Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERAN FAKTOR PENYEBAB KEMATIAN MATERNAL YANG DAPAT DICEGAH TERHADAP KETERLAMBATAN RUJUKAN DAN PENANGANAN DI KABUPATEN KARAWANG PROVINSI JAWA BARAT Jasmi ati; Firman F Wirakusumah; Hadyana Sukandar; Farid Husin; Yudi Mulyana Hidayat; Unggul Yudatmo
Indonesian Trust Health Journal Vol 2 No 2 (2019): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.472 KB) | DOI: 10.37104/ithj.v2i2.38

Abstract

Maternal mortality rate is an important indicator of public health quality. Most of the causes of maternal mortality are preventable factors such as patients, health workers, health facilities and referral. The purpose of this study was to analyze of the role of factors maternal mortality could have been prevented to delays in referral and treatment. This is a sequential explanatory mixed method research. The first stage is carried out through quantitative cross sectional study with data capture as much as 65 maternal mortality could have been prevented retrieved from 2015’s Maternal Perinatal Audit (AMP) documents in Karawang Regency. The second stage is through qualitative approach with Focused Group Discussion (FGD) and in-depth interviews.The results of quantitative research shows that the majority (52 cases or 80,0%) of maternal mortality could have been prevented with delays in referral and treatment and there is a significant role of patient factors, health workers, health facilities with delays in referral and treatment while the referral factor does not have a significant role. Qualitative research results indicate that maternal mortality is caused by patient factors such as mother’s attitude toward risk, delayed and/or refusing treatment; factors of health workers due to lack of early detection, poor quality of service, lack of skilled professionals and late treatment; health facilities factors due to poor facility; referral factors such as referral refusal, referral inaccuracies and referral delays due to patient’s financial factor and team coordination and cross-sectoral cooperation is also contributing factors. The failure of early detection and decision-making due to lack of capacity of health personnel to recognize and capture high-risk cases and failure to effectively provide information, education and communication (KIE) are factors that cause delays in referral and treatment. Therefore, active participation of society, stakeholders, health professionals and policy makers are required to improve the quality of obstetric care to reduce maternal mortality. Abstrak Kematian maternal menjadi indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Sebagian besar penyebab kematian maternal dapat dicegah meliputi faktor pasien, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan dan rujukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran faktor penyebab kematian maternal yang dapat dicegah terhadap keterlambatan rujukan dan penanganan. Desain penelitian menggunakan sequensial eksplanatory mixed method. Tahap pertama secara kuantitatif yaitu cross sectional dengan pengambilan data dari dokumen Audit Maternal Perinatal (AMP) tahun 2015 sebanyak 65 kematian maternal yang dapat dicegah di Kabupaten Karawang. Tahap kedua secara kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan sebagian besar kematian maternal yang dapat dicegah mengalami keterlambatan rujukan dan penanganan yaitu 52 kasus (80,0%) dan terdapat peran yang bermakna dari faktor pasien, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan terhadap keterlambatan rujukan dan penanganan sedangkan faktor rujukan tidak terdapat peran yang bermakna. Hasil penelitian kualitatif didapatkan penyebab dari faktor pasien karena karakteristik ibu berisiko, terlambat mencari penanganan dan menolak pengobatan, dari faktor tenaga kesehatan karena kurangnya deteksi dini dan kualitas pelayanan, kurangnya tenaga profesional dan terlambat penanganan, dari faktor fasilitas kesehatan karena kurang fasilitas, dari faktor rujukan karena menolak rujukan, kurang tepatnya rujukan dan keterlambatan rujukan terkait biaya dan koordinasi tim serta kerja sama lintas sektor juga merupakan faktor yang berperan. Keterlambatan deteksi dini dan pengambilan keputusan karena kurangnya kemampuan tenaga kesehatan mengenali dan menjaring kasus risiko tinggi serta tidak efektif memberikan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) yang menyebabkan keterlambatan rujukan dan penanganan. Diperlukan peran serta masyarakat, stakeholder, tenaga kesehatan dan pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan untuk menurunkan kematian maternal.
Pengetahuan dan Perilaku Sadari Berbasis Aplikasi Untuk Deteksi Dini Tumor Payudara pada Wanita Usia Subur Nur Alam; Firman F Wirakusumah; Suryani Soepardan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v13i1.441

Abstract

Kanker payudara adalah salah satu kanker paling banyak di dunia yang sering muncul dan sangat menakutkan bagi perempuan. Data Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menemukan, dari 2.515 perempuan yang memeriksakan payudara mereka lewat mammografi, 1,2% diantaranya dicurigai tumor ganas dan 14,8% diantaranya dicurigai jinak. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis pengetahuan dan Perilaku SADARI Berbasis Aplikasi Untuk Deteksi Dini Tumor Payudara Pada Wanita Usia Subur. Metode dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental dengan teknik pretest-posttest two group design adapaun jumlah sampelnya 64 WUS dibagi dalam dua kelompok. Waktu dilaksanakan pada bulan Mei–Juni 2018. Pengambilan sampel yaitu consecutive sampling. Hasil analisis data tingkat pengetahuan sesudah diberikan perlakuan yaitu meningkat sebesar 50,75% (dari 11,88 menjadi 17,91) dengan nilai signfikan sebesar 0,003 sedangkan perilaku sesudah diberikan perlakuan yaitu meningkat sebesar 85,71% (dari 7 Wanita usia subur menjadi 13 wanita usia subur yang berperilaku baik)  dengan nilai signifikan 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan aplikasi deteksi dini tumor payudara terhadap peningkatan pengetahuan dan dapat merubah perilaku wanita usia subur dalam melakukan SADARI. Rekomendasi perlunya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai aplikasi deteksi dini tumor payudara untuk memperbaiki pengetahuan dan perilaku WUS dalam melakukan SADARI.Kata Kunci: Aplikasi Deteksi Dini Tumor Payudara, Pengetahuan, dan Perilaku.
KORELASI KEPEMIMPINAN DENGAN KOMITMEN DAN LINGKUNGAN KERJA DOSEN BERDASARKAN KRITERIA MALCOLM BALDRIGE (Suatu Survei Eksplanatori Pada Dosen Program Studi D3 Kebidanan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Hesty Widyasih; Ma’mun Sutisna; Firman F Wirakusumah
Orasi Bisnis : Jurnal Ilmiah Administrasi Niaga Vol. 8 No. 2 (2012): Orasi Bisinis Edisi VIII November 2012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.993 KB)

Abstract

Leadership in the field of midwifery diploma 3 hopefully can bring to positive change, the increase of organization quality which is a place of midwife graduates will exist in society. Leadership factor will facilitate to build high work commitment and good work environment. Malcolm Baldrige criteria is a work management system that can measure leadership, work commitment and work environment. This study aims to analyze correlation between leadership with work commitment and environment based on Malcolm Baldrige Criteria. Research design using analytic correlative study with explanatory survey. This study is quantitative research with crosssectional study. Subject of this study is 60 lecturers of diploma 3 midwifery in Province DIY. The research was conducted in March-April 2011 using questionnaire based on Malcolm Baldrige Criteria. Data reasearch was analized by Rank Spearman and Chi Square with level of significant based on p value
Analisis Penyebab Kematian Maternal Di Kabupaten Garut (Studi Epidemiologi dalam Upaya Menurunkan Kematian Maternal di Provinsi Jawa Barat) Dhita Aulia Octaviani; Farid Husin; Firman F. Wirakusumah; Hadi Susiarno; Hadyana Sukandar; Dadan Susandi
JURNAL KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v9i1.3953

Abstract

Maternal mortality is still a problem globally and especially occur in developing countries, including Indonesia. The maternal mortality rate is one indicator of the health status of a country. Garut is one part of West Java province with the count of maternal mortality case was 45 deaths in 2015. Most of the causes of maternal death is preventable, ie factors of patients, healthcare workers, facilities, and referral. Recording and reporting of maternal deaths has not to be going well yet, so that intervention can not be set to decrease maternal mortality significantly.Research carried out by sequential explanatary mixed method. The first phase, data collection and analysis is done quantitatively, followed by collection of qualitative data in the second phase which aims to strengthen the results of quantitative research. Quantitative research using cross sectional and qualitative study using in-depth interviews and focus group discussions.The study was conducted in October-November, 2016.Based on the research showed that 96% of maternal deaths occur in Garut regency are preventable maternal deaths that caused by multifactorial, a combination of healthcare workers factors, patient factors, and referral factors. Maternal deaths are also caused by the referral process has been delayed. Besides that, recording and reporting have not been able to run well, with the availability of human resources, but the existing policy has not been adequate.Patient factors such as age, parity, and birth spacing is at risk, as well as negative perceptions of mothers and families to health facilities contributed to preventable maternal deaths. Health workers factor prefer to unqualified health workers in conducting effective communication and counseling. Access, financing, and poor communication between health professionals and patients have contributed to the occurrence of resistance in the referral process.
Perbandingan Efektivitas Terapi Akupresur Sanyinjiao Point Dengan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Untuk Menurunkan Nyeri Menstruasi Pada Putri Remaja Di Pesantren Asshiddiqiyah 3 Karawang Widia Natalia; Sri Komalaningsih; Osman Syarief; Firman Wirakusumah; Achmad Suardi
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 5, No 3 (2020): Volume 5 Nomor 3 Maret 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsk.v5i3.28772

Abstract

Angka kejadian dismenore di dunia sangat besar yaitu 60%-90% perempuan di setiap negara mengalami dismenore dan berdampak pada remaja usia sekolah yang  menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Jika seorang siswi mengalami dismenore, aktivitas belajar siswi di sekolah terganggu dan tak jarang hal ini membuat mereka tidak masuk sekolah. Selain itu kualitas hidup remaja menurun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis terapi akupresur lebih efektif dibandingkan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tingkat nyeri haid (dismenore) primer pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimental dengan two group comparasion pre-post test design. Subjek penelitian yaitu remaja putri yang mengalami dismenore primer sebanyak 78 orang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok terapi akupresur sanyinjiao point dan teknik relaksasi nafas dalam. Pengambilan sampel berdasarkan teknik purposive sampling. Analisis data  menggunakan uji Maan-Whitney dan uji Wilcoxon dengan kemaknaan hasil ujian ditentukan berdasarkan nilai p <0,05. Hasil penelitian menunjukan terapi akupresur dan teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tingkat nyeri haid (dismenore) primer pada remaja putri dengan hasil p=0,000 (p <0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah terapi akupresur lebih efektif 15 kali menurunkan nyeri haid (dismenore) primer dibandingkan teknik relaksasi nafas dalam.Kata kunci : Akupresur sanyinjiao point, dismenore primer, relaksasi nafas dalam.
Metode Pembelajaran Preceptorship Dibandingkan Dengan Konvensional Terhadap Keterampilan Pemeriksaan Kehamilan Mahasiswi Kebidanan ari indra susanti; Firman Wirakusumah; Herry Garna
Jurnal Sistem Kesehatan Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 September 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.622 KB) | DOI: 10.24198/jsk.v2i1.10417

Abstract

Salah satu kompetensi utama bidan dalam kurikulum D-III Kebidanan Tahun 2011 yaitu bidan sebagai care provider yang mampu memberikan asuhan kebidanan  secara efektif, aman, dan bermutu tinggi bagi perempuan dalam siklus reproduksinya secara komprehensif. Untuk mencapai kompetensi tersebut, maka metode pembelajaran konvensional perlu dikembangkan menjadi metode pembelajaran preceptorship. Tujuan penelitian ini untuk mengukur perbedaan metode pembelajaran preceptorship dengan konvensional terhadap keterampilan pemeriksaan kehamilan mahasiswi kebidanan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design dengan rancangan non randomized control group pretest postest design dengan jumlah sampel sebanyak 108 mahasiswi kebidanan di Prodi Kebidanan FK Unpad dan Poltekkes TNI AU Ciumbeleuit. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2013 sampai dengan Februari 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis uji beda menggunakan uji Z Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna keterampilan pemeriksaan kehamilan antara metode preceptorship dengan konvensional (p<0.005). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran preceptorship yang dilakukan di lahan praktik dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa kebidanan.Kata Kunci: Keterampilan, konvensional, metode preceptorship
The Differences in Maternal Compliance in Completing Basic Immunization between Two Groups Ita Susanti; Dewi Marhaeni Diah Herawati; Eddy Fadlyana; Herry Herman; Kusnandi Rusmil; Firman Fuad Wirakusumah
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.936 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v8i3.3280

Abstract

Immunization programs are implemented in Indonesia since 1956. Although the government has established a complete basic immunization program for infants aged 0–12 months, there are still more than 1.4 million child deaths in the world each year due to various infectious diseases. The diseases can be prevented by immunization. Low basic immunization coverage in infants is related to parental non-compliance in fulfilling primary immunization. The purpose of this study was to measure the differences in maternal compliance in completing basic immunization in two groups. Samples are a group of mothers provided with Maternal Child Health (MCH) book and special booklet, and another group provided with MCH book only. This study used a quasi-experiment design with quantitative methods with a sample of 76 respondents chosen by simple random sampling—this research conducted in August–October 2017 in Pir Batee Puteh Health Center, West Woyla district. The results indicate that there were differences in maternal compliance in completing basic immunization in mothers with MCH book and special booklet to mothers with only MCH book. Immunization health education interventions based on the MCH book and special booklet can improve the mother's compliance in completing the baby's basic immunization. PERBEDAAN KEPATUHAN IBU DALAM MELENGKAPI IMUNISASI DASAR ANTARA DUA KELOMPOKProgram imunisasi mulai dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 1956. Meskipun pemerintah telah menetapkan program imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0–12 bulan, masih terdapat lebih dari 1,4 juta kematian anak di dunia setiap tahun karena berbagai penyakit menular yang pada dasarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Cakupan imunisasi dasar yang rendah pada bayi berkaitan dengan ketidakpatuhan orangtua dalam memenuhi kelengkapan imunisasi dasar. Tujuan penelitian ini adalah mengukur perbedaan kepatuhan ibu dalam memenuhi kelengkapan imunisasi dasar pada dua kelompok. Sampel adalah kelompok ibu yang diberikan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan booklet, serta kelompok ibu yang diberikan buku KIA saja. Penelitian ini menggunakan desain quasy-experiment dan metode kuantitatif dengan sampel 76 responden yang dipilih secara simple random sampling. Penelitian dilakukan pada Agustus–Oktober 2017 di wilayah kerja Puskesmas Pir Batee Puteh, Kecamatan Woyla Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kepatuhan ibu dalam memenuhi kelengkapan imunisasi dasar pada ibu yang diberikan buku KIA dan booklet dengan ibu yang hanya diberikan buku KIA. Intervensi pendidikan kesehatan imunisasi berdasar atas buku KIA dan booklet dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu tentang pentingnya imunisasi pada bayi sehingga meningkatkan kepatuhan ibu dalam melengkapi imunisasi bayinya.
Reproductive Health Game (KEPO Game) to the Self-Concept and Adolescent Reproductive Health Motivation Melly Damayanti; Firman Fuad Wirakusumah; Ruswana Anwar
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.216 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v6i3.2897

Abstract

The problem of adolescent reproductive health has not been adequately addressed, although there have been many tried attempts both formally and informally. Adolescents aged 12–15 years old are suitable for early reproductive health education, so the needed media that suits their needs and developments. Reproductive health/kesehatan reproduksi (KEPO) game contains information about reproductive health and moral messages in the formation of self-concept, healthy reproduction, health motivation, and responsibility. The purpose of this study was for knowing the effect of using the KEPO game to the self-concept and motivation of adolescent reproductive health. The study layout uses a quasi-experiment with a pretest-posttest with control group design. The treatment group received a KEPO game, while the control group received the Young Health Programme (YHP). This study uses a sampling technique using simple random sampling with a sample of 42 students for each group. The analysis used is the nonparametric test. This research was implemented in the work area of the Public Health Center Ujungberung in Bandung city on the April–May 2017. The results showed that there was an effect of using the KEPO game to self-concept and motivation of adolescent reproductive health (p<0.001). The increase in self-concept in the treatment group was 8.2%, while in the control group it was 2.2%. For reproductive health motivation, the treatment group experienced an increase of 9.5%, while the control group experienced an increase of only 0.8%. Conclusion, the KEPO game increased self-concept and reproductive health motivation in adolescents. GIM KESEHATAN REPRODUKSI (KEPO) UNTUK KONSEP DIRI DAN MOTIVASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJAMasalah kesehatan reproduksi remaja belum teratasi dengan baik, meskipun telah banyak upaya yang dilakukan baik secara formal maupun informal. Remaja usia 12–15 tahun merupakan masa yang tepat untuk pendidikan kesehatan reproduksi secara dini sehingga dibutuhkan media yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangannya. Gim kesehatan reproduksi (KEPO) berisikan informasi tentang kesehatan reproduksi dan pesan moral dalam pembentukan konsep diri dan motivasi kesehatan reproduksi yang sehat serta bertanggung jawab. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh penggunaan gim KEPO terhadap konsep diri dan motivasi kesehatan reproduksi remaja. Rancangan penelitian menggunakan quasi-experiment dengan pretest-posttest with control group design. Kelompok perlakuan mendapatkan gim KEPO, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 42 siswa untuk setiap kelompok. Analisis yang digunakan adalah tes nonparametrik. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Ujungberung Kota Bandung pada bulan April–Mei 2017. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan gim KEPO terhadap konsep diri dan motivasi kesehatan reproduksi remaja (p<0,001). Kenaikan konsep diri pada kelompok perlakuan 8,2%, sedangkan pada kelompok kontrol 2,2%. Untuk motivasi kesehatan reproduksi pada kelompok perlakuan mengalami kenaikan 9,5%, sedangkan kelompok kontrol mengalami peningkatan hanya 0,8%. Simpulan, gim KEPO meningkatkan konsep diri dan motivasi kesehatan reproduksi remaja.
Gambaran Rasionalitas Penggunaan Antibiotik berdasarkan Kriteria Gyssens di Bangsal Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Nenny Yoanitha; Firman F. Wirakusumah; Rizkar Arev Sukarsa
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 1 Nomor 2 September 2018
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.81 KB) | DOI: 10.24198/obgynia.v1n2.37

Abstract

AbstrakTujuan: Penggunaan antibiotik yang tidak rasional terjadi di banyak rumah sakit dan dikaitkan dengan peningkatan jumlah resistensi antibiotik di seluruh dunia. WHO telah menggambarkan bahwa saat ini sedang terjadi “krisis” resistensi antibiotik yang berpotensi menyebabkan musibah secara global. Di Indonesia termasuk RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung data penelitian yang menggambarkan kualitas penggunaan antibiotik masih terbatas.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional dilaksanakan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada periode September–November 2016  pada pasien rawat inap di bangsal Obstetri dan Ginekologi. Rasionalitas penggunaan antibiotik diukur berdasarkan kriteria Gyssens yang  mengklasifikasikan kasus penggunaan antibiotik berdasarkan suatu alur memuat indikasi, jenis antibiotik, dosis, rute, interval, dan waktu pemberiannya.Hasil: Dari 150 kasus mayoritas merupakan kasus obstetri (62,7%) dengan kelompok umur terbanyak antara 21−35 tahun (73,3%). Berdasarkan  kriteria gyssens didapatkan terbanyak adalah kategori V (40,3%), sedangkan kategori 0 (antibiotik rasional) didapatkan sebanyak (22%).Kesimpulan: Penggunaan antibiotik yang tidak rasional berdasarkan kriteria Gyssens masih tinggi ditemukan di bangsal Kandungan dan KebidananThe Rationality of Antibiotic use based on Gyssens Criteria at Obstetric and Gynecology Ward Dr. Hasan Sadikin General HospitalAbstractObjective: The use of irrational antibiotics occurs in many hospitals and is associated with an increase of antibiotic resistance worldwide. WHO has described that there is currently a “crisis” of antibiotic resistance that has the potential to cause a global disaster. In Indonesia, including dr. Hasan Sadikin Hospital research data describing the quality of antibiotic use is still limited.Method: This study is a descriptive explorative research with cross sectional design that was conducted in dr. Hasan Sadikin Hospital on September until November 2016 with the sample was all inpatient that trated in the Obstetric and Gynecology ward.. The rationality of antibiotic use is measured by the Gyssens criteria that classify cases of antibiotic use based on a path containing indications, type of antibiotics, doses, routes, intervals, and time of administration.Result: Of the 150 cases the majority were obstetric cases (62.7%) with the most age group between 21-35 years (73.3%). Based on the criteria gyssens obtained the most is category V (40.3%), while category 0 (rational antibiotics) obtained as much (22%).Conclusion: The use of irrational antibiotics based on the Gyssens criterion is still high in the Obstetric and Gynecology wardKey words: Antibiotics, quality of antibiotic use, criteria gyssens
Soluble Endoglin Serum Level is Higher in Preeclampsia Compared to Molar and Normal Pregnancy Maya K. Puspitasari; Anita D. Anwar; Firman F. Wirakusumah
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume. 2, No. 2, April 2014
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.583 KB) | DOI: 10.32771/inajog.v2i2.385

Abstract

Abstract Objective: To analyze th e differences of maternal serum soluble endoglin level in pr eeclampsia, molar pregnan cy, and normal pregnancy, and to analyze th e correlation between maternal serum soluble endoglin level with gestational age. Method: This is a cros s-sectional compara tive analytic study involving 18 preeclamps ia cases, 18 molar pr egnan cies, and 18 normal pregnancies. The sample were obtained from Dr. Hasan Sad ikin hospital and six satellite hospitals from January until Mar ch 2013. The comparison of mean seng se rum level of th e preeclampsia,molar pregnancy, and normal pregnancy gro up was calculated using Kruskal Wallis, and the corr elation we re calculated using Rank Spearman. Result: The mean level of seng se rum in pr eeclamp sia gro up was higher (168.79 ngjml) than in molar pr egnan cy (43.47 ngjml) and normal pregnancy (32.38 ngjml). Ther e is no significant difference of se rum seng level be tween molar and norm al pregnan cy, with p value of 0.393 (p>0.05). There is significant differ ences of seng serum level between pr eeclampsia gro up and molar pr egnancy (p=O.OOO), but no significant differ ences between molar and normal pregnancy, p value=0.393 (p >0.05). Ther e is positive correlati on between seng se rum level of norm al pregnancy with gestational age (rs=0 .647 ; p<0.001). Conclusion: Mat ern al se rum seng level in preeclampsia is higher than th e level of which in molar pre gnan cy and norm al pregnancy. Keywords: molar pregnancy, norm al pr egnancy, pr eeclamp sia, soluble endoglin level
Co-Authors Achadiyani Achmad Arifin Achmad Suardi Adjat Sedjati Rasyad Ahmad Faried Ahmad Farried Alil Usman Anita D. Anwar Anita D. Anwar Anita Deborah Anwar Anita Megawati Fajrin Annisa Rahmidini Ardini Saptaningsih Raksanagara, Ardini Saptaningsih Ari indra Susanti Arva Rochmawati Astri Nurdiana Bainuan, Lina Darmayanti Bony Lestari Bony Wiem Lestari Budi Handono Dadan Susandi Damayanti, Melly Dany Hilmanto Dasim Budimansyah Deni K. Sunjaya Deni K. Sunjaya Deni Sunjaya Desti Nataria, Desti Dewi Diah Herawati Dewi M.D Herawati Dewi Marhaeni Diah Herawati Dodi Sismayadi Dwi Agustian Eddy Fadlyana Elsa P Setiawati Elsa Setiawati Endang Susilowati Endang Sutedja Endang Sutedja Erni Hernawati Esti Hitatami Evi Sri Suryani Farid Husin Farid Husin Farid Husin Farid Husin Farid Husin Faried, Leri S Farried, Ahmad Fatikhu Yatuni Asmara Fauzia Laili Febi Puji Utami Gaga Irawan Gaga Irawan Nugraha Gusti Ayu Pramita aswitami Hadi Susiarno Hadi Susiarno Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hadyana Sukandar Hasan Purwana Hendrikus Masang Ban Bolly Henni Djuhaeni Herlambang Herlambang Herlambang Herman Susanto Herman Susanto Herman, Herry Herry Garna Herry Herman Herry Herman Hesty Widyasih Hesty Widyasih Hidayat Wijayanegara Hidayat, Yudi M Hiroyuki Kuwanto Husin, Farid Husin, Farid Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Fitria Elmeida Ika Fitria Elmeida Ike Rostikawati Husen Indah, Astrina Rosaria Ishak Abdulhak Ishak Nurihsan Ismawati, Iis Ita Susanti J Bennebroek Gravenhorst Jasmi ati Johanes C Mose Johanes C. Mose Jusuf Effendi Jusuf S Effendi Kurniawati Kurniawati Kusnandi Rusmil Kusnandi Rusmil Kuswandewi Mutyara Kuwanto, Hiroyuki Lailatul Mustaghfiroh Lasiyati Yuswo Yani Lepita, Lepita Leri S Faried Leri Septiani M. Nurhalim Shahib M. Rizkar Arev Sukarsa Made Kornia Karkata Mamun Sutisna Maringan Diapari L.T MARINGAN DIAPARI LUMBAN TOBING Maya K. Puspitasari Ma’mun Sutisna Ma’mun Sutisna Ma’mun Sutisna Meita Dhamayanti Mieke Hemiawati Satari Mintareja Teguh Muhammad Nurhalim Shahib Muhammad Zafrullah Arifin Nanan Sekarwana Nasriyah - Nasriyah Nasriyah Nenny Yoanitha Nia Fararid Askar Niken Bayu Argaheni Noverina, Rachmawati Nur Alam Nur hasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurihsan, Achmad Juntika Nurul Kodiyah Nurwijayanti Nuryanto Nuryanto Octaviani, Dhita Aulia Oki Suwarsa Osman Syarief Ponpon S. Idjradinata R Brand Raden Tina Dewi Judistiani Rahmidini, Annisa Ruswana Anwar Sari Puspa Dewi Setiawan Setiawan Setiawati, Elsa Puji Sismayadi, Dodi Siti Nurjanah Sofie R. Krisnadi Sri Komalaningsih Sri Wahyuningsih Sudaryanto Sudaryanto Suryani Soepardan Susiarno, Hadi Tina Judistiani Tita Husnitawati Madjid Tita Husnitawati Madjid8 Tita Madjid Tri Hanggono Achmad Tri Nur Kristina Unggul Yudatmo Vita Murniati Tarawan Vita Murniati Tarawan Wahyu Nuraisya Widia Natalia Yoni F Syukriani Yoni Syukriani Yoni Syukriani Yudi M Hidayat Yudi Mulyana Hidayat