Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA DI SD NEGERI OETETE 1 Gracella Mboro; Hiwa Wonda; Hanima Sakan; Matilda Cindy Dhiu
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10080

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pelaksanaan manajemen peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SD Negeri Oetete 1. Dengan menggunakana pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui angket terbuka yang diberikan kepada guru kelas dan guru mata pelajaran yang terlibat langsung dalam pembinaan kedisiplinan siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa dipengaruhi oleh kombinassi karakteristik guru, praktik disiplin, dan pola komunikasi interpersonal. Guru perempuan dan guru kelas, yang berinteraksi paling intensif dengan siswa, cenderung menerapkan pendekatakan yang membimbing dan partisipatif, sehingga mamapu mendorong keterlibatan siswa dan pembentukan disiplin yang diinternalisasi. Hasil penelitian juga menegaskan pentingnya penyusunan aturan secara kolaboratif, rutinitas yang konsisten, keteladanan guru, serta supervisi yang humanis dalam menumbuhkan disiplin yang bersifat internal, bukan sekedar paksaan eksternal. Selain itu, komunikasi interpersonal yang dialogis berperan penting dalam membangun saling pemahaman dan negosiasi terhadap harapan perilaku. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen peserta didik yang efektif di sekolah dasar bersifat partisipatif, reflektif, dan berbasis keteladanan, sehingga berkontribusi pada peningkatan kehadiran siswa, kesiapan belajar, ketertiban kelas, dan keterlibatan aktif. Temuan ini memberikan wawancara praktis bagi sekolah yang ingin meningkatkan manajemen peserta didik serta menawarkan arah bagi penelitian selanjutnya mengenai pengaruhnya terhadap prestasi akademik dan perkembangan karakter.
Makna Sosial Budaya Peo Jawawawo bagi Penguatan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Paulus Ryfaldy Pili Ngoba; Hiwa Wonda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosial budaya Peo Jawawawo dalam konteks penguatan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Peo, sebagai simbol transendental dalam masyarakat adat Jawawawo di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, memiliki nilai filosofis dan sosial yang berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-hermeneutik berdasarkan hasil kajian literatur dari dua karya utama Yakobus Ndona (2019), yakni “Peo Jawawawo: Simbol Pemersatu Masyarakat Adat dan Inspirasi Pengembangan Persatuan Bangsa” dan “Jejak Tuhan di Tanah Keo”. Hasil kajian menunjukkan bahwa Peo bukan sekadar artefak adat, melainkan simbol spiritual dan sosial yang mengikat masyarakat dalam ikatan solidaritas, kesetaraan, dan keteraturan hidup. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti penghormatan terhadap leluhur, solidaritas antaranggota komunitas, dan kesadaran kolektif terhadap kehidupan bersama, relevan untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman etnis dan budaya Indonesia. Oleh karena itu, pemaknaan sosial budaya Peo dapat dijadikan model inspiratif bagi pembangunan karakter bangsa yang berlandaskan spiritualitas dan nilai kebersamaan.)
Ritual Werung Lolon sebagai Representasi Nilai Gotong Royong dan Kebersamaan dalam Pembelajaran IPS SD Maria Anjelina Pete; Hiwa Wonda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai gotong-royong dan kebersamaan yang terkandung dalam ritual Werung Lolon sebagai representasi kearifan lokal yang relevan dengan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SD. Permasalahan yang diangkat berfokus pada rendahnya pemanfaatan nilai-nilai budaya lokal sebagai sumber belajar yang kontekstual dalam pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber jurnal yang berkaitan dengan Werung Lolon, kearifan lokal, pemelajaran IPS, dan pendidkan karakter. Analisi data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses reduksi, kategorisasi, dan interpretasi makna terhadap hasil temuan literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa ritual Werung Lolon mengandung nilai gotong-royong, musyawarah, solidaritas sosial, dan tanggung jawab bersama yang dapat dijadikan sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran IPS. Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan melalui pendekatan berbaisis proyek dan kegiatan kolaboratif yang menimbuhkan karakter kebersamaan serta memperkuat identitas budaya peserta didik.
RANGKAIAN TRADISI NENO BO’HA TERHADAP KESEHATAN IBU MELAHIRKAN DAN BAYI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Gretch Mach Lutherina Leobisa; Hiwa Wonda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10139

Abstract

Tradisi Neno Bo’ha merupakan tradisi yang dilakukan selama 40 hari pada ibu pasca melahirkan. Tradisi di Nusa Tenggara Timur ini telah terbukti menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prevalensi kondisi ibu dan balita. Tradisi Neno Bo’ha yang dilakukan ibu pasca melahirkan cenderung tidak memperhatikan kebersihan diri dan bayi serta mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat namun rendah protein, sehingga berdampak pada kebersihan postpartum dan sanitasi sekitar bayi. Tradisi ini juga meningkatkan tingginya jumlah infeksi atau malaria di Nusa Tenggara Timur, yang menurut Badan Pusat Statistik telah tergolong tinggi. Penelitian kualitatif dengan metode studi literatur ini dilakukan dengan tujuan untuk menemukan lebih banyak insiden dampak dari adanya tradisi ini sehingga diperoleh hasil urgensi substitusi tradisi Neno Bo’ha terhadap kesehatan dan kebersihan ibu pasca melahirkan serta bayi. Solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, memberikan edukasi kepada masyarakat setempat, melibatkan tenaga kesehatan setempat untuk bekerja sama, baik dalam edukasi maupun pengobatan, hingga menciptakan inovasi pengganti tanpa menghilangkan nilai dasar tradisi tersebut.
PERAN OKOMAMA DALAM KOMUNIKASI SOSIAL MASYARAKAT ATOIN METO DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Karlah Liu; Hiwa Wonda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran okomama dalam komunikasi sosial masyarakat Atoin Meto di kabupaten Timor Tengah Selatan. Okomama merupakan simbol budaya yang memiliki fungsi sosial dan komunikasi dalam kehidupan sehari hari masyrakat Atoin Meto. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui telaah berbagai sumber literatur, jurnal, dan dokumen budaya terkait okomama dan komunikasi sosial. Hasil kajian menunjukan bahwa okomama berperan penting sebagai media komunikasi tradisional yang memperkuat hubungan sosial, menumbuhkan solidaritas, dan menjaga keharmonisan antaranggota masyarakat. Selain itu okomama berfungsi sebagai sarana penyampaian pesan simbolik yang menggambarkan nilaim persaudaraan,gotong royong dan rasa hormat dalam kehidupan sosial masyarakat atoin meto. Dengan demikian, pelestarian nilai budaya okomama penting dilakukan sebagai upaya mempertahankan identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi.
INTERNALISASI NILAI-NILAI LUHUR TENUN IKAT KORKASE AMARASI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI MUDA MELALUI PEMBELAJARAN IPS Glorya Taunino; Hiwa Wonda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10164

Abstract

Perkembangan globalisasi dan modernisasi menyebabkan pergeseran nilai di kalangan generasi muda, di mana minat terhadap budaya lokal semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai luhur yang terkandung dalam motif tenun ikat Korkase dari Amarasi serta menganalisis relevansinya terhadap pembentukan karakter generasi muda melalui pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis ethnopedagogy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) berdasarkan pandangan Zed (2008). Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) menurut Krippendorff (2004) untuk menafsirkan makna nilai-nilai yang terdapat dalam simbol dan motif Korkase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenun Korkase mengandung enam nilai utama, yaitu religiusitas, tanggung jawab, keadilan, persaudaraan, ketulusan, dan cinta budaya. Nilai-nilai ini memiliki relevansi kuat terhadap pembentukan karakter spiritual, sosial, dan moral peserta didik. Melalui penerapan model pembelajaran ethnopedagogy dalam IPS, nilai-nilai Korkase dapat diinternalisasikan secara kontekstual melalui kegiatan reflektif, proyek budaya, dan praktik sosial. Penelitian ini merekomendasikan agar sekolah mengintegrasikan warisan budaya lokal seperti Korkase dalam pembelajaran IPS untuk memperkuat identitas, karakter, dan kebanggaan budaya generasi muda Amarasi.
ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM DAN PENGAJARAN DI SD NAIKOTEN 1 KUPANG BERDASARKAN HASIL ANGKET GURU Stevany Claritha Blegur; Hiwa Wonda; Yunita Kadja Jade
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10195

Abstract

This study aims to analyze the importance of school–community relationships in improving the quality of education at SDS Angkasa Kupang. A qualitative descriptive method was employed, using open interviews and questionnaires administered to five teachers. The findings show that the partnership between the school and the community is categorized as very strong, indicated by a positive response rate of 98.7%. The school has established various forms of collaboration, including environmental clean-up activities, religious programs, social services, open house events, and the use of social media for communication. In addition, parental involvement through regular communication and consultations contributes significantly to students’ academic development, character formation, and learning motivation. These findings indicate that strong school–community partnerships play a crucial role in supporting school programs and enhancing the effectiveness of the learning process.
ANALISIS INTEGRASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM MANAJEMEN KURIKULUM DAN PENGAJARAN DI UPTD SD INPRES NASIPANAF Ana Karmela Alsya Tokan; Hiwa Wonda; Aloysia Sali Pureklolon; Nova Loden
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10450

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran manajemen kurikulum dan pengajaran dalam mengintegrasikan pendidikan karakter di UPTD SD Inpres Nasipanaf. Permasalahan penelitian adalah belum optimalnya integrasi nilai karakter dalam perencanaan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran meskipun Kurikulum Merdeka telah diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui angket terbuka kepada guru yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dan pengajaran dilaksanakan secara sistematis sesuai dengan tujuan sekolahh dan standar pendidikan. Guru terlibat aktif dalam perencanaan kurikulum, menggunakan modul ajar, serta menerapkan pembelajaran aktif dan kontekstual yang mendukung karakter siswa. Supervisi akademik berperan dalam peningkatan kualitas pembelajaran, meskipun masih terdapat kendala dalam pengembangan bahan ajar inovatif, pembagian tugas mengajar, dan optimalisasi kegiatan ekstrakurikuler. Secara keseluruhan, manajemen kurikulum dan pengajaran berperan strategis dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah dasar.
PERAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SEKITAR GUNUNG TIMAU DALAM MENDUKUNG KETAHANAN SOSIAL EKONOMI RUMAH TANGGA AMFOANG TENGAH Hen’st Valen Adip Benu; Hiwa Wonda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10813

Abstract

Local wisdom refers to social norms, values, and practices that develop and flourish in the daily lives of the adat community and support strategic efforts to improve the socio-economic 1conditions of households. This study is based on the fact that the community in the vicinity of Gunung Timau, Amfoang Tengah District, Kupang Regency, still adheres to local customs despite the increasing pace of modernization and construction. The purpose of this study is to examine various forms of local wisdom and analyze their contribution to improving the socioeconomic conditions of households in Amfoang Tengah. The methodology used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques such as literary studies and structured research. The data analysis process is based on the interactive Miles and Huberman model, which includes data reduction, data analysis, and systematic conclusions. The study's findings indicate that local wisdom practices, such as customary forest management, water power conservation, and a culture of mutual assistance, are crucial in strengthening social solidarity and increasing the economic strength of local households. Because of this, local wisdom must receive attention and be integrated into formal education and construction policies in order to support future rural development.
KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI PANEN MADU HUTAN DI DAERAH AMFOANG, KABUPATEN KUPANG Junetry Olivia Haenael; Hiwa Wonda
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11068

Abstract

This study examines the local wisdom of the Amfoang community in East Nusa Tenggara through the forest honey harvesting tradition. This tradition not only has economic value but also contains cultural, social, and spiritual significance. This study used a literature review method with a qualitative descriptive approach, utilizing various written sources of relevant research. The findings indicate that the Amfoang community's forest honey harvesting tradition embodies local wisdom values, such as cooperation, responsibility, and gratitude for natural gifts. The harvesting process is led by traditional leaders with a system of dividing tasks and harvests based on customary rules. Before the activity begins, the community holds a ritual as a form of respect for ancestors and a request for safety. Furthermore, this tradition demonstrates a harmonious blend of customs and Christian-Protestant teachings through prayers and hymns that accompany the activity. Thus, the Amfoang honey harvesting tradition symbolizes the preservation of a sustainable local culture full of life values.
Co-Authors Abdul Latif B. Sappa Adam Bol Nifu Benu Aloysia Sali Pureklolon Ana Karmela Alsya Tokan Ande, Andreas Andriyani A.D. Lehan Antonius Hali Bella Theo Tomi Pamungkas Budiana, I Gusti Ngurah Bulu, Vera Chikita Dina Arianti Damianus Dao Samo Devi, Rista Apriliya Dominikus, Wara Sabon Endy, Selfiyana Meilani Fembriani Fernando Saragih Gaspar Melo Glorya Taunino Gracella Mboro Gretch Mach Lutherina Leobisa Hanima Sakan Hen’st Valen Adip Benu Herolima Lasa Kelen I Made Parsa Junetry Olivia Haenael Kamelia Ongo Makin Karlah Liu Kesya Igelda Missa Klara D. Kewa Lamalelang Koro, Maxsel Koroh, Taty R. Koten, Gaudensius Lala, Sofia G. Un Lehan, Andriyani A. D. Lehan, Andriyani Afliyanti Dua Lewang, Natalia Lili Missa Makdaleta Magai Marfin Ajilo Kase Maria Anjela Laka Silab Maria Anjelina Ade Seran Maria Anjelina Pete Maria Aprilia Meli Maing Maria Diana Lite Maria Faustina Kewa Saya Maria Januaria Meo Mesa Marsi Bani Martha K Kota Martha Kristina Kota Marthio Lassi Matilda Cindy Dhiu Maxsel Koro Merlin Novia Puay Messakh, Jacobis J. Messakh, Jakobis J. Nauk, Irna Mayangsari Nawa, Netty E.A Ndolu, Sumardi W. Netty Elisabeth A. Nawa Nova Loden Oktafiani Diana Sibat Pada, Dimas Apolos Pasriani Damayanti Akunut Paulina Riwu Ga Paulus Ryfaldy Pili Ngoba Polin, Olivia Pramesti Prisila Mamulak Putra A. Talomanafe Ratu, Kurniayu Triastuti R. A. Ratu, Kurniayu Triastuti R.A. Renhard Jepa Renold H. Modok Rini Marselina Abraham Rista Aprilia Devi Sampe, Markus Sofia G Un Lala Sofia Godeliva Un Lala Soleman Bully Stevany Claritha Blegur Supu, Amirudin Taneo , Silvester Taneo, Malkisedek Tasya Eoh Ndolu Taty Rosiana Koroh Treesly Yumiardy Normin Adoe Vera Bulu Windi Astuti Hana Kore Wollo, Agatha C. F. W. Yunita Kadja Jade Yunita M. Lede Yusti Maktelda Ta’ek