah telur cacing dengan metode sedimentasi dan metode apung dan jumlah eosinofil dengan metode differensial leukosit dan data ini diuji menggunakan t-Test dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kondisi badan sapi Bali yang terinfestasi cacing trematoda (3,1±1,19) dengan terinfestasi cacing nematoda (2,9±1,66) tidak berbeda nyata (P>0,05). Jumlah eosinofil (103/μl) sapi bali yang terinfestasi cacing trematoda (14,5±7,93 ) dengan terinfestas cacing nematoda(14,2±5,57) tidak berbeda nyata (P>0,05). Jumlah telur cacing (egg/g feses) pada sapi yang terinfestasi cacing nematoda (19,4±14,34) sangat berbeda nyata terhadap jumlah telur cacing pada sapi yang terinfestasi cacing trematoda (4,4±4,47) (P<0,01). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah telur cacing dan jumlah eosinofil yang terinfeksi trematoda tidak mempengaruhi kondisi badan sapi Bali. Sedangkan jumlah telur cacing dan jumlah eosinofil yang terinfeksi nematoda mempengaruhi kondisi badan sapi Bali.
Screening, Characterization, and Cultivation of Cellulase-Producing Bacteria as Probiotic Candidates for Poultry Anwar, Khairil; Sukarne; Unsunnidhal, Lalu; Fitriyan Fadjar Suryadi, Muh. Aidil; Junia Ayu Ninggrum, ⁠Vidia; Aryadin Putra, Ryan; Al Gifari, Zaid; Septian, I Gede Nano; Aminurrahman; Ali, Muhamad
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 20 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.20.4.179-190

Abstract

Probiotics play an essential role in regulating gut microbiota and increasing feed digestibility in poultry. This study aimed to screen and characterize cellulase-producing bacteria as poultry probiotic candidates. Among the five isolates tested, isolates I5 and BP had cellulase activity, as indicated by clear zones surrounding the colonies on carboxymethyl cellulose (CMC) agar plates. Isolate I5 was more tolerant to low pH and 0.3% bile salts than isolate BP, indicating probiotic potential. Isolate I5 was selected for cultivating in tempeh wastewater-molasses medium (TM) and LB medium at 37 °C with shaking at 120 rpm. The results demonstrated that bacterial growth in TM medium was significantly lower  (p < 0.001) than in LB medium. Importantly, bacterial growth in TM medium reached an optical density (OD₆₀₀) of 0.415 after 6 hours of incubation, indicating its adaptability to tempeh wastewater-molasses medium. These findings suggest that the TM medium promotes bacterial growth and proliferation, supports probiotic and enzyme production for use in poultry feed supplementation, and reduces cultivation costs. Therefore, the use of agro-industrial waste provides a cost-effective alternative for cultivating cellulase-producing probiotics, thereby contributing to value-added waste management, sustainable poultry production, and circular bio-economy practices.
Sosialisasi penggunaan aplikasi QR & barcode scanner guna evaluasi kecukupan nutrisi ternak ruminansia pada kelompok tani di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang-Sumbawa Azhary Noersidiq; Syamsul Hidayat Dilaga; Dahlanuddin Dahlanuddin; Muhamad Amin; Oscar Yanuarianto; Ryan Aryadin Putra; Fahrullah Fahrulllah; Vebera Maslami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27003

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2024 yang berlokasi di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa-NTB. Mitra kelompok tani ternak bernama “Putra Ano Siup” yang berdiri pada tanggal 3 Mei 2023 dan beranggotakan 10 orang dan pada saat hari kegiatan diikuti oleh 20 orang peserta. Permasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya tingkat produktivitas ternak yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan peternak dalam hal manajemen pemberian pakan, terutama dalam hal kecukupan nutrisi. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan aplikasi QR&Barcode Scanner yang dapat membantu peternak dalam mengevaluasi kualitas dan kecukupan nutrisi pakan secara mudah dan akurat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung produktivitas dan kesejahteraan ternak mereka. Dengan demikian, diharapkan produktivitas ternak di desa ini akan meningkat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Metode kegiatan meliputi sosialisasi tentang pentingnya manajemen pemberian pakan yang baik dan benar bagi ternak ruminasisa khususnya dalam hal kecukupan nutrisi serta dikemas dengan pengenalan terhadap aplikasi QR&Barcode Scanner tersebut. Disimpulkan bahwa secara mayoritas, tingkat pemahaman peternak terhadap cara evaluasi kecukupan nutrisi ternak dan pemanfaatan aplikasi tersebut setelah dilaksanakan kegiatan sosialisasi bekisar 80%-90%. Hal ini dapat digunakan sebagai indikasi bahwa kegiatan telah berhasil dan mendapat respon yang baik dari peternak dan sebanyak 75% peserta bersedia menerapkan hal tersebut. Kata kunci: sosialisasi; QR code; evaluasi nutrisi; teluk santong. Abstract The partner organisation engaged in community service activities is the Livestock Farmer Group, designated as 'Putra Ano Siup', situated in Teluk Santong Village, Plampang District, Sumbawa Regency-NTB. The issue at hand is the low level of livestock productivity, which is a consequence of the lack of knowledge among farmers with regard to feeding management, particularly in terms of nutritional adequacy. One potential solution is the utilisation of QR and barcode scanner applications, which could assist farmers in the evaluation of feed quality and nutritional adequacy in a convenient and accurate manner. The objective of this activity is to enhance the knowledge and capabilities of farmers in leveraging digital technology to enhance the productivity and well-being of their livestock. It is therefore anticipated that there will be an increase in livestock productivity in this village, which will in turn lead to an improvement in the economic welfare of the local community. The activity method comprises a socialisation session on the importance of good and correct feeding management for ruminants, with a particular focus on nutritional adequacy. This is complemented by an introduction to the QR&Barcode Scanner application. It was determined that the majority of farmers demonstrated an understanding of the evaluation of livestock nutritional adequacy and the utilisation of the application following the socialisation activity, with a level of comprehension ranging from 80% to 90%. This can be considered an indicator of the activity's efficacy and the positive response it received from farmers, with as many as 75% of participants expressing a willingness to implement it. Keywords: socialisation; QR Code; nutrition evaluation; teluksantong.
Co-Authors A. Rai Somaning Asih Abdullah, Mohammad Ibnu Hajar Agussalim Agustien Suhardiani Al Gifari, Zaid amalia pratiwi, eva Aminurrahman Amir Husaini Karim Amrullah Arjuna Anggara Putra Susanto Ashari, M. Azhary Noersidiq Budi Indarsih Burhan Burhan Dahlanuddin Dahlanuddin Dahlanuddin Dahlanuddin Dedi Supriadi Dedy Supriadin Dennis Poppi Dohi, Muhammad Enny Yuliani Erwan Eva Amalia Pratiwi Fachry, Anwar Fahrullah Fahrullah Fitriyan Fadjar Suryadi, Muh. Aidil Gifari, Zaid Al Harjono - Harjono Harjono Hermansyah Hermansyah Hermansyah I Gede Nano Septian I N Sadia I Nyoman Sadia I Wayan Lanus Sumadiasa Ica Ayu Wandira Ikhwan Firhamsah Ine Karni Ine Karni Jose Mendes Junia Ayu Ninggrum, ⁠Vidia Karen Harper Karni, Ine Kartanegara Khairil Anwar Khairil Anwar lailatun nurjanah, luluk Lalu Ahmad Zaenuri Lalu Unsunnidhal Lukman HY Luluk Lailatun Nurjanah M. Ridwan Saedi M. Ridwan Saidi Mardiansyah Mardiansyah Mastur Mastur Mastur Mastur Maula Asrofi Maulana Sadid Media, I Gusti Lanang Mohammad Hasil Tamzil Muh. Aidil Fitriyan Fadjar Suryadi Muh. Aidil Fitriyan Fadjar Suryadi Muhamad Ali Muhamad Ali Muhamad Amin Muhamad Amin Muhamad Amin Muhamad Amin Muhamad Amin Muhammad Amin Muhammad Dohi Muhammad Dohi Muhammad Siswandi Muhsinin, Muhammad Nachida, Maya Nugroho, Muh. Prasetyo Nur Muhamad Nurjanah, Luluk lailatun Oscar Yanuarianto Oscar Yanuarianto Oscar Yanuarianto Oscar Yanuarianto Oscar Yanuarianto, Oscar Pertiwi, Eva Amalia Poerwoto, Happy Rezki Amalyadi Rina Andriati Rina Andriati, Rina Saddam Ude Sadia, I Nyoman Saedi, M. Ridwan Septian, I Gede Nano Sofyan Sofyan D. Hasan Suhardiani, Rr. Agustien Suhubdy Suhubdy Suhubdy Suhubdy Suhubdy Suhubdy Sukarne Sukarne Sumadiasa , I Wayan Lanus Syamsul Hidayat Dilaga, Syamsul Hidayat Tanda Panjaitan Taqiuddin, Moh. Uhud Abdullah Unsunnidhal, Lalu Vebera Maslami Villano, Renato Andrin Wandira, Ica Ayu Wiwik Handayani Yulia Azmi Khotimah Yusuf Ahyar Sutaryono Yusuf Akhyar Sutaryono Zaid Al Gifari