Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Persepsi tentang Kepemimpinan Kepala Madrasah dengan Etos Kerja pada Guru Madrasah Aliyah Suratno Suratno; Ida Zulaeha
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etos kerja merupakan kondisi yang tidak tetap yang dapat diperkuat atau diperlemah oleh pasang surutnya cara pandang dan pengaruh nilai-nilai yang dianut seseorang. Etos kerja guru Madrasah Aliyah berhubungan dengan persepsinya terhadap kepemimpinan kepala madrasah. Dalam hal ini, kepala madrasah memiliki peranan strategis dalam mencapai tujuan institusional. Tinggi rendah etos kerja dipengaruhi oleh berbagai variabel internal dan eksternal. Kualitas pembelajaran juga dapat didekati dari kondisi etos kerja dengan variabel-variabel yang mempengaruhinya. Artikel ini mengungkap hasil analisis hubungan antara persepsi guru tentang kepemimpinan kepala madrasah (x) dengan etos kerja guru Madrasah Aliyah di Kota Semarang (y). Populasi penelitian adalah tiga ratus tiga orang guru Madarsah Aliyah Kota Semarang yang berada di 12 madrasah. Sampel penelitian ini adalah sembilan puluh delapan orang guru dari 5 madrasah dengan menggunakan Tabel Flanagan. Persepsi guru Madrasah Aliyah Kota Semarang terhadap kepemimpinan kepala madrasah menunjukkan kategori tinggi (68,37%), sedangkan etos kerja guru kategori cukup/sedang (53,06%). Persepsi terhadap kepemimpinan kepala madrasah dengan etos kerja guru menunjukkan hubungan yang positif signifikan dengan korelasi sebesar r = 0,497.
Tuntutan Kompetensi 4C Abad 21 dalam Pendidikan di Perguruan Tinggi untuk Menghadapi Era Society 5.0 Meilan Arsanti; Ida Zulaeha; Subiyantoro Subiyantoro; Nas Haryati S
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Makalah ini ditulis berdasarkan hasil kajian pustaka tentang tuntutan kompetensi abad 21 dalam proses pendidikan di Perguruan Tinggi untuk menghadapi era society 5.0. Pada era society 5.0 Perguruan Tinggi memiliki tanggung jawab yang penting untuk menghasilkan lulusan yang kompeten. Agar dapat menghasilkan lulusan yang kompeten maka proses pendidikan di Perguruan Tinggi harus dilakukan berdasarkan tuntutan kompetensi abad 21. Kompetensi abad 21 yang diperoleh tersebut menjadi bekal lulusan Perguruan Tinggi untuk menghadapi era society 5.0. Kompetensi abad 21 tersebut disebut 4C, yaitu keterampilan berpikir kreatif (creative thinking), berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving), berkomunikasi (communication), dan berkolaborasi (collaboration). Kompetensi 4C tersebut dapat ditanamkan baik dalam proses pembelajaran di kelas dengan berbagai model perkuliahan maupun di luar kelas melalui unit kegiatan mahasiswa. Dalam makalah ini diuraikan tentang tuntutan kompetensi abad 21 dalam pendidikan di Perguruan Tinggi dan model-model pembelajaran yang dapat mengasah kompetensi abad 21. Melalui makalah ini penulis berharap dapat menambah wawasan bagi pembaca khususnya dosen maupun praktisi pendidikan. Selain itu, penulis berharap dapat menginspirasi dosen maupun para praktisi pendidikan untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif yang dapat memberikan keterampilan atau kompetensi sesuai dengan tuntutan kompetensi abad 21 sehingga lulusan Perguruan Tinggi lebih siap dalam menghadapi era society 5.0. Abstract. This paper was written based on the results of a literature review on the demands of eternal competence in the educational process in higher education to face the era of society 5.0. In the era of society 5.0, universities have an important responsibility to produce competent graduates. In order to produce competent graduates, the education process in higher education must be carried out based on the demands of 21st century competencies. The 21st century competencies obtained are the provisions for university graduates to face the era of society 5.0. These 21st century competencies are called 4Cs, namely creative thinking skills, critical thinking and problem solving, communication, and collaboration. These 4C competencies can be instilled both in the learning process in the classroom with various lecture models and outside the classroom through student activity units. In this paper, topics are described, namely the demands of 21st century competence in higher education and learning models that can hone 21st century competencies. Through this paper, the author hopes to add insight to readers, especially lecturers and education practitioners. In addition, the author hopes to inspire lecturers and education practitioners to create innovative learning that can provide skills or competencies in accordance with the demands of 21st century competencies so that university graduates are better prepared to face the era of society 5.0.
Retorika Komunikasi Verbal Calon Guru melalui Literasi Digital Mukhlis Mukhlis; Fathur Rokhman; Ida Zulaeha; Hari Bakti Mardikantoro
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Latar belakang penelitian ini bahwa kegagalan komunikasi karena orang tidak memahami retorika. Banyak orang salah paham karena apa yang disampaikan pembicara tidak dipahami sama oleh pendengar tentang apa yang dimaksudkan dan diinginkan pembicara. Tujuan penelitian ini ada dua; pertama memberikan jawaban atas pentingnya pembelajaran retorika bagi calon guru, kedua memberikan jawaban atas pentingnya retorika komunikasi verbal bagi calon guru. Metode penelitian menggunakan mixed methods, menggunakan desain penelitian explanatory yang terdiri dari dua fase. Fase pertama ini diikuti dengan bagian pengumpulan dan analisis data kuantitatif. Fase kedua, fase penelitian kualitatif dirancang mengikut hubungan atau hasil kuantitatif pada fase pertama. Karena, desain explanatory ini dimulai dengan kuantitatif, maka para peneliti menempatkan penekanan yang lebih besar pada metode kuantitatif daripada metode kualitatif. Tujuan desain explanatory ini secara keseluruhan adalah bahwa data kuantitatif membantu menjelaskan atau membangun hasil penelitian kuantitatif. Varian atau model desain explanatory ini terdiri dari dua model, yaitu 1) Follow-up Explanation Model (menekankan kuantitatif), 2) Participant Selection Model (menekankan kualitatif). Hasil dan simpulan; retorika komunikasi verbal guru harus terus dilatih dan dikembangkan sesuai dengan kondisi peserta didik di jamannya. Retorika komunikasi verbal guru melalui literasi digital terus perlu dikembangkan. Abstract. This research is motivated by the failure of communication because people do not understand the rhetoric. Many people misunderstand because what the speaker conveys is not understood by the listener. This study aims to 1) provide answers to the importance of learning rhetoric for prospective teachers, 2) provide answers to the importance of rhetorical verbal communication for prospective teachers. The research method used is mixed methods. This research is an explanatory type which consists of two phases. The first phase is the collection and analysis of quantitative data. The second phase, the qualitative research phase, is designed according to the relationship or quantitative results in the first phase. Because this explanatory design begins with quantitative, the researchers place a greater emphasis on quantitative methods than qualitative methods. The overall purpose of this explanatory design is to help explain or build on the results of quantitative research. This variant or explanatory design model consists of two models, namely 1) Follow-up Explanation Model (emphasizing quantitative), 2) Participant Selection Model (emphasizing qualitative). The results of this study indicate that the teacher's verbal communication rhetoric must continue to be trained and developed in accordance with the conditions of the students at that time. In addition, the rhetoric of teachers' verbal communication through digital literacy also needs to be developed.
Strategi Menyusun Bahan Ajar Inovatif Berbasis Mobile Learning untuk Pembelajaran Mata Kuliah Keterampilan Menulis di Abad 21 Cahyo Hasanudin; Subyantoro Subyantoro; Ida Zulaeha; Rahayu Pristiwati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi penyusunan bahan ajar inovatif berbasis mobile learning untuk pembelajaran mata kuliah keterampilan menulis di abad 21. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka (library research) dengan data penelitian berupa data sekunder yang relevan dengan topik pembahasan. Data bersumber dari buku terbitan Indonesia dan luar negeri, serta artikel hasil penelitian yang sudah dipublikasi dalam jurnal nasional maupun internasional. Prosedur penelitian ini menggunakan teori Mary W. George. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam menyusun bahan ajar inovatif berbasis mobile learning untuk pembelajaran mata kuliah keterampilan menulis di abad 21 dapat memanfaatkan strategi yang digunakan oleh Kosasih (2021) sehingga menghasilkan prototipe bahan ajar mata kuliah keterampilan menulis berbasis mobile learning yang dikembangkan berbentuk aplikasi. Aplikasi ini dimulai dengan menu untuk login, setelah tombol ‘login’ di klik maka aplikasi akan mengarahkan ke menu ajakan untuk berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, kemudian klik tombol lanjutkan sehingga akan mengarah ke menu utama dan ke menu-menu yang lain Abstract. This study aims to investigate the strategy to create innovative teaching materials based on mobile learning for learning writing skills in the 21st century. This study is a library research with secondary data relevant to the topic of discussion. The data comes from national and international books, and the articles that have been published in national and international journals. This research procedure implements the theory of Mary W. George. This study concludes that in creating innovative teaching materials based on mobile learning for learning writing skills in the 21st century, can utilize the strategies used by Kosasih (2011) to produce a prototype of teaching materials for writing skill based on mobile learning which is developed in the form of an application . This application starts with a menu to log in, after the 'login' button is clicked, the application will direct to a menu of invitations to pray according to their religions, then click the continue button so that it will lead to the main menu and other menus.
Pembelajaran Keterampilan Menulis Permulaan Siswa Kelas Rendah Di Sekolah Dasar Berbasis Tahfizhul Quran di Salatiga Imam Mas Arum; Ida Zulaeha; Rahayu Pristiwati; Haryadi Haryadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan pembelajaran menulis permulaan (MP) di SD berbasis Tahfzhul Quran di Salatiga; (2) mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi MP; dan (3) cara mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi. Subjek penelitian adalah siswa dan guru kelas 1 SD berbasis Tahfzhul Quran di Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dikerjakan dengan cara: a)observasi, b)wawancara mendalam, dan c) analisis dokumen. Sampling ditentukan melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) pembelajaran MP di SD berbasis Tahfzhul Quran di Salatiga melibatkan komponen siswa, guru, tujuan, bahan ajar, metode, media, dan evaluasi pembelajaran. Berbagai komponen itu saling mempengaruhi; (2) hambatan dalam pembelajaran MP di SD berbasis Tahfzhul Quran di Salatiga berupa hambatan internal dan eksternal; (3) pengatasan hambatan internal diupayakan melalui proses pembelajaran, sedangkan hambatan eksternal diupayakan melalui proses di luar komponen proses pembelajaran MP di kelas.
Korelasi Literasi Digital dan Plagiarisme Mahasiswa Suntoro Suntoro; Ida Zulaeha; Hari Bakti Mardikantoro; Tommi Yuniawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara literasi digital dan plagiarisme mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Sekolah TinggiAgama Buddha Negeri Sriwijaya berjumlah 130. Pengumpulan data menggunakan teknik nontes, sedangkan instrumen pengumpulan data adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara literasi digital dan plagiarisme mahasiswa, dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,017 < 0,05; (2) korelasi antara literasi digital dan plagiarisme mahasiswa bernilai positif, yang berarti semakin tinggi tingkat literasi digital, maka semakin tinggi pula plagiarisme mahasiswa; (3) derajat hubungan antara literasi digital dan plagiarisme mahasiswa termasuk dalam kategori lemah, ditunjukkan dengan nilai Pearson Correlation sebesar 0,21. Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Sriwijaya harus memberikan bekal literasi digital dan pemahaman plagiarisme yang benar kepada mahasiswa. Selain itu, penanaman etika dalam memanfaatkan teknologi informasi serta dan penetapan regulasi sebagai upaya preventif tindakan plagiarisme juga harus diperkuat.
Identifikasi Keterampilan Menulis Poster Sekolah Menengah Pertama Menggunakan Teknik Aplikasi Poster Maker dan Media Gambar di Internet Sumirah Sumirah; Andi Maulana; Ida Zulaeha; Hari Bakti Mardikantoro; Haryadi Haryadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis merupakan kegiatan menciptakan ide gagasan yang dimiliki seseorang sehingga tidak semua siswa mampu dan senang untuk menulis, apalagi dalam menulis poster. Tidak jarang siswa enggan untuk mengerjakan tugas menulis poster yang telah diberikan guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan menulis poster siswa kelas VIII sekolah menengah pertama menggunakan teknik aplikasi poster maker dan media gambar di internet. Untuk mengidentifikasi kemampuan menulis poster siswa kelas VIII sekolah menengah pertama menggunakan teknik aplikasi poster maker dan media gambar di internet. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan menggunakan teknik penyebaran angket dan dokumentasi pembelajaran di kelas. Metode pembelajaran menggunakan literasi digital yaitu menggunakan Aplikasi Poster Maker dan media gambar di internet. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 8 di SMP Negeri 1 Kesugihan berjumlah 224 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa di kelas VIII B. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui pembelajaran keterampilan menulis poster menggunakan Aplikasi Poster Maker dan media gambar di internet, yaitu dengan kuesioner menggunakan nilai yang telah disepakati dengan menggunakan 5 aspek penilaian menulis poster menggunakan skor 1 – 4. Hasil penelitian menggunakan teknik aplikasi poster maker dan media gambar ini mengalami kenaikan yang signifikan terhadap keterampilan menulis poster sehingga dapat digunakan dan diterapkan untuk pembelajaran di kelas. Implikasi penelitian ini dapat berpengaruh terhadap pencapaian prestasi belajar siswa dan memotivasi semangat belajar siswa menjadi tinggi.
Supervisi Guru Bahasa Indonesia Melalui Alat Penilaian Kompetensi Guru (APKG) Pada Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Suhud Aryana; Ida Zulaeha; Rahayu Pristiwati; Haryadi Haryadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bersifat evaluatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana kualitas kompetensi guru bahasa Indonesia melalui Alat Penilaian Kompetensi Guru (APKG). Penilaian APKG yang digunakan APKG 1 dan APKG 2, yaitu pada rencana pelaksanaan pembelajaran dan proses pembelajaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Objek penelitian guru SD kelas rendah, guru SD kelas tinggi, Guru SMP dan Guru MA. Teknik analisis data penelitian menggunakan metode simak dengan teknik sadap serta berlanjut pada teknik simak catat pada video youtube. Hasil dari penelitian yaitu pertama, nilai APKG 1 kualitas RPP SD kelas rendah 84.70 dan APKG 2 pelaksanaan pembelajaran dengan nilai 82.22 dikatakan kedua nilai tersebut memilki kriteria baik sekali. Kedua, hasil supervisi observer pada APKG 1 dan APKG 2 SD kelas tinggi dengan nilai APKG 1 78,22 dan APKG 2 77,22 hasil menujukan kriteria APKG 1 kualitas penyusunan RPP dan APKG 2 kualitas pelaksanaan pembelajaran kriteria baik. Ketiga, hasil nilai APKG 1 dan APKG 2 pada SMP dengan nilai APKG 1 kualitas RPP 97.06 dan APKG 2 kualitas pelaksanaan pembelajaran 97,78 dikatakan kriteria sangat baik/sangat lengkap. Selanjutnya keempat, nilai pada APKG 1 dan APKG 2 pada jenjang MA atau SMA nilai yang diperoleh, yaitu APKG 1 kualitas penyusunan RPP 91,76 kriteria sangat baik dan kualitas pelaksanan pembelajaran yang dilakukan oleh guru 68,33 kriteria cukup.
Implementasi Model Pembelajaran Inkuiri untuk Peningkatan Ketrampilan Berpikir Kritis Anak Usia Dini di RA Nurul Haq Kudus Siti Rosidah; Ida Zulaeha; Ali Formen
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pergeseran paradigma pendidikan yang semula hanya mengutamakan pengetahuan, kini pendidikan lebih mengarah pada keterampilan yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini di antaranya untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada anak usia dini dengan implementasi model pembelajaran Inkuiri. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Analisis data yang digunakan yaitu reuksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukan dengan implementasi model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan ketrampilan berpikir kritis di RA Nurul Haq Kudus sudah berjalan dengan baik, pelaksanaannya sistematis dan ketrampilan berpikir kritis anak meningkat, terlihat ketika guru dalam memfasilitasi dan memotivasi anak sangat mempengaruhi kemampuan hasil belajar anak. Pembelajaran yang tidak lagi berpusat pada guru , berbagai media yang disediakan, anak diberi kebebasan memilih kegiatan, anak mengungkapkan ide atau gagasan, mampu menghasilkan produk dan mampu menceritakan hasil kegiatan yang telah dilakukan. Manfaat penelitian bagi masyarakat yaitu bahwa pembelajaran inkuiri ini sangat penting untuk anak usia dini karena akan memunculkan ide atau pemikiran yang kreatif.
Gamifikasi Media Pembelajaran Alternatif Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Tingkat Pemula di Universitas Jenderal Soedirman Uki Hares Yulianti; Ida Zulaeha; Rustono Rustono; Yusro Edy Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan pada pembelajaran BIPA di tingkat pemula, kesulitan bagi pengajar BIPA dikarenakan media pembelajaran yang tersedia hanya buku pelajaran yang sudah ada. Solusi yang dapat diberikan adalah memberikan media pembelajaran alternatif berupa game edukasi interaktif yang dapat digunakan oleh pemelajar BIPA dalam mengenal kosakata bahasa Indonesia. Gamifikasi merupakan game edukasi sebagai media pembelajaran alternatif dalam mengenalkan materi dasar dalam belajar kosakata bahasa Indonesia pada pemelajar BIPA tingkat pemula. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan kosakata yang dipelajari pemelajar BIPA dan implikasinya sebagai media pembelajaran BIPA tingkat pemula di Universitas Jenderal Soedirman. Topik yang akan menjadi materi pembelajaran dalam gamifikasi untuk meningkatkan kosakata bahasa Indonesia, yaitu (1) angka, (2) warna, (3) kata benda, (4) kata kerja, (5) anggota tubuh, dan (6) transportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan penggunaan game edukasi lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Indonesia pemelajar BIPA tingkat pemula. Selain itu, mahasiswa juga memberikan respon positif terhadap penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini dapat memberikan sumbangan bagi pengembangan media pembelajaran alternatif yang lebih inovatif dan efektif bagi mahasiswa BIPA tingkat pemula di universitas.