Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Gelanggang Pacuan Kuda di Kabupaten Polewali Mandar Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau Muhammad Ilham; Sahabuddin Latif; Irnawaty Idrus; Ashari Abdullah; A. Syahriyunita Syahruddin; Rohana Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.8778

Abstract

Gelanggan pacuan kuda adalah wadah untuk lomba dimana seorang penjoki mengendarai atau menunggangi kuda untuk mencapai garis finish secepatnya dengan lintasan yang telah ditentukan. Awalnya pacuan kuda menggunakan kereta digunakan pada zaman kaisar romawi. Pacuan kuda di polewali mandar menjadi suatu tradisi setiap tahunnya, oleh karena itu perlu dilakukan perancangan gelanggang pacuan kuda di polewali mandar. Akibatnya, survei lokasi dan studi kasus bangunan serupa dilakukan di beberapa lokasi. Hasil desain yang dicapai adalah gambar desain dengan luas sekitar 11 hektar, menerapkan konsep dengan pendekatan arsitektur hijau. Dengan adanya bangunan ini, maka kebutuhan sarana gelanggan pacuan kuda di polewali mandar terpenuhi.
Pendekatan Konsep Arsitektur Hijau pada Perancangan Kawasan Wisata Tepian Sungai Saddang di Kabupaten Enrekang Ridwan Fahmi; Irnawaty Idrus; Siti Fuadillah; Sahabuddin Latif; Rohana Rohana; Salmiah Zainuddin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.7799

Abstract

Kabupaten Enrekang memiliki potensi untuk menjadi salah satu destinasi wisata.Akan tetapi kabupaten Enrekang belum memiliki kawasan wisata yang potensial serta pada kawasan tepian sungai saddang yang sebenarnya di peruntukkan sebagai kawasan wisata namun belum terdapat fasilitas yang memadai maupun menunjang suatu kawasan. Sebagai sebuah Kawasan wisata tepian sungai, objek rancangan kawasan wisata tepian sungai memiliki permasalahan kebutuhan energi, iklim dan pencemaran air sungai. Penyelesaian permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan konsep Kawasan wisata tepian sungai dengan pendekatan arsitektur hijau. Pendekatan arsitektur hijau yang meliput respect for site, resfect for users, working with climate, conversing energy, minimizing new resources,holism. .Arsitektur hijau merupakan sebuah proses pendekatan perancangan dan perencanaan yang berorientasi lingkungan.Metode penelitian  yang digunakan meliputi pengumpulan data, pengelolaan data, konsep, desain gambar.Hasil analisis yang didapat pada objek Kawasan wisata tepian sungai berupa prinsip penerapan arsitektur hijau pada tapak, dengan memaksimalkan ruang terbuka hijau;desain bangunan yang menghasilkan banyak bukaan untuk pencahayaan alami dan sirkulasi udara; menggunakan tumbuhan dan air sebagai pengatur iklim;memaksimalkan pengelolaan air kotor,air bekas, air hujan agar dapat digunakan Kembali.  Dengan penerapan konsep arsitektur hijau atau green architecture kawasan wisata tepian sungai saddang dapat dirancang sebagai kawasan yang ramah lingkungan dan dapat berjalan optimal tanpa meerusak ekosistem dan vegetasi yang terdapat pada tepian sungai saddang di kabupaten Enrekang.
Perancangan Pusat Kebudayaan Dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular Di Kota Timika - Papua Raja Fath; Sahabuddin Latif; Irnawaty Idrus; Muhammad Syarif; Siti Fuadillah A. Amin; Nurhikmah Paddiyatu
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8654

Abstract

Gedung pusat kebudayaan di timika-papua dibutuhkan untuk sarana bagi budaya untuk memamerkan kebudayaan setiap budaya-budaya yang berada di timika-papua. Oleh karena itu perlu dilakukan perencanaan gedung pusat kebudayaan di timika-papua. Untuk mendapatkan konsep yang ideal, maka dilakukan survey lokasi dan studi kasus bangunan sejenis di beberapa tempat. Hasil desain telah dilaksanakan dengan menghasilkan gambar desain dengan luas kurang lebih 3 ha, menerapkan konsep dengan pendekatan arsitektur neo vernakular yang dapat menampilkan aplikasi tradisional. Dengan adanya bangunan ini, maka kebutuhan sarana pusat kebudayaan di timika-papua terpenuhi.
Perancangan Kawasan Agrowisata dengan Pendekatan Biophilic di Kota Makassar Muhammad Artha Tiranda; Ashari Abdullah; Irnawaty Idrus; Muhammad Syarif; Sahabuddin Latif; Siti Fuadillah A. Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.12502

Abstract

Agrowisata merupakan objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian dengan tujuan untuk memperluas, pengetahuan dan pengalaman reaksi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Perancangan kawasan Agrowisata di kota makassar, merupakan salah satu obyek rekreasi di Jl. Pajjaiang, Sudiang Raya, Kec. Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. yang menawarkan wisata perkebunan, perternakan dan tempat refreshing dengan pendekatan konsep biophilic. Pengunjung dapat terlibat dalam kegiatan pertanian, seperti bercocok tanam, panen, atau merawat hewan ternak. Interaksi langsung dengan alam ini dapat menciptakan pengalaman yang mendalam dan menginspirasi dimana pengunjung dapat merasakan kesempatan untuk merasakan tempat yang sehat, minim tingkat stress, serta menyediakan kehidupan yang sejahtera dengan cara mengintegrasi alam dengan baik. Perancangan Agrowisata dengan pendekatan biophilic dapat membawa manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang positif. Dengan memanfaatkan desain biophilic dapat menekankan pentingnya hubungan manusia dengan alam dan bagaimana integrasi elemen alami dalam berbagai aspek kehidupan kita.
Penataan Kampung Nelayan Barombong dengan Pendekatan Green Architecture Muh. Arif; Rosady Mulyadi; Andi Annisa Amalia; Citra Amalia Amal; Khilda Wildana Nur; Sahabuddin Latif
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8824

Abstract

Penataan Kampung Nelayan Barombong Kota Makassar merupakan bentuk dalam memenuhi prinsip-prinsip layak huni sesuai dengan UndangUndang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, yang merupakan kebutuhan dasar manusia, dan yang mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak serta kepribadian bangsa sebagai salah satu upaya membangun manusia Indonesia seutuhnya, berjati diri, mandiri, dan produktif.. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mewujudkan permukiman ramah lingkungan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air dan pemakaian bahan-bahan yang mereduksi dampak bangunan terhadap lingkungan dan kesehatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dan perancangan. Hasil penelitian ini adalah penataan kampong nelayan barombong dengan konsep green architecture. Hunian pada Kawasan Kampung Nelayan Barombong ini terdapat tiga tipe yaitu tipe besar, sedang dan kecil. Hunian ini menggunakan material berkelanjutan dan sistem struktur kayu dan beton. Untuk utilitas bangunan ini sendiri yaitu pemberian jalur air bersih dan listrik yang akan di alirkan ke tiap hunian.
Pendekatan Ekologi pada Perancangan Kawasn Wisata Permandian Alam di Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto Muhammad Sofyan; Irnawaty Idrus; Nurhikmah paddiyatu; Sahabuddin Latif; Nana Rohana; Siti Fuadillah A Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14221

Abstract

Pengembangan Pariwisata Kabupaten Jeneponto dapat menjadi referensi bagi seluruh pemangku kepentingan industri pariwisata dan memberikan arah pengembangan yang jelas untuk memposisikan pariwisata Kabupaten Jeneponto di tingkat provinsi dan nasional, yang sama pentingnya untuk mencapai sinergi positif dan menghindari konflik di antara keduanya.Selain itu Pembinaan Pariwisata Kabupaten Jeneponto dapat memberikan tatanan yang jelas dalam pelaksanaan pembangunan kepariwisataan di bidangnya, antara lain mekanisme kerjasama berbagai pemangku kepentingan, siapa yang melakukan apa, baik di instansi pemerintah provinsi maupun kabupaten, dan keterkaitan antar industri dan alangkah baik jika pemangku jabatan lebih memperhatikan tempat wisata di jeneponto yang sebenarnya banyak,tidak kalah dengan destinasi wisata yang ada di Indonesia hanya saja kurangya perhatian dari pemerintah setempat.Dan ini juga salasatu peluang besar untuk Jenenponto bahwasanya Jeneponto bisa bersaing di skala nasional bahkan skala internasional dalam keparawisataan Jika dapat perhatian dari pemerintah setempat.Di samping itu hal -hal tersebut di atas, juga mempertimbangkan perubahan paradigma pembangunan yang sebelumnya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi menjadi pembangunan yang berkelanjutan.Pembangunan berkelanjutan adalah suatu proses pembangunan yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dengan menyelaraskan sumber daya manusia dalam Pembangunan.Untuk bisa merancang Kawasan wisata alam tentunya harus sesuai dengan apa yang ada di lapangan, maka dari itu untuk pengumpulan data bagian menjadi dua yaitu yang pertama:metode opservasi:Dengan melaukan pengamatan langsung terhadap tapak untuk emperoleh informasih dan kondisi tapak dan yang ke dua:metode literatur: metode dengan menkaji data litearatur yang saya Memperoleh dari sumber-sumber tentang kawsan di rumbia untuk mendukung desain dan perancanaan
Perancangan Museum Kebudayaan Polewali Mandar dengan Pendekatan Arsitektur Etnis Rusli Rusli; Rohana Rohana; Andi Yusri; Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif; Mursyid Mustafa; Rasmawarni Rasmawarni; Salmiah Zainuddin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.9710

Abstract

ABSTRAK : Kabupaten Polewali Mandar memiliki suku dan budaya yang tersebar dibeberapa kecamatan yang dalam penerapannya cenderung mengalami degradasi, hal ini disebabkan tidak adanya wadah yang dapat  mengakomodir nilai kebudayaan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep arsitektur etnis pada museum kebudayaan serta mendesain museum kebudayaan diharapkan mampu mengakomodir nilai kebudayaan dan menjadi pusat studi kebudayaan di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni studi literatur, pegumpulan data, dan analisis data yang sesuai dengan tema penelitian. Bangunan yang dirancang di Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar tepat di Jl. Poros Majene-Mamuju memiliki luas lahan 3,4 H, dengan tema arsitektur etnis ini mengedepankan aspek budaya Kabupaten Polewali Mandar mulai dari penggunaan matetrial, bentuk tampilan, orientasi bangunan, penataan massa, serta penataan ruang. Bangunan didesain dengan 2 lantai menggunakan bahan material kayu dan memiliki besaran ruang 8470 M² yang dibagi dalam beberapa zona yakni lantai 1 sebagai area penerimaan (zona publik) dan lantai 2 sebagai area pengelola (zona privat). Rancangan yang didesain dalam bentuk kawasan dimana bangunan utama dan penunjang dibuat terpisah. Bentuk bangunan yang diadopsi dari bentuk dasar perahu sandeq melambangkan keteguhan masyarakat polewali mandar dalam menjalani kehidupan. Bentuk penataan massa bangunan dan aksesibilitas pada site diadopsi dari bentuk hiasan sayyang pattuqduq yang ditranformasi sehingga tercipta penataan bangunan yang juga mengikuti filosofi rumah adat mandar sehingga menampilkan adat budaya mandar.  ABSTRACT : Polewali Mandar Regency has tribes and cultures that are scattered in several sub-districts which in its application tend to experience degradation, this is due to the absence of a forum that can accommodate these cultural values. Therefore, this study aims to compile the concept of ethnic architecture in a cultural museum and to design a cultural museum that is expected to be able to accommodate cultural values and become a center for cultural studies in Polewali Mandar Regency. The methods used in this research are literature study, data collection, and data analysis according to the research theme. The building designed in Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar right on Jl. The Majene-Mamuju axis has a land area of 3.4 H, with an ethnic architectural theme that puts forward the cultural aspects of Polewali Mandar Regency starting from the use of material, appearance, building orientation, mass arrangement, and spatial planning. The building is designed with 2 floors using wood materials and has a size of 8470 M² which is divided into several zones, namely the 1st floor as the reception area (public zone) and the 2nd floor as the management area (private zone). The design is designed in the form of an area where the main and supporting buildings are made separately. The shape of the building adopted from the basic shape of the sandeq boat symbolizes the steadfastness of the Polewali Mandar people in living life. The shape of the building mass arrangement and accessibility to the site was adopted from the shape of the sayyang pattuqduq decoration which was transformed so as to create a building arrangement that also follows the philosophy of the Mandar traditional house so that it displays the Mandar cultural customs. 
Perancangan Gelanggang Pacuan Kuda Di Kabupaten Polewali Mandar Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau Muhammad Ilham; Sahabuddin Latif; Irnawaty Idrus; Ashari Abdullah; A. Syahriyunita Syahruddin; Rohana Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8776

Abstract

Gelanggan pacuan kuda adalah wadah untuk lomba dimana seorang penjoki mengendarai atau menunggangi kuda untuk mencapai garis finish secepatnya dengan lintasan yang telah ditentukan. Awalnya pacuan kuda menggunakan kereta digunakan pada zaman kaisar romawi. Pacuan kuda di polewali mandar menjadi suatu tradisi setiap tahunnya, oleh karena itu perlu dilakukan perancangan gelanggang pacuan kuda di polewali mandar. Maka dilakukan survey lokasi dan studi kasus bangunan sejenis di beberapa tempat. Hasil desain telah dilaksanakan dengan menghasilkan gambar desain dengan luas kurang lebih 11 ha, menerapkan konsep dengan pendekatan arsitektur hijau. Dengan adanya bangunan ini, maka kebutuhan sarana gelanggan pacuan kuda di polewali mandar terpenuhi.
Pendekatan Arsitektur Islam pada Perancangan Islamic Education Park di Kota Makassar Reski Vendi Musa; Sahabuddin Latif; Nurhikmah paddiyatu; Aris Sakkar Dollah; Irnawaty Idrus; Siti Fuadillah A Amin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i1.14322

Abstract

Taman belajar atau taman pendidikan adalah suatu konsep yang menggabungkan pendidikan informal, rekreasi dan kreativitas dalam suatu wadah yang terbuka. Konsep ini memungkinkan masyarakat untuk belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan serta mengembangkan kreativitas. Aktivitas yang dilakukan di taman belajar dapat melipuiti berbagai hal seperti, membaca buku, mengaji, diskusi dan berbagai kegiatan interaktif lainnya yang bermanfaat. Taman belajar memberikan peluang bagi Masyarakat untuk bersantai, mengeksplorasi minat mereka, dan belajar sambal bermain. Taman belajar juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan interaksi social, Orang dapat berinteraksi dengan sesame pengunjung, berbagi pengetahuan, dan belajar dari pengalaman oranglain. Secara keseluruhan, konsep taman belajar menghubungkan Pendidikan, rekreasi dan kreativitas dalam lingkungan non formal dan santai. Pada rancangan tapak Islamic education Park berada di jalan urip sumohardjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Pada rancangan tapak tersebut terdapat beberapa bagian yaitu bangunan utama, parkiran, food court, taman baca, taman olahraga, ruang terbuka hijau, Gedung serbaguna dan food court. Semua bangunan ini secara keseluruhan berfungsi untuk menfasilitasi kegiatan dan kenyaman pengunjung.
Perancangan Pusat Rehabilitasi Narkoba dengan Pendekatan Green Architecture di Kabupaten Bulukumba Andi Sulfajri; Irnawaty Idrus; Sahabuddin Latif; Rosady Mulyadi; Siti Fuadillah; Muhammad Syarif
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8826

Abstract

Dewasa ini, Kasus penyalahgunaan Narkotika, Obat-obatan dan Psikotropika (Narkoba) beberapa tahun terakhir ini menjadi masalah serius dan telah mencapai keadaan yang memprihatinkan di Indonesia oleh karena itu dibutuhkan perancangan Pusat Rehabilitasi Narkoba dengan konsep green architecture di Bulukumba untuk memberikan suatu kesembuhan baik mental atau spiritual bagi para korban NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk Membuat desain bangunan pusat rehabilitasi narkoba di Kabupaten Bulukumba dengan konsep Green Architecture serta Menentukan tata ruang dan fasilitas penunjang gedung pusat rehabilitasi narkoba di Kabupaten Bulukumba dengan konsep Green Architecture. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dan perancangan. Hasil penelitian ini adalah Perancangan pusat rehabilitasi narkoba dengan konsep green architecture. Pada bangunan dapat terdapat 4 ciri Green Architecture, diantaranya yaitu Penggunaan panel surya, penggunaan bukaan atau jendela yang lebar, Pemanfaatan material dari daerah sekitar dan Pengolahan air hujan dan air buangan yang di gunakan kembali untuk kebutuhan Flushing toilet dan menyiram tanaman.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah A. Syahriyunita Syahruddin A. Syahriyunita Syahruddin Syahruddin A., Siti Fadillah A.Amin, Siti Fuadillah Abdullah, Ashari Ade Mawardi Syamsuddin Ahmad Ahmad Ahmad Syukur Ahmad, Andi Firman Ahmad, Imelda Aisyah Ayu Andira Alkatiri Akbar, Muhammad Fauzan Aksan Ali Aldhy Renaldi Alif Bastian Alma Widiyanti Amal, Citra Amalia Amelia, Yuyun Amin, Siti Faudillah Alhumairah Andi Afratul Jannah Bakri Andi Annisa Amalia - Andi Bunga Tongeng Andi Makbul Syamsuri Andi Rezky Ayuda Andi Sulfajri Andi Syahriyunita Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahruyinita Andi Yusri Andi Yusri Andi Yusri andi Yusri Andri Baharuddin Anti, Suriyanti Aris Sakkar Dollah Ashari Abdullah Ashari Abdullah Asriadi Asriadi Baharsin, Syamsir Aman Baharuddin Hamzah Baharuddin Hamzah Bastian, Alif Cinnong, Ahmad A. Cinta Dwi Andayu Dollah, Aris Sakkar Fahmi, Ridwan Fahrul, Ahmad Fath, Raja Fauzan Hamdi, Fauzan Hamza Hamid Hamzah Al Imran Hamzah Yunus Hasra, Mila Karmila Ibrahim Salam Idrus, Irnawaty Ihsan Ihsan Ihsan Ihsan Imam Rusydi Yulyadiputra Imelda Ahmad Indira Zahrani Nurizkitha Irlan Nurasyid Irwandi Irwandi Ismail Ibrahim Julianto Widayat Kadir, Sania Ramadhani Khilda Wildana Nur Khilda Wildana Nur Lutfiah Hafifah Juhari Marupah Marupah Muh Alfin Muh. Arif Muh. Arif Muh. Ilmiansah Muh. Rizal Syahdan Muh. Syarif Syarif Muh. Yunus Ali Muhammad Aldi Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Ardi Bennu Muhammad Artha Tiranda Muhammad Fikri Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Risman Muhammad Sofyan Muhammad Sofyan Muhammad Suaib Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Musa, Reski Vendi Musdalifah Yusuf Mustafa, Mursyid Mutiah, Uryun Nabilah Arbia Nana Rohana, Nana Nenny Karim Nini Apriani Rumata Nova Ibrahim Nur Hikmah Paddiyatu Nur ‘Azah NUR, KHILDA WILDANA Nurhikma Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurhikmah Paddiyatu Nurleha Syam Paddiyatu, Nurhikma Paddiyatu, Nurhikmah R. Rusli Rahmah, Berkah Fadhila Rahmat Sopianto Raja Fath Ramadhan, Afif Alfatwa Ramli Rahim Rasma Warni Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Renaldi, Aldhy Reski Vendi Musa Ridwan Fahmi Rohana Rohana Abdullah Rohana Rohana ROHANA ROHANA Rohana Rohana Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Rusli Rusli Salam, Ibrahim Salmiah Zainuddin Sari, Nirma Mawar Sembiring, Rinawati Siti Fadillah A. Sopianto, Rahmat Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sulfajri, Andi Sumarni Baking Supardi Jaya Tammeng Suriyanti Anti Syaharuddin, A. Syahriyunita Syahdan, Muh. Rizal Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruyinita, Andi Syam, Nurleha Syukur, Ahmad Tajuddin, Hafizh Tammeng, Supardi Jaya Tiranda, Muhammad Artha Warni, Rasma Widiyanti, Alma Wiwi Herawati Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yulyadiputra, Imam Rusydi Yunus, Hamzah Yusri, Andi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Yusriadi Zainuddin, Salmiah