Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku Merokok Dengan Aktivitas Fisik Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta Alya Putri Maharani; Okti Sri Purwanti
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1271

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit tidak menular dan berlangsung seumur hidup. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan dalam pengaturan gula darah karena fungsi insulin yang tidak cukup. Perilaku Merokok dan kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk kondisi penderita diabetes tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Dr. Moewardi Surakarta, proses pengambilan data dilakukan dari Januari 2025 hingga Februari 2025. Studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 125 pasien yang dipilih dengan quota sampling yang memenuhi kriteria, usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lama menderita DM. Data diperoleh melalui kuesioner, tentang merokok dan aktivitas fisik. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil dari uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik pada seorang pasien yang menderita diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta. Nilai r adalah 0,226 dan nilai signifikansi (p-value) adalah 0,011. Nilai p di bawah 0,05 menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan. Meskipun korelasinya tergolong lemah. Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dan aktivitas fisik yang dilakukan oleh pasien diabetes tipe 2 di rumah sakit tersebut.
Application of Shaker Exercise Therapy to Reduce Swallowing Disorders in Stroke Patients with the RAPIDS Scale Margarita, Serli; Okti Sri Purwanti
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v7i2.2532

Abstract

Stroke can cause swallowing disorders (dysphagia) which have an impact on the patient's quality of life. This study aims to analyze the effect of shaker workout therapy on swallowing ability in stroke patients with dysphagia. The RAPIDS scale (Royal Adelaide Prognostic Index for Dysphagia Stroke) was used to measure the level of swallowing difficulty before and after therapy. Four stroke patients who met the inclusion criteria underwent shaker exercise therapy for three consecutive days. The results showed an increase in RAPIDS scores in all respondents, which indicated improved swallowing ability. In patients who previously experienced moderate to severe dysphagia, this therapy was successful in reducing the level of difficulty swallowing and increasing tolerance to food. This study concluded that shaker exercise is effective in improving swallowing function in stroke patients with dysphagia, and can be used as rehabilitation therapy to reduce the risk of aspiration and speed up recovery.
Hubungan Antara Perilaku Merokok Dengan Kejadian Neuropati Perifer Diabetik Sholikhah, Mariska Nuri; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i1.345

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis ditandai kadar gula darah yang tinggi dan menyebabkan komplikasi serius seperti neuropati perifer diabetik. Perilaku merokok menyebabkan gangguan sirkulasi darah dan gangguan saraf sehingga menjadi faktor risiko yang dapat diubah. Penelitian bertujuan mengetahui perilaku merokok berhubungan dengan kejadian neuropati perifer diabetik. Penelitian ini menggunakan desain case control study dengan pendekatan analitik observasional. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 118 responden, dengan 51 responden sebagai sampel kasus dan 67 responden sebagai sampel kontrol. Teknik yang digunakan adalah total sampling, analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif serta uji Chi-square dan Spearman rank. Alat ukur yang digunakan mencakup kuesioner perilaku merokok dan pemeriksaan Diabetic Neuropathy Symptom Score (DNS).Sebagian besar responden (89%) mengalami neuropati perifer diabetik. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara perilaku merokok dan neuropati perifer diabetik (r = 0,532 yang tidak mencapai tingkat signifikansi, p = 0,390). Faktor seperti kontrol kadar gula darah dan durasi menderita diabetes memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap neuropati perifer diabetik. Dari 118 responden, hampir setengahnya (46.6%) memiliki riwayat merokok. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun merokok memiliki dampak buruk bagi kesehatan, faktor-faktor lain, seperti lama menderita diabetes dan kontrol kadar gula darah, lebih berpengaruh terhadap terjadinya neuropati perifer diabetik. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain dalam penanganan neuropati perifer diabetik.
The Relaksasi Pernapasan dengan Teknik Ballon Blowing pada Peningkatan Saturasi Oksigen Pasien dengan Edema Paru Bibi, Raihana Elnas; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47619

Abstract

Pendahuluan: Edema paru akut merupakan suatu kondisi ketika terjadi akumulasi cairan di paru paru (ruang insterstitial dan alveoli). Cairan ini memenuhi alveolus di dalam paru-paru yang menyebabkan seseorang sulit untuk bernafas. Kondisi ini menyebabkan gejala seperti dyspnea, batuk dan penurunan saturasi oksigen. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan Ballon Blowing. Tujuan : Mengetahui efektivitas teknik ballon blowing dalam meningkatkan saturasi oksigen pasien edema paru. Metode: Karya tulis ilmiah ini merupakan studi kasus menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan pengaplikasian Evidance Based Nursing. Studi kasus ini digunakan untuk mengetahui pengaruh pemberian balloon blowing yang dilakukan selama 10 menit pada penderita edema paru. Teknik pernapasan meniup balon dilakukan dengan cara mengeluarkan udara secara perlahan dan dengan menggunakan bibir yang mengerucut kemudian ditiupkan udara kedalam balon. Saturasi oksigen diukur menggunakan oksimeter sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah pemberian balloon blowing menunjukkan bahwa saturasi oksigen meningkat signifikan dari 80% menjadi 96% dan frekuensi pernapasan membaik dari 28x/menit menjadi 20x/menit dan penurunan penggunaan otot bantu napas. Kesimpulan : Menarik napas melalui hidung dan dikeluarkan melalui mulut dengan menggunakan teknik ballon blowing dapat meningkatkan saturasi oksigen pada penderita edema paru, Kombinasi pernapasan diafragma dan ekspirasi terkontrol berperan dalam optimalisasi pertukaran gas, mengurangi beban kerja otot pernapasan, dan memperbaiki ventilasi alveoli. Kata Kunci: Balloon blowing, Edema paru, Saturasi oksigen, Tuberculosis
PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI GENGGAM JARI PADA PASIEN APPENDIKTOMI DENGAN MASALAH GANGGUAN NYERI POST OPERASI Rahmadhani, Dessy Noor; Purwanti, Okti Sri; Anayanti, Ika Diyah
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2745

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu atau umbai cacing, pada umumnya infeksi ini dapat menyebabkan peradangan akut maka dari itu membutuhkan tindakan bedah apendiktomi untuk mencegah komplikasi. Nyeri menyebabkan pelepasan hormon stres dan menghambat proses penyembuhan sehingga perlu dilakukan penanganan nyeri pada post appendiktomi secara farmakologis dan nonfarmakologis, salah satu terapi nonfarmakologis yang bisa digunakan untuk mengatasi nyeri ialah relaksasi genggam jari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efektifvitas penerapan relaksasi genggam jari dalam meredakan nyeri pada pasien post appendiktomi. Studi kasus ini menggunakan satu subjek dengan kriteria inklusi pasien post appendiktomi yang mengalami nyeri dan kriteria ekslusi pasien post appendiktomi yang mengalami komplikasi yang diberikan intervensi dari evidance based nursing teknik relaksasi genggam jari selama 15 menit masing-masing jari selama 3 menit yang diberikan pada pasien post appendictomy dengan nyeri ringan hingga sedang yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0-10. Hasil menunjukkan setelah dilakukan intervensi selama 3 hari diperoleh hasil keadaan pasien membaik dan nyeri berada di skala 3 dengan skala sebelumnya yaitu 5. Relaksasi genggam jari dilakukan selama 15 menit, satu per satu jari digenggam selama 3 menit serta dilakukan selama 3 hari berturut turut dan skala nyeri nya pasien berkurang pada hari ketiga.
PENERAPAN VIRGIN COCONUT OIL UNTUK MENGURANGI PRURITUS PADA PASIEN HEMODIALISIS : Literature Review Dinita, Fera Alfina; Qotrunnada, Hasna Fadhilah; Purwanti, Okti Sri; Kurniasari, Dian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46971

Abstract

Pruritus merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami oleh pasien dengan penyakit gagal ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Penanganan pruritus umumnya dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Namun, penggunaan obat-obatan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang cukup serius. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif terapi yang lebih aman dan mudah diaplikasikan. Virgin coconut oil (VCO) sebagai emolien alami muncul sebagai salah satu pilihan terapi komplementer yang relatif aman dan mudah digunakan oleh pasien.Literature review ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas VCO dalam mengurangi pruritus pada pasien hemodialisis. Proses penelusuran literatur dilakukan melalui database Scopus, ResearchGate, dan Google Scholar dengan rentang pencarian lima tahun terakhir. Kata kunci yang digunakan meliputi “virgin coconut oil”, “pruritus”, dan “hemodialysis”. Dari hasil pencarian, terdapat sepuluh jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut.Hasil analisis menunjukkan bahwa VCO efektif dalam menurunkan tingkat pruritus pada pasien hemodialisis. Selain itu, VCO juga diketahui dapat memperbaiki kelembapan kulit dan mengurangi inflamasi lokal, yang umumnya menjadi faktor penyerta munculnya rasa gatal pada pasien. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas VCO dalam menurunkan skor pruritus lebih unggul dibandingkan dengan minyak zaitun, yang juga dikenal sebagai emolien alami.Berdasarkan hasil tinjauan literatur ini, dapat disimpulkan bahwa VCO merupakan pilihan terapi komplementer yang efektif dan aman untuk mengurangi pruritus pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Selain memberikan manfaat fisik, penggunaan VCO juga berpotensi meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.
Hubungan peripheral artery disease (PAD) dengan tingkat stres dan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus Arifah, Ninis Wahyu; Purwanti, Okti Sri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.720

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a global health problem. Diabetes mellitus is characterized by elevated blood sugar levels. Uncontrolled blood sugar levels can lead to various complications, one of which is Peripheral Artery Disease (PAD). PAD, characterized by symptoms of pain, tingling, and discomfort in the lower extremities, can cause psychological problems and stress and affect the quality of life of sufferers. Purpose: To determine the relationship between peripheral artery disease (PAD), stress levels, and quality of life in people with diabetes mellitus. Method: This cross-sectional, correlational analytic study was conducted from November 2024 to January 2025 at the Kartasura Community Health Center, Sukoharjo Regency. The study focused on the prolanis group of diabetes mellitus patients, with a population of 42 respondents using a total sampling technique. Data analysis used descriptive analysis for univariate analysis and the Spearman Rank test for bivariate analysis. Results: The correlation test between Peripheral Artery Disease (PAD) and stress levels showed a p-value of 0.307. This leads to the acceptance of hypothesis H0 and the rejection of Ha, indicating no relationship between PAD and stress levels. Meanwhile, the correlation test between Peripheral Artery Disease (PAD) and quality of life reached a p-value of 0.001, leading to the rejection of hypothesis H0 and the acceptance of Ha, indicating a relationship between PAD and quality of life.Conclusion: There is no relationship between the incidence of Peripheral Artery Disease (PAD) and stress levels, but there is a strong relationship between PAD and quality of life in people with diabetes mellitus. Suggestion: Community health centers, as primary healthcare facilities, must also expand coverage of chronic diseases and the prevention of their complications by providing health promotion and education, rather than solely focusing on the chronic disease itself. It is crucial for the community to consistently maintain good blood sugar management to prevent further complications and morbidity.  Keywords: Diabetes Mellitus; Quality of Life; Peripheral Artery Disease (PAD); Stress.    Pendahuluan: Salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian secara global adalah diabetes melitus. Diabetes melitus ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh. Peningkatan kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah Peripheral Artery Disease (PAD). PAD yang memiliki gejala nyeri, mati rasa, dan rasa tidak nyaman pada ekstremitas bawah dapat mengakibatkan masalah gangguan psikologis stres dan dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peripheral artery disease (pad) dengan tingkat stres dan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional, dilakukan pada periode November 2024 - Januari 2025 di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Kabupaten Sukoharjo yang berfokus pada kelompok prolanis diabetes melitus dengan jumlah populasi 42 responden dengan teknik pengambilan total sampling. Analisis data dilakukan analisis deskriptif untuk analisis univariat dan menggunakan uji Spearman Rank untuk analisis bivariat. Hasil: Uji korelasi antara Peripheral Artery Disease (PAD) dengan p value tingkat stres sebesar 0.307. Hal tersebut memunculkan hipotesis H0 diterima dan Ha ditolak, yang artinya tidak ada hubungan antara PAD dengan tingkat stres. Sementara uji korelasi antara Peripheral Artery Disease (PAD) dengan kualitas hidup sebesar p value 0.001, di mana hal tersebut memunculkan hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima, yang artinya ada hubungan antara PAD dengan kualitas hidup. Simpulan: Tidak ada hubungan antara kejadian Peripheral Artery Disease (PAD) dengan tingkat stres, namun terdapat hubungan kuat antara PAD dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus. Saran: Puskesmas, sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer, juga harus memperluas cakupan penyakit kronis dan pencegahan komplikasinya dengan memberikan promosi dan edukasi kesehatan, alih-alih hanya berfokus pada penyakit kronis itu sendiri. Sangat penting bagi masyarakat untuk secara konsisten menjaga manajemen gula darah yang baik guna mencegah komplikasi dan morbiditas lebih lanjut.    Kata Kunci: Diabetes Melitus; Kualitas Hidup; Peripheral Artery Disease (PAD); Stres.
The Relationship Between the Role of Nurses as Educators and the Level of Adherence to Taking Medication in Diabetes Mellitus Patients at RSUD Dr. Moewardi Surakarta Kusuma, Aurrell Adna; Purwanti, Okti Sri
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v11i4.1760

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease caused by impaired insulin production or utilization, leading to serious complications if not properly managed. Non-compliance with medication remains a major challenge, contributing to poor outcomes and increased mortality. Nurses play a pivotal role as educators in improving patient adherence. Objective: To examine the relationship between the role of nurses as educators and medication compliance among DM patients. Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted on 129 DM patients at the Endocrinology Polyclinic of Dr. Moewardi Regional Hospital, Surakarta, from November to December 2024. Data on nurses’ educational roles and patients’ medication compliance were collected using structured questionnaires, including the validated Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). The Spearman Rank test was used for analysis. Results: The analysis revealed a significant positive relationship between the role of nurses as educators and medication compliance (p = 0.001; Rho = 0.634). Although most respondents (97.7%) rated the nurses’ role as “good,” more than half (54.2%) still demonstrated moderate to poor compliance. Conclusion: Nurses’ educational role has a strong positive impact on medication compliance in DM patients. Strengthening and sustaining educational strategies are essential to improve adherence and health outcomes
Penerapan Intervensi Pemberian Minyak Zaitun Pada Pasien Pruritus di Ruang Hemodialisa: Evidence Based Practice Purwanti, Okti Sri; Saputra, Aldhi Rangga; Rahmawati, Annisa Risma; Rahmawati, Yeni; Nuraliffani, Intan Rizqy; Susanti, Erni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50564

Abstract

Latar belakang : Pruritus merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dialami pasien penyakit ginjal kronis (PGK) yang menjalani terapi hemodialisis dan berdampak signifikan pada kualitas hidup, terutama kenyamanan tidur dan kondisi kulit. Penatalaksanaan pruritus dapat dilakukan secara farmakologis maupun non-farmakologis, salah satunya melalui penggunaan emolien alami seperti minyak zaitun. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian minyak zaitun topikal dalam menurunkan intensitas pruritus, memperbaiki kelembapan kulit, serta meningkatkan kenyamanan tidur pasien hemodialisis. Metode : Penelitian dilakukan pada 15 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan intervensi pemberian minyak zaitun dua kali sehari selama empat minggu. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen 5-D Itch Scale serta penilaian subjektif pasien terkait frekuensi menggaruk, kenyamanan tidur, dan kelembapan kulit. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor pruritus secara signifikan dari rata-rata 17,40 sebelum intervensi menjadi 8,73 setelah intervensi (p < 0,05). Selain itu, frekuensi menggaruk menurun dari rata-rata 5,00 menjadi 2,00, kenyamanan tidur meningkat dari 2,47 menjadi 3,73, dan kelembapan kulit meningkat dari 2,40 menjadi 4,40. Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga dilanjutkan dengan uji paired sample t-test yang mengonfirmasi adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan : pemberian minyak zaitun efektif sebagai intervensi non-farmakologis yang aman, praktis, dan ekonomis untuk mengurangi pruritus serta meningkatkan kenyamanan pasien hemodialisis.
Terapi Relaksasi Benson terhadap Penurunan Nyeri Kepala pada Subjek Hipertensi Wijaya, Chandra; Purwanti, Okti Sri
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1084

Abstract

Hipertensi adalah kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan pada pembuluh darah sistolik dan diastolik. Hipertensi menghambat proses penyediaan oksigen dan nutrisi melalui darah, yang kemudian disalurkan ke jaringan tubuh yang membutuhkannya. Penanganan sakit kepala pada subjek hipertensi dapat dilakukan dengan teknik relaksasi Benson, yang terbukti dapat mengurangi rasa sakit dan menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik relaksasi Benson dalam mengurangi sakit kepala pada subjek hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan memberikan intervensi berbasis bukti keperawatan berupa teknik relaksasi Benson selama 5-10 menit kepada lima subjek hipertensi yang berusia 45-65 tahun dan mengalami sakit kepala ringan hingga sedang, yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0-10. Pengukuran intensitas sakit kepala dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, dengan evaluasi lanjutan dilakukan 30 menit setelah intervensi. Penerapan teknik relaksasi Benson terbukti efektif dalam mengurangi intensitas sakit kepala pada subjek hipertensi. Teknik relaksasi Benson dapat menjadi pendekatan non-farmakologis yang bermanfaat untuk membantu mengurangi sakit kepala pada subjek hipertensi dan mendukung proses pemulihan mereka.
Co-Authors Adita, Maydica Agus Sudaryanto Alya Putri Maharani Anayanti, Ika Diyah Andrian Nur Pratama Andriawan, Alvito Reza Anggraini , Aprilia Anik Enikmawati Anindya, Vani Arif Pristianto Arif Putra Purnama Arifah, Ninis Wahyu Arina Maliya Aryanto, Nonik Nazlicha Astrid Indah Istiningrum Astrid Indah Istiningrum Astuti, Kharina Indira Aulia Asyifa Nanda Berlyna Mey Anggraini Bibi, Raihana Elnas Cahyono, Taufik Dwi Cemy Nur Fitria Chandra Wijaya Cristinawati, maya_cristinawati D,M, Aurani Faradila Daryani, D Dian Kurniasari Dinita, Fera Alfina Diniyah, Ulfa Munawaroh Ellyana Firdaus Endang Nur Widiyaningsih Erika Sitta Nurlaela Erni Herawati Erni Susanti Fadillah, Retno Faqihuddin, Faqihuddin Fathya Rahma Kamilatunnuha Fatimah, Okta Milenia Fazaumi Nuriya Sayekti Febiola, Sinta Herawati, Erni Hermawan, Graha Dwi Ihza Risqi Praditya Ika Candra Sayekti Ika Nur Fitriani Isnaini Herawati Iswanto, Sigit Khaira, Nadiatul Krisna Yetti Kurniasari, Dyan Kurniati, Nining Kusuma, Arifah Novita Kusuma, Aurrell Adna Kusuma, Rizki Rahma Lyna Galuh Anggar Jantik Marchellany, Cantika Margarita, Serli Muhammad Andrian, Muhammad Muhammad Da&#039;i Muhammad Hanif Faruq Muhammad Nizar Mujannidah, Afidatul Murfiah Dewi Wulandari Mutalazimah Mutalazimah Nadia, Hafizhatu Niken Auditya Rahmawati Niswatin, Tsani Khoirun Novita Sabila Nugroho, Septian Adi Nuraliffani, Intan Rizqy Nurlaela, Erika Sitta Oktaviona, Fina Pambudi, Krisnanto Agung Parahadi, Masreza Prastiwi, Yohana Ika Pratiwi, Endhika Agustin Prima Afifah Purbaningtyas, Sinta Ayu Puspitasari, Dyah Intan Putri, Bunga Cahaya Putri, Febriza Kharisma Qotrunnada, Hasna Fadhilah Rahmadhani, Dessy Noor Rahmawati, Annisa Risma Rianisa, Aulia Yora Rismawati, Wiji Safitri, Umi Haning Saputra, Aldhi Rangga Sembiring, Rinawati Septian Adi Nugroho Setia Asyanti Sholikhah, Mariska Nuri Sigit Iswanto Siti Arifah Siti Zulaekah Sonia, Ekky Puspita Sri Rejeki Sri Sat Titi Hamranani Sulaiman, Shoim Muhamad Muhamad Sulistyo, Endar Syarif Fathurozaq Wibowo Syarif Fathurozaq Wibowo Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Taufik Dwi Cahyono Toto Suharto Trifa, Heningdyah Sekar Tuti Herawati Ulfa Munawaroh Diniyah Utomo, Feri Cahyo Veranika, Liana Vinata, Dewi Vinda Yulia Dewi Virdian Cristiyaningsih Widhikarsa, maulidya ratu Pramita Widyaningrum, Salza Tri Widyaningsih, Nanik Wirasakti, Satria Sutrisna Wisnu Sri Hertinjung Yeni Rahmawati, Yeni Yoga Yuniadi