I Made Niko Winaya
Program Studi Fisioterapi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar

Published : 74 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT KECEMASAN TERHADAP PERUBAHAN DENYUT NADI KERJA MAHASISWA FISIOTERAPI SAAT MENGHADAPI OBJECTIVE STRUCTURED CLINICAL EXAMINATION (OSCE) PERTAMA Dhea Laila Qodriya; I Putu Yudi Pramana Putra; I Made Niko Winaya; I Gusti Ayu Artini
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p06

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa tingkat satu adalah status yang digunakan mahasiswa pada tahun pertama perkuliahannya dimana mahasiswa tersebut rentan mengalami gangguan kecemasan karena banyak terjadi perubahan dalam kehidupannya. Program studi Sarjana Fisioterapi Universitas Udayana tergabung dalam Fakultas Kedokteran dimana pada Fakultas Kedokteran mahasiswa harus menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang digunakan sebagai metode penilaian klinik dan memiliki standar penilaian tinggi serta bersifat kompetisi sehingga dapat menimbulkan gangguan kecemasan. Kecemasan dapat menyebabkan banyak perubahan pada tubuh, salah satunya perubahan denyut nadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan perubahan denyut nadi kerja saat menghadapi OSCE pertama pada mahasiswa Fisioterapi tingkat satu di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik cross-sectional yang dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling dan didapatkan sampel sebesar 49 orang mahasiswa Fisioterapi tingkat satu angkatan 2021 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kuesioner yang digunakan yaitu Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengetahui tingkat kecemasan dan denyut nadi diukur menggunakan oximeter sebanyak 2 kali untuk mengetahui perubahannya. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji spearman. Hasil: Hasil analisis bivariat didapatkan nilai p=0,000, p<0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima serta nilai r=0,521 yang berarti terdapat tingkat korelasi yang kuat antar variabel. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan korelasi yang kuat antara tingkat kecemasan dengan perubahan denyut nadi kerja saat menghadapi OSCE pertama pada mahasiswa Fisioterapi tingkat satu di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, sehingga semakin berat tingkat kecemasan maka semakin tinggi pula perubahan denyut nadinya. Kata Kunci: mahasiswa tingkat satu, OSCE, perubahan denyut nadi, tingkat kecemasan
KEKUATAN OTOT CORE MEMENGARUHI KECEPATAN RENANG GAYA BEBAS 50 METER PADA ATLET RENANG KOTA DENPASAR Ayu Ulul Azmi; I Made Niko Winaya; Ni Komang Juni Ayu Antari; Sayu Aryantari Putri Thanaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p14

Abstract

Pendahuluan: Renang merupakan aktivitas fisik yang dilakukan dalam air menggunakan seluruh atau sebagian anggota tubuh termasuk area core. Olahraga renang selain bermanfaat bagi kesehatan juga dapat menjadi hobi, rekreasi bahkan untuk mencapai prestasi melalui perlombaan. Banyak faktor yang menjadi pengaruh dalam mencapai prestasi olahraga renang yang mengutamakan kecepatan dalam penilaian perlombaan, salah satunya komponen fisik kekuatan. Aktivitas renang membutuhkan keseimbangan dan kestabilan selama berenang untuk mencapai finish yang lebih efisien dan cepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kekuatan otot core dengan kecepatan renang gaya bebas berjarak 50 meter pada atlet renang Kota Denpasar, Bali. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian berupa observasional analitik cross sectional dengan teknik purposive sampling yang dilakukan pada bulan Februari-Maret 2022. Jumlah responden yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 53 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kekuatan otot core menggunakan One Minute Sit-up Test dan kecepatan renang gaya bebas 50 meter diukur menggunakan stopwatch dengan hitungan detik. Hasil: Analisis data yang telah dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho pada penelitian ini memperoleh nilai data signifikansi sebesar 0,004 yang berarti lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar -0,393 yang artinya tingkat kekuatan hubungan kedua variabel adalah cukup dengan arah korelasi negatif, yang berarti hubungan berbanding terbalik antar kedua variabel. Simpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot core dengan kecepatan renang gaya bebas 50 meter pada atlet renang Kota Denpasar. Semakin tinggi kekuatan otot core, semakin rendah nilai kecepatan renang atau semakin cepat Kata Kunci: Kekuatan otot core, kecepatan renang, gaya bebas, atlet renang.
PERILAKU SEDENTARI BERHUBUNGAN DENGAN KEADAAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA: SEBUAH STUDI CROSS-SECTIONAL Endah Sulistyowardani; I Made Niko Winaya; I Made Krisna Dinata; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p15

Abstract

Pendahuluan: Remaja adalah keIompok usia 10-18 tahun. Remaja dianggap sebagai masa yang paIing sehat, namun faktanya tidak demikian. MasaIah kesehatan dapat terjadi pada remaja berhubungan dengan tekanan darah. SaIah satu faktor yang dapat memengaruhi tekanan darah adaIah periIaku sedentari atau kurangnya aktivitas fisik terIebih Iagi pada kondisi pandemi COVID-19 dan era modern yang serba digitaI memudahkan segaIa haI untuk diIakukan. PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan periIaku sedentari dengan tekanan darah pada remaja usia 15-17 tahun di Denpasar. Metode: Rancangan peneIitian anaIitik cross-sectional dengan teknik pengambiIan sampeI menggunakan metode purposive sampling dengan sampeI berjumIah 76 orang. VariabeI dependen adalah tekanan darah yang diukur menggunakan sphygmomanometer dan variabeI independen adalah periIaku sedentari yang diukur dengan menggunakan AdoIescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Uji hipotesis yang digunakan adaIah KruskaI WaIIis untuk mengetahui apakah ada hubungan antara periIaku sedentari dengan tekanan darah. Hasil: HasiI dari peneIitian ini menunjukkan niIai p=0,000 (p<0,05) antara periIaku sedentari dengan tekanan darah sistoIik dan niIai p=0,005 (p<0,05) antara periIaku sedentari dengan tekanan darah diastoIik. Simpulan: Terdapat hubungan antara periIaku sedentari dengan tekanan darah pada remaja usia 15-17 tahun di Denpasar. Kata Kunci: perilaku sedentari, tekanan darah, remaja
KONTROL STABILITAS LUMBAL DENGAN BIRD DOG EXERCISE UNTUK MENCEGAH KEJADIAN CEDERA EKSTREMITAS BAWAH OLAHRAGA SURFING PADA WISATAWAN Ni Nyoman Wahyuni; I Made Niko Winaya; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; Made Hendra Satria Nugraha
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v16i2.289

Abstract

Abstrak Surfing menjadi sebuah olahraga yang diminati banyak orang termasuk wisatawan. Surfing sendiri memiliki risiko cedera seperti olahraga pada umumnya. Cedera pada olahraga surfing banyak terjadi pada ekstremitas bawah karena berbagai faktor. Maka dari itu, perlu adanya penguatan otot tertentu untuk menjaga stabilitas guna mencegah cedera pada ekstremitas bawah. Tujuan penulisan review ini adalah untuk mengetahui apakah dengan kontrol stabilitas lumbal dengan bird dog exercise dapat mencegah kejadian cedera pada ekstremitas bawah olahraga surfing pada wisatawan. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka yang disusun dengan menggunakan data sekunder berupa jurnal penelitian yang berkaitan dengan keseimbangan lumbal, mencegah kejadian cedera, eksktremitas bawah, olahraga surfing, dan wisatawan yang didapatkan melalui Google Schoolar dan PubMed. Penurunan angka cedera ekstremitas bawah pada peselancar dapat dicegah dengan melakukan sebuah latihan untuk stabilitas lumbal. Latihan yang paling penting untuk mejaga stabilitas lumbal adalah stabilitas core. Latihan stabilitas core seperti bird dig exercise dapat menguatkan otot hingga ke bagian deep layer, khususnya erector spine dan multifidus. Berdasarkan kajian pustaka yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kontrol stabilitas lumbal dengan bird dog exercise dapat mencegah kejadian cedera pada ekstremitas bawah olahraga surfing pada wisatawan.
Indeks Massa Tubuh Berhubungan dengan Kecepatan Waktu Reaksi Auditori pada Anak Usia 8-11 Tahun I Gusti Agung Ayu Ari Candra Laksmi; I Made Niko Winaya; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; Made Hendra Satria Nugraha
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i02.p15

Abstract

Pendahuluan: Indeks massa tubuh yang tidak normal dapat memengaruhi kecepatan waktu reaksi auditori pada anak. Waktu reaksi auditori merupakan kemampuan seseorang untuk memberikan respon terhadap rangsangan suara yang datang dengan waktu secepat-cepatnya. Waktu reaksi auditori berperan penting dalam mendukung kegiatan pembelajaran anak di sekolah. Tujuan penelitian ini yakni untuk mencari tahu hubungan antara indeks massa tubuh dengan kecepatan waktu reaksi auditori pada anak usia 8-11 tahun di SD Negeri 5 Peguyangan. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek yaitu 77 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur indeks massa tubuh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan sedangkan kecepatan waktu reaksi auditori diukur dengan millisecond software (simple auditory reaction time). Hasil: Berdasarkan uji analisis non parametrik spearman rho dari indeks massa tubuh dengan kecepatan waktu reaksi auditori didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) dan koefisien korelasi r=0,492. Simpulan: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kecepatan waktu reaksi auditori pada anak usia 8-11 tahun di SD Negeri 5 Peguyangan. Kata Kunci: waktu reaksi auditori, indeks massa tubuh, anak
Adiksi Smartphone dengan Postur Forward Head pada Siswa SMA: Studi Observasional Ketut Sutirama Cagi Putra; Anak Agung Gede Eka Septian Utama; I Made Niko Winaya; Ni Komang Ayu Juni Antari
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2024.v12.i01.p01

Abstract

Pendahuluan: Siswa SMA merupakan salah satu kelompok masyarakat yang aktif menggunakan teknologi, termasuk penggunaan smartphone. Penggunaan smartphone yang tidak terkendali dan berkelanjutan dapat mengakibatkan kondisi adiksi smartphone. Adiksi atau kecanduan smartphone adalah kondisi di mana seseorang sangat terikat pada penggunaan smartphone dan sulit untuk menghentikannya. Kondisi kecanduan ini dapat berdampak negatif, salah satunya terkait dengan keluhan postur seperti Forward Head Posture (FHP). Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Jumlah subjek penelitian ini sebanyak 60 orang yang telah disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian yang dikumpulkan mencakup tingkat adiksi smartphone yang diukur dengan kuesioner Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV), serta pengukuran derajat Craniovertebra Angle (CVA) untuk menentukan FHP, yang diukur menggunakan teknik fotogrametri. Hasil: Uji hipotesis chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antara tingkat adiksi smartphone dan kejadian FHP pada siswa SMA Negeri 1 Semarapura. Hasil uji menunjukkan nilai p sebesar 0,025 (p < 0,05), menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat adiksi smartphone dan kejadian FHP pada siswa SMA Negeri 1 Semarapura. Kata Kunci: adiksi, smartphone, forward head posture, siswa, SMA
PENGARUH DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI ANTI INFLAMASI: PENGARUH DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI ANTI INFLAMASI Dewa, Wira; Winaya, I Made Niko; Andayani, Ni Luh Nopi
Kinetic and Physiotherapy Comprehensive Vol 2 No 3 (2023): Volume 2 No. 3 December 2023
Publisher : PT. Kesehatan Gerak Fungsi Tubuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62004/kpc.v2i3.36

Abstract

Background: Patellofemoral pain syndrome (PFPS) is one of the common injuries to the knee that often occur, causing pain when doing physical activities such as squatting, running or going up and down stairs when the knee is bent. As the joint that supports the body the most, this certainly hinders a person's activities. PFPS is caused by various risk factors ranging from intrinsic factors such as muscle strength to extrinsic factors such as type of activity. This study aimed to determine the risk factors related to PFPS as a preventive effort by doing quadriceps muscle strengthening exercises.  Methods: This study used a literature review study design using secondary data from published literature. Literature searches were conducted online through PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, using the keywords “knee injury”, “patellofemoral pain”, “patellofemoral pain syndrome”, and “risk factors”, which selected based on inclusion and exclusion criteria. Results: From the five studies that discussed risk factors related to PFPS, it was found that all journals showed quadriceps muscle strength, type of daily activity, Q-angle, joint laxity, hip tightness, patellar imbalance, overuse, and patellofemoral joint overpressure were associated with PFPS. Conclusion: Based on the literature that has been reviewed and the discussion, the dominant risk factor associated with PFPS was a decrease in hip muscle strength, especially quadriceps. Besides, several other contributing factors include the type of daily activity, Q-angle, joint laxity, hip tightness, patellar imbalance, overuse, and patellofemoral joint overpressure.
Abdominal Circumference as a Predictor of Blood Pressure Increase in Menopausal Women in the Mengwi District Dewi, Kadek Ayu Rosita; Winaya, I Made Niko; Tianing, Ni Wayan; Utama, Anak Agung Gede Eka Septian
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 3 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i03.p04

Abstract

Introduction: Abdominal circumference serves as an indicator in determining central obesity criteria. In the Asia-Pacific region, the central obesity criteria are abdominal circumference ?90 cm for men and ?80 cm for women. Menopausal women experience decreased estrogen levels associated with the loss of subcutaneous fat and increased abdominal fat. When there is excessive fat distribution in the central body, there is a possibility of decreased adiponectin levels as an anti-atherogenic factor, leading to increased blood pressure. This study aims to determine the relationship between abdominal circumference and blood pressure increase in menopausal women in the Mengwi District. Method: A cross-sectional study was conducted on a population of menopausal women aged 45-55 years using a consecutive sampling technique. Subjects were selected according to inclusion, exclusion, and dropout criteria until the total number of subjects reached 85 individuals. Data analysis was performed using the Spearman rho test to determine the relationship between variables and the correlation strength. Results: Based on the data analysis, there was a significant relationship between abdominal circumference and blood pressure, as evidenced by a p-value of 0.018 (p<0.05) and a weak positive correlation coefficient (0.255). Conclusion: Abdominal circumference is associated with increased blood pressure in menopausal women with a weak correlation level. Keywords: abdominal circumference, blood pressure, women, menopause
The Frangipani Aromatherapy Usage and Anxiety Levels among Spa Visitors: An Observational Study at Padma Resort Ubud Valerie, Regina; Winaya, I Made Niko; Tianing, Ni Wayan
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 3 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i03.p14

Abstract

Introduction: Anxiety is a typical emotional response to daily pressures experienced across various age groups, from adolescents to adults. Over 14 million people in Indonesia, or 6% of the country's population, suffer from anxiety. Kaplan and Sadock suggest that individuals aged between 21 and 45 years are more likely to experience anxiety disorders. Frangipani flowers, abundant in Bali, possess relaxation effects that can alleviate stress, attributed to compounds such as triterpenoids, amyrin, geraniol, citronellol, and linalool. Method: The research design employed was cross-sectional. The study was conducted from March to November 2023. Subjects were selected using consecutive sampling techniques. The study included 40 female spa visitors aged 21-45 years. The Zung Self-Rating Anxiety Scale was used to measure anxiety levels. Results: Based on Spearman Rho test results, a p-value of 0.000 with p<0.05 was obtained, indicating a significant relationship between frangipani aromatherapy usage and anxiety levels. The findings revealed that among visitors who underwent treatment with frangipani aromatherapy, eight individuals (40%) experienced mild anxiety, six individuals (30%) experienced moderate stress, and four individuals (20%) experienced severe anxiety. Conclusion: This study concludes that frangipani aromatherapy usage is associated with decreased anxiety levels among visitors at Padma Resort Ubud Spa, based on statistical data analysis showing p<0.05. Keywords: frangipani, anxiety, visitors, spa
The Impact of Gadget Usage Intensity on Language and Speech Development in Preschool Children in Denpasar City Dewi, Ni Made Ovilianty Chandra; Winaya, I Made Niko; Kinandana, Gede Parta; Sundari, Luh Putu Ratna
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 3 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i03.p05

Abstract

Introduction: The rapid advancement of technology, including the widespread use of gadgets across various age groups, affects even preschool children. Excessive gadget use can reduce opportunities for children to learn and receive stimulation from their environment. Stimulation may help the development of language and speech skills in children. Language and speech development delays can subsequently impact a child's overall development. Methods: This study employed an observational analytic method with a cross-sectional approach. Subjects were selected using purposive sampling. The intensity of gadget usage was measured through questionnaires filled out by the subjects' parents, while language and speech development were assessed using the Denver II test. Results: The study included 108 subjects. Non-parametric Spearman's rho analysis revealed a p-value of 0.000 (p < 0.05) and a correlation coefficient (r) of 0.394. Conclusion: The results of this study indicate a relationship between the intensity of gadget usage and the language and speech development of preschool children in Denpasar City. Keywords: intensity, gadgets, language, speech, children
Co-Authors A.A Arista Shinta Adhitya, I Putu Gde Surya Agung Wiwiek Indrayani Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Anak Agung Sagung Dhriti Anggita Saraswati Arnaya Arga Khariyono Ari Wibawa Ayu Ulul Azmi Baiq Leny Suhartati CHOIRUL ANWAR Dedi Silakarma Desak Made Wahyu Ariningsih Dewa Ayu Chintya Antari Dewa Ayu Inten Primayanti Dewa Ayu Ketut Indriani Putri Dewa, Wira Dewi, Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi, Kadek Ayu Rosita Dewi, Ni Made Ovilianty Chandra Dhea Laila Qodriya Dwi Halim Kevin Gautama Endah Sulistyowardani Fitrotul Imaniyah Fydananda Nimas Pahlevi Galuh Aullia Pratiwi Gede Parta Kinandana Gede Parta Kinandana Helena Jelita Hera I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Dewa Gede Alit Kamayoga I Gede Adi Susila Wesnawa I Gusti Agung Ayu Ari Candra Laksmi I Gusti Agung Ayu Narita Savitri I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Surya Nirmala I Made Aditya Pramana Kasidi I Made Buda Kurniantara I Made Dhita Prianthara I Made Krisna Dinata I MADE MULIARTA . I Nyoman Adi Putra I P G. Adiatmika I Putu Adi Merta I Putu Adiartha Griadhi I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Yudi Pramana Putra I Wayan Gede Sutadarma I Wayan Sugiritama Ida Ayu Dewi Wiryanthini Ida Kurniawati, Ida Indira Vidiari Juhanna Intara Putri, Pande Putu Prami Ketut Sutirama Cagi Putra Komang Ayu Trisnadewi Komang Trisna Bayu Suta L. Ade Sintia Devi Lidia Valentin Luh Gede Ayu Sri Nadi Wahyuni Luh Kadek Asri Junita Dewi Negara Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Indah Sri Handari Adiputra Luh Made Nia Sari Devi Luh Putu Ratna Sundari Luh Putu Ratna Sundari M Widnyana M. Irfan Made Adhi Dharma Setiawan Made Aditya Yogi Guntara Made Bisma Wibawa Made Eva Nata Putri Made Hendra Satria Nugraha Made Widnyana Made Yoga Prabawa Made Yoga Prabawa Muhammad Agung Satrio Muhammad Irfan Muhammad Rival Verdian Ni Kadek Angel Puri Asih Ni Ketut Dewita Putri Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Komang Juni Ayu Antari Ni Luh Ade Utari Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Nopi Andayani, Ni Luh Nopi Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Made Ameondari Ni Made Ari Pradnyawati Ni Made Dwi Dayanti Martini Ni Made Linawati Ni Nyoman Melani Karang Ni Nyoman Satria Mas Agusti Ni Nyoman Wahyuni Ni Putu Ayu Sasmita Sari Ni Putu Dita Kristinayanti Ni Putu Haryska Wulan Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Putra, I Putu Yudi Pramana Putu Adhika Satria Utama Wicaksana Aji Amertha Putu Ayu Sita Saraswati Putu Leli Juniari Putu Mulya Kharismawan Putu Rama Adhityadharma Putu Rina Indahsari Saraswati, Putu Ayu Sita Sayu Aryantari Putri Thanaya Suputri, Ni Wayan Bintang Mida Sutyawan, I Wayan Eka Thanaya, Sayu Aryantari Putri Tirza Nanda Kristanti Utama, A.A Eka Septian Valerie, Regina Wahyu Gunarto Wahyuni Novianti, I Gusti Ayu Sri Wijaya, Gede Wahyu Pratama