Claim Missing Document
Check
Articles

Dukungan Keluarga Dalam Mendukung Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban Davis Khoirul Akmal; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2076

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang menunjukkan peningkatan kasus setiap tahunnya. masih adanya pasien Tuberkulosis paru yang putus pengobatan (Drop out). Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis paru sangat bergantung pada kepatuhan pasien, salah satunya dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan akepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya seluruh keluarga penderita Tuberkulosis paru yang masih menjalani program pengobatan di Puskesmas Tuban sebanyak 64 orang, dan semuanya digunakan sebagai sampel dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian adalah dukungan keluarga dalam mendukung kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis paru. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup Analisa data menguak analisis deskriptif, yang menggunakan tabel, distribusi frekuensi dan prosentase. Hasil menunjukan hampir setengahnya (28.1%) keluarga penderita Tuberkulosis paru berusia dewasa akhir, dan lansia akhir, Sebagian besar (71,9%) keluarga penderita Tuberkulosis paru berpendidikan SMA, hampir seluruhnya (76.6%) keluarga penderita Tuberkulosis paru bekerja, setengahnya (50.0%) dukungan keluarga dalam mendukung kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis paru adalah baik, sebagian besar (55,6%) keluarga penderita Tuberkulosis paru pada masa dewasa akhir memiliki dukungan keluarga yang baik, seluruhnya (100%) keluarga yang berpendidikan SD memiliki dukungan yang baik, dan sebagian besar (53,3%) keluarga yang bekerja memiliki dukungan yang baik. Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan bagi pasien Tuberkulosis paru. Oleh karena itu, intervensi kesehatan masyarakat harus melibatkan keluarga sebagai mitra strategis. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi hubungan antara jenis dukungan dan tingkat pemulihan pasien secara longitudinal.
Status Gizi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Tuban Sulimatu Sa’diyah; Titik Sumiatin; Su’udi; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2357

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada sebagian kelompok lanjut usia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Berbagai faktor dapat berhubungan dengan kejadian hipertensi salah satunya status gizi. Status gizi yang berlebih dapat memengaruhi kondisi kesehatan lansia, termasuk tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang menjadi anggota aktif program prolanis dipuskesmas tuban, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah status gizi, sedangkan variabel dependen adalah kejadian hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasional. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruhnya lansia yang menderita hipertensi memiliki status gizi berlebih. Uji statistik diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05), sehingga menunjukan adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Tuban Kabupaten Tuban. Hubungan antara status gizi dan kejadian hipertensi menunjukan, peningkatan indeks massa tubuh pada lansia dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Kelebihan status gizi dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh yang berdampak pada peningkatan resistensi pembuluh darah dan beban kerja jantung. Temuan ini memperkuat teori bahwa status gizi merupakan faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi pada lansia.
Gaya Hidup Penderita Diabetes Melitus. Dalam Mencegah Komplikasi Kardiovaskuler Di Puskesmas Tuban Andiva Wardani Putri Zahroh; Yasin Wahyurianto; Teresia Retna Puspitadewi; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2370

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskuler bila tidak terkontrol. Pencegahannya dapat dilakukan melalui penerapan gaya hidup sehat seperti pola makan, aktivitas fisik, dan manajemen stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya hidup penderita diabetes melitus dalam mencegah komplikasi kardiovaskuler di Puskesmas Tuban. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh peserta prolanis sebesar 65 orang, sampel penelitian sebesar 65 peserta Prolanis di Puskesmas Tuban dengan teknik total sampling. Variabel penelitian adalah gaya hidup penderita diabetes melitus dalam mencegah komplikasi kardiovaskuler. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar penderita diabetes melitus berjenis kelamin perempuan, usia 40–59 tahun, dan lama menderita 5–10 tahun. Hampir seluruhnya penderita diabetes melitus memiliki gaya hidup cukup sehat dalam pencegahan komplikasi kardiovaskuler, yang sebagian besar pada penderita berjenis kelamin laki-laki, usia 40–59 tahun, dan lama menderita 5–10 tahun, sedangkan gaya hidup tidak sehat sebagian kecil pada perempuan, usia 40–59 tahun dan lama menderita kurang dari 5 tahun. Penderita diabetes melitus berjenis kelamin perempuan lebih banyak memiliki gaya hidup tidak sehat karena perawatan diri kurang optimal, sedangkan laki-laki lebih banyak memiliki gaya hidup cukup sehat karena terdorong menjaga kondisi tubuh. Selain itu, penderita diabetes melitus dengan lama menderita 5–10 tahun cenderung memiliki gaya hidup cukup baik karena lebih berpengalaman dalam mengelola penyakit. Oleh karena itu, diperlukan edukasi melalui kunjungan rumah mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, dan manajemen stres untuk mencegah komplikasi kardiovaskuler.
Penggunaan Media Sosial dan Perilaku Remaja di SMA Negeri 2 Tuban Hanyokro Bagus Prastyo; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Vol.2 No.1 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiki.v2i1.56

Abstract

Platform digital seperti media sosial kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari keseharian remaja, mulai dari sekadar mengobrol, mencari bahan bacaan, hingga mengisi waktu luang dengan hiburan. Ketika intensitas pemakaiannya cukup tinggi, ada kecenderungan hal itu ikut membentuk pola perilaku mereka sehari-hari. Fase remaja sendiri memang rawan, karena pada masa inilah pencarian jati diri berlangsung sehingga pengaruh dari luar termasuk media sosial jadi lebih mudah menempel dan berpotensi mengubah cara mereka bersikap di lingkungan sosial. Riset ini disusun untuk memotret gambaran intensitas penggunaan media sosial serta perilaku pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tuban. Rancangan penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi mencakup seluruh siswa kelas XI di sekolah tersebut, berjumlah 150 orang, dan sampel yang diambil sebanyak 110 remaja melalui teknik Simple Random Sampling. Dua variabel yang diteliti adalah penggunaan media sosial dan perilaku remaja. Data dihimpun lewat kuesioner, lalu diolah dengan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Temuan menunjukkan hampir seluruh responden (86,4%) tergolong memiliki intensitas penggunaan media sosial tinggi. Sementara itu, sebagian besar (69,1%) menunjukkan perilaku negatif, dan yang lebih spesifik lagi, 73,3% remaja dengan intensitas pemakaian tinggi justru berperilaku negatif. Banyak hal ikut membentuk perilaku remaja, baik yang datang dari dalam diri mereka sendiri maupun dari luar. Media sosial termasuk salah satu faktor eksternal yang berperan cukup besar di sini. Dipakai dengan cara yang tepat, media sosial sebenarnya bisa mendatangkan manfaat, semisal untuk menggali informasi seputar pendidikan, mengasah kreativitas, memperluas pergaulan, sampai melatih kemampuan berkomunikasi. Namun kalau pemakaiannya kebablasan, dampaknya justru berbalik arah: kontrol diri menurun, gaya hidup jadi lebih konsumtif, muncul kecenderungan meniru hal-hal yang kurang pantas, dan interaksi sosial secara langsung dengan orang-orang di sekitar pun ikut berkurang.
Aktifitas Fisik dan Resiko Kejadian Hipertensi Pada Remaja Di Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Kampus Tuban Hibatullah Aditya Prabawa Atmaja; Teresia Retna Puspitadewi; Yasin Wahyurianto; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Vol.2 No.1 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiki.v2i1.58

Abstract

Hipertensi sering disebut sebagai “pembunuh diam-diam” dan saat ini sedang mengalami transisi epidemiologis yang memengaruhi remaja. Menurut studi SKI tahun 2023, 10,7% penduduk Indonesia berusia 18 hingga 24 tahun menderita hipertensi, sedangkan laporan WHO tahun 2024 memperkirakan bahwa 1,4 miliar orang di seluruh dunia mengidap kondisi tersebut. Kurangnya aktivitas fisik akibat gaya hidup yang tidak aktif, yang semakin umum di kalangan remaja, merupakan faktor risiko yang dapat diubah. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara aktivitas fisik dan risiko hipertensi pada remaja yang terdaftar di Program Diploma Tiga Keperawatan Kampus Tuban. Analisis ini dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan menggunakan kerangka kerja cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh mahasiswa keperawatan berusia 18 hingga 20 tahun di Universitas Tuban pada tahun akademik 2025–2026, dengan total 137 remaja, di mana 102 di antaranya dipilih dari kelompok tersebut. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja. Variabel yang diteliti adalah aktivitas fisik dan risiko hipertensi. Alat yang digunakan meliputi Kuesioner Baecke, serta pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah sesuai dengan klasifikasi ESH-ESC tahun 2018. Analisis data dilakukan secara deskriptif (univariat). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja (53,9%) melakukan aktivitas fisik yang intens / berat. Hipertensi merupakan faktor risiko bagi 75,5% remaja secara keseluruhan, dan bagi 80% di antara mereka yang aktif secara fisik/beraktifitas fisik berat, risikonya bahkan lebih tinggi; bagi 50% di antara mereka yang tidak aktif secara fisik/aktifitas ringan, risikonya sebesar 50%, sedangkan bagi 50% sisanya, risikonya sama sekali tidak tinggi. Aktivitas fisik intens pada remaja sebagian besar disebabkan oleh tuntutan akademis dan klinis yang ketat, bukan oleh olahraga terorganisir yang justru mengurangi risiko hipertensi; oleh karena itu, kemungkinan terjadinya tekanan darah tinggi tetap ada meskipun aktivitas tersebut dianggap berat. Hipertensi tidak selalu disebabkan oleh olahraga ringan karena risikonya bersifat kompleks, yang berarti tidak hanya satu faktor yang meningkatkan risiko tersebut. Sebaliknya, sejumlah faktor berbeda dapat saling berkontribusi sehingga meningkatkan risiko tersebut.
Co-Authors 1Titin Nur Indah Sari Adi Prayoga agustin, sefentina Alza, Yessi Amalia Mutiara Fadhila Ambo Dalle Andiva Wardani Putri Zahroh Apriliana, Wulan Ayu Firnanda, Devi Azuwin, Putri Riza Baharuddin Bahtiar Bahtiar Bintang Aurellion Dianny Binti Yunariyah, Binti Bunga Salamatan Vidya Akhiroh Christi Sanjaya, Ade Clara Felicia Regina Fortunata Davis Khoirul Akmal Devi Nilna Muna Dharmawan, Rio Lucky Dina Palayukan Singkali Dwi Lestari Eko Saputro, Ervanda Fioriantika, Barena Andyana Fitria, Vila Ana Friska Tifani Yunanda Hanyokro Bagus Prastyo Haura Ilma Nafi’a Heru Santoso Wahito Nugroho Hibatullah Aditya Prabawa Atmaja Hidayah, Arinal Hindaryani, Nurul ilyas - ibrahim Isa Zaqi, Faiz Jerry Rian Ardiansyah Juliana Christyaningsih Kema Azzahra KHOIRUNNISA Khusnul Maisaroh Koekoeh Hardjito Krisnawati, Ririn Lailatunnuriyah, Lailatunnuriyah Larissa Eka Afianti Laura Azhira Ladya Sheril Lellu, Amos Lestaluhu, Kasman Lumansik, Silvana Maharani Lutfatul Khoiriyah Lutfiya Dwinanda Mamluatun Ni’mah Meylia Ilma Muta’adiyah Moh. Akmal Inzaki Muflihatul Maisah Muhammad Fredy Hardiansyah Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Iqbal Tawakal Muhammad Kamalul Kahfi muhammad saleh Nabila Nur Cahyani Nadilla Shofiatul Ummah Nendyo Yogiisworo, Ilham Neng Esti Wibowo Nirwana Prapti, Tri Nur Wahyu Noviatul Nurjanah Nugraheni, Wahyuningsih Triana Nur Farisa, Lutfi Ervita Nurarifah Nurarifah Nurvita, Dwi P, Teresia Retna Puspita Aliffia Puspita Dewi, Teresia Retna Puspita, Devi Andra Putri Sekar Wangi Retna , Teresia Retna P.D, Teresia Retna Puspitadewi, Teresia Retna, Teresia Retno Puspitadewi, Teresia Rony A. Latumenasse Rosanti, Yulia Roudlotul Jannah ROUDLOTUL JANNAH Sainuddin Sainuddin Sari, Farah Hanis Dwi Kartika Satria Jesicka Kurnia Dini Sekar Difa Ahwal Respati Setyaningsih . Shafira Salsa Adinda Shovia Mei Sanggar Wati Siti Kistimbar Sri Angriani SRI UTAMI Sulimatu Sa’diyah Sunarto, Sunarto Suparji Suparji Su’udi Su’udi Su’udi, Su’udi Tafara Lakhsita Grisella Teresia Retna Teresia Retna Teresia Retna P Teresia Retna PD Titik Sumiatin Ummah, Nadilla Shofiatul Ummah1Teresia Retna Puspitadewi Utami Utami Vega, Afina Dela Vera Feriska A Vincentius Supriyono vivin Nor Zahro Wahyu Tri Ningsih Wahyuningsih Triana N Wahyuningsih Triana Nugrahaeni Wardhani, Salsabiela Bunga Yanita, Happy April Yenti Fitri, Yenti Zahra Aulia Sari Zahra, Jiesa Zayyina