Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Variations in Sago Dregs Compost Dosage on the Growth and Productivity of Cucumber (Cucumis sativus L.) Plants on Marginal Land Musdalifah, Nurul; Rupang, Maya Sari; Wa Ode Asryanti Wida Malesi; Anwar; Mani Yusuf; Johana Anike Mendes; Rizki Al Khairi Barus
Journal of Biotechnology and Natural Science Vol. 5 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jbns.v5i2.14730

Abstract

This study aimed to determine the effect of applying sago waste compost on the growth and yield of cucumber (Cucumis sativus L.) cultivated in marginal land. The research was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with one factor and five levels of compost dosage: B0 (0 tons/ha), B1 (5 tons/ha), B2 (10 tons/ha), B3 (15 tons/ha), and B4 (20 tons/ha), each replicated three times. Observed parameters included leaf number, stem diameter, plant dry weight, fruit number, fruit weight, and yield. Data were analyzed using ANOVA followed by the LSD test at a 5% significance level. The results showed that the application of sago waste compost had no significant effect on the number of leaves, stem diameter, and plant dry weight. However, the 20 tons/ha treatment (B4) significantly affected fruit weight and yield at 52 days after planting, producing the highest yield of 23.687 tons/ha. The effect was not significant at 45 and 59 days after planting. These results suggest that sago waste compost can enhance cucumber productivity during the fruit-filling phase, even though it has no significant effect on vegetative growth.).
Rancang Bangun Prototype Sistem Penyortir Warna Pada Buah Tomat Berbasis Arduino Nugraha, Syaiful; Anwar, Anwar; Prayitno, Agung; Istanto, Teddy
Jurnal Borneo Informatika dan Teknik Komputer Vol 5, No 2 (2025): Edisi Oktober - Maret
Publisher : Jurusan Teknik Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jbit.v5i2.7018

Abstract

Manual sorting of tomatoes based on visual ripeness assessment
Agro-Scan: Pemanfaatan Aplikasi Smart Farming Untuk Deteksi Dini Penyakit Daun Padi Berbasis AI sebagai Upaya Digitalisasi Pertanian Presisi Nggego, Dedy Abdianto; Anwar, Anwar; Rahayu, Tri Kustanti; Erwin, Erwin
Abdimas Mandalika Vol 5, No 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i2.36608

Abstract

Abstract:  The decline in rice production yields due to leaf disease outbreaks has become a major issue for the Joint Farmers Group in Kuper Village, Merauke Regency, with harvest yields during 2022–2023 reaching only 40–50% of the previous year. The delay in identifying diseases and the lack of understanding about effective prevention methods resulted in the excessive use of pesticides and chemicals, leading to increased production costs and a decrease in rice quality. The objective of this community service program is to digitalize agriculture with a precision approach by utilizing an AI-based smart farming application to enable the early detection of rice leaf diseases. The method employed is Participatory Action Research (PAR), which includes socialization, farm management training, and technology implementation. The result of this project is the implementation of the Agro-Scan application, an AI and IoT-based smart farming tool that can detect diseases through image analysis and provide real-time control recommendations; based on farmer observations, the yields from the subsequent harvest are expected to potentially achieve three times the previous amount.Abstrak: Permasalahan penurunan hasil produksi padi akibat serangan penyakit daun menjadi persoalan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kampung Kuper Kabupaten Merauke, dengan hasil panen selama tahun 2022-2023 hanya mencapai 40-50% dari tahun sebelumnya. Keterlambatan dalam mengidentifikasi penyakit dan minimnya pemahaman tentang cara pencegahan yang efektif berakibat pada penggunaan pestisida dan bahan kimia yang berlebihan, yang menyebabkan peningkatan biaya produksi dan penurunan kualitas beras. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendigitalisasi pertanian dengan pendekatan presisi melalui pemanfaatan aplikasi pertanian pintar berbasis AI guna mendeteksi secara dini penyakit daun padi. Metode yang digunakan yaitu Participatory Action Research (PAR), yang mencakup sosialisasi, pelatihan manajemen pertanian, serta penerapan teknologi. Hasil dari proyek ini adalah penerapan aplikasi Agro-Scan, yaitu aplikasi pertanian pintar berbasis AI dan IoT yang memungkinkan dapat mendeteksi penyakit melalui analisis gambar dan memberikan rekomendasi pengendalian secara realtime. Dari pengamatan petani, hasil yang diperoleh dari hasil panen nantinya dapat mencapai 3 kali lipat dari sebelumnya.
Artikel Reviu: Dampak Salinitas pada Kesuburan Tanah serta Respons Fisiologi Tanaman Yusuf, Mani; Rupang, Maya Sari; Sembiring, Jefri; Anwar, Anwar; Ekowati, Nurhening Yuni; Mekiuw, Yosehi; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.555

Abstract

Produktivitas tanaman menurun akibat pengaruh cekaman abiotik, terutama salinitas. Salinitas menimbulkan gangguan fisiologis dan biokimia pada tanaman, termasuk perubahan pada fotosintesis, penyerapan air, serta respirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengaruh salinitas terhadap kesuburan tanah dan respon fisiologis tanaman. Kajian dilakukan melalui pendekatan literatur reviu terhadap 51 referensi yang terdiri dari jurnal internasional, prosiding, dan buku yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dalam bentuk artikel reviu. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kadar garam di tanah menyebabkan kerusakan struktur tanah, menurunkan konduktivitas hidrolik, mengganggu ketersediaan hara, dan menekan aktivitas mikroba tanah. Secara fisiologis, salinitas menurunkan rasio K⁺/Na⁺, menghambat fotosintesis, mengurangi penyerapan air, serta memicu pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) yang merusak sel tanaman. Pada fase perkecambahan, salinitas menurunkan laju respirasi melalui penghambatan glikolisis dan aktivitas enzim-enzim kunci seperti heksokinase (HK), fosfofruktokinase (PFK), dan piruvat kinase (PK). Sementara itu, pada fase vegetatif dan generatif, gangguan respirasi meluas ke tingkat mitokondria melalui penurunan efisiensi rantai transpor elektron, sintesis ATP, dan peningkatan ROS. Secara keseluruhan, salinitas terbukti menurunkan kesuburan tanah dan efisiensi metabolisme tanaman, yang berimplikasi langsung terhadap penurunan pertumbuhan dan hasil.
Edukasi Kebun Sehat untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Transmigrasi di Kampung Jaya Makmur Yusuf, Mani; Malesi, Wa Ode Asryanti Wida; Ekowati, Nurhening Yuni; Anwar, Anwar; Sembiring, Jefri Sembiring; Rizal, Abdul; Fredy, Fredy; Adrianus, Adrianus; Rupang, Maya Sari Rupang; Kolewora, Riez Kifli; S, Suarni
Lebah Vol. 19 No. 4 (2026): Maret: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok TK-PPEG Mekar Jaya merupakan salah satu kelompok masyarakat yang mengelola ekosistem gambut di Kampung Jaya Makmur. Kelompok ini dibentuk sejak tahun 2024 dan telah melaksanakan berbagai jenis kegiatan budidaya tanaman baik tanaman jagung, padi, kacang tanah maupun tanaman lainnya dengan tanam monokultur. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Jaya Makmur pada bulan Tanggal 22 September - 22 November 2025 dengan peserta 2o orang. Tahapan kegiatan ini yakni 1) Sosilalisasi awal kegiatan, 2) Penyuluhan tentang Penerapan Inovasi Kebun Sehat Berbasis Zero Waste Plus, 3) Pendampingan Budidaya Tanaman Sayur dan Obat” dengan Desain Arsitektur Pertanaman, 4) Pelatihan Manajemen Pemasaran Tanaman Sayuran dan Obat Organik, 5) Monitoring dan Evaluasi Program. Kegiatan ini melibatkan mitra secara aktif baik dalam kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pelaksanaan program. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menerapkan kebun sehat berbasis zero waste plus serta mampu meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya kelompok TK-PPEG Mekar Jaya di Kampung Jaya Makmur dengan rata-rata peningkatan sebesar 40% dibandingkan sebelum kegiatan dilaksanakan.
Pelatihan Perbanyakan Mikroorganisme pada Kelompok Tani di Distrik Semangga Kabupaten Merauke Sarijan, Abdullah; Untari, Untari; Melmambessy, Edy H.P; Simatupang, David Oscar; Adrianus, Adrianus; Yusuf, Mega Ayu; Anwar, Anwar; Kurniawan, Ade; Sembiring, Jefri; Yusuf, Mani; Samosir, Hasianna Darmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1807

Abstract

This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of farmer groups in Semangga District, Merauke Regency in propagating microorganisms as biological agents in agriculture. The program was motivated by farmers’ high dependence on chemical fertilizers and pesticides, which negatively affect soil quality and the environment. The methods included laboratory-based microorganism propagation, interactive lectures, simulation practices, and group discussions and reflections. The results indicated increased farmers’ understanding of the roles and benefits of microorganisms such as Trichoderma sp. and Bacillus sp., as well as their ability to propagate them independently. The application of this technology has the potential to reduce chemical inputs, lower production costs, and improve soil fertility sustainably. This activity is important as a model for empowering farmers through environmentally friendly biological technology.
Perkembangan Populasi Hama Utama pada Tanaman Padi di Kabupaten Merauke Papua Selatan Sembiring, Jefri; Mendes, Johana; Kusumah, Rangga; Anwar, Anwar; Yusuf, Mani; Susanti, Diana Sri
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.67859

Abstract

Perkembangan populasi hama padi dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama suhu, kelembapan, dan ketersediaan tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika populasi hama utama tanaman padi berdasarkan umur tanaman dan musim tanam di Kabupaten Merauke. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah dataran rendah di Distrik Merauke, Semangga, Tanah Miring, dan Kurik yang secara geografis berada pada 7°–8° LS dan 140°–141° BT dengan ketinggian 0–10 m dpl. Penelitian dilakukan pada bulan Februari–September 2023 yang mencakup dua musim tanam. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan observasi lapangan menggunakan desain longitudinal (repeated measures). Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan pendekatan cluster sampling pada empat Distrik. Pada setiap Distrik ditetapkan dua kampung, dan pada setiap kampung dipilih lima petak sawah (20 × 20 m) yang menggunakan varietas padi yang sama. Setiap petak dibagi menjadi lima subplot (2 × 2 m) secara diagonal sebagai unit pengamatan, sehingga total unit pengamatan sebanyak 200 subplot pada setiap waktu pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi hama berbeda nyata antar musim tanam dan umur tanaman, dengan populasi lebih tinggi pada musim tanam kedua. Hama dominan pada fase vegetatif adalah wereng batang coklat dan penggulung daun (28–42 HST), sedangkan pada fase generatif didominasi oleh penggerek batang dan walang sangit (56–70 HST). Wereng punggung putih Sogatella furcifera menunjukkan peningkatan populasi secara bertahap dari fase awal hingga generatif, dengan populasi tertinggi pada umur 56–70 HST dan lebih tinggi pada musim tanam kedua. Populasi wereng hijau cenderung menurun seiring bertambahnya umur tanaman, sedangkan populasi wereng batang coklat menunjukkan pola fluktuatif. Fase kritis tanaman terjadi pada umur 28–42 HST dan 56–70 HST pada setiap musim tanam.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT ORANG ASLI PAPUA (OAP) MELALUI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Abdul Rizal; Mani Yusuf; Adrianus Adrianus; Anwar Anwar; Wa Ode Asryanti Wida Malesi; Nurcholis Nurcholis; Irine Ike Praptiwi; Yosehi Mekiuw; Johana Anike Mendes
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.37281

Abstract

Yasa Mulya merupakan salah satu kampung di Distrik Tanah Miring yang sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani dan peternak. Kampung Yasa Mulya memiliki masyarakat didominasi oleh masyarakat transmigrasi, namun terdapat dusun yang ditempati oleh Orang Asli Papua. Masyarakat lokal ini bekerja sebagai petani, tetapi pemahaman tentang pemanfaatan sumber daya lokal sebagai pupuk organik masih rendah. Yasa Mulya memiliki banyak sumber daya yang digunakan sebagai pupuk organik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat OAP di Kampung Yasa Mulya dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan serta mendukung ketahanan pangan lokal dengan memanfaatkan limbah organik yang ada di lingkungan sekitar sebagai pupuk organik. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Yasa Mulya Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke pada tanggal 4 Oktober 2024. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif aktif oleh Masyarakat Orang Asli Papua (OAP). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan yaitu sosialisasi awal, penyuluhan, demonstrasi dan monitorong dan evaluasi (Monev). Kegiatan ini melibatkan tim pengabdian dari Universitas Musamus, Pemerintah Kampung, Dinas Peternakan dan kelompok tani OAP di Kampung Yasa Mulya. Hasil dari program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya lokal sebagai pupuk organik. Kegiatan ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, di mana pupuk organik yang dihasilkan dapat dijual atau digunakan secara langsung serta mendorong terciptanya praktik pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Pengaruh Inokulasi Bacillus subtilis Terhadap Dinamika Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung Manis Pada Tanah Salin Dengan Aplikasi Pupuk NPK Dosis Seragam Di Kabupaten Merauke Anwar Anwar; Mani Yusuf; Jefri Sembiring; Nurhening Yuni Ekowati
Jurnal Agrotek Lestari Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jal.v12i1.14824

Abstract

Sweet corn (Zea mays L. var. saccharata) cultivation on saline soils is constrained by osmotic and ionic stress that limits vegetative growth. High salinity disrupts water and nutrient uptake, resulting in reduced plant height, leaf development, stem diameter, and leaf area. The use of plant growth promoting rhizobacteria (PGPR), particularly Bacillus subtilis, combined with uniform NPK fertilization is considered a sustainable approach to improve plant growth under saline conditions. This study aimed to evaluate the effect of Bacillus subtilis inoculation on the vegetative growth of sweet corn grown on saline soil in Merauke Regency. The experiment was arranged in a randomized block design with seven treatments: control (without Bacillus subtilis), Bacillus subtilis at 5, 10, 15, 20, and 25 ml per plant each combined with 10 g NPK per plant, and NPK alone at 10 g per plant. Observed variables included plant height, number of leaves, stem diameter, and leaf area. The results showed that Bacillus subtilis inoculation significantly increased all vegetative growth parameters compared with the control and NPK-only treatment. The application of 10 ml Bacillus subtilis per plant combined with 10 g NPK produced the best vegetative growth response. These findings indicate that Bacillus subtilis improves rhizosphere conditions and nutrient uptake efficiency, thereby enhancing sweet corn adaptability to saline soils. Keywords: Bacillus subtilis, sweet corn, salinity, vegetative growth, NPK fertilizer
Co-Authors Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Ade Kurniawan Adrianus Adrianus Agung Prayitno Amelia Agustina Limbongan, Amelia Agustina Apri Irianto Barus, Rizki Al Khairi Belman, Aco Iham Bodem, Martha Estofia David Laiyan David Oscar Simatupang Diana Sri Susanti Ekowati, Nurhening Yuni Ekowati, Nurhening Yuni Endrawati, Tri Erwin Erwin Febri Nur Pramudya, Febri Nur Fredy Fredy Fredy Fredy Haisyah, Haisyah Heru Nugroho Hildawati Hildawati, Hildawati Irba Djaja, Irba Irine Ike Praptiwi, Irine Ike Istanto, Teddy Jalal, Nur Jefri Sembiring Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes, Johana Anike Kabisatio AS., Permi Kusuma, Rangga Kusumah, Rangga La Malesi Malesi, Wa Ode Asriyanti Wida Mani Yusuf Mani Yusuf Maya Sari Rupang Mega Ayu Yusuf, Mega Ayu Melmambessy, Edy H.P Mendes, Johana Moento, Paul Adryani Musdalifah, Nurul Natsir Sandiah Nggego, Dedy Abdianto Nongtit, Nikodemus Nurcholis Nurcholis Nurcholis Nurcholis oktovina gebze Parjono, Parjono Passali, Daud A Pongkendek, Jesi Jecsen Purwanto, Aldi Rachmawati Hasid Rahayu, Tri Kustanti Resubun, Mariana Resubun, Mariana Lusia Riez Kifli Kolewora Rizal , Abdul Rosmala Widijastuti, Rosmala Rupang, Maya Sari Rupang, Maya Sari Rupang S, Suarni Samosir, Hasianna Darmawati Sanjaya, Muhammad Fahyu Sarawan, Devida Sarijan, Abdullah - Sawira, Wiwi Sembiring, Jefri Sembiring Suriani, Wa Ode Suwarjono Suwarjono Syaiful Nugraha Timba, Yohanes Onaltus TRESJIA CORINA RAKIAN Untari Untari Wida, Wa Ode Asryanti Widiastuti, Maria MD Yosefina Mangera Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw, Yosehi Yus Witdarko, Yus