Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Kloning gen LEAFY kakao dari jaringan bantalan bunga aktif Cloning of cacao LEAFY gene from the active flower cushions Tetty CHAIDAMSARI; Rita HAYATI; Auzar SYARIEF; Aswaldi ANWAR; Djoko SANTOSO
Menara Perkebunan Vol. 77 No. 2: 77 (2), 2009
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v77i2.179

Abstract

SummaryAttempts to improve productivity of cacaoplantations lead us to study the molecularmechanism of flowering. In the model speciesArabidopsis thaliana as well as some otherspecies, LEAFY is a central regulatory gene forthe transition of shoot apical meristems toflowering meristems. Different from that ofArabidopsis, cacao inflorescence is acauliflorous type, by which flowers can developrepeatedly from the same flower cushion on thetrunk. In this research, a LEAFY homolog wasisolated from active flower cushion with RT-PCRusing a pair of DNA primer specifically designedto isolate its complete cds. Gel electrophoresisexamination indicated the presence of a 1.2 kbamplicon. Purified from the gel, this DNAfragment was cloned into competent cells ofE. coli XL1 Blue using pGEM-T Easy cloningvector at an orientation according to the T7promoter of the plasmid. Sequence analysis usingBLASTX, showed that the amplicon was LEAFY(LFY) homolog. Alignment analysis using ClustalW indicated that the cTcLFY highly homologousto those from other perennial crops such ascitrus, grape, apple and poplar. The highesthomology (conserved region) was found in the Cterminal of the encoded proteins.RingkasanUsaha untuk meningkatkan produktivitasperkebunan kakao telah mendorong penelitianmolekuler tentang mekanisme pembungaankakao. Pada tanaman model Arabidopsis thalianadan lainnya, LEAFY merupakan gen kunci dalamtransisi meristem tunas jadi meristem bunga.Berbeda dengan sistem pada Arabidopsis,pembungaan kakao termasuk tipe cauliflorous,bunga dapat muncul dari bantalan bunga yangsama sepanjang tahun. Dalam penelitian inihomolog LFY diisolasi dari bantalan bunga aktifmenggunakan RT-PCR dengan sepasang primerspesifik yang dirancang berdasarkan sekuenDNA di kedua ujung gen tersebut. Pemeriksaangel elektroforesis menunjukkan adanya amplikontunggal berukuran 1,2 kb. Setelah dimurnikandari gel, amplikon dapat diklon ke dalam selkompeten E. coli galur XL1 Blue menggunakanvektor pGEM-T Easy dengan orientasi yangsesuai dengan promoter T7 dari vektor. AnalisisBLASTX sekuen DNA membuktikan bahwaamplikon tersebut adalah homolog dari genLEAFY. Analisis penjajaran dengan mengguna-kan ClustalW menunjukkan bahwa gen cTcLFYtersebut memiliki homologi yang tinggi dengangen sejenis dari tanaman keras lainnya sepertitanaman jeruk, anggur, apel dan poplar.Homologi tertinggi (daerah terkonservasi)terdapat pada ujung (terminal) C dari proteinyang disandinya.
PERAN PERTANIAN ORGANIK DALAM SISTEM KETAHANAN PANGAN: TINJAUAN DARI LITERATUR GLOBAL Rita Hayati
Prosiding Seminar Nasional Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organic farming is one of the strategic approaches in supporting a sustainable global food security system. By prioritising environmentally friendly principles, organic farming reduces the use of pesticides and synthetic fertilisers, maintains soil health, and enhances biodiversity in agricultural land. Global literature indicates that this system not only provides healthy and nutrient-rich food but also contributes to climate change mitigation and farmer economic empowerment through product diversification and access to premium markets. However, organic agriculture still faces challenges such as lower productivity, high certification costs, and limited market access and technical knowledge among farmers. Policy support, technological innovation, and public education are key to optimising the role of organic farming in achieving fair, healthy, and sustainable food security in the future.
INOVASI BIOPESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN DARI DAUN TALAS (COLOCASIA ESCULENTA) DAN PUNTUNG ROKOK Neti Kesumawati; Rita Hayati; Rita Feni; Suryadi , Suryadi; Edi Efrita; Risvan Anuar; Farida Aryani
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i5.3179

Abstract

Masyarakat di Desa Perbo Kecamatan Curup Utara Raya Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani. Masyarakat petani selalu berusaha untuk meningkatkan hasil usahatani mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan menggunakan pestisida. Pada umumnya petani menggunakan pestisida sintetik untuk memberantas hama dan penyakit tanaman mereka. Penggunaan pestisida sintetik memang sangat efektif dalam memberantas hama dan penyakit tanaman, namun disisi lain ada kekurangan dari pestisida sintetik ini. Adapun kekurangan dari pestisida sintetik ini, antara lain dapat meningkatkan imun dari hama dan penyakit itu sendiri sehingga lama kelamaan pestisida tersebut tidak lagi menimbulkan efek pada pemberantasan hama dan penyakit tanaman tersebut, selain itu pestisida sintetik juga menimbulkan pencemaran pada bagian tanaman maupun terhadap lingkungan sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia. Untuk mengatasi efek negatif dari penggunaan pestisida sintetik ini maka harus diupayakan mencari alternatif penggunaan pestisida yang aman. Pestisida yang aman digunakan untuk tanaman maupun terhadap lingkungan adalah pestisida alami atau biopestisida. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani, khususnya anggota kelompok wanita tani Mawar supaya mengalihkan pemakaian pestisida sintetik ke biopestisida, seperti biopestisida daun talas dan limbah puntung rokok. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan dan praktek lapangan tentang pembuatan biopestisida yang berbahan baku daun talas dan daun tembakau. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring selama 5 hari. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah terimplementasikannya hasil-hasil penelitian dan kajian Perguruan Tinggi pada petani, khususnya tentang pembuatan biopestisida daun talas dan limbah puntung rokok sehingga petani terbiasa menggunakan biopestisida sebagai pengganti dari pestisida sintetik.
Pengaruh Berbagai Jenis Larutan Pengawet alami dan Lama Perendaman terhadap Kualitas Bunga Mawar Potong (Rosa hybrida L.) Rita Hayati; Putri Nabila Sukma Al Yamani; Marai Rahmawati
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 7 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2022.v07.i02.p11

Abstract

Mawar merupakan bunga dengan nilai ekonomi yang tinggi namun masa kesegarannya relatif singkat. Kualitas bunga mawar potong dapat dipertahankan dengan perlakuan pengawet alami dengan bahan alami yang lebih praktis dan ekonomis serta lama perendaman. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui pengaruh berbagai jenis larutan pengawet alami dan lama perendaman terhadap kualitas bunga mawar potong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti yakni jenis larutan pengawet alami yang mencakup 4 taraf (kontrol, larutan gula pasir 10% + ekstrak lemon 5%, air kelapa muda 40% +air rebusan daun sirih 30% dan larutan gula pasir 10% + air kelapa muda 40% +air rebusan daun sirih 30% + ekstrak lemon 5%) dan lama perendaman yang mencakup 3 taraf (2, 4 dan 6 jam). Parameter yang diamati antara lain diameter kemekaran, perubahan sudut kulai dan masa kesegaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis larutan pengawet alami dan lama perendaman memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap diameter kemekaran, perubahan sudut kulai dan masa kesegaran bunga mawar potong. Larutan gula pasir 10% + air kelapa muda 40% + air rebusan daun sirih 30% + ekstrak lemon 5% dengan lama perendaman 4 jam menghasilkan diameter bunga terbesar 90mm dengan masa kesegaran 8,33 hari. Perubahan sudut kulai dapat dipertahankan 53,33° pada 7 HSP dengan perlakuan larutan gula pasir 10% + ekstrak lemon 5% dengan lama perendaman 2 jam.
INTERNET OF THINGS (IOT) IN SCHOOLS: IMPROVING THE EFFICIENCY AND QUALITY OF EDUCATION Alim Hardiansyah; Rita Hayati; Sufia Widi Kasetyaningsih
International Journal of Teaching and Learning Vol. 3 No. 9 (2026): International Journal of Teaching and Learning (INJOTEL)
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of the Internet of Things (IoT) in the school environment promises a significant transformation in improving the efficiency and quality of education. IoT technology enables the creation of a more interactive and personalised teaching-learning process, providing an educational experience that is better suited to the needs of individual students. In addition, IoT helps teachers monitor student progress in real-time, enabling more effective intervention and assistance. In terms of school management, IoT makes it easier to automate various operational tasks such as inventory control, energy management, and facilities maintenance, all of which contribute to cost savings and improved learning environments. However, successful implementation of IoT requires adequate technological infrastructure as well as special attention to privacy and data security issues. Therefore, cooperation between various stakeholders is necessary to overcome these challenges and maximise the potential of IoT in education.
DIVERSIFIKASI PANGAN OLAHAN DODOL BERBASIS TERONG DAN JAGUNG MANIS GUNA MENINGKATKAN NILAI TAMBAH Neti Kesumawati; Suryadi Suryadi; Yukiman Armadi; Rita Hayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 3 No. 3 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Desa Durian Depun Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Propinsi Bengkulu pada umumnya bermata-pencaharian sebagai petani. Tanaman terong dan jagung manis menjadi tanaman andalan masyarakt Desa Durian Depun. Semua kebutuhan hidup biasanya dipenuhi mereka dari hasil penjualan terong dan jagung manis. Oleh karena itu, kalau hasil panen tidak sesuai dengan harapan mereka, baik kuantitas maupun kualitas akan menyebabkan para petani merasa sangat kecewa. Apalagi pada saat  hasil panen  tidak laku terjual dan mengalami pembusukan. Ada salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat prtani terong dan jagung manis adalah mengolahnya menjadi produk olahan yang dapat diperjualbelikan dengan harga yang tinggi. Disamping meningkatkan harga jual, pengolahan ini juga dapat memperpanjang masa simpan hasil panen dan meminimalisir pembusukan hasil panen. Atas dasar ini, maka staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu memilih lokasi ini sebagai sasaran pengabdiaan kepada masyarakt. Untuk memperlancar kegiatan pengabdiaan masyarakat, tim pengabdi dibantu oleh mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN. Metode pendekatan yang diterapkan dalam program ini, dengan menggunakan metode penyuluhan dan demontrasi pembuatan dodol terong serta dodol jagung manis. Dari evaluasi, penerapan teknologi tepat guna melalui pelatihan pembuatan dodol terong dan dodol jagung manis dilaksanakan dengan hasil sangat baik, terbukti dari antusiasnya para Ibuk-ibuk PKK sebagai peserta penyuluhan dan pelatihan dalam mengikuti semua tahapan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul dari ibuk-ibuk PKK yang merasa kurang paham tentang pembuatan dodol terong dan dodol jagung manis dan banyaknya para pesrta yang hadir. Pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah dodol terong dan dodol jagung manis dapat dijadikan modal dasar untuk membuka usaha rumahan (home industri) bagi ibuk-ibuk PKK khususnya dan masyarat Desa Durian Depun sehingga dapat  meningkatkan penghasilan/pendapatan rumah tangga dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.   Kata Kunci : Dodol terong, dodol jagung manis, Produk olahan
PENGOLAHAN CABAI SEGAR MENJADI PRODUK OLAHAN “ TEPUNG CABAI “ Yukiman Armadi; Neti Kesumawati; Rita Hayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

         Kecamatan Curup Utara yang terletak di Propinsi Bengkulu merupakan dataran tinggi dengan kondisi tanah yang subur dan cocok untuk usaha budidaya tanaman.  Banyak hasil-hasil pertanian yang berasal dari daerah ini, salah satunya adalah cabai merah keriting yang mempunyai tingkat kepedasan yang tinggi. Biasanya cabai ini menjadi inceran wisatawan yang datang ke daerah ini untuk dijadikan buah tangan. Kondisi ini merupakan peluang bisnis yang tidak dapat diabaikan karena menguntungkan secara ekonomi sehingga dapat meningkatkan perekonomian para petani cabai. Pada tahu 2016 luas tanam di Kecamatan Curup Utara  34  ha dengan produksi mencapai  289  ton. Hasil yang berlimpah ini di satu sisi sangat membahagiakan para petani tetapi di sisi lain membuat miris hati petani karena banyaknya cabai yang tidak laku terjual dan membusuk. Apalagi hasil produksi cabai mereka kalah bersaing dengan cabai-cabai yang masuk dari daerah lain, seperti Lampung dan Padang. Berdasarkan hasil pembicaraan awal dengan  anggota kelompok wanita tani Matahari, mereka menghendaki agar para penyuluh member informasi berupa ilmu pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan cabai segar menjadi tepung cabai. Hal mendasari permintaan mereka adalah  produk ini akan dapat dijual ke pasaran pada saat harga melonjak tinggi sehingga dapat meraup keuntungan yang besar; pembuatannya sangat mudah; serta bahan bahan bakunya (cabai) sangat melimpah di Kecamatan Curup Utara.   Bentuk kegiatan yang akan dilakukan diantaranya berupa; pendidikan dan penyuluhan tentang pengolahan pascapanen; pelatihan dalam pembuatan  tepung cabai.  Kegiatan pengabdian yang dilakukan diharapkan akan meningkatkan wawasan anggota kelompok wanita tani Matahari dalam pengolahan cabai segar menjadi tepung cabai dan meminimalisir kerugian di tingkat petani cabai akibat banyaknya cabai yang rusak/busuk.  Dari aspek produksi akan dihasilkan produk  tepung cabai .  Kata Kunci : Hortikultura, Umur Simpan,  Tepung  Cabai
PENGENALAN PRODUK OLAHAN JUS JAGUNG MANIS DAN MANISAN TERONG PADA MASYARAKAT TANI DI DESA LUBUK PENYAMUN KABUPATEN KEPAHIANG Rita Hayati; Neti Kesumawati; Yukiman Armadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pertanian, berupa jagung manis dan terong dikelompokkan pada produk pertanian yang cepat membusuk. Salah satu penyebabnya adalah produk pertanian ini banyak mengandung air sehingga mempermudah tumbuhnya jamur yang akan merusak kondisi mortologis/fisiologis. Petani Lubuk Penyamun yang umumnya menanam jagung manis dan terong sering mengalami kerugian akibat sifat kedua komoditi tersebut, terutama  padaa hasil panen berlimpah dan  tidak laku terjual. Pada kondisi ini, para petani terpaksa menjual dengan harga murah atau membiarkan jagung manis dan terong membusuk di lahan-lahan. Alasan mereka dalah biaya pemanenan tidak dapat mendatangkan keuntungan.  Berdasarkan permasalahan tersebut  diperlukan sentuhan teknologi yang dapat mengolah jagung manis dan terong menjadi produk olahan yang bernialai jual tinggi, seperti jus jagung manis dan manisan terong. Ada dua manfaat yang didapat apabila teknologi ini diterapkann, diantaranya  meningkatkan pendapatan petani Desa Lubuk Penyamun serta meningkatkan potensi sumberdaya alam yang belum termanfaatkan secara optimal. Selaku tenaga pengajar Fakultas Pertaniann berkeinginan membantu menyelesaikan permasalahan di atas  pengabdiaaan kepada masyarakat (PKM) berupa pelatihan pembuatan jus jagung dan manisan terong. Tujuan pengabdiaan masyarakat adalah memberdayakan masyarakat petani dalam pengembangan produk  jus jagung manis dan manisan Terong. Selain itu, masyarakat petani dapat membuka usaha baru jus jagung manis dan manisan Terong. Kegiatan PKM menerapkan beberapa metode, diantaranya melaksankan penyuluhan tentang arti pentingnya memperpanjang umur simpan jagung manis dan terong pada tanggal 28-31 Agustus 2019 dengan jumlah peserta 35 orang dan ditambah mahasiswa 12 orang. Selanjutnya, dilaksanakan demonstrasi pembuatan jus jagung manis dan manisan terong. Kegiatan pengabdiaan kepada Hasil dari pengabdiaan masyarakat dapat disimpulkan: (1) Secara keseluruhan kegiatan pelatihan pembuatan manisan terong dan jus jagung manis pada masyarakat tani Desa Lubuk Penyamun berjalan baik dan lancar; (2) Kegiatan pengabdian masyarakat direspon yang tinggi dan antusias oleh masyarakat tani terhadap semua kegiatan yang telah dirancang oleh tim pengabdi; (3) Dampak pelatihan memberikan bekal keterampilan berbagai materi yang telah diberikan diharapkan akan memotivasi terbentuknya usaha rumahan (home industri) yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Keyword: Manisan terong, Jus jagung manis, produk olahan