Claim Missing Document
Check
Articles

Muhammadiyah Sport Center dengan Pendekatan Arsitektur Modern Yusriadi Yusriadi; Irnawaty Idrus; Andi Yusri; Sahabuddin Latif; Nurhikmah Paddiyatu; Citra Amalia Amal
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.8868

Abstract

Berdasarkantinjauanlapanganbeberapatempat olahraga muhammadiyahsangat terbatas dari segi jumlah dan fasilitas yang kurang memadai. Masyarakat Muhammadiyah membutuhkan wadah yang ideal untuk melakukan olahraga sebagai kegiatan jasmani untuk memelihara kesehatan dan kebugaran tubuh. Oleh karenaituperludilakukanperencanaanMuhammadiyah sport centersebagai pusat kegiatan keolahragaan bagi masyarakat muhammdiyat.Untukmendapatkankonsepyangideal,maka dilakukansurveilokasi danstudiliteraturtentangtempat olahraga dengan tema arsitektur modern ataustudikasusdenganbangunansejenisdi beberapatempat.Hasildesain telahdilaksanakandenganmenghasilkangambardesaindenganluaskuranglebih39 ha, menerapkankonsepmodernyang dapatmenampilkanaplikasi modern dan masa kini pada bangunan. Muhammadiyah Sport Center ini memiliki enam gedung yaitu gedung olahraga diantaranya batminton, futsal, tennis lapangan, basketball, volley dan sepak takraw. Denganadanyabangunanini,maka kebutuhan pegiat olahraga akan terpenuhi.  
Perancangan Convention Center Di Kota Makassar Dengan Pendekatan Arsitektur Modern Imam Rusydi Yulyadiputra; Aris Sakkar Dollah; Sahabuddin Latif; Ashari Abdullah; Nurhikmah Paddiyatu; Salmiah Zainuddin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8744

Abstract

Penyebaran dan pertukaran informasi di masa sekarang tidak hanya terjadi melalui media massa, penyebaran dan pertukaran informasi juga sering terjadi melalui kegiatan pertemuan atau konvensi baik bersifat regional, nasional, maupun internasional. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, kebutuhan akan fungsi baru untuk mewadahi kegiatan-kegiatan yang bersifat pertemuan, pameran dan hiburan baik di tingkat nasional maupun internasional juga akan terus meningkat. Pemerintah Indonesia saat ini sedang meningkatkan 16 kota tujuan MICE antara lain Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Medan, Lombok, Bali, dan Manado. Sebagai salah satu dari 16 kota tujuan MICE di Indonesia, Makassar harus siap untuk menyelenggarakan kegiatan MICE lokal, nasional, dan internasional yang akan terus meningkat di masa mendatang. Fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan MICE bermacam - macam, termasuk di dalamnya gedung konvensi.
Perancangan Museum Kebudayaan Polewali Mandar dengan Pendekatan Arsitektur Etnis Rusli Rusli; Rohana Rohana; Andi Yusri; Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif; Mursyid Mustafa; Rasma Warni; Salmiah Zainuddin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.10126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep arsitektur etnis pada museum kebudayaan serta mendesain museum kebudayaan diharapkan mampu mengakomodir nilai kebudayaan dan menjadi pusat studi kebudayaan di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni studi literatur, pegumpulan data, dan analisis data yang sesuai dengan tema penelitian. Bangunan yang dirancang di Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar tepat di Jl. Poros Majene-Mamuju memiliki luas lahan 3,4 H, dengan tema arsitektur etnis ini mengedepankan aspek budaya Polewali Mandar mulai dari penggunaan matetrial, bentuk tampilan, orientasi bangunan, penataan massa, serta penataan ruang. Bangunan didesain dengan 2 lantai menggunakan bahan material kayu dan memiliki besaran ruang 8470 M². Rancangan yang didesain dalam bentuk kawasan dimana bangunan utama dan penunjang dibuat terpisah. Bentuk bangunan yang diadopsi dari bentuk dasar perahu sandeq melambangkan keteguhan masyarakat polewali mandar dalam menjalani kehidupan. Bentuk penataan massa bangunan dan aksesibilitas pada site diadopsi dari bentuk hiasan sayyang pattuqduq.
Arsitektur Tropis Berkelanjutan untuk Infrastruktur Olahraga: Desain yang Tanggap Iklim untuk Pusat Pelatihan Bulu Tangkis di Polewali Mandar Muh. Ilmiansah; Latif, Sahabuddin; Paddiyatu, NurHikmah; Amal, Citra Amalia; Amin, Siti Fuadillah Alhumairah; Idrus, Irnawaty
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i2.146

Abstract

ABSTRAKPengembangan fasilitas olahraga yang berkelanjutan di iklim tropis sangat penting karena tantangan yang ditimbulkan oleh suhu tinggi, kelembapan, dan konsumsi energi yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi arsitektur yang responsif terhadap iklim yang meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan termal sekaligus mengurangi ketergantungan pada pendinginan mekanis. Tujuan utamanya adalah untuk mengintegrasikan teknik pendinginan pasif, seperti ventilasi alami, perangkat peneduh, dan penggunaan bahan hemat energi, untuk menciptakan infrastruktur olahraga yang berkelanjutan secara lingkungan dan ekonomi. Pendekatan metode campuran digunakan, dengan menggabungkan analisis lokasi, dan perbandingan studi kasus untuk mengevaluasi efektivitas intervensi desain yang berbeda. Kriteria penilaian utama termasuk pola konsumsi energi, kualitas udara dalam ruangan, dan efisiensi biaya operasional. Temuan menunjukkan bahwa penerapan strategi pendinginan pasif, seperti ventilasi silang yang dioptimalkan dan mekanisme peneduh, dapat mengurangi kebutuhan energi pendinginan hingga 30%. Penggunaan bahan yang bersumber secara lokal meningkatkan sifat insulasi sekaligus meminimalkan jejak karbon. Selain itu, mengintegrasikan solusi energi terbarukan, seperti panel fotovoltaik semakin mendukung tujuan keberlanjutan. Analisis ini menyoroti bahwa fasilitas olahraga yang dirancang dengan prinsip-prinsip yang tanggap terhadap iklim menunjukkan biaya operasional yang lebih rendah, kualitas lingkungan dalam ruangan yang lebih baik, dan ketahanan yang lebih besar terhadap kondisi iklim. Studi ini menggarisbawahi perlunya kerangka kerja desain holistik yang menggabungkan solusi energi pasif dan aktif. Penelitian di masa depan harus berfokus pada evaluasi kinerja jangka panjang, teknologi bangunan pintar, dan strategi adaptif yang disesuaikan dengan wilayah tropis yang berbeda. Dengan merangkul prinsip-prinsip arsitektur berkelanjutan, infrastruktur olahraga dapat mencapai manfaat ekologi dan ekonomi, yang berkontribusi pada tujuan keberlanjutan global.ABSTRACTThe development of sustainable sports facilities in tropical climates is essential due to the challenges posed by high temperatures, humidity, and excessive energy consumption. This study aims to explore climate-responsive architectural strategies that improve energy efficiency and thermal comfort while reducing reliance on mechanical cooling. The main objective is to integrate passive cooling techniques, such as natural ventilation, shading devices, and the use of energy-efficient materials, to create environmentally and economically sustainable sports infrastructure. A mixed-methods approach was used, combining site analysis, computational modeling, and case study comparisons to evaluate the effectiveness of different design interventions. Key assessment criteria included energy consumption patterns, indoor air quality, and operational cost efficiency. The findings show that the implementation of passive cooling strategies, such as optimized cross-ventilation and shading mechanisms, can reduce cooling energy requirements by up to 30%. The use of locally sourced materials improves insulation properties while minimizing carbon footprint. Additionally, integrating renewable energy solutions, such as photovoltaic panels and rainwater harvesting systems, further supports sustainability goals. This analysis highlights that sports facilities designed with climate-responsive principles exhibit lower operating costs, better indoor environmental quality, and greater resilience to climatic conditions. This study underscores the need for a holistic design framework that combines passive and active energy solutions. Future research should focus on long-term performance evaluation, smart building technologies, and adaptive strategies tailored to different tropical regions. By embracing sustainable architecture principles, sports infrastructure can achieve both ecological and economic benefits, contributing to global sustainability goals.
Pendekatan Prinsip Nature in Space pada Perancangan Terminal Pelabuhan Fery di Desa Appatana Kabupaten Kepulauan Selayar Asriadi, Asriadi; Amin, Siti Fuadillah A.; Abdullah, Ashari; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi; Syarif, Muhammad
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16082

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan konsep Arsitektur Biofilik pada perancangan Terminal Pelabuhan Fery di desa Appatana Kabupaten kepulauan Selayar. Arsitektur Biofilik berfokus pada integrasi elemen alam ke dalam desain bangunan dalam tiga parameter desain, yakni Nature In Space Patters, Natural Analogues Patterns dan  Nature Of  The Space Patterns. Pada penelitian ini khusus mengindentifikasi strategi desain yang mengintegrasikan elemen alam ke dalam ruang terminal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kajian literatur dan analisis studi kasus terminal pelabuhan fery yang menerapkan prinsip Arsitektur Biofilik, khususnya pada aspek Nature In Space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perancangan terminal fery, dari tujuh indikator aspek Nature In Space, menerapkan Visual connection with nature, Non-visual connection with nature,. Non-ryhthmic sensory Stimuli, Thermal airflow Variabillty Penelitian, Presence of water. ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perancang dalam menciptakan fasilitas publik yang selaras dengan alam.
Perancangan Innovation Centre dengan Pendekatan Green Building di Kota Makassar Fahrul, Ahmad; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Abdullah, Ashari; Latif, Sahabuddin; Idrus, Irnawaty
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16173

Abstract

Dalam mencapai ambisi Indonesia Emas 2045, fokus pada pengembangan Human Capital Research serta kebijakan infrastruktur riset dan inovasi menjadi krusial. Perlu meningkatkan dukungan dan peluang bagi inovator di seluruh Indonesia, mengatasi keterbatasan pada pilar input, dan mendorong hilirisasi karya riset dan teknologi. Meskipun infrastruktur riset dan inovasi sudah ada sejak 1994, pusat inovasi masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga penting untuk memperluas dukungan ke luar Jawa. Kota Makassar diidentifikasi sebagai potensi pengembangan inovasi di Indonesia Timur, dengan perancangan Innovation Centre sebagai ruang kolaborasi. Penelitian ini mengusulkan pendekatan Green Building di Kota Makassar, yang tidak hanya mencerminkan proyek lokal tetapi juga manifestasi dari komitmen terhadap keberlanjutan dan perubahan positif dalam lingkungan perkotaan. Adapun metode perancangan yang digunakan yaitu melalui pengumpulan data primer dan data sekunder kemudian dari data survey dan observasi serta data dari instansi selanjutnya melakukan analisis data diantaranya yaitu analisis tapak, analisis fungsi dan program ruang, analisis bentuk dan material, analisis tema perancangan dan analisis sistem bangunan. Lokasi perancangan Innovation Centre berada di Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, dengan luas lahan 1,4 Ha. Hasil dari perancangan Innovation Centre ini diharapkan tidak hanya sebagai struktur fisik, tetapi juga sebagai pernyataan tekad mendukung visi Indonesia Emas 2045. Dengan fokus pada praktik-praktik green building, termasuk penghematan energi, penghawaan alami, dan pengelolaan air, Makassar Innovation Centre bertujuan menjadi pusat inovasi yang tidak hanya mendukung keberlanjutan lokal tetapi juga memberikan kontribusi positif pada tujuan global keberlanjutan.
Pendekatan Konsep Arsitektur Tropis pada Perancangan Panti Geriatri di Kabupaten Gowa Hasra, Mila Karmila; Latif, Sahabuddin; Idrus, Irnawaty; Amal, Citra Amalia; Syahruddin, A. Syahriyunita; Amin, Siti Fuadillah A.
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16093

Abstract

Perancangan panti geriatri memerlukan pendekatan khusus yang memperhatikan kebutuhan fisik dan psikologis para lansia. Artikel ini mengkaji penerapan konsep arsitektur tropis dalam perancangan panti Geriatri di Kabupaten Gowa, yang memiliki iklim tropis dengan suhu dan kelembaban tinggi. Pendekatan arsitektur tropis berfokus pada optimalisasi kenyamanan termal dan kualitas ruang melalui pemanfaatan ventilasi alami, pencahayaan alami, serta material yang sesuai dengan kondisi iklim setempat. Studi ini menggabungkan analisis tapak, studi literature, dan perbandingan dengan proyek sejenis yang mengimplementasikan prinsip arsitektur tropis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur tropis tidak hanya meningkatkan kenyamanan penghuni, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan bangunan. Dengan demikian, konsep arsitektur tropis merupakan solusi yang tepat dalam mendesain panti geriatri yang responsive terhadap iklim dan kebutuhan lansia di Kabupaten Gowa.
Kajian Prinsip Ekologi pada Perancangan Pusat Olahraga Bulutangkis di Kota Makassar Ramadhan, Afif Alfatwa; Syarif, Muhammad; Yusri, Andi; Latif, Sahabuddin; Abdullah, Ashari; Idrus, Irnawaty
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16079

Abstract

Kajian ini meneliti penerapan prinsip-prinsip ekologi dalam Perancangan Pusat Olahraga Bulutangkis Di Kota Makassar untuk menciptakan bangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen desain yang mendukung prinsip ekologi seperti pemanfaatan potensi iklim, penyediaan ruang terbuka hijau, dan kenyamanan desain. Adapun metode penelitian yang digunakan yakni studi literatur, dan analisis studi kasus perancangan pusat olahraga bulutangkis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ekologi yaitu pemanfaatan potensi iklim dimana pengelolahan tata massa bangunan agar mendapatkan penghawaan alami dan juga pencahayaan alami guna meminimalisir penggunaan energi listrik, kemudian penerapan prinsip penyediaan ruang terbuka hijau untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar tapak agar dapat membuat rasa nyaman, aman dan tentram, dan juga penerapan prinsip kenyamanan desain dimana memberikan rasa kenyamanan desain pada tapak maupun bangunan untuk para pengguna atau pengunjung seperti kenyamanan sirkulasi, kenyamanan termal dan menghadirkan fasilitas refresing bagi pengunjung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perencana dan peneliti di bidang ekologi dalam merancang fasilitas olahraga yang berkelanjutan.
Pendekatan Konsep Arsitektur Hijau pada Perancangan Terminal Angkutan Umum Tipe B di Kabupaten Bantaeng Akbar, Muhammad Fauzan; Idrus, Irnawaty; Abdullah, Ashari; Syarif, Muhammad; Latif, Sahabuddin; Yusri, Andi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16174

Abstract

Terminal angkutan umum memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial, khususnya di Kabupaten Bantaeng, sehingga memerlukan sistem transportasi dan pelayanan yang berkualitas. Penerapan konsep arsitektur hijau menawarkan solusi untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi karbon, dan menciptakan sistem transportasi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan elemen arsitektur hijau dalam perancangan terminal angkutan umum Tipe B di Kabupaten Bantaeng. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan dan analisis data berdasarkan pendekatan arsitektur hijau. Kajian difokuskan pada penerapan prinsip-prinsip utama, seperti pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami, penyediaan ruang terbuka hijau sebagai elemen esensial, penggunaan material alami untuk meningkatkan kenyamanan, serta pemanfaatan material daur ulang sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur hijau dapat menciptakan terminal yang tidak hanya berfungsi secara efisien, tetapi juga ramah lingkungan dengan memaksimalkan penggunaan sumber daya seperti air, listrik, dan material secara optimal. Terminal yang dirancang dengan konsep ini mampu menyediakan pelayanan yang baik sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. Dengan demikian, perancangan terminal angkutan umum berbasis arsitektur hijau di Kabupaten Bantaeng dapat menjadi model desain yang inovatif untuk fasilitas transportasi di masa depan.
Penerapan Konsep Arsitektur Inklusif pada Perancangan Kampung Susun di Kota Makassar Ibrahim, Ismail; Amal, Citra Amalia; Amalia, Andi Annisa; Syarif, Muhammad; Latif, Sahabuddin; Idrus, Irnawaty
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i2.16134

Abstract

Kampung susun merupakan transformasi dari kampung horizontal menjadi bentuk vertikal tanpa menghilangkan karakter lokal, kekayaan bentuk, warna, material, volume, garis langit (skyline, potensi ekonomi, kreativitas warga, dan lain sebagainya. Suatu kampung susun seharusnya dapat diakses dan digunakan oleh semua kelompok masyarakat, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan konsep arsitektur inklusif pada Perancangan Kampung Susun di Kota Makassar, dengan penekanan pada aksesibilitas, fleksibilitas, dan kesederhanaan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan studi preseden. terhadap kampung susun di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan arsitektur inklusif di kampung susun belum sepenuhnya menerapkan konsep inklusif. Kampung susun ini lebih fokus mengutamakan penerapan pada bangunan utama yaitu hunian, sedangkan untuk bangunan penunjang menerapkan konsep inklusif namun tidak selengkap bangunan utama. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian yang lebih responsif terhadap kebutuhan penghuni dan beragam kondisi fisik dan sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi para perencana dan peneliti dalam mewujudkan kampung susun yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Makassar.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah A. Syahriyunita Syahruddin A. Syahriyunita Syahruddin Syahruddin A., Siti Fadillah A.Amin, Siti Fuadillah Abdullah, Ashari Ade Mawardi Syamsuddin Ahmad Ahmad Ahmad Syukur Ahmad, Andi Firman Ahmad, Imelda Aisyah Ayu Andira Alkatiri Akbar, Muhammad Fauzan Aksan Ali Aldhy Renaldi Alif Bastian Alma Widiyanti Amal, Citra Amalia Amelia, Yuyun Amin, Siti Faudillah Alhumairah Andi Afratul Jannah Bakri Andi Annisa Amalia - Andi Bunga Tongeng Andi Makbul Syamsuri Andi Rezky Ayuda Andi Sulfajri Andi Syahriyunita Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahruyinita Andi Yusri andi Yusri Andi Yusri Andi Yusri Andri Baharuddin Anti, Suriyanti Aris Sakkar Dollah Ashari Abdullah Ashari Abdullah Asriadi Asriadi Baharsin, Syamsir Aman Baharuddin Hamzah Baharuddin Hamzah Bastian, Alif Cinnong, Ahmad A. Cinta Dwi Andayu Dollah, Aris Sakkar Fahmi, Ridwan Fahrul, Ahmad Fath, Raja Fauzan Hamdi, Fauzan Hamza Hamid Hamzah Al Imran Hamzah Yunus Hasra, Mila Karmila Ibrahim Salam Idrus, Irnawaty Ihsan Ihsan Ihsan Ihsan Imam Rusydi Yulyadiputra Imelda Ahmad Indira Zahrani Nurizkitha Irlan Nurasyid Irwandi Irwandi Ismail Ibrahim Julianto Widayat Kadir, Sania Ramadhani Khilda Wildana Nur Khilda Wildana Nur Lutfiah Hafifah Juhari Marupah Marupah Muh Alfin Muh. Arif Muh. Arif Muh. Ilmiansah Muh. Rizal Syahdan Muh. Syarif Syarif Muh. Yunus Ali Muhammad Aldi Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Ardi Bennu Muhammad Artha Tiranda Muhammad Fikri Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Risman Muhammad Sofyan Muhammad Sofyan Muhammad Suaib Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Musa, Reski Vendi Musdalifah Yusuf Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun Nabilah Arbia Nana Rohana, Nana Nenny Karim Nini Apriani Rumata Nova Ibrahim Nur Hikmah Paddiyatu Nur ‘Azah NUR, KHILDA WILDANA Nurhikma Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurleha Syam Paddiyatu, Nurhikma Paddiyatu, Nurhikmah R. Rusli Rahmah, Berkah Fadhila Rahmat Sopianto Raja Fath Ramadhan, Afif Alfatwa Ramli Rahim Rasma Warni Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Renaldi, Aldhy Reski Vendi Musa Ridwan Fahmi Rohana Rohana Abdullah Rohana Rohana ROHANA ROHANA Rohana Rohana Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rusli Rusli Salam, Ibrahim Salmiah Zainuddin Sari, Nirma Mawar Sembiring, Rinawati Siti Fadillah A. Sopianto, Rahmat Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulfajri, Andi Sumarni Baking Supardi Jaya Tammeng Suriyanti Anti Syaharuddin, A. Syahriyunita Syahdan, Muh. Rizal Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruyinita, Andi Syam, Nurleha Syukur, Ahmad Tajuddin, Hafizh Tammeng, Supardi Jaya Tiranda, Muhammad Artha Warni, Rasma Widiyanti, Alma Wiwi Herawati Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yulyadiputra, Imam Rusydi Yunus, Hamzah Yusri, Andi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Zainuddin, Salmiah