Claim Missing Document
Check
Articles

Efforts to Improve Student Learning Outcomes through the Think Pair Share Type Cooperative Learning Model on the Theme of Clean Air for Health in Class V of SD Negeri 101948 Bingkat Audry Zachrah Jannatillah; Dinda Yarshal
LITERACY : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): August : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/literacy.v4i2.2243

Abstract

This study aims to decide the application of the think pair share type cooperative learning model on the theme of clean air for health in grade V elementary school students. This study is a classroom action study with the Kemmis and McTaggart model with descriptive analysis. This research was conducted in grade V of SD Negeri 101948 Bingkat, Pegajahan District, Serdang Bedagai Regency. The participants in this study were grade V teachers and grade V students of SD Negeri 101948 Bingkat totaling 31 students. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The stages of data analysis are planning, acting, seeing, and reflecting. Based on the results of research that has been carried out using the think pair share type cooperative learning model on the theme of clean air for health in grade V of SD Negeri 101948 Bingkat, it shows that student learning activities have reached 93% in the Very Good category. The student's ability to solve pre-test questions has been completed. Based on the calculation of student learning outcomes, there were 3 students who got very high scores, 23 students who got high scores, 3 students who got enough scores, and 2 students who got low scores. Of the 31 students, 29 students have completed their studies.
Improving Students’ Comprehension on Descriptive Text by Using Graphic Organizers Integrated with Islamic Values Siregar, Nurhafni; Sari, Dwi Novita; Fitria, Dewi; Yarshal, Dinda; Lestari, Nila; Hasanah, Hasanah; Nurmairina, Nurmairina
Indonesian Journal of Education and Mathematical Science Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ijems.v7i2.29076

Abstract

The purpose of this study was to find out whether the use of graphic organizers integrated with Islamic values can improve students’ ability to comprehend descriptive texts.  Since the true education requires a balance of cognitive development and character development or moral fortitude as the world becomes far from religious path, therefore, this study carried Islamic values as part of classroom English. The subject of this research was grade eight of SMPIT Al-Fauzi Medan of 2023/2024 academic year which consists of 25 students.  Classroom action research was implemented following Kurt Lewin's model with action research procedures, namely planning, implementation, observation, and reflection. This research was conducted in two cycles in each cycle consists of two meetings. Data collection techniques in this study used the following instruments: interviews, field notes, questionnaires, and tests. The results of this study integration of media GO with Islamic values showed significant improvement on students' comprehension on descriptive texts. Students achieve expected grades which is higher than the minimum criteria 70 gradually at the end of the cycle. The average score of the students on the initial test was 51.25.  The average value of students in the first cycle is 58.75.  The average value of students in the second cycle is 72.80. Hence, there are positive responses from students and English teachers regarding to the use of media graphic organizers integrated with Islamic values to improve students’ comprehension on descriptive text.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penggunaan Media Diorama Pada Tema Daerah Tempat Tinggalku Kelas IV SD Negeri 104305 Pergulaan Nurmala Dewi; Dinda Yarshal
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober: Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i4.429

Abstract

The purpose of this study is to see whether the use of diorama media can successfully improve student learning outcomes as a learning medium. This study uses a class action research method (CAR). This research was conducted in three cycles. From the results of the research conducted, it shows that the use of diorama media can improve student learning outcomes. Improved learning outcomes occur in each cycle. In the first cycle of learning, student learning outcomes obtained a learning value that was carried out by a 58% completeness score test. In cycle II obtained a completeness level of 68%. Whereas in cycle III students obtained a completeness level of 79% which was in accordance with what was desired. Thus, it can be said that the application of diorama media can improve student learning outcomes on the theme of the area where I live.
Analisis Konseptual Pembelajaran Geometri Bangun Datar Melalui Pendekatan Etnomatematika di Sekolah Dasar Dinda Agustina Nasution; Safrida Napitupulu; Dinda Yarshal; Isnan Nisa Nasution; Sutarini
Jurnal Edukasi dan Pembelajaran STEM Vol. 2 No. 1 (2026): Juni : Jurnal Edukasi dan Pembelajaran STEM
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jep.v2i1.549

Abstract

Pembelajaran geometri bangun datar pada jenjang sekolah dasar berperan penting dalam membentuk kemampuan berpikir spasial, visualisasi, dan pemahaman struktur matematis siswa. Dalam praktiknya, penyampaian materi masih sering berfokus pada penerapan rumus dan prosedur perhitungan sehingga siswa kurang memperoleh pemahaman terhadap makna konseptual dari setiap bentuk geometri. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah etnomatematika, yaitu pendekatan yang memanfaatkan unsur budaya sebagai konteks dalam menjelaskan konsep matematika formal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis konseptual terhadap pembelajaran geometri bangun datar melalui pendekatan etnomatematika di sekolah dasar. Metode yang digunakan berupa studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional yang relevan dengan tema kajian. Analisis difokuskan pada landasan teoretis, bentuk implementasi pembelajaran berbasis budaya, serta tantangan yang muncul dalam penerapannya. Hasil sintesis menunjukkan bahwa berbagai artefak budaya, seperti struktur bangunan tradisional, kerajinan anyaman, motif tekstil daerah, dan permainan tradisional, memiliki keterkaitan dengan konsep bangun datar dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperdalam pemahaman konseptual siswa. Meskipun demikian, keberhasilan penerapan pendekatan ini bergantung pada kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang sistematis dan kontekstual.
ANALISIS CARA BERPIKIR SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGKLASIFIKASIKAN BANGUN DATAR BERDASARKAN SIFAT-SIFAT GEOMETRI Siti Fadilah; Safrida Napitupulu; Dinda Yarshal; Abdul Mujib; Tiflatul Husna
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.540

Abstract

Bangun datar adalah bentuk geometri dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar tetapi tidak memiliki tinggi atau ketebalan bangun datar hanya memiliki luas dan keliling serta terletak pada satu bidang datar. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara berpikir siswa sekolah dasar dalam mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan sifat-sifat geometrisnya fokus penelitian diarahkan pada kemampuan siswa dalam mengenali dan membedakan ciri-ciri bangun datar seperti jumlah sisi panjang sisi besar sudut serta kesebangunan dan kesimetrian penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif subjek penelitian adalah siswa kelas 4 sekolah dasar teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi terhadap siswa kelas 4 SD. temuan menunjukkan terlihat sebagian siswa masih mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan bentuk tampak secara visual bukan berdasarkan sifat-sifat geometris seperti jumlah sisi besar sudut dan panjang sisi namun ada sebagian siswa sudah mampu menggunakan sifat-sifat tersebut secara tepat dalam proses pengelompokan menunjukkan bahwa Pemahaman konsep geometri mahasiswa masih perlu diperkuat Melalui pembelajaran yang lebih kontekstual dan penggunaan media konkret.
HUBUNGAN PEMAHAMAN BANGUN DATAR TERHADAP KONSEP PRISMA DAN LIMAS DI SEKOLAH DASAR Indry Ayu Lizahra; Safrida Napitpulu; Dinda Yarshal; Lia Afriyanti Nasution; Nazriani Lubis
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemahaman bangun datar dengan pemahaman konsep prisma dan limas pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas V atau VI sekolah dasar yang telah mempelajari materi bangun datar dan bangun ruang sisi datar. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang terdiri atas dua bagian, yaitu tes pemahaman bangun datar dan tes pemahaman prisma serta limas. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment serta analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat penguasaan masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mampu mengidentifikasi bangun datar dengan baik, namun pemahaman mereka masih cenderung bersifat prosedural. Pada materi prisma dan limas, siswa mengalami kesulitan terutama dalam menentukan luas alas yang berpengaruh pada perhitungan luas permukaan dan volume. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman bangun datar dan pemahaman konsep prisma serta limas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan konsep bangun datar merupakan prasyarat fundamental dalam memahami bangun ruang sisi datar. Oleh karena itu, pembelajaran geometri di sekolah dasar perlu dirancang secara bertahap, sistematis, dan terintegrasi agar pemahaman konseptual siswa berkembang secara optimal.
ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL Aznisya Ajeng Putri; Safrida Napitupulu; Isnan Nisa Nasution; Abdul Mujib; Dinda Yarshal
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesulitan yang dialami siswa sekolah dasar dalam membaca waktu pada jam analog dan digital, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas III atau IV sekolah dasar yang telah mempelajari materi tentang waktu. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung mengalami kesulitan yang lebih besar dalam membaca jam analog dibandingkan jam digital. Pada jam analog, kesulitan yang muncul antara lain ketidakmampuan membedakan fungsi jarum jam, kesulitan dalam menentukan menit, serta belum memahami konsep “lebih” dan “kurang”. Sementara itu, pada jam digital, kesulitan relatif lebih ringan, namun siswa masih mengalami kendala dalam memahami format 24 jam serta mengaitkan waktu dengan aktivitas sehari-hari. Faktor penyebab kesulitan tersebut meliputi kurangnya penggunaan media pembelajaran yang bersifat konkret, proses pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan, serta terbatasnya latihan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih konkret, kontekstual, dan bertahap agar siswa dapat memahami konsep waktu secara lebih mendalam.
ANALISIS STRATEGI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI NON-RUTIN DI SEKOLAH DASAR Sella Safitri; Safrida Napitupulu; Dinda Yarshal; Dara Fitrah Dwi; Nurmairina
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.595

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi keterampilan dan taktik murid di tingkat sekolah dasar dalam menyelesaikan tantangan geometri yang tidak rutin. Tantangan yang tidak rutin memerlukan siswa untuk berpikir secara kritis, kreatif, dan adaptif, karena solusi tidak bisa ditemukan melalui metode atau algoritma yang biasa merekaingat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subyek yang diteliti adalah murid sekolah dasar kelas atas yang diambil secara sengaja. Pengumpulan data dilakukan melalui tes penyelesaian masalah geometri nonrutin dan wawancara mendalam untuk mengungkap proses berpikir para siswa. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian hasil, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan siswa dalam menyelesaikan masalah geometri nonrutin bervariasi dalam tiga kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan kemampuan tinggi cenderung menggunakan strategi visualisasi seperti menggambar kembali bentuk, menciptakan model sederhana, serta memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Siswa dengan kemampuan sedang mengaplikasikan kombinasi strategi percobaan dan penerapan konsep dasar, namun masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep secara menyeluruh. Di sisi lain, siswa dengan kemampuan rendah sering terjebak dalam prosedur yang rutin dan menemui kesulitan dalam memahami maksud dari soal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tantangan geometri nonrutin sangat dipengaruhi oleh pemahaman mereka terhadap konsep, kemampuan dalam representasi, serta kelenturan taktik yang mereka gunakan. Oleh karena itu, pengajaran geometri di tingkat sekolah dasar perlu dirancang dengan menerapkan variasi soal nonrutin secara terus menerus untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi para siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbantuan Doratoon Berbasis Budaya Batak pada Mata Pelajaran Matematika Materi KPK dan FPB Muhammad Tri Bintang; Dinda Yarshal
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 5 No. 3 (2025): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v5i3.1578

Abstract

This study aims to develop learning media assisted by Doratoon based on Batak culture in Mathematics subjects on KPK and FPB materials for grade V students of SD Negeri 067243 Medan Selayang, and to determine the feasibility of the developed media products. The research method used is development research (Research and Development) by using the ADDIE development model which consists of 5 stages, namely:Analysis, Design, Development, Implementation, And Evaluation. Data collection instruments in this study were observation, interviews and questionnaires. The data analysis technique used in this study was a questionnaire given to several expert reviewers, namely material expert reviewers, media expert reviewers and teacher and student responses. Based on the results of the study, it shows that the developed learning media is very feasible to be used in the learning process with the results of validation from material expert reviewers obtaining a percentage of 90.66%, media experts obtaining a percentage of 86.36%, student responses obtaining results of 98.28%, and teacher responses obtaining results of 95%. This media not only enriches mathematics learning with a local cultural contextual approach, but also increases student engagement and motivation to learn.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA MATERI BERBEDA ITU INDAH DI KELAS III SEKOLAH MIS AL-BASHIRAH Indah Permadani; Dinda Yarshal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.28697

Abstract

This study aims to improve the learning motivation of third-grade students at MIS Al-Bashirah in the Pancasila Education subject, specifically on the topic "Differences Are Beautiful," through the use of interactive learning media. The background of this research is the low level of student motivation, which affects their participation and interest in conventional learning processes. This study employs Classroom Action Research (CAR) with two cycles. The research subjects were 22 third-grade students at MIS Al-Bashirah. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The collected data were analyzed using qualitative descriptive methods. The results of the study showed that the use of interactive learning media successfully increased students' learning motivation. This was evidenced by the increase in motivation indicators from 30% in the pre-cycle, 62% in the first cycle, and 86% in the second cycle. Qualitatively, observations indicated improvements such as greater student comfort during learning, active participation, clear interest in the material, and improved classroom order during lessons. These improvements demonstrate that interactive learning media are effective in creating a more engaging learning environment and encouraging student motivation. It is concluded that interactive learning media can be an effective solution to enhance students’ learning motivation in Pancasila Education. It is recommended that teachers integrate interactive learning media into their teaching practices to create more innovative and meaningful learning experiences.
Co-Authors Abdul Mujib Aisyah Butar Butar Amira, Shopia Anggita Fatia Z Siregar Asrida Ramadhani Audry Zachrah Jannatillah Aulia, Eli Ayu Melati Ningsih Aznisya Ajeng Putri Bintang, Muhammad Tri Br. Ginting, Eky Widiyananda Dahlia Sirait Dahode, Iskandar Adinata Dalimawatiy Kadir Dalimawaty Kadir Dara Fitrah Dwi Dea Novia Damanik Dewi Fitria Dewi Fitria DEWI FITRIA, DEWI Dewi Ftria Dina Hidayati Hts Dina Hidyati Hts Dinda Agustina Nasution Dwi Septi Anjas Wulan Erlinda Erlinda Fadila, Sindi Febriani Siregar Fitra Ramadani Fitri Fitriani Fitriani Gea, Erika Handayani Haliza Luthfia Hasanah Hasanah Hayati, Rini Hayati, Rini Hidayat Hidayat Hts, Dina Hidayati Husna, Tiflatul Hutasuhut, Dina Hidayati Icca Fransiska Sinaga Indah Permadani Indry Ayu Lizahra Ira Amalia Harahap Isnan Nisa Nasution Jihan Yetama Dewi, Safrida Napitupulu Juli Yanti Harahap Keliat, Erika Andriani Br Khairani Khairani Lathifah Humairoh Lestari, Nila Lia Afriyanti Nasution Mariana Mariana Marni Purnama Sari Muhammad Noer Fadlan Muhammad Tri Bintang Nawa, Khairun Nazriani Lubis Nila Lestari Novita, Roymantini Nur Hafni Nuraf Raihan Nurdalilah Nurdalilah Nurdalilah, Nurdalilah Nurhafni Siregar Nurlaili Nurlaili Nurmairina Nurmala Dewi Rahmi Amelia Amar Rezeki, Ulfa Sari Ridani Amalia Safrida Napitpulu Sari, Dwi Novita Sella Safitri Siregar, Nur Salimah Siti Fadilah Skira, Nurul Solly Aryza Sukmawarti Suratno Suratno Sutarini, Sutarini Tanti Nurwanti Tarigan, Fima Ega Dita Br Ulfa Sari Rezeki Wulandari, Adisti Wulandari, Tria Halizah Yesni Sianturi, Rut Yulia Sari Harahap Zulaika, Fara