Claim Missing Document
Check
Articles

Mengintegrasikan Warisan Budaya dalam Arsitektur Modern: Tinjauan Literatur Tentang Menyeimbangkan Keberlanjutan dan Identitas Idrus, Irnawaty; Paddiyatu, Nurhikmah; Latif, Sahabuddin
Jurnal Linears Vol 7, No 2 (2024): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v7i2.16019

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi integrasi warisan budaya ke dalam praktik arsitektur modern, menekankan perannya dalam melestarikan identitas lokal, mempromosikan keberlanjutan, dan mendorong keterlibatan masyarakat. Penelitian ini menyelidiki bagaimana elemen desain tradisional dan material lokal dapat dipadukan secara harmonis dengan teknik arsitektur kontemporer untuk menciptakan struktur yang mencerminkan narasi budaya sekaligus memenuhi kebutuhan modern. Strategi utama meliputi penggunaan kembali bangunan warisan secara adaptif dan penerapan teknologi canggih, seperti Pemodelan Informasi Bangunan (BIM) dan pemindaian 3D, untuk memastikan pelestarian dan adaptasi yang tepat. Temuan menunjukkan bahwa penggabungan elemen budaya tidak hanya memperkaya lanskap perkotaan modern tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan lokal dan prinsip-prinsip desain hemat energi. Studi ini menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan budaya dalam menghadapi urbanisasi dan globalisasi yang cepat. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menunjukkan potensi arsitektur modern untuk meningkatkan relevansi fungsional dan budaya dari lingkungan binaan dengan mengintegrasikan warisan budaya. Penelitian di masa depan harus berfokus pada perluasan penerapan prinsip-prinsip ini, terutama dalam konteks tantangan lingkungan dan kebutuhan perkotaan yang terus berkembang, untuk lebih memperkuat hubungan antara masa lalu dan masa kini dalam desain arsitektur.ABSTRACT:This research explores the integration of cultural heritage into modern architectural practice, emphasizing its role in preserving local identity, promoting sustainability, and encouraging community engagement. The research investigates how traditional design elements and local materials can be harmoniously combined with contemporary architectural techniques to create structures that reflect cultural narratives while meeting modern needs. Key strategies include adaptive reuse of heritage buildings and the application of advanced technologies, such as Building Information Modeling (BIM) and 3D scanning, to ensure proper preservation and adaptation. Findings show that the incorporation of cultural elements not only enriches the modern urban landscape but also supports sustainable development by utilizing local materials and energy-efficient design principles. This study highlights the importance of maintaining cultural continuity in the face of rapid urbanization and globalization. In conclusion, this study demonstrates the potential of modern architecture to enhance the functional and cultural relevance of the built environment by integrating cultural heritage. Future research should focus on expanding the application of these principles, especially in the context of environmental challenges and evolving urban needs, to further strengthen the link between past and present in architectural design.
KONSEP PEMUKIMAN NELAYAN TANGGUH BENCANA DENGAN SISTEM MODULAR: STUDI KASUS DUSUN LAMANGKIA TAKALAR Muhammad Aldi; Aisyah Ayu Andira Alkatiri; Sahabuddin Latif; Andi Annisa Amalia
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i1.38

Abstract

Wilayah pesisir yang dihuni mayoritas nelayan, dalam menjalani kehidupannya sangat bergantung kepada keberlanjutan kawasan pesisir dan sumber daya laut. Penelitian ini bertujuan mengusulkan konsep pembangunan rumah hunian modular ramah lingkungan yang dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat kampung nelayan di pesisir kota Takalar.  Metode yang digunakan pada penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat kampung nelayan, dan studi literatur terkait permukiman nelayan dan konsep modular. Hasil penelitian mengusulkan konsep hunian pada kawasan permukiman nelayan yang tangguh bencana dengan sistem bangunan modular. Konsep modular digunakan sebagai pendekatan perancangan karena mempercepat pembangunan, efisiensi lahan, dan distribusi material yang dapat disesuaikan dengan pola perilaku dan budaya setempat. Modularitas dalam perancangan ini memungkinkan penggunaan ruang yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, untuk mendukung fungsi kegiatan penghuni yang umumnya nelayan. Konstruksi rumah panggung dengan sistem struktur balok, lantai, kolom, dinding yang dapat di-pabrikasi di luar lokasi bangunan mempermudah dalam perakitan dan mempersingkat waktu pelaksanaan. Material bangunan yang diusulkan mudah dan murah serta tahan dengan kondisi iklim pantai. Pelaksanaan dengan sistem modular ini dapat dilaksanakan oleh kelompok tukang yang menetap di sekitar permukiman, karena sistem ini mudah dilaksanakan. Diharapkan penelitian ini akan memberikan solusi untuk mengatasi masalah di wilayah pesisir Kota Takalar dan dapat diaplikasikan pada wilayah lain dengan kondisi serupa.
BARUGA ISLAMIC CENTER PALAGUNA DENGAN PENDEKTAN ARSITEKTUR HUMANIS DI KABUPATEN WAJO Muhammad Ardi Bennu; Sahabuddin Latif; Salmiah Zainuddin; Mursyid Mustafa; Aris Sakkar Dollah; Siti Fuadillah Alhumairah Amin; Ashari Abdullah
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i1.63

Abstract

Pada zaman awal perkembangan Islam kegiatan masyarakat dilakukan di Masjid seperti kegiatan ibadah, sosial, politik, dan berbagai macam bentuk kegiatan lainnya. Seiring berjalannya waktu, tempat kegiatan keislaman menjadi lebih luas tak hanya dilakukan di Masjid. Saat ini terdapat tempat kegiatan keislaman disebut Islamic Center. Tujuan dari penelitian ini mengusulkan desain sarana pusat keislaman untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan umat Islam di kabupaten Wajo. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan, studi banding serta studi literatur. Selanjutnya dari data-data yang terkumpul maka dirumuskan konsep bangunan pusat keislaman yang dipadukan dengan pendekatan arsitektur humanis. Hasil penelitian ini berupa rancangan bangunan pusat keislaman skala kabupaten di kabupaten Wajo Sulawesi Selatan. Islamic Center ini merupakan sebuah tempat pusat aktivitas berkaitan dengan kegiatan-kegiatan keislaman meliputi ibadah, sosial, muamalah, pendidikan, dakwah, dan sebagainya. Aplikasi konsep Arsitektur Humanis yang diterapkan memberi kemudahan akses bagi hampir semua masyarakat termasuk kaum difabel karena bangunan ini sudah menyediakan fasilitas yang memadai dan memiliki prinsip-prinsip kemanusiaan. Diharapkan dengan keberadaan pusat keislaman ini, dapat memenuhi tuntutan kebutuhan sarana yang mendukung semua fungsi aktivitas masyarakat Islam dan memudahkan kaum yang memiliki keterbatasan dalam mengaksesnya.
GALERI SENI DAN RUANG KREASI DENGAN PENDEKATAN RAMAH ANAK DI BULUKUMBA Aisyah Ayu Andira Alkatiri; Citra Amalia Amal; Nurhikmah Paddiyatu; Sahabuddin Latif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i1.65

Abstract

Seni merupakan wadah penting bagi perkembangan kreativitas dan apresiasi anak-anak. Proses interaktif dalam kegiatan berkesenian memberikan nilai-nilai estetik, keterampilan, dan kreativitas yang lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan membuat konsep dan merancang galeri seni dan ruang kreasi dengan pendekatan ramah anak di Kota Bulukumba untuk mendorong pengembangan seni dan ekspresi anak. Seni memiliki peran sentral dalam perkembangan anak, memungkinkan mereka menggali kreativitas dan ekspresi diri. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data melalui observasi dan studi literatur. Selanjutnya data tersebut dianalisis menjadi konsep rancangan desain. Hasil penelitian berupa konsep perancangan galeri seni dan ruang kreasi sebagai pedoman perancangan. Beberapa ruang penting seperti ruang kreasi, anak-anak dapat berpartisipasi dalam berbagai aktivitas seni seperti melukis, memahat, menari, drama, bermusik, digital art, dan menanam. Fokusnya adalah meningkatkan keterampilan dan kreativitas anak melalui pembelajaran interaktif yang menyenangkan. Dengan pendekatan ramah anak, akan menciptakan lingkungan yang menginspirasi serta mendukung perkembangan seni dan ekspresi anak-anak secara berkelanjutan. Dengan konsep rancangan bangunan galeri seni dan ruang kreasi ini, memiliki harapan untuk menjadi pusat pembelajaran dan rekreasi seni yang memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak.
PEMETAAN TIPOLOGI PERUMAHAN PULAU KODINGARENG LOMPO Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif; Nini Apriani Rumata
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i1.67

Abstract

Perencanaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil memiliki memiliki tipologi wilayah yang khas dan unik. Pulau Kodingareng lompo merupakan salah satu pulau di gugusan spermonde pada Perairan Selat Makassar, Kecamatan Sangkarrang Kota Makassar. Perkembangan pembangunan  mengakibatkan aktivitas pulau yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasikan tipologi Perumahan Pulau Kodingareng Lompo. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan analisis spasial dengan menggunakan aplikasi Geographic Information System (GIS). Analisis deskriptif menghasilkan penggambaran kondisi eksisting Pulau Kodingareng Lompo dan Analisis Spasial untuk pemetaan kondisi Tipologi Perumahan di pulau Kodingareng Lompo. Hasil dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi tipologi perumahan di Pulau Kodingareng Lompo dimana Perumahan terdiri dari rumah dinding tembok sebanyak 148 rumah, kayu 525, bambu 232, sedang rumah menurut lantai yaitu rumah lantai keramik sebanyak 98 rumah, terbuat dari semen berjumlah 50 rumah sedang terbuat dari kayu sebanyak 525 rumah. Rumah terbuat dari seng (menurut atap) berjumlah 692 rumah. Dengan keberadaan pemetaan dari penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi bagi pemangku kepentingan dalam menentukan kebijakan penataan, perencanaan dan pengembangan kawasan pulau yang tanggap dan adaptif.
Pendekatan Arsitektur Ekologi pada Perancangan Pusat Daur Ulang Sampah Plastik di Kota Makassar Irlan Nurasyid; Siti Fuadillah A. Amin; Andi Yusri; Irnawaty Idrus; Mursyid Mustafa; Sahabuddin Latif
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan konsep Arsitektur Ekologi dan menyusun konsep perancangan Arsitektur Ekologi pada pusat daur ulang sampah plastik di Kota Makassar. Pusat daur ulang sampah plastik sebagai salah satu upaya untuk mengurangi timbunan sampah plastik dan pencemaran lingkungan di kota Makassar. Menurut data, jumlah timbunan sampah harian kota Makassar periode 2017-2018 mencapai 1.425 Ton/hari dengan komposisi sampah plastik di Kota Makassar sebesar 16,29%. Konsep arsitektur ekologi merupakan konsep arsitektur yang memperhatikan keseimbangan antara manusia, bangunan, dan lingkungan. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan pendekatan studi kasus, studi dokumen dan grounded theory.  Pusat daur ulang sampah plastik yang direncanakan berlokasi di kecamatan Manggala kota Makassar dengan luas tapak sebesar 21.160 m2 dan luas lahan terbangun sebesar 6.375,08 m2. Bentuk bangunan mengadopsi bentuk logo daur ulang yang terdiri dari tiga massa. Siteplan terdiri dari bangunan utama, bangunan penunjang, ruang parkir, bangunan servis, halte, jalan, dan taman. Pusat daur ulang sampah plastik menerapkan empat prinsip arsitektur ekologi yaitu pemanfaatan potensi iklim, penyediaan ruang terbuka hijau, penggunaan material daur ulang, dan pemanfaatan energi alternatif panel surya. Konsep pengolahan sampah terpadu ini dapat di terapkan pada kota-kota yang padat terutama di Indonesia.
Perancangan Mal dan Apartemen dengan Pendekatan Konsep Green Building di Kota Makassar Ade Mawardi Syamsuddin; Siti Fuadillah Alhumairah; Sahabuddin Latif; Irnawaty Idrus; Ashari Abdullah; Andi Yusri
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.120

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan populasi di Kota Makassar yang mencapai 1,4 juta jiwa pada tahun 2020 menghadirkan tantangan dalam pengelolaan ruang kota, khususnya penyediaan hunian dan fasilitas publik yang ramah lingkungan. Studi ini bertujuan merancang bangunan multifungsi yang mengintegrasikan apartemen dan mal menggunakan konsep Green Building, yang tidak hanya efisien dalam penggunaan lahan tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Metodologi penelitian mencakup observasi langsung di lokasi Jalan Aroepala, Makassar, serta studi literatur terkait prinsip Green Building. Analisis meliputi orientasi matahari, arah angin, tingkat kebisingan, dan aksesibilitas tapak. Fungsi bangunan dirancang dengan zonasi ruang yang jelas dan integrasi teknologi hemat energi serta material ramah lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa penerapan Green Building mampu meningkatkan efisiensi energi, memaksimalkan pencahayaan dan ventilasi alami, serta mengurangi jejak karbon. Desain ini juga menyediakan ruang multifungsi dengan zonasi yang efektif, di mana apartemen memberikan kenyamanan hunian dan mal berfungsi sebagai pusat sosial serta ekonomi. Taman vertikal dan elemen fasad hijau tidak hanya meningkatkan estetika tetapi juga mendukung ekosistem lokal. Desain ini menjadi solusi nyata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat urban sambil meminimalkan dampak lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap literatur Green Building dengan menawarkan model desain yang relevan untuk kawasan urban dengan keterbatasan lahan. Implikasi dari temuan ini mencakup peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pengurangan dampak perubahan iklim. Studi ini juga membuka peluang untuk riset lebih lanjut terkait evaluasi kinerja desain setelah implementasi.   ABSTRACTThe population growth in Makassar City, reaching 1.4 million in 2020, presents challenges in urban space management, particularly in providing environmentally friendly housing and public facilities. This study aims to design a multifunctional building integrating apartments and malls using the Green Building concept, which not only optimizes land use but also supports environmental sustainability. The research methodology includes direct observations at the Jalan Aroepala site in Makassar and a literature review on Green Building principles. The analysis covers sun orientation, wind direction, noise levels, and site accessibility. Building functions are designed with clear space zoning and the integration of energy-efficient technologies and environmentally friendly materials. The findings reveal that applying Green Building principles enhances energy efficiency, maximizes natural lighting and ventilation, and reduces the carbon footprint. The design also provides multifunctional spaces with effective zoning, where apartments offer comfortable living and the mall serves as a social and economic hub. Vertical gardens and green facade elements not only improve aesthetics but also support the local ecosystem. This design presents a practical solution to meet urban societal needs while minimizing environmental impact. This study makes a significant contribution to Green Building literature by proposing a relevant design model for urban areas with limited land availability. The implications include improved community quality of life and reduced climate change impacts. Furthermore, the findings open opportunities for further research on evaluating the performance of the design post-implementation.
Perancangan Aquatic Sport Center dengan Pendekatan Arsitektur Organik di Kota Mamuju Wiwi Herawati; Sahabuddin Latif; Irnawaty Idrus; Citra Amalia Amal; Nur Hikmah Paddiyatu; Andi Yusri
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.123

Abstract

ABSTRAKKota Mamuju, yang terletak di pesisir barat Pulau Sulawesi, memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga air dan rekreasi. Namun, kota ini belum memiliki fasilitas olahraga air yang memenuhi standar internasional sekaligus mendukung keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang sebuah Aquatic Sport Center dengan pendekatan arsitektur organik yang mengintegrasikan harmoni dengan alam, efisiensi energi, dan tata ruang multifungsi untuk memenuhi kebutuhan olahraga, rekreasi, dan edukasi masyarakat. Metode penelitian melibatkan pendekatan berbasis studi literatur dan desain eksploratif, dimulai dengan analisis prinsip arsitektur organik. Proses perancangan mencakup sketsa manual, pembuatan model digital, serta simulasi efisiensi energi dan dampak lingkungan. Integrasi elemen desain dilakukan untuk memastikan keselarasan bangunan dengan lanskap lokal dan keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aquatic Sport Center yang dirancang mengadopsi prinsip arsitektur organik, seperti penggunaan material lokal, pencahayaan alami, ventilasi silang, dan sistem pengelolaan air hujan. Desain ini tidak hanya mendukung efisiensi energi tetapi juga menciptakan fasilitas multifungsi yang relevan secara sosial, ekologis, dan budaya. Dengan tata ruang yang fleksibel, fasilitas ini dapat melayani kebutuhan olahraga kompetitif maupun rekreasi masyarakat. Penelitian ini berkontribusi pada literatur arsitektur keberlanjutan dengan menawarkan panduan praktis untuk fasilitas olahraga berbasis arsitektur organik. Temuan ini juga memiliki implikasi luas untuk pengembangan fasilitas serupa di wilayah pesisir lainnya. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi teknologi hemat energi modern dan kajian ekonomi penerapan desain ini. ABSTRACTMamuju City, located on the western coast of Sulawesi Island, holds significant potential for the development of water sports and recreation. However, the city lacks aquatic sports facilities that meet international standards while supporting sustainability. This study aims to design an Aquatic Sport Center using an organic architectural approach that integrates harmony with nature, energy efficiency, and multifunctional spatial planning to meet the needs of sports, recreation, and education for the community. The research methodology involved a literature-based exploratory approach and design exploration, beginning with an analysis of the principles of organic architecture. The design process included manual sketching, creating digital models, and simulating energy efficiency and environmental impact. Design elements were integrated to ensure alignment between the building and the local landscape while promoting environmental sustainability. The results indicate that the proposed Aquatic Sport Center adopts organic architectural principles, such as the use of local materials, natural lighting, cross ventilation, and a rainwater management system. The design not only supports energy efficiency but also creates a multifunctional facility that is socially, ecologically, and culturally relevant. With flexible spatial layouts, the facility caters to both competitive sports and community recreation needs. This study contributes to the sustainable architecture literature by offering practical guidelines for sports facilities based on organic architecture. The findings also have broader implications for developing similar facilities in other coastal areas. Future research could explore the integration of advanced energy-saving technologies and economic feasibility studies of implementing this design.
Pendekatan Arsitektur Analogi pada Perancangan Islamic Center Leppangang di Kabupaten Pinrang Alif Bastian; Ashari Abdullah; Nana Rohana; Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif; Nurhikma Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14089

Abstract

Islamic Center Lepanggang bertujuan untuk memberikan wadah fisik bagi masyarakat di Kabupaten Pinrang dalam rangka menigkatkan kegiatan ke Islaman dengan pelatihan dan pengembangan manusia atas dasar ajaran agama Islam yang meliputi; ibadah, muamalah, takwa dan dakwa. Perancangan Islamic Center ini menggunakan pendekatan Analogi, memberikan pandangan atau cara menyampaikan pesan agar suatu konsep menjadi lebih mudah untuk diterima akal. Masalah dan pemecahan masalah adalah objek nonreal yang dianalogikan untuk memahami konsep dan definisinya. Perancangan Islamic Center di Kabupaten Pinrang yang terletak di Leppangang Kecamatan Patampanua, dengan luas lahan 60.000m² (6 hektar) dapat menampung 1.500 hingga 2.000 jamaah. Islamic Center Leppagang Ini terletak di tengah-tengah Kabupaten Pinrang. Pendekatan analogi yang digunakan adalah konsep dari kisah Nabi Nuh tentang membuat bahtera besar yang mampu menampung makhluk hidup sehingga selamat dari banjir besar.
Perancangan Galeri Seni Rupa di Kota Makassar dengan Konsep Arsitektur Kontemporer Hamzah Yunus; Rasmawarni Rasmawarni; Sahabuddin Latif; Ashari Abdullah; Citra Amalia Amal; Siti Fadillah A.
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7274

Abstract

Berdasarkan tinjauan lapangan beberapa galeri seni rupa di kota Makassar pada umumnya memiliki lokasi yang terbilang kecil dan minim fasilitas. Gedung galeri seni di Makassar dibutuhkan untuk sarana bagi seniman untuk memamerkan karyanya. Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan gedung galeri seni di Makassar yang dapat memenuhi kebutuhan pameran seni lukis. Untuk mendapatkan konsep yang ideal, maka dilakukan survei lokasi dan studi literatur tentang galeri seni dengan konsep arsitektur kontemporer atau studi kasus dengan bangunan sejenis di beberapa tempat. Hasil desain telah dilaksanakan dengan menghasilkan gambar desain dengan luas kurang lebih 2 ha, menerapkan konsep kontemporer yang dapat menampilkan aplikasi modern dan tradisional. Galeri seni rupa ini memiliki beberapa fasilitas penunjang  diantaranya  resto,  kafe, perpustakaan, kelas seni rupa, laboratorium, dan aula. Dengan adanya bangunan ini, maka kebutuhan sarana para seniman di Makassar terpenuhi.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah A. Syahriyunita Syahruddin A. Syahriyunita Syahruddin Syahruddin A., Siti Fadillah A.Amin, Siti Fuadillah Abdullah, Ashari Ade Mawardi Syamsuddin Ahmad Ahmad Ahmad Syukur Ahmad, Andi Firman Ahmad, Imelda Aisyah Ayu Andira Alkatiri Akbar, Muhammad Fauzan Aksan Ali Aldhy Renaldi Alif Bastian Alma Widiyanti Amal, Citra Amalia Amelia, Yuyun Amin, Siti Faudillah Alhumairah Andi Afratul Jannah Bakri Andi Annisa Amalia - Andi Bunga Tongeng Andi Makbul Syamsuri Andi Rezky Ayuda Andi Sulfajri Andi Syahriyunita Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahruyinita Andi Yusri Andi Yusri Andi Yusri andi Yusri Andri Baharuddin Anti, Suriyanti Aris Sakkar Dollah Ashari Abdullah Ashari Abdullah Asriadi Asriadi Baharsin, Syamsir Aman Baharuddin Hamzah Baharuddin Hamzah Bastian, Alif Cinnong, Ahmad A. Cinta Dwi Andayu Dollah, Aris Sakkar Fahmi, Ridwan Fahrul, Ahmad Fath, Raja Fauzan Hamdi, Fauzan Hamza Hamid Hamzah Al Imran Hamzah Yunus Hasra, Mila Karmila Ibrahim Salam Idrus, Irnawaty Ihsan Ihsan Ihsan Ihsan Imam Rusydi Yulyadiputra Imelda Ahmad Indira Zahrani Nurizkitha Irlan Nurasyid Irwandi Irwandi Ismail Ibrahim Julianto Widayat Kadir, Sania Ramadhani Khilda Wildana Nur Khilda Wildana Nur Lutfiah Hafifah Juhari Marupah Marupah Muh Alfin Muh. Arif Muh. Arif Muh. Ilmiansah Muh. Rizal Syahdan Muh. Syarif Syarif Muh. Yunus Ali Muhammad Aldi Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Ardi Bennu Muhammad Artha Tiranda Muhammad Fikri Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Risman Muhammad Sofyan Muhammad Sofyan Muhammad Suaib Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Musa, Reski Vendi Musdalifah Yusuf Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun Nabilah Arbia Nana Rohana, Nana Nenny Karim Nini Apriani Rumata Nova Ibrahim Nur Hikmah Paddiyatu Nur ‘Azah NUR, KHILDA WILDANA Nurhikma Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurleha Syam Paddiyatu, Nurhikma Paddiyatu, Nurhikmah R. Rusli Rahmah, Berkah Fadhila Rahmat Sopianto Raja Fath Ramadhan, Afif Alfatwa Ramli Rahim Rasma Warni Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Renaldi, Aldhy Reski Vendi Musa Ridwan Fahmi Rohana Rohana Abdullah ROHANA ROHANA Rohana Rohana Rohana Rohana Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rusli Rusli Salam, Ibrahim Salmiah Zainuddin Sari, Nirma Mawar Sembiring, Rinawati Siti Fadillah A. Sopianto, Rahmat Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulfajri, Andi Sumarni Baking Supardi Jaya Tammeng Suriyanti Anti Syaharuddin, A. Syahriyunita Syahdan, Muh. Rizal Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruyinita, Andi Syam, Nurleha Syukur, Ahmad Tajuddin, Hafizh Tammeng, Supardi Jaya Tiranda, Muhammad Artha Warni, Rasma Widiyanti, Alma Wiwi Herawati Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yulyadiputra, Imam Rusydi Yunus, Hamzah Yusri, Andi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Zainuddin, Salmiah