Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin

KONSEP UMMAH WAHIDAH DALAM AL-QUR’AN: Kajian Atas Tafsir Al-Maraghi Putri, Poppy Devinna; Dahliana, Yeti
TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 22 No. 2 (2023): Kajian Ilmu Ushuluddin dan Studi Agama
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/tjd.v22i2.368

Abstract

Allah created humans as a ummah wahidah, even though humanity consists of various tribes and races humanity is one people, but recently humans often clash with each other, and even fellow Muslims have become divided. others are caused by differences of opinion that give rise to disputes. Even though Islam commands its people to unite with each other, not divide and not fight because Islam exists to be able to care for existing differences, this is proven by the existence of nine verses that discuss the unity and unity of the Ummah. Therefore, the researcher wants to examine more deeply the concept of ummah wahidah in the thoughts of Muhammad Mustafa al-Maraghi in the book Tafsir al-Maraghi. This research aims to find out the meaning of the phrase ummah wahidah in al-Maraghi's interpretation, find out the relevance of the concept of ummah wahidah offered in the current context, and answer existing problems. The method used in this research is library research. The results of this research are the results of Sheikh al-Maraghi's interpretation of nine verses containing several phrases ummah wahidah. The meanings in Sheikh al-Maraghi's interpretation include one person in terms of religion, one person in terms of their faith, one person in terms of the Shari'a, one person in terms of disbelief, and one person in the search for truth. The concept of ummah wahidah offered by Sheikh al-Maraghi is still relevant in the current context, seen from the fact that currently there are still many conflicts between communities caused by differences in views. So this interpretation is useful as a solution to existing problems. Pada dasarnya manusia Allah ciptakan sebagai ummah wahidah, meskipun umat manusia terdiri dari berbagai macam suku, ras yang berbeda-beda. Belakangan ini umat manusia saling berselisih bahkan sesama umat Islam pun berbepecah belah, salah satunya, disebabkan oleh perbedaan pendapat. Padahal Islam memerintahkan umatnya untuk saling bersatu, tidak berpecah belah dan tidak berselisih karena Islam hadir untuk bisa merawat perbedaan yang ada. Hal ini dibuktikan dengan adanya sembilan ayat yang membahas mengenai persatuan dan kesatuan umat. Oleh karena itu, peneliti ingin mengkaji lebih dalam mengenai konsep ummah wahidah dalam pemikiran Muhammad Mustafa al-Maraghi dalam kitab tafsir al-Maraghi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dari lafal ummah wahidah dalam tafsir al-Maraghi, mengetahui relevansi konsep ummah wahidah yang ditawarkan dengan konteks masa kini dan  menjawab problem yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian “library research” (kepustakaan). Hasil dari penelitian ini adalah dari hasil penafsiran Syeikh al-Maraghi pada sembilan ayat yang mengandung lafal ummah wahidah, terdapat beberapa makna di antaranya, umat yang satu dalam hal agama, umat yang satu dalam hal keimanan, umat yang satu dalam hal syariat, umat yang satu dalam hal kekufuran, dan umat yang satu dalam mencari kebenaran. Konsep ummah wahidah yang dtiwarkan oleh Syeikh al-Maraghi masih relevan dengan konteks masa kini, dilihat dari  di masa sekarang masih banyak konflik perpecahan antar umat yang disebabkan oleh perbedaan pandangan. Sehingga, penafsiran ini berguna untuk menjadi solusi permasalahan yang ada.
Co-Authors Abdullah Mahmud Adingga Rahman, Muhamad Vicko Ahmad Akbar Fauzi Ahmad Al Tasdiq Ahmad Nurrohim Ainur Ra’in Ainur Rhain Al Ghoni, Burhanudin Al Hadi, Abil Fida Muhammad Qois Aldila Luthfiana Rahmadewi Alfiyatul Azizah Amalia Naim Afifah Amanda Eka Rismawati Ammar, Ammar Ananda, Fadhia Andri Nirwana AN Anggraini, Fadhilla Nangroe Annisa Az Zahra Arif Prasetyo, Arif Ashila Uhnul Nafisa Auliya, Nila Qonita Azizah, Alfiatul Azizah, Alfiyatul Burhanudin Al-Ghoni Chusniatun Daud, Zainora Devi Nurqomariah Dinningrum, Khairani Makina Dwi Yuliyanti Fadzlurrahman, Habibi Fajriansyah, Bima Filmizan Firman syah, Firman Fuadi Hikmah, Farisa Aliyatul Imron Nugroho Saputro Inayati, Nurul Latifatul Kharis Nugroho Kilau Aurum Auliya Kusuma Dewi, Ellynia Eva Laili Nabila Lathifah, Anisah Dwi M.Agus Mahasri Shobahiya, Mahasri Mistiawati, Eka Nur Moch Rohman Romadhon Mohammad Zakki Azani Muadz Abdus Salam Muffidhah, Ummi Muh Nur Rochim Maksum Muhajiroh, Hanifah Muhamat Mubin Muhammad Akmal Jauhar Rifqi Muhammad Andi Setiawan Muhammad Iqbal Muhammad Nor Mujazin, Mujazin Munaya Shofa Muthoifin Nadia Alisyia Nuri Naufal, Ahmad Ghani Nirwana, Andi Nugroho, Kharis Nurrahim, Ahmad Permatasari, Indah Gilang Putri, Bella Misbahati Putri, Poppy Devinna Ramadhan, Sulchan Ainur Rhain, Ainur Rha’in, Ainur Ridho Astri Dewantoro Sabar hati Halawa Saifudin Saifudin Sami Satriaji Abimanyu Suharjianto, Suharjianto Sumadi, Eko Sumardianto Sumardianto, Eko Syahda Naurah SYAMSUL HIDAYAT Syamsul Hidayat Tawakkal MS, Moch Iqbal Ulfa Nur Fajriana Ummi Muffidhah Usamah Abdurrahman Vatku Rohman, Mucholit Wahab, Ahmad Ishom Pratama Wahyu Nur Sinta Sari WILDAN HAMDANI Zein Alviansyah Zidha Khira Himmah