Claim Missing Document
Check
Articles

KERAGAMAN GENETIK DAN DAYA HASIL DELAPAN GALUR JAGUNG (Zea mays L.) GENERASI S4 Kurniawan, Puput; Waluyo, Budi; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan kebutuhan nasional masyarakat Indonesia terus meningkat. Maka untuk meningkatkan produksi jagung salah satu usahanya dengan penggunaan varietas hibrida. Usaha yang dilakukan adalah dengan metode silang dalam untuk pembentukan galur inbrida yang homozigot. Oleh Karena itu, sangat penting dilakukan Untuk mengetahui informasi keragaman genetik, nilai heritabilitas dan daya hasil yang diperlukan sebagai informasi awal identitas galur inbrida.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016 hingga Juli 2016 di Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman yang sempit pada semua karakter. Nilai koefisien keragaman genetik yang didapatkan antara 1,12% hingga 33,24%. Nilai heritabilitas yang didapatkan antara 0,02 sampai 0,81 dan didapatkan heritabilitas yang tinggi terhadap semua karakter kecuali pada karakter jumlah biji, hasil tongkol (kg plot-1), dan hasil tongkol (ton ha-1) mempunyai kriteria sedang, dan karakter diameter batangmempunyai kriteria rendah. Galur yang memiliki daya hasil yang tinggi adalah galur P80, P75, P66 dan B1.
KERAGAMAN GENETIK 11 GENOTIP TERUNG (Solanum melongena L.) LOKAL Winismasari, Imtikhanna Dyanuar; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) adalah tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Saat ini, budidaya terung lebih banyak mengunakan varietas hibrida daripada varietas lokal. Penggunaan varietas hibrida lebih menguntungkan, tetapi dapat menurunkan keragaman genetik dan hilangnya varietas lokal.Keragaman genetik memiliki arti penting dalam program pemuliaan tanaman karena mempengaruhi keberhasilan dalam program pemuliaan tanaman yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mempelajari keragaman genetik pada 11 genotip terung lokal. Penelitian dilakukan selama lima bulan, yakni pada bulan Januari-Mei 2016 di Di Desa Jatisari, Kecamatan Ngajum, Malang. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan dan 3 ulangan. Karakter kuantitatif menunjukkan hasil berbeda sangat nyata dalam semua karakter yang diamati. Nilai ragam genotip lebih rendah daripada ragam fenotip dalam semua karakter yang diamati. Keragaman genetik luas dijumpai pada semua karakter. Nilai heritabilitas dalam arti luas pada seluruh karakter yang diamati tergolong dalam kategori tinggi. Nilai kemajuan genetik dalam seluruh karakter menujukkan nilai yang tinggi, kecuali umur masak fisiologis menunjukkan nilai sedang.
Penampilan 3 Varietas Tomat (Lycopersicon esculentum MILL.) Hasil Penyambungan Dengan Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Hadi, Mohamad Iqbal Sohibul; Waluyo, Budi; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pomato / Tomtato adalah perpaduan antara tanaman tomat dengan tanaman kentang. Tujuan diciptakan Pomato adalah untuk mendapatkan tanaman yang produktif dan membuat 2 produk tanaman dalam satu tanaman. Tanaman tomat dan kentang dapat disambungkan karena masih dalam satu famili yaitu Solanaceae. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari penampilan 3 varietas tomat sebagai batang atas yang disambungkan dengan tanaman kentang sebagai batang bawah dengan berbagai metode penyambuangan terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2016, di Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari kombinasi sambungan varietas tomat (Karina, Deva dan Artika) dengan 3 metode grafting (Side Graf, Clef Graf dan Approach Graf) diulang 3 kali. Apabila terdapat pengaruh nyata maka dapat dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5 %. Variabel pengamatan terdiri dari bentuk tanaman, warna tanaman, persentase keberhasilan, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, diameter buah, berat perbuah, tebal daging buah, berat perumbi, diameter umbi dan umur panen. Hasil dari penelitian adalah perlakuan kombinasi varietas dengan metode grafting memberikan pengaruh nyata terhadap semua karakter. Metode grafting terbaik adalah metode Clef Graf. Kombinasi terbaik adalah kombinasi varietas Deva dengan penyambungan metode Clef Graf.
Stabilitas Hasil 30 Genotip Padi (Oryza sativa L.) di Tiga Lokasi Yulianti, Novi Dwi; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji multilokasi memegang peranan penting dalam pemuliaan tanaman dan penelitian lainnya di bidang agronomi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari interaksi genotip x lingkungan dan mendapatkan genotip padi hibrida yang mempunyai hasil dan stabilitas lebih tinggi. Penelitian dilakukan di  lahan sewa milik PT. Bisi International, Tbk Farm Kambingan, Kediri. Bahan yang digunakan ialah 30 genotip padi yang terdiri dari 20 genotip padi hibrida yang diuji, 5 genotip pendamping, dan 5 genotip  pembanding. Menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan berupa 30 genotip padi diulang 3 kali. Analisis varians dilakukan pada data yang di peroleh di setiap lokasi, uji homogenitas kuadrat tengah galat yang dilanjutkan dengan analisis varians gabungan. Perbedaan penampilan genotip diuji menggunakan least significant increases 5%. Keragaman disebabkan oleh lokasi, genotip, dan Interaksi genotip x lingkungan. Genotipe dengan nilai koefisien regresi lebih dari 1 maka akan beradaptasi dengan baik pada lingkungan optimal, dan bila koefisien regresi kurang dari 1 maka beradaptasi baik pada lingkungan marginal. Terdapat 8 genotip padi hibrida yang mempunyai hasil stabil dan beradaptasi luas, dan tiga genotip padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif. Padi hibrida yang mempunyai penampilan stabil dan di atas rata-rata umum, yaitu HY 1617 RA 001 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 003 (6.9 t/ha), HY1617RA010 (7.5 t/ha), HY 1617 RA 011 (7 t/ha), HY 1617 RA 012 (7.4 t/ha), HY 1617 RA 014 (7.7 t/ha), HY 1617 RA 015 (7.2 t/ha), dan HY 1617 RA 019 (7.5 t/ha). Padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif ialah HY 1617 RA 016 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 017 (7.1 t/ha), dan HY 1617 RA 020 (7.5 t/ha).Uji multilokasi memegang peranan penting dalam pemuliaan tanaman dan penelitian lainnya di bidang agronomi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mempelajari interaksi genotip x lingkungan dan mendapatkan genotip padi hibrida yang mempunyai hasil dan stabilitas lebih tinggi. Penelitian dilakukan di lahan sewa milik PT. Bisi International, Tbk Farm Kambingan, Kediri. Bahan yang digunakan ialah 30 genotip padi yang terdiri dari 20 genotip padi hibrida yang diuji, 5 genotip pendamping, dan 5 genotip pembanding. Menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan berupa 30 genotip padi diulang 3 kali. Analisis varians dilakukan pada data yang di peroleh di setiap lokasi, uji homogenitas kuadrat tengah galat yang dilanjutkan dengan analisis varians gabungan. Perbedaan penampilan genotip diuji menggunakan least significant increases 5%. Keragaman disebabkan oleh lokasi, genotip, dan Interaksi genotip x lingkungan. Genotipe dengan nilai koefisien regresi lebih dari 1 maka akan beradaptasi dengan baik pada lingkungan optimal, dan bila koefisien regresi kurang dari 1 maka beradaptasi baik pada lingkungan marginal. Terdapat 8 genotip padi hibrida yang mempunyai hasil stabil dan beradaptasi luas, dan tiga genotip padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif. Padi hibrida yang mempunyai penampilan stabil dan di atas rata-rata umum, yaitu HY 1617 RA 001 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 003 (6.9 t/ha), HY1617RA010 (7.5 t/ha), HY 1617 RA 011 (7 t/ha), HY 1617 RA 012 (7.4 t/ha), HY 1617 RA 014 (7.7 t/ha), HY 1617 RA 015 (7.2 t/ha), dan HY 1617 RA 019 (7.5 t/ha). Padi hibrida yang beradaptasi pada lingkungan produktif ialah HY 1617 RA 016 (7.1 t/ha), HY 1617 RA 017 (7.1 t/ha), dan HY 1617 RA 020 (7.5 t/ha).
Korelasi dan Sidik Lintas Komponen Hasil Terhadap Hasil Tanaman Jarak Kepyar Lokal (Ricinus communis L.) Kurniawan, Ainur Rofiq Edy; Waluyo, Budi; Soegianto, Andy
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman penghasil minyak untuk kebutuhan industri. Produksi jarak kepyar di Indonesia beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Sehingga salah upaya untuk meningkatkan produksi jarak kepyar ialah dengan menggunakan jarak kepyar lokal. Tanaman jarak kepyar lokal merupakan plasma nutfah yang sangat penting. Analisis korelasi dan sidik lintas sangat dibutuhkan untuk mengetahui hubungan keeratan dan kriteria seleksi sehingga nantinya dapat digunakan dalam program pemuliaan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai korelasi, pengaruh langsung maupun tidak langsung tanaman jarak kepyar lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Oktober 2017 di Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur dengan ketinggian ±490 mdpl. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua ulangan. Aksesi yang digunakan yaitu sebanyak 22 aksesi, dalam satu ulangan ditanam lima benih per aksesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan pada karakter bobot tandan per tanaman, jumlah biji per tanaman, dan jumlah buah per tanaman terhadap hasil pada jarak kepyar lokal, kemudian jumlah biji per tanaman merupakan karakter yang mempunyai pengaruh langsung positif besar sehingga dapat dijadikan kriteria seleksi pada tanaman jarak kepyar lokal.
Evaluasi Kemajuan Genetik Seleksi Langsung dan Tidak Langsung Melalui Komponen Hasil Beberapa Galur Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Shandila, Puji; Waluyo, Budi; Adiredjo, Afifuddin Latif
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai besar adalah tanaman hortikultura komersial yang penting di Indonesia karena aroma dan rasa yang pedas disukai oleh masyarakat. Salah satu satu permasalahan yang dihadapi ialah  penurunan produktivitas cabai besar. Solusinya adalah dengan meningkatkan produksi cabai besar yang dapat diawali dengan pemilihan genotip unggul. Pemilihan genotip unggul dapat dimulai dengan mengetahui parameter genetik seperti heritabilitas dan estimasi kemajuan genetik langsung. Selain seleksi langsung, perlu juga diketahui kemajuan gentik tidak langsung hasil melalui komponen hasil. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk menduga kemajuan genetik akibat seleksi langsung dan tidak langsung untuk hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2018 di Agro Techno Park, Jatikerto, Malang. Bahan penelitian terdiri dari 39 genotip cabai menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Berdasarkan hasil penelitian, nilai heritabilitas dan kemajuan genetik langsung yang tinggi diperoleh pada karakter jumlah buah per tanaman, bobot per buah, dan bobot buah per tanaman (hasil). Nilai kemajuan genetik tidak langsung melalui komponen hasil lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai kemajuan genetik langsung terhadap hasil. Nilai efisiensi berkisar antara 0.01-0.89 yang artinya seleksi langsung terhadap bobot buah per tanaman akan lebih baik daripada seleksi tidak langsung bobot buah per tanaman melalui karakter lain.
Identifikasi Karakter Komponen Hasil untuk Penanda Hasil Tinggi Sebagai Dasar Seleksi Genotip Potensial Pada Tanaman Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) Generasi Ke-4 (CT4) Aplikasi Kolkisin Widyatama, Putri Devita; Saptadi, Darmawan; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jarak kepyar (Ricinus communis L.) merupakan tanaman dari famili Euphorbiaceae yang menyebar di berbagai daerah tropikal dan semi tropikal. Program pemuliaan tanaman tentunya mampu memperbaiki produktivitas tanaman jarak kepyar. Pemuliaan tanaman akan berhasil jika terdapat korelasi antara karakter komponen hasil dan hasil, heritabilitas dan kemajuan genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan karakter komponen hasil dan hasil pada jarak kepyar generasi ke-4 (CT4) perlakukan  kolkisin serta menentukan karakter komponen hasil yang mempunyai nilai kemajuan genetik tinggi pada tanaman jarak kepyar generasi ke-4 (CT4) perlakuan kolkisin. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 25 genotip jarak kepyar sebagai perlakuan. Penelitian dilaksanakan di Jalan Sasando, Kepuharjo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada bulan April - September 2017. Karakter komponen hasil yang mempunyai keeratan hubungan dengan hasil yaitu karakter jumlah buah pertanaman, bobot buah per tanaman, dan jumlah biji tandan utama. Karakter yang  mempunyai nilai heritabilitas dan kemajuan genetik tinggi terdapat pada karakter  tinggi tanaman, panjang batang utama, panjang ruas, panjang bunga, bobot tandan utama, jumlah buah tandan utama, bobot buah pertanaman, berat tandan sekunder dan tersier, berat 100 biji tandan utama, bobot biji tandan sekunder dan tersier, bobot biji per tanaman. Nilai heritabilitas dan kemajuan genetik  pada semua karakter yang diuji termasuk kriteria tinggi, yang artinya semua karakter yang diuji lebih dipengaruhi oleh faktor genetik dari pada faktor lingkungan.
Keragaman Genetik Aksesi Ciplukan (Physalis sp.) Berdasarkan Karakter Morfologi dan Agronomi Rukmi, Kirana; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ciplukan (Physalis sp.) merupakan tanaman tropis yang potensial dikembangkan di Indonesia. Di Indonesia tanaman ciplukan dibuktikan dengan berbagai nama daerah, seperti di Jawa: ciciplukan; Madura: yoryoran; Sunda: cecendet; Bali: kopok-kopokan; Pontianak: lelutup; Minahasa: leletokan; Sumatra: daun boda. Ciplukan memiliki banyak manfaat tanaman yang layak untuk dibudidayakan sebagai bahan baku biofarmaka sehingga tidak lagi dikenal sebagai tanaman liar. oleh masyarakat. Salah satu dalam memanfaatkan plasma nutfah dengan mengetahui keragaman dan jarak genetik berdasarkan karakter morfologi dan agronomi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2017 bertempat di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Bahan 10 aksesi ciplukan, cocopeat, kompos, ZA, SP-36, KCL dan decis. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) perlakuan berupa 10 aksesi ciplukan dengan tiga kali ulangan. Variabel pengamatan kualitatif tipe pertumbuhan, bentuk daun, batas gerigi daun, letak tangkai daun, tipe tangkai bunga, rambut ruas, warna daun, warna utama buah, warna daging buah. Variabel pengamatan kuantitatif tinggi tanaman, lebar daun, panjang buah, diameter buah, jumlah buah pertanaman, bobot buah segar dengan kelopak, bobot buah pertanaman, jumlah biji perbuah, padatan terlarut total. Data dianalisis menggunakan perhitungan (PCA) dengan pendekatan koefisien korelasi Pearson dilakukan untuk mengetahui kontribusi karakter terhadap keragaman maksimum. Analisis pengelompokan berdasarkan (AHC) dengan similiritas koefisien korelasi pearson dengan metode aglomerasi unweighted pair-group method average (UPGMA). Keragaman aksesi ciplukan berdasarkan PCA terhadap karakter morfologi dan agronomi dipengaruhi oleh 5 komponen utama dengan nilai keragaman kumulatif 87,36%. Hasil jarak genetik berdasarkan karakter morfologi dan agronomi terbagi menjadi empat kelompok utama yang tersebar pada jarak genetik dengan koefisien 99%-100%.
Karakteristik Biji Tanaman Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) akibat Perlakuan Kolkisin Permatasari, Lalita; Waluyo, Budi; Kuswanto, Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jarak kepyar merupakan tanaman yang dimanfaatkan pada bagian bijinya. Biji jarak kepyar mengandung sekitar 60% minyak, yang disebut dengan minyak kastor. Minyak kastor sering digunakan pada berbagai kepentingan industri, sehingga perlu adanya peningkatan produksi biji jarak kepyar. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi biji jarak kepyar yaitu dengan pemberian kolkisin sehingga menghasilkan perubahan karakter pada biji. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian kolkisin terhadap karakteristik biji tanaman jarak kepyar. Penelitian ini dilaksanakan di Ngijo, Karangploso, Malang. Penelitian ini menggunakan 8 genotip jarak kepyar (C856, C864, C1012, Thailand Dwarf, Jayas, ASB 22, ASB 60, dan ASB 81) dan masing-masing genotip diberi perlakuan kolkisin 500 ppm dan 0 ppm (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kolkisin berpengaruh terhadap keragaman karakter semua genotip. Kolkisin menyebabkan perubahan terhadap seluruh karakter pada masing-masing genotip, kecuali bobot biji total pada genotip C1012.
Penampilan Fenotipik dan Analisa Korelasi pada 10 Galur Ciplukan (Physalisangulata L.) Lestari, Linda Dwi; Adiredjo, Afifuddin Latif; Waluyo, Budi
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 12 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ciplukan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Berdasarkan potensi tersebut, perlu pengembangan dari domestikasi tanaman liar menjadi tanaman budidaya dan meningkatkan kapasitas genetik melalui program pemuliaan tanaman.Kapasitas genetik dapat menyusun sebuah karakter yang saling mempengaruhi, sehingga bisa dihitung menggunakan korelasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari penampilan fenotipik dan korelasi beberapa karakter pada 10 galur ciplukan. Bahan yang digunakan adalah 10 galur ciplukan, kompos, Urea, SP36, dan KCl. Penelitian menggunakan barisan tunggal dengan perlakuan terdiri dari 10 galur ciplukan dalam 1 baris terdiri dari 9 tanaman. Data kuantitatif dianalisis menggunakan korelasi dan regresi sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang pada bulan Februari-Juni 2017. Karakter kuantitatif didapatkan nilai koefisien variasi tertinggi pada bobot buah per tanaman sebesar 46,55% dan terendah pada panjang buah sebesar 6,81%. Nilai korelasi positif tertinggi terdapat pada hubungan jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman sebesar r = 0,99. Sedangkan nilai korelasi negatif tertinggi terdapat pada hubungan jumlah biji dan padatan terlarut total sebesar r = -0,57. karakter kualitatif memiliki penampilan yang berbeda seperti tipe pertumbuhan, betuk daun, batas gerigi daun, letak tangkai daun, tipe tangkai bunga, rambut ruas dan warna buah saat panen.
Co-Authors Addion Nizori Adiredjo, Afifuddin Latif Adiredjo, Afifuddin Latif Afina Reformasintansari Afina Reformasintansari Afina Reformasintansari, Afina Reformasintansari Agung Karuniawan Agung Kurniawan Agung Sri Darmayanti Agung Sri Darmayanti Agustiani, Nur Wulan Agustiani, Nur Wulan Aikmelisa, Rizka Aikmelisa, Rizka Alfannany, Ichsanuddin Noorsy Alfarina Kardiana Sari Alfia Nurfajrin Rohmatillah Amali, Mukhlash Amrul Mubarok Andrini , Anis Andy Soegianto Andy Soegianto Anggun Trisnanto Hari Susilo Anita Firdaus Anna Satyana Karyawati Annisa Farhah Resdiyanti Annisa Nur Ardhani, Dhiya Nabilla Ardhani, Dhiya Nabilla Ariesoesilaningsih, Endang Ariffin Ariffin Arifin Noor Sugiharto Arina, Bendang Sari Attaufiqy, Wahyu Alvian Rizqy Bakti, NH. Dias Prayudha Bakti, NH. Dias Prayudha Bamratama, Muhammad Rafi Bela Purnama Sari Belaffif, Mohammad Bahrelfi Bimantara, Yusuf Mufti Bimantara, Yusuf Mufti Br Ginting, Jesika Ekarina Chaireni Martasari Choirun, Annisa'u Daffa Dzakwan Pambudi Damanhuri Damanhuri Damanhuri Damanhuri Damanhuri Danniary Ismail Faronny Danniary Ismail Faronny Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi Darmawan Saptadi, Darmawan Debataraja, Raymon BT Della Amelinda Chaniago Descha Giatri Cahyaningrum Dewi Nawank Sary Dian Siswanto Dianwari, Frieska Mayang Didik Hariyono Effendy Effendy Eggy Akhmad Armandoni Emi Budiyati, Emi Endang Arisoesilaningsih Eries Dyah Mustikarini Eryck Azwary Abraham Surbakti Eva Saulina Sihotang Fadhillah Laila, Fadhillah Fadila Nurhasanah Faidah, Ahmadah Fakhri Hafidh Faronny, Danniary Ismail Febriyanti, Vera Fildza Abidah Firdausi Firdausi Fitri Desmarianita Putri Frieska Mayang Dianwari Gigih Ibnu Prayoga Ginting, Jesika Ekarina Br Gita Novita Sari Hadi, Mohamad Iqbal Sohibul Hadi, Mohamad Iqbal Sohibul Hamzah, Addiena Mufidah Hanif, Zainuri Hanim, Faridha Hanna Sinthia Wati Siahaan Hariyati Khasanah Hatta Maulana Hera Livia Damara hidayat, iqbal Hidayati Nafi’ah, Hanny Hikmah, Siti Nurul Husni Thamrin Sebayang Ichsanuddin Noorsy Alfananny Iklillah Maulidiyah Warda Ilham_Prawira_Hasbi Intan Widia Santika Izmi Yulianah Jati Batoro Jati Batoro Khairiyah, Lulu Lazimatul Khasanah, Hariyati Khoiriyah, Lulu Lazimatul Khoiriyah, Lulu Lazimatul Kumar, Ajay Goel Kurniawan, Agus Prayitno Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Ainur Rofiq Edy Kurniawan, Puput Kurniawan, Puput Kuswanto Kuswanto . Kuswanto . Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailatul Badriyah Larasmita, Karina Ayu Larasmita, Karina Ayu Lestari, Linda Dwi Lestari, Linda Dwi Lily Dasinta Norasary Putri Lulu Lazimatul Khoiriyah Mahmuddin Ridlo Maulana, Hatta Mayang Ayudya Handini Melati Julia Rahma Merlya Balbeid Merlya, Merlya Mertasari, Chaerani Mia Kosmiatin Mienanti, Devi Moch. Dawam Maghfoer Mohammad Jusuf Muhammad, Raihan Fadhil Mulyani, Prinsip Trisna Nevy Kusuma Dewi Ni'amul Albab, Muhammad Nihayati, Ellis Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novita, Silvia Rizky Nunung Harijati Nur Azima Nur Indah Agustina Nurhalisah Nurhasanah, Fadila Nurul Aini Nurul Aini Oldisya, Oldisya Pamulatsih, Dila Pamulatsih, Dila Permatasari, Lalita Permatasari, Lalita Phubby Wilisaberta Phubby Wilisaberta Prameswari, Rosabela Sayu Praptoko, Regina Sotya Rahagi Prinsip Trisna Mulyani Puguh Irkhamhulhuda PUJI LESTARI Putra, Anggara Ista Putri, Fitri Desmarianita Putri, Galuh Rahma Prandiny Putri, Galuh Rahma Prandiny Putro, Agung Nugroho Rachma, Izza Azkiya Rahayu Mustika Putri Raihan Fadhil Muhammad Ramadhanti, Salsabila Rarasatidan, Maharani Gadis Rarasatidan, Maharani Gadis Ratna Santi Ratna Santi, Ratna Ratna Zulfarosda Rawina Saragih Raymon BT Debataraja Respatijarti Respatijarti Respatijarti Respatijarti Retno Mastuti Ricoh Darisman Sihombing Rohmatillah, Alfia Nurfajrin Rukmi, Kirana Rukmi, Kirana Sahrial Sahrial Santika, Intan Widia Saptadi, Darmawan Setiawan, Indra Karra Setyawan, Hendrix Yulis Shandila, Puji Shandila, Puji Sisca Fajriani Siti Nurul Hikmah Siti Suniah Sri Lestari Purnamaningsih Sumeru Ashari Sumeru Ashari Sumeru Ashari Sunaryo Sunaryo Suniah, Siti Surbakti, Eryck Azwary Abraham Susinggih Wijana Tati Nurmala Tatik Wardiyati Thoriq Ahmad Syauqy Tina , Siti Agus Triwiratno, Anang Utami, Putri Sri Wahyu Alfian Wahyu Widoretno Widyatama, Putri Devita Widyatama, Putri Devita Winismasari, Imtikhanna Dyanuar Winismasari, Imtikhanna Dyanuar Wiwin Sumiya Dwi Yamika Wiwin Sumiya Dwi Yamika Yanuar Danaatmadja, Yanuar Yulianti, Novi Dwi Yulianti, Novi Dwi Zainyah Salmah Arruum Zamzami, Ahmad Nabiel Zanetta, Chindy Ulima