Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN GAYA HIDUP SEHAT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARTASURA Cristinawati, maya_cristinawati; Purwanti, Okti Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41957

Abstract

Penyakit kronis yang dikenal sebagai diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh kurangnya sintesis insulin oleh pankreas atau penggunaan insulin yang tidak efisien oleh tubuh. Karena pilihan gaya hidup yang merugikan seperti merokok, pola makan yang buruk, kurang aktivitas fisik, dan kelebihan berat badan, jumlah penderita diabetes melitus meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan gaya hidup sehat yang dijalani oleh penderita diabetes melitus di Puskesmas Kartasura. Purposive sampling digunakan untuk memilih 96 pasien diabetes melitus dari Puskesmas Kartasura untuk penelitian kuantitatif ini dengan desain deskriptif analitik. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Hasil penelitian didapatkan responden perempuan 78 orang (81,3%), berusia 55-64 tahun 41 orang (42,7%), memiliki pola makan kurang baik 58 orang (60,4%), melakukan aktivitas fisik berat 50 orang (52,1%), memiliki tingkat stres ringan 37 orang (38,5%), tidak memiliki perilaku merokok 90 orang (93,8%), kontrol gula darah patuh 68 orang (60,8%). Mayoritas responden perempuan, usia 55-64 tahun, memiliki pola makan kurang baik, beraktivitas fisik berat, tingkat stres ringan, tidak merokok, dan patuh dalam kontrol gula darah.
Pengaruh Strategi Problem Focused Coping Terhadap Distress Pada Penyandang Diabetes Melitus Nurlaela, Erika Sitta; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2020): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v13i1.10401

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu jenis penyakit menahun, yang angka kejadianya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Penyandang diabetes mulai mengalami gangguan psikis diantaranya adalah distress terkait penyakitnya. Distress dapat dicegah dan dikurangi menggunakan strategi Problem Focused Coping atau upaya pemecahan masalah secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian strategi Problem Focused Coping pada penyandang distress DM di wilayah kerja puskesmas Ngoresan Jebres. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, metode penelitian quasy experiment dengan non equivalent control group desain. Penelitian dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Ngoresan Jebres pada bulan November 2018. Sampel penelitian sebanyak 30 responden dengan 15 kelompok eksperimen dan 15 kelompok kontrol, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Distress Diabetes Scale 17. Hasil penelitian menunjukan terdapat penurunan pada kelompok eksperimen 80% normal dan 20% distress sedang, sedangkan pada kelompok kontrol naik menjadi 73% distress sedang dan 27% distress berat. Kesimpulan menunjukan adanya pengaruh strategi Problem Focused Coping terhadap penurunan distress diabetes.
PENERAPAN INTERVENSI RANGE OF MOTION UNTUK MENGURANGI PARESTHESIA PADA GUILLAIN-BARRE SYNDROME: STUDI KASUS Widhikarsa, maulidya ratu Pramita; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42342

Abstract

Guillain-Barre syndrome adalah kondisi autoimun yang ditandai dengan kelemahan otot mendadak dan kelumpuhan, yang biasanya dimulai dengan gejala parestesia atau kebas. ROM adalah latihan gerak sendi yang bertujuan untuk meningkatkan aliran darah perifer dan mengurangi kekakuan pada otot dan sendi. Aliran darah yang stabil mendorong nutrisi masuk ke dalam sel, sehingga meningkatkan fungsi saraf dan mencegah neuropati. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan latihan Range Of Motion (ROM) pada pasien dengan perfusi perifer tidak efektif dengan keluhan utama parestesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penulisan publikasi ilmiah ini mengambil kasus pada pasien Ny J dengan Guillain-Barre syndrome. Hasil dengan diberikan latihan ROM selama 3 kali 24 jam didapatkan hasil perfusi perifer meningkat dengan keluhan parestesia menurun, kekuatan nadi perifer meningkat, dan kelemahan otot menurun. Simpulan latihan ROM ini sangat direkomendasikan untuk menjadi intervensi pendukung guna menunjang keberhasilan intervensi utama dalam mengatasi indikasi yang dirasakan oleh pasien dengan parestesia.
STRUCTURED INTERVENTIONS IN ICU : A COMPREHENSIVE REVIEW OF DAILY GOALS CHECKLIST AND BUNDLE PROTOCOLS IN IMPROVING CLINICAL OUTCOMES D,M, Aurani Faradila; Widyaningsih, Nanik; Oktaviona, Fina; Pambudi, Krisnanto Agung; Purwanti, Okti Sri; Sulistyo, Endar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43228

Abstract

Perawatan pasien di unit perawatan intensif (ICU) melibatkan manajemen yang sangat kompleks dengan berbagai prioritas yang harus dipantau secara terus-menerus. Salah satu strategi yang digunakan untuk memastikan kualitas perawatan adalah penggunaan ICU Daily Goals Checklist and Plan Of Care yang memungkinkan tim medis untuk menetapkan dan memantau tujuan perawatan harian bagi pasien. Tujuan dari penggunaan checklist ini adalah untuk meningkatkan kualitas perawatan, mengurangi komplikasi, dan mempercepat pemulihan pasien. Penelitian ini mencari artikel pada 6 database melalui Scopus, Ebsco, Pubmed, Science Direct, Jurnal Sagepub dan Google Schoolar dengan kata kunci “Intensive Care Unit” AND “daily goals checklist” AND “Intensive care unit daily check list” AND “improving ICU daily goals check list” AND “plan of care” AND “fast hug bid in ICU” yang diterbitkan pada tahun 2019-2024. Dalam penelitian ini, artikel diidentifikasi berdasarkan analisis PICO. Peneliti meggunakan PRISMA Flow-Chart 2020 untuk mencatat proses penyaringan artikel.  Penelitian ini mengidentifikasi artikel melalui PRISMA Flow-Chart 2020, memperoleh 10 artikel yang membahas tentang ICU Daily Goals Check List and Plan of Care. Berdasarkan temuan-temuan dari literatur yang dianalisis, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Fast Hug Bid sebagai bagian dari ICU Daily Goals Checklist memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas perawatan di unit perawatan intensif (ICU). Checklist ini membantu dalam pengelolaan beberapa aspek penting dalam perawatan ICU, termasuk pencegahan komplikasi dan pengurangan mortalitas, serta mempercepat pemulihan pasien.
Perilaku Merokok Dengan Aktivitas Fisik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta Alya Putri Maharani; Okti Sri Purwanti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1271

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit tidak menular dan berlangsung seumur hidup. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan dalam pengaturan gula darah karena fungsi insulin yang tidak cukup. Perilaku Merokok dan kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk kondisi penderita diabetes tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Dr. Moewardi Surakarta, proses pengambilan data dilakukan dari Januari 2025 hingga Februari 2025. Studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 125 pasien yang dipilih dengan quota sampling yang memenuhi kriteria, usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lama menderita DM. Data diperoleh melalui kuesioner, tentang merokok dan aktivitas fisik. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil dari uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik pada seorang pasien yang menderita diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Nilai r adalah 0,226 dan nilai signifikansi (p-value) adalah 0,011. Nilai p di bawah 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan. Meskipun korelasinya tergolong lemah. Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik yang dilakukan oleh pasien diabetes tipe 2 di rumah sakit tersebut.
Application of Shaker Exercise Therapy to Reduce Swallowing Disorders in Stroke Patients with the RAPIDS Scale Margarita, Serli; Okti Sri Purwanti
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v7i2.2532

Abstract

Stroke can cause swallowing disorders (dysphagia) which have an impact on the patient's quality of life. This study aims to analyze the effect of shaker workout therapy on swallowing ability in stroke patients with dysphagia. The RAPIDS scale (Royal Adelaide Prognostic Index for Dysphagia Stroke) was used to measure the level of swallowing difficulty before and after therapy. Four stroke patients who met the inclusion criteria underwent shaker exercise therapy for three consecutive days. The results showed an increase in RAPIDS scores in all respondents, which indicated improved swallowing ability. In patients who previously experienced moderate to severe dysphagia, this therapy was successful in reducing the level of difficulty swallowing and increasing tolerance to food. This study concluded that shaker exercise is effective in improving swallowing function in stroke patients with dysphagia, and can be used as rehabilitation therapy to reduce the risk of aspiration and speed up recovery.
Hubungan Antara Perilaku Merokok Dengan Kejadian Neuropati Perifer Diabetik Sholikhah, Mariska Nuri; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i1.345

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis ditandai kadar gula darah yang tinggi dan menyebabkan komplikasi serius seperti neuropati perifer diabetik. Perilaku merokok menyebabkan gangguan sirkulasi darah dan gangguan saraf sehingga menjadi faktor risiko yang dapat diubah. Penelitian bertujuan mengetahui perilaku merokok berhubungan dengan kejadian neuropati perifer diabetik. Penelitian ini menggunakan desain case control study dengan pendekatan analitik observasional. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 118 responden, dengan 51 responden sebagai sampel kasus dan 67 responden sebagai sampel kontrol. Teknik yang digunakan adalah total sampling, analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif serta uji Chi-square dan Spearman rank. Alat ukur yang digunakan mencakup kuesioner perilaku merokok dan pemeriksaan Diabetic Neuropathy Symptom Score (DNS).Sebagian besar responden (89%) mengalami neuropati perifer diabetik. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara perilaku merokok dan neuropati perifer diabetik (r = 0,532 yang tidak mencapai tingkat signifikansi, p = 0,390). Faktor seperti kontrol kadar gula darah dan durasi menderita diabetes memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap neuropati perifer diabetik. Dari 118 responden, hampir setengahnya (46.6%) memiliki riwayat merokok. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun merokok memiliki dampak buruk bagi kesehatan, faktor-faktor lain, seperti lama menderita diabetes dan kontrol kadar gula darah, lebih berpengaruh terhadap terjadinya neuropati perifer diabetik. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain dalam penanganan neuropati perifer diabetik.
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI PADA PASIEN APPENDIKTOMI DENGAN MASALAH GANGGUAN NYERI POST OPERASI Rahmadhani, Dessy Noor; Purwanti, Okti Sri; Anayanti, Ika Diyah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2745

Abstract

Appendicitis is inflammation of the appendix or worm's tuft, in general this infection can cause acute inflammation and therefore requires appendectomy surgery to prevent complications. Pain causes the release of stress hormones and inhibits the healing process, so it is necessary to treat post-appendectomy pain pharmacologically and non-pharmacologically. One non-pharmacological therapy that can be used to treat pain is finger grip relaxation. The study aimed to determine the effectiveness of applying finger grip relaxation in relieving pain in post-appendectomy patients. This case study used one subject with inclusion criteria for post-appendectomy patients who experienced pain and exclusion criteria for post-appendectomy patients who experienced complications who were given interventions from evidence-based nursing, finger-hold relaxation techniques for 15 minutes, each finger for 3 minutes, which were given to post-appendectomy patients. appendectomy with mild to moderate pain as measured using the Numeric Rating Scale (NRS) 0-10. The result showed that after the intervention was carried out for 3 days, the patient's condition improved and the pain was on a scale of 3 compared to the previous scale of 5. Relaxation of holding the fingers was carried out for 15 minutes, one by one the fingers were held for 3 minutes and was carried out for 3 consecutive days and the scale The patient's pain decreased on the third day.
PENERAPAN VIRGIN COCONUT OIL UNTUK MENGURANGI PRURITUS PADA PASIEN HEMODIALISIS : Literature Review Dinita, Fera Alfina; Qotrunnada, Hasna Fadhilah; Purwanti, Okti Sri; Kurniasari, Dian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46971

Abstract

Pruritus merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami oleh pasien dengan penyakit gagal ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Penanganan pruritus umumnya dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Namun, penggunaan obat-obatan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang cukup serius. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif terapi yang lebih aman dan mudah diaplikasikan. Virgin coconut oil (VCO) sebagai emolien alami muncul sebagai salah satu pilihan terapi komplementer yang relatif aman dan mudah digunakan oleh pasien.Literature review ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas VCO dalam mengurangi pruritus pada pasien hemodialisis. Proses penelusuran literatur dilakukan melalui database Scopus, ResearchGate, dan Google Scholar dengan rentang pencarian lima tahun terakhir. Kata kunci yang digunakan meliputi “virgin coconut oil”, “pruritus”, dan “hemodialysis”. Dari hasil pencarian, terdapat sepuluh jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut.Hasil analisis menunjukkan bahwa VCO efektif dalam menurunkan tingkat pruritus pada pasien hemodialisis. Selain itu, VCO juga diketahui dapat memperbaiki kelembapan kulit dan mengurangi inflamasi lokal, yang umumnya menjadi faktor penyerta munculnya rasa gatal pada pasien. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas VCO dalam menurunkan skor pruritus lebih unggul dibandingkan dengan minyak zaitun, yang juga dikenal sebagai emolien alami.Berdasarkan hasil tinjauan literatur ini, dapat disimpulkan bahwa VCO merupakan pilihan terapi komplementer yang efektif dan aman untuk mengurangi pruritus pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Selain memberikan manfaat fisik, penggunaan VCO juga berpotensi meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.
Hubungan peripheral artery disease (PAD) dengan tingkat stres dan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus Arifah, Ninis Wahyu; Purwanti, Okti Sri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.720

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a global health problem. Diabetes mellitus is characterized by elevated blood sugar levels. Uncontrolled blood sugar levels can lead to various complications, one of which is Peripheral Artery Disease (PAD). PAD, characterized by symptoms of pain, tingling, and discomfort in the lower extremities, can cause psychological problems and stress and affect the quality of life of sufferers. Purpose: To determine the relationship between peripheral artery disease (PAD), stress levels, and quality of life in people with diabetes mellitus. Method: This cross-sectional, correlational analytic study was conducted from November 2024 to January 2025 at the Kartasura Community Health Center, Sukoharjo Regency. The study focused on the prolanis group of diabetes mellitus patients, with a population of 42 respondents using a total sampling technique. Data analysis used descriptive analysis for univariate analysis and the Spearman Rank test for bivariate analysis. Results: The correlation test between Peripheral Artery Disease (PAD) and stress levels showed a p-value of 0.307. This leads to the acceptance of hypothesis H0 and the rejection of Ha, indicating no relationship between PAD and stress levels. Meanwhile, the correlation test between Peripheral Artery Disease (PAD) and quality of life reached a p-value of 0.001, leading to the rejection of hypothesis H0 and the acceptance of Ha, indicating a relationship between PAD and quality of life.Conclusion: There is no relationship between the incidence of Peripheral Artery Disease (PAD) and stress levels, but there is a strong relationship between PAD and quality of life in people with diabetes mellitus. Suggestion: Community health centers, as primary healthcare facilities, must also expand coverage of chronic diseases and the prevention of their complications by providing health promotion and education, rather than solely focusing on the chronic disease itself. It is crucial for the community to consistently maintain good blood sugar management to prevent further complications and morbidity.  Keywords: Diabetes Mellitus; Quality of Life; Peripheral Artery Disease (PAD); Stress.    Pendahuluan: Salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian secara global adalah diabetes melitus. Diabetes melitus ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh. Peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah Peripheral Artery Disease (PAD). PAD yang memiliki gejala nyeri, mati rasa, dan rasa tidak nyaman pada ekstremitas bawah dapat mengakibatkan masalah gangguan psikologis stres dan dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peripheral artery disease (pad) dengan tingkat stres dan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional, dilakukan pada periode November 2024 - Januari 2025 di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo yang berfokus pada kelompok prolanis diabetes melitus dengan jumlah populasi 42 responden dengan teknik pengambilan total sampling. Analisis data dilakukan analisis deskriptif untuk analisis univariat dan menggunakan uji Spearman Rank untuk analisis bivariat. Hasil: Uji korelasi antara Peripheral Artery Disease (PAD) dengan p value tingkat stres sebesar 0.307. Hal tersebut memunculkan hipotesis H0 diterima dan Ha ditolak, yang artinya tidak ada hubungan antara PAD dengan tingkat stres. Sementara uji korelasi antara Peripheral Artery Disease (PAD) dengan kualitas hidup sebesar p value 0.001, di mana hal tersebut memunculkan hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya ada hubungan antara PAD dengan kualitas hidup. Simpulan: Tidak ada hubungan antara kejadian Peripheral Artery Disease (PAD) dengan tingkat stres, namun terdapat hubungan kuat antara PAD dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus. Saran: Puskesmas, sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer, juga harus memperluas cakupan penyakit kronis dan pencegahan komplikasinya dengan memberikan promosi dan edukasi kesehatan, alih-alih hanya berfokus pada penyakit kronis itu sendiri. Sangat penting bagi masyarakat untuk secara konsisten menjaga manajemen gula darah yang baik guna mencegah komplikasi dan morbiditas lebih lanjut.    Kata Kunci: Diabetes Melitus; Kualitas Hidup; Peripheral Artery Disease (PAD); Stres.
Co-Authors Agus Sudaryanto Aldhi Rangga Saputra Alvito Reza Andriawan Alya Putri Maharani Anayanti, Ika Diyah Andrian Nur Pratama Anik Enikmawati Anindya, Vani Annisa Niken Larasati Annisa Risma Rahmawati Annissa Niken Larashati Aprilia Anggraini Arif Pristianto Arif Putra Purnama Arifah, Ninis Wahyu Arina Maliya Aryanto, Nonik Nazlicha Astrid Indah Istiningrum Astrid Indah Istiningrum Astuti, Kharina Indira Aulia Asyifa Nanda Berlyna Mey Anggraini Bibi, Raihana Elnas Cahyono, Taufik Dwi Cemy Nur Fitria Chandra Wijaya Cristinawati, maya_cristinawati D,M, Aurani Faradila Danar Wasis Pambudi Daryani, D Dewi Vinata Dian Kurniasari Diaz Aziz Pramudita Dinita, Fera Alfina Diniyah, Ulfa Munawaroh Ellyana Firdaus Endang Nur Widiyaningsih Erika Sitta Nurlaela Erni Herawati Erni Susanti Fadillah, Retno Fathya Rahma Kamilatunnuha Fatimah, Okta Milenia Fazaumi Nuriya Sayekti Herawati, Erni Hermawan, Graha Dwi Ihza Risqi Praditya Ika Candra Sayekti Ika Nur Fitriani Intan Rizqy Nuraliffani Isnaini Herawati Iswanto, Sigit Kamilatunnuha, Fathya Rahma Khaira, Nadiatul Krisna Yetti Kunoviana, Rizkiyah Diyan Kurniasari, Dyan Kurniati, Nining Kusuma, Arifah Novita Kusuma, Aurrell Adna Kusuma, Rizki Rahma Liana Veranika Lyna Galuh Anggar Jantik Mahmudah, Amaliah Marchellany, Cantika Margarita, Serli Maydica Adita Muhammad Andrian, Muhammad Muhammad Da'i Muhammad Hananfajri Rasyid Muhammad Hanif Faruq Muhammad Nizar Mujannidah, Afidatul Murfiah Dewi Wulandari Mutalazimah Mutalazimah Nadia, Hafizhatu Niken Auditya Rahmawati Nimas Zuhrufana Niswatin, Tsani Khoirun Novita Sabila Nugroho, Septian Adi Nur ‘Azah Nurlaela, Erika Sitta Oktaviona, Fina Pambudi, Krisnanto Agung Parahadi, Masreza Prasetiyo, Aridian Regelio Prastiwi, Yohana Ika Pratiwi, Endhika Agustin Prima Afifah Purbaningtyas, Sinta Ayu Puspitasari, Dyah Intan Putri, Bunga Cahaya Putri, Febriza Kharisma Qotrunnada, Hasna Fadhilah Rahmadhani, Dessy Noor Raihana Elnas Bibi Rianisa, Aulia Yora Rismawati, Wiji Sembiring, Rinawati Septian Adi Nugroho Setia Asyanti Sholikhah, Mariska Nuri Sigit Iswanto Sinta Febiola Siti Arifah Siti Zulaekah Sonia, Ekky Puspita Sri Rejeki Sri Sat Titi Hamranani Sulaiman, Shoim Muhamad Muhamad Sulistyo, Endar Syarif Fathurozaq Wibowo Syarif Fathurozaq Wibowo Syarif Fathurozaq Wibowo Tanjung Anita Sari Indah Kusmaningrum Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Dwi Cahyono Toto Suharto Trifa, Heningdyah Sekar Tuti Herawati Ulfa Munawaroh Diniyah Umi Haning Safitri Utomo, Feri Cahyo Vinda Yulia Dewi Virdian Cristiyaningsih Widhikarsa, maulidya ratu Pramita Widyaningrum, Salza Tri Widyaningsih, Nanik Wirasakti, Satria Sutrisna Wisnu Sri Hertinjung Yeni Rahmawati Yoga Yuniadi