p-Index From 2021 - 2026
8.259
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Di Desa Tawang Weru Sukoharjo Kusumawati, Yuli; Werdany, Kusuma Estu; Darnoto , Sri; Sutrisna, Em; Wardiono , Kelik; Anis, Muchlison; Maimun, Muhammad Halim; Zulaekah, Siti; Rahmi , Anggraita Nur; Widananda , Clarisa; Yuniar, Siska; Nurfauzia, Elita Nadia; Nurhaliza, Alfida Aulia Rahma Firdauzy; Pratiwi, Betty Intan; Fauziana , Eni
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.12583

Abstract

Background: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, Diabetes Mellitus (DM), stroke dan jantung saat ini menjadi perhatian besar dunia, dan masih menjadi besar di Indonesia. Prevalensi penderita hipertensi di Desa Tawang sebanyak 20,5% dan prevalensi penderita diabetes mellitus (DM) sebanyak 70,2%. Kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai upaya pencegahan secara mandiri melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mendeteksi faktor risiko (FR) PTM dan memberikan edukasi dalam mengurangi risiko-risiko penyakit tidak menular (PTM) melalui peningkatan perilaku hidup yang lebih sehat. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan metode edukasi kesehatan tentang PTM dan pendampingan kader cara deteksi dini faktor risiko (FR). Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan tentang PTM dengan rata-rata sebesar 7,5 poin (11,41%) dengan rata-rata skor sebelum diberikan edukasi 65,75 dan rata-rata skor setelah edukasi 73,25. Kesimpulan: Kegiatan edukasi deteksi dini FR PTM dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam deteksi dini PTM. Kader kesehatan di Desa Tawang merasa senang dan lebih paham tentang cara FR dan cara deteksi dini FR PTM, serta dapat melakukan dengan benar sehingga dapat mengetahui seseorang yang berisiko dan dapat mendukung melakukan pencegahan.
Pendampingan Deteksi Dini Kanker Payudara melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di SMP Muhammadiyah 8 Surakarta Kusumawati, Yuli; Faiza, Salsabila Alif; Khoirunisa, Ilma; Zulaekah, Siti
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20920

Abstract

Background: Breast cancer is the leading cause of death for some women and currently ranks first among cancers that attack women. Not a few adolescent girls aged 14 years and above have been indicated to have breast cancer. This activity aims to provide educational communication and information (KIE) about breast cancer to female students of SMP Muhammadiyah 8 Surakarta. Method: The community service was held at SMP Muhammadiyah 8 Surakarta, targeting female students. The techniques used are education and socialisation as well as providing direct training to female students about breast cancer and early detection. 36 female students participated in the community service. Results: The results of the community service show that the average pre-test score is 4.972 and the average post-test score is 6.194 with a significance value of 0.00029 (p<0.05). The results of the community service show that there is a significant difference between the average pre-test and post-test results. Conclusion: The community service activities carried out at SMP 8 Muhammadiyah Surakarta succeeded in increasing students' knowledge about breast cancer and the importance of early detection through the breast self-examination method (SADARI).
Hubungan antara Asupan Fe dan Pengetahuan Gizi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani pada Anggota UKM Futsal Universitas di Surakarta Anas Tasya Ardea Zerlind; Siti Zulaekah; Farida Nur Isnaeni; Nur Lathifah Mardiyati
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.1069

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan faktor penting yang mempengaruhi performa atlet, khususnya dalam olahraga futsal yang menuntut daya tahan dan kecepatan tinggi. Salah satu faktor yang berperan dalam mendukung kebugaran jasmani adalah asupan zat besi (Fe) dan tingkat pengetahuan gizi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan zat besi (Fe) dan pengetahuan gizi dengan tingkat kebugaran jasmani pada anggota UKM Futsal empat universitas di Karesidenan Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Data asupan Fe dikumpulkan melalui wawancara recall 3x24 jam, data pengetahuan gizi diperoleh melalui kuesioner, dan tingkat kebugaran jasmani diukur menggunakan Beep Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki asupan Fe defisit (55,77%), pengetahuan gizi cukup (15,38%), dan tingkat kebugaran jasmani sangat kurang (36,54%). Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan Fe dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,603). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan gizi dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,585). Semakin baik asupan Fe dan pengetahuan gizi atlet, maka semakin baik pula tingkat kebugaran jasmani yang dimiliki. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program edukasi gizi dan perencanaan pola makan yang tepat bagi atlet futsal untuk meningkatkan performa dan kebugaran jasmani.
Pengaruh Jenis Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal terhadap Pertumbuhan Tinggi Badan Balita Stunting di Kabupaten Semarang Zulaikhah, Siti; Zulaekah, Siti; Kusumawati, Sary; Rahmawati, Hanik
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ffveeq23

Abstract

Stunted refers to a growth disorder that can progress into stunting if not addressed promptly. This condition impacts children's linear growth but can still be improved through appropriate nutritional interventions and proper management support. Objective: This study aimed to analyze the effect of different forms of supplementary feeding based on local food sources on the increase in height of stunted toddlers in Semarang Regency. This research employed a quantitative method with a quasi-experimental design using a pretest-posttest two-group approach. A total of 20 stunted toddlers aged 12–59 months were selected through purposive sampling, with 10 subjects assigned to the regular food-based PMT group and 10 subjects to the enteral food-based PMT group. Results: In the regular food-based PMT group, the average height increased from 83.6 cm to 84.4 cm (p = 0.033), while in the enteral PMT group, the average height increased from 81.2 cm to 81.7 cm (p = 0.035). The mean increase in height was 0.8 cm for the regular food-based PMT group and 0.5 cm for the enteral PMT group. The Mann-Whitney U Test showed a p-value of 0.300, indicating no significant difference between the two groups. However, descriptively, the regular food-based PMT group exhibited a higher average increase compared to the enteral PMT group. Supplementary feeding in both regular and enteral food-based forms derived from local food sources was effective in increasing the height of stunted toddlers. However, no significant difference in effectiveness was found between the two forms of PMT within the two-week intervention period.
Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal Terhadap Peningkatan Berat Badan Balita Underweight dan Wasting Wijayanti, Amanda Dwi; Zulaekah, Siti; Sudaryanto, Ruli
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/gazaqy98

Abstract

Children under five in underdeveloped nations continue to suffer from nutritional issues brought on by nutritional inadequacies, such as underweight and wasting. The goal of Local Supplementary Feeding (PMT), a type of nutrient-rich food supplementation, is to improve the nutritional status of children between the ages of 6 and 59 months. This study aims to assess how well local supplemental feeding (PMT) programs raise the weight of toddlers who are underweight and wasting. One group was used in this quasi-experimental study's pretest-posttest design. Purposive sampling was used to choose 35 children between the ages of 12 and 59 months, 18 of whom had underweight issues and 17 of whom had wasting issues. Each toddler received a local PMT for 28 days to measure weight gain. The Paired Sample T-Test was used for statistical analysis because the data fit the normal distribution. Local PMT significantly raised body weight in both the underweight group (p = 0.002) and the wasting group (p = 0.005), according to paired sample t-test analysis. However, using an independent sample t-test to compare the effectiveness between the groups with the value of change (Δ) in body weight, the results were p = 0.108 (p > 0.05). This implies that the two groups' weight growth did not differ much. Local PMT administration for 28 days was shown to significantly increase body weight in underweight and wasting toddlers. However, comparative analysis of weight change between groups showed no statistically significant difference (p > 0.05), so the effectiveness of PMT can be considered similar in both nutritional conditions.
Hubungan Asupan Vitamin (B6) Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Di Sukoharjo Azizah Al Mar’atus Sholikhah; Siti Zulaekah; Firmansyah Firmansyah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41309

Abstract

Kualitas tidur yang buruk pada mahasiswa dapat meningkatkan stres, kecemasan, dan gangguan kesehatan fisik serta mental. Faktor-faktor seperti stres, gaya hidup, nutrisi, dan paparan gadget memengaruhi kualitas tidur. Asupan vitamin B kompleks juga penting untuk menjaga kualitas tidur yang optimal. Selain itu, rendahnya literasi gizi dan kebiasaan makan yang tidak sehat menjadi tantangan bagi pemenuhan gizi seimbang pada mahasiswa. Oleh karena itu, pola tidur yang baik, nutrisi yang tepat, dan aktivitas fisik yang cukup sangat penting untuk kesehatan mahasiswa. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan vitamin B6 dengan kualitas tidur pada mahasiswa di Sukoharjo. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan asupan vitamin B6 pada mahasiswa di Sukoharjo. Penelitian dilaksanakan dari November hingga Desember 2024 dengan melibatkan 190 mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Sukoharjo, dengan metode multistage random sampling untuk memastikan representasi sampel yang sesuai. Instrumen penelitian meliputi informed consent, kuesioner PSQI untuk mengevaluasi kualitas tidur, dan formulir SQ-FFQ untuk mengukur asupan vitamin B6. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik variabel secara terpisah, sementara analisis bivariat menguji hubungan antara asupan vitamin B6 dan kualitas tidur menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji korelasi (Pearson atau Spearman). Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan vitamin B6 dan kualitas tidur mahasiswa di Sukoharjo. Sebagian besar mahasiswa memiliki asupan vitamin B6 yang tergolong baik, meskipun terdapat variasi dengan kelompok tertentu yang mengonsumsi vitamin B6 di bawah atau melebihi rekomendasi. Namun, kualitas tidur mahasiswa secara umum tergolong buruk, terutama pada mahasiswa perempuan dan mereka yang tinggal di kost. Hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga digunakan uji Spearman untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Dengan p-value sebesar 0,801, tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara asupan vitamin B6 dan kualitas tidur. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain, seperti gaya hidup, stres, dan pola makan secara keseluruhan, kemungkinan lebih memengaruhi kualitas tidur mahasiswa. Penting untuk menyoroti perlunya perhatian terhadap kondisi kualitas tidur mahasiswa, mengingat dampaknya pada kesehatan fisik, mental, dan performa akademik mahasiswa.
Hubungan Asupan Lemak Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Di Wilayah Sukoharjo Prayoga Putri Perdana Sari; Siti Zulaekah; Firmansyah Firmansyah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41311

Abstract

Mahasiswa sering mengalami gangguan tidur akibat aktivitas yang padat, yang dapat meningkatkan konsumsi makanan pada malam hari. Kualitas tidur yang buruk berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis, serta mempengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur nafsu makan. Kekurangan tidur dapat meningkatkan konsumsi makanan berlemak dan berkarbohidrat, yang berisiko menyebabkan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan antara asupan lemak dan kualitas tidur pada mahasiswa yang berada di wilayah Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional yang bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kualitas tidur dan asupan lemak pada mahasiswa di wilayah Sukoharjo. Penelitian dilakukan pada empat universitas di Sukoharjo, yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo, dan Universitas Sugeng Hartono, pada periode Mei hingga November 2024. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa di wilayah tersebut, dan sampel diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan, dengan jumlah sampel minimal 171 mahasiswa yang kemudian ditambah 10% untuk mengantisipasi drop out, menghasilkan total sampel 190 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan 55 responden dari setiap universitas. Analisis data dilakukan dengan uji univariat untuk mengetahui rata-rata asupan lemak dan kualitas tidur, serta uji bivariat untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel. Uji normalitas dilakukan terlebih dahulu menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, dan hubungan antara variabel diuji dengan Pearson Product Moment jika data berdistribusi normal atau Rank Spearman jika data tidak berdistribusi normal. Interpretasi hasil analisis didasarkan pada nilai p, dengan p < 0,05 menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kedua variabel. Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan antara asupan lemak dan kualitas tidur pada mahasiswa di wilayah Sukoharjo, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara keduanya. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan p-value yang lebih besar dari 0,05, yang mengindikasikan bahwa asupan lemak tidak mempengaruhi kualitas tidur. Sebagian besar mahasiswa, sekitar 78,9%, mengalami kualitas tidur yang buruk, sementara mayoritas distribusi asupan lemak berada pada kategori defisit berat dan baik, dengan masing-masing sekitar 28%. Selain itu, faktor-faktor lain seperti stres akademik, kebiasaan makan, dan aktivitas fisik diperkirakan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kualitas tidur dibandingkan dengan asupan lemak.
Reproductive Nutrition Education as a Preventive Measure Against Imbalanced Dietary Patterns and Malnutrition Risks among Adolescent Girls Mutalazimah Mutalazimah; Dyah Intan Puspitasari; Siti Zulaekah; Nur Lathifah Mardiyati; Farida Nur Isnaeni; Setia Asyanti; Khayla Febriannisa'; Adelia Triana Putri; Magistra Ammar Alghifari
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v4i1.666

Abstract

Background of study: Indonesian adolescent girls face a triple burden of malnutrition: anemia, undernutrition, and obesity. Driven by poor nutritional literacy and eating disorders, these issues threaten long-term reproductive health. This community service program aims to provide reproductive nutrition education and measure the nutritional status of 40 adolescent girls at SMA Batik 1 Surakarta. Methods: The knowledge variable was measured using a 22-item instrument regarding reproductive nutrition with proven validity and reliability, while the nutritional status variable was determined using the body mass index (BMI) formula following weight and height measurements. The educational activity was conducted using a booklet containing reproductive nutrition materials, with the following time breakdown: preparation and opening (10 minutes), pretest (25 minutes), educational session using a reproductive nutrition booklet (30 minutes), posttest (25 minutes), weight and height measurements (90 minutes), and discussion and closing (30 minutes). Result: Reproductive nutrition education significantly improved knowledge scores, with the average rising from 82.4 to 88.3 (p = 0.001). While average BMI measurements of adolescent girls remained within normal ranges, but individual data showed substantial variation, particularly in weight, which ranged widely from 35.70 kg to 83.00 kg. Conclusion: Continuous programs are essential to address the lack of reproductive nutrition knowledge and malnutrition to prevent imbalanced dietary patterns, fostering awareness and health readiness for adolescent girls as future mothers to ensure healthy future generations.
Hubungan Asupan Zat Besi Dan Aktivitas Fisik Dengan Kebugaran Jasmani Remaja Di SMK Batik 2 Surakarta Lintang Caesar Apriliani; Siti Zulaekah; Muwakhidah
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i2.6094

Abstract

Kebugaran fisik adalah indikator penting dari kesehatan yang mencerminkan Kemampuan tubuh untuk menjalankan aktivitas fisik secara optimal tanpa menimbulkan rasa lelah yang berlebihan dan berhubungan dengan daya tahan kardiorespirasi. Kesehatan fisik dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti asupan zat besi dan tingkat aktivitas fisik. Dilakukannya penelitian ini untuk mengkaji hubungan konsumsi zat besi dan aktivitas fisik terhadap kebugaran jasmani pada remaja. Subjek penelitian terdiri dari 83 siswa kelas X hingga XI berumur 15–18 tahun di SMK Batik 2 Surakarta. Studi ini menerapkan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Asupan zat besi diukur dengan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), aktivitas fisik dievaluasi menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF), dan kebugaran jasmani ditentukan melalui Multistage Fitness Test (MFT) untuk mendapatkan nilai konsumsi oksigen maksimal (VO₂ max). Analisis data dilaksanakan dengan penerapan uji korelasi Pearson dan Rank Spearman. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mayoritas responden memiliki kebugaran fisik yang tergolong sangat rendah, tingkat aktivitas fisik yang berkisar antara sedang hingga rendah, serta variasi dalam asupan zat besi. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan signifikan antara konsumsi zat besi dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,653), serta terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kebugaran jasmani (p = 0,000; r = 0,593) dengan arah hubungan yang positif. Oleh karena itu, asupan zat besi serta kegiatan fisik memiliki peranan krusial dalam menentukan tingkat kebugaran fisik remaja.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA SMK BATIK 2 SURAKARTA Nabila Nur Farestiana; Siti Zulaekah; Nur Lathifah Mardiyati
Jurnal Dunia Gizi Vol 9, No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v9i1.6924

Abstract

Pendahuluan; Kualitas tidur yang baik penting bagi kesehatan dan perkembangan remaja. Namun, prevalensi kualitas tidur buruk pada remaja masih cukup tinggi. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kualitas tidur adalah asupan protein karena mengandung asam amino triptofan yang berperan dalam pembentukan serotonin dan melatonin sebagai pengatur siklus tidur. Tujuan; untuk menganalisis hubungan antara asupan protein dengan kualitas tidur pada remaja di SMK Batik 2 Surakarta. Bahan dan Metode; penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 146 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian diawali dengan penentuan populasi dan seleksi responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data asupan protein menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) selama tiga bulan terakhir, sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis hubungan antara asupan protein dan kualitas tidur dilakukan menggunakan uji Pearson Product Moment, sedangkan hubungan dengan komponen kualitas tidur dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil; penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara asupan protein dengan kualitas tidur dengan nilai p (0,236) maupun dengan komponen kualitas tidur (kualitas tidur subjektif p=0,341; latensi tidur p=0,420; durasi tidur p=0,348; efisiensi tidur p=0,700; gangguan tidur p=0,428; penggunaan obat tidur p=0,721; disfungsi aktivitas siang hari p=0,888). Kesimpulan; Asupan protein tidak berhubungan dengan kualitas tidur dan komponen kualitas tidur pada remaja, sehingga peningkatan kualitas tidur perlu mempertimbangkan faktor lain seperti gaya hidup, perilaku tidur, dan kondisi psikologisKata Kunci : Asupan protein, kualitas tidur, remaja, PSQI
Co-Authors . Firmansyah Abrianti Oktaria Adelia Triana Putri Afif Faishal Aflit Nuryulia Praswati Aflit Nuryulia Praswatia Agustina, Apriliya Ahsan, Erwanda Defya Amanda Wijayanti Amanda, Dea Amanda, Ghaisani Shella Anas Tasya Ardea Zerlind Anggi Eka Mulyandari Anindya Wahyu Utami Anindya, Vani Anisa Catur Wijayanti Annisa Nur Hanifah Arif Pristianto Aulia Arina Salwa Azizah Al Mar’atus Sholikhah Azizah Nur Rohim Darnoto , Sri Dhian Sukma Aprilliani Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari E Elfrida Em Sutrisna Emiliya Kusuma Wardani Endang Nur Widiyaningsih Eni Purwani Fadillah, Kurniawati Faiza, Salsabila Alif Farah Hayati Adibah Farida Nur Isnaeni Fauzan Muhammad Ihsan Fauziana , Eni Fauziana, Eni Ferinda Rahma Mawadda Firantika, Rima Firmansyah Firmansyah Fitri Rachma Grishella Diandra Salsabila Hanik Rahmawati, Hanik Heilin Alber Siva Haryoko Ilma Khoirunnisa Imam Riefly Aditomo Imelda Anggraini Indraswari, Rafinda Dyah Kelik Wardiono Khairuna Hamida Khayla Febriannisa' Khoirunisa, Ilma Khusmalinda, Tri Hastin Kusumaatmaja, Donny Kurniawan Kusumawati, Sary Laksmi Widajanti Lintang Caesar Apriliani Listyani Hidayati Luluk Ria Rakhma Lutfi Nur Ratna Kusuma Magistra Ammar Alghifari Mahadir Ahmad Mahadir Ahmad Maya Sukmawati Muchlison Anis Muhammad Da&#039;i Muhammad Halim Maimun Mutalazimah Mutalazimah Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah, Muwakhidah Muwakhiddah, . Muzakar Isa Nabila Nur Farestiana Nazuni Adliya Shiddiiqi Nesya Anggita Rahmadhani Nisa Rachmah Nur Anganthi Nita Puspitasari Nur Lathifah Mardiyati Nur ‘Azah Nurfaiza, Elita Nadia Nurfauzia, Elita Nadia Nurhaliza, Alfida Aulia Rahma Firdauzy Oktaria, Abrianti Okti Sri Purwanti Pramudya Kurnia Pratiwi, Betty Intan Prayoga Putri Perdana Sari Puspitasari, Dyah Intan Putri Meyzwari, Fiorizka Putri, Desy Anisa Lasono Rachma, Fitri Rahmi , Anggraita Nur Rahmi, Anggraita Nur Ratu Syifa Auradian Rohim, Azizah Nur Rusdin Rauf S Suwaji Salsabila Alif Faiza Sari Kusumawati Sari, Marlynda Happy Nurmalita Satrio Wiyono Setia Asyanti Setiyo Purwanto Setyo Purwanto Sharla Apsarini Siti Fatimah Nurhayati Siti Zulaikhah Sri Darnoto Sri Fathimatuz Zahra Sri Murwanti Sudaryanto, Ruli Sudrajah Warajati Kisnawaty Suwaji, S Syafiqa Rifda Seftyarini Syamsudin Syamsudin Toto Suharto Tri Hastin Khusmalinda Tutut Widiasmara Wardani, Emiliya Kusuma Wardani, Wening Sulistyo Werdany, Kusuma Estu Widananda , Clarisa Widananda, Clarisa Winda Wahyu Pratiwi Yuli Kusumawati Yumailita Setiawati Yuniar, Siska Zaini Said Zaini Said Zerlind, Anas Tasya Ardea Zulia Setiyaningrum