p-Index From 2021 - 2026
6.788
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Diponegoro Journal of Management Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam Toleransi: Media Ilmiah komunikasi Umat Beragama Jurnal Pilar JAIS (Journal of Applied Intelligent System) TARBAWI: Jurnal Pendidikan Agama Islam JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Manajemen Pendidikan QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama AL-IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM JURNAL KONSELING GUSJIGANG Dinamika Ilmu Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Khatulistiwa: Journal of Islamic Studies SANGKEP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Al-Ta'lim Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Pendidikan Multikultural Indonesia JURNAL HUKUM MEDIA JUSTITIA NUSANTARA Jurnal Penelitian ADDIN Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Atta'dib Jurnal Pendidikan Agama Islam Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam An-Nur : Jurnal Studi Islam Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam JURNAL ADMINISTRASI, KEBIJAKAN, DAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN (JAK2P) Jurnal PkM MIFTEK Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies Journal of Islamic Communication and Counseling Prosiding University Research Colloquium Al'Ulum Jurnal Pendidikan Islam JEID INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Accounting Unipa Quality EDUKASIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS BAHAN AJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS X SEMESTER 1 BAB III “PENAKLUKAN KOTA MEKKAH (FATHU MEKKAH)” Jauhari, Ahmad; Miftah, Muhammad; Firmansyah, Muhammad Bagus
Rabbani: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2023): September
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/rjpai.v4i2.9093

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the conception of the application of Bloom's taxonomy in three domains, namely cognitive, affective, and psychomotor in learning the history of Islamic culture. This study uses descriptive qualitative analysis of documents or teaching materials. In the cognitive domain, there is a lot of knowledge that students can understand about the Fathu Mecca event, such as how the process of the Fathu Mecca event occurred. The results of the analysis of the affective domain, namely students can take compassion and imitate the good attitudes of the characters and can also leave bad attitudes from the characters. The results of the analysis of the psychomotor domain, namely that the teacher can provide examples of movements for how to convey a story, students can imitate them with skills and the ability to act. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsepsi dari penerapan taksonomi bloom dalam tiga ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan analisis dokumen atau bahan ajar. Dalam Ranah kognitif menyatakan bahwa materi pristiwa Fathu mekkah ini ada banyak pengetahuan yang bisa di pahami oleh peserta didik, seperti bagaimana proses pristiwa fathu mekkah. Hasil analisis ranah afektif, yakni peserta didik bisa mengambil ibrah dan mencontoh sikap yang baik dari para tokoh dan juga bisa meninggalkan sikap yang tidak baik dari para tokoh. Hasil analisis ranah psikomotorik, yakni pendidik bisa memberikan contoh gerakan cara menyampaikan alkisah maka peserta didik bisa menirukan dengan ketrampilan (skill) dan kemampuan bertindak
Public Space, Technology, and Humanity in Inclusion Education Policy Dynamics in Indonesia Miftah, Muhammad; Choir, Abu
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 15 No 1 (2023): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v15i1.2489

Abstract

Discrimination in the education world is not only incidental under certain conditions. The injustice sometimes "deliberately" slips into policy products that are not accessible to all groups. Public space and humanity are important to formulating a humane and fair. Policy products that are ambiguous and insensitive to dynamic technological developments create uncertainty for policy executors in implementing policies in the field. This research dissects the products of inclusive education policies from time to time using the theory of power relations to find the dimensions of humanity, technology, and public space and capture the visible social impacts of the implementation of educational policies both in real space and virtual space. The findings of this research are: first, the existing policy products indirectly include elements of humanity in general, but on the other hand, they leave aside technological developments which are very dynamic. The two existing policy products do not provide input and evaluate the weaknesses and strengths of the implemented policies.
Poda Na Lima Philosophy: The role of educators and the community in developing educational studies in Mandailing Natal Hawa, Siti; Sinulingga, Neng Nurcahyati; Miftah, Muhammad; Naldi, Anri
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 15 No 1 (2023): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v15i1.3981

Abstract

The Poda Na Lima philosophy, which aims to develop the study of Islamic education, needs to be maintained and preserved; therefore, the authors conducted this research using qualitative methods with a phenomenological approach. Observation data, interviews and documentation are data collection techniques, while informants as subjects of this research were 15 people from Mandailing Natal. Traditional figures, religious figures, community leaders, members, and documents related to history, culture, customs, and community life, such as books, articles, journals, reports, and mass media are sources of research data. Data analysis is used through presentation, reduction and conclusion. The research results show that Poda Na Lima has been developing an educational curriculum based on local content. The obstacle was that it had not been implemented optimally as part of developing the local content education curriculum there. It is due to a lack of coordination, socialization synergy, local government education, budget allocation, and human resource development for the community, especially the younger generation, regarding the importance of maintaining and preserving the philosophy. The authors concluded that with the development of local content educational curricula and local knowledge in the community, the local government needs to take policies to maintain and preserve the Poda Na Lima philosophy in Mandailing Natal.
Analisis Materi Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri Bahan Ajar Akidah Akhlak MTs Kelas IX Berdasarkan Teori Kecerdasan Majemuk Lathifah, Durrotun Nurul; Tiyaningsih, Seifi; Firmansyah, Latief Shihab; Miftah, Muhammad
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 02 (2024): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jtw.v9i02.14948

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kesesuaian bahan ajar mata pelajaran Akidah Akhlak kelas IX semester I bab akhlak terpuji bagi diri sendiri dengan menggunakan kerangka teoretis kecerdasan majemuk Howard Gardner. Penelitian ini menerapkan pendekatan studi pustaka (library research) sebagai salah satu metode penelitian. Pendekatan ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang tersedia melalui studi kepustakaan. Hasil dari penelitian yang dilakukan terhadap bahan ajar yang diteliti sudah memadai, relevan, dan sesuai dengan aspek kognitif, afektif, psikomotorik , dan psikologi perkembangan peserta didik. Namun, masih perlu sedikit perbaikan terkait pendalaman materi dan juga butuh bahan evaluasi yang menarik yang bisa mengukur sejauh mana pemahaman terhadap materi tersebut. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan kerangka teoretis perkembangan remaja untuk meningkatkan efektivitas pendidikan akhlak. Kata Kunci : Akidah Akhlak, Bahan Ajar, Howard Gardner, Kecerdasan Majemuk AbstractThis study was conducted to determine the suitability of teaching materials for Akidah Akhlak class IX semester I chapter of praiseworthy morals for oneself using Howard Gardner's multiple intelligence theoretical framework. This research applies a library research approach as one of the research methods. This approach aims to collect and analyze information available through literature studies. The results of the research conducted on the teaching materials studied are adequate, relevant, and in accordance with the cognitive, affective, psychomotor, and psychological aspects of learner development. However, it still needs a little improvement regarding the deepening of the material and also needs interesting evaluation materials that can measure the extent of understanding of the material. The implication of this research is the importance of developing teaching materials that are in accordance with the theoretical framework of adolescent development to increase the effectiveness of moral education.Keywords: Akidah Akhlak, Teaching Materials, Howard Gardner, Multiple Intelligences
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MODERASI BERAGAMA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN GENERASI BERAGAMA MODERAT Izzati, Ghuroril; Miftah, Muhammad; Azizah, Sinta Nur; Mustika, Leli
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 5, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jak2p.v5i2.56153

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan strategi dan implementasi kebijakan moderasi beragama di Sekolah Menengah Pertama. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif . Lokasi penelitian bertempat di Sekolah Menengah Pertama Negeri 6 Jepara. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode wawancara dan studi literatur. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah implementasi moderasi beragama telah termuat dalam visi dan misi sekolah. Selain itu, implementasi moderasi beragama di terapkan dalam kegiatan sekolah baik intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler. Kemudian, strategi penerapan kebijakan moderasi beragama beberapa diantaranya adalah melakukan sosialisasi visi misi kepada warga sekolah, pembentukan TPTK di sekolah, menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam seluruh kegiatan sekolah. Adapun peran guru dalam membentuk moderasi beragama moderat adalah menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada siswa, menjadi role model bagi siswa, melakukan penguatan religius, dan memasukkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan pembelajaran di sekolah. Dalam hal ini strategi implementasi moderasi beragama secara umum sudah berjalan dengan baik. Namun pemantauan dan evaluasi terhadap implementasi moderasi beragama perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Negotiating Religious Identity In Religious Moderation: A Case Of Islamic University Miftah, Muhammad; Erzad, Azizah Maulina
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 18 No. 1 (2024): Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious Moderation has been an important program in Islamic Higher Education since 2019. This program contributes to the spread of moderate religious views among Islamic higher education stakeholders. This research is qualitative research conducted at UIN Raden Mas Said Surakarta. The results of this study indicate that there were variations of religious identities in responding to religious moderation as can be seen from various extra-campus affiliated with mass organizations. Some extra-campus organizations were not inclined toward religious moderation values. These religious identities can be seen from the extra-campus at UIN Surakarta, including IMAMTA, HMI, PMII, IMM, and KAMMI which have various perspectives, perceptions, receptions, acceptance patterns, interactions, and relations of each mass organization concerning religious moderation. This study indicated that religious identities that have metamorphosed into extra-campus organizations have an opportunity to be explored to propose a more nuanced religious moderation at the university level.
One Bloodline, Multiple Religiosities: Malay-speaking Hadramis on Being ‘Moderate-most’ Muslims in Contemporary Indonesia Taufik, Egi Tanadi; Kurniawan, Syamsul; Suprianto, Bibi; Fitriyani, Feny Nida; Miftah, Muhammad
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2024.8.2.20259

Abstract

Internal contestation within Muslim communities over who embodies the ideal of moderation is often problematic, including among the descendants of the 18th-century Hadrami Arab diaspora in the Archipelago. Through qualitative research focusing on the Hadrami community dynamics in Pontianak, this article reveals divisions and internal conflicts within the community, leading to a contest over who could claim to be the most moderate. The study situates the exceptionalism of Hadrami elites in Pontianak within a "religious field," following Bourdieu’s framework, and draws on Rijal’s (2024) concept of viewing “Ḥabā’ib as symbolic capital” in religious competence, which is reinforced by their exclusive lineage, symbols, and rituals. This pursuit of Hadrami exceptionalism in moderation, in turn, gave rise to a sense of moral obligation referred to as "the Hadrami man’s burden." While theological and philosophical debates surrounding religious moderation persist, various perspectives at the vernacular level converge on the idea that being a moderate Muslim represents the virtuous ideal, forming the core of the ideological system through which some elites assert and cultivate their influence and power.
Keberhasilan Program Tahfidz di Sdit Insan Kamil Suruh Rifqi Pratama, Aufar; Rohmiyanti, Ika Ayu; Fauzi, M. Alfan Miftahul; Miftah, Muhammad; Zakiah, Siti Solichatun; Maftahal Luthfi, Sohif; Maghriza, Muhammad Taufiq Ridla
INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan Vol 2 No 2 (2024): INSANI: Jurnal Ilmu Agama dan Pendidikan
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam (YPI) AN NUR INSANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70424/insani.v2i2.183-205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberhasilan program tahfidz di SDIT Insan Kamil Suruh, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data berupa narasi dari wawancara, pengamatan, dan dokumen. Melalui analisis NVivo 12, ditemukan bahwa istilah "menghafal" dan "murojaah" (mengulang-ulang hafalan) adalah elemen utama dalam proses tahfidz. Tahapan program tahfidz di SDIT Insan Kamil Suruh meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan mencakup administrasi, motivasi, dan penetapan target hafalan yang realistis. Tahap pelaksanaan menekankan metode menghafal yang efektif, setoran hafalan, dan pembiasaan murojaah. Tahap evaluasi melibatkan penilaian berkala, umpan balik konstruktif, dan penghargaan bagi siswa berprestasi. Faktor keberhasilan program tahfidz mencakup faktor internal seperti pelatihan dan koordinasi guru, serta faktor eksternal seperti motivasi siswa dan dukungan orang tua. Metode yang tepat dalam menghafal Al-Qur'an, seperti membaca berulang-ulang dan murojaah, juga sangat penting. Penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen guru, strategi pembelajaran yang efektif, dan keterlibatan orang tua adalah kunci keberhasilan program tahfidz. Temuan ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan program tahfidz di lembaga pendidikan lain untuk mencapai hasil yang lebih baik dalam menghafal Al-Qur'an.
PERAN MEDIA MASSA DALAM MEMPERKUAT PLURALISME KEAGAMAAN DI INDONESIA Aini, Alfina Nor; Miftah, Muhammad; Nur Awwaliyah, Alifatur Rizqi
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 16, No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v16i2.29923

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai gambaran tentang media masa dalam memperkuat pluralisme. Pluralisme merupakan suatu konsep yang bersumber melalui kata plural yang artinya lebih dari satu. Pada kaitan teks ini mengarah terhadap adanya berbagai doktrin atau gerakan spiritual. Secara etimologis, pluralisme mengacu pada kehadiran lebih dari satu substansi atau aspek, yang mencerminkan fakta dan realitas. Artikel ini memakai metode yang mengadopsi pendekatan pengkajian perpustakaan dan pengamatan, kemudian dianalisis sesuai teori. Teori dalam penelitian ini yaitu teori studi kasus dengan cara mengamati sebuah kejadian kontemporer atau kasus dengan mendalam serta pada kaitan dunia nyata, yang digunakan terutama ketika batasan antara fenomena dan konteks tidak terlihat secara jelas. Dari teori tersebut kemudian menganalisis bagaimana peran media massa dalam mendorong pemahaman pluralisme agama di Indonesia, kemudian tantangan yang dihadapi media dalam memperkuat pluralisme agama di Indonesia, serta kontribusi media massa dalam membangun dialog antaragama dan meningkatkan toleransi di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural. Kolaborasi antar individu, kelompok, dan pemerintah memiliki peran penting dalam memperkuat toleransi melalui media massa.
One Bloodline, Multiple Religiosities: Malay-speaking Hadramis on Being ‘Moderate-most’ Muslims in Contemporary Indonesia Taufik, Egi Tanadi; Kurniawan, Syamsul; Suprianto, Bibi; Fitriyani, Feny Nida; Miftah, Muhammad
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2024.8.2.20259

Abstract

Internal contestation within Muslim communities over who embodies the ideal of moderation is often problematic, including among the descendants of the 18th-century Hadrami Arab diaspora in the Archipelago. Through qualitative research focusing on the Hadrami community dynamics in Pontianak, this article reveals divisions and internal conflicts within the community, leading to a contest over who could claim to be the most moderate. The study situates the exceptionalism of Hadrami elites in Pontianak within a "religious field," following Bourdieu’s framework, and draws on Rijal’s (2024) concept of viewing “Ḥabā’ib as symbolic capital” in religious competence, which is reinforced by their exclusive lineage, symbols, and rituals. This pursuit of Hadrami exceptionalism in moderation, in turn, gave rise to a sense of moral obligation referred to as "the Hadrami man’s burden." While theological and philosophical debates surrounding religious moderation persist, various perspectives at the vernacular level converge on the idea that being a moderate Muslim represents the virtuous ideal, forming the core of the ideological system through which some elites assert and cultivate their influence and power.__________The original draft of this article has been presented at the 23rd Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS), February 1-4, 2024, at Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abu Choir Ahmad Jauhari aini, alfina nor Aji, Muhammad Setya Ali Manshur aliaddin, Alfian Amalia, Aura Nilam Aminuyati Andriani, Jeni Anis, Ahmad Anri Naldi Aripin Asfar, Khalimatus Sa'diyah Asroriyah, Siti Rohatul Azizah Maulina Erzad Azizah, Sinta Nur Baehaqi Bahauddin, Muhammad Irfan Bayu Prasetyo, Bayu Cahya, Alviani Indra Dwi Dwi Hastuti Elviandri, Elviandri Erdiana, Yusup Fikria Fadia Septariani, Sella Fadli, Faisal Fauzi, M. Alfan Miftahul Fida, Zaim Firmansyah, Latief Shihab Firmansyah, Muhammad Bagus Fitriyani, Feny Nida Fitriyanto, Andry Hafida, Waffiq Dzil Izza Haidaroh, Rizqi Hamdan Daulay, Hamdan Harfah, Safrita Aryana Haryono, Fido Teguh Ikhsan, Fatikhul Ilmi, Muhammad Ilham Aliyuddin Nur Imdad, Fuad Imdadur Izzati, Ghuroril Jamhari Jamhari Jiyanto, Jiyanto Kun Harismah Kurniawati, Fitri Erning Kurniawati, Fitri Erning Kurrohman, Muhammad Hafid Lathifah, Durrotun Nurul Maftahal Luthfi, Sohif Maghriza, Muhammad Taufiq Ridla Majid, Abdul Hakim Maragustam Siregar, Maragustam Mochamad Nasichin Al Muiz Muftil Ibad Azumar, Muhammad muhammad misbah Muhammad Mustaqim Muna, Afifatul Jinan Nailatul Muna, Lia Rif’atul musmualim musmualim, musmualim Musmuallim Musthoifiyah, Ainy Mustika, Leli Nadiyya, Ahsanu Neng Nurcahyati Sinulingga Ni'mah, Khoirotun Nofiyanti, Fitria Novia Wati, Risa Nur Awwaliyah, Alifatur Rizqi Nurhakim, Arby Agnia Nursikin, Mukh. Nurtaqim, Ahmad Basori Pangestuti, Khofifah Diana pengelola, pengelola Prasetya, Rizal Akbar Putranti, Faisa Noor Ika Rachmi, Naza Amalia Adilfi  Rahma, Alvina Rifqi Pratama, Aufar Rini Nugraheni Riyana, Henda Robihah, Lailatur Rohmiyanti, Ika Ayu Rosyada, Muhammad Hakim Ashlih Rozaq, Mohammad Khoirur Sa'id, Nur Samsul Hidayat Shidqi, Muhammad Sholihuddin, Moh Siti Fatonah Siti Hawa Sodiqin, Muhdhor Muhammad Suhaimi Suhaimi Sulistyaningrum, Putri Ayu Suratman, Bayu Sutrisno, Sutrisno Syahrir , Muhammad Syamsul Kurniawan Taufik, Egi Tanadi Tiyaningsih, Seifi Trisandi, Titan Afrial Wijaya, Bayu Saputra Rahma Yogaswara, Dendi Zakiah, Siti Solichatun Zulfikar Sulkhi Aunillah, Muhammad