Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Penyusunan Struktur Organisasi Poskestren di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta Mutalazimah, Mutalazimah; Puspitasari, Dyah Intan; Zulaekah, Siti; Pristianto, Arif; Purwanti, Okti Sri; Asyanti, Setia; Da’i, Muhammad; Suharto, Toto; Faqihuddin, Faqihuddin; Anindya, Vani
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v8i2.3189

Abstract

Perubahan bentuk fasilitas pelayanan kesehatan di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Yogyakarta dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) sesuai Permenkes RI Nomor 1 Tahun 2013 pada September 2022 lalu membawa berbagai konsekuensi, diantaranya adalah perubahan struktur organisasi dan tata kelolanya. Dalam Permenkes Nomor 1 Tahun 2013 mengenai Pedoman Penyelenggaraan dan Pembinaan Poskestren, juga diatur mengenai bentuk dari struktur organisasi dan tata kelola (SOTK) Poskestren. Kegiatan PkM ini bertujuan melakukan pendampingan kepada pengelola Poskestren PPM MBS Yogyakarta dalam menyesuaikan dan merevitalisasi struktur organisasi yang bermula dari UKS menjadi struktur organisasi sesuai aturan Kemenkes RI. Kegiatan dilakukan melalui workshop berupa pemaparan materi mengenai peran manajemen bagi optimalisasi mutu pelayanan kesehatan di pesantren; SOTK Poskestren sebagai dasar pengembangan pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan; SOTK UKS PPM MBS Yogyakarta (existing condition) sebelum menjadi Poskestren; mekanisme penyusunan SOTK dan deskripsi tugas Poskestren PPM MBS Yogyakarta. Selanjutnya dari kegiatan workshop ditindaklanjuti dengan diskusi dan pendampingan identifikasi jabatan yang disesuaikan kebutuhan poskestren, penyusunan struktur organisasi, penyusunan kualifikasi pejabat pada setiap bagian jabatan, dan penyusunan deskripsi tugas pejabat pada setiap bagian jabatan pada struktur organisasi yang telah terbentuk. Dengan adanya penyesuaian struktur organisasi poskestren yang dilengkapi dengan kualifikasi dan deskripsi tugas pejabat ini, diharapkan pengelolaan Poskestren PPM MBS Yogyakarta semakin optimal, sehingga pelayanan kesehatan pada para santri menjadi semakin lebih baik.Kata Kunci : struktur organisasi, deskripsi tugas, poskestren
Efektifitas Terapi Finger Hold terhadap Kecemasan Pre Operasi Sectio Caesarea Aryanto, Nonik Nazlicha; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i1.2538

Abstract

Tindakan operasi seperti sectio caesarea merupakan salah satu bentuk intervensi medis terencana yang biasanya berlangsung lama, memerlukan pengendalian pernafasan, sehingga sangat beresiko terhadap keselamatan jiwa seseorang dan dapat menyebabkan pasien mengalami kecemasan. Salah satu cara untuk menangani kecemasan menjelang operasi dengan terapi finger hold. terapi finger hold dapat mengendalikan dan mengembalikan emosi yang akan membuat tubuh menjadi rileks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik terapi finger hold terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi sectio caesarea. Metode yang digunakan adalah case report dengan desain pre post test pada 5 pasien. Pasien dilakukan intervensi teknik relaksasi genggam jari di ruang tunggu pasien Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Pengumpulan data diperoleh dari lembar observasi HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Pada kelompok perlakuan sebelum dilakukan pemberian teknik terapi finger hold, sebagian besar dengan tingkat kecemasan ringan dan sedang dan setelah perlakuan sebagian besar pasien dengan tingkat kecemasan ringan data dianalisis menggunakan uji t test dan diinterpretasikan sehingga didapatkan hasil tersebut. Hasil uji membuktikan ada pengaruh signifikan pengaruh teknik terapi finger hold terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi Sectio Caesarea.
Pengaruh Pengaruh Familiar Auditori Sensory Training (FAST) terhadap Tingkat Kesadaran Pasien Stroke Sonia, Ekky Puspita; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i1.2539

Abstract

Latar Belakang : Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler yang banyak menimbulkan kecacatan dan kematian di dunia. Penyakit stroke dapat menyebabkan pasien mengalami kondisi penurunan kesadaran. Intervensi yang dapat diberikan pada pasien dengan penurunan kesadaran salah satunya adalah rangsangan sensorik pendengaran yang mampu meningkatkan kesadaran dan fungsi kognitif.   Tujuan : mengetahui pengaruh Familiar Audiotori Sensory Training (FAST) terhadap tingkat kesadaran pasien stroke Metode : Karya ilmiah ini menggunakan rancangan studi kasus (case study) dengan pemberian intervensi dari Evidance Based Nursing pada pasien stroke dengan penurunan kesadaran berupa Familiar Auditori Sensori Training (FAST), instrument yang digunakan menggunakan lembar observasi  Glasgow coma scale (GCS). Hasil Studi : Terjadi peningkatan kesadaran yang ditandai dengan naiknya skor GCS setelah 3 hari pemberian terapi FAST.  Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh familiar audiotori sensori training terhadap perubahan tingkat kesadaran yang ditandai dengan peningkatan skor GCS
Penguatan Guru SD dalam Psikoedukasi Pendidikan Seks pada Anak Wulandari, Murfiah Dewi; Sayekti, Ika Candra; Purwanti, Okti Sri; Kusuma, Rizki Rahma; Fadillah, Retno; Enikmawati, Anik; Hamranani, Sri Sat Titi; Parahadi, Masreza; Nadia, Hafizhatu
Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Vol. 3, No. 2, Oktober 2023
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56972/jikm.v3i2.126

Abstract

Banyak guru yang menganggap pendidikan seks itu tabu dan pengetahuan dalam memberikan pencegahan pelecehan seksual anak (PPSA) terkait materi, metode, dan media yang masih kurang. Untuk itu pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dalam memberikan PPSA. Mitra pengabdian ini 26 guru SD Muhammadiyah 16 Surakarta. Metode pengabdian yang dilakukan Analisa kebutuhan, sosialisasi PPSA, pelatihan materi, metode, dan media PPSA. Hasil pengabdian menunjukkan dengan sosialisasi PPSA 100% guru sudah tidak menganggap bahwa pendidikan seks itu tabu, 85% guru meningkat pengetahuan tentang materi, metode, dan media bagaimana mengenali, menolak, dan melaporkan jika terjadi pelecehan seksual. Pengabdian ini guru mendapatkan materi dan mempraktekkan dengan peerteaching mensimulasikan metode dalam memberikan PPSA dengan bermain peran menggunakan boneka tangan dan penggunaan media lainnya. Pengabdian ini sangat penting untuk membekali guru yang nantinya dapat diimplementasikan pada peserta didik sehingga meningkatkan keterampilan peserta didik dalam perlindungan diri dari pelecehan seksual.
Health belief model dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus Bibi, Raihana Elnas; Purwanti, Okti Sri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 6 (2024): Volume 18 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i6.338

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease characterized by blood sugar levels that exceed normal limits and if not treated quickly and appropriately can cause complications in the eyes, kidneys, nerves, and blood vessels. The prevalence and number of DM sufferers have increased rapidly over the past few years, making this disease one of the four priority non-communicable diseases (NCDs). One of the behavioral theories widely used in cases of DM sufferers is the Health Belief Model (HBM), this theory is able to analyze a person's perception of their illness and the reasons why someone wants or does not want to make changes to their behavior. Purpose: To determine the relationship between the health belief model and medication adherence in DM patients. Method: Descriptive correlational quantitative research with a cross-sectional approach. This research was conducted at the Baki Health Center in August 2023-February 2024. Sampling using simple random sampling of 87 respondents. The independent variable in this study is the health belief model (HBM), while the dependent variable is medication adherence. The instruments used were the Health Belief Model (HBM) questionnaire and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate analysis of the Spearman rank test. Results: Poor health belief model causes poor medication adherence 38 (73%). While a good health belief model can increase good medication adherence 20 (58.8%). The results of statistical tests show that this correlation is significant with a p value of 0.01, while the correlation coefficient between the two variables is 0.864. This indicates a strong relationship between the two variables. Conclusion: There is a relationship between the health belief model and medication adherence in DM patients. The higher the Health Belief Model, the higher the DM patient's compliance in taking medication.   Keywords: Adherences; Diabetes Mellitus (DM); Health Belief Model.   Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah melebihi batas normal dan apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menyebabkan komplikasi pada mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Prevalensi dan jumlah penderita DM meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir, hal ini menjadikan penyakit tersebut sebagai salah satu dari empat penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi prioritas. Salah satu teori perilaku yang banyak digunakan dalam kasus penderita DM adalah health belief model (HBM), teori ini mampu menganalisis persepsi seseorang terhadap penyakit dan alasan seseorang mau atau tidak melakukan perubahan terhadap perilakunya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan health belief model dengan kepatuhan minum obat pada pasien DM. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Baki pada bulan Agustus 2023-Februari 2024. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 87 responden. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah health belief model (HBM), sedangkan variabel terikat adalah kepatuhan minum obat. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Health Belief Model (HBM) dan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat uji rank spearman. Hasil: health belief model yang buruk menyebabkan kepatuhan minum obat yang buruk pula 38 (73%), sedangkan health belief model yang baik dapat meningkatkan kepatuhan minum obat yang baik pula 20 (58.8%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa korelasi yang signifikan (p-value 0.01) dan koefisien korelasi antara kedua variabel sebesar 0.864. Hal ini menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel. Simpulan: Terdapat hubungan antara health belief model dengan kepatuhan minum obat pada pasien DM. Semakin tinggi Health Belief Model, maka akan semakin tinggi kepatuhan penderita DM dalam mengonsumsi obat.   Kata Kunci: Diabetes Melitus (DM); Health Belief Model; Kepatuhan Minum Obat.
Hubungan neuropati diabetik dengan kualitas tidur pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Bendosari Sukoharjo Trifa, Heningdyah Sekar; Purwanti, Okti Sri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 5 (2024): Volume 18 Nomor 5
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i5.371

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder caused by the inability of the pancreas to use insulin effectively. Diabetes mellitus is known as a silent killer which sufferers often do not realize. Patients realize when complications have been discovered. Diabetic neuropathy is a complication or advanced disease that occurs most often and is faced by diabetes mellitus sufferers. Symptoms of neuropathy include burning sensations, vibrations and pain in oneself which is more at night and disrupts the sufferer's sleep patterns. Purpose: To determine the relationship between diabetic neuropathy and sleep quality in people with diabetes mellitus. Method: Quantitative research with correlational design on neuropathy in 63 DM patients at Bendosari Sukoharjo Health Center. The research instruments used were the Toronto Clinical Scoring System (TCSS) questionnaire consisting of 15 questions to measure the level of diabetic neuropathy and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire consisting of 19 questions to measure sleep quality. Data analysis used univariate and bivariate Spearman Rho statistical tests to determine the relationship between the two variables. Results: The majority of respondents were male, aged 51-60 years, worked as farmers, suffered for 1-5 years, had blood sugar levels ≥200 mg/dL, underwent treatment with antidiabetic drugs, did not experience neuropathy, and had good sleep quality. The Spearman Rho test showed a p-value of 0.00 (<α 0.05). This indicates a relationship between diabetic neuropathy and sleep quality in DM patients. Conclusion: There is a significant relationship between diabetic neuropathy and sleep quality in DM patients as indicated by the results of the correlation test p-value 0.000 (<0.05). Suggestion: DM patients with diabetic neuropathy should check their blood sugar levels regularly and control them periodically, undergo regular diabetic neuropathy therapy to control symptoms of diabetic neuropathy pain and optimize quality of life.   Keywords: Diabetes Mellitus; Diabetic Neuropathy; Sleep Quality.   Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme jangka panjang yang disebabkan oleh ketidakmampuan pankreas untuk memanfaatkan insulin dengan efektif. Penyakit ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya dan dikenal sebagai pembunuh diam-diam. Penderita baru menyadari kondisi mereka saat komplikasi sudah muncul. Salah satu komplikasi yang umum dan sering dialami oleh penderita DM adalah neuropati diabetik. Gejalanya meliputi sensasi terbakar, getaran, dan nyeri pada tubuh, terutama lebih terasa pada malam hari yang dapat mengganggu pola tidur penderita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara neuropati diabetik dengan kualitas tidur pada penderita DM. Metode: Penelitian kuantitatif desain korelasional neuropati terhadap 63 penderita diabetes melitus di Puskesmas Bendosari Sukoharjo. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Toronto Clinical Scoring System (TCSS) yang terdiri dari 15 pertanyaan untuk mengukur tingkat neuropati diabetik dan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang terdiri dari 19 pertanyaan untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data menggunakan univariat dan bivariate uji statistik Spearman Rho untuk menguji hubungan antara dua variabel. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki, berusia 51-60 tahun, bekerja sebagai petani, menderita DM selama 1-5 tahun, memiliki gula darah ≥200mg/dL, pengobatan dengan obat antidiabetes, dan tidak ada neuropati serta memiliki kualitas tidur baik. Uji Spearman Rho menunjukkan bahwa nilai p adalah 0.00 (<α 0.05). Hal ini mengindikasikan adanya hubungan antara neuropati diabetik dan kualitas tidur pada penderita DM. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara neuropati diabetik dengan kualitas tidur pada penderita DM, ditunjukkan dengan hasil uji korelasi p-value 0.000 (< 0.05). Saran: Penderita DM dengan neuropati diabetik agar melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara teratur dan mengontrolnya secara berkala, menjalani terapi neuropati diabetik secara rutin guna mengendalikan gejala nyeri neuropati diabetik dan mengoptimalkan kualitas hidup.   Kata Kunci: Diabetes Melitus; Kualitas Tidur; Neuropati Diabetik.
Tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan ulkus diabetikum pada pasien diabetes mellitus Putri, Bunga Cahaya; Purwanti, Okti Sri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 7 (2024): Volume 18 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i7.559

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by high blood glucose levels, caused by irregular insulin production, function, or response. However, there are shortcomings in the management of diabetes in underdeveloped countries, especially the complications that arise from this disease. Diabetic ulcers are the most common complication of diabetes. Increasing the understanding of individuals with diabetes can help prevent diabetic foot ulcers. Purpose: To determine the level of diabetes knowledge with efforts to prevent diabetic ulcers in patients with diabetes mellitus. Method: A descriptive quantitative correlational study with a cross-sectional design conducted at the Pajang Surakarta Health Center on 61 respondents diagnosed with diabetes mellitus. The instruments used were the Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) to assess diabetes knowledge consisting of 24 questions and a questionnaire on diabetic ulcer prevention efforts consisting of 17 questions. Data analysis used univariate and bivariate through the Spearman Rank correlation coefficient test. Results: The majority of respondents were female, aged between 56-65 years, had a high school education, worked as housewives, and had been diagnosed with diabetes mellitus for 1-5 years. Statistical analysis using the Spearman Rho test showed a significant relationship (p = 0.012) <0.05 between knowledge of diabetes and ulcer prevention efforts. Conclusion: There is a relationship between the level of diabetes knowledge and the level of efforts made to avoid diabetic ulcers in people with diabetes mellitus. Suggestion: People with diabetes mellitus are advised to manage their blood sugar levels, perform good foot care, and do foot exercises to avoid diabetic ulcers. Health care organizations have the ability to provide education through health education. Keywords: Diabetes Mellitus; Diabetic Ulcers; Knowledge.   Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah, diakibatkan oleh ketidakteraturan produksi, fungsi, atau respon insulin. Namun demikian, terdapat kekurangan dalam menangani diabetes di negara-negara terbelakang, terutama komplikasi yang timbul dari penyakit ini. Ulkus diabetikum adalah komplikasi yang paling sering terjadi pada diabetes. Meningkatkan pemahaman tentang individu dengan diabetes dapat membantu mencegah terjadinya ulkus kaki diabetik. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat pengetahuan diabetes dengan upaya pencegahan ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif korelasi dan desain cross sectional, dilakukan di Puskesmas Pajang Surakarta kepada 61 responden didiagnosis dengan diabetes melitus. Instrumen yang digunakan yaitu Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) untuk menilai pengetahuan diabetes terdiri dari 24 pertanyaan dan kuesioner upaya pencegahan ulkus diabetikum terdiri dari 17 pertanyaan. Analisis data yang digunakan univariat dan bivariat  melalui uji koefisien korelasi Rank Spearman. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, berusia antara 56-65 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT), dan telah didiagnosis diabetes melitus selama 1-5 tahun. Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rho, menunjukan adanya hubungan yang signifikan (p=0.012) < 0.05 antara pengetahuan tentang diabetes dan upaya pencegahan ulkus. Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan diabetes dan tingkat upaya yang dilakukan untuk menghindari ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus. Saran: Individu dengan diabetes melitus disarankan untuk mengelola kadar gula darah, mempraktikkan perawatan kaki yang baik, dan melakukan senam kaki untuk menghindari ulkus diabetes. Organisasi pelayanan kesehatan memiliki kemampuan untuk memberikan edukasi melalui pendidikan kesehatan.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Pengetahuan; Ulkus Diabetikum.
Lama Sakit Diabetes Berhubungan dengan Fungsi Kognitif pada Pasien Diabetes Mellitus Ika Nur Fitriani; Okti Sri Purwanti
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.878 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.5488

Abstract

This study aims to determine the relationship between the duration of diabetes and cognitive function in patients with diabetes mellitus. The research method used is quantitative research with a cross-sectional design. The results showed that two respondents had diabetes mellitus <1 year and average cognitive experience, while four experienced cognitive impairment. Then those with diabetes≥ 1 year who experienced usual mental were three respondents, while those who experienced cognitive impairment were 58. Based on the results of the Spearman rho correlation test, it was found that the p-value was 0.028 <0.05. In conclusion, there is a relationship between diabetes mellitus duration and cognitive function in diabetes mellitus patients, with a weak correlation. Keywords: Diabetes mellitus, Cognitive function, Length of diabetes
Kadar Glukosa Darah Berhubungan dengan Fungsi Kognitif pada Pasien Diabetes Mellitus Aulia Asyifa Nanda; Okti Sri Purwanti
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.52 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.5489

Abstract

This study aims to determine the relationship between blood glucose levels and cognitive function in patients with diabetes mellitus. The method used is a correlational analytic study using a cross-sectional approach. The results showed that respondents with high fasting blood sugar and normal cognitive were three, and those with high fasting blood sugar and cognitive impairment were 39. If the total was added up, 42 (62.68%) respondents had high fasting blood sugar. Based on the results of the chi-square test, the value of Sig. (2-tailed) 0.001 < (p-value 0.05). In conclusion, a relationship exists between blood glucose levels and cognitive function in diabetes mellitus patients. Keywords: Diabetes Mellitus, Cognitive Function, Blood Glucose Level
The Relationship Between Body Mass Index and Diabetic Neuropathy in Patients With Diabetes Mellitus at the Regional General Hospital dr.Soehadi Prijonegoro Sragen District Berlyna Mey Anggraini; Okti Sri Purwanti
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 1 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i1.19460

Abstract

Diabetic neuropathy is a prevalent consequence of diabetes mellitus, affecting around 50% of individuals with the condition. There exists a strong correlation between the onset of diabetic neuropathy and body mass index. There is a positive correlation between body mass index and the risk of neuropathy. The objective of this study is to investigate the correlation between body mass index and diabetic neuropathy among individuals diagnosed with diabetes mellitus within the context of dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Regional General Hospital. The present study employed quantitative methodologies with a cross-sectional design. The present investigation was carried out under the operational jurisdiction of the Regional General Hospital dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. The study's implementation commenced in September 2023 and concluded in February 2024. A total of 782 patients diagnosed with diabetes mellitus were included in the study population at dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Regional General Hospital. A purposive sampling strategy was used to choose a sample of 89 people with diabetes mellitus for this investigation. The study examined the relationship between the independent variable, Body Mass Index, and the dependent variable, diabetic neuropathy. The study employed a research instrument in the form of a questionnaire administered through direct interviews. Data collection was carried out using weight scales using Speeds brand digital weight scales and Stature Meter to measure height. Diabetic neuropathy measurement instrument using diabetes neuropathy symptom score (DNS). Data analysis using bivariate analysis with chi-square test, data processing with SPSS software version 20. The results showed that there was a significant relationship between body mass index and the incidence of diabetic neuropathy in patients with diabetes mellitus at dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Regional General Hospital (p-value=0.032).  Keyword: Body Mass Index, Diabetic Neuropathy, Diabetes Mellitus
Co-Authors Adita, Maydica Agus Sudaryanto Alya Putri Maharani Anayanti, Ika Diyah Andrian Nur Pratama Andriawan, Alvito Reza Anggraini , Aprilia Anik Enikmawati Anindya, Vani Arif Pristianto Arif Putra Purnama Arifah, Ninis Wahyu Arina Maliya Aryanto, Nonik Nazlicha Astrid Indah Istiningrum Astrid Indah Istiningrum Astuti, Kharina Indira Aulia Asyifa Nanda Berlyna Mey Anggraini Bibi, Raihana Elnas Cahyono, Taufik Dwi Cemy Nur Fitria Chandra Wijaya Cristinawati, maya_cristinawati D,M, Aurani Faradila Daryani, D Dian Kurniasari Dinita, Fera Alfina Diniyah, Ulfa Munawaroh Ellyana Firdaus Endang Nur Widiyaningsih Erika Sitta Nurlaela Erni Herawati Erni Susanti Fadillah, Retno Faqihuddin, Faqihuddin Fathya Rahma Kamilatunnuha Fatimah, Okta Milenia Fazaumi Nuriya Sayekti Febiola, Sinta Herawati, Erni Hermawan, Graha Dwi Ihza Risqi Praditya Ika Candra Sayekti Ika Nur Fitriani Isnaini Herawati Iswanto, Sigit Khaira, Nadiatul Krisna Yetti Kurniasari, Dyan Kurniati, Nining Kusuma, Arifah Novita Kusuma, Aurrell Adna Kusuma, Rizki Rahma Lyna Galuh Anggar Jantik Marchellany, Cantika Margarita, Serli Muhammad Andrian, Muhammad Muhammad Da&#039;i Muhammad Hanif Faruq Muhammad Nizar Mujannidah, Afidatul Murfiah Dewi Wulandari Mutalazimah Mutalazimah Nadia, Hafizhatu Niken Auditya Rahmawati Niswatin, Tsani Khoirun Novita Sabila Nugroho, Septian Adi Nuraliffani, Intan Rizqy Nurlaela, Erika Sitta Oktaviona, Fina Pambudi, Krisnanto Agung Parahadi, Masreza Prastiwi, Yohana Ika Pratiwi, Endhika Agustin Prima Afifah Purbaningtyas, Sinta Ayu Puspitasari, Dyah Intan Putri, Bunga Cahaya Putri, Febriza Kharisma Qotrunnada, Hasna Fadhilah Rahmadhani, Dessy Noor Rahmawati, Annisa Risma Rianisa, Aulia Yora Rismawati, Wiji Safitri, Umi Haning Saputra, Aldhi Rangga Sembiring, Rinawati Septian Adi Nugroho Setia Asyanti Sholikhah, Mariska Nuri Sigit Iswanto Siti Arifah Siti Zulaekah Sonia, Ekky Puspita Sri Rejeki Sri Sat Titi Hamranani Sulaiman, Shoim Muhamad Muhamad Sulistyo, Endar Syarif Fathurozaq Wibowo Syarif Fathurozaq Wibowo Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Dwi Cahyono Toto Suharto Trifa, Heningdyah Sekar Tuti Herawati Ulfa Munawaroh Diniyah Utomo, Feri Cahyo Veranika, Liana Vinata, Dewi Vinda Yulia Dewi Virdian Cristiyaningsih Widhikarsa, maulidya ratu Pramita Widyaningrum, Salza Tri Widyaningsih, Nanik Wirasakti, Satria Sutrisna Wisnu Sri Hertinjung Yeni Rahmawati, Yeni Yoga Yuniadi