Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Intervensi Squisy Dengan Kombinasi Rom Aktif Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Tangan Pada Pasien Stroke Aprilia Anggraini; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43282

Abstract

Stroke adalah kejadian suatu penyakit karena jaringan otak yang rusak dan disebabkan karena kurangnya atauterhentinya suplai dalam darah secara mendadak. Jenis stroke yang paling sering terjadi adalah stroke nonhemoragik atau yang biasa disebut stroke iskemik, prevalensi mencapai 88% dari semua jenis stroke. Gejalastroke adalah kelemahan otot pada lengan bagian kanan atau kiri bila tidak mendapatkan penanganan yangbaik akan menimbulkan kecacatan, sehingga untuk meminimalkan kecacatan tersebut dengan melakukanterapi genggam squisy berbentuk bola dan ROM aktif secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh terapi genggam squisy berbentuk bola dengan kombinasi ROM aktif terhadap peningkatan kekuatanotot pada pasien stroke di ruang rawat inap RSUD dr.Moewardi Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah casereport. Jumlah sampel satu responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024. Hasil analisamenunjukan bahwa ada perbedaan antara kekuatan otot sebelum dan sesudah terapi genggam squisyberbentuk bola dengan kombinasi ROM aktif selama 2 kali sehari sebanyak 3 hari berturut turut. Hasilpenelitian menunjukan ada pengaruh gengaman squisy berbentuk bola dengan kombinasi ROM aktif padapasien stroke non hemoragic dengan hemiprase ekstremitas atas terhadap skala kekuatan otot dan mobilitasfisik.
Studi Kasus: Efektivitas Relaksasi Autogenik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Alvito Reza Andriawan; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43997

Abstract

Nyeri pascaoperasi merupakan masalah umum yang dapat memengaruhi proses pemulihan pasien. Relaksasi autogenik merupakan teknik nonfarmakologis yang dapat membantu mengurangi intensitas nyeri pada pasien pascaoperasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas relaksasi autogenik dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien pascaoperasi. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan memberikan intervensi keperawatan berbasis bukti berupa relaksasi autogenik selama 5–10 menit kepada lima pasien pascaoperasi yang mengalami nyeri sedang, yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0-10. Hasil Studi berdasarkan penerapan relaksasi autogenik, ditemukan adanya penurunan intensitas nyeri pada semua pasien. Relaksasi autogenik telah terbukti efektif dalam membantu mengurangi intensitas nyeri pada pasien pascaoperasi. Teknik ini dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis pelengkap untuk mendukung manajemen nyeri dan pemulihan pasien.
The Relaksasi Pernapasan dengan Teknik Ballon Blowing pada Peningkatan Saturasi Oksigen Pasien dengan Edema Paru Raihana Elnas Bibi; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47619

Abstract

Pendahuluan: Edema paru akut merupakan suatu kondisi ketika terjadi akumulasi cairan di paru paru (ruang insterstitial dan alveoli). Cairan ini memenuhi alveolus di dalam paru-paru yang menyebabkan seseorang sulit untuk bernafas. Kondisi ini menyebabkan gejala seperti dyspnea, batuk dan penurunan saturasi oksigen. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan Ballon Blowing. Tujuan : Mengetahui efektivitas teknik ballon blowing dalam meningkatkan saturasi oksigen pasien edema paru. Metode: Karya tulis ilmiah ini merupakan studi kasus menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan pengaplikasian Evidance Based Nursing. Studi kasus ini digunakan untuk mengetahui pengaruh pemberian balloon blowing yang dilakukan selama 10 menit pada penderita edema paru. Teknik pernapasan meniup balon dilakukan dengan cara mengeluarkan udara secara perlahan dan dengan menggunakan bibir yang mengerucut kemudian ditiupkan udara kedalam balon. Saturasi oksigen diukur menggunakan oksimeter sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah pemberian balloon blowing menunjukkan bahwa saturasi oksigen meningkat signifikan dari 80% menjadi 96% dan frekuensi pernapasan membaik dari 28x/menit menjadi 20x/menit dan penurunan penggunaan otot bantu napas. Kesimpulan : Menarik napas melalui hidung dan dikeluarkan melalui mulut dengan menggunakan teknik ballon blowing dapat meningkatkan saturasi oksigen pada penderita edema paru, Kombinasi pernapasan diafragma dan ekspirasi terkontrol berperan dalam optimalisasi pertukaran gas, mengurangi beban kerja otot pernapasan, dan memperbaiki ventilasi alveoli. Kata Kunci: Balloon blowing, Edema paru, Saturasi oksigen, Tuberculosis
Pengaruh Teknik Relaksasi Nostril Breathing Terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Sinta Febiola; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49312

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan global yang meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular serta menurunkan kualitas hidup. Penerapan terapi nonfarmakologis, seperti teknik relaksasi nostril breathing (ANB), menjadi alternatif yang semakin diakui untuk membantu pengendalian tekanan darah. Tujuan : Studi ini bertujuan mereview efektivitas ANB dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi berdasarkan kajian literatur nasional dan internasional. Metode : Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis terhadap artikel penelitian yang membahas efek nostril breathing pada tekanan darah pasien hipertensi, baik dengan desain pre-eksperimental, quasi eksperimen, maupun randomized controlled trial (RCT). Hasil : Hasil review dari 10 literature menunjukkan nostril breathing secara konsisten menghasilkan penurunan tekanan darah sistolik 7–39 mmHg dan diastolik 4–15 mmHg pada berbagai tingkat hipertensi. Nostril breathing juga berkontribusi terhadap penurunan kecemasan dan memperbaiki kualitas hidup. Mekanisme utama melibatkan peningkatan tonus parasimpatis, stimulasi baroreseptor, dan pengurangan stres, sehingga menghasilkan efek antihipertensi yang konsisten. Kesimpulan : nostril breathing adalah intervensi pelengkap efektif, aman, dan mudah diadopsi pada pasien hipertensi, sehingga dapat menjadi intervensi dalam program pengelolaan hipertensi di pelayanan kesehatan dan komunitas.
Penerapan Intervensi Pemberian Minyak Zaitun Pada Pasien Pruritus di Ruang Hemodialisa: Evidence Based Practice Okti Sri Purwanti; Aldhi Rangga Saputra; Annisa Risma Rahmawati; Yeni Rahmawati; Intan Rizqy Nuraliffani; Erni Susanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50564

Abstract

Latar belakang : Pruritus merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dialami pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani terapi hemodialisis dan berdampak signifikan pada kualitas hidup, terutama kenyamanan tidur dan kondisi kulit. Penatalaksanaan pruritus dapat dilakukan secara farmakologis maupun non-farmakologis, salah satunya melalui penggunaan emolien alami seperti minyak zaitun. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian minyak zaitun topikal dalam menurunkan intensitas pruritus, memperbaiki kelembapan kulit, serta meningkatkan kenyamanan tidur pasien hemodialisis. Metode : Penelitian dilakukan pada 15 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan intervensi pemberian minyak zaitun dua kali sehari selama empat minggu. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen 5-D Itch Scale serta penilaian subjektif pasien terkait frekuensi menggaruk, kenyamanan tidur, dan kelembapan kulit. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor pruritus secara signifikan dari rata-rata 17,40 sebelum intervensi menjadi 8,73 setelah intervensi (p < 0,05). Selain itu, frekuensi menggaruk menurun dari rata-rata 5,00 menjadi 2,00, kenyamanan tidur meningkat dari 2,47 menjadi 3,73, dan kelembapan kulit meningkat dari 2,40 menjadi 4,40. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga dilanjutkan dengan uji paired sample t-test yang mengonfirmasi adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan : pemberian minyak zaitun efektif sebagai intervensi non-farmakologis yang aman, praktis, dan ekonomis untuk mengurangi pruritus serta meningkatkan kenyamanan pasien hemodialisis.
Hubungan Gaya Hidup dengan Risiko Sindroma Metabolik Annissa Niken Larashati; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51852

Abstract

Sindrom metabolik adalah kelompok gangguan dalam proses metabolisme tubuh, yang mencakup obesitas di area pusat tubuh, kadar gula darah yang tinggi, tekanan darah tinggi, serta ketidakseimbangan kadar lemak dalam darah. Kelompok gangguan ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan risiko mengalami sindrom metabolik pada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Puskesmas Kartasura. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 100 orang lansia yang tergabung dalam PROLANIS, dan 80 dari mereka dipilih menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner gaya hidup yang ter uji valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s alpha = 0,894, serta pemeriksaan fisik berdasarkan kriteria NCEP-ATP III, yaitu lingkar perut, tekanan darah, kadar HDL, trigliserida, dan kadar gula darah puasa. Hasil analisis dengan uji Chi- square menunjukkan 73,8% responden memiliki gaya hidup sehat, namun 56,3% di antaranya masih berisiko mengalami sindrom metabolik (p = 0,150). Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan risiko sindrom metabolik, karena berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kondisi biologis juga turut memengaruhi.
Evaluation of the Validity and Usability of the Mobile Application for Early Detection of Metabolic Syndrome: A Cross-Sectional Study Purwanti, Okti Sri; Diaz Aziz Pramudita; Agus Sudaryanto; Tanjung Anita Sari Indah Kusmaningrum; Syarif Fathurozaq Wibowo; Ulfa Munawaroh Diniyah; Muhammad Hananfajri Rasyid; Danar Wasis Pambudi; Annisa Niken Larasati; Nimas Zuhrufana
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 19 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v19i1.13103

Abstract

Metabolic syndrome is a cluster of risk factors for cardiovascular disease and type 2 diabetes mellitus in adults. The development of a health application-based instrument is important. This study aims to evaluate the Content Validity Index (CVI) and System Usability Scale (SUS). This study used a cross-sectional study design. Content validity was analyzed using the Content Validity Index (CVI) method involving five experts. Researchers evaluated the usability of the application using the System Usability Scale (SUS) and tested it on nine users. Researchers analyzed the data descriptively to obtain CVI and SUS scores. The test results showed that the I-CVI value was 1.00 and the S-CVI/Average was 1.00, indicating that all items in the application were highly relevant. The SUS score was 76.11, and the application was categorized as acceptable (good), indicating that the application was easy to use and well received by users. This mobile application has excellent content validity and good usability, making it suitable for use as an early detection instrument for metabolic syndrome. This application has the potential to support health promotion and prevention efforts to reduce non-communicable diseases in the community
Mindfulness Breathing terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Mahmudah, Amaliah; Purwanti, Okti Sri
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/a42avb23

Abstract

This study aimed to analyze the effectiveness of mindfulness breathing on lowering blood pressure in hypertensive patients. The study used a case study design, providing an evidence-based maintenance intervention in the form of mindfulness breathing relaxation techniques for 5–10 minutes to five hypertensive patients aged 40–65 years, measured using Mean Arterial Pressure (MAP). The results showed that overall, MAP values ​​after the intervention ranged from 88.7–106.7 mmHg, indicating improvements in arterial perfusion pressure in the majority of hypertensive patients. In conclusion, the application of mindfulness breathing relaxation techniques has been proven effective in lowering blood pressure, thus providing a useful non-pharmacological approach to help control blood pressure and support the recovery process.   Keywords: Hypertension, Mindfulness Breathing, Blood Pressure
Peningkatan Pengetahuan Penanganan Kadar Gula Darah Tinggi pada Penyandang Diabetes Melitus di Prolanis Okti Sri Purwanti; Astrid Indah Istiningrum; Syarif Fathurozaq Wibowo
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 6 No. 02 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v6i02.1572

Abstract

People who suffers Diabetes Melitus has high blood sugar levels which is commonly referred to as hyperglycemia. Symptoms that usually appear include frequent urination, thirst, hunger, fatigue, blurred vision, difficulty concentrating, weight loss, and wounds that are difficult to heal. However, a common sign and symptom that patients commonly experience is an increase in blood sugar levels. The purpose of this health education is to increase the knowledge of diabetes melitus patients in handling high blood sugar levels at Prolanis Public Health Center Ngrampal, Sragen Regency, Central Java Province. This health education is carried out directly at the Ngrampal Public Health Center, Sragen Regency. This health education was held on February 19, 2022 at 08.00 WIB to 10.00 WIB, which was attended by 25 participants from diabetes melitus patients. The result of this health education is an increase in the knowledge of diabetic patients regarding the management of high blood sugar levels. During the health education the participants were very enthusiastic so that there were several questions asked by the health education participants. Suggestions from this seminar are that Diabetes Melitus patients are expected to be able to manage and handle independently or with the help of health workers to increase high blood sugar levels (hyperglycemia
Intervensi Terapi Bobath pada Pasien Stroke Rehabilitasi Lanjut untuk Mengatasi Gangguan Mobilitas Fisik Umi Haning Safitri; Okti Sri Purwanti
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.14498

Abstract

ABSTRACT Problems that can occur in stroke patients are paralysis (hemiplegia) or weakness (hemiparesis) on one side of the body, to regain their capacity in daily activities, stroke patients need rehabilitation procedures to relearn normal motion patterns while improving posture control skills and selective movements, bobath therapy is needed. To see the picture of the results of Bobath therapy intervention in patients with stroke advanced rehabilitation in overcoming nursing problems of physical mobility disorders. Using a nursing care approach by applying evidence-based nursing practice to advanced rehabilitation stroke patients. Bobath administration to stroke patients who experience impaired physical mobility experienced an increase in muscle strength from muscle strength 3/5 to 4/5. Stroke patients can wait for the Bobath therapy method to help improve functional abilities in stroke patients to be able to move again. Keywords: Bobath Therapy, Stroke, Mobility  ABSTRAK Permasalahan yang dapat terjadi pada penderita stroke adalah kelumpuhan (hemiplegia) atau kelemahan (hemiparesis) pada salah satu sisi tubuh, untuk mendapatkan kembali kapasitas mereka dalam aktivitas sehari-hari, penderita stroke memerlukan prosedur rehabilitasi pembelajaran ulang pola gerak normal sekaligus meningkatkan keterampilan kontrol postur dan gerakan selektif maka diperlukan terapi bobath. Untuk melihat gambaran hasil pemberian intervensi terapi Bobath pada pasien penderita stroke rehabilitasi lanjut dalam mengatasi masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan mengaplikasikan evidence based practice nursing pada pasien stroke rehabilitasi lanjut. Pemberian Bobath pada pasien stroke yang mengalami gangguan mobilitas fisik mengalamai peningkatan kekuatan otot dari kekuatan otot 3/5 menjadi 4/5. Penderita stroke dapat menunggunakan metode terapi Bobath untuk membantu meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita stroke agar bisa beraktivitas kembali. Kata Kunci: Terapi Bobath, Stroke, Mobilitas
Co-Authors Agus Sudaryanto Aldhi Rangga Saputra Alvito Reza Andriawan Alya Putri Maharani Anayanti, Ika Diyah Andrian Nur Pratama Anik Enikmawati Anindya, Vani Annisa Niken Larasati Annisa Risma Rahmawati Annissa Niken Larashati Aprilia Anggraini Arif Pristianto Arif Putra Purnama Arifah, Ninis Wahyu Arina Maliya Aryanto, Nonik Nazlicha Astrid Indah Istiningrum Astrid Indah Istiningrum Astuti, Kharina Indira Aulia Asyifa Nanda Berlyna Mey Anggraini Bibi, Raihana Elnas Cahyono, Taufik Dwi Cemy Nur Fitria Chandra Wijaya Cristinawati, maya_cristinawati D,M, Aurani Faradila Danar Wasis Pambudi Daryani, D Dewi Vinata Dian Kurniasari Diaz Aziz Pramudita Dinita, Fera Alfina Diniyah, Ulfa Munawaroh Ellyana Firdaus Endang Nur Widiyaningsih Erika Sitta Nurlaela Erni Herawati Erni Susanti Fadillah, Retno Fathya Rahma Kamilatunnuha Fatimah, Okta Milenia Fazaumi Nuriya Sayekti Herawati, Erni Hermawan, Graha Dwi Ihza Risqi Praditya Ika Candra Sayekti Ika Nur Fitriani Intan Rizqy Nuraliffani Isnaini Herawati Iswanto, Sigit Kamilatunnuha, Fathya Rahma Khaira, Nadiatul Krisna Yetti Kunoviana, Rizkiyah Diyan Kurniasari, Dyan Kurniati, Nining Kusuma, Arifah Novita Kusuma, Aurrell Adna Kusuma, Rizki Rahma Liana Veranika Lyna Galuh Anggar Jantik Mahmudah, Amaliah Marchellany, Cantika Margarita, Serli Maydica Adita Muhammad Andrian, Muhammad Muhammad Da&#039;i Muhammad Hananfajri Rasyid Muhammad Hanif Faruq Muhammad Nizar Mujannidah, Afidatul Murfiah Dewi Wulandari Mutalazimah Mutalazimah Nadia, Hafizhatu Niken Auditya Rahmawati Nimas Zuhrufana Niswatin, Tsani Khoirun Novita Sabila Nugroho, Septian Adi Nur ‘Azah Nurlaela, Erika Sitta Oktaviona, Fina Pambudi, Krisnanto Agung Parahadi, Masreza Prasetiyo, Aridian Regelio Prastiwi, Yohana Ika Pratiwi, Endhika Agustin Prima Afifah Purbaningtyas, Sinta Ayu Puspitasari, Dyah Intan Putri, Bunga Cahaya Putri, Febriza Kharisma Qotrunnada, Hasna Fadhilah Rahmadhani, Dessy Noor Raihana Elnas Bibi Rianisa, Aulia Yora Rismawati, Wiji Sembiring, Rinawati Septian Adi Nugroho Setia Asyanti Sholikhah, Mariska Nuri Sigit Iswanto Sinta Febiola Siti Arifah Siti Zulaekah Sonia, Ekky Puspita Sri Rejeki Sri Sat Titi Hamranani Sulaiman, Shoim Muhamad Muhamad Sulistyo, Endar Syarif Fathurozaq Wibowo Syarif Fathurozaq Wibowo Syarif Fathurozaq Wibowo Tanjung Anita Sari Indah Kusmaningrum Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Dwi Cahyono Toto Suharto Trifa, Heningdyah Sekar Tuti Herawati Ulfa Munawaroh Diniyah Umi Haning Safitri Utomo, Feri Cahyo Vinda Yulia Dewi Virdian Cristiyaningsih Widhikarsa, maulidya ratu Pramita Widyaningrum, Salza Tri Widyaningsih, Nanik Wirasakti, Satria Sutrisna Wisnu Sri Hertinjung Yeni Rahmawati Yoga Yuniadi