Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Penanganan Kadar Gula Darah Tinggi pada Penyandang Diabetes Melitus di Prolanis Okti Sri Purwanti; Astrid Indah Istiningrum; Syarif Fathurozaq Wibowo
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 6 No. 02 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v6i02.1572

Abstract

People who suffers Diabetes Melitus has high blood sugar levels which is commonly referred to as hyperglycemia. Symptoms that usually appear include frequent urination, thirst, hunger, fatigue, blurred vision, difficulty concentrating, weight loss, and wounds that are difficult to heal. However, a common sign and symptom that patients commonly experience is an increase in blood sugar levels. The purpose of this health education is to increase the knowledge of diabetes melitus patients in handling high blood sugar levels at Prolanis Public Health Center Ngrampal, Sragen Regency, Central Java Province. This health education is carried out directly at the Ngrampal Public Health Center, Sragen Regency. This health education was held on February 19, 2022 at 08.00 WIB to 10.00 WIB, which was attended by 25 participants from diabetes melitus patients. The result of this health education is an increase in the knowledge of diabetic patients regarding the management of high blood sugar levels. During the health education the participants were very enthusiastic so that there were several questions asked by the health education participants. Suggestions from this seminar are that Diabetes Melitus patients are expected to be able to manage and handle independently or with the help of health workers to increase high blood sugar levels (hyperglycemia
Hubungan Tekanan Darah dengan Kejadian Penyakit Jantung pada Pasien Diabetes Melitus Lyna Galuh Anggar Jantik; Okti Sri Purwanti
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i10.9325

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a disease characterized by increased blood glucose levels or hyperglycemia due to insulin secretion, insulin action or both. When there is an increase in blood glucose levels there is an increase in peripheral arterial resistance which can cause blood pressure in patients with diabetes mellitus to rise, if this happens for a long time it can cause complications of heart disease. This study aims to determine the relationship between blood pressure and the incidence of heart disease in patients with diabetes mellitus. The type of research used is quantitative with a case control approach. The population in this study were all diabetes mellitus patients who underwent outpatient care at dr. Moewardi Surakarta. The number of samples in this study were 50 respondents who were divided into 2 groups, namely 25 case groups and 25 control groups, the sampling technique used purposive sampling technique. This study did not use instruments, data collection was carried out by collecting data from medical records at dr. Moewardi Surakarta. Univariate analysis using descriptive statistics and bivariate with chi-square test. The results of this study show the relationship between blood pressure mellitus and the incidence of heart disease in patients with diabetes mellitus. There is a relationship between blood pressure and the incidence of heart disease in diabetes mellitus patients with a p-value of 0,005 <0,05 and an OR = 10,615 (CI = 2,051-54,954) means that diabetic respondents who have high blood pressure have a chance of developing heart disease by 10,615 times greater than respondents with diabetes mellitus who have normal blood pressure. Checking blood pressure regularly or periodically can anticipate high blood pressure thereby minimizing the occurrence of heart disease in patients with diabetes mellitus. Keywords : Blood Pressure, Heart Disease, Diabetes Mellitus  ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah atau hiperglikemia akibat adanya sekresi insulin, kerja insulin atau juga bisa keduanya. Ketika terdapat peningkatan kadar glukosa darah terjadi pula peningkatan resistensi arteri perifer yang dapat menyebabkan tekanan darah pada pasien diabetes melitus naik, apabila hal ini terjadi dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan komplikasi penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tekanan darah dengan kejadian penyakit jantung pada pasien diabetes melitus. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus, yang menjalani rawat jalan di RSUD dr. Moewardi Surakarta. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 25 kelompok kasus dan 25 kelompok kontrol, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini tidak menggunakan instrumen, pengumpulan data melalui data sekunder yaitu mengambil data dari rekam medis di RSUD dr. Moewardi Surakarta. Analisa univariat menggunakan statistik deskriptif dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hubungann tekanan darah melitus dengan kejadian penyakit jantung pada pasien diabetes melitus. Ada hubungan antara tekanan darah dengan kejadian penyakit jantung pada pasien diabetes melitus dengan nilai p-value 0,005 < 0,05 dan didapatkan nilai OR=10,615 (CI = 2,051-54,954) artinya responden diabetes yang memiliki tekanan darah tinggi mempunyai peluang terjadinya penyakit jantung sebesar 10,615 kali lebih besar dibandingkan dengan responden diabetes melitus yang memiliki tekanan darah normal. Pengecekan tekanan darah secara teratur atau berkala dapat mengantisipasi tekanan darah tinggi sehingga meminimalkan terjadinya kejadian penyakit jantung pada pasien diabetes melitus. Kata Kunci: Tekanan Darah, Penyakit Jantung, Diabetes Mellitus
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Penyakit Jantung pada Pasien Diabetes Melitus Niken Auditya Rahmawati; Okti Sri Purwanti
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i10.9326

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a non-communicable disease. Usually caused by factors such as obesity, lifestyle changes, age, smoking and stress. Stress can increase blood pressure, when blood pressure is high, blood flow is not smooth so that it can cause interference with the work of the heart or put a person at risk of heart disease. This study aims to analyze the relationship between stress levels and the incidence of heart disease in patients with diabetes mellitus. This type of research is quantitative research using an analytic observational research design with case control. The sample in this study were all patients with diabetes mellitus, who underwent outpatient care at the internal polyclinic and cardiac polyclinic at RSUD Dr. Moewardi Surakarta. With the number of samples in this study were 50 respondents who were divided into 2 groups, namely 25 respondents to the case group and 25 respondents to the control group, the sampling technique used purposive sampling technique. Data collection used the Perceived Stress Scale questionnaire (PSS-10) and medical records. Univariate data analysis in this study used frequency and percentage distributions, while bivariate analysis used the chi-square statistical test with a 95% degree of confidence. The results of this study indicate that there is a relationship between stress levels and the incidence of heart disease in diabetes mellitus patients with a p-value of 0.014 <0.05 while the value of OR = 11.769 (CI = 1.319 – 105.008) means that respondents who experiencing severe stress in DM patients have a chance of developing heart disease by 11.769 times greater than respondents who do not experience stress in patients with diabetes mellitus. The suggestion from this study is that it is hoped that this research can add information regarding perceptions and knowledge about the relationship between stress levels and the incidence of heart disease in patients with diabetes mellitus and can also be a reference for further research. Keywords : Diabetes Mellitus, Stress, Heart Disease  ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang tidak menular. Biasanya disebabkan karena faktor seperti obesitas, perubahan gaya hidup, faktor usia, perokok dan stres. Stres dapat meningkatkan tekanan darah, ketika tekanan darah tinggi, maka aliran darah tidak lancar sehingga bisa menumbulkan gangguan pada kerja jantung atau menyebabkan seseorang beresiko terkena penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis hubungan tingkat stres dengan kejadian penyakit jantung pada pasien dibetes melitus. Jenis Penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan case control. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melius, yang menjalani rawat jalan di poli dalam dan poli jantung RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 25 responden kelompok kasus dan 25 responden kelompok kontrol, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) dan rekam medis. Analisa data univariat pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan presentase, sedangkan  analisa bivariat menggunakan uji statistik chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian penyakit jantung pada pasien diabetes melitus dengan  nilai p-value 0, 014 < 0, 05 sedangkan nilai OR = 11, 769 (CI = 1, 319 – 105, 008) artinya responden yang mengalami stres berat pada pasien DM mempunyai peluang terjadinya penyakit jantung sebesar 11, 769 kali lebih besar dibandingkan responden yang tidak mengalami stres pada pasien diabetes melitus. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan penelitian ini dapat menambah informasi mengenai persepsi dan pengetahuan tentang hubungan tingkat stres dengan kejadian penyakit jantung pada pasien diabetes melitus dan juga dapat menjadi referensi  bagi penelitian selanjutnya.  Kata Kunci: Diabetes Melitus, Stres, Penyakit Jantung
STUDI LITERATUR: MOBILISASI DINI TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST LAPARATOMI Virdian Cristiyaningsih; Okti Sri Purwanti
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2023): Oktober : Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post-laparotomy patients will complain of pain, which if not treated immediately will cause discomfort that hinders treatment, as well as patient movement. Interventions that can be done to reduce pain can use pharmacological techniques with drugs or without drugs by doing relaxation and distraction (activity or early mobilization). This literature study aims to explore the effect of early mobilization on reducing the pain scale in post-laparotomy patients. The method of searching for articles in this literature study is through 2 databases (Google scholar, Pubmed). With keywords in English, namely laparotomy, mobilization, pain, and Indonesian, namely pain, laparotomy, early mobilization. A total of 6 studies met the inclusion criteria, consisting of 2 quasi-experimental methods, 1 case study article, 1 true experimental method with control group, and 2 cohort study methods. Early mobilization is an exercise that can reduce pain in post-laparotomy patients. Further research needs to be done to determine the frequency of movements to optimize patient mobilization. Patients must be trained to mobilize immediately, the first movements that can be done are bending the arms or hands, lifting the heels, rotating the ankles, training to tighten the calf muscles, flexion and movement of the feet. After 6-10 hours postoperatively the client can change positions lying on his left and right sides and 24 hours after surgery train the client to learn a sitting position. The movements that are intervened in the client provide energy to improve the patient's functional ability, the sooner the client mobilizes after surgery, the better the client's physical recovery will affect the client's recovery.  
Hubungan kadar kolesterol total dengan kejadian peripheral artery disease pada penderita diabetes melitus Novita Sabila; Okti Sri Purwanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2024): Volume 18 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i2.261

Abstract

Background: One of the countries facing the problem of non-communicable diseases (NCDs) is Indonesia and they are the cause of 63% of deaths, one of which is diabetes mellitus (DM). Every year, the incidence of DM continues to increase, which can cause chronic complications, peripheral artery disease (PAD). PAD is caused by atherosclerosis in the walls of the leg arteries which can be triggered by the presence of excess cholesterol in the body. Purpose: To analyze the relationship between total cholesterol levels and the incidence of PAD in DM sufferers. Method: The research design used a correlational descriptive design with a cross sectional approach to analyze the relationship between total cholesterol levels and the incidence of peripheral artery disease (PAD) in DM sufferers. The population in this study was 106 DM patients who were hospitalized at UNS Hospital in the period January-August 2023. The sampling technique used purposive sampling, so the total sample was 52 patients without diabetic foot ulcers. Results: The relationship between total cholesterol levels and the incidence of PAD in DM sufferers was tested using the Spearman Rank correlation test which showed a strong correlation (r=0.614) and a significant value (p-value) of 0.001. The test decision is that H0 is rejected and Ha is accepted because the p-value is smaller than 0.05 (0.001<0.05). Conclusion: There is a strong relationship between total cholesterol levels and the incidence of PAD in DM sufferers. Suggestion: DM sufferers can control total cholesterol levels within normal limits by avoiding trigger factors such as cigarette smoke, alcohol consumption and foods high in saturated fat. Sufferers are expected to consume foods high in fiber, such as fruit and vegetables and carry out regular physical activity.   Keywords: Diabetes Mellitus; Peripheral Artery Disease (PAD); Total Cholesterol.   Pendahuluan: Salah satu negara yang menghadapi masalah penyakit tidak menular (PTM) adalah Indonesia dan menjadi penyebab kematian 63%, salah satunya adalah diabetes melitus (DM). Setiap tahun, insiden DM terus meningkat, sehingga dapat menyebabkan komplikasi kronis, peripheral artery disease (PAD). PAD disebabkan adanya aterosklerosis pada dinding arteri kaki yang dapat dipicu oleh keberadaan kolesterol berlebih dalam tubuh. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan kadar kolesterol total dengan kejadian PAD pada penderita DM. Metode: Rancangan penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional untuk menganalisis hubungan kadar kolesterol total dengan kejadian peripheral artery disease (PAD) pada penderita DM. Populasi pada penelitian ini adalah pasien DM yang dirawat inap di Rumah Sakit UNS pada periode Januari-Agustus 2023 berjumlah 106 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga sampel total berjumlah 52 pasien tanpa ulkus kaki diabetic. Hasil: Hubungan antara kadar kolesterol total dan kejadian PAD pada penderita DM diuji dengan menggunakan uji korelasi Spearman Rank yang menunjukkan korelasi yang kuat (r=0.614) dan nilai signifikan (p-value) sebesar 0.001. Keputusan uji adalah H0 ditolak dan Ha diterima karena nilai p-value lebih kecil dari 0.05 (0.001<0.05). Simpulan: Terdapat hubungan yang kuat antara kadar kolesterol total dengan kejadian PAD pada penderita DM. Saran: Bagi penderita DM dapat mengontrol kadar kolesterol total dalam batas normal dengan cara menghindari faktor pemicu seperti, asap rokok, konsumsi alkohol, dan makanan dengan lemak jenuh tinggi. Penderita diharapkan dapat mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah dan sayur serta melakukan aktivitas fisik secara teratur.   Kata Kunci: Diabetes Melitus; Kolesterol Total; Peripheral Artery Disease (PAD).
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENYANDANG DIABETES MELITUS DALAM PENANGANAN NEUROPATI Okti Sri Purwanti; Astrid Indah Istiningrum; Syarif Fathurozaq Wibowo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 4 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i4.16403

Abstract

Abstrak: Neuropati perifer merupakan komplikasi makrovaskuler pada penyandang diabetes melitus yang menyebabkan kerusakan saraf perifer. Tujuan dilaksanakannya pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan penyandang Diabetes Melitus dalam mengenali dan menangani neuropati perifer. Pendidikan kesehatan dilaksanakan di Prolanis Puskesmas Ngrampal Sragen pada bulan Januari 2023 pada 21 orang yang menyandang diabetes melitus. Pendidikan kesehatan dengan tema “Tandai dan Atasi Kebas pada Diabetes Melitus (Neuropati Perifer)” dengan kegiatan meliputi penyampaian materi menggunakan media power point, video, dan leaflet serta pre-test dan post-test menggunakan kuisioner. Dengan adanya pendidikan kesehatan ini didapatkan hasil yaitu adanya peningkatan pengetahuan penyandang diabetes melitus tentang penanganan neuropati perifer sebesar 47 % setelah mendapatkan pendidikan kesehatan. Responden atau peserta pendidikan kesehatan sangat antusias dan mengajukan beberapa pertanyaan saat sesi tanya jawab selama proses kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung. Abstract: Peripheral neuropathy is a macrovascular complication in people with diabetes mellitus which causes peripheral nerve damage. The purpose of implementing this health education is to increase the knowledge of people with Diabetes Mellitus in recognizing and treating peripheral neuropathy. Health education was carried out at the Prolanis Puskesmas Ngrampal Sragen in January 2023 for 21 people with diabetes mellitus. Health education with the theme "Sign and Overcome Numbness in Diabetes Mellitus (Peripheral Neuropathy)" with activities including the delivery of material using power point media, videos and leaflets as well as pre-test and post-test using questionnaires. With this health education, the result was an increase in the knowledge of people with diabetes mellitus about the management of peripheral neuropathy by 47% after receiving health education. Respondents or health education participants were very enthusiastic and asked several questions during the question and answer session during the community service activity process.
TERAPI DEEP BREATHING TERHADAP PERBAIKAN SATURASI OKSIGEN DAN RESPIRATORY RATE PADA PASIEN DYSPNEA: LITERATUR REVIEW Rianisa, Aulia Yora; Khaira, Nadiatul; Wirasakti, Satria Sutrisna; Sulaiman, Shoim Muhamad Muhamad; Purwanti, Okti Sri; Kusuma, Arifah Novita
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v15i1.325

Abstract

Prevalensi penyakit asma di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di Indonesia tahun 2018 didapatkan prevalensi asma di Indonesia 2,4% dengan kejadian terbanyak pada perempuan sebesar 2,5%. Asma merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak ditemui dan secara klinis ditandai oleh adanya episode batuk rekuren, napas pendek, rasa sesak di dada dan mengi (wheezing). Gejala progresif yang ditimbulkan akibat asma adalah sesak nafas atau dyspnea. Salah satu terapi komplementer yang dapat diterapkan yaitu Deep Breathing Exercise (terapi nafas dalam). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan Deep Breathing Exercise terhadap perbaikan saturasi oksigen dan respiratory rate pada pasien dsypnea. Metode penelitian ini menggunakan metode literature review melalui basis pencarian data melalui search engine seperti PubMed dan Science Direct, dengan kata kunci yaitu : “Deep Breathing Exercise” AND “Asthma” AND “Dyspnea” OR “Oxygen Saturation” AND “Respiratory Rate” dengan rentang waktu tahun 2019 – 2023. Hasil pencarian didapatkan 7 artikel yang layak untuk dilakukan review sesuai dengan diagram alur PRISMA. Kriteria inklusi yang digunakan adalah pasien dewasa yang mengalami dyspnea karena asma dan artikel yang berbahasa inggris. Dari hasil review ketujuh artikel tersebut menyebutkan bahwa terapi tersebut secara efektif membantu pasien dyspnea terhadap perbaikan saturasi oksigen respiratory rate pada pasien dsypnea.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua “Toxic Parents” bagi Kesehatan Mental Anak Sanggar Bimbingan Kepong Kuala Lumpur Malaysia Kurniati, Nining; Rejeki, Sri; Nizar, Muhammad; Purwanti, Okti Sri; Fitria, Cemy Nur
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 2, Desember 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i2.23174

Abstract

Orang tua secara naluriah mengalami rasa cinta, perlindungan, dan perlindungan, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Namun, banyak orang tua yang menunjukkan kasih sayang mereka kepada anak-anak mereka dengan berbagai cara yang merugikan anak-anak mereka secara fisik, mental, dan emosional. Dalam hal pengasuhan yang Toxic Parents, itu tidak hanya merujuk pada orang tua yang bertindak buruk, seperti melecehkan anak-anak mereka secara fisik atau verbal. Orang tua yang bertindak dengan cara yang dapat membahayakan kesehatan mental anak mereka juga tunduk pada istilah "Orang Tua Beracun" dalam gaya pengasuhan mereka. Teknik pengasuhan orang tua memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan anak. Pengasuhan beracun dapat dihasilkan dari pendekatan pengasuhan yang tidak tepat. Perkembangan emosional anak-anak dapat dipengaruhi oleh pola asuh yang selektif dalam beberapa cara, termasuk pertumbuhan emosional, harga diri yang rendah dan rasa takut yang berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola asuh mempengaruhi kesehatan mental anak. Di Malaysia 2022–2023 di Sanggar Bimbingan Kepong, Jalan Prima, Kuala Lumpur. Metode korelasi, pendekatan kualitatif berdasarkan korelasi momen produk, digunakan dalam penelitian ini. Temuan ini mengecilkan hati, menunjukkan bahwa pola asuh beracun berdampak buruk pada kesehatan mental anak-anak di Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia. Terbukti dan dapat di simpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh beracun dengan pertumbuhan dan kesehatan mental anak di Kepong, Kuala Lumpur, Malaysia.
Hubungan Tipe Kepribadian Dengan Tingkat Depresi Pada Penyandang Diabetes Mellitus Dengan Komplikasi Hermawan, Graha Dwi; Purwanti, Okti Sri
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus suatu penyakit yang terjadi karena gangguan metabolisme tubuh pada fungsi insulin yang mengakibatkan peningkatan kadar glukosa darah dalam tubuh. Diabetes mellitus dapat menyebabkan komplikasi. Hal ini dapat menyebabkan munculnya gangguan psikologis salah satunya depresi. Depresi merupakan masalah gangguan psikologis yang sering terjadi pada peyandang diabetes mellitus. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi depresi salah satunya tipe kepribadian introvert dan esktrovert. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian dengan tingkat depresi pada penyandang diabetes mellitus dengan komplikasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah responden 58 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuisioner BDI-II untuk mengetahui tingkat depresi, jung’s type indicator untuk mengetahui tipe kepribadian. Analisa univariat menggunakan statistic deskriptif dan bivariat dengan spearmen’s rho. Hasil penelitian menunjukkan Penyandang diabetes mellitus mayoritas memiliki kepribadian introvert dan tingkat depresi minimal. Ada hubungan antara tipe kepribadian dengan tingkat depresi dengan nilai P-value 0.014 < 0,05 dengan korelasi cukup dan tidak searah. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan bisa memperluas tipe kepribadian dengan macam yang berbeda dan dapat faktor lain yang berhubungan dengan diabetes mellitus.
Hubungan Tingkat Spiritual Dengan Tingkat Depresi Pada Penyandang Diabates Mellitus Dengan Komplikasi Andrian, Muhammad; Purwanti, Okti Sri
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit jangka panjang yang tidak bisa disembuhkan. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi, dengan adanya komplikasi penyandang bisa mengalami gangguan psikologis, salah satu nya seperti depresi. Depresi merupakan masalah besar dalam gangguan psikologis bagi pasien DM tipe 2. Upaya untuk mengontrol depresi ialah dengan peningkatan spiritual. Spiritualitas seseorang dapat dijadikan koping yang adaptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat spiritual dengan tingkat depresi pada penyandang diabetes mellitus dengan komplikasi. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif, menggunakan metode pengambilan data secara cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 58 responden di poli penyakit dalam RSUD Dr. Moewardi menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner, DSES untuk mengukur tingkat spiritual dan BDI – II untuk mengukur tingkat depresi. Analisis data menggunakan spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukan penyandang diabetes dengan komplikasi mayoritas mengalami depresi minimal, dan tingkat spiritual tinggi, terdapat hubungan antara tingkat spiritual dengan tingkat depresi dengan nilai Sig.(2-tailed) 0,02 < 0,05. Dengan korelasi cukup dan tidak searah. Saran untuk peneliti selanjutnya bisa mengidentifikasi faktor lain yang mempengaruhi tingkat depresi ataupun mengembangkan penelitian kepada responden yang lebih banyak atau acak.
Co-Authors Adita, Maydica Agus Sudaryanto Alya Putri Maharani Anayanti, Ika Diyah Andrian Nur Pratama Andriawan, Alvito Reza Anggraini , Aprilia Anik Enikmawati Anindya, Vani Arif Pristianto Arif Putra Purnama Arifah, Ninis Wahyu Arina Maliya Aryanto, Nonik Nazlicha Astrid Indah Istiningrum Astrid Indah Istiningrum Astuti, Kharina Indira Aulia Asyifa Nanda Berlyna Mey Anggraini Bibi, Raihana Elnas Cahyono, Taufik Dwi Cemy Nur Fitria Chandra Wijaya Cristinawati, maya_cristinawati D,M, Aurani Faradila Daryani, D Dian Kurniasari Dinita, Fera Alfina Diniyah, Ulfa Munawaroh Ellyana Firdaus Endang Nur Widiyaningsih Erika Sitta Nurlaela Erni Herawati Erni Susanti Fadillah, Retno Faqihuddin, Faqihuddin Fathya Rahma Kamilatunnuha Fatimah, Okta Milenia Fazaumi Nuriya Sayekti Febiola, Sinta Herawati, Erni Hermawan, Graha Dwi Ihza Risqi Praditya Ika Candra Sayekti Ika Nur Fitriani Isnaini Herawati Iswanto, Sigit Khaira, Nadiatul Krisna Yetti Kurniasari, Dyan Kurniati, Nining Kusuma, Arifah Novita Kusuma, Aurrell Adna Kusuma, Rizki Rahma Lyna Galuh Anggar Jantik Marchellany, Cantika Margarita, Serli Muhammad Andrian, Muhammad Muhammad Da&#039;i Muhammad Hanif Faruq Muhammad Nizar Mujannidah, Afidatul Murfiah Dewi Wulandari Mutalazimah Mutalazimah Nadia, Hafizhatu Niken Auditya Rahmawati Niswatin, Tsani Khoirun Novita Sabila Nugroho, Septian Adi Nuraliffani, Intan Rizqy Nurlaela, Erika Sitta Oktaviona, Fina Pambudi, Krisnanto Agung Parahadi, Masreza Prastiwi, Yohana Ika Pratiwi, Endhika Agustin Prima Afifah Purbaningtyas, Sinta Ayu Puspitasari, Dyah Intan Putri, Bunga Cahaya Putri, Febriza Kharisma Qotrunnada, Hasna Fadhilah Rahmadhani, Dessy Noor Rahmawati, Annisa Risma Rianisa, Aulia Yora Rismawati, Wiji Safitri, Umi Haning Saputra, Aldhi Rangga Sembiring, Rinawati Septian Adi Nugroho Setia Asyanti Sholikhah, Mariska Nuri Sigit Iswanto Siti Arifah Siti Zulaekah Sonia, Ekky Puspita Sri Rejeki Sri Sat Titi Hamranani Sulaiman, Shoim Muhamad Muhamad Sulistyo, Endar Syarif Fathurozaq Wibowo Syarif Fathurozaq Wibowo Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Dwi Cahyono Toto Suharto Trifa, Heningdyah Sekar Tuti Herawati Ulfa Munawaroh Diniyah Utomo, Feri Cahyo Veranika, Liana Vinata, Dewi Vinda Yulia Dewi Virdian Cristiyaningsih Widhikarsa, maulidya ratu Pramita Widyaningrum, Salza Tri Widyaningsih, Nanik Wirasakti, Satria Sutrisna Wisnu Sri Hertinjung Yeni Rahmawati, Yeni Yoga Yuniadi