Claim Missing Document
Check
Articles

Keragaman dan Potensi Aksesi Ciplukan (Physalis angulata L.) Sebagai Buah Segar dan Buah Kering Ilham_Prawira_Hasbi; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 9 (2023): September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.09.03

Abstract

Ciplukan (Physalis angulata L.) merupakan tanaman tropis yang berkembang di Indonesia. Ciplukan dapat dikonsumsi dalam keadaan segar maupun diolah dalam bentuk buah kering. Untuk meningkatkan nilai buah ciplukan segar dan kering dilakukan analisis keragaman karakter buah melalui program pemuliaan tanaman. Keragaman diperlukan karena digunakan sebagai dasar pemilihan aksesi yang berpotensi untuk dikembangkan atau sebagai bahan baku genetik untuk perbaikan karakter buah segar dan buah kering. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaman karakter buah segar dan buah yang dikeringkan pada aksesi ciplukan, dan memilih aksesi ciplukan yang potensial dikembangkan sebagai buah segar dan buah kering. Penelitian dilakukan di greenhouse lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur dari bulan September 2021 hingga November 2021. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok terhadap 19 aksesi ciplukan dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pada tanaman ciplukan terdapat keragaman rendah, sedang, dan tinggi. Karakter buah ciplukan yang mempunyai keragaman rendah terdapat pada jumlah buah per tanaman dan umur panen. Karakter panjang buah, diameter buah, panjang kelopak, bobot buah tanpa kelopak, dan berat buah kering konstan memiliki keragaman sedang. Karakter bobot buah dengan kelopak dan kadar kemanisan buah mempunyai keragaman tinggi.
Respon Morfologi Tanaman Ercis (Pisum sativum L.) terhadap Induksi Poliplodi Menggunakan Kolkisin Arina, Bendang Sari; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.10.08

Abstract

Ercis (Pisum sativum L.) merupakan salah satu tanaman legum dengan segala manfaat baik untuk dikonsumsi atau dimanfaatkan di bidang kesehatan dan pertanian. Mengandung 21,2-32,9% protein, 36,9-39% karbohidrat, vitamin A, B1, dan C, mineral seperti kalsium, potasium, magnesium, dan lainnya serta rendah lemak dan sodium menyebabkan ercis sebagai tanaman yang sangat bermanfaat terlebih ercis dapat menginduksi aktivitas antikanker, antidiabetes, antibakteri, anti-inflamasi, dan lainnya. Kandungan dan manfaat yang dimiliki oleh ercis menyebabkan ercis sebagai tanaman dengan permintaan pasar yang cukup tinggi. Indonesia mengimpor ercis setiap tahunnya dari Ukraina, Cina, dan Australia. Untuk pemenuhan kebutuhan pasar ercis di Indonesia, dibutuhkannya peningkatan kualitas dan kuantitas dari ercis di Indonesia. Poliploidi merupakan keadaan terdapat lebih dari satu pasang kromosom, dan dapat meningkatkan kualitas, hasil, dan adaptasi lingkungan pada tanaman. Poliplodi dapat terjadi salah satunya dikarenakan pemberian kolkisin pada tanaman. Kolkisin merupakan suatu senyawa yang berasal dari ekstrak meadow saffron yang dapat memengaruhi fase mitosis pada tanaman sehingga menyebabkan penggandaan jumlah kromosom dan memengaruhi karakter morfologi tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respon 3 genotipe ercis terhadap pemberian kolkisin 700 ppm dengan direndam pada tunas selama 2x24 jam. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif dan diuji menggunakan uji-t 5%. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang pada September-Desember 2022. Hasil penelitian menunjukkan terdapat respon ercis terhadap pemberian kolkisin pada tinggi tanaman, panjang ruas, jumlah bunga, panjang dan bobot kering polong, jumlah biji per polong, bobot kering biji per tanaman, ukuran biji, dan ukuran stomata.
Uji Keragaman Genetik dan Kekerabatan 7 Galur Harapan Kacang Bambara (Vigna Subterranea (L.) Verdcourt) Berdasarkan Karakter Morfologi Rahayu Mustika Putri; Kuswanto; Budi Waluyo
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 11 (2023): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.11.07

Abstract

Kacang bogor atau kacang bambara merupakan tanaman yang adaptif di wilayah indonesia. Kandungan gizi yang terdapat dalam kacang bogor menjadikan tanaman ini berpotensi sebagai pangan alternatif. Di Indonesia, kacang bambara kurang banyak diperhatikan atau diketahui oleh masyarakat sehingga produksinya di dalam negeri masih tergolong rendah. Selain itu, minimnya ketersediaan varietas unggul juga mempengaruhi rendahnya produktivitas kacang bambara yang dibudidayakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaman genetik tujuh galur harapan tanaman kacang bambara sebagai evaluasi adanya galur potensial yang mampu dikembangkan sebagai varietas unggul atau sebagai tetua dalam persilangan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jambegede Balitkabi yang terletak di Jalan Pertanian No. 6, Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang pada Bulan Desember 2020 sampai Mei 2021. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Galur kacang bambara yang digunakan diantaranya PWBG 5.2.1, PWBG 6, SS 2.4.2, SS 3.4.2, BBL 1.1, CCC 1.6, TVSU 8.6. Nilai KVG didapatkan dengan kategori sedang pada karakter jumlah polong per tanaman, jumlah biji per polong, dan bobot polong per tanaman. Nilai heritabilitas tinggi didapat pada tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, panjang polong, bobot polong per tanaman, jumlah biji per polong, panjang biji, dan berat 100 biji. Pengelompokan tujuh galur kacang bambara membentuk dua klaster yaitu kelompok PWBG 6, BBL 1.1 dan kelompok PWBG 5.2.1, SS 3.4.2, CCC 1.6, TVSU 8.6, SS 2.4.2. Berdasarkan pada koefisien kemiripan, galur yang memiliki kekerabatan paling dekat yaitu galur CCC 1.6 dengan PWBG 5.2.1. Galur yang memiliki kekerabatan paling jauh yaitu galur PWBG 6 dengan SS 3.4.2.
Keragaman Genetik Karakter Morfologi pada Ercis (Pisum sativum L.) Berdasarkan Analisis Komponen Utama Siti Suniah; Fadila Nurhasanah; Ichsanuddin Noorsy Alfananny; Frieska Mayang Dianwari; Br Ginting, Jesika Ekarina; Fitri Desmarianita Putri; Budi Waluyo
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Indonesia memiliki banyak plasma nutfah ercis dengan persebaran wilayah yang mencakup Pulau Jawa dan Sumatera. Evaluasi dan karakterisasi plasma nutfah ercis lokal Indonesia perlu dilakukan untuk menilai keragaman genetik yang ada di dalamnya. Informasi keragaman genetik sangat dibutuhkan dalam pemuliaan tanaman ercis sehingga upaya pengembangan varietas unggul dapat dilaksanakan dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari keragaman genetik pada 82 aksesi ercis berdasarkan karakter morfologi menggunakan analisis komponen utama. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2023 berlokasi di Desa Merjosari, Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu augmented design menggunakan 80 aksesi ercis sebagai genotipe uji dan 2 varietas komersial sebagai genotipe cek. Variabel pengamatan mencakup 18 karakter morfologi kualitatif berdasarkan deskriptor untuk Pisum sativum L. dari The CommunityPlant Variety Office (CPVO) 2020. Keragaman dianalisis menggunakan analisis komponen utama berdasarkan koefisien korelasi Pearson menggunakan XLSTAT 2023. Keragaman aksesi ercis berdasarkan analisis komponen utama dimuat pada 6 komponen utama yang memiliki eigenvalue > 1 dan memberikan kontribusi sebesar 82.71% terhadap keragaman total. Terdapat 14 karakter morfologi penting yang memiliki keragaman tinggi dan berkontribusi secara signifikan terhadap keragaman total yang muncul antar aksesi ercis.
Pembentukan Koleksi Inti Ercis (Pisum sativum L.) Berdasarkan Identifikasi Pemisahan Aksesi Duplikat Dari Asal Wilayah Berbeda Alfannany, Ichsanuddin Noorsy; Nurhasanah, Fadila; Suniah, Siti; Dianwari, Frieska Mayang; Ginting, Jesika Ekarina Br; Putri, Fitri Desmarianita; Zamzami, Ahmad Nabiel; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Ercis (Pisum sativum L.) merupakan tanaman legum yang penting dengan kandungan nutrisi dan nilai ekonomis yang tinggi. Peningkatan produksi ercis melalui kegiatan pemuliaan tanaman menimbulkan masalah berupa pengelolaan aksesi menjadi kurang efisien, membutuhkan biaya yang besar dikarenakan banyaknya jumlah aksesi yang telah dikumpulkan, serta kemungkinan terdapat aksesi yang mirip, sehingga menimbulkan kerugian dalam program pemuliaan tanaman. Konsep koleksi inti yaitu set aksesi terbatas dari keseluruhan koleksi dengan pengulangan minimum dan keragaman genetik maksimum dari suatu spesies. Koleksi inti dapat berperan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aksesi, mengurangi biaya pemeliharaan aksesi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membentuk koleksi inti ercis (Pisum sativum L.) berdasarkan pemisahan aksesi duplikat dari asal wilayah berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Juni 2023 yang berlokasi di Jl. Pringgandani, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan rancangan percobaan berupa augmented design model 2. Bahan genetik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 80 aksesi lokal yang berasal dari Karo, Garut, Semarang, Temanggung, Batu, Probolinggo, dan Boyolali sebagai genotipe uji serta 2 varietas komersial yaitu Taichung 13 dan Berastagi sebagai genotipe cek. analisis data yang digunakan adalah UPGMA untuk membentuk kelompok dan Gower distance untuk mengukur jarak genetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi duplikat ditemukan di Garut, Semarang, dan Temanggung. Jumlah koleksi inti masing-masing daerah adalah Karo 3 aksesi, Garut 13 aksesi, Semarang 17 aksesi, Temanggung 25 aksesi, Boyolali 6 aksesi, Batu 4 aksesi, dan Probolinggo 4 aksesi.
Keragaman Genetik dan Heritabilitas Karakter Komponen Hasil dan Hasil 82 Genotipe Ercis (Pisum sativum L.) di Dataran Menengah Nurhasanah, Fadila; Alfannany, Ichsanuddin Noorsy; Suniah, Siti; Dianwari, Frieska Mayang; Br Ginting, Jesika Ekarina; Putri, Fitri Desmarianita; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.03

Abstract

Ercis (Pisum sativum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman dari famili fabaceae yang dikenal sebagai tanaman pangan populer di dunia sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi. Produksi ercis di Indonesia masih tergolong rendah karena budidaya ercis masih terfokus pada dataran tinggi. Upaya pengembangan dan peningkatan produktivitas ercis dapat dilakukan dengan mengembangkan varietas unggul berdaya hasil tinggi dan adaptif pada dataran medium. Analisis keragaman dan heritabilitas sangat berguna dalam pemuliaan tanaman melalui kegiatan seleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genetik dan heritabilitas pada karakter komponen hasil dan hasil 82 genotipe ercis di dataran menengah. Penelitian dilaksanakan di Desa Merjosari, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur pada bulan Maret 2023 – Juni 2023. Penelitian ini menggunakan metode augmented design dengan perlakuan berupa 80 genotipe ercis lokal sebagai tanaman uji, dua varietas komersial sebagai tanaman cek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman dan heritabilitas pada ercis yang ditanam di dataran menengah memiliki nilai bervariasi. Karakter yang memiliki keragaman genetik tinggi yaitu panjang polong pertama sampai kedua, jumlah cabang, panjang tangkai daun sampai polong pertama, bobot polong per tanaman, bobot biji per tanaman, panjang spur, jumlah polong per tanaman, lebar leaflet, dan jumlah biji per tanaman. Heritabilitas memiliki nilai tinggi pada karakter lebar biji, jumlah maksimum bunga per tangkai, tebal biji, panjang polong, bobot polong per tanaman, jumlah biji per polong, bobot biji per tanaman, jumlah maksimum leaflet, lebar polong, panjang polong pertama sampai kedua, dan panjang stipula. Sehingga dalam seleksi genotipe yang adaptif pada dataran menengah harus berdasarkan karakter tersebut.    
Respon Fenologi Tanaman Ercis (Pisum sativum L.) Terhadap Kondisi Cuaca di Dataran Menengah Dianwari, Frieska Mayang; Nurhasanah, Fadila; Zamzami, Ahmad Nabiel; Suniah, Siti; Alfannany, Ichsanuddin Noorsy; Br Ginting, Jesika Ekarina; Putri, Fitri Desmarianita; Hariyono, Didik; Fajriani, Sisca; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 06 (2025): Juni
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.06.01

Abstract

Tanaman ercis (Pisum sativum L.) atau sering disebut dengan kacang kapri merupakan jenis kacang-kacangan yang sering dikonsumsi sebagai sayur. Produksi ercis di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan pasar. Penanaman ercis di dataran menengah dilakukan untuk meningkatkan produksi ercis. Usaha peningkatan produksi ercis dimulai dengan memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan tempat budidaya. Fase-fase pertumbuhan tanaman tidak terlepas dari faktor lingkungannya. Tujuan penelitian untuk mempelajari pengaruh variabel cuaca terhadap respon fenologi tanaman ercis di dataran menengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2023 yang bertempat bertempat di Desa Merjosari, Kota Malang. Bahan penelitian yaitu 80 aksesi lokal. Rancangan percobaan penelitian yaitu augmented design II. Pengamatan dianalisis menggunakan kode BBCH (Biologische Bundesansalt Bundessortenanmt und Chemische Industrie). Analisis data yang digunakan yaitu analisis nilai rata-rata, median dan uji korelasi variabel cuaca dengan fase pertumbuhan tanaman ercis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan suhu udara akan menghambat fase muncul daun dan fase muncul batang tanaman ercis. Peningkatan suhu udara akan mempercepat fase muncul bunga pada tanaman ercis. Peningkatan kelembapan udara akan mempercepat fase perkecambahan, fase muncul daun dan fase muncul batang pada tanaman ercis. Peningkatan intensitas cahaya matahari akan mempercepat fase perkecambahan tanaman ercis. Peningkatan intensitas cahaya matahari akan memperlambat fase muncul daun, fase muncul batang dan fase polong matang tanaman ercis.    
Heritabilitas Arti Sempit Menggunakan Metode Parent-Offspring Regression dan Standard Units pada Ercis (Pisum sativum L.) Lokal Putri, Fitri Desmarianita; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 9 (2025): September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.09.08

Abstract

Ercis merupakan legum penting selain kedelai, kacang tanah, dan buncis. Permintaan ercis terus meningkat karena perannya sebagai sumber bahan pangan manusia sekaligus pakan ternak. Namun, permintaan tersebut kurang terpenuhi karena rendahnya produksi ercis di Indonesia. Peningkatan produksi ercis dapat diwujudkan dengan meningkatkan produktivitas melalui program pemuliaan tanaman. Keragaman karakter yang dikendalikan faktor genetik mempengaruhi keberhasilan usaha pemuliaan. Indikator tersebut dapat diketahui melalui pendugaan nilai heritabilitas. Heritabilitas digunakan untuk mengetahui apakah karakter pada keturunan suatu tanaman dipengaruhi oleh faktor genetik atau lingkungan, serta besar kecilnya kontribusi gen tetua terhadap keturunan. Heritabilitas tidak selalu bernilai konstan. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah metode perhitungan yang digunakan. Penelitian ini membahas pendugaan heritabilitas arti sempit menggunakan metode parent-offspring regression dan standard units sebagai estimator heritabilitas pada populasi ercis lokal berdasarkan karakteristik fisik biji untuk membuktikan bahwa perbedaan metode perhitungan menyebabkan adanya variasi pada nilai duga heritabilitas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Augmented Design II dengan perlakuan 80 aksesi ercis yang ditanam dalam empat blok. Analisis data diawali dengan menghitung nilai rata-rata setiap variabel dalam populasi yang dilanjutkan dengan pendugaan heritabilitas menggunakan dua metode berbeda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa heritabilitas arti sempit setiap karakter dalam populasi uji memiliki nilai yang beragam untuk setiap metode perhitungan yang digunakan. Nilai heritabilitas pada metode parent-offspring regression didominasi kriteria sedang dengan kisaran nilai 8,09-43,09% dan rata-rata 33,21%, sedangkan metode standard units didominasi kriteria sedang dengan rentang nilai 11,53-61,56% dan rata-rata 40,15%.
Studi Keberhasilan Persilangan Empat Genotipe Ercis (Pisum sativum L.) Surbakti, Eryck Azwary Abraham; Waluyo, Budi; Saptadi, Darmawan
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi ercis di Indonesia belum dapat mencukupi permintaan pasar sehingga perlu upaya peningkatan produksi. Salah satu kendala peningkatan produksi adalah belum tersedianya varietas tahan terhadap embun tepung. Pengembangan varietas unggul ercis berdaya hasil tinggi dan tahan embun tepung dapat dilakukan dengan persilangan genotip tahan dengah genotip berdaya hasil tinggi. Struktur bunga ercis memungkinkan terjadinya penyerbukan sendiri sebelum bunga mekar sehingga diperlukan informasi tentang keberhasilan persilangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan rancangan perkawinan full dialel. Persilangan dilakukan dengan menyilangkan empat tetua pada setiap kombinasi yang memungkinkan sebagai taraf perlakuan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret - Juni 2022 di Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang. Variabel pengamatan adalah persentase keberhasilan persilangan pada masing-masing kombinasi persilangan menunjukkan tidak ada perbedaan pada set persilangan satu dengan yang lainnya. Keberhasilan total diperoleh adalah sebesar 72,22%. Analisis uji wilcoxon pada karakter kuantitatif menunjukkan terdapat perbedaan perlakuan selfing dan crossing pada karakter bobot polong segar, panjang polong, jumlah biji per polong, berat 100 biji segar, dan tebal biji. Pengamatan karakter kualitatif hasil persilangan menunjukkan terdapat efek xenia pada karakter bentuk biji.
Large-Scale Evaluation of Indonesian Elite Maize Breeding Lines for Resistance Against Bacterial Stalk Rot Caused by Dickeya zeae Mienanti, Devi; Hidayat, Iqbal; Danaatmadja, Yanuar; Belaffif, Mohammad Bahrelfi; Waluyo, Budi; Sugiharto, Arifin Noor; Kumar, Ajay Goel; Kuswanto, Kuswanto
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 46, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v46i1.4350

Abstract

Bacterial stalk rot is one of the important diseases in maize caused by Dickeya zeae. Infection of this disease can lead to a considerable amount of loss in yield, with up to 98 percent loss of yield. The use of resistant materials is the most effective approach to managing bacterial stalk rot in maize. This study evaluates a large-scale phenotypic screening of 624 maize lines against bacterial stalk rot, divided into two groups based on a heterotic pool. These lines are used in a commercial breeding program in Indonesia. This study develops a stabbing method with a large gauge hypodermic needle, allowing for scalability in delivering inoculum while performing large-scale line evaluation. The result from ANOVA reveals a significant (P<0.05) effect of lines, day after infection, and interaction between day after infection and group. Group two displays fewer resistant lines compared to group one. This work presents a method for large-scale line evaluation for resistance against bacterial stalk rot, where the information obtained can be used in industrial breeding programs for routine material screening during the development of new lines or hybrids and for genomic studies of bacterial stalk rot resistance.
Co-Authors Addion Nizori Adiredjo, Afifuddin Latif Afina Reformasintansari Afina Reformasintansari Agung Karuniawan Agung Kurniawan Agung Sri Darmayanti Agung Sri Darmayanti Agustiani, Nur Wulan Aikmelisa, Rizka Alfannany, Ichsanuddin Noorsy Alfarina Kardiana Sari Alfia Nurfajrin Rohmatillah Amali, Mukhlash Amrul Mubarok Andrini , Anis Andy Soegianto Andy Soegianto Anggun Trisnanto Hari Susilo Anita Firdaus Anna Satyana Karyawati Annisa Farhah Resdiyanti Annisa Nur Ardhani, Dhiya Nabilla Ariesoesilaningsih, Endang Ariffin Ariffin Arifin Noor Sugiharto Arina, Bendang Sari Attaufiqy, Wahyu Alvian Rizqy Bakti, NH. Dias Prayudha Bamratama, Muhammad Rafi Bela Purnama Sari Belaffif, Mohammad Bahrelfi Bimantara, Yusuf Mufti Br Ginting, Jesika Ekarina Chaireni Martasari Choirun, Annisa'u Daffa Dzakwan Pambudi Damanhuri Damanhuri Damanhuri Damanhuri Danniary Ismail Faronny Danniary Ismail Faronny Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi, Darmawan Debataraja, Raymon BT Della Amelinda Chaniago Descha Giatri Cahyaningrum Dewi Nawank Sary Dian Siswanto Dianwari, Frieska Mayang Didik Hariyono Effendy Effendy Eggy Akhmad Armandoni Emi Budiyati, Emi Endang Arisoesilaningsih Eries Dyah Mustikarini Eryck Azwary Abraham Surbakti Eva Saulina Sihotang Fadhillah Laila, Fadhillah Fadila Nurhasanah Faidah, Ahmadah Fakhri Hafidh Faronny, Danniary Ismail Febriyanti, Vera Fildza Abidah Firdausi Firdausi Fitri Desmarianita Putri Frieska Mayang Dianwari Gigih Ibnu Prayoga Ginting, Jesika Ekarina Br Gita Novita Sari Hadi, Mohamad Iqbal Sohibul Hamzah, Addiena Mufidah Hanif, Zainuri Hanim, Faridha Hanna Sinthia Wati Siahaan Hariyati Khasanah Hatta Maulana Hera Livia Damara hidayat, iqbal Hidayati Nafi’ah, Hanny Hikmah, Siti Nurul Husni Thamrin Sebayang Ichsanuddin Noorsy Alfananny Iklillah Maulidiyah Warda Ilham_Prawira_Hasbi Intan Widia Santika Izmi Yulianah Jati Batoro Jati Batoro Khairiyah, Lulu Lazimatul Khasanah, Hariyati Khoiriyah, Lulu Lazimatul Kumar, Ajay Goel Kurniawan, Agus Prayitno Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Puput Kuswanto Kuswanto . Kuswanto . Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailatul Badriyah Larasmita, Karina Ayu Lestari, Linda Dwi Lily Dasinta Norasary Putri Lulu Lazimatul Khoiriyah Mahmuddin Ridlo Maulana, Hatta Mayang Ayudya Handini Melati Julia Rahma Merlya Balbeid Merlya, Merlya Mertasari, Chaerani Mia Kosmiatin Mienanti, Devi Moch. Dawam Maghfoer Mohammad Jusuf Muhammad, Raihan Fadhil Mulyani, Prinsip Trisna Nevy Kusuma Dewi Ni'amul Albab, Muhammad Nihayati, Ellis Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novita, Silvia Rizky Nunung Harijati Nur Azima Nur Indah Agustina Nurhalisah Nurhasanah, Fadila Nurul Aini Nurul Aini Oldisya, Oldisya Pamulatsih, Dila Permatasari, Lalita Phubby Wilisaberta Phubby Wilisaberta Prameswari, Rosabela Sayu Praptoko, Regina Sotya Rahagi Prinsip Trisna Mulyani Puguh Irkhamhulhuda PUJI LESTARI Putra, Anggara Ista Putri, Fitri Desmarianita Putri, Galuh Rahma Prandiny Putro, Agung Nugroho Rachma, Izza Azkiya Rahayu Mustika Putri Raihan Fadhil Muhammad Ramadhanti, Salsabila Rarasatidan, Maharani Gadis Ratna Santi Ratna Santi, Ratna Ratna Zulfarosda Rawina Saragih Raymon BT Debataraja Respatijarti Respatijarti Respatijarti Respatijarti Retno Mastuti Ricoh Darisman Sihombing Rohmatillah, Alfia Nurfajrin Rukmi, Kirana Sahrial Sahrial Santika, Intan Widia Saptadi, Darmawan Setiawan, Indra Karra Setyawan, Hendrix Yulis Shandila, Puji Sisca Fajriani Siti Suniah Sri Lestari Purnamaningsih Sumeru Ashari Sumeru Ashari Sumeru Ashari Sunaryo Sunaryo Suniah, Siti Surbakti, Eryck Azwary Abraham Susinggih Wijana Tati Nurmala Tatik Wardiyati Thoriq Ahmad Syauqy Tina , Siti Agus Triwiratno, Anang Utami, Putri Sri Wahyu Alfian Wahyu Widoretno Widyatama, Putri Devita Winismasari, Imtikhanna Dyanuar Wiwin Sumiya Dwi Yamika Wiwin Sumiya Dwi Yamika Yanuar Danaatmadja, Yanuar Yulianti, Novi Dwi Zainyah Salmah Arruum Zamzami, Ahmad Nabiel Zanetta, Chindy Ulima