Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Residu Pembenah Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung(Ipomoea reptans Poir.) Pada Tanah Entisol Putri Hanny Andrieni; Rita Hayati; zaitun zaitun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.286 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari residu pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir) pada tanah entisol. Penelitian ini dilakukan di bulan April sampai bulan Mei 2019 di Campus Experimental Site The ACIAR Project, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial yang memiliki 9 jenis perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari kontrol 0% NPK, kontrol Urea dan KCl, kontrol NPK 50% rekomendasi, sekam padi 5 t ha-1  + NPK 0%, sekam padi 5 t ha-1  + Urea dan KCl, sekam padi 5 t ha-1  + NPK 50% rekomendasi, biochar sekam padi 5 t ha-1 + 0% NPK, biochar sekam padi 5 t ha-1  + N dan K, biochar sekam padi 5 t ha-1 + NPK 50% rekomendasi. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil bahwa residu pembenah tanah berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman saat berumur 2, 3 dan 4 MST dan parameter diameter batang saat berumur 2, 3 dan 4 MST, serta berpengaruh tidak nyata pada perameter jumlah daun, berat basah berangkasan atas (shoot) dan berat kering berangkasan atas (shoot) per rumpun, berat basah berangkasan bawah (root) dan berat kering berangkasan bawah (root) per rumpun, berat basah total berangkasan dan berat kering total berangkasan, rasio berangkasan atas (shoot) dan berangkasan bawah (root), laju pertumbuhan relatif, dan laju asimilasi bersih.
Pengaruh Konsentrasi Pati Singkong (Manihot esculenta) pada Edible Coating Gel Lidah Buaya (Aloevera) dan Suhu Penyimpanan Terhadap Kualitas Mentimun (Cucumis sativus) Rilwan Hafis; Rita Hayati; Marai Rahmawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v8i3.25965

Abstract

Abstrak. Mentimun (Cucumis sativus L) ialah salah satu tanaman dengan famili Cucurbitaceae (tanaman labu-labuan), mentimun banyak diminati oleh semua kalangan masyarakat. Dalam menjaga mutu mentimun setelah panen, penting untuk memperhatikan penanganan pasca panen agar mentimun tetap berkualitas ketika sampai di tangan konsumen. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam penanganan pasca panen mentimun adalah dengan menggunakan pelapisan (coating). Pelapisan ini bertujuan untuk melindungi mentimun dari proses respirasi yang dapat merusak kualitasnya. Dengan melapisi kulit luar mentimun menggunakan lilin, respirasi dapat dikendalikan sehingga menghambat perubahan warna, menurunkan laju respirasi, serta meningkatkan penampilan kulit mentimun untuk menarik minat konsumen. Selain itu, pelapisan juga dapat memperpanjang umur simpan mentimun dan menjaga kesegarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan pati singkong pada edible coating gel lidah buaya terhadap kualitas mentimun dan pengaruh suhu penyimpanan terhadap kualitas mentimun. Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh pada bulan April 2022 sampai Juni 2022. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 5 x 2 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 10 kombinasi perlakuan 30 unit percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel mentimun. Terdapat dua faktor yang diteliti yaitu: Faktor pertama dalah penambahan pati singkong pada gel lidah buaya yang terdiri dari 5 taraf dan Faktor kedua yaitu perbedaan penyimpanan suhu yang terdiri dari 2 taraf. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa penambahan pati singkong pada edible coating gel lidah buaya berpengaruh tidak nyata terhadap susut bobot, kadar air, kadar vitamin C. Hasil penelitian suhu penyimpanan menunjukkan pengaruh nyata terhadap kadar air hari ke 7, serta pengaruh tidak nyata pada susut bobot hari ke 7 dan kadar vitamin C hari ke 7.Abstract. Cucumber (Cucumis sativus L) is one of the plants belonging to the Cucurbitaceae family (gourd plant), which is in great demand by all levels of society. In order to maintain the quality of cucumbers after harvest, it is important to pay attention to post-harvest handling to ensure that the cucumbers remain in good condition when they reach the consumers. One method that can be utilized in the post-harvest handling of cucumbers is through the use of coating. The purpose of this coating is to protect the cucumbers from the respiratory process that can damage their quality. By applying a wax coating to the outer skin of the cucumbers, respiration can be controlled, thereby delaying color changes, reducing respiration rate, and enhancing the appearance of the cucumber skin to attract consumer interest. Furthermore, coating can also extend the shelf life of cucumbers and maintain their freshness.This study aims to determine the effectiveness of adding cassava starch to aloe vera gel edible coating on the quality of cucumbers and the effect of storage temperature on the quality of cucumbers.This research was conducted at the Laboratory of Seed Science and Technology, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh from April 2022 to June 2022. This study used a Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern 5 x 2 with 3 replications, so there were 10 combinations treatment of 30 experimental units.Each experimental unit consisted of 3 cucumber samples. There are two factors studied, namely: The first factor is the addition of cassava starch to aloe vera gel which consists of 5 levels and the second factor is the difference in temperature storage which consists of 2 levels.The results showed that the addition of cassava starch to aloe vera gel edible coating had no significant effect on weight loss, moisture content, vitamin C content, L color (brightness), color a (red), color b (yellow), organoleptic test on outer color , deep color, texture, fragrance and overall acceptability.The results of the research on storage temperature had a very significant effect on weight loss, a significant effect on the moisture content on the 7th day, no significant effect on weight loss on day 7 and levels of vitamin C on day 7.
Pengaruh Media Tanam dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe (Zingiber officinale R) siti hafsah; Mariana Mariana; Rita Hayati
Jurnal Agrotek Lestari Vol 9, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v9i2.8078

Abstract

The purpose of this research is to find out how the growth and yield of ginger are affected by the growing media and varieties, and how they interact with each other. This research was conducted at the Gayo Lues Laboratory and PSDKU at the University of Syiah Kuala Gayo Lues. The design used in this study was a 4 x 2 Factorial Randomized Block Design with 3 replications, so there were 8 treatment combinations and 24 experimental units with a total of 72 plants. Plant height, number of tillers per clump, main stem diameter, fresh chestnut weight, tuber weight, tuber diameter, and dry chestnut weight were the parameters observed. The results of this study indicated that the media and variety treatment had a very significant effect on plant height at 120 HSPT. Stem diameter and fresh chestnut weight were significantly affected by the varietal treatment, as well as plant height and tuber weight, but not by other parameters. In ginger growth and yield, there was no significant interaction between growing media and varieties. The treatment of citronella waste and coffee peel waste planting media with red ginger varieties produced the best plant growth.
KAJIAN KESUBURAN TANAH DI LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) PADA BEBERAPA PERIODE PENAMBANGAN DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK PETRUS YONAL; Sulakhudin Sulakhudin; Rita Hayati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23603

Abstract

Lahan pasca penambangan emas tanpa izin merupakan lahan yang telah terdegradasisehingga sulit bagi lahan tersebut untuk kembali seperti kondisi semula. Tekstur tanahberpasir dan miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapasifat kimia tanah dan mengkaji status kesuburan tanah. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah Fertility Capability Classification (FCC) dan StatusKesuburan Tanah menurut Pusat Penelitian Tanah (PPT). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kelas kesuburan tanah menurut metode FCC pascapenambangan emas tanpa izin 7 dan 20 tahun adalah SSeh(8%) dan hutan sekunderadalah OLeh(8%). Tanah pada pasca PETI 7 dan 20 tahun bertekstur pasir padalapisan atas dan bawah (SS), KTK sangat rendah (e), bereaksi masam (h) danbesarnya kemiringan lahan 8%. Tanah pada hutan sekunder lapisan atas berupa bahanorganik (O), lapisan bawah berlempung (L), KTK rendah/sangat rendah (e), reaksitanah masam sampai agak masam (h) dan besarnya kemiringan lahan 8%. Statuskesuburan tanah dengan metode PPT yaitu, lahan pasca PETI 7 dan 20 tahun statuskesuburan sangat rendah sedangkan hutan sekunder status kesuburan rendah. Kata kunci : Hutan sekunder, Kesuburan tanah, Mandor, Pasca PETI, Pasir
Studi Karakteristik Sifat Kimia Tanah Ultisol Pada Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Di Desa Sejotang Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Rinaldi Purba; Rita Hayati; Abdul Mujib Alhaddad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.36733

Abstract

as agricultural land for the oil palm plantation sector is common so palm plantation  in west kalimantan are spread in several districts ,one of them is Tayan hilir Regency.            This Study aims to provide information to farmers about the characteristics and chemical and nutrient properties palm soil plantation in ultisol soil.            This research carried out in the palm plantation area in the sejotang Tayan Hilir District, Sanggau  Regency. The Analysis at the Laboratory of Chemistry and Soil Fertility, Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura Pontianak. The research take 3 months, Starting from 16 April 2019  preparation to presentation of results.            Based on the results of the study, the soil reaction (pH) in the study site was classified as very  acidic. Textures in the study locations use code K (composite) that is K2, K3, K5 are clay texture class, K1 belongs to class of dusty clay texture and K4 is clay texture class. The Bulk density ranged from 1.06 to 1.55 gr / cm3. N-Total and C-Organic are classified as low to moderate, phosphorus and Potassium are very low to low, Ca, Mg and base saturation (KB) are very low, CEC is low and saturation of Al are very high. The level of soil fertility at the study site ask low.Keywords: Chemical Properties, Ultisols, Palm Oil.
ARTIKEL KARYA ILMIAH IDENTIFIKASI KESUBURAN LAHAN SAWAH PASANG SURUT PADA DUA JENIS TANAH DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH ISMAIL NAZIPIN; RITA HAYATI; ABDUL MUJIB ALHADAD
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24490

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesuburan dan rekomendasi pemupukan lahan sawah pasang surut pada dua jenis tanah di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah. Penelitian dilakukan di Desa Bukit Batu  Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah, dengan luas sawah pasang surut 46,83 ha dan luas sawah pasang surut di lokasi penelitian 6 ha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Parameter pengamatan Muka Air Tanah, Uji Pirit, Tekstur Tanah, Bobot Isi, pH tanah, C-Organik, N-total, P-total, P-tersedia, K-total, K-dd, KTK, KB, Salinitas, Fe-dd dan Rekomendasi Pemupukan.            Hasilanalisis sifat kimiatanah menunjukan bahwa Reaksi tanah (pH) di lokasi 1 dan 2 tergolong masam berkisar antara 4,84-5,39, C-organik tergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 0,88-1,39%, dengan kandungan N-total tergolong rendah berkisar antara 0,11-0,16%, P-total tergolong rendah sampai sedang berkisar antara 13,40-21,88 mg/100g, P-tersediatergolong rendah, sedang sampai tinggi berkisar antara 14,66-35,32 ppm, K-totaltergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 4,57-12,71 mg/100g, K-tersedia tergolong sangat rendah sampai sedang berkisar antara 0,05-0,29 cmol/kg, KTK tergolong rendah berkisar antara 6,80-10,71 cmol/kg, KB tergolong sangat rendah sampai rendah berkisar antara 19,57-28,56%, Salinitas berkisar antara 1,09-1,42 mS/cm tergolong rendah dan Fe-dd berkisar antara 40,13-61,08 ppm tergolong tinggi sampai sangat tinggi.            Rekomendasi pemupukanLokasi 1A 264,39 kg Urea/ha, 1B 187,84 kg Urea/ha, 1C 264,26 kg Urea/ha. pupuk P (1A dan 1B) 150 kg SP-18/ha dan lokasi 1C 200 kg SP-18/ha. Pupuk KCl Lokasi 1A 271,41 kg KCl/ha dan Lokasi 1 (A dan B) 50 kg KCl/ha.Untuk Lokasi 2A 263,26 kg Urea/ha, 2B 262,03 kg Urea/ha, 2C 261,13 kg Urea/ha. Pupuk P (A,B, dan C 150 kg SP-18/ha), pupuk KCl (A dan B) 50 kg KCl/ha dan lokasi 2C 50,27 kg/ha. Kata kunci: Kesuburan, Lahan Sawah, Pasang Surut, Sungai Kunyit.
PENGARUH PENGGUNAAN ABU TERBANG (FLY ASH) DAN BEBERAPA JENIS SAWI TERHADAP KADAR LOGAM KADMIUM (Cd) DAN PRODUKSI SAWI DI TANAH GAMBUT Tirta Yuliardi Syafitri; Rita Hayati; Ismahan Umran
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2445

Abstract

Lahan gambut mempunyai potensi yang cukup baik untuk usaha budidaya tanaman sayuran seperti sawi, akan tetapi mempunyai masalah berkaitan dengan tingkat kemasaman tanah. Penggunaan abu terbang sebagai pengganti kapur dinilai lebih efisien selain dapat mengatasi masalah kemasaman tanah juga dapat mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat akumulasi limbah batubara. Abu terbang dapat digunakan sebagai amelioran untuk memperbaiki kesuburan tanah, karena mengandung kalsium yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pengganti kapur pertanian. Abu terbang juga mengandung unsur mikro dan beberapa unsur makro yang dibutuhkan tanaman. Di sisi lain abu terbang juga mengandung logam berat salah satunya Cd. Famili Brassicaceae (kubis-kubisan) tergolong tanaman yang mampu mengakumulasi logam berat, sehingga sering digunakan dalam phytoextraction pada lahan yang tercemar logam berat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu terbang (fly ash) dan beberapa jenis sawi terhadap kadar logam kadmium (Cd) dan produksi sawi di tanah gambut. Tempat penelitian di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Kota Pontianak. Penelitian berlangsung dari bulan Januari 2012 sampai dengan Maret 2012. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola Faktorial Split Plot yang terdiri dari 2 faktor. Sebagai petak utama (main plot) adalah faktor dosis abu terbang (a), terdiri atas 4 taraf yakni: a1 (300 g/polybag abu terbang), a2 (600 g/polybag abu terbang), a3 (900 g/polybag abu terbang) dan a4 (1200 g/polybag abu terbang). Anak petak (sub plot) adalah faktor jenis tanaman sawi (t) terdiri atas 4 taraf yakni : t1 (sawi pakcoy), t2 (sawi hijau), t3 (kailan), t4 (sawi keriting). Analisis meliputi pH tanah, berat basah tanaman setelah pemanenan, serta kadar logam berat Cd pada jaringan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu terbang pada media tanam tanah gambut dapat meningkatkan pH tanah sehingga memperbaiki kesuburan tanah gambut. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa tanaman sawi yang ditanam pada media tanah gambut yang diberi penambahan abu terbang relatif aman dikonsumsi dengan indikasi tidak adanya kandungan logam berat Cd pada jaringan tanaman. Kata kunci: abu terbang, logam berat Cd, sawi, tanah gambut
Study Of Soil Chemical Properties In The Use of palawija Cultivation and Community Forests in toho Village Downstream Toho Sub District Mempawah District Despianto Hutapea; Rita Hayati; Abdul Mujib Alhaddad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.36044

Abstract

This research is carried on in the Village of Toho Hilir Sub-District Toho Regency Mempawah in three difrent land us, the is Crop, Bare Land and the Community Forest The purpose of this research is to know the Nutrient status of elements N,P,K, C-Organic, AL-Exchangable, CEC and Base Saturation. The point observation of this research using a system of diagonal and random with 5 spot observations of the Crops Cultivated and Forest, with depth 0-30 cm. Result of soil analysis showed that pH of the soil in the Crop Cultivated Land, Bare Land, Community Forest is high C-Organic in Land categorized as low, Bare Land is medium Crop and Community Forest is medium, N-Total in Crop Land is categorized as medium, Bare Land is medium and Community Forest also medium criteria, available phosfor on Crop Land very high, Bare Land high and Community Forest are high criteria, potassium Exchange in Crop Land is categorized as low, Bare Land including low criteria and Community Forest including low criteria, AL-Exchangable in Crop Plant Land very low in criteria, Bare Land very low and Community Forest low, CEC in Crop Land is categorized as low, Bare Land low and Community Forest low and base saturation in Crop Land is categorized as low, Bare Land very low and Community Forest very low.Keywords : Community Forest, Bare Land, Palawija, Soil Chemical Properties
IDENTIFIKASI KESUBURAN TANAH TANAMAN KELAPA SAWIT PADA LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS DESA ROBAN KECAMATAN SINGKAWANG TENGAH Saddam Gusty Mandala; Asrifin Aspan; Rita Hayati
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v11i2.60093

Abstract

Research was conducted on post-mining land the gold that has been planted with oil palm. This research is motivated by post-mining land conditions, the fertility of the ground to, oil palm plantations and the process of implementation of aquaculture activities. The purpose of research is to identify the soil fertility status of oil palm trees and prepare advice for nutrient management (fertilizer recommendation). This study used survey method with descriptive and comparative approach undertaken by soil sampling in the field on four objects observation at the sites. Parameter study soil bulk density, soil pH, N-total, P-available, K-available, cation exchange capacity, organic C, and Base saturation. The basis for determining the criteria used is the criterion of soil fertility Land Research Center in 1983. The results showed that the pH criteria sour, total nitrogen, available phosphorus, available potassium, organic C, cation exchange capacity and base saturation low to very low. Nitrogen fertilizer recommendations, P2O5 and K2O needs to be added to plant oil palm on the location of the study as follows: C1 is 1.98 kg urea / tree / year, 0.98 kg of SP-36 / tree / year, 1.82 kg KCl / tree / year. C2 is 1.98 kg urea / tree / year, 1.39 kg of SP-36 / tree / year, 1.87 kg KCl / tree / year. C3 is 1.96 kg urea / tree / year, 1.15 kg of SP-36 / tree / year, 0.89 kg KCl / tree / year. C4 is 1.95 kg urea / tree / year, 0.83 kg of SP-36 / tree / year, 0.05 kg KCl / tree / year.Keywords: Soil Fertility, Land Used Gold Mining, Oil Palm Plant 
Studi Sifat Fisik Tanah Pada Kebun Karet Dan Kelapa Sawit Di Desa Rasan Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak Wirahadi Riduan Riduan; Junaidi Junaidi; Rita Hayati
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.579 KB) | DOI: 10.26418/plt.v8i1.29787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat fisik tanah pada kebun karet dan kelapa sawit di Desa Rasan Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Titik pengamatan sampel tanah di ambil pada kebun karet dan kelapa sawit dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari karakteristik sifat fisik tanah yaitu warna tanah, struktur tanah, tekstur tanah, bobot isi tanah, kadar air kapasitas lapangan, porositas tanah, permeabilitas tanah, kemantapan agregat tanah, kandungan C-organik, N-total, C/N rasio, dan reaksi tanah (pH).Hasil pengamatan warna tanah di lapangan pada kebun karet dan kelapa sawit diketahui bahwa, terdapat beberapa perbedaan dan persamaan pada setiap titik pengamatan. Struktur tanah kebun karet dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm gumpal membulat dan butir (granular) sedangkan pada kebun kelapa sawit dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm struktur tanah yaitu gumpal bersudut. Sementara tekstur tanah pada kebun karet kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm termaksuk lempung liat berpasir dan lempung berliat sedangkan tekstur tanah pada kebun kelapa sawit dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm termasuk lempung liat berpasir, liat dan lempung berliat.Kemantapan agregat tanah lebih tinggi pada kebun kelapa sawit dibandingkan dengan kebun karet. Sementara hasil analisis bahan organik pada kebun karet dan kelapa sawit tergolong rendah sampai dengan sangat rendah baik itu pada kedalaman 0-30 cm maupun 30-60 cm, N-total rendah sampai dengan sangat rendah, dan C/N rasio rendah serta reaksi tanah (pH) masam sampai sangat masam. Kata kunci : Ultisol, Sifat Fisik Tanah, Karet dan Kelapa Sawit.
Co-Authors . Mustafril . Nurhayati . Yusmanizar Abda Abda ABDUL MUJIB ALHADAD Abdul Mujib Alhaddad Ade Alavan Ainun Marliah Al-Amin Alim Hardiansyah Aminah Abdullah Anne Valentine Anwar, Aswaldi Asrifin Aspan Astiara Larasati Auzar SYARIEF Bambang Widiarso Deisye Supit Despianto Hutapea Dessy Nuke Wulandari Devi Wahyuni Diding Nurdin, Diding Diemroh Ihsan Djoko Santoso Dwi Apriyanti Kumalasari Dwi Wahyuni E. Caroline Edi Efrita Engelbertus Kukuh Widijatmoko Erita Hayati Farida Aryani Feby Zahira Rizki Feni, Rita Fiftinova Fiftinova Florensius Irwan Afendy Frenky Meilando Hadenan Towpek Harir Fauzi Hasanuddin Hasanuddin Icha Triska Puteri Ida Rosmalina Imam Syafei Ismahan Umran ISMAIL NAZIPIN Ismail Petrus Iyad Abdallah Al- Shreifeen Jafrizal Jafrizal Judijanto, Loso Junaidi Junaidi Kurnia Kurnia Maheran Mulyadi Mahidin Fahmie Marai Rahmawati Marai Rahmawati Mariana Mariana Mohd Khan Ayob Mokhamad Eldon MUHAMMAD AGUS SUPRAYUDI Muhammad Mahfud Neti Kesumawati, Neti Nuayak Nuning PETRUS YONAL Podesta, Fiana Putri Hanny Andrieni Putri Nabila Sukma Al Yamani Putri Nabila Sukma Al Yamani Riduan Riduan Riduansyah Riduansyah Rilwan Hafis Rinaldi Purba Ririn Harini Risvan Anuar Rita Inderawati Saddam Gusty Mandala Sigit Sugiardi Siti Hafsah Soewarno T Soekarto Soni Mirizon Sudarmo Sufia Widi Kasetyaningsih Sulakhudin Sulakhudin Surya Ade Saputera Suryadi , Suryadi Suvita Arispa Tetty CHAIDAMSARI Tirta Yuliardi Syafitri Tita Ratna Wulan Dari Yadi Suryadi Yeni Yukiman Armadi Zaitun Zaitun Zeni Zainal Muis Zurina Muchlis, Rita