I Made Niko Winaya
Program Studi Fisioterapi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar

Published : 80 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

INTERVENSI MICRO WAVE DIATHERMY DAN SLOW STROKE BACK MASSAGE LEBIH EFEKTIF DIBANDINGKAN DENGAN MICRO WAVE DIATHERMY DAN WILLIAM FLEXION EXERCISE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA KASUS MYOGENIC LOW BACK PAIN Ni Komang Ayu Juniantari; Gede Parta Kinandana; Putu Ayu Sita Saraswati; I Made Niko Winaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 2 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.357 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2018.v06.i02.p11

Abstract

ABSTRAK Myogenic low back pain merupakan suatu sindroma nyeri punggung bawah yang disebabkan oleh ketegangan otot-otot di sekitar punggung bawah dan merupakan work related musculoskeletal disorder. Tujuan penelitian ini untukmembuktikan perbedaan efektivitas antara intervensi slow stroke back massage dan William flexion exercise terhadappeningkatan kemampuan fungsional pada penderita myogenic low back pain.. Penelitian ini merupakan penelitianeksperimental dengan pre dan post test control group design. Jumlah sampel sebanyak 36 orang yang dibagi menjadidua kelompok. Kelompok 1 diberikan intervensi slow stroke back massage dan Kelompok 2 diberikan intervensi Williamflexion exercise. Kedua kelompok mendapatkan intervensi microwave diathermy sebagai terapi awal. Pengukurankemampuan fungsional punggung bawah menggunakan MOLDBQ. Uji hipotesis menggunakan paired sample t-testdidapatkan hasil p=0,000 dengan selisih pre dan post 20,12±1,445 pada Kelompok 1, sedangkan pada Kelompok 2didapatkan hasil p=0.000 dengan selisih pre dan post 9.94±0.854. Uji perbandingan dengan independent sample t-testdidapatkan beda selisih p=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hasil uji statistik, dapat disimpulkan bahwa intervensi slowstroke back massage lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan fungsional dibandingkan dengan William flexionexercise pada penderita myogenic low back pain. Kata Kunci: myogenic low back pain, slow stroke back massage, William flexion exercise, microwave diathermy,MOLDBQ
THE FREKUENSI LATIHAN 3 KALI SEMINGGU PADA TARI BARIS MODERN DAPAT MENURUNKAN PRESENTASE LEMAK TUBUH Ni Made Ari Pradnyawati; M. Irfan; I Made Niko Winaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 2 No 2 (2014): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.081 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2014.v02.i02.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan presentase lemak tubuh pada tari Baris Modern dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan selama 8 minggu agar didapatkan hasil yang maksimal. Rancangan penelitian ini adalah observasional dengan studi Kohort. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang mengkaji antara variabel independen dan variabel dependen, dimana pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive sampling. Pemilihan sampel dengan menetapkan subjek yang memenuhi kriteria penelitian dan dimasukkan dalam penelitian. Subjek penelitian adalah siswi SMP Harapan Tabanan yang mengikuti ekstrakurikuler tari yang memiliki IMT > 18 dan berjumlah 10 orang. Analisis statistik penelitian ini menggunakan uji t-test of related (paired sample t-test. Hasil uji homogenitas menggunakan uji Shapiro-Wilk Test menunjukkan bahwa nilai p = 0,786 ( p > 0,05 ) untuk sebelum intervensi dan nilai p = 0.366 setelah intervensi. Untuk uji hipotesis dilakukan dengan uji parametrik atau uji t-paired. Nilai t hitung yang diperoleh 3,537 dengan nilai p = 0.006 dengan nilai ? = 0,05. Hal ini berarti bahwa frekuensi latihan 3 kali seminggu pada tari Baris Modern dapat menurunkan presentase lemak tubuh.
PERBEDAAN PEMBERIAN LATIHAN SQUAT DENGAN CALF RAISES PADA INTERVENSI PLYOMETRIC JUMP TO BOX TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK EKSTREMITAS BAWAH EKSTRAKURIKULER BASKET SMA DI DENPASAR Wahyu Gunarto; I Made Niko Winaya; I Putu Adiartha Griadhi; Luh Made Indah Sri Handari Adiputra
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 2 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.691 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i02.p03

Abstract

Daya ledak dapat ditingkatkan dengan latihan Plyometric Jump To Box dan mampu dioptimalkan dengan dikombinasikan oleh latihan Squat maupun Calf Raises. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran umum tentang latihan Squat, Calf Raises, dan Plyometric Jump To Box terhadap daya ledak ekstremitas bawah. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Randomized Pre and Post Test Group Design. Sebanyak 22 sample penelitian dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Diketahui selisih rerata sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok 1 sebesar 06,27 ± 3,165 sedangkan pada kelompok 2 sebesar 08,09 ± 3,986 dengan nilai p = 0,25 (p > 0,05) yang berarti tidak ada perbedaan secara signifikan antara kelompok 1 dengan kelompok 2. Sehingga dapat dikatakan latihan squat sama baiknya dengan latihan Calf Raises pada Intervensi Plyometric Jump To Box terhadap peningkatan daya ledak ekstremitas bawah.Kata Kunci: Daya Ledak, Plyometric Jump To Box, squat, calf raises
HUBUNGAN HUBUNGAN LAMA DURASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KUALITAS TIDUR PADA USIA 19-22 TAHUN Baiq Leny Suhartati; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Ari Wibawa; I Made Niko Winaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 9 No 1 (2021): Majalah Ilimiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2021.v09.i01.p06

Abstract

Media sosial meningkatkan konektivitas antar individu sehingga memberikan peluang untuk memperoleh dan berbagi informasi. Pengguna internet tahun 2017 didominasi oleh usia 19-34 tahun dan merupakan masa mengembangkan diri dengan memperluas relasi sosial. Penggunaan media sosial yang intens dapat menyebabkan penggunanya merasakan kesenangan hingga tercandu dan membuat durasi penggunaan media sosial semakin lama sehingga menyebabkan terganggunya pengaturan hormon melatonin saat malam hari dan menyebabkan jam tidur lebih lama sehingga mempengaruhi kualitas tidur individu. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional analitik yang dilakukan pada bulan April hingga Mei 2019. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive dengan jumlah 46 sampel. Sampel mengisi kuesioner identitas dan data subyek serta kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengetahui durasi penggunaan media sosial perharinya dan kualitas tidur sampel. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji spearman. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p=0,037), tingkat kekuatan hubungan korelasi sedang (r=0.308), dan hubungan bersifat searah (r=0,308) antara durasi penggunaan media sosial dengan kualitas tidur. Penggunaan internet dan kecanduan media sosial dipengaruhi oleh keyakinan metakognitif tentang pemikiran dan pengaturan diri seseorang. Penggunaan media sosial yang intens dan kebiasaan membawa smartphone ketempat tidur membuat durasi penggunaan media sosial semakin lama sehingga menyebabkan terganggunya pengaturan hormon melatonin dan menyebabkan jam tidur lebih lama serta memengaruhi kualitas tidur individu. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan lama durasi penggunaan media sosial dengan kualitas tidur pada usia 19-22 tahun yang mana semakin tinggi durasi penggunaan media sosial maka semakin buruk kualitas tidur pengguna. Kata Kunci: durasi, kualitas tidur, media sosial
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI ANAK USIA 8 – 12 TAHUN DI SEKOLAH DASAR SARASWATI TABANAN Desak Made Wahyu Ariningsih; I Made Niko Winaya; I Wayan Gede Sutadarma
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 6 No 3 (2018): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.847 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2018.v06.i03.p02

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to know correlation between obesity and peak expiratory flow rate in children. This study was done in April 2017. The design of the study was correlational with the cross-sectional method. The samples in this study were obesity children in Saraswati Tabanan primary school of 8-12 years old as many as 55 samples based on consecutive sampling technique. Based on Pearson Correlation test to determine the relationship between obesity with peak expiratory flow rates the results showed a moderate negative association between obesity with peak expiratory flow rates of children with p = 0,000 and r = -0.524. This shows that the higher value of BMI obesity category in children, the lower peak expiratory flow rate value is. The results of this study shows that there was a significant relationship with moderate correlation between obesity with peak expiratory flow rate of the 8-12 year old children at Saraswati Tabanan Primary School Keywords: obesity, peak expiratory flow rate, peak flow meter
PERBEDAAN ANTARA PILATES EXERCISE DENGAN PROPIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITATION (PNF) STRETCHING DALAM MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS LUMBAL PADA REMAJA PUTRI USIA 16–18 TAHUN Ni Putu Dita Kristinayanti; I Made Niko Winaya; I Made Muliarta
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 7 No 2 (2019): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.331 KB) | DOI: 10.24843/MIFI.2019.v07.i02.p01

Abstract

Fleksibilitas adalah gerakan maksimal yang dilakukan suatu lingkup persendian dan adanya pemanjangan otot sehingga dapat bergerak secara leluasa dan komponen yang perlu dijaga agar bisa menunjang aktivitas kerjanya. Intervensi yang dapat diberikan yaitu Pilates Exercise dan PNF Stretching. Hasil uji hipotesis dengan paired sample t-test pada Kelompok Pilates Exercise didapatkan peningkatan 9,64 cm (p= 0,000), sedangkan pada Kelompok PNF Stretching didapatkan peningkatan 10,75 cm (p= 0,000). Independent t-test digunakan untuk menguji perbedaan peningkatan antara Kelompok Pilates Exercise dan Kelompok PNF Stretching dengan perolehan nilai p= 0,402. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan peningkatan fleksibilitas lumbal antara pilates exercise dengan PNF Stretching pada remaja putri usia 16-18 tahun.Kata Kunci: Fleksibilitas lumbal, Pilates Exercise, PNF Stretching
THE KOMBINASI INTERVENSI MILL’S MANIPULATION DAN ULTRASOUND SAMA BAIK DENGAN KOMBINASI TRANSVERSE FRICTION DAN ULTRASOUND TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA TENNIS ELBOW TIPE II Dwi Halim Kevin Gautama; I made Niko Winaya; I Made Muliarta
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 3 No 1 (2015): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor of Physiotherapy and Physiotherapy Profession Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2015.v03.i01.p01

Abstract

Daily activities that involve excessive work of the upper extremity can cause problems to the lateral humeral epycondylus known as tennis elbow. The purpose of this research was to compare the combination of mill’s manipulation and ultrasound with combination of transverse friction and ultrasound to reduce pain in tennis elbow type II. This research used an experimental research with Pre and Post Test Two Group Design. Samples were divided into two treatment groups, which are mill’s manipulation and ultrasound group that consists of 10 samples and transverse friction and ultrasound group that consists of 10 samples. The measured data is VAS (Visual Analogue Scale) before and after the intervention. The result of this research is, Group 1 occurring on average decrease with p=0.000 (p>0.05), while on Group 2 occurring on average decrease with p=0.000 (p>0.05), once compared Group 1 and Group 2 p=0.697 (p>0.05), meaning that there was no significant difference in the decrease in VAS score between the two groups. From this research it can be concluded that the combination of mill’s manipulation and ultrasound showed no significant result as combination of transverse friction and ultrasound to reduce pain in tennis elbow type II.
Deep Cervical Muscle Exercise Versus Soft Tissue Mobilization In Non-Specific Neck Pain Ni Komang Ayu Juni Antari; Made Hendra Satria Nugraha; I Made Niko Winaya; Putu Rama Adhityadharma
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 6 Number 2 Year 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v0i0.285

Abstract

Background: Neck pain is a common health problem in the working population. When studied by the International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF), the problems that arise in non-specific neck pain include: neck pain, limited joint motion, and decreased functional ability in carrying out daily activities. The aim of this study was to compare the effectiveness of combination ultrasound therapy (UST) and deep cervical muscle exercise (DCME) versus combination ultrasound therapy (UST) and soft tissue mobilization (STM) on non-specific neck pain. Methods: This research was experimental with a randomized pre-test and post-test control group design, in which the study participants were divided into two groups randomly. The study participants were 20 people who were divided into the control group (n = 10) who were given the combined intervention of UST and DCME while the treatment group (n = 10) were given the combined intervention of UST and STM. Therapeutic evaluation measurement tools include: pain scale in the form of numeric rating scale and neck disability in the form of neck disability index. The research was carried out in the independent physiotherapy practice in Denpasar and Badung. The intervention was given 3 times in 3 weeks. Results: The results showed a decrease in neck pain and disability in each intervention group (p <0.05). However, there were no significant differences when compared between groups. Conclusion: Based on these results, it can be concluded that the combination of UST and DCME has the same results as the combination of UST and STM in reducing neck pain and disability in non-specific neck pain.
PEMERIKSAAN DISABILITAS, SOSIALISASI POSTUR KERJA, PELATIHAN PEREGANGAN AKTIF, SERTA PELAYANAN KESEHATAN FISIOTERAPI DALAM MENANGANI NYERI PUNGGUNG BAWAH Made Hendra Satria Nugraha; Anak Agung Gede Angga Puspa Negara; I Made Niko Winaya; I Putu Gde Surya Adhitya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.935

Abstract

Nyeri punggung bawah non-spesifik atau nonradikal merupakan tipe nyeri punggung bawah yang tidak termasuk dalam patologi spesifik yang dikenal dan diketahui. Nyeri punggung bawah non-spesifik membatasi aktivitas sehari-hari dan menyebabkan ketidakmampuan dalam melakukan pekerjaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hilirisasi hasil penelitian sebelumnya yaitu mengenai pemberian modalitas ultrasound therapy, pemasangan kinesio tape, pelatihan peregangan aktif, serta pelayanan kesehatan fisioterapi berupa terapi latihan dalam mengatasi nyeri punggung bawah. Kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh 51 peserta. Pada 51 responden terdiri atas 13 responden berjenis kelamin laki – laki dan 38 responden berjenis kelamin perempuan. Tekanan darah rata-rata sistolik/diastolik (125/80 mmHg). Dari 51 responden, sebanyak 12 responden mengeluhkan disabilitas punggung bawah dengan rerata 7,92 (15,84%) atau tergolong ke dalam kategori disabilitas minimal. Acara diakhiri dengan penyerahan matras yang dapat digunakan oleh peserta sebagai sarana dalam melakukan pelatihan peregangan dan stabilitas serta sensory motor training.
SEDENTARY LIFESTYLE TERHADAP KEMAMPUAN MEMORI JANGKA PENDEK PADA MAHASISWA Muhammad Rival Verdian; Putu Ayu Sita Saraswati; Gede Parta Kinandana; I Made Niko Winaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p08

Abstract

Pendahuluan: Sedentary lifestyle adalah setiap kegiatan yang dilakukan dalam posisi duduk, bersandar, ataupun berbaring. Perilaku tersebut dapat berupa membaca, menonton TV, menggunakan komputer, dan lain lain. Sedentary lifestyle dapat menghambat produksi pada neuroptopin yang membuat transmisi sinaps otak terganggu sehingga mempengaruhi kemampuan memori jangka pendek. Penelitian memiliki tujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara sedentary lifestyle terhadap kemampuan memori jangka pendek pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan Februari 2022. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan didapatkan jumlah sebanyak 51 subjek yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Peneliti mengukur sedentary lifestyle menggunakan Adult Sedentary Behaviour Questionnaire (ASBQ). Kemudian peneliti mengukur kemampuan memori jangka pendek subjek dengan alat ukur Scenery Picture Memory Test (SPMT). Hasil: Analisis Uji Korelasi Spearman’s Rho menghasilkan nilai p 0,034 (<0,05) serta koefisien korelasi sebesar -0,298. Simpulan: Terdapat hubungan yang tidak searah, cukup kuat, dan signifikan antara sedentary lifestyle dan memori jangka pendek pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Semakin tinggi tingkat sedentary lifestyle maka memori jangka pendek akan semakin rendah Kata Kunci: sedentary lifestyle, memori jangka pendek, mahasiswa
Co-Authors A.A Arista Shinta Adhitya, I Putu Gde Surya Agung Wiwiek Indrayani Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Anak Agung Sagung Dhriti Anggita Saraswati Arnaya Antari, Ni Komang Ayu Juni Arga Khariyono Ari Wibawa Ari Wibawa Ayu Ulul Azmi Ayunindya, Dewa Ayu Agung Megaretha Baiq Leny Suhartati CHOIRUL ANWAR Cokorda Istri Ajeng Prameswari Dedi Silakarma Desak Made Wahyu Ariningsih Dewa Ayu Chintya Antari Dewa Ayu Inten Primayanti Dewa Ayu Ketut Indriani Putri Dewa, Wira Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi, Kadek Ayu Rosita Dewi, Ni Made Ovilianty Chandra Dhea Laila Qodriya Dwi Halim Kevin Gautama Endah Sulistyowardani Fitrotul Imaniyah Fydananda Nimas Pahlevi Galuh Aullia Pratiwi Gede Parta Kinandana Gede Parta Kinandana Helena Jelita Hera I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Gede Alit Kamayoga I Gede Adi Susila Wesnawa I Gede Made Nugi Nugraha I Gusti Agung Ayu Ari Candra Laksmi I Gusti Agung Ayu Narita Savitri I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Surya Nirmala I Made Aditya Pramana Kasidi I Made Ady Wirawan I Made Buda Kurniantara I Made Dhita Prianthara I Made Krisna Dinata I MADE MULIARTA . I Nyoman Adi Putra I P G. Adiatmika I Putu Adi Merta I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Yudi Pramana Putra I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Sugiritama Ida Ayu Dewi Wiryanthini Ida Ayu Harnum Febry Wiguna Ida Kurniawati, Ida Indira Vidiari Juhanna Intara Putri, Pande Putu Prami Ketut Sutirama Cagi Putra Komang Ayu Trisnadewi Komang Trisna Bayu Suta L. Ade Sintia Devi Lidia Valentin Luh Gede Ayu Sri Nadi Wahyuni Luh Kadek Asri Junita Dewi Negara Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Nia Sari Devi Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Ratna Sundari M Widnyana M. Irfan Made Adhi Dharma Setiawan Made Aditya Yogi Guntara Made Bisma Wibawa Made Eva Nata Putri Made Hendra Satria Nugraha Made Widnyana Made Yoga Prabawa Made Yoga Prabawa Muhammad Agung Satrio Muhammad Irfan Muhammad Rival Verdian Nadila Sari, Putri Negara, Anak Agung Gede Angga Puspa Ni Kadek Angel Puri Asih Ni Ketut Dewita Putri Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Komang Juni Ayu Antari Ni Luh Ade Utari Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Nopi Andayani, Ni Luh Nopi Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Ameondari Ni Made Ari Pradnyawati Ni Made Dwi Dayanti Martini Ni Made Linawati Ni Nyoman Melani Karang Ni Nyoman Satria Mas Agusti Ni Nyoman Wahyuni Ni Putu Ayu Sasmita Sari Ni Putu Dita Kristinayanti Ni Putu Haryska Wulan Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Putra, Gede Ariantika Putu Adhika Satria Utama Wicaksana Aji Amertha Putu Ayu Sita Saraswati Putu Leli Juniari Putu Mulya Kharismawan Putu Rama Adhityadharma Putu Rina Indahsari Ramantika, Ni Nengah Esti Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati, Putu Ayu Sita Sayu Aryantari Putri Thanaya Suputri, Ni Wayan Bintang Mida Thanaya, Sayu Aryantari Putri Tirza Nanda Kristanti Valerie, Regina Wahyu Gunarto Wahyuni Novianti, I Gusti Ayu Sri Wijaya, Gede Wahyu Pratama