Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Divisi Piano PT. Samick Indonesia Rummantie, Lalita; Mulyadi, Didi; Patimah, Patimah
Jurnal Tadbir Peradaban Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Tadbir Peradaban
Publisher : Prodi Manajemen STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jtp.v4i1.375

Abstract

Penelitian ini berfokus pada "Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Divisi Piano PT. Samick Indonesia". Motivasi kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja karyawan, yang pada gilirannya berkontribusi pada keberhasilan organisasi. Studi ini mengeksplorasi hubungan antara motivasi kerja dan kinerja karyawan di PT Samick Indonesia, sebuah perusahaan pembuat piano terkemuka. Metodologi penelitian ini melibatkan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier sederhana untuk menilai pengaruh motivasi terhadap kinerja. Sampel penelitian terdiri dari 42 karyawan Divisi Piano PT Samick Indonesia, dengan data primer dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert. Analisis data mencakup uji normalitas, linearitas, regresi, dan determinasi. Hasil penelitian menunjukkan hubungan linier positif yang signifikan antara motivasi kerja dan kinerja karyawan. Koefisien determinasi (R^2) sebesar 0.729 menandakan bahwa sekitar 72.9% variabilitas dalam kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh motivasi kerja mereka. Temuan ini sejalan dengan studi sebelumnya yang mengindikasikan pentingnya motivasi dalam meningkatkan kinerja karyawan.
Digital Communication: Bridge to Repurchase Intention Batoteng, Hendrik; Surahman, Surahman; Barus, Bela; Patimah, Patimah; Batoteng, Gloria Adelaide; Aulia, Rahmah Athaya
Interdisciplinary Social Studies Vol. 2 No. 9 (2023): Special Issue
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v2i9.477

Abstract

Background: According to the Top Brand Index (TBI) statistics for 2021, Milo was ranked fifth in the ready-to-drink liquid milk category. Furthermore, in the Milk Powder category, Milo was picked third out of four milk brands in the same year. Aim: This study examines the impact of Brand Familiarity, Brand Love, and e-WOM on Brand Attitude and the Repurchase Intention of Milo brand consumers in Samarinda City. Method: This study uses a questionnaire with the object of research being the Milo Brand product. The sample of this study is 147 respondents conducted in the city of Samarinda. The method of sampling is accidental sampling, which means that data were collected from respondents while found. The research methodology for this study involves using a quantitative approach, including path analysis and Structural Equation Modeling (SEM), which were analyzed using IBM SPSS Statistic 25 software and AMOS 5.0 software. Findings: The analysis of the structural model in this study found that three out of six hypotheses were significant: (1) the effects of Brand Familiarity, e-WOM, and Brand Love on Brand Attitude, and (2) the effects of e-WOM, Brand Love, and Brand Attitude on Repurchase Intention. The other three hypotheses were not significant: (1) the effect of Brand Familiarity on Brand Attitude, (2) the effect of Brand Love on Repurchase Intention, and (3) the effect of e-WOM on Repurchase Intention.
Pendampingan pengembangan guru SD/MI dalam pembuatan cerita anak menggunakan Artificial Intelligence (AI) Patimah, Patimah; Mudiyanto, Heru; Jaelani, Aceng
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v8i3.31050

Abstract

Children’s stories play a strategic role in character building, literacy development, and the enhancement of imagination among elementary school students. However, the quality of children’s stories available in society remains relatively low in terms of language use, storyline, and thematic variation. Elementary school teachers have significant potential to become producers of educational children’s stories, yet many face limitations in writing skills and the use of digital technology. This community service program aimed to assist SD/MI teachers in developing children’s stories using Artificial Intelligence (AI). The program employed the Asset Based Community Development (ABCD) approach, consisting of discovery, dream, design, define, and destiny stages. The participants were 10 teachers from SDIT Bilingual Alma Asy-Syauqi Cirebon. Assistance was provided through face-to-face training sessions, online mentoring, and hands-on practice using AI tools for developing story titles, outlines, narratives, and illustrations. The results indicate that the program was successfully implemented in accordance with the ABCD stages and effectively enhanced teachers’ competencies in creating children’s stories. Approximately 70% of participants succeeded in producing complete AI-assisted children’s stories. These findings suggest that integrating AI into teacher mentoring programs is effective in strengthening teachers’ capacity as creators of contextual and educational children’s literature.    
PROSES PELAKSANAAN KURSUS CALON PENGANTIN DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN TAMALANREA DAN KECAMATAN BIRINGKANAYA Wahab, Zulkifli; Supardin, Supardin; Patimah, Patimah
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 2 (2017): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i2.7122

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pelaksanana Suscatin di KUA Tamalanrea dan KUA Biringkanaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian (field research) kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada pada dua (2) wilayah kecamatan di Kota Makassar yakni KUA Tamalanrea dan KUA Biringkanaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan teologis (syar'i), pendekatan yuridis formal, dan pendekatan sosiologis. Sumber data yakni Kepala Kantor Urusan Agama dan beberapa Pejabat dan Penyuluh Kantor Urusan Agama di Kecamatan Biringkanya dan Kecamatan Tamalanrea serta beberapa resopnden lainnya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokuementasi dengan instrumen pedoman observasi dan pedoman wawancara. Data diolah dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyelenggaraan kursus calon pengantin pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya Kota Makassar masih jauh dari target waktu yang diharapkan yaitu sekurang-kurangnya 16 jam pelajaran, semetara realisasinya hanya berkisar  kurang lebih 2 jam, sehingga berpengaruh terhadap target materi yang ingin disampaikan. Dengan demikian proses pelaksanaan suscatin pada Kantor Urusan Agama di Kecamatan Tamaranrea dan Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar terkesan hanya menjalankan peraturan tetapi mengabaikan apa yang sebenarnya yang menjadi esensi dari pelaksanaan suscatin tersebut. Suscatin atau bimbingan yang diberikan kepada calon pengantin merupakan dasar dari tujuan membangun keluarga yang harmonis.
FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA PERNIKAHAN USIA ANAK DI KABUPATEN PANGKEP Zulfadli, Zulfadli; Ridwan, M. Saleh; Patimah, Patimah
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i2.7305

Abstract

Tulisan ini mengelaborasi tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya Pernikahan Usia Anak di Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris. Adapun sumber data penelitian ini bersumber dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Penelitian ini tergolong penelitian dengan jenis data kualitatif yaitu dengan mengelola data primer yang bersumber dari beberapa Kantor urusan Agama  Kabupaten Pangkep. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebab terjadinya pernikahan usia Anak di Kabupaten Pangkep tidak terlepas dari beberapa hal berikut ini yaitu faktor ekonomi faktor ini paling banyak ditemui di lokasi penelitian selain dari faktor ekonomi ada beberapa faktor seperti faktor pendidikan yang rendah ini sangat berpengaruh pada kasus Pernikahan Usia Anak kemudian faktor dorongan orang tua dalam hal ini perjodohan dan faktor diskriminasi gender ini cenderung melemahkan kaum perempuan sehingga perempuan hanya dijadikan pemuas nafsu seksual semata dan dianggap pelayan bagi kaum laki-laki saja, serta faktor adat istiadat faktor ini yang berkembang dimasyarakat akan pengaruh paham leluhur yang mangharuskan anaknya menikah ketika sudah ada tiga pemudah datang melamar maka yang ketiga harus diterimah karena takut tidak akan adalagi yang datang dan ini memang terbukti bahwa ketika sudah cukup tiga laki-laki datang melamar maka sulit ada laki-laki yang keempat untuk datang melamar lagi.
EFEKTIFITAS METODE PEMBELAJARAN DONGENG DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI ANAK PADA JENJANG USIA SEKOLAH DASAR Patimah Patimah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.123

Abstract

Mendongeng merupakan batu loncatan penting dalam membentuk seorang jenius. Mendongeng memicu kekuatan berpikir yang super, yang melepaskan per-per imajinasi seorang jenius. menurut ahli psikologi anak, pertumbuhan mental seorang anak berjalan sangat cepat, terutama sampai anak berusia enam tahun, sampai umurnya enam tahun, kecepatan belajar anak bagai kuda yang berlomba dalam pacuan. Setelah melewati usia ini, kecepatan belajar anak akan menurun, dan lebih mendatar.Guru yang telah terbiasa menggunakan metode mendongeng (berbeda dengan ceramah) pada saat proses KBM pada umumnya pasti memiliki siswa yang berkemampuan literasi yang baik  dibandingkan dengan guru yang hanya mengajar dengan cara konvensional di dalam kelas.Kebiasaan yang di timbulkan dari aktivitas mendongeng mampu memberikan banyak dampak positif terhadap kemampuan literasi siswa baik kemampuan membaca, menulis dan berbicara. Kata Kunci : Dongeng, Psikologi Anak, Kemampuan Literas
PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH IBTIDAIYAH Patimah Patimah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i1.175

Abstract

ABSTRAKJenjang pendidikan dasar merupakan fondasi awal untuk melangkah melanjutkan pendidikan. Bila penanaman karakter gagal dilakukan pada tahap usia pendidikan dasar, maka bisa dipastikan, karakter yang tertanam pada peserta didik kurang optimal. Pengembangan pendidikan berkaraktek bagi peserta didik harus diterapkan sungguh-sungguh karena kepribadian dan karakter yang kuat mempengaruhi masa depan bangsa. Anak usia madrasah ibtidaiyah merupakan masa kritis dalam pembentukan karakter. Menurut Freud, kegagalan dalam memberikan penanaman dan pembinaan kepribadian berkarakter pada anak usia madrasah ibtidaiyah akan membentuk pribadi yang bermasalah pada saat dewasa.Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional mencanangkan pendidikan berbasis karakter untuk semua tingkat pendidikan. Menurut Mendiknas, Prof. Muhammad Nuh, pembentukan karakter perlu dilakukan sejak usia dini. Jika karakter sudah terbentuk sejak usia dini, maka tidak akan mudah untuk mengubah karakter seseorang. Ia juga berharap, pendidikan karakter dapat membangun kepribadian bangsa.Kata Kunci : Pendidikan Karakter, pendidikan Dasar
PENDIDIK DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM Patimah Patimah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i1.582

Abstract

ABSTRAKTantangan masa depan yang semakin berat, menuntut output pendidikan yang berkompeten, sehingga diperlukan perubahan dalam konsep belajar. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh bahwa ditengah perubahan zaman, sistem pendidikan di Indonesia juga harus selalu ikut menyesuaikan. Pengembangan kurikulum 2013 diharapkan dapat menjadi jawaban untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia untuk menghadapi perubahan dunia. Untuk menghasilkan output pendidikan yang baik diperlukan kesinambungan antara rancangan kurikulum dengan implementasinya. Salah satu sosok yang penting dalam implementasi kurikulum adalah guru. Guru merupakan faktor utama dalam pelaksanaan kurikulum, karena gurulah yang secara langsung berhadapan dengan siswa (subjek kurikulum 2013) dalam proses pembelajaran. Dalam Bahan Uji  Publik Kurikulum 2013 disebutkan bahwa kondisi saat ini pendidik dan tenaga kependidikan  hanya memenuhi kompetensi profesi dan hanya berfokus pada ukuran kinerja saja, padahal seharusnya seorang pendidik harus memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal serta memiliki motivasi mengajar. Sehingga kurikulum yang sudah dirancang dapat terlaksana dengan baik.Keyword : Kompetensi, Profesi, Kurikulum 2013
Pengaruh Metode Mendongeng pada Proses Apersepsi Terhadap Pembentukan Karakter Siswa di MI PUI Wirakanan Kabupaten Indramayu Idah Faridah Laily; Patimah Patimah; Roisah Turrokhmah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 4 No. 2 (2017): Published Online: Oktober 2017
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v4i2.1840

Abstract

AbstrakMendongeng merupakan salah satu cara untuk menghadirkan tokoh keteladanan dalam menanamkan karakter siswa. Namun, seiring berjalanya waktu, mendongeng mulai ditinggalkan oleh para guru dan orang tua. Dari hasil observasi awal terlihat beberapa karakter memiliki prosentase rendah di bawah 50% dan sebagian guru tidak mengawali pembelajaran dengan proses apersepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penerapan metode mendongeng dalam proses apersepsi, untuk mengetahui karakter positif siswa dengan penerapan metode medongeng pada proses apersepsi serta untuk mengetahui pengaruh penerapan metode mendongeng dalam proses apersepsi terhadap pembentukan karakter siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain one shot case study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I-VI MI PUI Wirakanan, sementara itu sampelnya adalah siswa kelas III yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan angket. Selanjutnya data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil observasi aktivitas siswa dalam penerapan metode mendongeng pada proses apersepsi sebesar 63%. Karakter siswa dengan penerapan metode mendongeng dengan rata-rata 86,85%. Pengaruh metode mendongeng pada proses apersepsi terhadap pembentukan karakter siswa sebesar 63,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini dapat dilihat dari  t hitung sebesar (6,407) lebih besar dari t tabel (2.068). Maka Ho ditolak, artinya bahwa penerapan metode mendongeng pada proses apersepsi berpengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter siswa di MI PUI Wirakanan Kabupaten Indramayu.Kata kunci: karakter, mendongeng, apersepsi.AbstractStory telling is one of the tools to deliver exemplary figure to infuse the character of students. But, over time storytelling began to be abandoned by teachers and parents. From the results of preliminary observations seen some characters have a low percentage below 50%  and some teachers who did not start the learning process apperception. Therefore, this study apply the methods of storytelling in apperception process towards the formation of student character. The purpose of this study to determine the process of implementing the method of storytelling in apersepsi process, to find out the positive character of the students with the application of methods medongeng on apperception process and to determine the effect of the application of methods of storytelling in apperception process towards the formation of student character. This research is quantitative, with design One shot casestudy.The population is all students in grade I-VI MI PUI Wirakanan and III grade student sample, totaling 26 students. Data collection technique such as observation and questionnaires. The data were analyzed with simple regression test. The results showed student activity observation result in the application of methods of storytelling in apersepsi process with the percentage of 63%. Characters students with the application of the method of storytelling with an average of 86.85%. The influence of the method of storytelling in the process towards the formation of student character apersepsi by 63.1% while the rest influenced by other factors. Known t arithmetic amounted to (6.407) is greater than t table (2.068), then Ho is rejected, it means that the application of story telling methods on apperception process significantly influence the formation of student characters in MI PUI Wirakanan Indramayu District.Keywords: character, story telling, apperception
Pengaruh Penerapan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Membaca Intensif pada Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa SD Negeri Sunyaragi 1 Kota Cirebon Patimah Patimah; Faisal Abdullah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 5 No. 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2505

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil observasi di kelas V SD Negeri Sunyaragi I diketahui bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami suatu bacaan. Salah satu penyebabnya adalah guru cenderung menggunakan metode ceramah dan belum mengoptimalkan kemampuan gaya belajar siswa yang berbeda-beda, terutama tentang belajar membaca intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap penerapan pembelajaran berdasarkan gaya belajar siswa, bagaimana kemampuan membaca intensif pada pelajaran Bahasa Indonesia dan seberapa besar pengaruh pembelajaran berdasarkan gaya belajar terhadap kemampuan membaca intensif pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri Sunyaragi 1 Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket, tes, dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah uji persentase angket dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa terhadap penerapan pembelajaran berdasarkan gaya belajar adalah sangat baik/kuat yakni sebesar 81%. Adapun rata-rata kemampuan membaca intensif siswa kelas V sebesar 83,57. Lebih lanjut hasil analisis membuktikan bahwa penerapan pembelajaran berdasarkan gaya belajar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca intensif pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V di SD Negeri Sunyaragi 1 Kota Cirebon sebesar 52,2%.Kata kunci: gaya belajar, membaca intensif, bahasa indonesia  AbstractBased on the observations in class V SD Negeri Sunyaragi I it is known that students still have difficulty in understanding a reading. One reason is that teachers tend to use lecture methods and have not optimized the ability of different learning styles of students, especially about intensive reading. This study aims to find out how the response of students to the application of learning based on student learning styles, how intensive reading skills in Indonesian lessons and how much influence of learning based on learning styles to the ability of intensive reading on the subjects of Indonesian class V State Elementary Schools Sunyaragi 1 Cirebon City. This study uses quantitative methods with data collection techniques in the form of questionnaires, tests, and documentation. Meanwhile, the technique of data analysis used is test of questionnaire percentage and regression test. The results showed that students' responses to the application of learning based on learning style is good/strong which is equal to 74%. The average intensive reading ability of grade V students amounted to 83.57. Further analysis results prove that the application of learning based on learning style significantly influence the ability of intensive reading on Indonesian language subjects in class V State Elementary Schools Sunyaragi 1 Cirebon City of 52.2%.Keywords: learning style, reading intensive, indonesian
Co-Authors Aam Amaliah Abdul Halim Talli Aceng Jaelani, Aceng Achmad Reza Hutama Al Faruqi Alwi, Mujahid Aminuyati Anindita Pratiwi Hidayat anti, hasryanti Asni Asni Atikah Syamsi Atikoh, Nur Aulia, Rahmah Athaya badar, badar Barus, Bela Batoteng, Gloria Adelaide Batoteng, Hendrik Bima Sakti, Mohammad Djaya Aji Citra, Mela Dwi Darmawati Hanafi Deviriani, Mega Dwi Anita Alfiani, Dwi Anita Eka Kartika Fadia, Lulu Faisal Abdullah Farahdiba Rahma Bachtiar, Farahdiba Rahma Fatta, Muh. Irsyad Fitriani, Eva Gassing, Abdul Qadir Hadriani, Hadriani Hamsir Hamsir Heru Mudiyanto Inayatul Ummah Istiqamah, Istiqamah Iswanto, Yuni Jannah, Minhatul Khasanah, Lutfiatul Kurniati Kurniati Kusumawati, Eko Laily, Idah Faridah Lathifah, Lathifah Lia Pratiwi Maknun, Lu'luil Mansur, Nurlaela Masriana Masnun, Moh Mudiyanto, Heru Mudiyanto, Heru Muhammad Saleh Ridwan Muhammad Suhufi, Muhammad Mulyadi, Didi Nasution, Lailan Azmi Nur Atikoh Nurfriana, Sekar Nurhayati, Tati Okianna Okianna Pasaribu, Novita Sari Purwaningtyas, Dhita Ayomi Rachmawati Rachmawati Rahman, Gajali Rasya, Meilani Meilanirasya Rezkiawan, Muhammad Alief Rizkilah, Waeni Roisah Turrokhmah Rokhmah, Ummi Nur Rudy Agung Nugroho Rummantie, Lalita Sabara Sabara, Sabara Siregar, Pani Akhiruddin Siti Saniah Sri Watini Sudaryono Sudaryono Sukma, Melati Supardin Surahman Surahman Syaputra, Nor Ilman Tamaulina Br Sembiring Tarimana, Siti Nurul Fatimah Usman Jafar Uswatun, Uswatun Wahab, Zulkifli Yaya Kiswaya Yusran, Dina Fatimah Zulfadli Zulfadli