Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER AISYIYAH TENTANG PENYAKIT KRONIS SERTA KESEHATAN MENTAL Purwanti, Okti Sri; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Hertinjung, Wisnu Sri; Herawati, Isnaini; Widiyaningsih, Endang Nur; Kamilatunnuha, Fathya Rahma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33795

Abstract

Abstrak: Gangguan mental sering kali menyertai penyakit kronis, meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas. Kader ‘Aisyiyah sebagai ujung tombak promosi kesehatan memiliki peran strategis, tetapi pemahaman mereka tentang kesehatan mental dan penyakit kronis masih perlu ditingkatkan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader ‘Aisyiyah dalam skrining dan manajemen kesehatan mental pada penyakit kronis melalui pelatihan intensif. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: persiapan (koordinasi dengan Puskesmas Kartasura dan penyusunan materi), pelaksanaan (edukasi, pelatihan DASS-21, teknik relaksasi, dan brain gym), serta evaluasi (pre-test dan post-test). Peserta terdiri dari 47 kader ‘Aisyiyah dengan variasi usia dan latar belakang pendidikan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 55,3% (kategori baik) pada pre-test menjadi 61,7% pada post-test. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan efektif meningkatkan pemahaman kader tentang kesehatan mental dan penyakit kronis. Untuk keberlanjutan, diperlukan pelatihan berkala serta pendampingan lebih intensif. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah memperbaiki manajemen waktu untuk meningkatkan efektivitas intervensi.Abstract: Mental health disorders often accompany chronic diseases, increasing the risk of morbidity and mortality. Aisyiyah cadres, as the spearheads of health promotion, play a strategic role, but their understanding of mental health and chronic diseases still needs to be improved. The objective of this community service is to improve the knowledge and skills of Aisyiyah cadres in mental health screening and management for chronic diseases through intensive training. The implementation method includes three stages: preparation (coordination with the Kartasura Community Health Center and preparation of materials), implementation (education, DASS-21 training, relaxation techniques, and brain gym), and evaluation (pre-test and post-test). Participants consisted of 47 Aisyiyah cadres with varying ages and educational backgrounds. The results showed an increase in knowledge from 55.3% (good category) in the pre-test to 61.7% in the post-test. The conclusion of this activity is that the training is effective in increasing cadres' understanding of mental health and chronic diseases. For sustainability, regular training and more intensive mentoring are needed. Suggestions for future research include improving time management to increase the intervention's effectiveness.
Penerapan Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) untuk Menurunkan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Liana Veranika; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42083

Abstract

Diabetes Mellitus tipe 2 ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh gaya hidup, kurangnya aktivitas fisik, makanan yang tidak sehat, dan obesitas. Penyakit ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi mikrovaskuler maupun makrovaskuler. Salah satu terapi yang dapat diberikan adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR) yang bertujuan untuk menurunkan kadar glukosa darah sewaktu. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan desain pre and post-test group design melibatkan 10 orang kelompok eksperimen dan 10 orang kelompok kontrol. Terapi PMR diberikan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15-30 menit. Kadar glukosa darah sewaktu diukur pre dan post setiap harinya pada kedua kelompok. Hasil penerapan terapi PMR didapatkan rata-rata kadar glukosa darah sewaktu setelah diberikan terapi pada kelompok intervensi mengalami penurunan pada setiap harinya secara berturut- turut 202,9 mg/dl, 172,2 mg/dl, dan 168,1 mg/dl. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pada kelompok intervensi yang diberikan terapi mengalami penurunan kadar glukosa darah sewaktu yang lebih signifikan dibandingkan pada kelompok kontrol.
Penerapan Intervensi Oral Motor Exercise Untuk Meningkatkan Kemampuan Menelan Pada Pasien Stroke Maydica Adita; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42495

Abstract

Stroke merupakan salah satu jenis penyakit yang ditandai dengan hilangnya fungsi sistem saraf fokal dan global, yang bermanifestasi sebagai kelumpuhan pada satu bagian tubuh dan gejala-gejala neurologis. Disfagia atau gangguan menelan salah satu dampaknya, maka dibuthkan intervensi untuk meningkatkan fungsi menelan. Tujuan studi kasus ini untuk menganalisis aktivitas terapi Oral Motor Exercise pada pasien stroke untuk mengembalikan fungsi menelan. Metode yang digunakan adalah rancangan studi kasus (Case Study) dengan pemberian intervensi Oral Motor Exercise, instrumen yang digunakan adalah format modifikasi Massey Bedside Swallowing Screen (MBSS) untuk mengetahui disfagia pasien dan untuk evaluasi hasil intervensi menggunakan instrumen Royal Adelaide Prognostic Index for Dysphagic Stroke (RAPIDS). Hasil studi kasus ini adalah setelah dilakukan intervensi Oral Motor Exercise selama 3 hari terjadi peningkatan fungsi menelan pasien. Kesimpulan hasil studi ini adanya efektivitas pemberian intervensi Oral Motor Exercise terhadap peningkatan fungsi menelan pasien stroke yang ditandai dengan peningkatan skor RAPIDS setelah dilakukan perawatan selama 3 hari.
Penerapan Intervensi Squisy Dengan Kombinasi Rom Aktif Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Tangan Pada Pasien Stroke Aprilia Anggraini; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43282

Abstract

Stroke adalah kejadian suatu penyakit karena jaringan otak yang rusak dan disebabkan karena kurangnya atauterhentinya suplai dalam darah secara mendadak. Jenis stroke yang paling sering terjadi adalah stroke nonhemoragik atau yang biasa disebut stroke iskemik, prevalensi mencapai 88% dari semua jenis stroke. Gejalastroke adalah kelemahan otot pada lengan bagian kanan atau kiri bila tidak mendapatkan penanganan yangbaik akan menimbulkan kecacatan, sehingga untuk meminimalkan kecacatan tersebut dengan melakukanterapi genggam squisy berbentuk bola dan ROM aktif secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh terapi genggam squisy berbentuk bola dengan kombinasi ROM aktif terhadap peningkatan kekuatanotot pada pasien stroke di ruang rawat inap RSUD dr.Moewardi Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah casereport. Jumlah sampel satu responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024. Hasil analisamenunjukan bahwa ada perbedaan antara kekuatan otot sebelum dan sesudah terapi genggam squisyberbentuk bola dengan kombinasi ROM aktif selama 2 kali sehari sebanyak 3 hari berturut turut. Hasilpenelitian menunjukan ada pengaruh gengaman squisy berbentuk bola dengan kombinasi ROM aktif padapasien stroke non hemoragic dengan hemiprase ekstremitas atas terhadap skala kekuatan otot dan mobilitasfisik.
Studi Kasus: Efektivitas Relaksasi Autogenik Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post Operasi Alvito Reza Andriawan; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43997

Abstract

Nyeri pascaoperasi merupakan masalah umum yang dapat memengaruhi proses pemulihan pasien. Relaksasi autogenik merupakan teknik nonfarmakologis yang dapat membantu mengurangi intensitas nyeri pada pasien pascaoperasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas relaksasi autogenik dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien pascaoperasi. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan memberikan intervensi keperawatan berbasis bukti berupa relaksasi autogenik selama 5–10 menit kepada lima pasien pascaoperasi yang mengalami nyeri sedang, yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0-10. Hasil Studi berdasarkan penerapan relaksasi autogenik, ditemukan adanya penurunan intensitas nyeri pada semua pasien. Relaksasi autogenik telah terbukti efektif dalam membantu mengurangi intensitas nyeri pada pasien pascaoperasi. Teknik ini dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis pelengkap untuk mendukung manajemen nyeri dan pemulihan pasien.
The Relaksasi Pernapasan dengan Teknik Ballon Blowing pada Peningkatan Saturasi Oksigen Pasien dengan Edema Paru Raihana Elnas Bibi; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47619

Abstract

Pendahuluan: Edema paru akut merupakan suatu kondisi ketika terjadi akumulasi cairan di paru paru (ruang insterstitial dan alveoli). Cairan ini memenuhi alveolus di dalam paru-paru yang menyebabkan seseorang sulit untuk bernafas. Kondisi ini menyebabkan gejala seperti dyspnea, batuk dan penurunan saturasi oksigen. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan Ballon Blowing. Tujuan : Mengetahui efektivitas teknik ballon blowing dalam meningkatkan saturasi oksigen pasien edema paru. Metode: Karya tulis ilmiah ini merupakan studi kasus menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan pengaplikasian Evidance Based Nursing. Studi kasus ini digunakan untuk mengetahui pengaruh pemberian balloon blowing yang dilakukan selama 10 menit pada penderita edema paru. Teknik pernapasan meniup balon dilakukan dengan cara mengeluarkan udara secara perlahan dan dengan menggunakan bibir yang mengerucut kemudian ditiupkan udara kedalam balon. Saturasi oksigen diukur menggunakan oksimeter sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah pemberian balloon blowing menunjukkan bahwa saturasi oksigen meningkat signifikan dari 80% menjadi 96% dan frekuensi pernapasan membaik dari 28x/menit menjadi 20x/menit dan penurunan penggunaan otot bantu napas. Kesimpulan : Menarik napas melalui hidung dan dikeluarkan melalui mulut dengan menggunakan teknik ballon blowing dapat meningkatkan saturasi oksigen pada penderita edema paru, Kombinasi pernapasan diafragma dan ekspirasi terkontrol berperan dalam optimalisasi pertukaran gas, mengurangi beban kerja otot pernapasan, dan memperbaiki ventilasi alveoli. Kata Kunci: Balloon blowing, Edema paru, Saturasi oksigen, Tuberculosis
Pengaruh Teknik Relaksasi Nostril Breathing Terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Sinta Febiola; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49312

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan global yang meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular serta menurunkan kualitas hidup. Penerapan terapi nonfarmakologis, seperti teknik relaksasi nostril breathing (ANB), menjadi alternatif yang semakin diakui untuk membantu pengendalian tekanan darah. Tujuan : Studi ini bertujuan mereview efektivitas ANB dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi berdasarkan kajian literatur nasional dan internasional. Metode : Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis terhadap artikel penelitian yang membahas efek nostril breathing pada tekanan darah pasien hipertensi, baik dengan desain pre-eksperimental, quasi eksperimen, maupun randomized controlled trial (RCT). Hasil : Hasil review dari 10 literature menunjukkan nostril breathing secara konsisten menghasilkan penurunan tekanan darah sistolik 7–39 mmHg dan diastolik 4–15 mmHg pada berbagai tingkat hipertensi. Nostril breathing juga berkontribusi terhadap penurunan kecemasan dan memperbaiki kualitas hidup. Mekanisme utama melibatkan peningkatan tonus parasimpatis, stimulasi baroreseptor, dan pengurangan stres, sehingga menghasilkan efek antihipertensi yang konsisten. Kesimpulan : nostril breathing adalah intervensi pelengkap efektif, aman, dan mudah diadopsi pada pasien hipertensi, sehingga dapat menjadi intervensi dalam program pengelolaan hipertensi di pelayanan kesehatan dan komunitas.
Penerapan Intervensi Pemberian Minyak Zaitun Pada Pasien Pruritus di Ruang Hemodialisa: Evidence Based Practice Okti Sri Purwanti; Aldhi Rangga Saputra; Annisa Risma Rahmawati; Yeni Rahmawati; Intan Rizqy Nuraliffani; Erni Susanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50564

Abstract

Latar belakang : Pruritus merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dialami pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani terapi hemodialisis dan berdampak signifikan pada kualitas hidup, terutama kenyamanan tidur dan kondisi kulit. Penatalaksanaan pruritus dapat dilakukan secara farmakologis maupun non-farmakologis, salah satunya melalui penggunaan emolien alami seperti minyak zaitun. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian minyak zaitun topikal dalam menurunkan intensitas pruritus, memperbaiki kelembapan kulit, serta meningkatkan kenyamanan tidur pasien hemodialisis. Metode : Penelitian dilakukan pada 15 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan intervensi pemberian minyak zaitun dua kali sehari selama empat minggu. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen 5-D Itch Scale serta penilaian subjektif pasien terkait frekuensi menggaruk, kenyamanan tidur, dan kelembapan kulit. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor pruritus secara signifikan dari rata-rata 17,40 sebelum intervensi menjadi 8,73 setelah intervensi (p < 0,05). Selain itu, frekuensi menggaruk menurun dari rata-rata 5,00 menjadi 2,00, kenyamanan tidur meningkat dari 2,47 menjadi 3,73, dan kelembapan kulit meningkat dari 2,40 menjadi 4,40. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga dilanjutkan dengan uji paired sample t-test yang mengonfirmasi adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan : pemberian minyak zaitun efektif sebagai intervensi non-farmakologis yang aman, praktis, dan ekonomis untuk mengurangi pruritus serta meningkatkan kenyamanan pasien hemodialisis.
Hubungan Gaya Hidup dengan Risiko Sindroma Metabolik Annissa Niken Larashati; Okti Sri Purwanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51852

Abstract

Sindrom metabolik adalah kelompok gangguan dalam proses metabolisme tubuh, yang mencakup obesitas di area pusat tubuh, kadar gula darah yang tinggi, tekanan darah tinggi, serta ketidakseimbangan kadar lemak dalam darah. Kelompok gangguan ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan risiko mengalami sindrom metabolik pada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di Puskesmas Kartasura. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 100 orang lansia yang tergabung dalam PROLANIS, dan 80 dari mereka dipilih menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui kuesioner gaya hidup yang ter uji valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s alpha = 0,894, serta pemeriksaan fisik berdasarkan kriteria NCEP-ATP III, yaitu lingkar perut, tekanan darah, kadar HDL, trigliserida, dan kadar gula darah puasa. Hasil analisis dengan uji Chi- square menunjukkan 73,8% responden memiliki gaya hidup sehat, namun 56,3% di antaranya masih berisiko mengalami sindrom metabolik (p = 0,150). Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan risiko sindrom metabolik, karena berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan kondisi biologis juga turut memengaruhi.
Evaluation of the Validity and Usability of the Mobile Application for Early Detection of Metabolic Syndrome: A Cross-Sectional Study Purwanti, Okti Sri; Diaz Aziz Pramudita; Agus Sudaryanto; Tanjung Anita Sari Indah Kusmaningrum; Syarif Fathurozaq Wibowo; Ulfa Munawaroh Diniyah; Muhammad Hananfajri Rasyid; Danar Wasis Pambudi; Annisa Niken Larasati; Nimas Zuhrufana
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 19 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v19i1.13103

Abstract

Metabolic syndrome is a cluster of risk factors for cardiovascular disease and type 2 diabetes mellitus in adults. The development of a health application-based instrument is important. This study aims to evaluate the Content Validity Index (CVI) and System Usability Scale (SUS). This study used a cross-sectional study design. Content validity was analyzed using the Content Validity Index (CVI) method involving five experts. Researchers evaluated the usability of the application using the System Usability Scale (SUS) and tested it on nine users. Researchers analyzed the data descriptively to obtain CVI and SUS scores. The test results showed that the I-CVI value was 1.00 and the S-CVI/Average was 1.00, indicating that all items in the application were highly relevant. The SUS score was 76.11, and the application was categorized as acceptable (good), indicating that the application was easy to use and well received by users. This mobile application has excellent content validity and good usability, making it suitable for use as an early detection instrument for metabolic syndrome. This application has the potential to support health promotion and prevention efforts to reduce non-communicable diseases in the community
Co-Authors Agus Sudaryanto Aldhi Rangga Saputra Alvito Reza Andriawan Alya Putri Maharani Anayanti, Ika Diyah Andrian Nur Pratama Anik Enikmawati Anindya, Vani Annisa Niken Larasati Annisa Risma Rahmawati Annissa Niken Larashati Aprilia Anggraini Arif Pristianto Arif Putra Purnama Arifah, Ninis Wahyu Arina Maliya Aryanto, Nonik Nazlicha Astrid Indah Istiningrum Astrid Indah Istiningrum Astuti, Kharina Indira Aulia Asyifa Nanda Berlyna Mey Anggraini Bibi, Raihana Elnas Cahyono, Taufik Dwi Cemy Nur Fitria Chandra Wijaya Cristinawati, maya_cristinawati D,M, Aurani Faradila Danar Wasis Pambudi Daryani, D Dian Kurniasari Diaz Aziz Pramudita Dinita, Fera Alfina Diniyah, Ulfa Munawaroh Ellyana Firdaus Endang Nur Widiyaningsih Erika Sitta Nurlaela Erni Herawati Erni Susanti Fadillah, Retno Fathya Rahma Kamilatunnuha Fatimah, Okta Milenia Fazaumi Nuriya Sayekti Herawati, Erni Hermawan, Graha Dwi Ihza Risqi Praditya Ika Candra Sayekti Ika Nur Fitriani Intan Rizqy Nuraliffani Isnaini Herawati Iswanto, Sigit Kamilatunnuha, Fathya Rahma Khaira, Nadiatul Krisna Yetti Kunoviana, Rizkiyah Diyan Kurniasari, Dyan Kurniati, Nining Kusuma, Arifah Novita Kusuma, Aurrell Adna Kusuma, Rizki Rahma Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah Liana Veranika Lyna Galuh Anggar Jantik Marchellany, Cantika Margarita, Serli Maydica Adita Muhammad Andrian, Muhammad Muhammad Da&#039;i Muhammad Hananfajri Rasyid Muhammad Hanif Faruq Muhammad Nizar Mujannidah, Afidatul Murfiah Dewi Wulandari Mutalazimah Mutalazimah Nadia, Hafizhatu Niken Auditya Rahmawati Nimas Zuhrufana Niswatin, Tsani Khoirun Novita Sabila Nugroho, Septian Adi Nur ‘Azah Nurlaela, Erika Sitta Oktaviona, Fina Pambudi, Krisnanto Agung Parahadi, Masreza Prasetiyo, Aridian Regelio Prastiwi, Yohana Ika Pratiwi, Endhika Agustin Prima Afifah Purbaningtyas, Sinta Ayu Puspitasari, Dyah Intan Putri, Bunga Cahaya Putri, Febriza Kharisma Qotrunnada, Hasna Fadhilah Rahmadhani, Dessy Noor Raihana Elnas Bibi Rianisa, Aulia Yora Rismawati, Wiji Safitri, Umi Haning Sembiring, Rinawati Septian Adi Nugroho Setia Asyanti Sholikhah, Mariska Nuri Sigit Iswanto Sinta Febiola Siti Arifah Siti Zulaekah Sonia, Ekky Puspita Sri Rejeki Sri Sat Titi Hamranani Sulaiman, Shoim Muhamad Muhamad Sulistyo, Endar Syarif Fathurozaq Wibowo Syarif Fathurozaq Wibowo Syarif Fathurozaq Wibowo Tanjung Anita Sari Indah Kusmaningrum Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Dwi Cahyono Toto Suharto Trifa, Heningdyah Sekar Tuti Herawati Ulfa Munawaroh Diniyah Utomo, Feri Cahyo Vinata, Dewi Vinda Yulia Dewi Virdian Cristiyaningsih Widhikarsa, maulidya ratu Pramita Widyaningrum, Salza Tri Widyaningsih, Nanik Wirasakti, Satria Sutrisna Wisnu Sri Hertinjung Yeni Rahmawati Yoga Yuniadi