Claim Missing Document
Check
Articles

MENUMBUHKAN SIKAP PEDULI SOSIAL MAHASISWA MELALUI KEGIATAN SOSIAL DI CAMP PENGUNGSIAN WARGA EKS TIMOR TIMUR : MENUMBUHKAN SIKAP PEDULI SOSIAL MAHASISWA MELALUI KEGIATAN SOSIAL DI CAMP PENGUNGSIAN WARGA EKS TIMOR TIMUR Femberianus Sunario Tanggur; Vera R. Bulu; Roswita L. Nahak; Selfiana T.M. Dpala Lawa; Maria M.B Sogen; Jhon Enstein; Yonly A Benufinit
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Agustus 2023
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v3i2.999

Abstract

Memasuki abad ke 21 dunia pendidikan mulai beranjak pada pendidikan yang berbasis kepada nilai serta karakter. Karakter peduli sosial wajib ditanamkan pada peserta didik melalui berbagai kegiatan sosial. Mahasiswa dididik untuk bertanggung jawab dan memiliki kewajiban untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Melalui kegiatan sosial, pembentukan sikap dan kepekaan sosial dalam diri mahasiswa dapat tumbuh sehingga memiliki rasa kepedulian terhadap keanekaragaman ras, budaya, serta agama yang berada ditengah masyarakat. Nilai karakter yang dicapai adalah tujuan yang ingin dicapai yaitu: Pertama. Menumbuhkan karakter peduli sosial mahasiswa baik dilingkungan keluarga maupun masyarakat. Sebagai sosial control mahasiswa harus mengamati perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat dan memberikan solusi untuk menyelesaikan jika terjadi suatu masalah di sekitarnya. Kedua, Memupuk rasa tanggung jawab mahasiswa sebagai mahkluk sosial, harus memiliki jiwa empati dan simpati terhadap lingkungan serta memupuk jiwa cinta tanah air demi terciptanya masyarakat yang berkeadilan sosial melalui proses kegiatan sosial yang dilakukan guna memenuhi kebutuhan di camp pengungsian warga esk Timor Timur dalam bidang pendidikan. Ketiga, mahasiswa dapat merancang program kelompok belajar “Cinta Indonesia“ di camp pengungsian serta melakoni peran sebagai guru ditengah masyarakat.
MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS ANAK-ANAK PANTI ASUHAN ST. LOUIS DE MONFORT-SIKUMANA MELALUI “GAMES AND SONGS” Viktorius P. Feka; Darius Y. Nama; Christmas P. Ate; Selfiana T. M. Ndapa Lawa; Agnes M.D. Rafael; Lanny I. D. Koroh; Apriani S. Wonga; Rubiah Y. B. Yusup; Tiara A. Mansopu; Jhon Enstein; Roswita L. Nahak
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2024
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v4i1.1199

Abstract

AbstrakTujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) ini adalah untuk membangkitkan motivasi belajar bahasa Inggris anak-anak Panti Asuhan St. Louis de Monfort-Sikumana. Pembangkitan motivasi belajar bahasa Inggris ini ditempuh melalui games and songs atau permaian dan lagu. Metode yang digunakan pada kegiatan abdimas ini adalah permainan, lagu, dan demonstrasi. Terdapat tiga tahap dalam kegiatan ini, yakni persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa anak-anak lebih antusias dalam belajar bahasa Inggris lewat games and songs. Bahkan, anak-anak juga bisa dengan mudah menguasai kosakata baru, memiliki ketrampilan berbahasa dan pengucapan yang baik, serta cukup mahir menguasai tata bahasa Inggris. Kata Kunci : motivasi belajar, bahasa Inggris, games and songs AbtsractThis community service activity aims to foster motivation for learning the English language among the children of St. Louis de Monfort-Sikumana Orphanage. This is achieved through the use of games and songs as a means of stimulation. The methods employed in this community service activity include games, songs, and demonstrations. The activity consists of three stages: preparation, implementation, and report preparation. The results of this activity indicate that the children are more enthusiastic about learning English through games and songs. Moreover, they can easily acquire new vocabulary, possess language skills and good pronunciation, and are proficient in mastering English grammar. Keywords: learning motivation, English, games and songs
MEMUPUK NILAI ANTI KORUPSI MELALUI POHON INTEGRITAS Afliana Bety; Yulsy Marselina Nitte; Jhon Enstein; Dortia Snae; Helena Soinbala; Maria Anna Odilia Suri; Oka F S. Ndun; Ria Anabokay
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2024
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v4i1.1205

Abstract

AbstrakKorupsi adalah tindakan yang melibatkan penyalahgunaan kekuasaan atau posisi dalam suatu jabatan atau organisasi untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok, dengan cara yang tidak sesuai dengan hukum atau etika. Tindakan korupsi melibatkan penerimaan atau pemberian suap, penyalahgunaan dana publik, nepotisme, kolusi, dan praktik-praktik lain yang bertentangan dengan prinsip-prinsip integritas dan transparansi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada siswa tentang pendidikan antikorupsi Aku Anak yang jujur,disiplin dan bertanggung jawab pendidikan antikorupsi melalui jalur pendidikan lebih efektif karena dapat merubah sikap, mental, yang terjadi pada diri seseorang dan melalui jalur ini lebih tersisten serta lebih mudah diukur, yaitu perubahan perilaku antikorupsi. Oleh karena itu penanaman sikap anti korupsi merupakan hal yang wajib dan harus ditanamkan mulai dari usia dini pada lingkungan sekolah. Kata Kunci : nilai, anti korupsi, pohon integritas Abstract Corruption is an act that involves the abuse of power or position in an office or organization for personal or group gain, in a manner that is not in accordance with the law or ethics. Corrupt acts involve accepting or giving bribes, misuse of public funds, nepotism, collusion, and other practices that go against the principles of integrity and transparency. The method used is socialization to students about anti-corruption education. I am an honest, disciplined and responsible child. Anti-corruption education through educational channels is more effective because it can change attitudes, mentality, which occurs in a person and through this channel it is more consistent and easier to measure, namely changes in anti-corruption behavior. Therefore, the cultivation of anti-corruption attitudes is mandatory and must be instilled from an early age in the school environment. Keywords: bribery, nepotism, personal gain, collusion.  
EDUKASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL Bayu Cindi Febriani Bianome; Yulsy Marselina Nitte; Jhon Enstein; Heryon Bernard Mbuik; Gracela Natalia Hendrik; Imanuel Martinus Ndiy; Marci Tasuib; Margareta Somi Haring; Tersia Nena Mogi; Aditia Putra Bessie
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2024): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Januari 2024
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v4i1.1216

Abstract

AbstrakKorupsi adalah suatu perilaku yang berbentuk ketidakjujuran atau tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang atau suatu organisasi yang dipercayakan dalam suatu jabatan kekuasaan, untuk memperoleh keuntungan yang haram atau penyalahgunaan kekuasaan untuk keuntungan pribadi seseorang. Metode yang digunakan dalam sosialisasi adalah metode ceramah dan metode wordwall yang dapat digunakan sebagai quizz untuk mengasah pengetahuan siswa tentang nilai-nilai korupsi. Sehingga melalui sosialisasi ini diharapkan siswa-siswi SD Negeri Oepunu dapat menanankan dan menerapkan nilai-nilai anti Korupsi dalam Kehidupan sehari-hari Kata Kunci : Edukasi, pendidikan anti korupsi, melalui media pembelajaran wordwall AbstractCorruption is behavior in the form of dishonesty or criminal acts committed by a person or an organization entrusted with a position of power, to obtain illicit profits or abuse of power for one's personal gain. The methods used in socialization are the lecture method and the wordwall method which can be used as a quiz to sharpen students' knowledge about the values of corruption. So, through this socialization, it is hoped that Oepunu State Elementary School students will be able to instill and apply anti-corruption values in their daily lives. Keywords: Anti-corruption education through wordwall learning media
MEMBANGUN INTEGRITAS DAN ETIKA PROFESIONAL DALAM PENCEGAHAN KORUPSI BERBASIS APLIKASI WEBSITE 2 APK BUILDER DI SMAN 7 KOTA KUPANG Angelina Nome Nome; Argi Hartanto Liu; Yulsy Nitte; Muhammad Al- Gifari Ibrahim; Christin S,H Balukh; Maya Linensi Bang; Dian Isti Arini Pua Lapu; Yulce Toulay; Emanuel N.Nule; Hizkia Ndolu; Lenny Todo; Christmas Ate; Jhon Enstein
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Agustus 2024
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi merupakan ancaman serius bagi kemajuan sosial dan ekonomi suatu bangsa terutama di Indonesia. Pendidikan yang mengedukasi tentang integritas dan etika sejak dini di sekolah sangat penting untuk membangun kesadaran dan karakter siswa yang dapat membendung korupsi. PKM yang di lakukan di SMA 7 Kota Kupang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang pentingnya integritas dan etika, serta perubahan positif dalam sikap mereka terhadap perilaku yang bertanggung jawab dalam masyarakat.
Penguatan Literasi pada Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Amanuban Selatan Cornelia Amanda Naitili; Lanny I.D. Koroh; Jhon Enstein; Viktorius P. Feka; Kristina E. Noya Nahak; Femberianus Sunario Tanggur
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Agustus 2024
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literacy activities in learning aim to develop the ability to understand texts and relate them to personal experiences, think critically, and process communication skills creatively. Through this PKM activity, which covers material on narrative texts, it can help, increase reading interest and narrative literacy skills of class 10 high school students at SMA N 1 Amanuban Selatan, increase students' understanding of the structure, characteristics and techniques of writing narrative texts. Develop students' skills in producing narrative texts creatively.
Challenges and Strategies for Digital Literacy Ecosystem Development in the RI-RDTL Border Region Jhon Enstein; Yonly Adrianus Benufinit; Femberianus Sunario Tanggur
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v14i2.2056

Abstract

This study aims to explore the challenges in building a digital literacy ecosystem in the Indonesia-East Timor border area, particularly in East Amfoang Sub-district. Using a descriptive qualitative approach. The results show that the majority of teachers face difficulties in accessing the internet and digital technology for learning activities, with 121 teachers reporting consistent difficulties. The challenges faced by the community are limited digital infrastructure, low economic capability and lack of digital literacy training, which hinder the utilization of technology in daily life and education. The findings highlight the importance of developing satellite-based or 5G internet infrastructure that can reach remote areas, as well as digital literacy training that focuses on practical skills for teachers and students. In addition, public education programs related to information safety and news source verification are also needed to increase public awareness of digital risks. Based on the research results, it is recommended to implement more equitable digital infrastructure development policies, community-based digital skills training, and collaboration between the government, educational institutions, and the private sector to create technology solutions that suit local needs. With these strategies, it is expected to reduce the digital divide and improve the quality of life and economic welfare of people in border areas.
Integration of Halaika Local Culture in Formal Education System: Efforts to Maintain Traditional Values in the Digitalization Era of the Boti Dalam Tribal Community Yonly Adrianus Benufinit; Jhon Enstein; Femberianus Sunario Tanggur
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v14i2.2061

Abstract

This research explores the integration of local culture “Halaika” into the formal education system of the Boti Dalam community amidst the challenges of education digitalization. The Boti Dalam community faces a dilemma between the importance of formal education to prepare the younger generation for the times and concerns about the negative impacts of technology. One of the main challenges faced is how to integrate Halaika cultural values that emphasize harmony with nature and avoidance of excessive use of technology into the formal education curriculum without compromising the quality of education. This research used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, focus group discussions (FGDs) and participatory observation involving traditional leaders, parents, students and teachers. The results show that the Halaika teachings serve as a safeguard against the negative influence of the digitalization of education but also reveal challenges in integrating these traditional values into formal education. Although there is a growing awareness among the Boti Dalam community about the importance of local wisdom-based education, the main challenges faced are the lack of training for teachers as well as the limited resources available. Therefore, collaboration between educational institutions and the government, as well as the development of specialized training for teachers, is needed to create programs that support the integration of Halaika values.
Membina Komunitas Belajar Guru: Berbagi Praktik Baik dan Pengalaman untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Kabupaten Sabu Raijua Tanggur, Femberianus Sunario; Koroh, Lanny Isabela D.; Benufinit, Yonly A.; Mbuik, Heryon B.; Naitili, Cornelia A.; Enstein, Jhon; Wisnuwardana, I Gede Wayan
BERBAKTI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2025): BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat | January 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/berbakti.v2i3.3958

Abstract

Keterbatasan akses terhadap pelatihan profesional, kurangnya kesempatan untuk berbagi pengalaman antar guru, dan kekurangan sumber daya pendidikan berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Kurangnya kolaborasi antara guru berdampak pada kurang inovasi dan kreativitas guru dalam mengelolah kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut, diperlukan untuk membentuk komunitas belajar guru yang dapat memberikan wadah untuk berbagi praktik baik dalam mengelola kegiatan pembelajaran di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengelolaan pembelajaran yang efektif di Kabupaten Sabu Raijua melalui pembentukan dan pembinaan komunitas belajar guru. Metode pelaksanaan mencakup identifikasi kebutuhan melalui wawancara dan survei, pembentukan komunitas belajar, sesi berbagi praktik terbaik, diskusi reflektif, serta pelatihan dan workshop yang relevan dengan konteks lokal. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan guru, serta kolaborasi yang lebih baik antar guru. Sebanyak 87% peserta merasa lebih percaya diri dalam menerapkan teknik pengajaran baru, dan 91% merasa lebih terhubung dengan rekan sejawat mereka. Selain itu, pembentukan komunitas belajar yang berkelanjutan diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi kualitas pembelajaran di wilayah ini. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kompetensi guru dan kualitas pendidikan di Kabupaten Sabu Raijua.
Evaluation of the Implementation of the 2023 Computer-Based National Assessment Using the Cipp Model at SD Inpres Noelbaki Naros, Gabriel; Taku Neno, Khatrin J.; Enstein, Jhon
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol, 9 No 4 (2024) : JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v9i4.7721

Abstract

This study aims to evaluate the preparation, process, and challenges of implementing the 2023 Computer-Based National Assessment (ANBK) at SD Inpres Noelbaki, Kupang Regency, by using a qualitative descriptive approach with the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The study involved various parties, including the Headmaster, Deputy for Facilities and Infrastructure, Deputy for Curriculum, Proctor, the 5th Grade Homeroom Teacher, and 5th-grade students. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and their validity was tested through time, technique, and source triangulation, then data analyzed by using Miles and Huberman's interactive model. The results show that technical preparation included providing equipment such as Chromebook, Wi-Fi networks, the ANBK application, and exam simulations to ensure readiness. Non-technical preparation focused on guiding students through the questions. The challenges in preparation included students' low literacy and numeracy skills, limited guidance time, internet connectivity issues, and minimum ANBK socialization. The ANBK process was conducted as scheduled on October 18-19, 2023, with 30 students participating in two sessions. The challenges faced included internet connectivity disruptions, limited student skills in using computers, and student anxiety due to insufficient literacy and understanding of the questions. The results indicated that 63.33% of students achieved the minimum competency in literacy and 30% in numeracy.This study recommends improving numeracy, socialization, guidance time, and technical support for future ANBK implementations.  
Co-Authors Aditia Putra Bessie Afliana Bety Agnes M.D. Rafael Agnes Maria Diana Rafael Angelina Nome Nome Apriani S. Wonga Argi Hartanto Liu Ayu Lede Dabbo Bayu Cindi Febriani Bianome Benufinit, Yonly A. Benufinit, Yonly Adrianus Benunifit, Yonly Adrianus Christin S,H Balukh Christmas Ate Christmas P Ate Christmas P. Ate Christmas P. Ate Cornelia Amanda Naitili Darius Y. Nama Desy Hu'an Dhiana Y.A. Fallo Dian Isti Arini Pua Lapu Diana Fallo Diana Y.A Fallo Diana Yani Fallo Diana Yanni Ariswati Fallo Domaking, Adriana Dortia Snae Emanuel N.Nule Eyen Sada Fando, Alessandro Fijai Femberianus S Tanggur Femberianus S. Tanggur Gerlan A Manu Gracela Natalia Hendrik Gracelin Mbuik Helena Soinbala Heryon Bernard Mbuik Hizkia Ndolu I Gede Arya Wiguna Imanuel Martinus Ndiy Katrin T. Neno Khatrin J Taku Neno Khatrin J.T. Neno Khatrin Juliani Taku Neno Khatrin Juliani Takuneno Khatrin Juliani Takuneno Lanny Isabela Dwisyahri Koroh Lenny Todo Lidya Lexeltri Dias Manu, Gerlan A. Marci Tasuib Mardiana Teku Nuwa Margareta Somi Haring Maria Anna Odilia Suri Maria Dosantos Maria M. B. Sogen Maria M.B Sogen Maria Magdalena Beatrice Sogen Maria Magdalena Beatrice Sogen Mau, Anjelika Novantris Maya Linensi Bang Mbuik, Heryon B. Mbuik, Heryon Bernard Muhammad Al- Gifari Ibrahim Mumur, Veronika Idelsi Nahak, Kristina E. Noya Nahak, Roswita Lioba Naitili, Cornelia A. Naros, Gabriel Ndapa Lawa, Petresia I. Neno, Khatrin J. Taku Nitte, Yulsy Marselina Oka F S. Ndun Patola, Fitry Hestriyani Radka B. Koli Ria Anabokay Roswita L Nahak Roswita L. Nahak Roswita L. Nahak Roswita Lioba Nahak Roswita Nahak Rubiah Y. B. Yusup Sardi, Fidelis Selfiana T. M. Ndapa Lawa Selfiana T.M. Dpala Lawa Selfiana T.M. Ndapa Lawa Selfiana T.M.N. Lawa Selfiana Triyanty. M. Ndapa Lawa Selly, Jannes Bastian Taku Neno, Khatrin J. Taku Neno, Khatrin Juliani Taku, Khatrin J. Tanggur, Femberianus Sunario Tersia Nena Mogi Tiara A. Mansopu Vera Bulu Vera R. Bulu Vera Rosalina Bulu Vera Rosalina Bulu Viktoris P. Veka Viktorius P. Feka Viktorius P. Feka Viktorius Paskalis Feka Wisnuwardana, I Gede Wayan Yokran Mellu Yonly A. Benufinit Yonly A. Benufinit Yonly Adrianus Benufinit Yonly Adrianus Benunifit Yonly Adrianus Benunifit Yonly Benufinit Yonly Benufinit Yulce Toulay