Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kapasitas Pokdarwis dalam Pengelolaan Ecokarst Tourism Sungai Maron wijayanti, Pipit; Noviani, Rita; Utomowati, Rahning
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i1.79136

Abstract

Sebanyak 80% masyarakat Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan berprofesi sebagai petani. Desa Dersono secara geologis berada dikawasan Karst Gunungsewu. Kawasan karst identik sebagai kawasan yang kering dan tandus dikarenakan didominasi pelorongan batuan karbonat sehingga air hujan yang jatuh kepermukaan mudah diloloskan kelapisan bawah lebih dari 50 meter. Sehingga mengakibatkan hasil pertanian disana kurang optimal. Meskipun kawasan karst identic kering dan tandus, perannya sebagai pengatur iklim dengan fungsi penyerapan karbon dioksida atmosfer dan keindahan morfologinya menjadi keunggulan yang tidak ditemukan pada kawasan lain. Salah satu potensi keindahan morfologi kawasan karst di Desa Dersono ialah keberadaan Sungai Maron yang dijadikan sebagai objek pariwisata sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat selain dari hasil pertanian. Namun disatu sisi, pemanfaatan kawasan karst untuk aktivitas pertanian maupun pariwisata berpeluang merusak ekosistem kawasan karst, sehingga fungsi vital maupun keindahannya terganggu. Perlu dilakukan pengelolaan kawasan karst berkelanjutan sehingga kegiatan pariwisata yang menunjang perekonomian masyarakat dapat dijalankan dan kelestarian lingkungan juga tetap terjaga. Pemahaman mengenai pengelolaan pariwisata kawasan karst yang berkelanjutan dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Pokdarwis Sungai Maron dan perangkat Desa Dersono. FGD diawali dengan pemberian materi terkait ekosistem kawasan karst dan pengelolaan pariwisata alam berkelanjutan. Kemudian dilanjutkan diskusi dengan anggota Pokdarwis dan perangkat desa yang hadirGuna mengukur ketercapaian dilakukan pre test dan post test berkaitan dengan pemahaman pengelolaan kawasan karst. Anggota Pokdarwis dikategorikan kedalam kelas pamahaman sangat rendah, rendah, cukup, tinggi dan sangat tinggi. Hasil pre test menunjukkan 3% termasuk kategori sangat rendah, 13% rendah, 22% cukup, tinggi 25% dan sangat tinggi 37%. Kemudian dari hasil post test menunjukkan tidak ada anggota Pokdarwis yang masuk kategori sangat rendah dan rendah, kategori cukup berkurang menjadi 7.5%, kategori tinggi naik menjadi 30% dan kategori sangat tinggi naik menjadi 62.5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Pokdarwis Sungai Maron sudah meningkat pemahamannya mengenai pengelolaan pariwisata kawasan karst bekelanjutan As many as 80% of Dersono Village, Pringkuku District, and Pacitan Regency work as farmers. Dersono Village is located in the Gunungsewu Karst area. Karst areas are identified as dry and barren because carbonate rock tunnels dominate them, so rainwater that falls on the surface can easily escape to the lower layers of more than 50 meters. This results in agricultural yields that need to be more optimal. Even though karst areas are identified as dry and barren, their role as climate regulators with the function of absorbing atmospheric carbon dioxide and their morphological beauty are advantages that are not found in other areas. One potential beauty of the morphology of the Dersono Village karst area is the Maron River, which is used as a tourism object to increase people's income apart from agricultural products. However, on the one hand, using karst areas for agricultural and tourism activities can damage the ecosystem of the karst area so that its vital functions and beauty are disrupted. It is necessary to carry out sustainable management of karst areas so that tourism activities supporting the community's economy can be carried out and environmental sustainability is maintained. Understanding sustainable tourism management in karst areas was carried out through Focus Group Discussions (FGD) with Pokdarwis Sungai Maron and Dersono Village officials. The FGD began by providing material related to karst area ecosystems and sustainable natural tourism management. They then continued discussions with Pokdarwis members and village officials who were present. Pre-tests and post-tests related to understanding karst area management were carried out to measure achievements. Pokdarwis members are categorized into very low, low, moderate, high, and high understanding classes. The pre-test results showed that 3% was in the very low category, 13% was low, 22% was sufficient, 25% was high, and 37% was very high. Then, the post-test results showed no Pokdarwis members in the low and low categories; the moderate category decreased to 7.5%, the high category increased to 30%, and the high category increased to 62.5. So, the Maron River Pokdarwis has improved its understanding of sustainable tourism management in karst areas.
Literasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk Meningkatkan Kapasitas MGMP Geografi Kabupaten Boyolali Noviani, Rita; Muryani, Chatarina; Sugiyanto, Sugiyanto; Ahmad, Ahmad; Sarwono, Sarwono; Prihadi, Singgih
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.76890

Abstract

PERMENDIKBUD RI No 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana mengemukakan bahwa Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) merupakan upaya dalam pencegahan dan penanggulangan dampak akibat bencana. Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) memiliki beberapa ruang lingkup mencakup: (a) penyelenggaraan SPAB pra-bencana; (b) penyelenggaraan pendidikan dalam situasi darurat bencana; dan (c) pemulihan layanan pendidikan Pascabencana. Terdapat tiga pilar dari SPAB yaitu: (1) Fasilitas sekolah aman bencana, (2) Manajemen bencana di sekolah, dan (3) Pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana. Guru memiliki peranan penting dalam mewujudkan SPAB di Sekolah. Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang rawan akan bencana. Tujuan dari pengabdian ini adalah melakukan sosialisasi SPAB kepada MGMP Geografi Kabupaten Boyolali yang diharapkan dapat menjadi pelopor SPAB. Metode yang digunakan adalah ceramah dan simulasi SPAB dengan mengumpulkan seluruh guru geografi Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 2 Kabupaten Boyolali dan melakukan pretest-posttest. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah meningkatnya pemahaman Guru MGMP Geografi Kabupaten Boyolali mengenai SPAB.
RETRACTION NOTICE TO: Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Non Pertanian Terhadap Ketahanan Pangan di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun 2011-2020 Kumalasari, Desi; Sarwono, Sarwono; Noviani, Rita
GEADIDAKTIKA Vol 4, No 2 (2024): Geadidaktika Agustus 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v4i2.101262

Abstract

Artikel dengan judul Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Non Pertanian Terhadap Ketahanan Pangan di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun 2011-2020 telah di lakukan pencabutan dari Vol. 4 No. 1 tahun 2024 Jurnal GEADIDAKTIKA, pada tautan daring https://jurnal.uns.ac.id/geadidaktika/article/view/64124 karena ditemukan sudah terbit pada jurnal Indonesian Journal of Environment and Disaster Vol 2 No. 1 tahun 2023. pada tautan daring https://journal.uns.ac.id/index.php/ijed/article/view/702 
Retracted Article: Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Non Pertanian Terhadap Ketahanan Pangan di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar Tahun 2011-2020 Kumalasari, Desi; Sarwono, Sarwono; Noviani, Rita
GEADIDAKTIKA Vol 4, No 1 (2024): Geadidaktika Januari 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v4i1.64124

Abstract

Artikel ini telah ditarik, informasi penarikan: https://jurnal.uns.ac.id/geadidaktika/article/view/101262 Kecamatan Gondangrejo merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Kondisi geografis Kecamatan Gondangrejo yang terdapat dataran rendah, lokasi yang strategis dan berbatasan langsung dengan Kota Surakarta menyebabkan kondisi wilayah yang mudah berkembang. Pertumbuhan penduduk yang selalu meningkat dan pembangunan berbagai fasilitas umum menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan pertanian yang ada di Kecamatan Gondangrejo. Dengan adanya alih fungsi lahan pertanian ini dapat mengancam ketahanan pangan penduduk yang terdapat di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui alih fungsi lahan di Kecamatan Gondangejo tahun 20211 – 2020. (2) Mengetahui tingkat ketahanan pangan penduduk di Kecamatan Gondangrejo. (3) Mengetahui dampak alih fungsi lahan terhadap ketahanan pangan penduduk di Kecamatan Gondangrejo tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskiptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Interpretasi citra penginderaan jauh pada tahun 2011,2015, dan 2020 menunjukkan hasil alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Gondangrejo, penggunaan lahan sawah pada tahun 2011 sebesar 4.037,71 ha atau sekitar 66,5% menjadi 1.903,90 ha atau sekitar 31,04% dari keseluruhan luas penggunaan lahan yang ada di Kecamatan Gondangrejo. Alih fungsi lahan sawah yang terjadi sebesar 2.133,81 ha atau sekitar 52,85%. (2) Ketahanan pangan penduduk di Kecamatan Gondangrejo rata-rata tahan pangan. Karena terdapat nilai surplus ketersediaan pangan sebesar 1.323,76 ton atau 15,28% dari nilai kebutuhan pangan 100%. (3) Dampak alih fungsilahan sawah menyebabkan hilangnya produksi padi rata-rata 694,91 ton/tahun. Namun ketahanan pangan penduduk tetap terjaga meskipun terjadi alih fungsi lahan. Uji t menunjukkan adanya beda signifikan tingkat kebutuhan pangan penduduk antara sebelum dan sesudah terjadinya alih fungsi lahan.
Dinamika Slum Area di Desa Banyudono, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali Tahun 2017 – 2022 Azqiya, Aida Nur; Rindarjono, Mohammad Gamal; Noviani, Rita
GEADIDAKTIKA Vol 5, No 1 (2025): Geadidaktika Januari 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v5i1.81564

Abstract

Permasalahan permukiman kumuh dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, seperti latar belakang pendidikan, tingkat kepadatan penduduk dan bangunan, pendapatan masyarakat, serta angka kemiskinan. Permukiman kumuh liar merujuk pada wilayah yang mengalami penurunan kualitas sebagai tempat tinggal dan memiliki status kepemilikan lahan yang tidak sah. Umumnya, penduduk di kawasan ini berasal dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan kehadiran mereka sering kali memicu persoalan sosial lainnya, seperti menurunnya kedisiplinan dan ketertiban umum. Berdasarkan hasil penelitian, munculnya permukiman kumuh liar di Dukuh Kalisari disebabkan oleh kesalahan dalam perumusan kebijakan pemerintah, yang mengakibatkan terjadinya tumpang tindih aturan. Tingkat kekumuhan di wilayah ini tergolong sedang, dengan status legalitas yang tidak resmi. Faktor utama yang menyebabkan kekumuhan meliputi kondisi fisik bangunan serta pengelolaan sampah yang buruk. Upaya penanganan permukiman kumuh liar di Dukuh Kalisari dilakukan dengan pendekatan analisis SWOT melalui pemanfaatan matriks IFAS dan EFAS
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Geografi Peserta Didik Kelas X IPS 1 SMAIT Ibnu Abbas Kabupaten Klaten (Materi Pokok Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan) Robbani, Shalahuddin Jundi; Wijayanti, Pipit; Noviani, Rita
GEADIDAKTIKA Vol 3, No 2 (2023): Geadidaktika Agustus 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v3i2.67994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) tingkat kemampuan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan motivasi belajar Geografi pada peserta didik kelas X IPS 1 SMAIT Ibnu Abbas Klaten. 2) tingkat kemampuan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar Geografi pada peserta didik kelas X IPS 1 SMAIT Ibnu Abbas Klaten. Metode yang digunakan ialah metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas X IPS 1 SMAIT Ibnu Abbas Klaten sebanyak 30 peserta didik. Instrumen pengumpulan data adalah tes, observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Penerapan Model pembelajaran PBL terbukti meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X IPS 1 SMAIT Ibnu Abbas Klaten pada Kompetensi Dasar 3.7. Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan. Hal tersebut ditunjukkan berdasarkan hasil pengamatan siklus I ke siklus II meningkat 30% dari 70% menjadi 100%. 2) Penerapan Model pembelajaran PBL terbukti meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X IPS 1 SMAIT Ibnu Abbas Klaten pada Kompetensi Dasar 3.7. Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan. Hal tersebut ditunjukkan berdasarkan hasil tes siklus I ke siklus II dari 20 peserta didik yang sudah tuntas (66,67%) menjadi 25 peserta didik (83,33%), meningkat 16,67%.
Analisis Pergeseran Struktur Ekonomi di Kawasan Bregasmalang Tahun 2017-2021 Maghfiroh, Alfi; Noviani, Rita; Wijayanti, Pipit
GEADIDAKTIKA Vol 5, No 1 (2025): Geadidaktika Januari 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v5i1.83413

Abstract

Pergeseran struktur ekonomi ditandai dengan konsumsi sektor pertanian sebagai sektor primer ke arah sektor industri dan jasa serta sektor ekonomi yang didominasi oleh sektor-sektor non primer. Berdasarkan data dari BPS, distribusi sektor ekonomi di Kawasan Bregasmalang paling besar berasal dari sektor tersier atau sektor jasa. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran struktur ekonomi di setiap kabupaten/kota Kawasan Bregasmalang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis shift-share dan metode rasio pertumbuhan (MRP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 struktur perekonomian wilayah Bregasmaran mengalami pergeseran secara menyeluruh dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier, dan PDB (Daerah Bregasmaran) PDRB (Produk Domestik Bruto) berasal dari sektor tersier dan sektor primer yang memiliki nilai pergeseran persentasenya lebih dari 45%, sedangkan kontribusi terhadap PDRB terendah berada pada sektor primer dan tingkat pergeserannya. Berdasarkan overlay data PS, DS, dan analisis MRP terdapat tujuh sektor di Kabupaten Brebes, satu sektor di Kabupaten Tegal, empat sektor di Kota Tegal, dan enam sektor di Kabupaten Pemalang yang memiliki nilai positif dengan artinya sektor-sektor tersebut termasuk dalam sektor dengan pertumbuhan yang cepat dan memiliki daya saing yang baik.
Analisis Persebaran Dan Jangkauan Sekolah Menengah (SMA, MA, SMK) Di Kota Magelang, Jawa Tengah Tahun 2020 Ristanto, Kurniawan Pujo; Rindarjono, Gamal; Noviani, Rita
GEADIDAKTIKA Vol 3, No 1 (2023): Geadidaktika Januari 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v3i1.76181

Abstract

Perencanaan fasilitas pendidikan SMA di suatu daerah perlu mempertimbangkan beberapa aspek pola distribusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan geografis dengan aspek spasial. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dan analisisnya menggunakan analisis tetangga terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dan jangkauan fasilitas pendidikan SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran SMA di Kabupaten Magelang Utara mempunyai pola yang seragam, sedangkan sebaran di Magelang Tengah dan Selatan mempunyai pola acak, sedangkan untuk SMA (SMK) mempunyai pola mengelompok di Kabupaten Magelang Utara. dan pola acak untuk Kabupaten Magelang Tengah dan Selatan. Sekolah-sekolah tersebut mempunyai standar jangkauan yang sama, yaitu 3000 m. Seluruh SMA di kabupaten tersebut mampu menjangkau melampaui batas administratif Kota Magelang. Kata Kunci: SMA, pola distribusi, jangkauan
Penerapan Model Pembelajaran Discovery untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IPS 1 SMA Negeri Tulakan Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2022/2023 (Materi Ketahanan Pangan, Bahan Industri, Potensi Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia) Fadila, Alfia; Prihadi, Singgih; Noviani, Rita
GEADIDAKTIKA Vol 4, No 2 (2024): Geadidaktika Agustus 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v4i2.71923

Abstract

Kualitas hasil belajar geografi di SMA Negeri Tulakan belum begitu baik. Hal ini dikarenakan pembelajaran disekolah masih menggunakan beberapa metode seperti teacher center, tanya jawab, dan belum terbiasa menggunakan metode problem solving, diskusi, dan sebagainya. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai penerapan model discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri Tulakan, Pacitan. Proses pembelajaran discovery learning melibatkan seluruh kemampuan siswa untuk menemukan prinsip atau konsep baru berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya. Pada kondisi awal, hanya 52% siswa yang dapat mencapai tingkat penguasaan minimal pada materi ketahanan pangan, bahan industri, potensi energi baru terbarukan di Indonesia (data sekunder). Pada siklus pertama, siswa mampu mencapai batas ketuntasan minimal sebesar 65%. Kondisi pembelajaran diperbaiki lagi pada siklus 2. Hasilnya, siswa yang mampu mencapai batas ketuntasan minimal meningkat menjadi 86%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model discovery learning secara meyakinkan dapat meningkatkan hasil belajar geografi pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri Tulakan. 
Analisis Potensi Pengembangan Objek Wisata di Desa Kemasan, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali Setyanto, Ayu Dwi; Rindarjono, Moh. Gamal; Noviani, Rita
GEADIDAKTIKA Vol 3, No 2 (2023): Geadidaktika Agustus 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v3i2.75304

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui potensi objek wisata di Desa Kemasan, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali  Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini memaparkan keseluruhan objek wisata Desa Kemasan dengan atraksi berupa 4 situs unggulan sebagai daya tarik yang dimilikinya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan untuk menganalisis potensi yang dimiliki, wawancara untuk menggali informasi mengenai upaya pengelolaan, serta dokumentasi. Hasil penelitian terkait potensi wisata Desa Kemasan yang dinilai berdasarkan parameter 4A (Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Aktivitas) menunjukkan kelas potensial. Objek wisata Desa Kemasan telah mengupayakan pengoptimalan usaha dalam rangka pengelolaan objek wisata yang meliputi aspek Sumber Daya Manusia (SDM), keuangan, fasilitas sarana dan prasarana, dan pemilihan lokasi wisata.
Co-Authors Adinda, Karina Sekar Ahmad Ahmad Ahmad, Naufal ajar, seno budhi Akbar, Masdihar Amperawati, Endang Dwi Andriyani, Yunika Anggraeni, Lilian Asqav, Rayyan Fida Asri, Seroja Puspa Astuti, Amelia Dwi Astuti, Lissa Dwi Azqiya, Aida Nur Baiq Liana Widiyanti Baiq Rismarini Nursaly, Baiq Rismarini Buana, Muhammad Arjunov Ramadhan Genta Budhi Ajar, Seno Cecilia, Danela Teguh Chatarina Muryani Damayeti, Nadia Demi Desi Kumalasari Dewi, Clara Adhi Pratiwi Sukmana Dhani Pratiwi, Imasti Djuminah Djuminah Djuminah, Djuminah Dwi Amperawati, Endang Effendi, Darwin Erawati, Herdina Dwi Erna Setiany Fadila, Alfia Fahreza, Zainal Ihza Farahdiba, Lentera Fatta, Firda Nur Fauziah, Yulanda Aini Nur Febriana, Wanda Azizah Wahyu Hafizh, Rifki Muhammad Handayani, Beta Amanda Putri Happy Fitria, Happy Hartoko, Sri Indraningrum Shrestha, Maria Emerita Iskandar, Usup Ismail, Hairul Nizam bin Kesturi, Pramnesti Gitarina Sekar Khoirunnissa, Yulia Anggita Khusniyatinna’im, Layinatu Koesuma, Sorja Kumaladewi, Lathifah Laili, Larissa Adwitya Lutfiana, Annida M, Rudianto Maghfiroh, Alfi Maharani, Jovita Shafa Mahdi, Imam Malinda, Charly Marfu'ah, Istiyanti Nur Marfuah, Istiyanti Nur Marwanti Maulana Yusuf Maymuna, Natasya Megasih, Adila Moh. Gamal Rindarjono, Moh. Gamal Mohammad Gamal Rindarjono, Mohammad Gamal Mubarok, Muhammad Riyadh Mulyawati, Widya Kartika Muqorobin, Muqorobin Murningtyas, Diana Muta'ali, Lutfi Muta'ali, Luthfi Muzaqi, Fathi Nanda Khoirunisa Nangim, Nida Khoirun Nasruddin Nasruddin Nugroho, Agung Nugroho, Albertus Erico Jerry Krisna Nur Fajriyah, Nur Nur Z.O, Anggun Nurhadi Nursaly, Baiq Risma Nursida Arif Pipit Wijayanti Prananto, Adi Pranata, Putri Febri Pratiwi, Imasti Dhani Puput Wijayanti Purnomo, Rochmat Aldy Putri, Meilia Dwi Krisanti Putri, Tiara Damayanti Putri, Zahra Annisa Putro, Satrio Adhi Santoso Puwa, Maharani Ladja Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Ramadhan, A’an Nur Khisma Rindarjono, Gamal Rispantyo Rispantyo, Rispantyo Ristanto, Kurniawan Pujo Robbani, Shalahuddin Jundi Rochmatullah ., Rochmatullah Rudianto, M Rudianto, M. Rukmini Rukmini Saputra, Aditya Eka Saputro, Firman Ardi Sarah Rum Handayani Sari, Cinditya Arum Sarwono Sarwono Sarwono Setya Nugraha Setyanto, Ayu Dwi Shanti, Uri Ashe Singgih Prihadi Siti Arifah Siti Azizah Susilawati Siti Nurlaela Sri Mulyani Sugiyanto - Suprihati - Suryani, Amin Swastika, Tia Syafii, Syarif Tiara Rahmi, Ardia Tjahjono, Gentur Adi Ubaidillah Ubaidillah Utami, Siska Dwi Utomowati, Rahning Wajh, Chiquitana Balqis Ghorraul Widiastuti Agustina Eko Setyowati Wijayanti, Pipit Yasin Yusup Yuliastuti, Sri Utari Yuwita Ariessa Pravasanti, Yuwita Ariessa