Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI SIFAT FISIK TANAH PADA KEBUN KARET DAN KELAPA SAWIT DI DESA RASAN KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Riduan Riduan; Junaidi Junaidi; Rita Hayati
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v11i2.60056

Abstract

This study aimed to compare the physical properties of soil on rubber and oil palm plantation in the village of the District Rasan Ngabang Porcupine District. Observation point soil samples taken at rubber plantations and palm oil to a depth of 0-30 cm and 30-60 cm. Parameter observations used in this study consists of the characteristic physical properties of the soil that is the color of the soil, soil structure, soil texture, bulk density soil, the water content of field capacity, soil porosity, permeability, stability of soil aggregates, content of organic C, N-total , C / N ratio, and soil reaction (pH).The observation of the color of the soil in the field on rubber plantations and palm oil is known that, there are some differences and similarities at each point of observation well was at a depth of 0-30 cm and 30-60 cm. The structure of a rubber garden soil to a depth of 0-30 cm and 30-60 cm blocky rounded grains (granular) while in the oil palm plantation with a depth of 0-30 cm and 30-60 cm soil structure is blocky angular. While the texture of the soil at a depth of 0-30 cm rubber plantations and 30-60 cm termaksuk sandy clay loam and clayey loam soil texture while the oil palm plantation with a depth of 0-30 cm and 30-60 cm including sandy clay loam, clay and loam clayey.T test results on soil bulk density rubber plantations and palm oil at a depth of 0-30 cm showed significantly different while the depth of 30-60 cm are not significantly different, while the t-test, field capacity moisture content in the rubber plantations and palm oil at a depth of 0-30 cm showed significantly different at a depth of 30-60 cm while not significantly different. The results of the t test soil porosity rubber plantations and palm oil at a depth of 0-30 cm and 30-60 cm are not significantly different. While the t-test, soil permeability in rubber plantations and palm oil to a depth of 0-30 cm and 30-60 cm showed no significant difference.Soil aggregate stability was higher in oil palm plantations over rubber either the depth of 0-30 cm and 30-60 cm. While the results of the analysis of organic materials in the rubber plantations and palm oil is low to very low both at a depth of 0-30 cm and 30-60 cm, N-total is low to very low, and C / N ratio is low and soil reaction ( pH) sour to very sour.
PENGARUH LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT KOLAM AEROBIK DAN PUPUK N, P, K TERHADAP N, P, K TANAH, PERTUMBUHAN, DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA TANAH ALUVIAL Kurnia Kurnia; Riduansyah Riduansyah; Rita Hayati
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4263

Abstract

This research aims to analyze the effect of the oil palm liquid waste and N, P, K fertilizer on the nutrient of N, P, K growth and yield of sweet corn (Zea mays Saccharata Sturt) on alluvial soil. The research will be carried out at the experimental station of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University in Pontianak, West Kalimantan. Analysis of BOD (Biological Oxygen Demand) and NPK levels of liquid waste was carried out at the Land Quality and Health Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. Analysis of soil N, P, K elements was carried out at the Chemistry and Soil Fertility Laboratory, Faculty of Agriculture. Tanjungpura University in Pontianak West Kalimantan. The research will take place in August – December 2023. The research conducted as a field experimental by designed Completely Randomized Design pattern with 2 main factor, the first factor consists of 3 levels, namely: N0 (0 Urea, Sp-36 and KCL gram), N1 (4.5 Urea, 3.75 Sp-36, 3 KCL grams), N2 (9 Urea, 7.5 Sp-36, 6 KCL grams), and the second factor consists of 4 levels, namely: L0 (100% Palm Oil Liquid Waste, L1 (75% l/polybaq), L2 (50% l/polybaq), L3 (25% l/polybaq), each treatment was repeated 3 times to obtain 36 treatments. The variables observed in this study included soil reaction (pH H2O), C-organic, N-total, P-available, K-available, plant height, stem diameter, number of leaves, and weight of cobs with husks and weight of cobs without husks. The results of the research showed that the treatment of Aerobic Oil Palm Processing Liquid Waste had an influence on pH and K-available, while the treatment of NPK fertilizer could have an influence on pH, P-available, K-available, plant height, stem diameter, number of leaves, and the results of cob weight with husks and husk weight without husks and the treatment of POLW and N, P, K fertilizer did not provide an interaction between all parameters. Keywords: alluvial soils; NPK fertilizer; oil palm liquid waste; sweet corn INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh limbah cair kelapa sawit kolam aerobik dan pupuk N, P, K terhadap ketersediaan hara N, P, K, pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) pada tanah Aluvial. Penelitian akan dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak Kalimantan Barat Analisis kadar BOD dan NPK limbah cair dilakukan di Laboratorium Kualitas dan Kesehatan lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Pontianak, Kalimantan Barat. Analisis unsur N, P, K tanah   dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan tanah Fakultas Pertanian. Penelitian akan berlangsung dilaksanakan pada Agustus – Desember 2023. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap 2 faktorial, faktor pertama terdiri dari 3 taraf, yaitu : N0 (0 Urea, Sp-36 dan KCL gram), N1 (4,5 Urea, 3,75 Sp-36, 3 KCL gram), N2 (9 Urea , 7,5 Sp-36, 6 KCL gram), dan faktor kedua terdiri dari 4 taraf  yaitu : L0 (100% Limbah Cair Kelapa Sawit (LCKS)), L1 (75% l/polybaq), L2 (50% l/polybaq), L3 (25% l/polybaq), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga mendaptkan 36 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi, reaksi tanah (pH H2O), C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, tinggi tanaman, diameter batang, banyak daun, dan berat tongkol dengan klobot serta berat tongkol tanpa klobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Limbah Cair Pengolahan Kelapa Sawit kolam Aerobik memberikan pengaruh terhadap pH dan K-tersedia, sedangkan pada perlakuan pemberian pupuk NPK dapat memberikan pengaruh pada pH, P-tersedia, K-tersedia, tinggi tanaman, diameter batang, banyak daun, dan hasil berat tongkol dengan klobot serta berat klobot tanpa klobot dan perlakuan LCKS dan pupuk N, P, K tidak memberikan interaksi semua parameter.Kata kunci: jagung manis; limbah cair kelapa sawit; pupuk N, P, K; tanah aluvial
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN APLIKASI MICROSOFT POWER POINT Tita Ratna Wulan Dari; Rita Inderawati; Soni Mirizon; Ismail Petrus; Rita Hayati
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2024): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v7i4.8014

Abstract

Media pembelajaran interaktif (MPI) merupakan komponen penting dalam meningkatkan pencapaian siswa sekaligus motivasi mereka. Dalam pembelajaran bahasa Inggris, reading menjadi topik yang cukup sulit untuk dipelajari. Ketersediaan teks yang panjang serta soal yang rumit membutuhkan bantuan media yang cukup efketif dan menarik, maka MPI adalah jawabannya. Untuk mengembangkan MPI, terdapat banyak alat yang bisa digunakan. Pilihan paling lumrah dan efisien adalah Microsoft Powerpoint (PPT). Guru dapat memanfaatkan PPT dalam pengembangan MPI asalkan mengetahui beragam fitur yang dibutuhkan. Di area Sumatera Selatan sendiri, yang mana masih ada wilayah-wilayah terbatas akan koneksi internet, PPT bisa diandalkan dalam hal media pembelajaran. Untuk itu, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) menjadi target pendampingan tim Pengabdian Kepada Masyarakat FKIP Universitas Sriwijaya. Letaknya yang cukup sulit ditempuh dan sarana internetnya yang kurang stabil dapat dibantu dengan kehadiran MPI berbantuan PPT. Kegiatan dilaksanakan mulai dari September hingga Oktober 2024. Mode luring dan daring menjadi pilihan tim pelaksana. Secara bergantian, anggota tim menyampaikan materi-materi yang telah disusun. Lalu, di minggu ke-empat pendampingan, seluruh peserta diminta untuk mengembangkan MPI mereka sendiri yang nantinya akan digunakan di kelas. Keberhasilan pendampingan diukur melalui pre-test dan postest yang disebar secara digital. 25 orang guru yang berasal dari MGMP Bahasa Inggris OKU Selatan terdaftar sebagai peserta kegiatan ini. Pada akhir program, kedua puluh lima orang peserta ini berhasil mengembangkan media pembelajaran interaktif masing-masing dan mereka juga menunjukkan peningkatan pada beberapa elemen seperti pemahaman konsep MPI (52.6%), pemahaman fitur PPT (57.1%), integrasi audio/video ke dalam slide (71.4%), dan langkah-langkah pembuatan MPI (63.2%).
INCEPTSIOL SOIL FERTILITY STATUS ON PT. PALM PALM PLANTATIONS. DYNAMICS OF MULTI INITIATIVES IN SEMITAU DISTRICT, KAPUAS HULU DISTRICT Florensius Irwan Afendy; Rita Hayati; Bambang Widiarso
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4121

Abstract

ABSTRACTThis research aims to determine the soil fertility status and provide fertilizer recommendations based on the soil fertility status of inseptisol on PT's oil palm plantations. Multi Initiative Dynamics. The research starts from October 9, 2023 to December 13, 2022 and until the results are presented. Disturbed soil sampling was carried out in each block using the diagonal method. In 1 block, 3 sub-blocks are created. For each sub-block, 5 soil sampling points were determined for oil palm plantations and 1 composite soil sample was obtained from each sub-block, so that in 1 block 3 composite soil samples were obtained which were used for soil chemical analysis. The distance of the soil sampling point is 1.5 meters from the oil palm tree. Soil sampling points were disturbed by drilling at a depth of 0-30 cm and intact soil samples were taken using a sample ring at a depth of 0-30 cm in oil palm plants. For each block, 3 intact soil sampling points were determined to represent each research location, thereby obtaining 9 intact soil samples which were used for soil bulk weight analysis. The variables observed in this research are, soil reaction (soil pH), C-Organic N-Total, P-Available, K-dd, P-Total, K-Total, CEC, KB, and Al Saturation, supporting variables for Texture analysis soil, Soil Profile, and Soil bulk weight. Research results The soil type in the observation area is classified as Inseptisol soil type, the soil texture in blocks E21, F21 and F26 has a clay and sandy loam texture class, the soil reaction (pH) in blocks E21, F21 and F26 has acid criteria. The C-Organic content in blocks E21, F21, F26 has low and medium criteria. The N-total content in blocks E21, F21, F26 has low criteria. The P-Available content in blocks E21, F21, F26 has very low criteria. The P-total content in blocks E21, F21, F26 has a very low average criterion. K-dd in blocks E21, F21, F26 have very low, low and medium criteria. K-total in blocks E21, F21, F26 has very low and low criteria. Cation Exchange Capacity (CEC) in blocks E21, F21, F26 has low criteria. The base saturation of blocks E21, F21, F26 has very low criteria. Al saturation in blocks E21, F21, F26 has very low criteria. Recommendations for Urea, SP-36 and MOP (KCL) fertilization at the research location, namely Block E21, are 271.7 kg/ha, 104.39 kg/ha and 39.35 kg/ha, Block F21 is 298.87 kg/ha, 287.43 kg/ha and 245.61 kg/ha, Block F26 is 360.36 kg/ha, 177.32 kg/ha and 145.58 kg/ha.Keywords: Soil Fertility Status, Soil Inceptisol and Fertilizer Recommendations.
Leadership Effectiveness in Educational Management in Secondary Schools: A Review of Teacher Perspectives in Indonesia Suryadi, Yadi; Diding Nurdin; Deisye Supit; Rita Hayati
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 14 No 1 (2025): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpiundiksha.v14i1.84543

Abstract

In education in Indonesia, there is a lack of effective examples provided by leadership in designing learning and implementing it in the field. The aim of this research is to analyze the influence of leadership on changes in secondary schools. The research method used was quantitative involving 562 secondary school teachers as respondents. The sample collection technique was carried out randomly. The data collection technique uses an instrument developed with a rating scale of 1 to 5 points. The data analysis technique is carried out using descriptive statistics with the help of SPSS version 25.0 to calculate the average value and analyze the relationship between variables. As a result, it was found that all dimensions of leadership were at a high category level. The mean showed that teachers' confidence in the implementation of their leadership as a whole was in the good category. These findings indicate that leadership wars make a significant contribution to changes in educational management for the better in secondary schools. The conclusion of this research is that application to leadership needs to be increased in schools and must be sustainable between new and old leaders. So that the effectiveness of learning can be maximized by teachers in junior high schools. The implications of this research indicate the need for training and development from leaders to teachers in junior high schools in improving the quality of planning management and implementation of learning.
Kloning gen LEAFY kakao dari jaringan bantalan bunga aktif Cloning of cacao LEAFY gene from the active flower cushions Tetty CHAIDAMSARI; Rita HAYATI; Auzar SYARIEF; Aswaldi ANWAR; Djoko SANTOSO
Menara Perkebunan Vol. 77 No. 2: 77 (2), 2009
Publisher : INDONESIAN OIL PALM RESEARCH INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iribb.jur.mp.v77i2.179

Abstract

SummaryAttempts to improve productivity of cacaoplantations lead us to study the molecularmechanism of flowering. In the model speciesArabidopsis thaliana as well as some otherspecies, LEAFY is a central regulatory gene forthe transition of shoot apical meristems toflowering meristems. Different from that ofArabidopsis, cacao inflorescence is acauliflorous type, by which flowers can developrepeatedly from the same flower cushion on thetrunk. In this research, a LEAFY homolog wasisolated from active flower cushion with RT-PCRusing a pair of DNA primer specifically designedto isolate its complete cds. Gel electrophoresisexamination indicated the presence of a 1.2 kbamplicon. Purified from the gel, this DNAfragment was cloned into competent cells ofE. coli XL1 Blue using pGEM-T Easy cloningvector at an orientation according to the T7promoter of the plasmid. Sequence analysis usingBLASTX, showed that the amplicon was LEAFY(LFY) homolog. Alignment analysis using ClustalW indicated that the cTcLFY highly homologousto those from other perennial crops such ascitrus, grape, apple and poplar. The highesthomology (conserved region) was found in the Cterminal of the encoded proteins.RingkasanUsaha untuk meningkatkan produktivitasperkebunan kakao telah mendorong penelitianmolekuler tentang mekanisme pembungaankakao. Pada tanaman model Arabidopsis thalianadan lainnya, LEAFY merupakan gen kunci dalamtransisi meristem tunas jadi meristem bunga.Berbeda dengan sistem pada Arabidopsis,pembungaan kakao termasuk tipe cauliflorous,bunga dapat muncul dari bantalan bunga yangsama sepanjang tahun. Dalam penelitian inihomolog LFY diisolasi dari bantalan bunga aktifmenggunakan RT-PCR dengan sepasang primerspesifik yang dirancang berdasarkan sekuenDNA di kedua ujung gen tersebut. Pemeriksaangel elektroforesis menunjukkan adanya amplikontunggal berukuran 1,2 kb. Setelah dimurnikandari gel, amplikon dapat diklon ke dalam selkompeten E. coli galur XL1 Blue menggunakanvektor pGEM-T Easy dengan orientasi yangsesuai dengan promoter T7 dari vektor. AnalisisBLASTX sekuen DNA membuktikan bahwaamplikon tersebut adalah homolog dari genLEAFY. Analisis penjajaran dengan mengguna-kan ClustalW menunjukkan bahwa gen cTcLFYtersebut memiliki homologi yang tinggi dengangen sejenis dari tanaman keras lainnya sepertitanaman jeruk, anggur, apel dan poplar.Homologi tertinggi (daerah terkonservasi)terdapat pada ujung (terminal) C dari proteinyang disandinya.
PERAN PERTANIAN ORGANIK DALAM SISTEM KETAHANAN PANGAN: TINJAUAN DARI LITERATUR GLOBAL Rita Hayati
Prosiding Seminar Nasional Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organic farming is one of the strategic approaches in supporting a sustainable global food security system. By prioritising environmentally friendly principles, organic farming reduces the use of pesticides and synthetic fertilisers, maintains soil health, and enhances biodiversity in agricultural land. Global literature indicates that this system not only provides healthy and nutrient-rich food but also contributes to climate change mitigation and farmer economic empowerment through product diversification and access to premium markets. However, organic agriculture still faces challenges such as lower productivity, high certification costs, and limited market access and technical knowledge among farmers. Policy support, technological innovation, and public education are key to optimising the role of organic farming in achieving fair, healthy, and sustainable food security in the future.
INOVASI BIOPESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN DARI DAUN TALAS (COLOCASIA ESCULENTA) DAN PUNTUNG ROKOK Neti Kesumawati; Rita Hayati; Rita Feni; Suryadi , Suryadi; Edi Efrita; Risvan Anuar; Farida Aryani
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i5.3179

Abstract

Masyarakat di Desa Perbo Kecamatan Curup Utara Raya Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani. Masyarakat petani selalu berusaha untuk meningkatkan hasil usahatani mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan menggunakan pestisida. Pada umumnya petani menggunakan pestisida sintetik untuk memberantas hama dan penyakit tanaman mereka. Penggunaan pestisida sintetik memang sangat efektif dalam memberantas hama dan penyakit tanaman, namun disisi lain ada kekurangan dari pestisida sintetik ini. Adapun kekurangan dari pestisida sintetik ini, antara lain dapat meningkatkan imun dari hama dan penyakit itu sendiri sehingga lama kelamaan pestisida tersebut tidak lagi menimbulkan efek pada pemberantasan hama dan penyakit tanaman tersebut, selain itu pestisida sintetik juga menimbulkan pencemaran pada bagian tanaman maupun terhadap lingkungan sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia. Untuk mengatasi efek negatif dari penggunaan pestisida sintetik ini maka harus diupayakan mencari alternatif penggunaan pestisida yang aman. Pestisida yang aman digunakan untuk tanaman maupun terhadap lingkungan adalah pestisida alami atau biopestisida. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani, khususnya anggota kelompok wanita tani Mawar supaya mengalihkan pemakaian pestisida sintetik ke biopestisida, seperti biopestisida daun talas dan limbah puntung rokok. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan dan praktek lapangan tentang pembuatan biopestisida yang berbahan baku daun talas dan daun tembakau. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring selama 5 hari. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah terimplementasikannya hasil-hasil penelitian dan kajian Perguruan Tinggi pada petani, khususnya tentang pembuatan biopestisida daun talas dan limbah puntung rokok sehingga petani terbiasa menggunakan biopestisida sebagai pengganti dari pestisida sintetik.
Pengaruh Berbagai Jenis Larutan Pengawet alami dan Lama Perendaman terhadap Kualitas Bunga Mawar Potong (Rosa hybrida L.) Rita Hayati; Putri Nabila Sukma Al Yamani; Marai Rahmawati
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 7 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2022.v07.i02.p11

Abstract

Mawar merupakan bunga dengan nilai ekonomi yang tinggi namun masa kesegarannya relatif singkat. Kualitas bunga mawar potong dapat dipertahankan dengan perlakuan pengawet alami dengan bahan alami yang lebih praktis dan ekonomis serta lama perendaman. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui pengaruh berbagai jenis larutan pengawet alami dan lama perendaman terhadap kualitas bunga mawar potong. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti yakni jenis larutan pengawet alami yang mencakup 4 taraf (kontrol, larutan gula pasir 10% + ekstrak lemon 5%, air kelapa muda 40% +air rebusan daun sirih 30% dan larutan gula pasir 10% + air kelapa muda 40% +air rebusan daun sirih 30% + ekstrak lemon 5%) dan lama perendaman yang mencakup 3 taraf (2, 4 dan 6 jam). Parameter yang diamati antara lain diameter kemekaran, perubahan sudut kulai dan masa kesegaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis larutan pengawet alami dan lama perendaman memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap diameter kemekaran, perubahan sudut kulai dan masa kesegaran bunga mawar potong. Larutan gula pasir 10% + air kelapa muda 40% + air rebusan daun sirih 30% + ekstrak lemon 5% dengan lama perendaman 4 jam menghasilkan diameter bunga terbesar 90mm dengan masa kesegaran 8,33 hari. Perubahan sudut kulai dapat dipertahankan 53,33° pada 7 HSP dengan perlakuan larutan gula pasir 10% + ekstrak lemon 5% dengan lama perendaman 2 jam.
PEMANFAATAN BIJI DURIAN MENJADI TEPUNG DURIAN DAN BROWNIES PADA KELOMPOK RUKUN BERSAMA DESA ARGA INDAH : Tepung biji durian, cake biji durian, kelestarian lingkungan Rita Hayati; Neti Kesumawati; Yukiman Armadi; Rita Zurina; Maheran Mulyadi; Ade Saputera, Surya; Harini, Ririn
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat di Desa Arga Indah Kecamatan Marigi Sakti  Kabupaten Bengkulu Tengah sebahagian besar memiliki mata pencaharian bertani Durian dan Sawit. Masyarakat petani mengalami kesulitan menangani Limbah Biji Durian yang tidak termanfaatan secara maksimal. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah mengolah biji durian menjadi produk yang bermanfaat. Pada umumnya petani hanya membuang biji durian menjadi limbah dan merusak lingkungan. Penggunaan Biji durian dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif. Adapun kandungan biji dalam durian 5-15%, yang biasanya hanya dibuang berupa limbah     juga menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi manusia, ntuk mengatasi pencemaran lingkungan maka harus diupayakan mencari alternatif penggunaan biji durian sebagai bahan pangan alternatif. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani supaya dapat memanfaatkan biji durian menjadi lebih bermanfaat dan dapat juga menambah income masyarakat. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan. pelatihan pembuatan tepung biji durian yang dioleh menjadi cake sebagai pangan alternatif,  praktek langsung dengan hasilnya cake yang enak dan lezat. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya ketrampilan masyarakat dalam pemanfaatan biji durian menjadi cake  dan menambah wawasan masyarakat petani dalam memelihara keberlanjutan lingkungan. Kata Kunci: Tepung biji durian, cake biji durian, kelestarian lingkungan
Co-Authors . Mustafril . Nurhayati . Yusmanizar Abda Abda ABDUL MUJIB ALHADAD Abdul Mujib Alhaddad Ade Alavan Ainun Marliah Al-Amin Alim Hardiansyah Aminah Abdullah Anne Valentine Anwar, Aswaldi Asrifin Aspan Astiara Larasati Auzar SYARIEF Bambang Widiarso Deisye Supit Despianto Hutapea Dessy Nuke Wulandari Devi Wahyuni Diding Nurdin, Diding Diemroh Ihsan Djoko Santoso Dwi Apriyanti Kumalasari Dwi Wahyuni E. Caroline Edi Efrita Engelbertus Kukuh Widijatmoko Erita Hayati Farida Aryani Feby Zahira Rizki Feni, Rita Fiftinova Fiftinova Florensius Irwan Afendy Frenky Meilando Hadenan Towpek Harir Fauzi Hasanuddin Hasanuddin Icha Triska Puteri Ida Rosmalina Imam Syafei Ismahan Umran ISMAIL NAZIPIN Ismail Petrus Iyad Abdallah Al- Shreifeen Jafrizal Jafrizal Judijanto, Loso Junaidi Junaidi Kurnia Kurnia Maheran Mulyadi Mahidin Fahmie Marai Rahmawati Marai Rahmawati Mariana Mariana Mohd Khan Ayob Mokhamad Eldon MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Mahfud Neti Kesumawati, Neti Nuayak Nuning PETRUS YONAL Podesta, Fiana Putri Hanny Andrieni Putri Nabila Sukma Al Yamani Putri Nabila Sukma Al Yamani Riduan Riduan Riduansyah Riduansyah Rilwan Hafis Rinaldi Purba Ririn Harini Risvan Anuar Rita Inderawati Saddam Gusty Mandala Sigit Sugiardi Siti Hafsah Soewarno T Soekarto Soni Mirizon Sudarmo Sufia Widi Kasetyaningsih Sulakhudin Sulakhudin Surya Ade Saputera Suryadi , Suryadi Suvita Arispa Tetty CHAIDAMSARI Tirta Yuliardi Syafitri Tita Ratna Wulan Dari Yadi Suryadi Yeni Yukiman Armadi Zaitun Zaitun Zeni Zainal Muis Zurina Muchlis, Rita