Claim Missing Document
Check
Articles

The Creativity of The Quran Hadith Teacher to Overcome Students' Learning Difficulties Julhadi Julhadi; Akhmad Sirojuddin; Syamsul Arifin; Elihami Elihami; Rokhmatin Nazilah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.2534

Abstract

Learning does not always go according to what is expected. The existence of problems during the learning process is a challenge. The subjects of the Qur'an Hadith have been found learning difficulties for students. So to understand the learning difficulties experienced by students and know and analyze the creative efforts of Qur’an teachers Hadith in overcoming learning difficulties, this research was conducted at madrasah International Standard in Mojokerto. The researchers use a qualitative approach, a type of case study using; collects data, analyses, and concludes field data. As for the research findings: 1) Difficulties faced by students include; difficulty reading, writing, memorization, and understanding material 2) While creativity carried out by the Master of the Qur'an Hadith to overcome learning difficulties, namely; a) On the difficulty of reading and writing; Personal approach, Cooperate with the Muadalah program; (a) Reading the Quran with tajwid (b) Providing writing and making up skills in Arabic, b) Difficulty memorizing material; Giving short verses, providing motivation, instructing repeat memorization giving time lag during learning c) Difficulty understanding the material; Giving repetition of the material,  using simple language,  providing motivation, interpreting verse every word.
Humanistic Education in Islam: A Study of Ahmad Syafii Maarif's Thoughts Amirullah Amirullah; Syamsul Arifin; Zamah Sari
MUADDIB Jurnal Kependidikan dan Keislaman Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/muaddib.v12i2.5847

Abstract

Education in Indonesia, especially Islamic education, has not been sufficient to form a humanist personality and is still primordialistic and sectarian in character. This study aims to show the values of humanistic Islamic education in the thought of Ahmad Syafii Maarif’s. This research is qualitative research with descriptive analysis using library research, and in-depth interviews. This research shows that the essence of education in Ahmad Syafii Maarif's perspective is the process of humanization (a process that liberates and humanizes humans) which directly has an organic link with the spiritual-transcendental dimension. In Ahmad Syafii Maarif's thought, it is found that the values of humanistic Islamic education can be summarized in six points, namely: the value of egalitarianism, the value of tolerance, the value of pluralism, the value of justice, the value of universal brotherhood, and the value of peace or non-violence. The results of this study are expected in addition to increasing the wealth of intellectual treasures in the study of the thought of figures in the field of Islamic education, but also can be considered in developing a more humanistic educational foundation and practice.
Jamuro as the Islamic Education Indigenous Psychology Perspective Syarifan Nurjan; Jony Muhandis; Syamsul Arifin; Maryono Maryono
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 6 No 2 (2022): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Al-Hayat Al-Istiqomah Foundation collab with Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v6i2.264

Abstract

The religious practice of the Jama'ah Muji Rosul (Jamuro) Surakarta undergoes a process of Sufi life, namely cleansing oneself from the filth of the heart and avoiding low life behaviour to always worship God through tabligh, tahlilan, ṣalawatan activities and cultural behaviour related to rituals. This study aims to describe diversity and describe the contribution of the Jamaah Muji Rosul worship to Islamic Education. This research study uses a phenomenological approach, describing individual life experiences generally interpreted as concepts or phenomena by exploring phenomena and discussed in indigenous psychology. Data collection through interviews, documentation, observation and analysis of data reduction results are presented in descriptions and conclusions. The results of this study are: (1) religious behaviour based on religious knowledge, belief, and understanding can go hand in hand with the culture of its adherents. Cultural and religious teachings can reinforce each other and behaviour as a form of understanding religion correctly so that it seems as if culture is the teaching of religion itself. Even religious teachings can insert and correct cultural behaviour related to rituals. (2) The educational values in the Book of Mawlid al-Barzanjî Natsr are the selection of educators and a good environment, honesty, sincerity in finding a life partner, age-appropriate education, strong motivation, and the charisma of the native JAMURIC culture of the religious teachings themselves, even the teachings of religion can insert and correct cultural behaviour related to rituals.
Kewirausahaan Anak Penyandang Disabilitas di SLB Dharma Wanita Jiwan dalam Usaha Mengahadapi Era Industri 4.0 Adib Khusnul Rois; Yustika Caprillin Costantina; Syamsul Arifin
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.247 KB) | DOI: 10.30651/jms.v8i1.14455

Abstract

Berkembangnya era industri 4.0 di dunia saat ini, menyebabkan persaingan di berbagai aspek kehidupan yang sangat ketat. Bagi anak penyandang disabilitas tantangan di era 4.0 merupakan sebuah peluang dan bisa juga menjadi ancaman yang serius. Disinilah peran lembaga pendidikan dibutuhkan untuk membekali anak difabel dengan berbagai kompetensi, baik kompetensi akademik, sosial, spiritual, moralitas, dan kompetensi kecakapan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pelaksanaan program kewirausahaan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita Jiwan dan melihat sejauh mana dampak program kewirausahaan terhadap peningkatan kreativitas dan produktivitas siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita Jiwan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Penelitian dilakukan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita Jiwan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatoris, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, display data, dan kesimpulan. Sedangkan Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini diketahui bahwa 1) program kewirausahan di SLB Dharma Wanita Jiwan adalah  a) pemetaan nilai-nilai kewirausahaan dan indikator keberhasilan pada setiap jenjang; 2) program pendidikan kewirausahaan di sekolah dapat diinternalisasikan melalui  kegiatan terpadu dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler; 2) Output yang dihasilkan dalam program kewirausahaan di SLB Dharma Wanita Jiwan efektif dan berhasil membentuk jiwa kewirausahaan siswa.
Kewirausahaan Anak Penyandang Disabilitas di SLB Dharma Wanita Jiwan dalam Usaha Mengahadapi Era Industri 4.0 Adib Khusnul Rois; Yustika Caprillin Costantina; Syamsul Arifin
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.247 KB) | DOI: 10.30651/jms.v8i1.14455

Abstract

Berkembangnya era industri 4.0 di dunia saat ini, menyebabkan persaingan di berbagai aspek kehidupan yang sangat ketat. Bagi anak penyandang disabilitas tantangan di era 4.0 merupakan sebuah peluang dan bisa juga menjadi ancaman yang serius. Disinilah peran lembaga pendidikan dibutuhkan untuk membekali anak difabel dengan berbagai kompetensi, baik kompetensi akademik, sosial, spiritual, moralitas, dan kompetensi kecakapan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pelaksanaan program kewirausahaan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita Jiwan dan melihat sejauh mana dampak program kewirausahaan terhadap peningkatan kreativitas dan produktivitas siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita Jiwan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Penelitian dilakukan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Wanita Jiwan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatoris, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, display data, dan kesimpulan. Sedangkan Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini diketahui bahwa 1) program kewirausahan di SLB Dharma Wanita Jiwan adalah  a) pemetaan nilai-nilai kewirausahaan dan indikator keberhasilan pada setiap jenjang; 2) program pendidikan kewirausahaan di sekolah dapat diinternalisasikan melalui  kegiatan terpadu dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler; 2) Output yang dihasilkan dalam program kewirausahaan di SLB Dharma Wanita Jiwan efektif dan berhasil membentuk jiwa kewirausahaan siswa.
Ketahanan Keluarga Pada Pasangan Menikah Usia Dini Soleh Amini; Dyah Ayu Ramadhani; Syamsul Arifin
Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol 6 No 2 (2023): Islamic Culture
Publisher : LPPM Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/almada.v6i2.3133

Abstract

Keluarga merupakan unit social terkecil yang terbentuk melalui ikatan pernikahan atau perkawinan. Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan pada usia remaja di bawah usia yang dizinkan oleh undang-undang untuk menikah. Pernikahan dini dapat menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan dalam kehidupan berumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika ketahanan keluarga pada kehidupan rumah tangga pasangan yang menikah pada usia dini. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang pelaku pernikahan dini dengan kriteria telah menikah selama 2 tahun atau lebih, pernikahannya dilakukan di bawah usia 19 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dengan wawancara semi-terstruktur, analisis data penelitian dengan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini dilatarbelakangi oleh faktor internal maupun ekternal. Pada factor internal berupa keinginan untuk menikah selagi masih muda dan keinginan hidup mandiri. Sedangkan pada faktor eksternal meliputi factor ketahanan ekonomi, agama, dan izin atau dorongan orang tua. Ketahanan keluarga dari aspek fisik berupa kebutuhan sandang, pangan, dan papan dapat terpenuhi dari penghasilan suami, aspek kesehatan pendidikan dan agama juga terpenuhi dengan baik, informan mengajarkan anaknya mengenai pengetahuan dasar dan pengetahuan agama. Aspek kesehatan kurang diperhatikan, Informan dan keluarganya memeriksakan diri ke dokter hanya ketika merasa sakit sakit saja. Dari aspek kehidupan sosial, informan bersosialisasi dan berinteraksi di lingkungan masyarakat dengan baik. Sedangkan dari aspek psikologis pasangan cenderung tidak memiliki ketahanan yang baik. Informan cenderung memendam perasaanya sendiri dan mendiamkan pasangan ketika ada masalah.
Ketahanan Keluarga Pada Pasangan Menikah Usia Dini Soleh Amini; Dyah Ayu Ramadhani; Syamsul Arifin
Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol 6 No 2 (2023): Islamic Culture
Publisher : LPPM Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/almada.v6i2.3133

Abstract

Keluarga merupakan unit social terkecil yang terbentuk melalui ikatan pernikahan atau perkawinan. Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan pada usia remaja di bawah usia yang dizinkan oleh undang-undang untuk menikah. Pernikahan dini dapat menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan dalam kehidupan berumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika ketahanan keluarga pada kehidupan rumah tangga pasangan yang menikah pada usia dini. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang pelaku pernikahan dini dengan kriteria telah menikah selama 2 tahun atau lebih, pernikahannya dilakukan di bawah usia 19 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dengan wawancara semi-terstruktur, analisis data penelitian dengan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini dilatarbelakangi oleh faktor internal maupun ekternal. Pada factor internal berupa keinginan untuk menikah selagi masih muda dan keinginan hidup mandiri. Sedangkan pada faktor eksternal meliputi factor ketahanan ekonomi, agama, dan izin atau dorongan orang tua. Ketahanan keluarga dari aspek fisik berupa kebutuhan sandang, pangan, dan papan dapat terpenuhi dari penghasilan suami, aspek kesehatan pendidikan dan agama juga terpenuhi dengan baik, informan mengajarkan anaknya mengenai pengetahuan dasar dan pengetahuan agama. Aspek kesehatan kurang diperhatikan, Informan dan keluarganya memeriksakan diri ke dokter hanya ketika merasa sakit sakit saja. Dari aspek kehidupan sosial, informan bersosialisasi dan berinteraksi di lingkungan masyarakat dengan baik. Sedangkan dari aspek psikologis pasangan cenderung tidak memiliki ketahanan yang baik. Informan cenderung memendam perasaanya sendiri dan mendiamkan pasangan ketika ada masalah.
Ketahanan Keluarga Pada Pasangan Menikah Usia Dini Soleh Amini; Dyah Ayu Ramadhani; Syamsul Arifin
Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol 6 No 2 (2023): Islamic Culture
Publisher : LPPM Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/almada.v6i2.3133

Abstract

Keluarga merupakan unit social terkecil yang terbentuk melalui ikatan pernikahan atau perkawinan. Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan pada usia remaja di bawah usia yang dizinkan oleh undang-undang untuk menikah. Pernikahan dini dapat menyebabkan timbulnya berbagai permasalahan dalam kehidupan berumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika ketahanan keluarga pada kehidupan rumah tangga pasangan yang menikah pada usia dini. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang pelaku pernikahan dini dengan kriteria telah menikah selama 2 tahun atau lebih, pernikahannya dilakukan di bawah usia 19 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dengan wawancara semi-terstruktur, analisis data penelitian dengan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini dilatarbelakangi oleh faktor internal maupun ekternal. Pada factor internal berupa keinginan untuk menikah selagi masih muda dan keinginan hidup mandiri. Sedangkan pada faktor eksternal meliputi factor ketahanan ekonomi, agama, dan izin atau dorongan orang tua. Ketahanan keluarga dari aspek fisik berupa kebutuhan sandang, pangan, dan papan dapat terpenuhi dari penghasilan suami, aspek kesehatan pendidikan dan agama juga terpenuhi dengan baik, informan mengajarkan anaknya mengenai pengetahuan dasar dan pengetahuan agama. Aspek kesehatan kurang diperhatikan, Informan dan keluarganya memeriksakan diri ke dokter hanya ketika merasa sakit sakit saja. Dari aspek kehidupan sosial, informan bersosialisasi dan berinteraksi di lingkungan masyarakat dengan baik. Sedangkan dari aspek psikologis pasangan cenderung tidak memiliki ketahanan yang baik. Informan cenderung memendam perasaanya sendiri dan mendiamkan pasangan ketika ada masalah.
The Influence of The Head of Madrasah and Infrastructure Facilities on The Quality of Education Through Teacher Competence Syamsul Arifin; Sutrisno Sutrisno; Hayati Hayati; Nanda Saputra; Syamsul Arifin; Ari Kartiko
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2023): Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Institut KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v4i2.423

Abstract

This study aims to analyze whether teacher competence is able to mediate madrasa heads and infrastructure on the quality of education. This study uses a quantitative approach, which consists of two exogenous variables of madrasa heads and infrastructure, one endogenous variable of education quality, and an intervention variable, namely teacher competency. The data obtained is primary data obtained directly from the respondents by dividing the questionnaires among the respondents. The research instrument used a Likert scale of 1-5, while data analysis used SEM diagram analysis which was processed using Amos Structural Equation Modeling. The results of the study show that teacher competence is able to mediate madrasa heads and infrastructure on the quality of education through teacher competence. These results indicate that teacher competence is able to mediate exogenous and endogenous variables.
The Influence of The Head of Madrasah and Infrastructure Facilities on The Quality of Education Through Teacher Competence Syamsul Arifin; Sutrisno Sutrisno; Hayati Hayati; Nanda Saputra; Syamsul Arifin; Ari Kartiko
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2023): Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Institut KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v4i2.423

Abstract

This study aims to analyze whether teacher competence is able to mediate madrasa heads and infrastructure on the quality of education. This study uses a quantitative approach, which consists of two exogenous variables of madrasa heads and infrastructure, one endogenous variable of education quality, and an intervention variable, namely teacher competency. The data obtained is primary data obtained directly from the respondents by dividing the questionnaires among the respondents. The research instrument used a Likert scale of 1-5, while data analysis used SEM diagram analysis which was processed using Amos Structural Equation Modeling. The results of the study show that teacher competence is able to mediate madrasa heads and infrastructure on the quality of education through teacher competence. These results indicate that teacher competence is able to mediate exogenous and endogenous variables.
Co-Authors Ab Halim Tamuri, Dato' Abdurahman Abdurrahman Abidin, Nurul Abidin, Zainal Adib Khusnul Rois Afiful Ikhwan Akhmad Sirojuddin Amelia Putri Adiana Amirullah M.A. Anip Dwi Saputro, Anip Dwi Anisah Triyuliasari Anshori, Fauzan Al Arditya Prayogi Ari Kartiko, Ari Ariyanto, Ayok Ash Shiddiq, Muhammad Abdurahman Astika Candra Chairani, Femi Awaliatul Amanah Budi Santoso Damayanti, Elok Devid Dwi Erwahyudin Dina Destari Dwifajri, Muhammad ELIHAMI, ELIHAMI Fahlulia Rahma Shofiana Fathur Rozak Fina Kholij Zukhrufin Happy Susanto Haq, Muhammad Arinal Harun Joko Prayitno Hasgimianti Hasgimianti Hayati Hayati Irawati Irawati Jony Muhandis Julhadi Julhadi KATNI KATNI, KATNI Khoirul Arifah Khusnul Rois, Adib Lestari, Chika Putri M. Daud Yahya M. Zainal Arif Mahmudah, Nashikhatun Makmudi Makmudi Maryono Maryono Masruhin, Salis Memo Valentino Hutagaol Miftah Hur Rahman Zh Mila Agustiani Mohammad Muslih Mokmin Bin Basri Mokmin, Mohd Waffi Albaraq Muh. Tajab, Muh. Muhammad Muhson Mustami’ul Azizah Nanda Saputra Nugraheni Fitroh Rezqi Syakarna Nuraini Nuraini Nurjan, Syarifan Nurul Abidin Nurul Fauziah Pamungkas, Sahril Dwi Purwo Haryono Rahmawati, Ida Yeni Rido Kurnianto Risbiyantoro, Hendro Riyadi Riyadi Rokhmatin Nazilah Rokimin, Rokimin Rudianto Salma Refia Rahayu Setiawan Sekar Ayu Aryani Sucianingtyas, Richa Sugito Sugito Sutama Syafruddin Syafruddin Syam, Aldo Redho Syamsul Arifin Triono, Mukhlas Tukiyo Tukiyo Ummah, Lulu' Tazkiyatul Wail Abdul Qadir Waston Yusi Srihartini Zainal Arifin Zamah Sari