p-Index From 2021 - 2026
4.905
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN Jurnal Komunikasi Jurna lAntropologi Indonesia IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Jurnal Pekommas Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dinamika Pendidikan Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Channel : Jurnal Komunikasi AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies Jurnal The Messenger JURNAL EKOLOGI BIROKRASI Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Indonesian Journal of Curriculum and Educational Technology Studies Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Ilmiah Peuradeun Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings PeTeKa JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Simulacra JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan) Jurnal Pendidikan dan Konseling Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan (JDMP) Buana Ilmu Jurnal Paedagogy Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Didaktika: Jurnal Kependidikan Jurnal Pendidikan Vokasi Otomotif Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran International journal of education and learning Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) Edunity: Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Komunikasi Indonesia Journal of Citizen Research and Development
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MODEL BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN ETOS BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH DI DAERAH PINGGIRAN PROVINSI DIY Wahyono, Sugeng Bayu; Hardianto, Deni; Nugroho, Ariyawan Agung
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2014): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.127 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v7i1.3115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model belajar untuk meningkatkan etosbelajar siswa sekolah menengah di daerah pinggiran provinsi DIY. Penelitian ini merupakankelanjutan dari penelitian sebelumnya tentang etos belajar siswa sekolah menengah di daerahpinggiran provinsi DIY. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitianpengembangan, dengan langkah penelitian difokuskan pada dua tahap yaitu tahapprelimenary dan tahap formative evaluation. Pada tahap prelimenary akan dilakukanpersiapan dan prosedur kerja penelitian, sedangkan tahap formative evaluation dilakukanprototyping (penyusunan model belajar) yang di expert reviews,one-to-one dan small group,serta field test. Uji coba model belajar dalam penelitian ini dilakukan di salah satu SD diKabupaten Bantul. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa model pembelajaran centering themargine memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan etos belajar siswa di daerahpinggiran.Kata Kunci: model belajar, etos belajar
PENGEMBANGAN MODEL BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN ETOS BELAJAR SISWA SEKOLAH MENENGAH DI DAERAH PINGGIRAN PROVINSI DIY Wahyono, Sugeng Bayu; Hardianto, Deni; Nugroho, Ariyawan Agung
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2014): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.127 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v7i1.3115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model belajar untuk meningkatkan etosbelajar siswa sekolah menengah di daerah pinggiran provinsi DIY. Penelitian ini merupakankelanjutan dari penelitian sebelumnya tentang etos belajar siswa sekolah menengah di daerahpinggiran provinsi DIY. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitianpengembangan, dengan langkah penelitian difokuskan pada dua tahap yaitu tahapprelimenary dan tahap formative evaluation. Pada tahap prelimenary akan dilakukanpersiapan dan prosedur kerja penelitian, sedangkan tahap formative evaluation dilakukanprototyping (penyusunan model belajar) yang di expert reviews,one-to-one dan small group,serta field test. Uji coba model belajar dalam penelitian ini dilakukan di salah satu SD diKabupaten Bantul. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa model pembelajaran centering themargine memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan etos belajar siswa di daerahpinggiran.Kata Kunci: model belajar, etos belajar
ETOS BELAJAR SISWA SEKOLAH DI DAERAH PINGGIRAN Deni Hardianto, S. Bayu Wahyono,; Ambarwati, Unik
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2013): Maret-Mei
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1612.953 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v6i1.4739

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui dan menganalisis penyebab rendahnya etos belajar siswa dari perspektif sosial budaya, dan menawarkan solusi yang efektif bagi upaya meningkatkan etos belajar siswa di daerah pinggiran. Pilihan metode penelitian adalah metode survei dan penelitian kancah (field research). Hasil penelitian menunjukan bahwa etos belajar siswa Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) di daerah pinggiran ternyata masih dalam kategori sedang cenderung rendah. Indikatornya adalah bahwa dikalangan siswa sekolah pinggiran ditandai rendahnya minat baca, kurang menyukai tantangan atau rendahnya watak kompetitif, rendahnya kemandirian, tanggung jawab belajar yang tidak tinggi. Letak teritorial cenderung memiliki hubungan signifikan terhadap rendahnya etos belajar siswa di sekolah pinggiran dan terdapat hubungan yang tidak linier antara persepsi positif terhadap belajar dengan praksis belajar di kalangan siswa sekolah daerah pinggiran.   Kata kunci: etos belajar, daerah pinggiran
Etos belajar siswa sekolah di daerah pinggiran Wahyono, Sugeng Bayu; Hardianto, Deni; Ambarwati, Unik
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2015): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2357.731 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v8i1.4924

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui dan menganalisis penyebab rendahnya etosbelajar siswa dari perspektif sosial budaya, dan menawarkan solusi yang efektif bagi upayameningkatkan etos belajar siswa di daerah pinggiran. Pilihan metode penelitian adalahmetode survei dan penelitian kancah (field research). Hasil penelitian menunjukan bahwaetos belajar siswa Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) di daerah pinggiranternyata masih dalam kategori sedang cenderung rendah. Indikatornya adalah bahwadikalangan siswa sekolah pinggiran ditandai rendahnya minat baca, kurang menyukaitantangan atau rendahnya watak kompetitif, rendahnya kemandirian, tanggung jawabbelajar yang tidak tinggi. Letak teritorial cenderung memiliki hubungan signifikanterhadap rendahnya etos belajar siswa di sekolah pinggiran dan terdapat hubungan yangtidak linier antara persepsi positif terhadap belajar dengan praksis belajar di kalangansiswa sekolah daerah pinggiran
Etos belajar siswa sekolah di daerah pinggiran Wahyono, Sugeng Bayu; Hardianto, Deni; Ambarwati, Unik
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2015): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2357.731 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v8i1.4924

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui dan menganalisis penyebab rendahnya etosbelajar siswa dari perspektif sosial budaya, dan menawarkan solusi yang efektif bagi upayameningkatkan etos belajar siswa di daerah pinggiran. Pilihan metode penelitian adalahmetode survei dan penelitian kancah (field research). Hasil penelitian menunjukan bahwaetos belajar siswa Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) di daerah pinggiranternyata masih dalam kategori sedang cenderung rendah. Indikatornya adalah bahwadikalangan siswa sekolah pinggiran ditandai rendahnya minat baca, kurang menyukaitantangan atau rendahnya watak kompetitif, rendahnya kemandirian, tanggung jawabbelajar yang tidak tinggi. Letak teritorial cenderung memiliki hubungan signifikanterhadap rendahnya etos belajar siswa di sekolah pinggiran dan terdapat hubungan yangtidak linier antara persepsi positif terhadap belajar dengan praksis belajar di kalangansiswa sekolah daerah pinggiran
Model pembelajaran blended partisipatif kemitraan sekolah dan orangtua Hardianto, Deni; Ying Chang, Yi; Ambar Wati, Unik
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2023): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v16i1.54619

Abstract

Partisipasi orangtua dalam menyusun program kemitraan dengan sekolah masih belum optimal, sehingga seringkali orangtua hanya menjadi objek dalam program pendidikan di sekolah. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan penelitian untuk mengembangkan model pembelajaran blended partisipatif kemitraan sekolah dan orangtua siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model ADDIE, dan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terciptanya model pembelajaran blended partisipatif kemitraan sekolah dan orangtua siswa dengan tahapan (1) Analisis, meliputi analisis kebutuhan dan situasi, analisis tujuan umum dan materi, analisis karakteristik orangtua siswa, analisis lingkungan/perangkat teknologi, dan analisis waktu pembelajaran blended. (2) Desain dengan dua mode yaitu face to face (synchronous) dan online (asynchronous). (3) Pengembangan yaitu mengembangkan tujuan dan materi pembelajaran, merancang strategi pembelajaran blended, mengembangkan learning resource dan validasi ahli. (4) Implementasi pembelajaran blended meliputi tahap uji coba satu-satu dan uji lapangan terbatas. (5) Evaluasi meliputi pengembangan evaluasi formatif dan sumatif serta revisi model. Model ini dinilai layak oleh ahli, yang dinyatakan layak dengan skor 3.58, dan praktis untuk digunakan dengan skor 3,65. Penilaian ahli materi kemitraan sekolah dan orangtua yaitu 3,76 (layak), sementara penilaian ahli pembelajaran terhadap desain model pembelajaran blended dengan skor 3.76 (layak). Implikasi dari hasil kelayakan dan kepraktisan model ini dapat digunakan dalam lingkup yang lebih luas. Blended participatory learning model with school-parent partnership for studentParents' participation in compiling and developing partnership programs is still not optimal; parents tend to become objects in educational programs at schools This research aimed to develop a participatory blended learning model for school partnerships and parents. The research method used was development research with the ADDIE model. Data collection techniques at the model development stage used observation, interviews, and questionnaires, additionally, for data analysis using descriptive analysis. The results of the study have compiled a participatory blended learning model for school partnerships and parents of students with stages (1) Analysis which includes analysis of needs and situations, analysis of general objectives and materials, analysis of parents' characteristics, analysis of the environment/technological devices, and analysis of blended learning time. (2) Design with two modes, namely face-to-face (synchronous) and online (asynchronous). (3) Development by developing learning objectives and materials, designing blended learning strategies, developing learning resources, and expert validation. (4) Implementing blended learning includes one-on-one trials and limited field trials. (5) Evaluation includes the development of formative and summative evaluations and model revisions. Expert validation on the participatory blended learning model was generally stated to be feasible with a score of 3.58 (decent). The expert's assessment of school partnerships and parents was 3.76 (appropriate), while the learning expert's assessment of the blended learning model design scored 3.76 (decent). Ultimately, the results of the practicality test obtained a score of 3.65 (practical). The implications of the results of the feasibility and practicality of this model can be used in a wider scope
IMPLEMENTASI EVALUASI DIRI MADRASAH BERBASIS APLIKASI E-RKAM DALAM MENINGKATKAN MUTU DI MA FATHANUL BURHAN TEMPURAN KARAWANG Hardianto, Deni; Nurlaeli, Acep; Suryana, Sayan
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 1 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i1.44-52

Abstract

Proses pengembangan serta peningkatan pengelolaan pendidikan di Indonesia seyogianya berorientasi terhadap mutu pendidikan. Pola pengembangannyapun harus adaptif sesuai dengan tuntutan zaman (disruption era). Dalam hal ini pemerintah harus senantiasa melakukan transformasi dari pendidikan konvensional menuju pendidikan digital. Penjaminan mutu dapat dilakukan dengan perencanaan program kerja yang baik serta pelaksanaan evaluasi diri satuan pendidikan yang jujur dan objektif. Artinya harus ada sistem yang mampu mengakomodir keduanya dalam rangka memastikan penjaminan mutu internal satuan pendidikan berjalan dengan baik. Kemenag RI hadir dengan meluncurkan platform e-RKAM, tujuannya adalah untuk menjawab tantangan tersebut. Aplikasi e-RKAM ini merupakan terobosan yang menggabungkan menjadi satu kesatuan utuh antara pelaksanaan EDM dan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah. Oleh karena penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan dan pengorganisasian implementasi aplikasi e-RKAM ini serta bagaimana keberhasilan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Maka untuk mengetahui kedua hal ini harus dilakukan penelitian dengan pendekatan deskriptif kualitatif menggunakan teknis analisis data triangulasi sumber data agar ke objektifitasannya terjamin. Peneliti memilih MA Fathanul Burhan Tempuran dikarenakan merupakan salah satu MA yang masuk ke dalam fase pertama penerapan e-RKAM dilingkungan Kementerian Agama. Setelah dilakukan penelitian dengan metode tersebut didapatkan hasil bahwa proses perencanaan dan pengorganisasian implementasi aplikasi e-RKAM sudah sesuai dengan pedoman penggunaan dan standar operasional prosedur e-RKAM, kemudian keberhasilan dalam rangka peningkatan mutu pendidikanpun masuk ke dalam kategori baik dengan melihat perbandingan data antara Skor Kinerja Pencapaian Mutu tahun 2020 dan tahun 2021.
The politics of women’s subjectivity in the discourse of Indonesia’s Kabhantapi costume transformation Lusianai, Wa Ode; Putra, Heddy Shri Ahimsa; Wahyono, Sugeng Bayu; Handayani, Rivi
SIMULACRA: JURNAL SOSIOLOGI Vol 8, No 2: 2025
Publisher : Center for Sociological Studies and Community Developmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/sml.v8i2.31749

Abstract

This study aims to problematize the position of women as subjects in the discourse of kabhantapi, the traditional costume of the Muna ethnic group in Southeast Sulawesi, Indonesia. Drawing on Laclau and Mouffe's discourse analysis, the study unpacks the hegemonic processes through which dominant groups have shaped women’s subjectivities in the contestation surrounding kabhantapi. The findings reveal that women are positioned as consumptive subjects, shaped by the intersection of democratized clothing practices-framed as ‘freedom’-and market logics conditioned by fashion capitalism. Thus, the political subject born from dislocation cannot be reduced merely to an emancipatory subject as envisioned by Laclau and Mouffe, particularly in the context of fashion. This article argues that the lack not only creates space for political subjectivation but also operates as an arena of capitalist co-optation, underscoring the need to situate women’s subjectivity within the framework of the political economy of discourse.
Differentiated learning in inclusive educational activities in junior high school Khumaira, Anisa Firda; Wahyono, Sugeng Bayu
Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/petier.v8i1.293

Abstract

This study aims to analyze teacher and student activities in differentiated learning within inclusive education at SMPN 1 Yogyakarta. The research focuses on: (1) how differentiated learning is facilitated in inclusive education for students with disabilities, and (2) the role of teachers in implementing differentiated learning for students with disabilities. This study employed a qualitative case study approach, collecting data through observation, in-depth interviews, and documentation. Data validity was tested through triangulation of techniques and data sources, while analysis was conducted through reduction, presentation, and conclusion drawing stages. The findings indicate that differentiated learning facilitation has been applied through modifications of curriculum, processes, products/assessments, and learning environments. Teachers adapt materials, apply the pull-out model, implement heterogeneous group learning, and conduct individual assessments based on students' abilities. Teachers' roles in implementing differentiation include upholding ethical principles of equal educational rights, providing developmental opportunities for students with disabilities, fostering empathy among regular students, and enhancing self-confidence in students with disabilities. In conclusion, differentiated learning serves as an effective strategy in inclusive education, although its implementation remains limited to the product aspect and relies heavily on Inclusion Support Teachers.
Efektivitas Penerapan e-RKAM sebagai Aplikasi Keuangan Madrasah Berdasarkan Pendekatan Technology Acceptance Model Hardianto, Deni; Abduloh, Abduloh; Ismaya, Bambang; Rochaendi, Endi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.1993

Abstract

Digital transformation in the governance of Islamic education faces multifaceted challenges, particularly in the context of private Islamic senior high schools (Madrasah Aliyah Swasta, MAS) operating under resource constraints. This study aims to examine the factors influencing the acceptance of the Electronic Budget and Work Plan Application for Madrasahs (e-RKAM) using a modified Technology Acceptance Model (TAM). Two external variables—user experience and training—were analyzed for their effects on perceived ease of use (PEOU) and perceived usefulness (PU), as well as their implications for user attitudes and behavioral intentions toward system utilization. Employing a quantitative approach, this study conducted path analysis using AMOS software on data collected from MAS in Karawang Regency. The findings indicate that both experience and training significantly influence PEOU and PU, which in turn shape user attitudes and behavioral intentions. The results confirm that perceived usefulness exerts the strongest influence on user attitudes, while attitude serves as the primary predictor of sustained system use. Theoretically, this study extends the applicability of TAM to mandatory technology adoption in Islamic education, while practically, it highlights the urgency of designing participatory, contextual, and experience-based training programs to enhance the effective implementation of e-RKAM. This research offers a substantive contribution to bridging the gap between educational digitalization policies and the institutional realities of private Islamic schools.
Co-Authors Abda Abda Abduloh, Abduloh Ahmad Yusuf Andri Yanto Anwar Efendi Ariyawan Agung Nugroho Avelinus Lefaan Ayu Sandra Dewi Bait Syaiful Rijal Bambang Ismaya Budiningsih, Chatarina Asri Catur Nugroho Chandra Adhitama Nugraha Christianto Richardus, Wisma Nugraha Cita Nirmala Dara Yukti Dede Agung Rismawan Dharma Satria Wijaya Dita Febri Handani Dwi Liswantari Edi Istiyono Endi Rochaendi Estu Miyarso Euis Nurmiati Failasuf Fadli Fajar Junaedi Fauyan, Muchamad Haryanto Haryanto Heddy Shri Ahimsa Putra Herman Dwi Surjono Hermin Indah Wahyuni Herminarto Sofyan Heru Nugroho Ibnu Siswanto Isfian, Arief Oky Karthikeyan Parthasarathy Khumaira, Anisa Firda Laila Fatmawati Lasiyo Lasiyo, Lasiyo Lusianai, Wa Ode Maman Suryaman Mashrul, Nenden Nadya Rizky Meriani, Gesti Muhammad Ikhza Helmy Nugroho Muhammad Isna Rosyada Muhammad Khairil Asrori Muhammad Risal Rhomadan nawai, nawawi Nofianti Nofianti Nur Kholis Nurlaeli, Acep Nurul Khairah Pratama, Dhimas Wahyu Puji Rianto Pujiriyanto . R.A Murti Kusuma Wirasti Rahayu, Akhi Ha Runi Nur Ratmono, Barito Mulyo Razana Juhaida Johari Rivi Handayani Rollo, Abisay Saepul Makmun Saraswati, Chris Cerly Rika Sari, Ayu Perwita Semiono Raharjo Setyabudi Indartono Sisca Rahmadonna Sitorus, Ferry R. P. P. Sugito - Sukirno Sukirno Supriadi, Asim Suyantiningsih Suyantiningsih Syahrir Tafrienda, Ulfa Nabila Ulfa Nabila Tafrienda Undang Ruslan Unik Ambarwati Wahyuti Wartiningsih -, Wartiningsih Yenda Puspita Ying Chang, Yi Yudana, Nisa Puspaningtyas Zainal Arifin Zulfadli Hamdi