Claim Missing Document
Check
Articles

USE OF COMPLEMENTARY THERAPY TO IMPROVE BREAST MILK PRODUCTION FOR PUBLIC MOTHERS AT PMB SUBIATI SRAGEN Rachmawati, Merlinda; Prastyoningsih, Aris; Ernawati, E
Journal of Advanced Nursing and Health Sciences Vol. 4 No. 2, Agustus 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mother's milk (ASI) is a safe and perfect source of nutrition and food for babies aged 0-6 months. It is hoped that adequate breastfeeding will have an impact on reducing infant morbidity and mortality rates. Based on a preliminary study of problems during breastfeeding such as swollen breasts, sore breasts and the use of formula milk which was carried out in October 2022 at PMB Subiati Srage, there were 22 postpartum mothers and 4 postpartum mothers. willing to be interviewed, the results were obtained, namely how to increase and facilitate breast milk, namely by consuming katuk leaf vegetables, spinach leaves, and drinking uyup-uyup herbal medicine. The aim of this research is to explore in depth the use of complementary therapies to smooth breast milk production for postpartum mothers at PMB Subiati Sragen. This type of research uses qualitative research with a phenomenological design. Data collection techniques were carried out using in-depth interviews. The results of this research are the use of vegetables, animal protein, herbs/herbal medicine in the process of facilitating breast milk production. The conclusion from the results of this study shows that complementary therapy is used by breastfeeding mothers as an option to increase breast milk production and facilitate breast milk production. study shows that complementary therapy is used by breastfeeding mothers as an option to increase breast milk production and facilitate breast milk production
Identifikasi Kandungan Boraks pada Ikan Asin di Pasar Wilayah Kabupaten Pasuruan Ramadhani, Jatmiko; Pamungkas, Pinctada Putri; Ernawati
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 2 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v2i1.4212

Abstract

Ikan asin merupakan proses pengawetan secara tradisional. Pengolahan ikan asin bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan. Proses pengawetan ini dilakukan agar ikan dapat bertahan lama. Meskipun telah dilakukan proses pengawetan, masih terdapat mikroorganisme pada ikan asin. Tak sedikit pembuat ikan asin yang menambahkan zat aditif berbahaya seperti boraks agar ikan asin lebih awet. Dikarenakan banyaknya pembuat ikan asin di wilayah Pasuruan, maka penulis tertarik untuk mengetahui ada atau tidaknya ikan asin mengandung boraks di wilayah pasuruan. Beberapa metode pengujian yang digunakan antara lain, uji boraks, dan uji kadar air. Hasil data dianalisis secara deskriptif dan diolah secara manual dengan memasukkan data ke dalam tabel deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari lima pasar yang telah dilakukan penelitian, semua sampel ikan asin negatif mengandung boraks. Ikan asin memiliki kandungan air yang beragam. Dengan kadar air rata-rata tertinggi sebesar 10,60% berasal dari pasar Purwosari dan kadar air rata-rata terendah sebesar 6,33% berasal dari pasar Nguling.
Pengaruh Lama Pengeringan terhadap Karakteristik dan Organoleptik Mie Ikan Lele (Clarias gariepinus) Izzuddin, Muhammad; Ernawati; Roisatul Ainiyah
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v2i2.4214

Abstract

Mie merupakan produk makanan yang sangat populer dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia maupun diluar negeri. Konsumsi mie di Indonesia tercatat sebagai yang terbesar kedua di dunia setelah negara Tiongkok/China. Jenis ikan yang sering digunakan sebagai bahan baku adalah ikan lele, Ikan lele (Clarias sp) merupakan ikan jenis konsumsi yang memiliki prospek cukup baik untuk dikembangkan, karena mudah untuk dibudidayakan dan tidak membutuhkan waktu yang lama, serta tahan dengan kondisi perairan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pengeringan terhadap karakteristik dan organoleptik mie ikan lele kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak Lengkap (RAL) dengan 5 faktor perlakuan yaitu P1: 1 jam, P2: 1,5 jam, P3: 2 jam, P4: 2,5 jam, P5: 3 jam. Hasil produk mie ikan lele diuji dengan analisa kadar air, kadar abu dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Seluruh data dianalisa menggunakan ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Friedman. Hasil penelitan kesukaan panelis terhadap indikator warna, rasa, aroma, dan tekstur berbeda – beda. Nilai paling tinggi berturut-turut untuk warna pada P2 yaitu 3,55 (suka), rasa P5 yaitu 4,05 (suka);, aroma P5 yaitu 3,9 (suka) ; dan tekstur berada pada P4 yaitu nilai 4 (suka). Pada uji kadar air diperoleh nilai paling rendah adalah P5 yaitu 5,40% dan kadar abu tertinggi P5 yaitu 2,73%. Produk mie kering masih memenuhi standar mutu SNI 01-2974-1992
Analisis Mutu Ikan Lele (clarias sp.) Asap Berdasarkan Parameter ALT (Angka Lempeng Total) Di Home Industri Dusun Genitri Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan Hermawan, Andre; Illiyatus , Illiyatus; Ernawati
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 3 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v3i1.5437

Abstract

Ikan lele (Clarias sp.) merupakan komoditas perikanan air tawar yang rentan terhadap kerusakan. Untuk memperpanjang masa simpan, metode pengasapan sering digunakan. Penelitian ini menganalisis mutu ikan lele asap berdasarkan parameter Angka Lempeng Total (ALT) di home industri Dusun Genitri, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, serta mengevaluasi pengaruh suhu penyimpanan terhadap nilai ALT. Sampel ikan lele asap disimpan pada suhu ruang dan suhu kulkas selama tiga hari. Hasil analisis mikrobiologi menunjukkan nilai ALT pada penyimpanan suhu ruang selama 1, 2, dan 3 hari berturut-turut sebesar 150370 koloni/g, 338000 koloni/g, dan 301500 koloni/g, yang semuanya melebihi standar SNI 01-2720-2019 sebesar 5,0 x 10⁴ koloni/g. Pada suhu kulkas, nilai ALT adalah 470 koloni/g pada hari pertama dan 400 koloni/g pada hari ketiga, yang memenuhi standar, namun pada hari kedua mencapai 129670 koloni/g, melebihi standar SNI.Kesimpulannya, penyimpanan pada suhu kulkas lebih efektif dalam menjaga mutu ikan lele asap dibandingkan suhu ruang, namun penyimpanan lebih dari satu hari tetap memerlukan pemantauan ketat terhadap kondisi higiene dan sanitasi. Rekomendasi perbaikan proses produksi dan penyimpanan disarankan untuk meningkatkan mutu dan keamanan produk ikan lele asap di home industri Dusun Genitri
Manajemen Pakan pada Pembesaran Udang Vannamei di Tambak Intensif PT. Terang Bulan Desa Pasongsongan Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur Sawiya; Ernawati; Asyim, Raden Bagus; Sandra, Lovi; Junianingsih, Ika
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 3 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v3i2.5848

Abstract

Udang vannamei (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas ekspor unggulan Indonesia yang telah banyak dibudidayakan, karena beberapa keunggulan antara lain responsif terhadap pakan, tingkat kelangsungan hidup tinggi, padat tebar tinggi, waktu pemeliharaan relatif singkat, pertumbuhan lebih cepat, dan lebih tahan terhadap serangan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pakan pada budidaya udang vannamei dan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi pada manajemen pemberian pakan udang vannamei di PT. Terang Bulan. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di PT. Terang Bulan Sumenep Jawa Timur pada tanggal 9 Januari 2023 sampai dengan 9 Februari 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pengumpulan data dari sumber primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, partisipasi aktif, dan telaah pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pakan pada budidaya udang vannamei di PT. Terang Bulan meliputi: pemilihan pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi udang, penyimpanan pakan yang efektif, pemberian pakan dengan program pada bulan pertama (blind feeding) dan program berbasis anco control, serta pengambilan sampel untuk menganalisis hasil pemberian pakan. Analisis hasil pakan menunjukkan SR mencapai 70% dengan FCR sebesar 1,2. Dengan tingkat FCR tersebut maka produksi udang dapat dinyatakan baik
Pendampingan Penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Pada UMKM Pengolahan Abon Lele Ernawati, Ernawati; Ainiyah, Roisatul; Palupi, Hapsari Titi; Syarwani, Muhammad; Hasyim, Mochamad; Huda, Miftahul; Ahwan, Zainul; Hakim, Lukman; Sulhan, Muhammad; Swasono, Muh Aniar Hari
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i2.3630

Abstract

Suole MSME is a catfish floss producer committed to enhancing product quality through the implementation of the Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) system.  Implementation is carried out by development and verification of the production process flow diagram, hazard identification, determination of Critical Control Points (CCPs), and establishment of critical limits. This community service activity aimed to provide knowledge and assistance in HACCP implementation to enhance food safety, product quality, and competitiveness. The activity was conducted from October to December 2024 at UMKM Suole, and included interviews, field observations, and HACCP assistance and analysis. The results show that the catfish floss production process involves several critical stages that require monitoring, such as raw material reception, meat separation, frying, and packaging. Hazard identification and determination of Critical Control Points (CCPs) have been carried out to prevent biological, chemical, and physical contamination. The importance of developing Standard Operating Procedures (SOPs), maintaining sanitation, and controlling processing time and temperature was emphasized. Improving the understanding of HACCP among MSME actors is a key factor in effective hazard control and achieving food safety.Keywords: catfish floss; food safety; HACCP; hazard Abstrak: UMKM Suole merupakan salah satu produsen abon lele yang berupaya meningkatkan kualitas produk melalui penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Penerapan dilakukan dengan penyusunan dan verifikasi diagram alir proses produksi abon lele, identifikasi bahaya, serta penetapan CCP dan batas kritis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan wawasan dan pendampingan penerapan HACCP guna meningkatkan keamanan pangan, mutu, dan daya saing produk. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2024 di UMKM Suole, meliputi wawancara, observasi lapangan, serta pendampingan dan analisis HACCP. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa proses produksi abon lele mencakup beberapa tahap penting yang memerlukan pengawasan, seperti penerimaan bahan baku, pemisahan daging, penggorengan, dan pengemasan. Telah dilakukan identifikasi bahaya dan penetapan titik kendali kritis (CCP) untuk mencegah kontaminasi biologis, kimia, dan fisik. Selain itu, ditekankan pentingnya penyusunan SOP, sanitasi, serta pengendalian suhu dan waktu proses. Peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap HACCP menjadi faktor kunci dalam pengendalian bahaya dan pencapaian keamanan pangan produk.Kata kunci: abon lele; bahaya; HACCP; keamanan pangan
PEMBERDAYAAN KELOMPOK BUDIDAYA IKAN BANDENG BERBASIS IOT DI KELURAHAN TAPA’AN PASURUAN Ernawati, Ernawati; Saputro, Cahyo Bagus; Sirot, Sayyid Agil; Ayu, Nyawijining Tita; Hidayati, Novi Itsna; Maghfiroh, Khoirin
Abdi Panca Marga Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Abdi Panca Marga Edisi Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/abdipancamarga.v5i1.1910

Abstract

Tapa'an Village is a coastal area in Bugul Kidul District, Pasuruan City, which has potential in the fisheries sector, one of the potential fishery products is milkfish. Management of pond water quality is crucial in milkfish cultivation. One management technique is to check pond water quality regularly. Pond water quality can be disturbed or degraded due to various factors. Cultivators usually carry out monitoring using traditional methods and not regularly. Therefore, to get good and optimal milkfish products, it is necessary to use instrumentation technology known as the internet of things (IoT). The aim of this activity is to provide understanding to fish farmers in Tapa'an regarding the application of IoT in optimizing milkfish cultivation. The activity started from the preparation stage, technical guidance, training and mentoring which was attended by the milkfish cultivator group, PKK Activation Team, Village Apparatus, Yudharta Pasuruan University KKN student group, and resource persons from the East Java Provincial Fisheries Service. The survey results obtained after the Bimtek conducted showed an increase in understanding of the material provided in the range of 80% - 100%. The highest percentage level of understanding after Bimtek was in the material on seed selection and feed selection reaching 100%, while the lowest was on knowledge of the benefits of IoT and its application in fish farming at 80%. References Aneta, A., & Sahami, F. M. (2021). Pelatihan Pengolahan Ikan Malalugis (Decapterus macarellus) Kepada Ibu-Ibu Pkk Desa Tihu Kecamatan Bonepantai Kabupaten Bone Bolango Malalugis Fish (Decapterus macarellus) Processing Training To the Family Welfare Empowerment Organization ( PKK ) in Tihu . Panritta Abdi, 5(3), 466–474. Annisa dan Lamusa, 2014. Analisis Kelayakan Usaha Tambak Bandeng di Desa Dolago Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parifi Moutong. J Agrotekbis 2(3): 337-342 Anonim. 2001. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001 tentang pengendalian pencemaran air. Kementrian sekretariat negara republik indonesia. Jakarta. Badan Standarisasi Nasional (BSN). 2013. Ikan Bandeng (Chanos-chanos Forsskal) – Induk Ikan Bandeng, SNI 01.6148.1999. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional. Dewi, P. S., & Widiyawati, I. (2019). Pengenalan Teknologi Budidaya Tanaman Obat sebagai Upaya Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kelurahan Pabuwaran Purwokerto, Jawa Tengah. Jurnal Panrita Abdi, 3(2), 107–111. Ekawati, N. (2017). Parameter Air , Produksi dan Pendapatan Tambak Bandeng Sivofishery dan Non Silvofisheries di Kabupaten Cilacap. Jurnal Akuatika Indonesia Vol. 2 No. 1, 11. Firmansyah, M. (2020). Studi Kualitas Air Untuk Budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) Di Tambak Kelurahan Samataring Kecamatan Sinjai Timur. Jurnal Agrominansia, 5 (1), 106. Hidayaturrahmah 2007 . Waktu Motilitas dan Viabilitas ikan Mas (Cyprinus carpio L) pada Beberapa Konsentrasi Larutan Fruktosa. Bioscientiae. Vol. 4. 9-18. Huniyah A, Alamsjah MA, dan Pursetyo KT. 2015. Analisis Finansial Pembesaran Ikan Bandeng (Chanos chanos) Pada Tambak Tradisional Dengan Sistem Monokultur Dan Polikultur Di Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Vol. 7 No. 2, November 2015. Indah A, M dan Afandi. 2019. Analisis Pendapatan Usaha Tambak Bandeng di Desa Lalombi Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala, J Pembangunan Agribisnis 2(1): 32-39 Kudsiah, H., Rahim, S. W., Rifa’i, M. A., & Arwan. (2018). Demplot Pengembangan Budidaya Kepiting Cangkang Lunak Di Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loi, Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Jurnal Panrita Abdi Universitas Hasanuddin, 2(2), 151–164. Retrieved from https://journal.unhas.ac.id/index.php/panritaabdi/issue/view/518 Megawati, S. (2021). Pengembangan Sistem Teknologi Internet of Things Yang perlu dikembangkan Negara Indonesia. Journal Information Engineering and Educational Technology (JIEET) 5(01): 19-26. Rifai, M. A., Candra, Muzdalifah, & Kudsiah, H. (2020). Pemberdayaan Istri Kelompok Pembudidaya Ikan Patin dengan Pengembangan Produk Fillet Empowerment for the Housewives of Patin Fish Farmers by Developing Fillet Products. Panrita Abdi, 4(3), 369–379. Supriharyono, 2000. Pelestarian dan Pengelolaan Sumberdaya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
UTILIZATION OF ARABICA COFFEE HUSK FROM THE PULPING PROCESS FOR BIOETHANOL PRODUCTION Raudah, R; Ernawati, E
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 22, No 01 (2024): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v22i01.6335

Abstract

ABSTRACTOne of the sugar sources that can be used as a raw material for bioethanol production is the waste from Arabica coffee husk. This waste is chosen as the base material for bioethanol production due to its high reducing sugar content, its non-competition for food resources, and its abundant availability. The research employs the yeast Saccharomyces cerevisiae using fermentation methods to investigate the effects of fermentation time and yeast dosage on achieving optimal bioethanol concentration. This study varied the fermentation times at 62, 72, and 82 hours, as well as the addition of yeast at 0.5 g, 1 g, and 1.5 g. The resulting fermentation liquid was then distilled, and the bioethanol concentration was tested using a refractometer. Subsequently, the bioethanol concentration was analyzed using gas chromatography. The results showed that at a fermentation time of 72 hours with 1.5 g of yeast, bioethanol production reached 62%, with a concentration of 97.72% (%v/v).Keywords: bioetanol, fermentasi, kopi, Saccharomyces cerevisiae, khromatografi gas.
Co-Authors Ach. Khumaidi Achmad Yani Yayan Adnan, Mahfid Agoes Soegianto Ahwan, Zainul Akbar, Maulana Jamaludin Anggreini, Silvia Anis Nurhidayati Arista Apriani, Arista As'idah, Fizriyatul Asyim, Raden Bagus Ayu, Nyawijining Tita Azra, Mohamad Nor Bacharuddin, Rizqi Chrisbiyantoro Chrisbiyantoro Chrisbiyantoro Chrisbiyantoro dadi santoso Dharma Kusuma, Anom Dheny Rohmatika Diah Astutiningrum Eddy Suprayitno Eka Riyanti Eko Agus Alfianto Eko Sutanto Era Insivitawati Ernawati Estri Kusumawati Fajar Agung Nugroho Hapsari Titi Palupi Hardoko Hardoko Hendri Tamara Yuda Hermawan, Andre Herniyatun, H Hidayati, Novi Itsna Humairoh, Rida Idah Lumhatul Fuad Ika Junianingsih Illiyatus Sholihah Ilmia, Suhbatul Insivitawati, Era Irawati Mei Widiastuti Istikmal, Agus Izzuddin, Muhammad Jatmiko, Danang Khoerul Anam, Khoerul Khoirin Maghfiroh Kholid Murtadlo Kiptiyah, Mariatul Kuswanti, Aprilia Irna Lovi Sandra Lukman Hakim Lukman Hakim Marsito, M Matheus Nugroho Miftahul Huda Moch Roriq Mochamad Hasyim Moh. Awaludin Adam Moh. Awaludin Adam Mualif, Rizal Muh. Aniar Hari Swasono Muhammad Nizar Musta’in Mustikasari, Arini Nikmatullah, Muhammad Novi Itsna Hidayati Nuryuliyanti, Dwi pamungkas, pictada putri Pamungkas, Pinctada Putri Podo Yuwono Prastyoningsih, Aris Pratiwi, Meilia Anjar Putrawan, Rio Agus Putut Har Riyadi Rachmawati, Merlinda Ramadhani, Jatmiko Raudah, R Rekna Wahyuni Ridha, Faishal Ananta Rini Fitriasari Pakaya Roisatul Ainiyah Roisatul Ainiyah Rosyidi, Ahmad Anwar Saputro, Cahyo Bagus Saraswati, Rina Sawiya Senja Ikerismawati Sirot, Sayyid Agil Sulhan, M. Syarwani, Muhammad Tri Sumarsih Utami, Aprilia Utami, Cahyaning Rini Wibowo, Kukuh Alfiano Widyanto, Fairuz Herdian Eka Wijayanti, W Wisma Soedarmadji Yanuhar, Uun Yuliana Yuliana Yusebla, Agil