Claim Missing Document
Check
Articles

Intervensi Terapi Bobath pada Pasien Stroke Rehabilitasi Lanjut untuk Mengatasi Gangguan Mobilitas Fisik Safitri, Umi Haning; Purwanti, Okti Sri
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.14498

Abstract

ABSTRACT Problems that can occur in stroke patients are paralysis (hemiplegia) or weakness (hemiparesis) on one side of the body, to regain their capacity in daily activities, stroke patients need rehabilitation procedures to relearn normal motion patterns while improving posture control skills and selective movements, bobath therapy is needed. To see the picture of the results of Bobath therapy intervention in patients with stroke advanced rehabilitation in overcoming nursing problems of physical mobility disorders. Using a nursing care approach by applying evidence-based nursing practice to advanced rehabilitation stroke patients. Bobath administration to stroke patients who experience impaired physical mobility experienced an increase in muscle strength from muscle strength 3/5 to 4/5. Stroke patients can wait for the Bobath therapy method to help improve functional abilities in stroke patients to be able to move again. Keywords: Bobath Therapy, Stroke, Mobility  ABSTRAK Permasalahan yang dapat terjadi pada penderita stroke adalah kelumpuhan (hemiplegia) atau kelemahan (hemiparesis) pada salah satu sisi tubuh, untuk mendapatkan kembali kapasitas mereka dalam aktivitas sehari-hari, penderita stroke memerlukan prosedur rehabilitasi pembelajaran ulang pola gerak normal sekaligus meningkatkan keterampilan kontrol postur dan gerakan selektif maka diperlukan terapi bobath. Untuk melihat gambaran hasil pemberian intervensi terapi Bobath pada pasien penderita stroke rehabilitasi lanjut dalam mengatasi masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan mengaplikasikan evidence based practice nursing pada pasien stroke rehabilitasi lanjut. Pemberian Bobath pada pasien stroke yang mengalami gangguan mobilitas fisik mengalamai peningkatan kekuatan otot dari kekuatan otot 3/5 menjadi 4/5. Penderita stroke dapat menunggunakan metode terapi Bobath untuk membantu meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita stroke agar bisa beraktivitas kembali. Kata Kunci: Terapi Bobath, Stroke, Mobilitas
Penerapan Intervensi Relaksasi Benson untuk Menurunkan Nyeri pada Pasien Systemic Lupus Erythematosus (SLE) Widyaningrum, Salza Tri; Purwanti, Okti Sri; Utomo, Feri Cahyo
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 7 No 1 (2025): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v7i1.14458

Abstract

This study aims to analyze the application of benson relaxation techniques to reduce pain in Systemic Lupus Erythematosus (SLE) patients in Anggrek III room at Dr. Moewardi Hospital. The method used is a case study approach with interviews, document review and observation. The results showed that there was an effect of benson relaxation on reducing pain in Systemic Lupus Erythematosus (SLE) patients. The benson relaxation technique is implemented after analgesic administration with an implementation time of 30 minutes and is carried out every day for three consecutive days. In conclusion, patients become more relaxed and comfortable after benson relaxation is proven by a decrease in pain scale 8 to pain scale 2 with Numeric Rating Scale (NRS) measurement scale. Keywords: Benson Relaxation, Pain, Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
GAMBARAN GAYA HIDUP SEHAT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARTASURA Cristinawati, maya_cristinawati; Purwanti, Okti Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41957

Abstract

Penyakit kronis yang dikenal sebagai diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh kurangnya sintesis insulin oleh pankreas atau penggunaan insulin yang tidak efisien oleh tubuh. Karena pilihan gaya hidup yang merugikan seperti merokok, pola makan yang buruk, kurang aktivitas fisik, dan kelebihan berat badan, jumlah penderita diabetes melitus meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan gaya hidup sehat yang dijalani oleh penderita diabetes melitus di Puskesmas Kartasura. Purposive sampling digunakan untuk memilih 96 pasien diabetes melitus dari Puskesmas Kartasura untuk penelitian kuantitatif ini dengan desain deskriptif analitik. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Hasil penelitian didapatkan responden perempuan 78 orang (81,3%), berusia 55-64 tahun 41 orang (42,7%), memiliki pola makan kurang baik 58 orang (60,4%), melakukan aktivitas fisik berat 50 orang (52,1%), memiliki tingkat stres ringan 37 orang (38,5%), tidak memiliki perilaku merokok 90 orang (93,8%), kontrol gula darah patuh 68 orang (60,8%). Mayoritas responden perempuan, usia 55-64 tahun, memiliki pola makan kurang baik, beraktivitas fisik berat, tingkat stres ringan, tidak merokok, dan patuh dalam kontrol gula darah.
Pengaruh Strategi Problem Focused Coping Terhadap Distress Pada Penyandang Diabetes Melitus Nurlaela, Erika Sitta; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v13i1.10401

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu jenis penyakit menahun, yang angka kejadianya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penyandang diabetes mulai mengalami gangguan psikis diantaranya adalah distress terkait penyakitnya. Distress dapat dicegah dan dikurangi menggunakan strategi Problem Focused Coping atau upaya pemecahan masalah secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian strategi Problem Focused Coping pada penyandang distress DM di wilayah kerja puskesmas Ngoresan Jebres. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, metode penelitian quasy experiment dengan non equivalent control group desain. Penelitian dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Ngoresan Jebres pada bulan November 2018. Sampel penelitian sebanyak 30 responden dengan 15 kelompok eksperimen dan 15 kelompok kontrol, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Distress Diabetes Scale 17. Hasil penelitian menunjukan terdapat penurunan pada kelompok eksperimen 80% normal dan 20% distress sedang, sedangkan pada kelompok kontrol naik menjadi 73% distress sedang dan 27% distress berat. Kesimpulan menunjukan adanya pengaruh strategi Problem Focused Coping terhadap penurunan distress diabetes.
PENERAPAN INTERVENSI RANGE OF MOTION UNTUK MENGURANGI PARESTHESIA PADA GUILLAIN-BARRE SYNDROME: STUDI KASUS Widhikarsa, maulidya ratu Pramita; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42342

Abstract

Guillain-Barre syndrome adalah kondisi autoimun yang ditandai dengan kelemahan otot mendadak dan kelumpuhan, yang biasanya dimulai dengan gejala parestesia atau kebas. ROM adalah latihan gerak sendi yang bertujuan untuk meningkatkan aliran darah perifer dan mengurangi kekakuan pada otot dan sendi. Aliran darah yang stabil mendorong nutrisi masuk ke dalam sel, sehingga meningkatkan fungsi saraf dan mencegah neuropati. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan latihan Range Of Motion (ROM) pada pasien dengan perfusi perifer tidak efektif dengan keluhan utama parestesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penulisan publikasi ilmiah ini mengambil kasus pada pasien Ny J dengan Guillain-Barre syndrome. Hasil dengan diberikan latihan ROM selama 3 kali 24 jam didapatkan hasil perfusi perifer meningkat dengan keluhan parestesia menurun, kekuatan nadi perifer meningkat, dan kelemahan otot menurun. Simpulan latihan ROM ini sangat direkomendasikan untuk menjadi intervensi pendukung guna menunjang keberhasilan intervensi utama dalam mengatasi indikasi yang dirasakan oleh pasien dengan parestesia.
STRUCTURED INTERVENTIONS IN ICU : A COMPREHENSIVE REVIEW OF DAILY GOALS CHECKLIST AND BUNDLE PROTOCOLS IN IMPROVING CLINICAL OUTCOMES D,M, Aurani Faradila; Widyaningsih, Nanik; Oktaviona, Fina; Pambudi, Krisnanto Agung; Purwanti, Okti Sri; Sulistyo, Endar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43228

Abstract

Perawatan pasien di unit perawatan intensif (ICU) melibatkan manajemen yang sangat kompleks dengan berbagai prioritas yang harus dipantau secara terus-menerus. Salah satu strategi yang digunakan untuk memastikan kualitas perawatan adalah penggunaan ICU Daily Goals Checklist and Plan Of Care yang memungkinkan tim medis untuk menetapkan dan memantau tujuan perawatan harian bagi pasien. Tujuan dari penggunaan checklist ini adalah untuk meningkatkan kualitas perawatan, mengurangi komplikasi, dan mempercepat pemulihan pasien. Penelitian ini mencari artikel pada 6 database melalui Scopus, Ebsco, Pubmed, Science Direct, Jurnal Sagepub dan Google Schoolar dengan kata kunci “Intensive Care Unit” AND “daily goals checklist” AND “Intensive care unit daily check list” AND “improving ICU daily goals check list” AND “plan of care” AND “fast hug bid in ICU” yang diterbitkan pada tahun 2019-2024. Dalam penelitian ini, artikel diidentifikasi berdasarkan analisis PICO. Peneliti meggunakan PRISMA Flow-Chart 2020 untuk mencatat proses penyaringan artikel.  Penelitian ini mengidentifikasi artikel melalui PRISMA Flow-Chart 2020, memperoleh 10 artikel yang membahas tentang ICU Daily Goals Check List and Plan of Care. Berdasarkan temuan-temuan dari literatur yang dianalisis, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Fast Hug Bid sebagai bagian dari ICU Daily Goals Checklist memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas perawatan di unit perawatan intensif (ICU). Checklist ini membantu dalam pengelolaan beberapa aspek penting dalam perawatan ICU, termasuk pencegahan komplikasi dan pengurangan mortalitas, serta mempercepat pemulihan pasien.
Perilaku Merokok Dengan Aktivitas Fisik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta Alya Putri Maharani; Okti Sri Purwanti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1271

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit tidak menular dan berlangsung seumur hidup. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan dalam pengaturan gula darah karena fungsi insulin yang tidak cukup. Perilaku Merokok dan kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk kondisi penderita diabetes tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Dr. Moewardi Surakarta, proses pengambilan data dilakukan dari Januari 2025 hingga Februari 2025. Studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 125 pasien yang dipilih dengan quota sampling yang memenuhi kriteria, usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lama menderita DM. Data diperoleh melalui kuesioner, tentang merokok dan aktivitas fisik. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil dari uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik pada seorang pasien yang menderita diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Nilai r adalah 0,226 dan nilai signifikansi (p-value) adalah 0,011. Nilai p di bawah 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan. Meskipun korelasinya tergolong lemah. Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik yang dilakukan oleh pasien diabetes tipe 2 di rumah sakit tersebut.
Application of Shaker Exercise Therapy to Reduce Swallowing Disorders in Stroke Patients with the RAPIDS Scale Margarita, Serli; Okti Sri Purwanti
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v7i2.2532

Abstract

Stroke can cause swallowing disorders (dysphagia) which have an impact on the patient's quality of life. This study aims to analyze the effect of shaker workout therapy on swallowing ability in stroke patients with dysphagia. The RAPIDS scale (Royal Adelaide Prognostic Index for Dysphagia Stroke) was used to measure the level of swallowing difficulty before and after therapy. Four stroke patients who met the inclusion criteria underwent shaker exercise therapy for three consecutive days. The results showed an increase in RAPIDS scores in all respondents, which indicated improved swallowing ability. In patients who previously experienced moderate to severe dysphagia, this therapy was successful in reducing the level of difficulty swallowing and increasing tolerance to food. This study concluded that shaker exercise is effective in improving swallowing function in stroke patients with dysphagia, and can be used as rehabilitation therapy to reduce the risk of aspiration and speed up recovery.
Hubungan Antara Perilaku Merokok Dengan Kejadian Neuropati Perifer Diabetik Sholikhah, Mariska Nuri; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i1.345

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis ditandai kadar gula darah yang tinggi dan menyebabkan komplikasi serius seperti neuropati perifer diabetik. Perilaku merokok menyebabkan gangguan sirkulasi darah dan gangguan saraf sehingga menjadi faktor risiko yang dapat diubah. Penelitian bertujuan mengetahui perilaku merokok berhubungan dengan kejadian neuropati perifer diabetik. Penelitian ini menggunakan desain case control study dengan pendekatan analitik observasional. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 118 responden, dengan 51 responden sebagai sampel kasus dan 67 responden sebagai sampel kontrol. Teknik yang digunakan adalah total sampling, analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif serta uji Chi-square dan Spearman rank. Alat ukur yang digunakan mencakup kuesioner perilaku merokok dan pemeriksaan Diabetic Neuropathy Symptom Score (DNS).Sebagian besar responden (89%) mengalami neuropati perifer diabetik. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara perilaku merokok dan neuropati perifer diabetik (r = 0,532 yang tidak mencapai tingkat signifikansi, p = 0,390). Faktor seperti kontrol kadar gula darah dan durasi menderita diabetes memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap neuropati perifer diabetik. Dari 118 responden, hampir setengahnya (46.6%) memiliki riwayat merokok. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun merokok memiliki dampak buruk bagi kesehatan, faktor-faktor lain, seperti lama menderita diabetes dan kontrol kadar gula darah, lebih berpengaruh terhadap terjadinya neuropati perifer diabetik. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain dalam penanganan neuropati perifer diabetik.
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI PADA PASIEN APPENDIKTOMI DENGAN MASALAH GANGGUAN NYERI POST OPERASI Rahmadhani, Dessy Noor; Purwanti, Okti Sri; Anayanti, Ika Diyah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2745

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu atau umbai cacing, pada umumnya infeksi ini dapat menyebabkan peradangan akut maka dari itu membutuhkan tindakan bedah apendiktomi untuk mencegah komplikasi. Nyeri menyebabkan pelepasan hormon stres dan menghambat proses penyembuhan sehingga perlu dilakukan penanganan nyeri pada post appendiktomi secara farmakologis dan nonfarmakologis, salah satu terapi nonfarmakologis yang bisa digunakan untuk mengatasi nyeri ialah relaksasi genggam jari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efektifvitas penerapan relaksasi genggam jari dalam meredakan nyeri pada pasien post appendiktomi. Studi kasus ini menggunakan satu subjek dengan kriteria inklusi pasien post appendiktomi yang mengalami nyeri dan kriteria ekslusi pasien post appendiktomi yang mengalami komplikasi yang diberikan intervensi dari evidance based nursing teknik relaksasi genggam jari selama 15 menit masing-masing jari selama 3 menit yang diberikan pada pasien post appendictomy dengan nyeri ringan hingga sedang yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0-10. Hasil menunjukkan setelah dilakukan intervensi selama 3 hari diperoleh hasil keadaan pasien membaik dan nyeri berada di skala 3 dengan skala sebelumnya yaitu 5. Relaksasi genggam jari dilakukan selama 15 menit, satu per satu jari digenggam selama 3 menit serta dilakukan selama 3 hari berturut turut dan skala nyeri nya pasien berkurang pada hari ketiga.
Co-Authors Agus Sudaryanto Aldhi Rangga Saputra Alvito Reza Andriawan Alya Putri Maharani Anayanti, Ika Diyah Andrian Nur Pratama Anik Enikmawati Anindya, Vani Annisa Niken Larasati Annisa Risma Rahmawati Annissa Niken Larashati Aprilia Anggraini Arif Pristianto Arif Putra Purnama Arifah, Ninis Wahyu Arina Maliya Aryanto, Nonik Nazlicha Astrid Indah Istiningrum Astrid Indah Istiningrum Astuti, Kharina Indira Aulia Asyifa Nanda Berlyna Mey Anggraini Bibi, Raihana Elnas Cahyono, Taufik Dwi Cemy Nur Fitria Chandra Wijaya Cristinawati, maya_cristinawati D,M, Aurani Faradila Danar Wasis Pambudi Daryani, D Dian Kurniasari Diaz Aziz Pramudita Dinita, Fera Alfina Diniyah, Ulfa Munawaroh Ellyana Firdaus Endang Nur Widiyaningsih Erika Sitta Nurlaela Erni Herawati Erni Susanti Fadillah, Retno Fathya Rahma Kamilatunnuha Fatimah, Okta Milenia Fazaumi Nuriya Sayekti Herawati, Erni Hermawan, Graha Dwi Ihza Risqi Praditya Ika Candra Sayekti Ika Nur Fitriani Intan Rizqy Nuraliffani Isnaini Herawati Iswanto, Sigit Kamilatunnuha, Fathya Rahma Khaira, Nadiatul Krisna Yetti Kunoviana, Rizkiyah Diyan Kurniasari, Dyan Kurniati, Nining Kusuma, Arifah Novita Kusuma, Aurrell Adna Kusuma, Rizki Rahma Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah Liana Veranika Lyna Galuh Anggar Jantik Marchellany, Cantika Margarita, Serli Maydica Adita Muhammad Andrian, Muhammad Muhammad Da'i Muhammad Hananfajri Rasyid Muhammad Hanif Faruq Muhammad Nizar Mujannidah, Afidatul Murfiah Dewi Wulandari Mutalazimah Mutalazimah Nadia, Hafizhatu Niken Auditya Rahmawati Nimas Zuhrufana Niswatin, Tsani Khoirun Novita Sabila Nugroho, Septian Adi Nur ‘Azah Nurlaela, Erika Sitta Oktaviona, Fina Pambudi, Krisnanto Agung Parahadi, Masreza Prasetiyo, Aridian Regelio Prastiwi, Yohana Ika Pratiwi, Endhika Agustin Prima Afifah Purbaningtyas, Sinta Ayu Puspitasari, Dyah Intan Putri, Bunga Cahaya Putri, Febriza Kharisma Qotrunnada, Hasna Fadhilah Rahmadhani, Dessy Noor Raihana Elnas Bibi Rianisa, Aulia Yora Rismawati, Wiji Safitri, Umi Haning Sembiring, Rinawati Septian Adi Nugroho Setia Asyanti Sholikhah, Mariska Nuri Sigit Iswanto Sinta Febiola Siti Arifah Siti Zulaekah Sonia, Ekky Puspita Sri Rejeki Sri Sat Titi Hamranani Sulaiman, Shoim Muhamad Muhamad Sulistyo, Endar Syarif Fathurozaq Wibowo Syarif Fathurozaq Wibowo Syarif Fathurozaq Wibowo Tanjung Anita Sari Indah Kusmaningrum Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Dwi Cahyono Toto Suharto Trifa, Heningdyah Sekar Tuti Herawati Ulfa Munawaroh Diniyah Utomo, Feri Cahyo Vinata, Dewi Vinda Yulia Dewi Virdian Cristiyaningsih Widhikarsa, maulidya ratu Pramita Widyaningrum, Salza Tri Widyaningsih, Nanik Wirasakti, Satria Sutrisna Wisnu Sri Hertinjung Yeni Rahmawati Yoga Yuniadi