Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI BERTINGKAT NAIKOTEN katarina Inaq; Hiwa Wonda; Elga Yora Natonis Yora Natonis; Maria Aprilia Nggoma Kota
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10003

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan manajemen siswa di SD Negeri Bertingkat Naikoten berdasarkan persepsi dan pengalaman guru. Manajemen siswa memegang peran yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif, serta mendukung perkembangan akademik dan karakter siswa secara menyeluruh. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang dibagikan kepada guru yang langsung terlibat dalam pengelolaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen siswa di sekolah berjalan secara efektif dan terstruktur, yang ditunjukkan oleh persentase tinggi jawaban “Ya” (97%) dari para guru. Sekolah melaksanakan berbagai kegiatan untuk menanamkan karakter, membina disiplin, melaksanakan program ekstrakurikuler, dan mengelola administrasi siswa secara efektif dan konsisten. Kolaborasi antara guru, wali kelas, dan orang tua juga membantu memperkuat efektivitas manajemen siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen siswa yang menyeluruh dan berkelanjutan sangat baik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
KESEJAHTERAAN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI SDN BERTINGKAT NAIKOTEN KOTA KUPANG Renhard Jepa; Maria Anjela Laka Silab; Hiwa Wonda; Oktafiani Diana Sibat
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10036

Abstract

This study aims to analyze the welfare of educators and educational staff, specifically how welfare, including appreciation, clear promotion paths, and supportive working conditions, impacts teacher motivation and performance. The research method uses in-depth interviews to obtain rich and contextual qualitative data from teachers and educational staff. The findings reveal that teachers who feel financially and psychologically well-being show high levels of motivation and professionalism, which in turn contribute significantly to the quality of learning. The appreciation given is not only in the form of economic compensation but also includes social and professional recognition as well as transparent and fair career paths that encourage teachers to continue developing their abilities. A conducive work environment and continuous training also play an important role in improving teachers' welfare and loyalty to educational institutions. The overall results of the study confirm that teacher welfare is a key factor in creating an effective and sustainable education system. This study recommends improving policies that prioritize teacher welfare in order to improve the quality of national education. These results are supported by experts such as Hutasuhut (2025), Sari (2020), and Moleong (2018), who highlight the importance of synergy between compensation, appreciation, and development.
Analisis Ketersediaan Dan Pelaksanaan Manajemen Layanan Khusus Di Sd Swasta Angkasa Abdul Latif B. Sappa; Hiwa Wonda; Putra A. Talomanafe; Marthio Lassi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the welfare of educators and education personnel, in particular how welfare which includes appreciation, clear promotion paths, and supportive working conditions impacts teacher motivation and performance. The research method uses in-depth interviews to obtain rich and contextual qualitative data from teachers and education personnel. Findings reveal that teachers who feel financially and psychologically prosperous demonstrate high levels of motivation and professionalism, which in turn contributes significantly to the quality of learning. The appreciation given does not only take the form of economic compensation but includes social and professional recognition as well as a transparent and fair career path that encourages teachers to continue developing their abilities. A conducive work environment and continuous training also play an important role in improving teacher welfare and loyalty to educational institutions. The overall research results confirm that teacher welfare is a key factor in creating an effective and sustainable education system. This research recommends improving policies that place teacher welfare as a top priority to improve the quality of national education. These results are supported by the opinions of experts such as Hutasuhut (2025), Sari (2020), and Moleong (2018), who highlight the importance of synergy between compensation, appreciation, and career development in building educator welfare.
ANALISIS PERAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR TUNAS GLORIA Merlin Novia Puay; Hiwa wonda; Yusti Maktelda Ta’ek; Makdaleta Magai
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10050

Abstract

Artikel tersebut bertujuan menganalisis peran manajemen peserta didik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Dasar Tunas Gloria dengan menggunakan pendekatan kualitatitf berdasarkan data yang dikumpulkan melalui observasi, dan pengisian angket berjumlah 10 angket, setiap angket terdiri dari 100 nomor pernyataan yang kami gunakan. Dengan subjek penelitian berupa guru kelas berjumlah 6 orang, sehingga dari 6 orang guru tersebut mereka menjawab “Ya” sebanyak 550 nomor dan jawaban “Tidak” sebanyak 50 nomor. Dan guru mata pelajaran berjumlah 4 orang mereka menjawab “Ya” sebanyak 381 nomor dan “Tidak” sebanyak 19 nomor. Sehingga melalui pengisian angket tersebut menunjukkan bahwa manajemen peserta didik di Sekolah Dasar Tunas Gloria sudah mencapai kualitas pendidikan secara terstruktur dan holistik. Sehingga dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen peserta didik yang terstruktur dan menyeluruh, peningkatan motivasi belajar, pembinaan karakter, serta evaluasi secara berkelanjutan, sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Sedangkan evaluasi berkelanjutan memberikan umpan balik yang berguna bagi perkembangan siswa. Sehingga dengan demikian, kualitas pendidikan di sekolah dasar tidak hanya dilihat dari nilai akademik saja, namun dilihat dari bagaimana siswa dikelola secara menyeluruh. Manajemen peserta didik yang baik dapat membantu sekolah untuk membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, dan membantu siswa mencapai tujuan pendididkan.
PENERAPAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA DI SD NEGERI OETETE 1 Gracella Mboro; Hiwa Wonda; Hanima Sakan; Matilda Cindy Dhiu
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10080

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pelaksanaan manajemen peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SD Negeri Oetete 1. Dengan menggunakana pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui angket terbuka yang diberikan kepada guru kelas dan guru mata pelajaran yang terlibat langsung dalam pembinaan kedisiplinan siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa dipengaruhi oleh kombinassi karakteristik guru, praktik disiplin, dan pola komunikasi interpersonal. Guru perempuan dan guru kelas, yang berinteraksi paling intensif dengan siswa, cenderung menerapkan pendekatakan yang membimbing dan partisipatif, sehingga mamapu mendorong keterlibatan siswa dan pembentukan disiplin yang diinternalisasi. Hasil penelitian juga menegaskan pentingnya penyusunan aturan secara kolaboratif, rutinitas yang konsisten, keteladanan guru, serta supervisi yang humanis dalam menumbuhkan disiplin yang bersifat internal, bukan sekedar paksaan eksternal. Selain itu, komunikasi interpersonal yang dialogis berperan penting dalam membangun saling pemahaman dan negosiasi terhadap harapan perilaku. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen peserta didik yang efektif di sekolah dasar bersifat partisipatif, reflektif, dan berbasis keteladanan, sehingga berkontribusi pada peningkatan kehadiran siswa, kesiapan belajar, ketertiban kelas, dan keterlibatan aktif. Temuan ini memberikan wawancara praktis bagi sekolah yang ingin meningkatkan manajemen peserta didik serta menawarkan arah bagi penelitian selanjutnya mengenai pengaruhnya terhadap prestasi akademik dan perkembangan karakter.
Makna Sosial Budaya Peo Jawawawo bagi Penguatan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Paulus Ryfaldy Pili Ngoba; Hiwa Wonda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosial budaya Peo Jawawawo dalam konteks penguatan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Peo, sebagai simbol transendental dalam masyarakat adat Jawawawo di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, memiliki nilai filosofis dan sosial yang berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-hermeneutik berdasarkan hasil kajian literatur dari dua karya utama Yakobus Ndona (2019), yakni “Peo Jawawawo: Simbol Pemersatu Masyarakat Adat dan Inspirasi Pengembangan Persatuan Bangsa” dan “Jejak Tuhan di Tanah Keo”. Hasil kajian menunjukkan bahwa Peo bukan sekadar artefak adat, melainkan simbol spiritual dan sosial yang mengikat masyarakat dalam ikatan solidaritas, kesetaraan, dan keteraturan hidup. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti penghormatan terhadap leluhur, solidaritas antaranggota komunitas, dan kesadaran kolektif terhadap kehidupan bersama, relevan untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman etnis dan budaya Indonesia. Oleh karena itu, pemaknaan sosial budaya Peo dapat dijadikan model inspiratif bagi pembangunan karakter bangsa yang berlandaskan spiritualitas dan nilai kebersamaan.)
Ritual Werung Lolon sebagai Representasi Nilai Gotong Royong dan Kebersamaan dalam Pembelajaran IPS SD Maria Anjelina Pete; Hiwa Wonda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai gotong-royong dan kebersamaan yang terkandung dalam ritual Werung Lolon sebagai representasi kearifan lokal yang relevan dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD. Permasalahan yang diangkat berfokus pada rendahnya pemanfaatan nilai-nilai budaya lokal sebagai sumber belajar yang kontekstual dalam pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber jurnal yang berkaitan dengan Werung Lolon, kearifan lokal, pemelajaran IPS, dan pendidkan karakter. Analisi data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses reduksi, kategorisasi, dan interpretasi makna terhadap hasil temuan literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa ritual Werung Lolon mengandung nilai gotong-royong, musyawarah, solidaritas sosial, dan tanggung jawab bersama yang dapat dijadikan sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran IPS. Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan melalui pendekatan berbaisis proyek dan kegiatan kolaboratif yang menimbuhkan karakter kebersamaan serta memperkuat identitas budaya peserta didik.
RANGKAIAN TRADISI NENO BO’HA TERHADAP KESEHATAN IBU MELAHIRKAN DAN BAYI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Gretch Mach Lutherina Leobisa; Hiwa Wonda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10139

Abstract

Tradisi Neno Bo’ha merupakan tradisi yang dilakukan selama 40 hari pada ibu pasca melahirkan. Tradisi di Nusa Tenggara Timur ini telah terbukti menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prevalensi kondisi ibu dan balita. Tradisi Neno Bo’ha yang dilakukan ibu pasca melahirkan cenderung tidak memperhatikan kebersihan diri dan bayi serta mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat namun rendah protein, sehingga berdampak pada kebersihan postpartum dan sanitasi sekitar bayi. Tradisi ini juga meningkatkan tingginya jumlah infeksi atau malaria di Nusa Tenggara Timur, yang menurut Badan Pusat Statistik telah tergolong tinggi. Penelitian kualitatif dengan metode studi literatur ini dilakukan dengan tujuan untuk menemukan lebih banyak insiden dampak dari adanya tradisi ini sehingga diperoleh hasil urgensi substitusi tradisi Neno Bo’ha terhadap kesehatan dan kebersihan ibu pasca melahirkan serta bayi. Solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, memberikan edukasi kepada masyarakat setempat, melibatkan tenaga kesehatan setempat untuk bekerja sama, baik dalam edukasi maupun pengobatan, hingga menciptakan inovasi pengganti tanpa menghilangkan nilai dasar tradisi tersebut.
HUBUNGAN KEADAAN ALAM DENGAN TRADISI MAKAN SAGU (AKA BILAN) DI KABUPATEN MALAKA Marie De Mondvort Tabani; Hiwa Wonda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keadaan alam dengan tradisi makan sagu (Aka Bilan) di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, laporan penelitian, dan artikel budaya yang membahas keterkaitan antara kondisi ekologis dan tradisi pangan masyarakat lokal. Hasil kajian menunjukan bahwa kondisi alam Malaka yang kering, beriklim tropis, dan memiliki vegetasi khas seperti pohon gewang (Corypha utan) membentuk kebiasaan masyarakat dalam mengolah sagu menjadi makanan tradisional (Aka Bilan). Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai strategi ketahanan pangan di wilayah beriklim kering, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa interaksi antara manusia dengan lingkungannya menjadi faktor penting dalam pembentukan identitas budaya serta keberlanjutan pangan lokal.
PERAN OKOMAMA DALAM KOMUNIKASI SOSIAL MASYARAKAT ATOIN METO DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Karlah Liu; Hiwa Wonda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran okomama dalam komunikasi sosial masyarakat Atoin Meto di kabupaten Timor Tengah Selatan. Okomama merupakan simbol budaya yang memiliki fungsi sosial dan komunikasi dalam kehidupan sehari hari masyrakat Atoin Meto. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui telaah berbagai sumber literatur, jurnal, dan dokumen budaya terkait okomama dan komunikasi sosial. Hasil kajian menunjukan bahwa okomama berperan penting sebagai media komunikasi tradisional yang memperkuat hubungan sosial, menumbuhkan solidaritas, dan menjaga keharmonisan antaranggota masyarakat. Selain itu okomama berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan simbolik yang menggambarkan nilaim persaudaraan,gotong royong dan rasa hormat dalam kehidupan sosial masyarakat atoin meto. Dengan demikian, pelestarian nilai budaya okomama penting dilakukan sebagai upaya mempertahankan identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi.
Co-Authors Abdul Latif B. Sappa Adam Bol Nifu Benu Afryanti Karmoy Aloysia Sali Pureklolon Ana Karmela Alsya Tokan Ande, Andreas Andriyana A. D. Lehan Andriyani A.D. Lehan Andriyani Afliyanti Dua Lehan Angela Marici Letek Nio Seso Angellita Giri Antonius Hali Arianto Tanesab, Rony Aurelia Adetia Lawi Banoet, Windi Banola, Serentin Bella Theo Tomi Pamungkas Bernadus, Berthi Christiani Budiana, I Gusti Ngurah Bulu, Vera Chantika Seventin Desemberina Doke Chikita Dina Arianti Chikita Dina Arianti Damianus Dao Samo Devi, Rista Apriliya Devidce Mbolik, Margret Dimas Apolos Pada Djogo Sena, Nathalia Dominikus, Wara Sabon Efinda Saputri, Matilda Elga Yora Natonis Yora Natonis Elisabeth W. Lobo Elsa Lodribka Tampani Else Abineno, Gradiana Emiliana Maria Goreti Moron Endy, Selfiyana Meilani Erna Bire Eufrasia Jovita Salma Wedo Falentina Bone Febe Priskila Tefa Febryarmy Bota Teluma Fembriani Fernando Saragih Filda E. Selan Filipus Rasul Rosari Nasir Firda Ariyani Amir Fitri Marselina Sakbana Gaspar Melo Gaudensius Jati Lamauran Koten Gaudensius Koten Glorya Taunino Gracella Mboro Graziana Maria Jawa Sogen Gretch Mach Lutherina Leobisa Greyzella P. Humau Hanima Sakan Happy Aulia Serangmo Hendro Judrian Messah Hen’st Valen Adip Benu Herolima Lasa Kelen I Made Parsa Ignasius Hary Lassa Intan Bullu Irene Yuningsih Saputri Luthfi Irna Mayangsari Nauk Jati Lamauran Koten, Gaudensius Jibrael Leo Tallo Joi Stevani Rohi Juliana Asbanu Junetry Olivia Haenael Kamelia Ongo Makin Karlah Liu katarina Inaq Kesya Igelda Missa Klara D. Kewa Lamalelang Kurniayu Triastuti R.A. Ratu Lala, Sofia G. Un Langko, Carolina Lehan, Andriyani A. D. Lewang, Natalia Lidwina Lau lija tulle Lili Missa Makdaleta Magai Marfin Ajilo Kase Maria Adelheid Wara Lay Maria Anjela Laka Silab Maria Anjelina Ade Seran Maria Anjelina Pete Maria Aprilia Meli Maing Maria Aprilia Nggoma Kota Maria Diana Lite Maria Euprasia Sasi Maria Faustina Kewa Saya Maria Januaria Meo Mesa Maria Rosmita Takoi Maria Yuliana Picauly Maria Yunita Monga Marianus Kotus Seran Marie De Mondvort Tabani Marsi Bani Martha K Kota Martha K. Kota Martha Kristina Kota Marthio Lassi Matilda Cindy Dhiu Maxsel Koro Maxsel Koro Melani Lodika Natonis, Sania Merchi Gadelya Foreira Atty Merlin Benu Merlin Novia Puay Mersi Hawu Haba Messakh, Jacobis J. Messakh, Jakobis J. Mika, Febromergiani Nadine Nelci Lidya Kuli Nana Naysila Chintya Nahak Nawa, Netty E.A Ndolu, Sumardi W. Netty Elisabeth A. Nawa Nova Loden Novelsi Sanggu, Rinian Oktafiani Diana Sibat Olga Nurhayati Mesah Pasriani Damayanti Akunut Paulina Riwu Ga Paulus Ryfaldy Pili Ngoba Polin, Olivia Pramesti Preskila Anita Faot Priandy Benu Prisila Mamulak Putra A. Talomanafe Ratu, Kurniayu Triastuti R. A. Renhard Jepa Renold H. Modok Rini Marselina Abraham Rista Aprilia Devi Roswita M. Bere Besin Sampe, Markus Scarlet M. menno Serlyana Leo Sermi Agnes Adu Sindi Rotlis Magdalena Beba Sofia G Un Lala Sofia Godeliva Un Lala Soleman Bully Stevany Claritha Blegur stevica tefbana Supu, Amirudin Taneo , Silvester Taneo, Malkisedek Tasya Eoh Ndolu Taty Rosiana Koroh Treesly Yumiardy Normin Adoe Tritanty Sintikhe Manu Vera Bulu Veridiana Wuleng, Maria Windi Astuti Hana Kore Wollo, Agatha C. F. W. Yunita Kadja Jade Yunita M. Lede Yusti Maktelda Ta’ek Ziolin M. Adu