Claim Missing Document
Check
Articles

Kolaborasi PAUD dengan Orang Tua dalam Memenuhi Standar Pendidikan Anak Usia Dini Arfani Amalia; Asep Dudi Suhardini; Masnipal
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v5i2.8358

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan menelaah bentuk kolaborasi antara lembaga PAUD dan orang tua dalam mendukung penerapan Standar Nasional PAUD sesuai Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014, dengan fokus pada empat standar utama: STPPA, proses, penilaian, dan pengelolaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner daring kepada 22 orang tua di TK Unisba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua melalui dukungan fasilitas belajar di rumah, partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, komunikasi dengan guru, dan kehadiran di sekolah berkontribusi besar terhadap pemenuhan standar nasional. Kolaborasi ini diperkuat oleh komunikasi dua arah, transparansi sekolah, dan meningkatnya kesadaran orang tua mengenai peran mereka. Namun, masih terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu, perbedaan komunikasi, dan kurangnya pemahaman tentang bentuk keterlibatan orang tua. Temuan ini menegaskan bahwa kerja sama yang kuat antara PAUD dan orang tua sangat penting untuk mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Abstract. This study aims to examine the collaboration between early childhood education institutions (ECE) and parents in supporting the implementation of the National Standards for Early Childhood Education as outlined in Ministry of Education and Culture Regulation No. 137 of 2014, focusing on four key standards: STPPA, process, assessment, and management. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observations, interviews, document analysis, and an online questionnaire completed by 22 parents at TK Unisba. The findings show that parental involvement through providing learning support at home, participating in learning activities, communicating with teachers, and attending school events greatly contributes to meeting national standards. This collaboration is strengthened by two-way communication, school transparency, and increasing parental awareness of their roles. However, challenges remain, such as limited parental time, differences in communication styles, and a lack of understanding of the forms of parental involvement expected. Overall, the study highlights that strong collaboration between PAUD institutions and parents is essential for delivering quality early childhood education.
Implementasi pendidikan pesantren salaf pada pondok pesantren khalaf di era globalisasi Giantomi Muhammad; Asep Dudi Suhardini; Andewi Suhartini; Nurwadjah Ahmad E.Q Ahmad E.Q
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 Desember (2023): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v5i2.275

Abstract

Islamic boarding schools are the oldest religious educational institutions that existed before the emergence of formal educational institutions in Indonesia. Two Islamic boarding schools are known, namely traditional and modern. Traditional Islamic boarding schools are identified as teaching religious values ​​with traditional approaches and methods. Modern Islamic boarding schools are identified as teaching religious values ​​with modern approaches and methods. These two types of Islamic boarding schools have their traditional characteristics. This study describes efforts to traditionalize modern pesantren education in the current climate of globalization. This research uses a qualitative approach with the literature study method. The results of the study reveal that modern Islamic boarding schools still adhere to and seek to develop traditional values ​​in terms of religious material, the creation of an educational atmosphere, and the relations between the parties involved, especially about the development of technology to form a quality civil society. Islamic development is also accompanied by a technology-based approach so that the students besides being able to form aspects of their faith and can have expertise in using technology as a basis for preaching.
Strategi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SDN Lenteng Agung 07 Nimatul Janna Tokan; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education 295-304
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23902

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya membentuk peserta didik yang berakhlak mulia sesuai nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran PAI, (2) peran dan keteladanan guru Pendidikan Agama Islam (uswah hasanah) dalam menanamkan nilai-nilai karakter, dan (3) penerapan strategi pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI di SDN Lenteng Agung 07. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter telah diintegrasikan secara sistematis dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran PAI. Guru berperan sebagai pendidik sekaligus teladan dalam menanamkan nilai religius, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepedulian sosial, dan percaya diri kepada peserta didik. Strategi pendidikan karakter diterapkan melalui pembiasaan, keteladanan guru, integrasi nilai karakter dalam materi pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran aktif, penciptaan lingkungan sekolah yang positif, serta kerja sama dengan orang tua. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan terhadap perkembangan sikap dan perilaku peserta didik. Strategi tersebut terbukti mendukung pembentukan karakter peserta didik secara optimal. This research is motivated by the importance of character education in Islamic Religious Education (PAI) learning as an effort to shape students with noble morals according to Islamic values. This research aims to determine: (1) the integration of character values ​​in PAI learning, (2) the role and exemplary behavior of Islamic Religious Education teachers (uswah hasanah) in instilling character values, and (3) the application of character education strategies in PAI learning at SDN Lenteng Agung 07. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. Research informants consisted of Islamic Religious Education teachers, principals, and students. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested using source triangulation and technical triangulation. The results of the study indicate that character values ​​have been systematically integrated in the planning and implementation of PAI learning. Teachers play a role as educators and role models in instilling religious values, discipline, responsibility, cooperation, social awareness, and self-confidence in students. Character education strategies are implemented through habituation, teacher role models, integration of character values ​​into learning materials, use of active learning methods, creation of a positive school environment, and collaboration with parents. Evaluation is conducted through observation of the development of student attitudes and behavior. These strategies have been proven to support optimal character development in students.
Analisis Edukatif Nilai-Nilai Pergaulan Sosial Dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat Ayat 11,12 Dan 13: BAB I PENDAHULUAN,BAB II PENDAPAT MUFASSYIRIN TENTANG QS. AL-ḤUJURĀT AYAT 11-13,BAB III LANDASAN TEORITIK NILAI-NILAI PERGAULAN SOSIAL DALAM Q.S AL-ḤUJURĀT AYAT 11, 12, DAN 13,BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN,BAB V PENUTUP Muhammad Zarkasyi Ali; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education 606-611
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24987

Abstract

Abstract. Muhammad Zarkasyi Ali. (10030121138). EDUCATIONAL ANALYSIS ABOUT VALUES OF SOCIAL INTERACTION IN THE QUR'AN SURAH AL-ḤUJURĀT VERSES 11, 12, AND 13. Undergraduate Thesis, Islamic Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Bandung Islamic University, 2025. This research is motivated by the phenomenon of social ethics degradation, characterized by the rise of bullying, hate speech, trust crises, and structural discrimination. This critical condition necessitates the revitalization of Qur'anic values as the primary foundation for civilized interaction. The purpose of this study is to analyze the meaning, form, and relevance of the social interaction values contained in Surah Al-Ḥujurāt verses 11, 12, and 13.This study employs a qualitative method through a library research design. Data collection was conducted using documentation techniques by examining authoritative exegesis books (such as Tafsir Al-Ṭabarī, Ibn Katsīr, and Fakhr al-Dīn al-Rāzī) along with contemporary academic literature. Data analysis was carried out using tahlili (analytical) and maudhu’i (thematic) exegetical approaches.The findings reveal three pillars of social interaction values. First, verse 11 formulates the value of interpersonal honor through the prohibition of mocking, insulting, and name-calling, serving as the basis for anti-bullying education. Second, verse 12 formulates the value of mental integrity through the prohibition of prejudice, spying, and backbiting, aiming to establish a culture of tabayyun and privacy protection. Third, verse 13 formulates the value of egalitarianism, which eradicates racism and encourages multicultural collaboration by establishing piety as the sole standard of human nobility.The internalization of social interaction values in Surah Al-Ḥujurāt is highly relevant for implementation in contemporary character education. These values function preventively and curatively to deter verbal abuse, restore fractured public trust, and realize a social order that is inclusive, egalitarian, and upholds human dignity. Keywords: Social Interaction Values, Surah Al-Ḥujurāt, Qur'anic Exegesis, Digital Ethics. Abstrak. Muhammad.ZarkasyiAli.(10030121138).ANALISIS EDUKATIF TENTANG NILAI -NILAI PERGAULAN SOSIAL DALAM AL-QUR’AN SURAH AL-ḤUJURĀT AYAT 11,12 DAN 13 Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung 2025.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi etika sosial kemasyarakatan yang ditandai dengan maraknya perundungan (bullying), ujaran kebencian, krisis kepercayaan, serta diskriminasi struktural. Kondisi kritis ini menuntut adanya revitalisasi nilai-nilai Al-Qur'an sebagai landasan utama interaksi yang beradab. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis makna, bentuk, dan relevansi esensi nilai-nilai pergaulan sosial yang terkandung dalam Surah Al-Ḥujurāt ayat 11, 12, dan 13. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui desain studi kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dengan menelaah kitab-kitab tafsir otoritatif (seperti Tafsir Al-Ṭabarī, Ibn Katsīr, dan Fakhr al-Dīn al-Rāzī) serta literatur akademik kontemporer. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan tafsir tahlili (analitis) dan maudhu’i (tematik).Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga pilar nilai pergaulan sosial. Pertama, ayat 11 merumuskan nilai kehormatan interpersonal melalui larangan mengolok-olok, mencela, dan memberi gelar buruk sebagai dasar pendidikan anti-perundungan. Kedua, ayat 12 merumuskan nilai integritas mental melalui larangan prasangka buruk, memata-matai, dan menggunjing, yang bertujuan membentuk budaya tabayyun dan perlindungan privasi. Ketiga, ayat 13 merumuskan nilai egalitarianisme yang menghapus diskriminasi rasisme serta mendorong kolaborasi multikultural dengan menetapkan ketakwaan sebagai satu-satunya standar kemuliaan.Internalisasi nilai-nilai pergaulan sosial dalam Surah Al-Ḥujurāt terbukti sangat relevan untuk diimplementasikan ke dalam pendidikan karakter kontemporer. Nilai-nilai ini berfungsi secara preventif dan kuratif untuk mencegah kekerasan verbal, merestorasi kepercayaan masyarakat yang retak, serta mewujudkan tatanan pergaulan sosial yang inklusif, egaliter, dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan. Kata Kunci: Nilai Pergaulan Sosial, Surah Al-Ḥujurāt, Tafsir Al-Qur'an, Etika Digital.
Pengaruh Media Pembelajaran Video Animasi Islami Terhadap Materi Praktik Shalat Siswa Kelas II SD Asy-Syifa 1 Bandung Monika Oktaviana Putri; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education 1012-1019
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26064

Abstract

Abstract. This study aimed to analyze the effect of Islamic animated video learning media on the mastery of prayer practice material among second-grade students at SD Asy-Syifa 1 Bandung. This quantitative study employed an experimental design, involving 56 second-grade students, consisting of 30 males and 26 females. Data analysis was performed using descriptive statistics and instrument validity-reliability tests. Pretest results indicated that students' prayer practice abilities before the Islamic animated video media intervention were at a low level, with a mean score of 39.25 (standard deviation 6.05), suggesting that most students still struggled with understanding and performing prayer practices. Instrument validity tests showed that both pretest (r-count = 0.942) and posttest (r-count = 0.964) items were declared valid, as their r-counts were significantly greater than r-table (0.263). Furthermore, a reliability test with a Cronbach's Alpha of 0.887 confirmed that the instrument was highly reliable and consistent in measuring students' prayer practices. This study strengthens the cognitive theory of visual learning by positioning Islamic animated videos as an effective mechanism for enhancing fine motor skills and conceptual understanding of religious practices. These findings highlight the potential of digital media in improving the quality of Islamic religious education, suggesting schools further integrate technology into the prayer learning process. Keywords:Learning Media, Islamic Animated Video, Prayer Practice, Elementary Students, Islamic Religious Education. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran video animasi Islami terhadap penguasaan materi praktik shalat pada siswa kelas II SD Asy-Syifa 1 Bandung. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan 56 siswa kelas II yang terdiri dari 30 laki-laki dan 26 perempuan. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji validitas-reliabilitas instrumen. Hasil pretest menunjukkan bahwa kemampuan praktik shalat siswa sebelum intervensi media video animasi Islami berada pada tingkat rendah, dengan nilai rata-rata 39,25 (standar deviasi 6,05), mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami dan melaksanakan praktik shalat. Uji validitas instrumen menunjukkan bahwa item pretest (r-hitung = 0,942) dan posttest (r-hitung = 0,964) dinyatakan valid karena r-hitung keduanya jauh lebih besar dari r-tabel (0,263). Selain itu, uji reliabilitas dengan Cronbach's Alpha sebesar 0,887 menegaskan bahwa instrumen ini sangat reliabel dan konsisten dalam mengukur praktik shalat siswa. Studi ini memperkuat teori kognitif pembelajaran visual dengan menempatkan video animasi Islami sebagai mekanisme efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus dan pemahaman konseptual praktik ibadah. Temuan ini menggarisbawahi potensi media digital dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, menyarankan sekolah untuk lebih mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran shalat. (maks. 250 kata). Kata Kunci: Media Pembelajaran, Video Animasi Islami, Praktik Shalat, Siswa SD, Pendidikan Agama Islam.
Analisis Adab Menuntut Ilmu Dalam QS Al Kahfi Ayat 66-70 dan Relevansinya Dalam Pendidikan Kontemporer Hoeratun Napsiah; Asep Dudi Suhardini; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education 1104-1115
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26169

Abstract

Abstrac. This study examines the etiquette of seeking knowledge found in Surah Al-Kahfi (verses 66–70) and its relevance to contemporary education. The research aims to identify the values regarding the etiquette of seeking knowledge contained in these verses and to explore their application within the context of modern education. A qualitative research method was employed, utilizing thematic exegesis (*tafsir maudhu’i*) and drawing upon both classical and contemporary exegetical sources. The findings indicate that Surah Al-Kahfi verses 66–70 embody values such as humility, patience, respect for the teacher, refraining from interrupting explanations before they are concluded, and adherence to learning guidelines. These values hold significant relevance for contemporary education, particularly in shaping student character and fostering sound learning ethics amidst the challenges of the digital era. This study is intended to serve as a reference for educators, students, and education observers in instilling the etiquette of seeking knowledge in accordance with Islamic teachings.Keywords: Etiquette of seeking knowledge, Surah Al-Kahfi 66–70, contemporary education
Perbandingan Efektivitas Project Based Learning Melalui Proyek Poster Dan Proyek Cerita Dalam Meningkatkan Pemahaman Nilai Toleransi Siswa Kelas V SDN 1 Cibodas Iis Komala Tanti; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education 1116-1124
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26204

Abstract

This study is motivated by the importance of enhancing students' understanding of tolerance values ​​within Islamic Religious Education (PAI) instruction through learning models that actively engage students. The study aims to determine the difference in effectiveness between two Project-Based Learning approaches poster projects and story projects in improving students' understanding of tolerance values. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental method with a Pretest-Posttest Two Treatment Group design. The sample consisted of 67 students divided into two groups: 35 students participated in the poster project, and 32 students participated in the story project. Data were collected via questionnaires, observation, and documentation, then analyzed using descriptive statistics, Paired Sample t-Tests, Independent Sample t-Tests, and Normalized Gain (N-Gain) analysis with the aid of SPSS. The results indicate that implementing Project-Based Learning through either poster or story projects effectively improves students' understanding of tolerance values. However, a difference in effectiveness was observed; the poster project proved more effective than the story project in enhancing students' understanding of tolerance values. Consequently, the Project-Based Learning model utilizing poster projects is more effective for Islamic Religious Education instruction aimed at improving students' understanding of tolerance values ​​at SDN 1 Cibodas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan pemahaman nilai toleransi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas model Project Based Learning melalui proyek poster dan cerita dalam meningkatkan pemahaman nilai toleransi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experimental) menggunakan desain Pretest-Posttest Two Treatment Group Desain. Sampel penelitian berjumlah 67 siswa yang terdiri dari dua kelompok yaitu, 35 siswa memperoleh perlakuan dengan membuat proyek poster, dan 32 siswa memperoleh perlakuan dengan membuat proyek cerita. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, Paired Sample t-Test, Independent sample t-Test, dan Normalized Gain (N-Gain) dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning melalui proyek poster maupun proyek cerita sama-sama meningkatkan pemahaman nilai toleransi siswa. Selain itu, terdapat perbedaan efektivitas antara kedua jenis proyek tersebut, di mana proyek poster menunjukkan efektivitas yang lebih baik dibandingkan proyek cerita dalam meningkatkan pemahaman nilai toleransi siswa. Dengan demikian, model Project Based Learning melalui proyek poster lebih efektif diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan pemahaman nilai toleransi siswa di SDN 1 Cibodas.
Pemanfaatan YouTube sebagai Media Pembelajaran Al-Quran Hadis dalam Menumbuhkan Minat Belajar Pada Siswa Kelas VIII MTs Al-Marfu’ah Garut Imas Nurkhopipah; Asep Dudi Suhardini; Iwan Sanusi
Bandung Conference Series: Islamic Education 1166-1175
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26334

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya minat belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Al-Quran Hadis serta perlunya inovasi media pembelajaran yang lebih interaktif untuk mengatasi kejenuhan siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan YouTube sebagai media pembelajaran, dampaknya terhadap minat belajar, serta faktor pendukung dan penghambatnya di MTs Al-Marfu’ah Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada kepala sekolah, guru Al-Quran Hadis, dan siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan melalui penyusunan RPP berbasis teknologi dan pemilihan konten yang relevan. Pelaksanaan berjalan secara interaktif, dan terbukti mampu menumbuhkan minat belajar yang ditandai dengan peningkatan perhatian, rasa senang, serta keaktifan siswa. Faktor pendukung berupa fasilitas sekolah dan kemampuan digital guru, sedangkan penghambat berupa gangguan jaringan, iklan, dan keterbatasan perangkat. Kata Kunci: Pemanfaatan YouTube, Media Pembelajaran Al-Quran Hadis, Minat Belajar. Abstract. This study was motivated by the suboptimal learning interest of eighth-grade students in the Quran and Hadith subject, and the need for more interactive learning media to overcome student boredom. The objectives are to describe the use of YouTube as a learning medium, its impact on learning interest, as well as supporting and inhibiting factors at MTs Al-Marfu’ah Garut. This research employed a qualitative descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, Quran and Hadith teacher, and eighth-grade students. The results show that planning is carried out through IT-based lesson plans and relevant content selection. Implementation runs interactively and effectively fosters learning interest, marked by increased attention, enjoyment, and active participation. Supporting factors include school facilities and teachers’ digital competence, while obstacles include network instability, advertisements, and limited equipment. Keywords: Use of YouTube, Quran and Hadith Learning Media, Learning Interest.
Pengembangan Sikap Tanggung Jawab Melalui Model Pembelajaran Sentra Bahan Alam Siti Anjani Sofitri; Asep Dudi Suhardini; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 59-68
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.18712

Abstract

Abstract. Development of responsible behavior in children in group B, learning methods utilizing natural materials are applied in Ash-Shidiq Kindergarten, Cihideung Village, Parongpong District. The metho used is classroom action researchh (CAR). It was carried out in four cycles with reference to the Good and Travers model. The subjects of the study consisted of 10 students in Ash-Shidiq Kindergarten, which included 4 girls and 6 boys. Data collectionn techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out using a qualitative descriptive approach. Children who routinely participated in this activity showed better development of a sense of responsibility and had a positive influence on all aspects of their growth. The indicator of success in this study was the number of children who successfully achieved the expected development criteria. Research findingsindicate development of a sense responsibility in students could be increased by the implementation of a natural material-based learning model. The initial condition before the cycle, the percentage was 20%, after stage I there is an increase to 30%, in stage II there is an increase of 50%, and in cycles III and IV it increased to 90%. Steps to develop children's sense of responsibility include preparing natural materials, carrying out activities, selecting natural materials according to the established theme. Abstrak. Pengembangan perilaku sikap tanggung jawab pada anak kelompok B, metode pembelajaran yang memanfaatkan bahan-bahan alami diterapkan di TK Ash-Shidiq, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakn kelas PTK. Dijalankan sebanyak empat tahap, berdasarkan pendekatan yang dikembangkan oleh Good dan Travers. Subjek penelitian terdiri dari 10 siswa di TK Ash-Shidiq, yang meliputi 4 anak perempuan dan 6 anak laki-laki. Dengan teknik pengumpulan data yang mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Anak yang mengikuti kegiatan ini secara rutin menunjukkan pengembangan sikap tanggung jawab yang lebih baik serta memberikan pengaruh positif pada semua aspek pertumbuhan mereka. Indikator sukses dalam penelitian ini adalah jumlah anak yang berhasil mencapai kriteria berkembang sesuai yang di harapkan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sikap tanggung jawab pada siswa bisa meningkat dengan penerapan model pembelajaran berbasis bahan alam. Kondisi awal pra siklus, presentase adalah 20%, setelah siklus I ada peningkatan menjadi 30%, di siklus II mengalami peningkatan 50%, dan di siklus III dan IV lebih meningkat menjadi 90%. Langkah-langkah untuk mengembangkan sikap tanggung jawab anak meliputi persiapan media bahan alam, melakukan kegiatan, memilih barang bahan alam sesuai dengan tema yang telah ditetapkan.
Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Mengembangkan Literasi pada Anak Usia Dini Nabila Zahra Ramadhani; Arif Hakim; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 187-194
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i2.21534

Abstract

Abstract. This study aims to examine in depth how the implementation of the Independent Curriculum can develop literacy in early childhood at KOBER Essenville. Literacy is a fundamental aspect of early childhood education because it is directly related to language skills, critical thinking, and children's readiness to enter the next level of education. The Independent Curriculum presents a breakthrough in the Indonesian education system by providing freedom and flexibility to educational units and educators in designing learning that is tailored to the needs and characteristics of students. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques included observations of teaching and learning activities, interviews with teachers, and documentation of children's work and lesson plans. The results showed that teachers at KOBER Essenville were able to integrate literacy activities into thematic learning based on children's interests and experiences. Strategies used included shared reading, storytelling, role-playing, and the use of visual and interactive media. Children demonstrated improvements in letter recognition, story comprehension, and verbal communication skills. Despite several obstacles, such as limited literacy resources and the need for further teacher training, the teachers' enthusiasm for continuous innovation and building a supportive learning environment remained a key strength. The findings of this study are expected to contribute to early childhood education practitioners and policymakers in developing literacy learning models based on the Independent Curriculum. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka dapat mengembangkan literasi pada anak usia dini di KOBER Essenville. Literasi merupakan salah satu aspek fundamental dalam pendidikan anak usia dini karena berkaitan langsung dengan kemampuan berbahasa, berpikir kritis, serta kesiapan anak untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Kurikulum Merdeka hadir sebagai terobosan dalam sistem pendidikan Indonesia dengan memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada satuan pendidikan serta pendidik dalam menyusun pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap kegiatan belajar mengajar, wawancara dengan guru, serta dokumentasi terhadap hasil karya anak dan rencana pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di KOBER Essenville mampu mengintegrasikan kegiatan literasi dalam pembelajaran tematik berbasis minat dan pengalaman anak. Strategi yang digunakan meliputi kegiatan membaca bersama, mendongeng, bermain peran, serta penggunaan media visual dan interaktif. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam aspek pengenalan huruf, kemampuan memahami isi cerita, serta keterampilan berkomunikasi secara verbal. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya literasi dan perlunya pelatihan lanjutan bagi guru, semangat guru untuk terus berinovasi dan membangun lingkungan belajar yang mendukung tetap menjadi kekuatan utama. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi praktisi PAUD dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan model pembelajaran literasi berbasis Kurikulum Merdeka.
Co-Authors 10030121093, Hana Hanifah Firdaus 10030219011, Danisya Firdani Supriono AA Sudharmawan, AA Aam Aminah Abda Abda Aep Saepudin Afifa Fauziyah Salsabila Afifah Ulya Ainurrohmah DCG Ahmad Yani Aini, Siti Noor Alfi Riza Nugraha Amalia Rizki Febrianti Amy Kurnia Rahmawati Andewi Suhartini Anita Nur Afiani Annisa Sa'diah Ansori Ansori Arfani Amalia Arif Hakim Arif Hakim Arif Hakim Arif Hakim Asep Rifqi Abdul Mughni Aulia Nakhita Hashi Aulia Rohmah Auryn Virginia Maryani Avid Leonardo Sari Ayi Sobarna Azizah, Hasna Nur Azlan Kiaq Benazia Rahma Putri Cahya Agung Nugraha Dedih Surana Demmy Arfani Arafah Dewi Masitoh Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Yulia Dhiyaan Wadzikran Dinar Nur Inten Eko Surbiantoro Ely Amalia Enoh Erhamwilda Erlangga, Revan Dwi Fitroh Hayati Giantomi Muhammad Hakim, Arif Hasna Nur Azizah Helmi Aziz Heru Pratikno Hoeratun Napsiah Huriah Rachmah Ihsan Sidikin Iim Rohimah Iim Rohimah Iis Komala Tanti Imas Nurkhopipah Ipah Arianti Iqhlima Yustpika Putri Irwandi Joni Haryanto Kenia Khaira Shaliha Khairani Istiqamah Khairil Harja Dinata Khofifah Arro'uf Labib Elmuna Laksmi Dewi Laksmi Dewi, Laksmi Masnipal masnipal Mega Fatimah Rosana Metha Nahda Afriliya Mila Karmila Milleandi Indra Emil Monika Oktaviana Putri Muhamad Alihanafiah bin Norasid Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Zarkasyi Ali Muhardi Mujahid Rasyid Mujahid Rayid Munazzah Hurun Ainun Nabila Zahra Ramadhani Nadri Taja Nan Rahminawati Nimatul Janna Tokan Nindy Nur Pitaloka Nova Amelia Putri Nurul Afrianti, Nurul Nurwadjah Ahmad E.Q Ahmad E.Q Nury Nurjanah Pipih Sopiah Revan Dwi Erlangga Revi Rusdatul Jannah Rifan Shodikin Rini Riyani Riyandi Baehaqi Salma Afifah Nuryani Salma Wildani Siti Hafsah Salsabila Syahda Jaenudin Santi Nurbayani Sanusi, Iwan Sany Nurchoeriyah Selvi Putri Wahyutiara Sheren Issaura Siti Anjani Sofitri Siti Hanifah Najmal Jannah Siti Marwah Nurmuffidah Siti Nurazizah Siti Rahmawati Sobar Al Ghazal Sobar Al Ghazal Sri Hartini Suri Dara Adinda Tasya Azzahra Tatat Tarwiah Usamah Almujahid Wahyu Fajar Faadhilah Widi Fachrunnisa Yayang Purnama Sari