Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Sistem Monitoring Suhu dan Kelembaban di Ruang Fermentasi Tembakau Bawah Naungan (TBN) Berbasis Internet of Things (IoT) Andrew Setiawan Rusdianto; Lia Milata Khasanah; Bertung Suryadharma; Yuli Wibowo; Nidya Shara Mahardika
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 1 No. 2 (2022): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.492 KB) | DOI: 10.25047/jofe.v1i2.3111

Abstract

Fermentation is one of the processes in tobacco processing which will be used as raw material for cigars. One of the main aspects that must be considered to achieve successful fermentation is the temperature and humidity of the fermentation room, namely 60-80% RH and 27-32 °C. KOPA Tarutama Nusantara (TTN) Jember is a Under Shade Tobacco processing unit with manual monitoring of temperature and humidity using a hygrometer which causes workers to experience fatigue and delays in taking action if the temperature and humidity are not up to standard. Based on these problems, an IoT (Internet of Things)-based temperature and humidity monitoring tool is needed. The research was carried out by assembling tools using Arduino Ide, DHT 11 Sensor, 2 Channel Relay, LM2596 and programmed with Arduino Ide software. Based on the functionality validation test, this tool can be said to function properly because the X value is 1. The efficiency value is declared very efficient with a value 6.9% and the effectiveness value is declared very effective because the effectiveness value increases from 17 to 22. The implementation of this tools in the fermentation room also increases the effectiveness of tobacco quality with a value of 112.9%.
Penentuan Jumlah dan Efisiensi Tenaga Kerja Pengemasan Dengan Metode Work Sampling Andrew Setiawan Rusdianto; Liesia Hanagari; Bambang Herry Purnomo; Ida Bagus Suryaningrat; Yuli Wibowo
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 1 No. 3 (2022): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.655 KB) | DOI: 10.25047/jofe.v1i3.3255

Abstract

Determination of the number of workers is one step to increase efficiency and productivity. Packaging has an important role to increase productivity. The purpose of the work measurement is to determine the standard time with the work sampling method so that it can be seen the number of workers needed. Observation of 2 trained workers for 10 days with 30 observations per day. The results showed that the average productive percentage in shift 1 of labor 1 was 96% and labor 2 was 93%. While in the second shift 2 workers have a productive percentage of 92%. The standard time in shift 1 is 1,2946 minutes/unit with a load of 233.28% and 1,3009 minutes/unit for a workforce with a load of 263.55%, while in shift 2, the workforce 1 is 1.3038. minutes/unit with a load of 320.16% and a workforce of 1.3401 minutes/unit with a load of 346.84%. Based on the calculation of the efficiency of shift 1 workers with efficient achievements of 95.00% and 86.67%. Likewise, with the efficiency of shift 2 workers with efficient achievements of 88.33% and 86.00%. So the number of workers needed is 5 people/machine.
Karakteristik Biodegradable Foam Berbasis Pati Singkong Dengan Variasi Penambahan Tepung Ampas Tebu dan Polyvinyl Alcohol Andrew Setiawan Rusdianto; Winda Amilia; Miftahul Choiron; Andi Eko Wiyono; Ucik Nurul Hidayati
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 1 No. 3 (2022): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.492 KB) | DOI: 10.25047/jofe.v1i3.3330

Abstract

Biodegradable foam is a type of environmentally friendly packaging made from biopolymers in the form of starch that can be degraded naturally. This study aims to determine the characteristics of biodegradable foam and its prototype made from cassava starch as a biopolymer substitute for synthetic polymers by adding variations of bagasse flour to compact the structure and polyvinyl alcohol (PVA) which functions to reduce water absorption. The stages of making biodegradable foam are started by making bagasse flour, making biodegradable foam sheets using the baking process, and making a prototype bowl of biodegradable foam. The making of this biodegradable foam consists of 6 formulas by adding variations of bagasse flour (5%, 10%, 15%) and PVA (20%, 40%) from 36 grams of starch mass. The tests carried out were in the form of water absorption, biodegradation, thickness, tensile strength, and density tests. The best treatment was found in the A3B1 formula which was used as the basis for making a prototype bowl of biodegradable foam. The addition of variations of bagasse flour and PVA had a significant effect on the characteristics of water absorption and biodegradation, while the other characteristics were only PVA which had a significant effect. The results of the best treatment as the basis for making a prototype bowl of biodegradable foam with water absorption characteristics of 25.93% and biodegradation of 45.95%.
Pengaplikasian Trash Burner Untuk Memperbaiki Sistem Sanitasi Di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso Andrew Setiawan Rusdianto; Muhammad Wildan Mahendra; Adam Maulidani; Deiby Ratnasari; Fanny Yuwafi Ifadha; Elvira Eka Berliana Dewi; Frisky Arista Putri; Laila Juwita Kusuma; Lazuardi Firdaus Fiantoko; Putri Buana Mulia Dewi; Rita Alfiyatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JPMI - Desember 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.792

Abstract

Sumber Tengah merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso. Salah satu permasalahan yang terdapat di Desa Sumber Tengah yaitu permasalahan sanitasi dan cara pengelolaan sampah yang kurang benar. Permasalahan pengelolaan sampah yang tak kunjung usai mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat hingga terbatasnya keberadaan sarana dan prasarana yang mendukung seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menyebabkan masyarakat memiliki kebiasaan dalam membuang sampah sembarangan seperti di sungai maupun di selokan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanggulangi permasalahan sanitasi beserta pengelolaan sampah yang terdapat di Desa Sumbertengah dengan berbagai keterbatasan. Metode pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan program yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, FGD (Focus Group Discussion), penyuluhan, serta dokumentasi. Program kerja yang telah dilaksanakan sebagai solusi dari permasalahan sanitasi dan pengelolaan sampah yang ada di Desa Sumber Tengah diantaranya yaitu  dengan mengadakan program penyuluhan PHBS di Sekolah Dasar, penyuluhan pengelolaan sampah pada masyarakat dan menyediakan tempat pembakar sampah (Trash Burner) di beberapa RT. Trash burner ini nantinya akan dikelola oleh kader yang telah dibentuk agar dapat mengatasi permasalahan sampah secara berkelanjutan.  
Penerapan Program Sanitasi Lingkungan Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat di Desa Baratan Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso Andrew Setiawan Rusdianto; Adi Purwono; Richard Eko Satriyo; Bagus Nayoko; I Putu Wira; Muhammad Nazief; Sofiatul Hasanah; Intan Wahidah; Trisya Amanda; Dewi Ameliana; Barokatul Fajriah julhar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JPMI - Desember 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.794

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan upaya untuk menjadikan masyarakat hidup bersih dan sehat yang akan berdampak secara langsung pada kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat apabila tidak segera ditangani. Program sanitasi lingkungan sangat cocok dilakukan di Desa Baratan karena perilaku masyarat yang masih kurang baik dalam pengelolaan sampah serta pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya. Tujuan dalam program ini yakni untuk meningkatkan kesadaran serta membentuk karakter masyarakat di Desa Baratan dan meningkatkan fasilitas penunjang kebersihan guna memudahkan masyarakat dalam menjaga, menciptakan, serta mengelola lingkungan dengan baik. Metode yang digunakan dalam program ini adalah pendekatan modal sosial yang dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu tahapan Observasi dan Wawancara Tokoh, Sosialisasi serta Penerapan Program. Tahapan observasi dan wawancara tokoh masyarakat dilakukan dengan 3 objek observasi yaitu kondisi fasilitas umum maupun individu, kondisi aliran sungai kecil dan besar, serta kondisi kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Tahap selanjutnya adalah sosialisasi yang dilakukan di SDN Baratan untuk menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Dilanjutkan dengan peningkatan kualitas dan kualitas fasilitas kebersihan dengan pembuatan bak sampah yang mirip dengan tungku pembakaran. Bak sampah dalam program ini memiliki keunggulan yakni dapat memisahkan abu sampah dengan sisa sampah yang belum terbakar juga memisahkan air dari sampah yang masih basah.
Aplikasi Model Bank Sampah Berbasis Dusun di Desa Binakal sebagai Alternatif Pengolahan Sampah Andrew Setiawan Rusdianto; Pascal Trisnaldi; Erich Naufal Rashif; Paltraw Theopilius Jeremiah Gintings; Kevin Kevriando; Abdul Ghani; Putri Dwi Apriliani; Jaizatul Fitriansyah; Risa Septiani; Esty Danti Kandina Puteri; Ida Sridayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JPMI - Desember 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.795

Abstract

Sampah merupakan sisa buangan atau hasil limbah yang sudah tidak digunakan Kembali. Desa Binakal merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso. Salah satu permasalahan di Desa Binakal yang berkaitan dengan lingkungan yaitu sampah. Masyarakat masih kurang mumpuni dalam hal pengolahan sampah. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarang baik di pinggir jalan maupun sungai. Adanya permasalahan tersebut memunculkan adanya sebuah kegiatan atau program kerja yaitu bank sampah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan ini dilakukan dengan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat mengenai sampah dan sistematika berjalannya bank sampah. Sosialisasi juga dilakukan pada sada di Desa Binakal. Dalam memperlancar kegiatan ini diperlukan adanya koordinator yang langsung diambil alih oleh kasun dan beberapa masyarakat. kegiatan bank sampah ini mampu mewujudkan masyarakat yang paham akan pentingnya menjaga lingkungan dengan melakukan pemilahan sampah dan melakukan kegiatan bank sampah.
Digitalisasi Informasi Desa Bendelan Melalui Program Desa Digital Terintegrasi di Desa Bendelan Bondowoso Andrew Setiawan Rusdianto; Beau Reyhan Sinatria; Bima Galang Rambu Anarki; Cica Puteri Edinda Ramadhani; Dika Andi Pradana; Dila Rasna Putri; Dwi Shinta Meilindasari; Lita Leony Siagian; Muhammad Fatoni Rizki; Muhammad Nurudin Hidayat; Rizki Amalia Rahmadani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JPMI - Desember 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.796

Abstract

Pembangunan Desa adalah salah satu target pembangunan nasional pemerintah Indonesia dengan tujuan meningkatkan kehidupan dan kualitas hidup untuk kesejahteraan masyarakat. Upaya dilaksanakan salah satunya melalui program Digitalisasi Desa yang merupakan tonggak penting pembangunan desa. Adanya digitalisasi desa memudahkan pihak dari luar desa untuk mencari informasi mengenai Desa tersebut. Namun, Penerapan program digitalisasi Desa masih banyak yang belum terlaksana. Salah satunya di Desa Bendelan Kabupaten Bondowoso. Desa Bendelan belum mengimplementasikan program digitalisasi Desa dan membuat informasi seperti profil, potensi, dan lokasi yang mendetail sulit diketahui oleh khalayak umum. Guna mengatasi permasalahan pada poin sebelumnya, KKN 252 Universitas Jember mengupayakan digitalisasi Desa dengan melaksanakan program kerja bertemakan “Desa Digital Terintegrasi (DIGITEG)”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengatasi berbagai permasalahan digital yang terdapat di Desa Bendelan. Agar program kerja berjalan dengan lancar, perlu digunakan beberapa metode pelaksanaan, antara lain: Perizinan, Survey permasalahan, Pembuatan Business Modal Canvas (BMC), Sosialisasi program kerja, Proses pembuatan website dan Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID), dan Pelatihan operator Desa. Penelitian ini menghasilkan: Digitalisasi Informasi melalui Website Desa, Digitalisasi Informasi Desa melalui Wikipedia, terbuatnya SAID, dan Transfer of knowledge kepada Operator Desa. Sebagai kesimpulan kegiatan, program digital Desa Bendelan telah selesai dibuat dan siap dioperasikan oleh operator desa.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Gadingsari Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Guna Menunjang Ketahanan Pangan Keluarga Andrew Setiawan Rusdianto; Dinda Lorenza E.D; Dyah Ayu Roro Kiswari; Muhammad Irvan Wibowo; Akien Elsa Indrayati; Adelia Nanda Pramudya; Nurin Kamila; Rozin Hilmi Annhabhan; Brico Tsanganasy R; Muhammad Dany; Mochamad Fitra Aditia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 6 (2022): JPMI - Desember 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.805

Abstract

Di Indonesia, kecukupan pangan menjadi sebuah kewajiban baik secara moral, sosial, maupun hukum dan termasuk ke dalam HAM masyarakat Indonesia. Pangan menjadi aspek esensial dalam mempertahankan kelangsungan hidup dan kepentingan pemenuhan gizi manusia, karena itu ketersediaan pangan harus dijaga dan dijamin agar setiap masyarakat mendapatkan haknya. Namun, tantangan saat ini adalah ketersediaan pangan tidak selamanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya disebabkan peningkatan jumlah penduduk Indonesia Metode kegiatan yang dilakukan demi tercapainya tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu metode ceramah dilanjutkan dengan demonstrasi langsung di lapangan setelah diberikan pemahaman teori oleh Bapak Yanuar selaku Petugas Penyuluh Lapang di Desa Gadingsari dibantu oleh rekan mahasiswa KKN kelompok 249. Berdasarkan hasil survei lapang, potensi utama pada Desa Gadingsari adalah air dan sektor pertaniannya Potensi pertaniannya yaitu masyarakat Desa Gadingsari memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk melakukan budidaya tanaman. Dengan ini maka kelompok KKN 249 mengupayakan dalam pengoptimalan pemanfaatan lahan pekarangan serta ketahanan pangan bagi keluarga. Berdasarkan hasil kegiatan pemberdayaan dapat disimpulkan bahwa pangan adalah program pemerintah yang bertujuan untuk mengakhiri angka kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan. Wujud nyata kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat adalah dengan menyukseskan ketahanan pangan melalui Program kerja pemanfaatan lahan pekarangan yang ditujukan bagi masyarakat rumah tangga di Desa Gadingsari.
Characteristics of Instant Chocolate Drink with the Addition of Natural Sweeteners Sugar Stevia Leaf Extract (Stevia Rebaudiana Botani) Andi Eko Wiyono; Andrew Setiawan Rusdianto; Hendy Firmanto; Ekky Audina Rusita; Nita Kuswardhani; Miftahul Choiron; Hifdzil Adila
Journal La Lifesci Vol. 3 No. 3 (2022): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v3i3.690

Abstract

Instant chocolate drink is a type of processed chocolate product that has many devotees, the use of sucrose as a sweetener for flavour in the process of making instant chocolate drinks can have side effects on health, namely it can cause heart attacks, allergies, diarrhoea, increase the risk of bladder cancer, hypertension and migraines. Stevia leaves contain glycosides which have a sweetness level of 250 higher than sucrose. The purpose of this study was to determine the effect of stevia sugar as a natural sweetener in the manufacture of instant chocolate drinks. The method used is a laboratory study using a single factor at 3 levels of treatment, namely the concentration of instant chocolate and stevia sugar used as much as 11g and 7g; 9g and 9g; as well as 7g and 11g. Data analysis used two methods, namely the Chi-square method for organoleptic data and the One Way ANOVA method with a 95% confidence level followed by Duncan's New Multiple Test (DMRT). The results of this study are samples with concentrations of cocoa powder and stevia sugar as much as 11g and 7g are the best treatment by having a colour parameter value of 4.13 (like), taste parameter of 3.80 (somewhat like), aroma parameter of 4.13 (like), the viscosity parameter is 4.33 (like), the water content parameter is 4.14%, the solubility parameter is 90.15%, the pH parameter is 6.4 and the total dissolved solids parameter is 9.03.
Sensory Characteristics and Antimicrobial Activities of Soft Candy with Essential Basil (Ocimum Sanctum L.) Against Candida Albicans and Streptococcus Mutans Maria Belgis; Giyarto; Malvira Mega Febriyanti; Ahmad Nafi; Dyah Ayu Savitri; Andrew Setiawan Rusdianto
Journal La Lifesci Vol. 3 No. 3 (2022): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v3i3.701

Abstract

Soft candy is a type of confectionery product that has a chewy texture. Chewing candy can stimulate the activity of salivary secretion, thus it supports the release of active compounds in the mouth. Essential oil contains of active compounds that are able to control bacteria growth that may cause bad breath. The purpose of this study was to observe the antimicrobial activity of soft candy with the addition of basil essential oil (0.2%, 0.4%, 0.6%, and 0.8%) against Streptococcus mutans and Candida albicans and to determine the most acceptable candy by consumers. Parameters of the research observations included antimicrobial activity with solid diffusion and dilution methods, descriptive sensory test with RATA test and acceptability test (aroma, taste, mouthfeel, aftertaste, and overall), and effectiveness test. The results showed that the addition of 0.4% basil essential oil in soft candy performed the highest effectiveness value (0.71). The effectiveness value was obtained from the results of the inhibition zone (disc) test, and the results of the acceptability test. Therefore, from the research, it can be concluded that soft candy with basil essential oil has a great potential to be utilized as antimicrobial agent to overcome mouth problems.
Co-Authors -, Giyarto Abdul Ghani Adam Maulidani Ade Liya Pratiwi Adelia Nanda Pramudya Adi Purwono Adila, Hifdzil Adindra, Plasida Geustin Afifah, Karimah Nur Ahmad Nafi Ahmad Nafi Ahmad Yusuf Akhmad Taufikqul Hakim Akien Elsa Indrayati Aldini, Achmad Shorfi Alfarizqi, Muhammad Alleyda, Nadia Azro Amaliya, Risky Andi Eko Wiyono, Andi Eko Andriani, Windy Nur Anfaq Syahriyal Fadhil Anindya Dyah Untari Anisa Aprilia Anisa Aprilia Arma Dwi Novemi Arrosyidiyah, Nur Lailatul Babarrohmah Asshodiq, Muhammad Zain Atika Yulianti A’la, Dimas Waliyul Bagus Nayoko Baladraf, Thabed Tholib Bambang Herry Purnomo Barokatul Fajriah julhar Beau Reyhan Sinatria Bertung Suryadarma Bertung Suryadharma, Bertung Bima Galang Rambu Anarki Brico Tsanganasy R Bustani Pakartiko Cessie, Audina Ferentia Cica Puteri Edinda Ramadhani Clara Septaria Melinda Dadin Gilang Pranata Dani Prasetyo Deiby Ratnasari Deliyana, Annysa Deni Septian Ardana Desita Wirda Ramadhan Dessy eka Kuliahsari Dewanti Eka Diah Permatasari Dewi Ameliana Dhifa Ferzia Dika Andi Pradana Dila Rasna Putri Dinda Lorenza E.D Doni Adi Nugroho Dwi Shinta Meilindasari Dyah Ayu Roro Kiswari Dyah Ayu Savitri Eka Frida Hardiyanti Eka Ruriani Ekky Audina Rusita Elida Novita Elvira Eka Berliana Dewi Endah Hapsari, Shinta Syafrina Erich Naufal Rashif Essa Tri Handayani Esty Danti Kandina Puteri Fadillah, Navis Fatwa Fanny Yuwafi Ifadha Faradhiba, Tania Amira Fathin, Hafizhah Rana Fatma Dewi Felly Halsa Fiana Fikri, Yovi Nur Fillyvio Nizhomia Firda Ainia Adha Firdyan Septyatha Firstandika, Leader Fitri Wulandari Fransna, Adilah Devira Frisky Arista Putri Gita Elena Amasari Giyarto Gozali, Riana Fitria Guntoro, Doni Hadi Sampurna Hafizhah Rana Fathin Handayani, Essa Tri Hapsari, Dea Nawang Hariyono, Gus Angga Hendy Firmanto Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herlina Herry Purnomo Herry Purnomo, Bambang Hery Widijanto Hidayah, Ridatul Winda Hifdzil Adila Hifdzil Adila Hita, Muhammad Arga I Putu Wira Ida Bagus Suryaningrat Ida Bagus Suryaningrat Ida Sridayanti Iftitah Ariyanti Safitri Ikhlas Darmawan Indraswara, Dheo Angga Intan Rohmatul Maulidiah Intan Wahidah Irmy Arya Tri Nasrin Istiqomah, Nuril Jaizatul Fitriansyah Kevin Kevriando Kusumawardani, Septianing Tyas Laila Adhani Putri Malik Laila Juwita Kusuma Laksmi Indreswari Laksmi Indreswari Lathifa, Anisa Millatul Lazuardi Firdaus Fiantoko Leader Firstandika Lestari, Dwi Indah Lestari, Ni Putu Indra Lestari, Ning Puji Lia Milata Khasanah Liesia Hanagari Lita Leony Siagian M. Muhaimin Maghfirah Usman Mahardika, Nidya Shara Mahendra, Achmad Alfin Malvira Mega Febriyanti Maria Belgis Mas Anang Fuad Rifa'i Mas Anang Fuad Rifa’i Masahid, Ardiyan Dwi Mayasari, Feby Rianti Mega Desy Safitri Meiji Wanarni Putri Miftahul Choiron Miftahul Choirun Mita Lutfifatima Puspitawati Mochamad Fitra Aditia Mohammad Nor Muhammad Arga Hita Muhammad Dany Muhammad Fatoni Rizki Muhammad Hamdani Muhammad Irvan Wibowo Muhammad Nazief Muhammad Nurudin Hidayat Muhammad Wildan Mahendra Mukhammad Fauzi Nadie Fatimatuzzahro Nadie Fatimatuzzahro Nidya Shara Mahardika Nita Kuswardhani Nizam, Fikri Zahrirul Noer Indah Maulida Putri Noer Novijanto Nur Karimah Rakhmawati Nuriah, Santi Nurin Kamila Nurjannah, Rifdah Nada Nurud Diniyah Obrigon, Di Vero Stanza Oktaviana, Essa Rani Oryzatania Windaru Runteka Oscalani, Queny Paltraw Theopilius Jeremiah Gintings Pangestu, Anisa Dwi Pascal Trisnaldi Permatasari, Salsa Sapta Pradana, Hendra Andiananta Pranata, Dadin Gilang Pratama, Herditya Rifqi Pratiwi, Annisa Ayu Purborini, Ajeng Gendis Purnamasari, Devi Ashila Puspitania, Dewi Arum Putri Buana Mulia Dewi Putri Dwi Apriliani Putri, Chantika Ragil Ismi Hartanti Rahmatullah, Alfito Aji Rendra Chriestedy Prasetya Rendra Chriestedy Prasetya Richard Eko Satriyo Risa Septiani Rita Alfiyatun Rizki Amalia Rahmadani Rokhani Rokhani Rokhani Rokhani Rokhani Romadhoni, Nikmatun Nisa Rosi Pratiwi Rosy Alihsany Rozin Hilmi Annhabhan Sampurna, Hadi Saputra, Giovanni Adi Saputra, Rifki Sayidati Zulaikhah Setyawati, Putu Dewi Ratih Shanya Widyan Firdaus Siswoyo Soekarno Sofiatul Hasanah Soni Sisbudi Harsono, Soni Sisbudi Sri Wahyuni Suryaningrat, Ida Bagus Bagus Suwasono, Sony Thabed Tholib Baladraf Tommy Eka Chandra Firmansyah Tommy Eka Chandra Firmansyah Triana Lindriati Triana Oktaviani Nurhardiningsih Trisya Amanda Ucik Nurul Hidayati Ucik Nurul Hidayati Ula, Dina Hanifatul Ulfah, Fajriyah Ulya, Asyafa’atul Vahlevy, Ekha Reza Viktorrisma, Indra Vina Julie Dwi Sinta Wanggani, Sekar Asti Wardhani, Dyah Ayu Kusuma Whina Sofiana Wicaksono, Yudha Anggito Widodo, Jihan Quanthias Wahyu Wiliam Wisnu Winda Amilia Windria, Renata Sita Wisnu, Wiliam Yuli Wibowo Yurika Widya Dewi Zahra Zuhriasa Zhelma Rahmatika