Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN GEDUNG KONSER MUSIK DI KOTA MAKASSAR Alma Widiyanti; Sahabuddin Latif; Khilda Wildana Nur; Ashari Abdullah; Andi Yusri; Siti Fuadillah A.Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8779

Abstract

Musik adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Musik selalu ada di tengah-tengah kehidupan manusia. Longfellow mengatakan “music is the universal language of mankind”.Gedung konser musik adalah sebuah gedung yang berfungsi untuk menggelar konser musik atau pertunjukan musik secara langsung. Sesuai dengan tujuannya maka hal-hal teknis yang utama diperlukan adalah kondisi akustik di dalam gedung. Gedung pertunjukan musik dapat juga dijadikan sebagai bangunan monumental yang melambangkan perjalanan sejarah budaya dan karakteristik masyarakat lokal. Fasilitas yang terdapat juga dapat menjadi sarana rekreasi dan hiburan untuk penggunanya.
Pendekatan Arsitektur Bioklimatik pada Perancangan Pondok Pesantren Modern di Kabupaten Takalar Nurleha Syam; Mursyid Mustafa; Sahabuddin Latif; Muhammad Syarif; Andi Syahriyunita Syahruddin; Citra Amalia Amal; Muh. Rizal Syahdan
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7273

Abstract

Ditinjau sistem pendidikan pondok pesantren di Indonesia masih jauh dengan sistem pendidikan modern atau sebagian besar pondok pesantren masih menggunakan pola pendidikan tradisional yaitu pola salafiyah. Bangunan pesantren di wilayah Sulawesi Selatan, masih banyak yang bangunannya belum mengadaptasikan arsitektur yang ramah lingkungan. Konsep perancangan pondok pesantren di Takalar ini menerapkan konsep pendekatan arsitektur bioklimatik yang merupakan salah satu konsep arsitektur ramah lingkungan. Metode yang diterapkan adalah studi observasi lapangan dan studi literatur. Hasil konsep bangunan peondok pesantren ini memiliki karakteristik seperti penentuan orientasi bangunan, peletakan sun-shuding, peletakan bukaan, pemilihan material, pemilihan warna bangunan dan peletakan vegetasi yang menjadi keunggulan bangunan ini.
Perancangan Resort Tanjung Malaha dengan Pendekatan Arsitektur Hijau di Kabupaten Kolaka Ahmad Syukur; Sahabuddin Latif; Nurhikmah Paddiyatu; Aris Sakkar Dollah; Siti Fuadillah A. Amin; Rohana Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.12442

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki 17.504 pulau yang mana diantara pulau ini terdapat banyak pantai yang memiliki keindahan alam yang memukau, seperti pantai Tanjung Malaha yang menjadi salah satu wisata yang cukup ternama di Sulawesi Tenggara. Namun dari sisi sarana dan prasarana Tanjung Malaha pada saat ini belum memadai, hal ini terlihat dari belum adanya kantor pengelola, restoran, musala, penginapan dan lain-lain. Oleh karena itu untuk memajukan wisata ini maka perlu adanya pengembangan berupa Perancangan Resort Tanjung Malaha di Kabupaten Kolaka. Agar rancangan ini tidak merusak lingkungan dan hemat energi maka perlu menggunakan pendekatan arsitektur hijau. Resort yang berlokasi di Tanjung Malaha, Jalan Trans Sulawesi ini memiliki luas lahan 5,019 ha. pada tapak ini terdiri beberapa resort dan bangunan penunjang berupa ruang parkir, Resepsionis dan kantor pengelola, restoran, musala, gedung karyawan dan gedung service yang total luasnya 2.754,185 m2 . konsep bentuk bangunan mengambil dari bentuk Bintang Laut Culcita SP atau yang lebih dikenal dengan nama Bintang Laut Bantal.
Perancangan Syariah Healing Center For Urban Stress dengan Pendekatan Arsitektur Biomorfik di Kabupaten Gowa Imelda Ahmad; Citra Amalia Amal; Salmiah Zainuddin; Sahabuddin Latif; Ashari Abdullah; Nurhikmah Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.12520

Abstract

Berkembangnya infrastruktur pada suatu kota termasuk Kota Makassar menyebabkan kepadatan pendudul, sehingga kota menjadi ramai, bising, serta ruang terbuka terus berkurang. Hal tersebut menyebabkan terjadinya fenomena stress. Adapun rentang umur umur diatas 15 tahun yang dapat disebabkan oleh daya tekan yang tinggi baik dari segi sosial, ekonomi, lingkungan, serta kondisi sosial sehingga orang-orang membutuhkan tempat untuk relaksasi diri agar kondisi mental dan pikirannya dapat sembuh. Salah satu aktivitas yang dapat meredakan  kondisi mental berupa stres yaitu dengan berolahraga. dalam Islam sendiri Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berolahraga yang bertujuan untuk menjadikan manusia sehat dan kuat. Sehat dipandang nikmat terbaik kedua setelah iman dalam pandangan islam. Perancangan Syariah Healing Center for Urban Stress di Kabupaten Gowa menjadi pusat pereda stres yang dapat membangkitkan rasa kepaduan pada pikiran, tubuh, dan roh yang mengaplikasikan alam sebagai media penyembuhan. Dengan menerapkan tiga prinsip Arsitektur Biomorfik yang brkaitan dengan alam sehingga dapat menciptakan ruang-ruang yang dapat menyehatkan manusia. Dengan penerapan konsep Arsitektur Biomorfik ini menghasilkan fasilitas yang dapat menunjang  pereda atau penyembuhan agar mencapai kesehatan mental, tubuh, dan kebugaran tubuh. Dengan adanya fasilitas ini, digarapkan dapat meredakan stres bagi pengguna.
KAWASAN WISATA TANI DI KABUPATEN WAJO DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR ORGANIK Ibrahim Salam; Sahabuddin Latif; Andi Annisa Amalia; Andi Syahruyinita; Khilda Wildana Nur; Siti Fuadillah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8736

Abstract

Dilihat dari sektor perekonomian daerah Wajo, secara eksplisit dibidang pertanian yaitu padi sangat dominan dan hampir seluru kecamatan melakukan pekerjaan dibidang persawahan atau padi, sehingga memungkin kan untuk membangun kawasan wisata tani di Kabupaten Wajo. Oleh karena itu mendasain Kawasan wisata pertanian salah satu upaya yang dapat membantu masyarakat dalam melakukan pertumbuhan daerah yang dapat menghasilkan keuntungan dalam sector pertanian maupun ekonomi untuk masyarakat sekitar dan memberikan edukasi ke pada masyarakat bahwa pertanian tidak harus selalu berada dibawa paparan sinar matahari. Untuk mendapatkan konsep yang ideal, maka dilakukan survei lokasi dan studi literatur tentang Wisata Tani dengan konsep arsitektur organik atau studi kasus dengan bangunan sejenis di beberapa tempat. Hasil desain telah dilaksanakan dengan menghasilkan gambar desain dengan luas kurang lebih 8 ha, menerapkan konsep arsitektur organik yang dapat menampilkan aplikasi modern dan tradisional. Wisata tani ini memiliki beberapa fasilitas penunjang diantaranya resto, kafe, penginapan/villa, rumah pembibitan, rumah pengembang biakan, dan masjid. Dengan adanya bangunan ini, maka kebutuhan sarana para wisatawan di Kawasan terpenuhi.
Perancangan Futsal Center di Makassar dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Kontemporer Rahmat Sopianto; Sahabuddin Latif; Nurhikmah Paddiyatu; Andi Syahriyunita; Andi Annisa Amalia; Siti Fuadillah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8750

Abstract

Futsal Center Makassar muncul sebagai jawaban atas beberapa masalah yang ada dalam dunia futsal di Makassar. Permasalahannya dilihat dari banyaknya turnamen yang dapat menarik minat masyarakat pada olahraga ini tidak didukung oleh klasifikasi gedung olahraga tertutup di Sulawesi Selatan, khususnya di kota Makassar sebagai ibu kota provinsi. Fasilitas yang sudah ada tidak dapat menampung penonton yang melimpah saat diselenggarakannya pertandingan berskala regional, nasional dan bahkan internasional. Metode arsitektur yang digunakan dalam menjawab permasalahan tersebut adalah metode programming arsitektural dengan mengacu pada standarisasi ruang bangunan pada gedung olahraga yang meliputi ruang-ruang yang harus tersedia pada gedung olahraga beserta standar minimal ukuran ruangan. Pendekatan konsep Arsitekur Kontemporer juga digunakan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap perancangan lapangan futsal berstandar internasional dan sekaligus pusat olahraga futsal di Makassar.Futsal Center Makassar muncul sebagai jawaban atas beberapa masalah yang ada dalam dunia futsal di Makassar. Permasalahannya dilihat dari banyaknya turnamen yang dapat menarik minat masyarakat pada olahraga ini tidak didukung oleh klasifikasi gedung olahraga tertutup di Sulawesi Selatan, khususnya di kota Makassar sebagai ibu kota provinsi. Fasilitas yang sudah ada tidak dapat menampung penonton yang melimpah saat diselenggarakannya pertandingan berskala regional, nasional dan bahkan internasional. Metode arsitektur yang digunakan dalam menjawab permasalahan tersebut adalah metode programming arsitektural dengan mengacu pada standarisasi ruang bangunan pada gedung olahraga yang meliputi ruang-ruang yang harus tersedia pada gedung olahraga beserta standar minimal ukuran ruangan. Pendekatan konsep Arsitekur Kontemporer juga digunakan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap perancangan lapangan futsal berstandar internasional dan sekaligus pusat olahraga futsal di Makassar.
Pendekatan Arsitektur Biophilic Pada Perancangan Sea World di Makassar Supardi Jaya Tammeng; Ashari Abdullah; Siti Fuadillah A Amin; Muhammad Syarif; Sahabuddin Latif; Andi Yusri; Citra Amalia Amal
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14107

Abstract

Sea World merupakan lembaga konservasi dalam bentuk taman satwa. Dengan tujuan sebagai sebuah sarana yang mengandung nilai rekreasi, informasi dan edukasi serta mengkonservasi biota laut ke dalam tangka akuarium atau wadah pamer yang ditampilkan secara alami kepada pengunjung. Penggunaan kata Sea World sendiri merupakan sebuah istilah pada sebuah Kawasan yang menampilkan pesona biota laut dengan media akuarium. Sea World diharapkan dapat memberikan edukasi untuk membantu masyarakat dan wisatawan memahami apa yang ada di laut, serta meningkatkan pengembangan pariwisata dan pendapatan ekonomi kota Makassar dan mata uang negara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep dan perancangan arsitektur biofilik pada pertancangan Sea World Kota Makassar. Konsep Arsitektur biophilic adalah desain yang memberikan kesempatan bagi manusia untuk hidup dan bekerja di tempat yang sehat, meminimalkan tingkat stres, serta menyedakan kehidupan yang sejahtera dengan cara mengintegrasikan desain dengan alam. Dari hasil perancangan, Sea World berlokasi di Kecamatan Mariso, Kota Makassar. Total luas tapak sebesar 28.000 m2 dan luas lahan terbangun sebesar 8.400 m2. Bentuk bangunan mengadopsi bentuk likan pari. Siteplan terdiri dari bangunan utama, bangunan penunjang, ruang parkir, bangunan servis, halte, jalan, dan taman. Pusat daur ulang sampah plastik menerapkan empat prinsip arsitektur biophilic yaitu pencahayaan alami pada ruangan, halaman dalam , dinding tamu atau atap hijau , dan bentuk massa yang terinspirasi dari alam.
Perancangan Pusat Penelitian Sains dan Teknologi Bidang Arsitektur dengan Konsep Arsitektur Futuristik Suriyanti Anti; Sahabuddin Latif; Wiwik Wahidah Osman; Andi Yusri; Andi Annisa Amalia; Rasmawarni Rasmawarni
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.10212

Abstract

Perkembangan pada dunia riset untuk menciptakan inovasi bidang sains dan teknologi di bidang arsitektur semakin berkembang. Oleh karena itu dibutuhkan sarana prasarana penunjang. Tulisan ini bertujuan untuk memuat konsep perancangan pusat penelitian sains dan teknologi bidang arsitektur dengan konsep arsitektur futuristik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengumpulan data primer, sekunder, analisis dan sintesis serta skema perancangan berdasarkan studi literature. Hasil perancangan pusat penelitian ini mencakup konsep analisis tapak, aktivitas pengguna, kebutuhan ruang, luas ruang, konsep penataan kawasan, konsep bentuk bangunan, dan dilanjutkan dengan gambar perancangan   master plan, denah, tampak, potongan, rencana struktur, detail struktur, rencana arsitektur, detail arsitektur, rencana mekanikal elektrikal plumbing, gambar tiga dimensi dan animasi sehingga dapat menjadi acuan dan referensi yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan perancangan sesuai dengan tujuan perancangan pusat penelitian sains dan teknologi bidang arsitektur.
Perancangan Islamic Center dengan Pendekatan Arsitektur Humanis di Kota Makassar Irwandi Irwandi; Mursyid Mustafa; Citra Amalia Amal; Sahabuddin Latif; Rohana Rohana; Khilda Wildana Nur
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.8984

Abstract

Islam merupakan agama rahmatan lil ’alamin yang dapat diartikan bahwa islam merupakan rahmat bagi seluruh alam, apabila diamalkan secara benar. Hal tersebut tentu saja dapat terwujud kedepannya, apalagi dalam beberapa tahun terakhir generasi muda saat ini banyak yang mulai berhijrah dan hal ini telah menjadi sebuah tren perubahan sosial bagi generasi millenial. Oleh karena itu menjadi gerakan besar untuk mempromosikan semangat reformasi dalam konteks masyarakat religius. Islamic Center Millenial dengan Pendekatan Arsitektur Humanis dianggap sebagai salah satu opsi yang cocok untuk mewadahi generasi muslim millenial dengan pemikiran kritis serta peka terhadap isu sosial dan mulai memperdalam keilmuaannya tentang ajaran agama Islam. Dengan menggunakan pendekatan humanis yang berlandaskan teori hierarki manusia oleh Abraham Maslow ini diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan fasilitas bagi generasi millenial sesuai kebutuhan mereka serta menarik lebih banyak lagi dari mereka untuk datang berkegiatan di Islamic Center ini nantinya, sehingga mereka dapat belajar serta berkolaborasi bersama dan memberikan kontribusi positif bagi umat atau pun negara.
Pendekatan Smart Building pada Perancangan PSM Training Center di Kota Makassar Aldhy Renaldi; Muhammad Syarif; Andi Yusri; Sahabuddin Latif; Ashari Abdullah; Irnawaty Idrus
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14171

Abstract

 Industri sepak bola memegang peranan penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia, sepak bola juga merupakan olahraga yang banyak diminati oleh semua kalangan di seluruh dunia, hal ini membuat banyak klub sepak bola di Indonesia berlomba untuk meningkatkan kualitas pemain yang dimiliki. Makassar merupakan ibu Kota Sulawesi selatan, yang memiliki klub sepak bola kebanggaan yaitu PSM Makassar. PSM Makassar juga merupakan salah satu klub yang cukup terkenal dan menjadi klub sepak bola tertua di Indonesia yang berdiri pada 12 November 1915. Namun masalah yang dialami PSM Makassar saat ini adalah minimnya sarana dan prasarana latihan yang dimiliki oleh klub. Dengan hal tersebut merancang PSM Training Center dengan pendekatan smart building di Kota Makassar selain dapat memenuhi segala keperluan dan kebutuhan klub serta pemain juga memberikan kenyamanan dengan penerapan konsep smart building. Adapun metode perancangan yang digunakan yaitu melalui pengumpulan data primer dan data sekunder kemudian dari data survey dan observasi serta data dari instansi selanjutnya melakukan analisis data diantaranya yaitu analisis tapak, analisis fungsi dan program ruang, analisis bentuk dan material, analisis tema perancangan dan analisis sistem bangunan . Lokasi perancangan PSM Training Center berada di Kecamatan Mariso, Kelurahan panambungan Kota Makassar, dengan luas lahan 6,2 Ha. Hasil dari rancangan PSM Training Center berfungsi sebagai wadah bagi pemain dan klub untuk meningkatkan kualitas tim serta dapat menjadi wisata. Pada site plan terdiri dari bangunan utama, asrama, musholla, area parkir, dan beberapa fasilitas servis lainnya. Bentuk banguna merupakan metafora dari bentuk kapal pinisi yang kemudian dijadikan dasar ide desain.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah A. Syahriyunita Syahruddin A. Syahriyunita Syahruddin Syahruddin A., Siti Fadillah A.Amin, Siti Fuadillah Abdullah, Ashari Ade Mawardi Syamsuddin Ahmad Ahmad Ahmad Syukur Ahmad, Andi Firman Ahmad, Imelda Aisyah Ayu Andira Alkatiri Akbar, Muhammad Fauzan Aksan Ali Aldhy Renaldi Alif Bastian Alma Widiyanti Amal, Citra Amalia Amelia, Yuyun Amin, Siti Faudillah Alhumairah Andi Afratul Jannah Bakri Andi Annisa Amalia - Andi Bunga Tongeng Andi Makbul Syamsuri Andi Rezky Ayuda Andi Sulfajri Andi Syahriyunita Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahruyinita Andi Yusri Andi Yusri andi Yusri Andi Yusri Andri Baharuddin Anti, Suriyanti Aris Sakkar Dollah Ashari Abdullah Ashari Abdullah Asriadi Asriadi Baharsin, Syamsir Aman Baharuddin Hamzah Baharuddin Hamzah Bastian, Alif Cinnong, Ahmad A. Cinta Dwi Andayu Dollah, Aris Sakkar Fahmi, Ridwan Fahrul, Ahmad Fath, Raja Fauzan Hamdi, Fauzan Hamza Hamid Hamzah Al Imran Hamzah Yunus Hasra, Mila Karmila Ibrahim Salam Idrus, Irnawaty Ihsan Ihsan Ihsan Ihsan Imam Rusydi Yulyadiputra Imelda Ahmad Indira Zahrani Nurizkitha Irlan Nurasyid Irwandi Irwandi Ismail Ibrahim Julianto Widayat Kadir, Sania Ramadhani Khilda Wildana Nur Khilda Wildana Nur Lutfiah Hafifah Juhari Marupah Marupah Muh Alfin Muh. Arif Muh. Arif Muh. Ilmiansah Muh. Rizal Syahdan Muh. Syarif Syarif Muh. Yunus Ali Muhammad Aldi Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Ardi Bennu Muhammad Artha Tiranda Muhammad Fikri Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Risman Muhammad Sofyan Muhammad Sofyan Muhammad Suaib Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Musa, Reski Vendi Musdalifah Yusuf Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun Nabilah Arbia Nana Rohana, Nana Nenny Karim Nini Apriani Rumata Nova Ibrahim Nur Hikmah Paddiyatu Nur ‘Azah NUR, KHILDA WILDANA Nurhikma Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurleha Syam Paddiyatu, Nurhikma Paddiyatu, Nurhikmah R. Rusli Rahmah, Berkah Fadhila Rahmat Sopianto Raja Fath Ramadhan, Afif Alfatwa Ramli Rahim Rasma Warni Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Renaldi, Aldhy Reski Vendi Musa Ridwan Fahmi Rohana Rohana Abdullah Rohana Rohana ROHANA ROHANA Rohana Rohana Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rusli Rusli Salam, Ibrahim Salmiah Zainuddin Sari, Nirma Mawar Sembiring, Rinawati Siti Fadillah A. Sopianto, Rahmat Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulfajri, Andi Sumarni Baking Supardi Jaya Tammeng Suriyanti Anti Syaharuddin, A. Syahriyunita Syahdan, Muh. Rizal Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruyinita, Andi Syam, Nurleha Syukur, Ahmad Tajuddin, Hafizh Tammeng, Supardi Jaya Tiranda, Muhammad Artha Warni, Rasma Widiyanti, Alma Wiwi Herawati Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yulyadiputra, Imam Rusydi Yunus, Hamzah Yusri, Andi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Zainuddin, Salmiah