I Made Niko Winaya
Program Studi Fisioterapi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar

Published : 80 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT KECEMASAN TERHADAP PERUBAHAN DENYUT NADI KERJA MAHASISWA FISIOTERAPI SAAT MENGHADAPI OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) PERTAMA Dhea Laila Qodriya; I Putu Yudi Pramana Putra; I Made Niko Winaya; I Gusti Ayu Artini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p06

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa tingkat satu adalah status yang digunakan mahasiswa pada tahun pertama perkuliahannya dimana mahasiswa tersebut rentan mengalami gangguan kecemasan karena banyak terjadi perubahan dalam kehidupannya. Program studi Sarjana Fisioterapi Universitas Udayana tergabung dalam Fakultas Kedokteran dimana pada Fakultas Kedokteran mahasiswa harus menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang digunakan sebagai metode penilaian klinik dan memiliki standar penilaian tinggi serta bersifat kompetisi sehingga dapat menimbulkan gangguan kecemasan. Kecemasan dapat menyebabkan banyak perubahan pada tubuh, salah satunya perubahan denyut nadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan perubahan denyut nadi kerja saat menghadapi OSCE pertama pada mahasiswa Fisioterapi tingkat satu di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik cross-sectional yang dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling dan didapatkan sampel sebesar 49 orang mahasiswa Fisioterapi tingkat satu angkatan 2021 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kuesioner yang digunakan yaitu Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengetahui tingkat kecemasan dan denyut nadi diukur menggunakan oximeter sebanyak 2 kali untuk mengetahui perubahannya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji spearman. Hasil: Hasil analisis bivariat didapatkan nilai p=0,000, p<0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima serta nilai r=0,521 yang berarti terdapat tingkat korelasi yang kuat antar variabel. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan korelasi yang kuat antara tingkat kecemasan dengan perubahan denyut nadi kerja saat menghadapi OSCE pertama pada mahasiswa Fisioterapi tingkat satu di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, sehingga semakin berat tingkat kecemasan maka semakin tinggi pula perubahan denyut nadinya. Kata Kunci: mahasiswa tingkat satu, OSCE, perubahan denyut nadi, tingkat kecemasan
KEKUATAN OTOT CORE MEMENGARUHI KECEPATAN RENANG GAYA BEBAS 50 METER PADA ATLET RENANG KOTA DENPASAR Ayu Ulul Azmi; I Made Niko Winaya; Ni Komang Juni Ayu Antari; Sayu Aryantari Putri Thanaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p14

Abstract

Pendahuluan: Renang merupakan aktivitas fisik yang dilakukan dalam air menggunakan seluruh atau sebagian anggota tubuh termasuk area core. Olahraga renang selain bermanfaat bagi kesehatan juga dapat menjadi hobi, rekreasi bahkan untuk mencapai prestasi melalui perlombaan. Banyak faktor yang menjadi pengaruh dalam mencapai prestasi olahraga renang yang mengutamakan kecepatan dalam penilaian perlombaan, salah satunya komponen fisik kekuatan. Aktivitas renang membutuhkan keseimbangan dan kestabilan selama berenang untuk mencapai finish yang lebih efisien dan cepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kekuatan otot core dengan kecepatan renang gaya bebas berjarak 50 meter pada atlet renang Kota Denpasar, Bali. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian berupa observasional analitik cross sectional dengan teknik purposive sampling yang dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022. Jumlah responden yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 53 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kekuatan otot core menggunakan One Minute Sit-up Test dan kecepatan renang gaya bebas 50 meter diukur menggunakan stopwatch dengan hitungan detik. Hasil: Analisis data yang telah dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho pada penelitian ini memperoleh nilai data signifikansi sebesar 0,004 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar -0,393 yang artinya tingkat kekuatan hubungan kedua variabel adalah cukup dengan arah korelasi negatif, yang berarti hubungan berbanding terbalik antar kedua variabel. Simpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot core dengan kecepatan renang gaya bebas 50 meter pada atlet renang Kota Denpasar. Semakin tinggi kekuatan otot core, semakin rendah nilai kecepatan renang atau semakin cepat Kata Kunci: Kekuatan otot core, kecepatan renang, gaya bebas, atlet renang.
PERILAKU SEDENTARI BERHUBUNGAN DENGAN KEADAAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA: SEBUAH STUDI CROSS-SECTIONAL Endah Sulistyowardani; I Made Niko Winaya; I Made Krisna Dinata; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p15

Abstract

Pendahuluan: Remaja adalah keIompok usia 10-18 tahun. Remaja dianggap sebagai masa yang paIing sehat, namun faktanya tidak demikian. MasaIah kesehatan dapat terjadi pada remaja berhubungan dengan tekanan darah. SaIah satu faktor yang dapat memengaruhi tekanan darah adaIah periIaku sedentari atau kurangnya aktivitas fisik terIebih Iagi pada kondisi pandemi COVID-19 dan era modern yang serba digitaI memudahkan segaIa haI untuk diIakukan. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan periIaku sedentari dengan tekanan darah pada remaja usia 15-17 tahun di Denpasar. Metode: Rancangan peneIitian anaIitik cross-sectional dengan teknik pengambiIan sampeI menggunakan metode purposive sampling dengan sampeI berjumIah 76 orang. VariabeI dependen adalah tekanan darah yang diukur menggunakan sphygmomanometer dan variabeI independen adalah periIaku sedentari yang diukur dengan menggunakan AdoIescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Uji hipotesis yang digunakan adaIah KruskaI WaIIis untuk mengetahui apakah ada hubungan antara periIaku sedentari dengan tekanan darah. Hasil: HasiI dari peneIitian ini menunjukkan niIai p=0,000 (p<0,05) antara periIaku sedentari dengan tekanan darah sistoIik dan niIai p=0,005 (p<0,05) antara periIaku sedentari dengan tekanan darah diastoIik. Simpulan: Terdapat hubungan antara periIaku sedentari dengan tekanan darah pada remaja usia 15-17 tahun di Denpasar. Kata Kunci: perilaku sedentari, tekanan darah, remaja
KONTROL STABILITAS LUMBAL DENGAN BIRD DOG EXERCISE UNTUK MENCEGAH KEJADIAN CEDERA EKSTREMITAS BAWAH OLAHRAGA SURFING PADA WISATAWAN Ni Nyoman Wahyuni; I Made Niko Winaya; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; Made Hendra Satria Nugraha
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v16i2.289

Abstract

Abstrak Surfing menjadi sebuah olahraga yang diminati banyak orang termasuk wisatawan. Surfing sendiri memiliki risiko cedera seperti olahraga pada umumnya. Cedera pada olahraga surfing banyak terjadi pada ekstremitas bawah karena berbagai faktor. Maka dari itu, perlu adanya penguatan otot tertentu untuk menjaga stabilitas guna mencegah cedera pada ekstremitas bawah. Tujuan penulisan review ini adalah untuk mengetahui apakah dengan kontrol stabilitas lumbal dengan bird dog exercise dapat mencegah kejadian cedera pada ekstremitas bawah olahraga surfing pada wisatawan. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka yang disusun dengan menggunakan data sekunder berupa jurnal penelitian yang berkaitan dengan keseimbangan lumbal, mencegah kejadian cedera, eksktremitas bawah, olahraga surfing, dan wisatawan yang didapatkan melalui Google Schoolar dan PubMed. Penurunan angka cedera ekstremitas bawah pada peselancar dapat dicegah dengan melakukan sebuah latihan untuk stabilitas lumbal. Latihan yang paling penting untuk mejaga stabilitas lumbal adalah stabilitas core. Latihan stabilitas core seperti bird dig exercise dapat menguatkan otot hingga ke bagian deep layer, khususnya erector spine dan multifidus. Berdasarkan kajian pustaka yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kontrol stabilitas lumbal dengan bird dog exercise dapat mencegah kejadian cedera pada ekstremitas bawah olahraga surfing pada wisatawan.
Indeks Massa Tubuh Berhubungan dengan Kecepatan Waktu Reaksi Auditori pada Anak Usia 8-11 Tahun I Gusti Agung Ayu Ari Candra Laksmi; I Made Niko Winaya; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; Made Hendra Satria Nugraha
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i02.p15

Abstract

Pendahuluan: Indeks massa tubuh yang tidak normal dapat memengaruhi kecepatan waktu reaksi auditori pada anak. Waktu reaksi auditori merupakan kemampuan seseorang untuk memberikan respon terhadap rangsangan suara yang datang dengan waktu secepat-cepatnya. Waktu reaksi auditori berperan penting dalam mendukung kegiatan pembelajaran anak di sekolah. Tujuan penelitian ini yakni untuk mencari tahu hubungan antara indeks massa tubuh dengan kecepatan waktu reaksi auditori pada anak usia 8-11 tahun di SD Negeri 5 Peguyangan. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek yaitu 77 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur indeks massa tubuh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan sedangkan kecepatan waktu reaksi auditori diukur dengan millisecond software (simple auditory reaction time). Hasil: Berdasarkan uji analisis non parametrik spearman rho dari indeks massa tubuh dengan kecepatan waktu reaksi auditori didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) dan koefisien korelasi r=0,492. Simpulan: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kecepatan waktu reaksi auditori pada anak usia 8-11 tahun di SD Negeri 5 Peguyangan. Kata Kunci: waktu reaksi auditori, indeks massa tubuh, anak
Adiksi Smartphone dengan Postur Forward Head pada Siswa SMA: Studi Observasional Ketut Sutirama Cagi Putra; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; I Made Niko Winaya; Ni Komang Ayu Juni Antari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2024.v12.i01.p01

Abstract

Pendahuluan: Siswa SMA merupakan salah satu kelompok masyarakat yang aktif menggunakan teknologi, termasuk penggunaan smartphone. Penggunaan smartphone yang tidak terkendali dan berkelanjutan dapat mengakibatkan kondisi adiksi smartphone. Adiksi atau kecanduan smartphone adalah kondisi di mana seseorang sangat terikat pada penggunaan smartphone dan sulit untuk menghentikannya. Kondisi kecanduan ini dapat berdampak negatif, salah satunya terkait dengan keluhan postur seperti Forward Head Posture (FHP). Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 60 orang yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian yang dikumpulkan mencakup tingkat adiksi smartphone yang diukur dengan kuesioner Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV), serta pengukuran derajat Craniovertebra Angle (CVA) untuk menentukan FHP, yang diukur menggunakan teknik fotogrametri. Hasil: Uji hipotesis chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara tingkat adiksi smartphone dan kejadian FHP pada siswa SMA Negeri 1 Semarapura. Hasil uji menunjukkan nilai p sebesar 0,025 (p < 0,05), menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat adiksi smartphone dan kejadian FHP pada siswa SMA Negeri 1 Semarapura. Kata Kunci: adiksi, smartphone, forward head posture, siswa, SMA
The relationship between mobile online gameplay duration and sleep quality in the latest adolescents Putra, Gede Ariantika; Ari Wibawa; Antari, Ni Komang Ayu Juni; Winaya, I Made Niko
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v4i2.121

Abstract

Background: One of adolescents' popular physical activities and entertainments is playing online games. Playing online games with excessive duration can cause poor sleep quality. This study aimed to determine whether there is a relationship between the duration of playing mobile online games with sleep quality in late adolescents at senior high school 1 Dawan, Bali, Indonesia. Methods: The research method used is analytic observational with a cross-sectional design and purposive sampling method. The total sample obtained is 91 samples according to the specified criteria. Data were collected by measuring the duration of playing player unknown's battlegrounds (PUBG) mobile with a questionnaire on the duration of playing online games and measuring sleep quality with the pittsburgh sleep quality index (PSQI) questionnaire. Results: Based on the results of testing the data using spearman rho analysis, the results obtained were p= 0.002. Conclusion: Based on the study's results, it can be concluded that there is a relationship between the duration of mobile online games and sleep quality in late adolescents.
The relationship between body mass index and musculoskeletal disorders among tailors Ayunindya, Dewa Ayu Agung Megaretha; Tianing, Ni Wayan; Winaya, I Made Niko; Muliarta, I Made
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v4i2.134

Abstract

Background: Humans have a demand to have more abilities so that the role produced is as desired. Muscles and bones are important for workers to do their jobs. Complaints related to muscles and bones can be called musculoskeletal disorders. Body mass index (BMI) is one of the factors influencing the incidence of musculoskeletal problems. This is because people with a high score of BMI will try to support their weight by tightening the muscles in their lower back. On the other hand, if this happens frequently, the spinal cord pads will be under a lot of pressure. This study aimed to establish a relationship between BMI and musculoskeletal disorders. Methods: This study used analytic observational cross-sectional research as the study design. Were 53 individuals used as samples in this study utilizing a purposive sampling method based on exclusion and inclusion criteria. Results: Data on BMI and musculoskeletal disorders were analyzed using the Pearson correlation test, which found a significant correlation of p=0.000 (p<0.05). Conclusion: Based on the study's results, it can be concluded that there was a relationship between BMI and musculoskeletal disorders among tailors in Denpasar City.
Effectiveness of additional Tabata in conventional exercise for cardiorespiratory endurance in football athletes Ramantika, Ni Nengah Esti; Antari, Ni Komang Ayu Juni; Winaya, I Made Niko; M. Widnyana
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v4i2.141

Abstract

Background: Tabata exercise is the high-intensity interval training (HIIT) category that includes various motions. Exercise can increase cardiorespiratory endurance. The Cooper Test's VO2 max value can be used to assess a person's cardiorespiratory endurance. Methods: A simple random sample methodology is employed in the study method, a randomized controlled trial. Two weeks were spent conducting this study. A total of 36 men with male sex who were split into two groups served as the study's samples. Eighteen people total, comprising the conventional exercise with Tabata and conventional exercise only. Pairwise simple t-tests and independent t-tests were employed for data analysis. Results: Based on the paired simple t-test calculation findings, it was determined that hypothesis was approved in the intervention group because the P-value was 0.000 (p< 0.050). Still, it was rejected in the control group because the value was 0.083 (p> 0.050). The significance between the two groups was 0.000 (p< 0.050), according to the findings of computing the post-test data and the difference between the pre-test and the post-test using the independent t-test. The two groups differed significantly from one another. Conclusion: There were differences in effectiveness between additional Tabata in conventional exercise and conventional exercise only in cardiorespiratory endurance changes.
The relationship between leg muscle strength and functional mobility in the elderly I Gede Made Nugi Nugraha; Winaya, I Made Niko; Negara, Anak Agung Gede Angga Puspa; Andayani, Ni Luh Nopi
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): January-June 2024
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v5i1.172

Abstract

Background: The elderly are individuals who experience a slow ageing process that can cause a decrease in physical function and condition. A noticeable decrease in function in the elderly is a decrease in muscle mass. This study aimed to determine the relationship between leg muscle strength and functional mobility ability in the elderly. This study aimed to determine the relationship between leg muscle strength and functional mobility in the elderly. Methods: The design of this study was observational analytic with a cross-sectional study direction. At the research site at Puskesmas II Tabanan, the number of research subjects was 63 older people aged 60-69 years. A 30-second chair stand test measures leg muscle strength, while a timed up-and-go test measures functional mobility ability. Results: The results of the association test using Spearman's Rho Test obtained a correlation coefficient value (r) -0.535 with a p-value=0.000 (p<0.05), which means there is a strong significant relationship that is negative in both variables. Conclusion: There was a strong negative significant relationship between leg muscle strength and functional mobility ability in the elderly at Puskesmas II Tabanan.
Co-Authors A.A Arista Shinta Adhitya, I Putu Gde Surya Agung Wiwiek Indrayani Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Anak Agung Sagung Dhriti Anggita Saraswati Arnaya Antari, Ni Komang Ayu Juni Arga Khariyono Ari Wibawa Ari Wibawa Ayu Ulul Azmi Ayunindya, Dewa Ayu Agung Megaretha Baiq Leny Suhartati CHOIRUL ANWAR Cokorda Istri Ajeng Prameswari Dedi Silakarma Desak Made Wahyu Ariningsih Dewa Ayu Chintya Antari Dewa Ayu Inten Primayanti Dewa Ayu Ketut Indriani Putri Dewa, Wira Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi, Kadek Ayu Rosita Dewi, Ni Made Ovilianty Chandra Dhea Laila Qodriya Dwi Halim Kevin Gautama Endah Sulistyowardani Fitrotul Imaniyah Fydananda Nimas Pahlevi Galuh Aullia Pratiwi Gede Parta Kinandana Gede Parta Kinandana Helena Jelita Hera I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Gede Alit Kamayoga I Gede Adi Susila Wesnawa I Gede Made Nugi Nugraha I Gusti Agung Ayu Ari Candra Laksmi I Gusti Agung Ayu Narita Savitri I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Surya Nirmala I Made Aditya Pramana Kasidi I Made Ady Wirawan I Made Buda Kurniantara I Made Dhita Prianthara I Made Krisna Dinata I MADE MULIARTA . I Nyoman Adi Putra I P G. Adiatmika I Putu Adi Merta I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Yudi Pramana Putra I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Sugiritama Ida Ayu Dewi Wiryanthini Ida Ayu Harnum Febry Wiguna Ida Kurniawati, Ida Indira Vidiari Juhanna Intara Putri, Pande Putu Prami Ketut Sutirama Cagi Putra Komang Ayu Trisnadewi Komang Trisna Bayu Suta L. Ade Sintia Devi Lidia Valentin Luh Gede Ayu Sri Nadi Wahyuni Luh Kadek Asri Junita Dewi Negara Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Nia Sari Devi Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Ratna Sundari M Widnyana M. Irfan Made Adhi Dharma Setiawan Made Aditya Yogi Guntara Made Bisma Wibawa Made Eva Nata Putri Made Hendra Satria Nugraha Made Widnyana Made Yoga Prabawa Made Yoga Prabawa Muhammad Agung Satrio Muhammad Irfan Muhammad Rival Verdian Nadila Sari, Putri Negara, Anak Agung Gede Angga Puspa Ni Kadek Angel Puri Asih Ni Ketut Dewita Putri Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Komang Juni Ayu Antari Ni Luh Ade Utari Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Nopi Andayani, Ni Luh Nopi Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Ameondari Ni Made Ari Pradnyawati Ni Made Dwi Dayanti Martini Ni Made Linawati Ni Nyoman Melani Karang Ni Nyoman Satria Mas Agusti Ni Nyoman Wahyuni Ni Putu Ayu Sasmita Sari Ni Putu Dita Kristinayanti Ni Putu Haryska Wulan Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Putra, Gede Ariantika Putu Adhika Satria Utama Wicaksana Aji Amertha Putu Ayu Sita Saraswati Putu Leli Juniari Putu Mulya Kharismawan Putu Rama Adhityadharma Putu Rina Indahsari Ramantika, Ni Nengah Esti Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati, Putu Ayu Sita Sayu Aryantari Putri Thanaya Suputri, Ni Wayan Bintang Mida Thanaya, Sayu Aryantari Putri Tirza Nanda Kristanti Valerie, Regina Wahyu Gunarto Wahyuni Novianti, I Gusti Ayu Sri Wijaya, Gede Wahyu Pratama