Claim Missing Document
Check
Articles

Pendekatan Konsep Arsitektur Hijau pada Perancangan Terminal Angkutan Umum Tipe B di Kabupaten Bantaeng Akbar, Muhammad Fauzan; Idrus, Irnawaty; Abdullah, Ashari; Syarif, Muhammad; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16174

Abstract

Terminal angkutan umum memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial, khususnya di Kabupaten Bantaeng, sehingga memerlukan sistem transportasi dan pelayanan yang berkualitas. Penerapan konsep arsitektur hijau menawarkan solusi untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi karbon, dan menciptakan sistem transportasi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan elemen arsitektur hijau dalam perancangan terminal angkutan umum Tipe B di Kabupaten Bantaeng. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan dan analisis data berdasarkan pendekatan arsitektur hijau. Kajian difokuskan pada penerapan prinsip-prinsip utama, seperti pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami, penyediaan ruang terbuka hijau sebagai elemen esensial, penggunaan material alami untuk meningkatkan kenyamanan, serta pemanfaatan material daur ulang sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur hijau dapat menciptakan terminal yang tidak hanya berfungsi secara efisien, tetapi juga ramah lingkungan dengan memaksimalkan penggunaan sumber daya seperti air, listrik, dan material secara optimal. Terminal yang dirancang dengan konsep ini mampu menyediakan pelayanan yang baik sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. Dengan demikian, perancangan terminal angkutan umum berbasis arsitektur hijau di Kabupaten Bantaeng dapat menjadi model desain yang inovatif untuk fasilitas transportasi di masa depan.
Konsep Arsitektur Organik pada Perancangan Kawasan Wisata Eco Park Mangrove di Kabupaten Kepulauan Selayar Ahmad, Andi Firman; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Latif, Sahabuddin; Amal, Citra Amalia; Rohana, Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.17565

Abstract

Hutan Mangrove Matalalang di Kabupaten Kepulaun Selayar memiliki potensi yang cukup unik dan alamiah yaitu kekayaan biodiversitasnya. Mulai dari persebaran tumbuhan mangrovenya juga biota laut yang melimpah. Namun keadaan Kawasan hutan mangrove tersebut sudah lama terbengkalai akibat abrasi, alih fungsi lahan, dan kurangnya pemahaman masyarakat sekitar pentingnya ekosistem mangrove. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep dan perancangan arsitektur organik pada Eco Park Mangrove di Kabupaten Kepulauan Selayar. Konsep arsitektur organik merupakan perancangan arsitektur yang menggabungkan ruang dan bentuk dengan pusat pemikiran pada harmoni antara manusia dan alam. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni pengumpulan data dan analisis data yang sesuai dengan tema perancangan dan pendekatan arsitektur organik. Dari hasil perancangan, Eco Park Mangrove yang berlokasi di Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar. Total luas tapak sebesar 38.000 m2 dan luas lahan terbangun sebesar 15.200 m2. Bentuk bangunan mengadopsi bentuk daun mangrove yang berupa bidang berbentuk elips dengan dua bidang lengkung. Siteplan terdiri dari bangunan utama wisata mangrove, cafetaria, rumah kreatif mangrove, cottage, rumah pembibitan mangrove (rumah kaca mangrove), mangrove tracking, kolam pemancingan, mushollah, area hutan mangrove, dermaga, plaza, area parkir, dan jembatan pedestrian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kawasan wisata Eco Park Mangrove agar tetap selaras dengan alam dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Konsep Biophilic pada Perancangan Pusat Olahraga Islami di Kota Makassar Baharsin, Syamsir Aman; Amal, Citra Amalia; A. Amin, Siti Fuadillah; Syarif, Muhammad; Latif, Sahabuddin; Abdullah, Ashari
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.17573

Abstract

Biophilic design merupakan pendekatan yang menekankan hubungan manusia dengan alam, yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.. Biophilic design berbeda dengan pendekatan arsitektur lain. Fokus utama biophilic design terletak pada dampak alam terhadap psikologi manusia. Teori biophilic meyakini bahwa alam memberikan pengaruh psikologi manusia dan bagaimana mengolah desain agar manusia dapat merasakan kehadiran alam sekitarnya. Teori ini menjelaskan bagaimana alam dipersepsikan oleh panca indera manusia dan pengaruhnya terhadap sistem organ atau metabolisme. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip biophilic design ke dalam desain pusat olahraga islami yang menghubungkan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data dan analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada perancangan pusat olahraga islami di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip biophilic design yang diterapkan pada bangunan di pusat olahraga islami di Kota Makassar dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Prinsip biophilic design seperti direct experience of nature (pengalaman langsung dengan alam, dan indirect experience of nature (pengalaman tidak langsung dengan alam) dimana pemanfaatan pencahayaan alami, material dan warna alam yang digunakan dalam bangunan, serta . Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pusat olahraga islami di Kota Makassar agar tetap memberikan kenyamanan penggunanya dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Penerapan Konsep Arsitektur Bioklimatik pada Perancangan Pondok Pesantren di Gowa Fikri, Muhammad; Abdullah, Ashari; Paddiyatu, Nurhikmah; Rohana, Rohana; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v4i1.18543

Abstract

Kabupaten Gowa memiliki karakter iklim tropis lembap yang ditandai oleh suhu tinggi, kelembapan yang konsisten, dan intensitas radiasi matahari yang signifikan sepanjang tahun. Kondisi ini menuntut pendekatan desain bangunan yang mampu merespons iklim secara adaptif untuk menciptakan kenyamanan termal, khususnya pada lingkungan pendidikan berasrama seperti pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep arsitektur bioklimatik dalam perancangan pondok pesantren dengan mengacu pada indikator bioklimatik menurut Ken Yeang (1994) dan Norbert Lechner (2007). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis iklim mikro tapak, dan interpretasi desain berbasis prinsip bioklimatik. Hasil studi menunjukkan bahwa strategi seperti orientasi bangunan, ventilasi silang, penggunaan shading device, dan integrasi vegetasi, sebagaimana dikemukakan oleh Yeang dan Lechner, berkontribusi signifikan terhadap kenyamanan pasif dan efisiensi energi. Penerapan konsep ini pada rancangan pondok pesantren tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperkuat fungsi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang menghargai alam. Desain ini diharapkan menjadi prototipe arsitektur pesantren tropis yang adaptif, hemat energi, dan humanis.
Pendekatan Arsitektur Bioklimatik pada Perancangan Pondok Pesantren Modern di Kabupaten Takalar Syam, Nurleha; Mustafa, Mursyid; Latif, Sahabuddin; Syarif, Muhammad; Syahruddin, Andi Syahriyunita; Amal, Citra Amalia; Syahdan, Muh. Rizal
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7273

Abstract

Ditinjau sistem pendidikan pondok pesantren di Indonesia masih jauh dengan sistem pendidikan modern atau sebagian besar pondok pesantren masih menggunakan pola pendidikan tradisional yaitu pola salafiyah. Bangunan pesantren di wilayah Sulawesi Selatan, masih banyak yang bangunannya belum mengadaptasikan arsitektur yang ramah lingkungan. Konsep perancangan pondok pesantren di Takalar ini menerapkan konsep pendekatan arsitektur bioklimatik yang merupakan salah satu konsep arsitektur ramah lingkungan. Metode yang diterapkan adalah studi observasi lapangan dan studi literatur. Hasil konsep bangunan peondok pesantren ini memiliki karakteristik seperti penentuan orientasi bangunan, peletakan sun-shuding, peletakan bukaan, pemilihan material, pemilihan warna bangunan dan peletakan vegetasi yang menjadi keunggulan bangunan ini.
Perancangan Galeri Seni Rupa di Kota Makassar dengan Konsep Arsitektur Kontemporer Yunus, Hamzah; Rasmawarni, Rasmawarni; Latif, Sahabuddin; Abdullah, Ashari; Amal, Citra Amalia; A., Siti Fadillah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7274

Abstract

Berdasarkan tinjauan lapangan beberapa galeri seni rupa di kota Makassar pada umumnya memiliki lokasi yang terbilang kecil dan minim fasilitas. Gedung galeri seni di Makassar dibutuhkan untuk sarana bagi seniman untuk memamerkan karyanya. Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan gedung galeri seni di Makassar yang dapat memenuhi kebutuhan pameran seni lukis. Untuk mendapatkan konsep yang ideal, maka dilakukan survei lokasi dan studi literatur tentang galeri seni dengan konsep arsitektur kontemporer atau studi kasus dengan bangunan sejenis di beberapa tempat. Hasil desain telah dilaksanakan dengan menghasilkan gambar desain dengan luas kurang lebih 2 ha, menerapkan konsep kontemporer yang dapat menampilkan aplikasi modern dan tradisional. Galeri seni rupa ini memiliki beberapa fasilitas penunjang  diantaranya  resto,  kafe, perpustakaan, kelas seni rupa, laboratorium, dan aula. Dengan adanya bangunan ini, maka kebutuhan sarana para seniman di Makassar terpenuhi.
Mengintegrasikan Warisan Budaya dalam Arsitektur Modern: Tinjauan Literatur Tentang Menyeimbangkan Keberlanjutan dan Identitas Idrus, Irnawaty; Paddiyatu, Nurhikmah; Latif, Sahabuddin
Jurnal Linears Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v7i2.16019

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi warisan budaya ke dalam praktik arsitektur modern, menekankan perannya dalam melestarikan identitas lokal, mempromosikan keberlanjutan, dan mendorong keterlibatan masyarakat. Penelitian ini menyelidiki bagaimana elemen desain tradisional dan material lokal dapat dipadukan secara harmonis dengan teknik arsitektur kontemporer untuk menciptakan struktur yang mencerminkan narasi budaya sekaligus memenuhi kebutuhan modern. Strategi utama meliputi penggunaan kembali bangunan warisan secara adaptif dan penerapan teknologi canggih, seperti Pemodelan Informasi Bangunan (BIM) dan pemindaian 3D, untuk memastikan pelestarian dan adaptasi yang tepat. Temuan menunjukkan bahwa penggabungan elemen budaya tidak hanya memperkaya lanskap perkotaan modern tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan lokal dan prinsip-prinsip desain hemat energi. Studi ini menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan budaya dalam menghadapi urbanisasi dan globalisasi yang cepat. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan potensi arsitektur modern untuk meningkatkan relevansi fungsional dan budaya dari lingkungan binaan dengan mengintegrasikan warisan budaya. Penelitian di masa depan harus berfokus pada perluasan penerapan prinsip-prinsip ini, terutama dalam konteks tantangan lingkungan dan kebutuhan perkotaan yang terus berkembang, untuk lebih memperkuat hubungan antara masa lalu dan masa kini dalam desain arsitektur.ABSTRACT:This research explores the integration of cultural heritage into modern architectural practice, emphasizing its role in preserving local identity, promoting sustainability, and encouraging community engagement. The research investigates how traditional design elements and local materials can be harmoniously combined with contemporary architectural techniques to create structures that reflect cultural narratives while meeting modern needs. Key strategies include adaptive reuse of heritage buildings and the application of advanced technologies, such as Building Information Modeling (BIM) and 3D scanning, to ensure proper preservation and adaptation. Findings show that the incorporation of cultural elements not only enriches the modern urban landscape but also supports sustainable development by utilizing local materials and energy-efficient design principles. This study highlights the importance of maintaining cultural continuity in the face of rapid urbanization and globalization. In conclusion, this study demonstrates the potential of modern architecture to enhance the functional and cultural relevance of the built environment by integrating cultural heritage. Future research should focus on expanding the application of these principles, especially in the context of environmental challenges and evolving urban needs, to further strengthen the link between past and present in architectural design.
Harmonizing Islamic Values with Modern Urban Design: Privacy, Technology, and Cultural Preservation in Southeast Asian Architecture Latif, Sahabuddin
Journal of Islamic Architecture Vol 8, No 4 (2025): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v8i4.31860

Abstract

Rapid urbanization in predominantly Muslim regions of Southeast Asia has significantly altered architectural design, shifting from privacy-oriented spatial layouts—such as courtyards and mashrabiyas—to open-plan urban models. This study examines the integration of Islamic values, particularly privacy and culturally sensitive spatial organization, into contemporary urban planning. By conducting a narrative literature review (NLR) of academic research, policy documents, and case studies, this research explores the impact of modernization on privacy considerations within Islamic architecture. The findings reveal the dual impact of surveillance technologies and smart systems, which enhance security but also pose risks to privacy. This study highlights the tension between privacy-conscious spatial organization and the increasing presence of digital monitoring systems in urban settings. The proposed framework promotes a balanced approach through zoning strategies, community engagement, and sustainable architectural solutions that preserve cultural identity while accommodating modernization. By integrating established privacy-oriented design principles with contemporary urban planning, this research provides valuable insights for policymakers and architects in designing inclusive and socially responsive environments. However, as this study relies on secondary sources, future research should incorporate empirical studies, including fieldwork and community engagement, to develop context-specific strategies. Comparative analyses across diverse socio-political settings will further clarify how different urban policies support or challenge the preservation of Islamic architectural values in contemporary cityscapes.
Integrasi Arsitektur Terapeutik dalam Desain Rumah Sakit Jiwa: Studi Kasus di Makassar, Indonesia Nabilah Arbia; Citra Amalia Amal; Sahabuddin Latif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i1.200

Abstract

ABSTRAKMeningkatnya prevalensi gangguan kesehatan mental di Kota Makassar, Indonesia, menandakan perlunya peningkatan fasilitas layanan kesehatan jiwa yang memadai. Studi ini mengusulkan desain Rumah Sakit Psikiatri di Makassar dengan pendekatan arsitektur terapeutik, yang menekankan pada lingkungan penyembuhan (healing environment), keterhubungan dengan alam (natural connection), dan kenyamanan psikologis (psychological comfort). Metodologi yang digunakan mencakup observasi lapangan, analisis spasial, serta penerapan kerangka deskriptif-analitik untuk mengintegrasikan data empiris dan kebutuhan pengguna. Tapak seluas 4,23 hektar ini ditata secara strategis dalam zona publik, semi-publik, privat, dan servis. Hasil utama menunjukkan integrasi elemen biofilik seperti taman terapeutik, ventilasi alami, dan material sensorik yang mendukung pemulihan mental. Bentuk modular heksagonal serta adaptasi budaya lokal memperkuat penerimaan masyarakat dan keharmonisan spasial. Temuan ini menunjukkan bahwa arsitektur terapeutik dapat secara signifikan mengurangi stres, meningkatkan kepuasan pasien, dan mempercepat proses pemulihan. Studi ini memberikan model replikatif untuk pengembangan fasilitas psikiatri yang berkelanjutan dan berpusat pada manusia di kawasan Indonesia Timur. ABSTRACTThe increasing prevalence of mental health disorders in Makassar, Indonesia, underscores the urgent need for improved psychiatric healthcare facilities. This study proposes a design for a Psychiatric Hospital in Makassar using a therapeutic architecture approach, emphasizing healing environments, natural connection, and psychological comfort. The methodology includes field observation, spatial analysis, and application of descriptive-analytic frameworks to integrate empirical data and user needs. The site spans 4.23 hectares and is strategically zoned into public, semi-public, private, and service areas. Key results demonstrate the integration of biophilic elements such as therapeutic gardens, natural ventilation, and sensory materials that support mental recovery. Hexagonal modular forms and cultural adaptation reinforce community acceptance and spatial harmony. The findings show that therapeutic architecture can significantly reduce stress, enhance patient satisfaction, and improve recovery outcomes. The study contributes a replicable model for sustainable, human-centered psychiatric facilities in Eastern Indonesia.
Arsitektur sebagai Katalis Budaya: Desain Eco-Cultural untuk Pusat Warisan Bugis-Makassar Muhammad Suaib; Muhammad Syarif; Nurhikmah Paddiyatu; Rohana; Andi Yusri; Sahabuddin Latif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v3i1.201

Abstract

ABSTRAKKabupaten Gowa merupakan wilayah di Sulawesi Selatan yang kaya akan budaya Bugis-Makassar, namun belum memiliki fasilitas representatif untuk pelestarian dan pengembangan budaya lokal secara berkelanjutan. Studi ini merancang sebuah Pusat Kebudayaan dan Seni Lokal dengan pendekatan eco-cultural yang menggabungkan prinsip keberlanjutan lingkungan dengan pelestarian nilai budaya lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi tapak, wawancara, studi literatur, serta analisis sosial dan ekologis sebagai dasar perancangan. Hasil desain menunjukkan integrasi lima prinsip eco-cultural—image of space, environmental knowledge, building image, technologies, dan idealized concept of place—ke dalam bentuk arsitektur yang adaptif terhadap iklim tropis serta simbolik terhadap budaya Bugis-Makassar. Zona fungsional disusun secara fleksibel untuk menunjang aktivitas edukasi, pertunjukan, dan interaksi sosial, sementara bentuk bangunan terinspirasi dari topi Patonro dan kipas tradisional. Desain ini tidak hanya menghasilkan fasilitas budaya yang fungsional dan kontekstual, tetapi juga berfungsi sebagai ruang edukasi dan refleksi ekologis. Dengan demikian, pusat kebudayaan ini berperan penting dalam mendukung kontinuitas budaya dan kesadaran lingkungan masyarakat Gowa, serta menjadi model arsitektur berkelanjutan berbasis lokal di Indonesia. ABSTRACTGowa Regency in South Sulawesi is rich in Bugis-Makassar cultural heritage but lacks a representative facility for the sustainable preservation and development of local culture. This study designs a Local Cultural and Arts Center using an eco-cultural approach that combines environmental sustainability principles with the preservation of local cultural values. The methods used include site observation, interviews, literature studies, and socio-ecological analysis as the foundation for design development. The design results demonstrate the integration of five eco-cultural principles—image of space, environmental knowledge, building image, technologies, and idealized concept of place—into architectural forms that are adaptive to the tropical climate and symbolically reflective of Bugis-Makassar culture. Functional zones are organized flexibly to support educational, performance, and social interaction activities, while the building form is inspired by the traditional Patonro headgear and cultural fan motifs.This design not only provides a functional and contextually relevant cultural facility but also serves as an educational space and ecological reflection. Therefore, the cultural center plays a vital role in supporting cultural continuity and environmental awareness in the Gowa community and serves as a model for locally based sustainable architecture in Indonesia.      
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah A. Syahriyunita Syahruddin A. Syahriyunita Syahruddin Syahruddin A., Siti Fadillah A.Amin, Siti Fuadillah Abdullah, Ashari Ade Mawardi Syamsuddin Ahmad Ahmad Ahmad Syukur Ahmad, Andi Firman Ahmad, Imelda Aisyah Ayu Andira Alkatiri Akbar, Muhammad Fauzan Aksan Ali Aldhy Renaldi Alif Bastian Alma Widiyanti Amal, Citra Amalia Amelia, Yuyun Amin, Siti Faudillah Alhumairah Andi Afratul Jannah Bakri Andi Annisa Amalia - Andi Bunga Tongeng Andi Makbul Syamsuri Andi Rezky Ayuda Andi Sulfajri Andi Syahriyunita Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahruyinita Andi Yusri Andi Yusri Andi Yusri andi Yusri Andri Baharuddin Anti, Suriyanti Aris Sakkar Dollah Ashari Abdullah Ashari Abdullah Asriadi Asriadi Baharsin, Syamsir Aman Baharuddin Hamzah Baharuddin Hamzah Bastian, Alif Cinnong, Ahmad A. Cinta Dwi Andayu Dollah, Aris Sakkar Fahmi, Ridwan Fahrul, Ahmad Fath, Raja Fauzan Hamdi, Fauzan Hamza Hamid Hamzah Al Imran Hamzah Yunus Hasra, Mila Karmila Ibrahim Salam Idrus, Irnawaty Ihsan Ihsan Ihsan Ihsan Imam Rusydi Yulyadiputra Imelda Ahmad Indira Zahrani Nurizkitha Irlan Nurasyid Irwandi Irwandi Ismail Ibrahim Julianto Widayat Kadir, Sania Ramadhani Khilda Wildana Nur Khilda Wildana Nur Lutfiah Hafifah Juhari Marupah Marupah Muh Alfin Muh. Arif Muh. Arif Muh. Ilmiansah Muh. Rizal Syahdan Muh. Syarif Syarif Muh. Yunus Ali Muhammad Aldi Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Ardi Bennu Muhammad Artha Tiranda Muhammad Fikri Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Risman Muhammad Sofyan Muhammad Sofyan Muhammad Suaib Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Musa, Reski Vendi Musdalifah Yusuf Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun Nabilah Arbia Nana Rohana, Nana Nenny Karim Nini Apriani Rumata Nova Ibrahim Nur Hikmah Paddiyatu Nur ‘Azah NUR, KHILDA WILDANA Nurhikma Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurleha Syam Paddiyatu, Nurhikma Paddiyatu, Nurhikmah R. Rusli Rahmah, Berkah Fadhila Rahmat Sopianto Raja Fath Ramadhan, Afif Alfatwa Ramli Rahim Rasma Warni Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Renaldi, Aldhy Reski Vendi Musa Ridwan Fahmi Rohana Rohana Abdullah Rohana Rohana ROHANA ROHANA Rohana Rohana Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rusli Rusli Salam, Ibrahim Salmiah Zainuddin Sari, Nirma Mawar Sembiring, Rinawati Siti Fadillah A. Sopianto, Rahmat Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulfajri, Andi Sumarni Baking Supardi Jaya Tammeng Suriyanti Anti Syaharuddin, A. Syahriyunita Syahdan, Muh. Rizal Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruyinita, Andi Syam, Nurleha Syukur, Ahmad Tajuddin, Hafizh Tammeng, Supardi Jaya Tiranda, Muhammad Artha Warni, Rasma Widiyanti, Alma Wiwi Herawati Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yulyadiputra, Imam Rusydi Yunus, Hamzah Yusri, Andi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Zainuddin, Salmiah