Claim Missing Document
Check
Articles

Pendugaan erosi menggunakan Metode Modified Universal Soil Loss Equation (MUSLE) di Sub DAS Bale Lujeng Luthvy Salviya; Didik Taryana; Heni Masruroh; Nevy Farista Aristin
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Bale River Sub Basin is located in Tulungrejo Village, Gandusari District, Blitar Regency, on territory with undulating topography and at an elevation of 519 to 846 meters above sea level, with steep to extremely steep slopes. The majority of the Bale sub-watershed area's land use, notably forests, has been transformed into agricultural land or mixed gardens, where land conversion is carried out without or with conservation measures under adverse land cover conditions. Land use that does not comply with land conservation requirements exposes the Bale sub-watershed to erosion, and the Bale sub-watershed has steep slopes. As a result, the goal of this research is to forecast the quantity of erosion in the Bale sub-watershed. This study employed a literature review and a field survey, with data collected in the form of primary and secondary sources. The MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) approach was used for data analysis to estimate the amount of erosion in the research area. According to the findings of this study, the Bale sub-watershed has 18 land units, with land unit 4 having the highest erosion value of 647,99 tons per hectare per year. Land unit 4 has a Vq factor value of 2.322,76 m3, a K value of 0.50, an LS value of 1.7, and a CP value of 0.60 with residential land use and no conservation activities. Meanwhile, land unit 17 had the lowest erosion value of 1,09 tons per hectare per year. The Vq value for the land unit is 686,05 m3, the K value is 0.30, the LS value is 3.8, and the CP value is 0.02 with the use of forest land and conservation methods such as bunds and reinforcing grass. Sub Daerah Aliran Sungai Bale berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar yang memiliki lahan dengan topografi yang bergelombang dan berada pada ketinggian antara 519–846 mdpl dan didominasi dengan kelerengan yang curam hingga sangat curam. Penggunaan lahan di sebagian besar wilayah sub DAS Bale, yaitu berupa hutan telah banyak berubah menjadi lahan pertanian atau kebun campuran. Dimana alih fungsi lahan tersebut dilakukan tanpa atau dengan tindakan konservasi dan kondisi penutup lahan yang kurang baik. Pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan konservasi lahan akan berakibat pada kerentanan sub DAS Bale terhadap kejadian erosi, ditambah Sub DAS Bale memiliki kemiringan lereng yang curam. Dengan demikian, tujuan dari kajian ini adalah untuk menduga/prediksi besaran erosi di Sub DAS Bale. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan survei lapangan dengan data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode MUSLE (Modified Universal Soil Loss Equation) untuk pendugaan besarnya erosi pada wilayah kajian. Hasil dari penelitian ini, terdapat 18 unit lahan di Sub DAS Bale dengan nilai erosi terbesar pada unit lahan 4 sebesar 647,99 ton/ha/tahun. Satuan unit lahan 4, memiliki nilai faktor Vq sebesar 2.322,76 m3, nilai K sebesar 0,50, nilai LS sebesar 1,7 dan nilai CP sebesar 0,60 dengan penggunaan lahan permukiman tanpa adanya upaya konservasi. Sementara itu, nilai erosi terkecil terdapat pada unit lahan 17 sebesar 1,09 ton/ha/tahun. Nilai Vq pada unit lahan tersebut sebesar 686,05 m3, nilai K sebesar 0,30, nilai LS sebesar 3,8, dan nilai CP sebesar 0,02 dengan penggunaan lahan hutan serta upaya konservasi berupa guludan dan rumput penguat.
Model Project Based Learning berbantuan 3D Maps materi pola aliran sungai: Pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir spasial siswa SMA Nur Hidayanti; Hadi Soekamto; Heni Masruroh
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i4p354-366

Abstract

The fundamental skill in learning Geography is the ability to think spatially. The Project-Based Learning (PjBL) model assisted by 3D Maps makes it easier for students to utilize knowledge and understanding of the material as a medium to improve spatial thinking. The purpose of this study was to determine the effect of the PjBL model with the aid of 3D Maps on the material of river flow patterns on the spatial thinking skills of high school students. This research uses a quasi-experiment method. Consisted of 70 students as research subjects with details of 35 students in the experimental class and 35 students in the control class. The results showed that there was an increase in students' spatial thinking skills, where the experimental class was higher than the control class. The PjBL model with the help of 3D Maps material on river flow patterns has a positive impact on the spatial thinking skills of high school students. The researcher also compared the students' average post-test scores by gender. The results show that female students get better average scores than male students. Many factors affect the difference in the level of thinking of men and women, including: spatial experiences, environmental factors, and emotional differences. Keterampilan fundamental dalam pembelajaran Geografi yaitu kemampuan berpikir spasial. Model Project Based Learning (PjBL) berbantuan 3D Maps mempermudah siswa dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan pemahaman materi sebagai media meningkatkan berpikir spasial. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh model PjBL berbantuan 3D Maps materi pola aliran sungai terhadap kemampuan berpikir spasial siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode quasy experiment. Terdiri dari 70 siswa sebagai subyek penelitian dengan rincian 35 siswa kelas eksperimen dan 35 siswa kelas kontrol. Hasil penelitian membuktikan terjadi peningkatan kemampuan berpikir spasial siswa, dimana kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Model PjBL berbantuan 3D Maps materi pola aliran sungai memberikan dampak positif terhadap kemampuan berpikir spasial siswa SMA. Peneliti juga membandingkan nilai rata-rata post-test siswa berdasarkan gender. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa perempuan mendapatkan nilai rata-rata lebih baik daripada siswa laki-laki. Banyak faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat berpikir laki-laki dan perempuan, diantaranya yaitu: pengalaman spasial, faktor lingkungan dan perbedaan emosi.
GEOGRAFI STUDI KLUB: STRATEGI GURU DALAM MELATIH KEMAMPUAN SISWA MELALUI PEMBINAAN KSN SMA MAARIF LAWANG Alfian Nur Muzaki; Heni Masruroh; Akhmad Taufik
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v8i1.31614

Abstract

Kegiatan pembinaan KSN melalui geografi studi klub dari empat tahapan, yaitu persiapan, perencanaan, pembinaan, dan evaluasi. Tujuan geografi studi klub adalah sarana pembinaan siswa yang berminat di geografi dan sarana siswa yang mengikuti kompetisi geografi di level KSN. Sasaran geografi studi klub adalah peserta didik kelas X dan XI jurusan IPA dan IPS. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan model pembinaan. Instrumen pada pembinaan ini adalah tes dalam pilihan ganda dan pembagian kuisioner. Teknik analisis data menggunakan persentase deskriptif dengan menganalisa nilai pada kriteria kemampuan berpikir siswa, keterampilan menyelesaikan soal, dan kemampuan melakukan analisis. Hasil pembinaan ditemukan kemampuan berpikir siswa memiliki kriteria tinggi 80%, 78%, dan 75%. Keterampilan menyelesaikan soal memiliki kriteria sangat tinggi 85% dan 83% serta kriteria tinggi 79% dan 77%. Kemampuan menganalisis pertanyaan didapatkan kriteria sangat tinggi 87%, dan kriteria tinggi 80%, 78%, dan 75%.
The Passage Characteristics and Potential of Mbah Wajib Cave in Tambakrejo Village - Sumbermanjing Wetan District – Malang Regency Alfi Sahrina; Heni Masruroh; Fatiya Rosyida; Febrian Arrya Withuda; Devi Prasetyo; Mohammad Ainul Labib; Galih Sukoco; Andika Aulia Ahmad
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 23, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v23i1.50304

Abstract

The cave passage is a natural form that develops in karst area. The cave passage is the sign of karst development. Mbah Wajib cave is located in southern mountains of Malang regency. There are certainly few studies of it, so the aim of this study is to find out the characteristics of the passage and the potential existed in this cave. Geomorphological approach became important in identifying the characteristic and the potential of this cave. Speleomorphology analysis and surface topographic features identification were used to get information related to the surface and subsurface. Morphometric analysis was used to show the dimension and levels of the cave passage. Cave passage interpretation was used to get the patterns developed on the cave passage. The measurement result in the field showed that the condition of Mbah Wajib cave passage is dominantly wide in shape rather than high. Meanwhile, the cave morphometric analysis showed that the cave is in unconfined condition. The morphometric index showed that the cave has a large complexity with a combination of vertical and horizontal passages. The development of the cave passage is dominated by structural and hydrological control which is adjacent to the rock layers. Water flow input comes from closed basins or ponds that assemble inside the cave. The development of cave level showed that there are three levels; first, a phreatic passage; the second level is an epiphreatic condition which is a fluctuation in the groundwater level; the third level is developing a vadose passage
Potensi wisata bahari Pantai Serang di Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar Anita Zumrotin Fitrotul Laila; Satti Wagistina; Heni Masruroh
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i7p699-710

Abstract

Serang Village, Panggungrejo District, Blitar Regency is an area in the southern part of East Java. Serang Village is a village directly adjacent to the Indonesian ocean which has a beach so that it could be used as a tourist destination. Researchers study method as the method is used to achieve research objectives using observation sheets of data analysis techniques Analysis of Operational Areas and Natural Tourist Attractions or ADO-ODTWA which aims to determine the potential for marine tourism in Serang Beach. The most important tourism development is accommodation in the tourist area. The next development is the Availability of Clean Water. The latest tourism development is Conditions Around the Area. Based on these three variables, they have an important role in the success of building sustainable tourism in the area around the tour. The existence of Serang Beach can be used more for the growth of new tourism objects in the surrounding area. This study The purpose of this study was to determine the potential for marine tourism in Serang Beach in the development of sustainable tourism, and the potential for future tourism development besides Serang Beach in Serang Village. Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar merupakan wilayah yang berada di Jawa Timur bagian selatan. Desa Serang merupakan Desa yang berbatasan langsung dengan samudera Indonesia yang memiliki pantai sehingga dapat dijadikan destinasi obyek wisata. Metode kajian penulis Metode digunakan untuk mencapai tujuan penelitian menggunakan lembar observasi teknik analisis data Analisis Daerah Operasi dan Daya Tarik Wisata Alam atau ADO-ODTWA yang bertijuan mengetahui potensi wisata bahari Pantai Serang. Pembangunan pariwisata paling penting akomodasi yang berada daerah wisata tersebut Pembangunan selanjutnya adalah Ketersediaan Air Bersih. Pembangunan pariwisata terakhir adalah Kondisi Sekitar Kawasan. Berdasarkan tiga variabel tersebut memiliki peran penting dalam keberhasilan membangun wisata keberlanjutan pada daerah sekitar wisata tersebut. Adanya Pantai Serang dapat dimanfaatkan lebih banyak dapat tumbuhnya obyek wisata baru pada kawasan sekitar. Kajian ini Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi wisata bahari Pantai Serang dalam pembangunan pariwisata keberlanjutan, dan potensi pembangunan pariwisata yang akan datang selain Pantai Serang berada Desa serang.
PENINGKATAN KAPASITAS SISWA SEKOLAH DASAR DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA ERUPSI GUNUNG API MELALUI SIMULASI MITIGASI BENCANA DI DAERAH GUNUNG SEMERU Syamsul Bachri; Sumarmi Sumarmi; Listyo Yudha Irawan; Heni Masruroh; Tabita May Hidiyah; A. Riyan Rahman Hakiki; Egi Nursari Billah; Nanda Regita Cahyaning Putri; Mellinia Regina Heni Prastiwi; Huang Zimo
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i2p162-171

Abstract

INCREASING THE CAPACITY OF PRIMARY SCHOOL STUDENTS IN VOLCANO ERUPTION DISASTER PREPAREDNESS THROUGH DISASTER MITIGATION SIMULATION IN THE MOUNT SEMERU REGIONIndonesia is one of the countries prone to volcanic eruptions. One of the volcanic eruption disasters that occurred was the Semeru Volcano in 2021 and 2022 in Lumajang Regency. The impact of the Semeru Volcano eruption resulted in many casualties. This proves that the lack of understanding of the community in dealing with the threats and risks of volcanic disasters. Thus, the importance of action to minimize the impact of future disasters. The community service activities carried out by the community service team from the State University of Malang in the Decentralized Research and Service Program of the Faculty of Social Sciences are one of the solutions to increase community capacity in reducing the risk of volcanic disasters. The community service activities were carried out with disaster learning and volcano disaster mitigation simulations carried out in Sumbermujur Village, Lumajang Regency at a school directly affected by the eruption of Mount Semeru, namely SDN Sumberwuluh 2. Disaster learning activities and simulations aim to increase disaster knowledge and knowledge of volcano disaster simulations and minimize the impact of the eruption of the Semeru Volcano. The method is carried out with four stages: initial observation, socialization, implementation, and evaluation. The results show that disaster learning and disaster simulation need to be routinely carried out in schools to provide early disaster knowledge to deal with the threat of disasters that can occur at any time. From the activities carried out, students also gain knowledge skills in carrying out self-rescue steps in the event of a volcano disaster at school.Indonesia ialah salah satu negara yang rawan terhadap bencana erupsi gunung api. Salah satu bencana erupsi gunung api yang yang terjadi adalah Gunung Api Semeru Tahun 2021 dan 2022 di Kabupaten Lumajang. Dampak letusan Gunung Api Semeru mengakibatkan banyaknya korban jiwa. Hal itu membuktikan bahwa kurangnya pemahaman masyarakat dalam menghadapi ancaman dan risiko bencana gunung api. Dengan demikan pentingnya tindakan untuk meminimalisir dampak akibat bencana yang akan datang kedepannya. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdian dari Universitas Negeri Malang dalam program penelitian dan pengabdian Desentralisasi Fakultas Ilmu Sosial sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengurangi risiko bencana gunung api. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan pembelajaran kebencanaan dan simulasi mitigasi bencana gunung api yang dilaksanakan di Desa Sumbermujur Kabupaten Lumajang pada sekolah yang terdampak langsung erupsi Gunung Semeru yakni SDN Sumberwuluh 2. Kegiatan pembelajaran kebencanaan dan simulasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kebencanaan dan pengetahuan simulasi bencana gunung api, serta meminimalisir dampak erupsi Gunung Api Semeru. Metode diakukan dengan 4 tahapan yakni observasi awal, sosialisasi, pelaksanan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran kebencanaan dan simulasi bencana perlu rutin dilakukan di sekolah guna memberikan pengetahuan kebencanaan sejak dini untuk menghadapi ancaman bencana yang sewaktu waktu dapat terjadi. Dari kegiatan yang dilakukan peserta didik juga mendapatkan pengetahuan, keterampilan dalam melakukan langkah-langkah penyelamatan diri bila terjadi bencana gunung api di sekolah.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS HEYZINE FLIPBOOK MATERI MITIGASI BENCANA UNTUK SISWA KELAS XI IPS SMAN 1 SINGOSARI heppy mafudhotul auwaliyah; Alfi Sahrina; Hadi Soekamto; Heni Masruroh
JURNAL GEOGRAFI Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/geografi/vol12-iss1/3423

Abstract

This study was motivated by the weak teaching materials used and the low use of technology-based teaching materials. One way to overcome this problem is to make teaching materials in the form of Heyzine flipbook[1]based E-modules. The purpose of this study was to create teaching materials for geography E-modules on disaster mitigation material based on Heyzine flipbook. The method used is the ADDIE model (analysis, design, development, implementation and evaluation). Data collection is done through observation, expert validation and user response. The questionnaires used were in the form of expert validation sheets and user response sheets (students and geography subject teachers). The data collected were data on the quality of teaching materials and recommendations from design, material, and language expert validators, as well as data on user responses to teaching materials by students and teachers. The data were processed using quantitative descriptive methods. The results of the E-module validation received a percentage score of 95.60% from design experts, 92.19% from material experts and 86.80% from language experts. The results of summative evaluation questions during implementation from 27 students, 85% of students with very high scores, 4% of students with high scores, 4% of students with medium scores, 4% of students with low scores and 3% of students with very low scores. The results of student responses obtained a percentage of 88.03% Indicators with the highest percentage are points 1 and 11 of the physical appearance of the E-module that attracts students to read and E-modules can be used at any time, which means that this Heyzine flipbook based E-module can be easily accessed by students while Geography teachers give a percentage of 100%
PEMBELAJARAN "CONTEXTUAL COLLABORATING LEARNING” BERBASIS PENDIDIKAN KEBENCANAAN STUDI KASUS: DAS BOMPON, MAGELANG, JAWA TENGAH Heni Masruroh; Junun Sartohadi; Muhammad Anggri Setyawan
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 1 No. 1 (2017): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/jgel.v1i1.450

Abstract

Indonesia is the Country which has potential disaster. Education as an effort totransform knowledge and technology is expected as one of disaster risk reduction effort.The implementation of education is expected to increase sustainable education andstudent's critical thinking. The purpose of this article is to apply "ContextualCollaborative Learning” based on disaster education in the Bompon Catchment. Theconcept of contextual collaborative learning is obtained by observation student's fieldstudy and research of society dedication in the Bompon Catchment. The concept oflearning design development "Collaborative Learning” can be done by 3 steps, such asi) orientation related the environmental condition in the Bompon Catchment; ii)observation and measurement related the geomorphology process such as landslide,erosion, and drought; iii) Focus Group Discussion to developing the media learningproduct based on the orientation, field observation and measurement.Keyword: Collaborative Learning, Disaster Education, and Bompon Catchment.ABSTRAKIndonesia merupakan negara yang berpotensi terjadi bencana alam. Pendidikan sebagaiupaya transformasi pengetahuan dan teknologi diharapkan sebagai salah satu upayapengurangan risiko bencana. Bentuk implementasi pendidikan berupa pengajarandiharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, dapat mengaitkan materi ajar dengankondisi lingkungan sekitar, meningkatkan pemahaman dan daya kritis peserta didik.Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan Penerapan Pembelajaran "ContextualCollaborative Learning” Berbasis Pendidikan Kebencanaan di DAS Bompon. Konseppembelajaran "Contextual Collaborative Learning” diperoleh berdasarkan hasilpengamatan kegiatan lapangan di wilayah DAS Bompon oleh mahasiswa dari beberapaUniversitas dan kegiatan pengabdian masyarakat. Penerapan "Contextual CollaborativeLearning” dilakukan melalui 3 tahapan, yaitu i) Orientasi atau pengenalan wilayah DASBompon secara umum; 2) pengamatan dan pengukuran proses-proses geomorfologiseperti longsor, erosi, dan kekeringan; 3) Diskusi terarah untuk pengembangan produkmedia pembelajaran hasil orientasi, pengamatan dan pengukuran lapangan.Kata Kunci: Contextual Collaborative Learning, Pendidikan Kebencanaan, dan DASBompon
Pemanfaatan teknologi spasial dalam identifikasi hutan sosial untuk menunjang perhutanan sosial di desa Wonorejo kecamatan Singosari kabupaten Malang Alfi Sahrina; Fatiya Rosyida; Heni Masruroh; Devy Prasetyono; Muhammad Rafif Fadihilah; Mohammad Yusril Abidin; Ilham Adenan Hidayatullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21298

Abstract

Abstrak Desa Wonorejo merupakan desa yang berada di Kecamatan Singosari. Pada wilayah desa ini terdapat area hutan produksi. Hutan tersebut merupakan hutan milik pemerintah. Melalui program Perhutanan Sosial masyarakat Desa Wonorejo dapat mengelola hutan mengingat Perhutanan Sosial merupakan sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam Kawasan Hutan Negara. Tujuan dari pengabdian ini yaitu pendampingan dalam melakukan pengukuran dan pemetaan batas Hutan Desa, serta pendampingan pemetaan area pemanfaatan Hutan Desa. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu partisipatory community dengan melibatkan masyarakat secara partisipatif dan memanfaatkan teknologi spasial dalam identifikasi kawasan hutan sosial. Adapun langkah-langkah pengabdian ini dilakukan dengan cara survei pendahuluan, sosialisasi program pengabdian, pemanfaatan teknologi geospasial seperti penggunaan GPS dan Drone, pembuatan peta dasar dengan menggunakan softwere pemetaan, pendampingan pengukuran dan pemetaan batas hutan desa, pendampingan pemetaan area pemanfaatan hutan desa. Hasil pengabdian menunjukkan kawasan hutan produksi yang ada di dalam wilayah Desa Wonorejo seluas 81,7 ha dan berada dalam PIAPS. Pada area hutan yang ada di Desa Wonorejo terdapat sumber air yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kebutuhan sehari-hari. Hasil pemotretan foto udara menunjukkan area hutan desa wonorejo masih alami dan memiliki lereng yang curam hingga landai Kata kunci: teknologi spasial; hutan sosial; perhutanan sosial Abstract Wonorejo Village is a village in Singosari District. In this village area there is a production forest area. This forest is a government-owned forest. Through the Social Forestry program, the Wonorejo Village community can manage forests considering that Social Forestry is a sustainable forest management system implemented in the State Forest Area. The purpose of this service is assistance in measuring and mapping Village Forest boundaries, as well as assistance in mapping Village Forest utilization areas. The method used in this service is participatory community by involving the community in a participatory manner and utilizing spatial technology in identifying social forest areas. The steps for this service are carried out by means of a preliminary survey, socialization of the service program, use of geospatial technology such as the use of GPS and Drones, making base maps using mapping software, assistance with measuring and mapping village forest boundaries, assistance with mapping village forest utilization areas. The results of the service show that the production forest area within the Wonorejo Village area is 81,7 ha and is within PIAPS. In the forest area in Wonorejo Village there is a water source which is used by the local community for their daily needs. The results of aerial photography show that the Wonorejo village forest area is still natural and has steep to gentle slopesKeywords: spatial technology; Social forest; social forestry
Klasterisasi Spasial dan Penggunaan Lahan Wilayah Peri Urban Lowokwaru Kota Malang Bahrudin, Muhammad Luthfi; Wagistina, Satti; Masruroh, Heni; Astuti, Ike Sari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i10p1111-1127

Abstract

The increase in population and limited number of urban land have encouraged land use changes towards the edge of the city /peri urban area due to the increasingly congested conditions of the city. The research aims to classify peri urban saptial cluster based on the proportion of built-up and non-built land and land use of peri urban areas in Lowokwaru, Malang City in 2015–2020. Land use change analysis of the Lowokwaru peri urban area using a quantitative approach. Data processing using ArcGIS with digitization techniques on built and non-built land use in 2015 and 2020. As a result of digitization in 2015, the area of built-up land was 16.6 km² and non-built land was 6.5 km². In 2020, there was a change in the use of built-up land which increased and the shrinking of non-built land area of 0.0009 km² or by 4.9 percent. Landuse change of unbuilt land are turning into land use for settlements, industry, etc. Land use changes that occur result in changes in zones or spatial clusters of urban elves Lowokwaru. These results show that the Lowokwaru peri urban area has a spatial cluster/zone in the form of Fringe, Outer fringe, Urban shadow zone. Pertambahan jumlah penduduk dan terbatasnya jumlah lahan perkotaan mendorong terjadinya perubahan penggunaan lahan ke arah area tepi kota/peri urban dikarenakan kondisi pusat kota yang semakin padat. Tujuan penelitian adalah mengklasifikasikan klaster Wilayah peri urban berdasarkan proporsi lahan terbangun dan non-terbangun dan penggunaan lahan wilayah peri urban Lowokwaru Kota Malang tahun 2015–2020. Analisis perubahan penggunaan lahan wilayah peri urban Lowokwaru dilakukanmenggunakan pendekatan kuantitatif. Pengolahan data menggunakan Arc GIS dengan teknik digitasi pada penggunaan lahan terbangun dan non-terbangun tahun 2015 dan 2020. Hasil digitasi tahun 2015 luas lahan terbangun seluas 16,6 km² dan lahan non-terbangun seluas 6,5 km². Tahun 2020 ditemui perubahan pengggunaan lahan terbangun yang bertambah dan menyusutnya luas lahan non-terbangun seluas 0,0009 km² atau sebesar 4,9 persen. Perubahan penggunaan lahan non-terbangun beralih menjadi pemanfaatan lahan untuk permukiman, industri, pendidikan, perdagangan, dan jasa. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi berakibat pada berubahnya zona atau klaster spasial peri urban Lowokwaru. Dari hasil tersebut didapaati wilayah peri urban Lowokwaru memiliki klaster spasial/zona berupa Fringe, Outer fringe, Urban shadow zone.
Co-Authors A. Riyan Rahman Hakiki Adip Wahyudi Aditya Prana Iswara Agung Suprianto Aidil Candri, Dining Ainul Labib, Mohammad Akhmad Taufik Alfian Nur Muzaki Alfiandi Hafidz Firmansyah Alfyananda Kurnia Putra Amin Setyo Leksono Andhika Yudha Pratama Andika Aulia Ahmad Anggara, Arik Anggri Setiawan Anita Zumrotin Fitrotul Laila Aprilia, Maya Arif Rohman Arik Anggara Aulia Rahman Oktaviansyah, Aulia Rahman Auliya, Navisa Dinni Billah, Egi Nursari Budi Handoyo Chairunnisa, Nabila Nirwasita Chairunnisa, Nadda Khalila Choirul Amin Choirul Anam AM Diponegoro Dadang Bagus Wicaksono Danardono, Danardono Daya Negri Wijaya Devi Prasetyo Devy Prasetyono Dewa Putra Cisnaulin Didik Taryana Dwiyono Hari Utomo Edisty Anindira Patranita Efri Roziaty Egi Nursari Billah Evania Yafie Fandi Ahmad Syaifullah, Hadian Anditya Fatiya Rosyida, Fatiya Febrian Arrya Withuda Fernanda Dimas Bachtiar Fikriyah, Vidya N. Fina Kharisma Musallamah Galih Sukoco Hadi Soekamto Hakiki, A.Riyan Rahman Hamim Zaky Hadibasyir heppy mafudhotul auwaliyah Hidiyah, Tabita May Huang Zimo Husna Shofi Talbia I Komang Astina Ike Sari Astuti Ilham Adenan Hidayatullah Imam Arifa’illah Syaiful Huda Indriani, Yuristya Dyah Ismawan, Khabib Jumadi, J Junun Sartohadi Kaspari, Andrian Khairul Naafi, Ahmad Kristianto, Sonny Kuswaji Dwi Priyono Listyo Yudha Irawan Lotfata, Aynaz Lujeng Luthvy Salviya Maya Aprilia Mellinia Regina Heni Prastiwi Mifdal Zusron Al-Faqi Moh Awaludin Adam Moh. Awaludin Adam Mohammad Ainul Labib Mohammad Yusril Abidin Muaffaq, Muhammad Alvin Muddarisna, Nurul Muhammad Anggri Setyawan Muhammad Luthfi Muhammad Rafif Fadihilah Nadda Khalila Chairunnisa Nailul Insani Nanda Regita Cahyaning Putri Nawaz, Muhammad Nevy Farista Aristin Nevy Farista Aristin, Nevy Farista Nur Hidayanti Nurul Izzati Pamungkas, Diaz Heksa Bintang Permita Luana Diyah Syaibana Perwitasari, Dyah Arum Prastiwi, Mellinia Regina Prayogo, Wisnu Purwanto Purwanto Putri, Nanda Regita Rachmadian, Robby Hilmi Rafif Fadihilah, Muhammad Rafli Tegar Hati, Muhammad Rahma, Nisa Aulia Sahrina, Alfi Saiful Amin Salviya, Lujeng Luthvy Sari, Mita Intan Sattar, Farha Satti Wagistina Setyawan, Muhammad Anggri Shofi Talbia, Husna Soemarno Soemarno Sugeng Utaya Sumarmi Syahrul Kurniawan Syamsul Bachri Syamsul Bachri Syamsul Bachri tabita may hidiyah Titis Sari Hanggardimas Siwi Hartanti Tuti Mutia Utami, Hardiyanti Vita Ayu Kusuma Dewi Widya Nur Hidayati Yuniwati, Eny Dyah Yusril Abidin, Mohammad Yusuf Suharto Yuswanti Ariani Wirahayu Zaky, Muhammad Arrayyan Zimo, Huang Zulfa Mukhlisul Habibiyah