Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan obesitas dengan kinerja petugas kesehatan di Puskesmas Kabupaten Bireuen Indra Gunawan; Fahmi Ichwansyah; Asnawi Abdullah
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 4, No 1 (2019): AcTion Vol 4 No 1 Tahun 2019
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.602 KB) | DOI: 10.30867/action.v4i1.157

Abstract

Obesity is the accumulation of fat in adipose tissue that can interfere with health. The study aims to determine the prevalence and factors that influence the incidence of obesity and its relationship with performance in obese health workers. Research methods, was used cross-sectional design with a quantitative approach. Samples are 205 health workers who are obese as many as 205 people, conducted at 2018. Analysis of data using ligistic regression with stata program. The results showed that there was a significant relationship between obesity and the performance of puskesmas staff (p= 0,0001). The drug use variable was the most dominant variable towards obese health workers (OR= 1,8; 95% CI: 0,99-3,26), (p = 0.052), meaning that severe obesity in older respondents used the drug 1,8 times greater than not using drugs. In conclusion, some of the factors most related to obesity are the duration of drug use and the factor most related to performance is obesity in health workers is the sex factor. Suggestions, health promotion activities for health workers related specifically about healthy community movements include strengthening physical activity, regular health checks and consuming vegetables and fruit. Obesitas adalah kondisi ketidak normalan penimbunan atau akumulasi dari lemak dalam jaringan adiposa yang dapat mengganggu kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas dan hubungannya dengan kinerja pada petugas kesehatan yang obesitas. Metode penelitian, menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan kuantitatif. Sampel merupakan petugas kesehatan yang mengalami obesitas sebanyak 205 orang, dilakukan dari tanggal 08 Agustus s/d 31 Agustus 2018. Analsis data dengan menggunakan ligistic regresi dengan program stata. Hasil  analisis  bivariat  diketahui ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan kinerja petugas puskesmas (p= 0,0001). Variabel penggunaan obat adalah variabel yang paling dominan terhadap obesitas petugas kesehatan (OR=  1,8; 95% CI: 0,99-3,26), (p= 0,052), artinya obesitas berat  pada responden lama menggunakan obat  1,8 kali lebih besar dibandingkan dengan tidak menggunakan obat. Kesimpulan,   beberapa faktor yang paling berhubungan dengan obesitas adalah lama penggunaan obat dan faktor paling berhubungan dengan kinerja adalah obesitas pada petugas kesehatan adalah faktor jenis kelamin. Saran, kegiatan promosi kesehatan bagi tenaga kesehatan terkait khususnya tentang gerakan masyarakat sehat meliputi penguatan aktifitas fisik, pemeriksaan kesehatan secara berkala dan mengkonsumsi sayur dan buah.
Faktor Risiko Hipertensi Pada Usia Produktif Di Indonesia Dan Upaya Penanggulangannya Debri Rizki Faisal; Tisha Lazuana; Fahmi Ichwansyah; Eka Fitria
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan Vol 25 No 1 (2022): Buletin Penelitian Sistem Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/hsr.v25i1.5124

Abstract

The prevalence of hypertension in the world is about 1.13 billion. Most people with hypertension are undiagnosed and unaware that they have it. The low level of medication in patients with hypertension affects uncontrolled blood pressure. The long-term effect may risk cardiovascular disease, kidney failure, stroke and even death. The study aims to determine the prevalence, awareness, treatment, control, and risk factors of hypertension toward productive age in Indonesia. The study design was cross-sectional with secondary data analysis from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 with the sample aged 15-64 years. The Chi-square test is applied to see the correlation between variables with p-values of 0.05 and 95%CI. The findings indicated hypertension prevalence (22.49%), awareness (10.60%), treatment (23.73%) and control (27.97%). Significant factors risk hypertension were obesity (PR 2.75; 95% CI 2.59-2.93), aged groups; 25-34 years (PR 1.51; 95% CI 1.35-1.68), 35-44 years (PR 3.52; 95%CI 3.17-3.90), 45-54 years (PR 7.89; 95% CI 7.11-8.77), 55-64 years (PR 13.36; 95% CI 11.92-14.97). Other variables showed no significant relationships. The variables such as low awareness, treatment, and control of hypertension for productive age increase the morbidity and mortality of non-communicable diseases in the future. Health screening efforts must be carried out by a routine blood pressure check for productive ages and optimizing the role of Integrated Non-Communicable Diseases Post (Posbindu PTM). Abstrak Prevalensi hipertensi di dunia sekitar 1,13 miliar. Kebanyakan penderita hipertensi tidak terdiagnosis dan tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi. Rendahnya konsumsi obat pada penderita hipertensi membuat tekanan darah tidak terkontrol. Efek jangka panjangnya bisa berisiko penyakit kardiovaskular, gagal ginjal, stroke, bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hipertensi yang diaganosis, pengobatan, terkontrol dan faktor risiko hipertensi pada usia produktif di Indonesia. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan analisis lebih lanjut dari data Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 dengan sampel 15-64 tahun. Data dianalisis dengan uji chi-square untuk melihat hubungan variabel dengan p-value 0,05 dan 95% CI. Hasil studi menunjukkan prevalensi hipertensi (22,49%), awareness (10,60%), treatment (23,73%) dan control (27,97%). Faktor signifikan risiko hipertensi adalah obesitas (PR 2,75; IK 95% 2,59-2,93), kelompok umur; 25-34 tahun (PR 1,51; IK 95% 1,35-1,68), 35-44 tahun (PR 3,52; IK 95% 3,17-3,90), 45-54 tahun (PR 7,89; IK 95% 7,11-8,77) , 55-64 tahun (PR 13.36; IK 95%11.92-14.97). Variabel lain tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Rendahnya awareness, treatment, dan control hipertensi pada usia produktif akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas penyakit tidak menular di masa yang akan datang. Upaya skrining kesehatan harus dilakukan dengan rutin memeriksakan tekanan darah bagi usia produktif dengan mengoptimalkan peran Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM).
ANALISIS PEMILIHAN PELAYANAN DOKTER KELUARGA DI KABUPATEN BIREUEN Ahmad Fauzan; Fahmi Ichwansyah; Said Usman
Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA) Vol 2, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA)
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/makma.v2i2.1299

Abstract

Pelayanan Dokter Keluarga merupakan pelayanan kesehatan yang di dukung oleh pengetahuan kedokteran terkini secara menyeluruh, paripurna, terpadu, berkesinambungan dalam menyelesaikan semua keluhan dari pengguna jasa atau pasien sebagai komponen keluarganya dengan tidak memandang umur, jenis kelamin dan sesuai dengan kemampuan sosialmya.Tujuanpenelitianmenganalisisfaktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pemilihan dokter keluarga di Kabupaten Bireuen. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain case control dengan perbandingan 1:2.  Kelompok kasus adalah semua pasien yang menggunakan layanan dokter keluarga, sedangkan kontrol adalah semua pasien yang dinyatakan tidak menggunakan layanan dokter keluarga tetapi di puskesmas. Jumlah sampel adalah126 orang responden, yang terdiri dari 42 orang kasus dan 84 kontrol. Hasil analisis bivariat diketahui faktor yang berhubungan dengan pemilihan dokter keluarga adalah :faktor pendidikan tinggi (P value= 0,0001: OR 10,9), faktor  pekerjaan formal (P value= 0,0001: OR 5,7), faktor  penghasilan cukup (P value= 0,001: OR 3,8), faktor jarak dekat (P value= 0,0001: OR 5,8), faktor fasilitas pelayanan kesehatan baik (P value= 0,001: OR=5,2), faktor persepsi baik (P value= 0,0001: OR= 4,4), faktor sikap tenaga kesehatan  baik (P value= 0,0001: OR=5,6), faktor jenis (P value= 0,015: OR=2,5). Kesimpulan dari penelitian ini  fasilitas baik (P value= 0.012: OR= 4,7) merupakan variabel yang paling berhubungan dengan pemelihan pelayanan dokter keluarga dibandingkan variabel lainnya. Kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) agar dapat mengadvokasi praktek dokter keluarga agar lebih meningkatkan kulitas pelayaan dan peningkatan sarana dan prasarana. Dokter keluarga dapat menjalin dan memperluas kerjasama dengan asuransi lainnya dalam hal cakupan pelayanan dan penggunakan layanan kesehatan.
Pengaruh kebugaran, IMT dan umur terhadap risiko diabetes melitus pada Pegawai Negeri Sipil Cut Nasrulsyah; Fahmi Ichwansyah; Hermansyah Hermansyah; Asnawi Abdullah; Meutia Zahara
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v7i2.891

Abstract

The prevalence of non-communicable diseases (NCD) in Aceh Province is very high. It is a health problem and the main cause of death due to diabetes, hypertension, stroke, etc. The reason is the low level of community fitness due to lack of movement, low activity and wrong eating patterns. This study aims to measure the effect of fitness, BMI and age on the risk of diabetes mellitus in civil servants. The study used a cross-sectional design and was carried out at the Aceh Provincial Health Office in 2021. The sample was a civil servant from the Aceh Provincial Health Office. Ninety-seven people were taken randomly. The characteristic data collection was conducted by interview. It used BMI and anthropometric data obtained from weighing and measuring the height to determine nutritional status. Blood glucose was collected by laboratory examination of Hba1C using A1CNOW Plus 3021 to detect diabetes mellitus. Fitness data was obtained from jogging (1,6 km) using the Rockport method to obtain the VO2 Max value. Data analysis used the Linear Regression test at a significance level of 95%. The results showed that fitness (p=0,039) and BMI (p=0,011) affected the risk of diabetes (p<0,05), while the age factor was not associated with diabetes (p=0,365) in civil servants. The dominant factor that influences the risk of diabetes is BMI (OR= 4,1). In conclusion, fitness and BMI greatly influence the risk of diabetes in civil servants at the Aceh Provincial Health Office, while the age factor has no significant effect.
Determinan stunting pada bayi usia 0 – 24 bulan di Kabupaten Pidie: Studi kasus-kontrol Iin Fitraniar; Faisal Abdurahman; Asnawi Abdullah; Maidar Maidar; Fahmi Ichwansyah
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 7, No 2 (2022): November
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v7i2.502

Abstract

The causes of stunting in toddlers include home environment and maternal factors. Maternal factors include pre-pregnancy nutrition, lack of maternal height, infection during pregnancy, teenage pregnancy, premature birth, short birth spacing, hypertension, maternal mental health, and late initiation of early breastfeeding. The study aimed to determine the association of teenage pregnancy and several other determinants with the incidence of stunting. The research design, namely Case-control, was carried out in 10 health center working areas in Pidie Regency in 2020. The sample comprised 402 infants aged 0 to 24 months, 201 cases and 201 controls. Direct interviews, observations, and anthropometric measures were employed to obtain data. Data processing consists of editing, coding, and tabulation—statistical analysis of the Chi-square test at CI:95%. The results showed that there was an association between teenage pregnancy (p= 0,000), maternal BMI (p= 0,006), premature labor (p= 0,024), maternal education (p= 0,011), income (p= 0,004) with the incidence of stunting. In contrast, there was no association between ANC (p= 0,920), CED (p= 0,303), hypertension (p= 0,96), and maternal occupation (p= 0,119) with the incidence of stunting in toddlers. In conclusion, the determinants of stunting among children under five years old in Pidie Regency are teenage pregnancy, maternal BMI, premature labor, maternal education, and income.Keywords:
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Pada Masa Menopause Di Desa Krueng Meuriam Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie Ayu Mukarramah, Fahmi Ichwansyah, Ghazali Amin
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 3 Juli 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 2020, Indonesia only reached 14 million menopausal women or 7.4% of the total population. When a woman has entered the menopause stage, the levels of estrogen and progesterone gradually drop so that they also affect other hormones. This condition is closely related to women's anxiety during menopause. The purpose of this study was to determine the factors associated with maternal anxiety levels during menopause in Krueng Meuriam Village, Tangse District, Pidie Regency in 2021. Methods: This research is an analytic with a cross sectional approach. The population in this study were 145 postmenopausal women in Krueng Meuriam Village, Tangse District, Pidie Regency in 2021. Sampling in this study was carried out by proportional sampling by determining the number of samples using the Slovin formula so that a sample of 60 samples was obtained. Data collection was carried out from December 02 - 08 by using a questionnaire through interviews. Data analysis using Chi-Square test with SPSS 21 . program. Results: The results showed that 40% of respondents who experienced normal anxiety during menopause, 56.7% of respondents with good knowledge, 55% of respondents with positive attitudes, 56.7% of respondents who had family support, and 56.7% of respondents who experienced mild physical changes by 45%.. Conclusion: Based on the results of the study, it was concluded that the results of bivariate research with chi-square test showed that there was a relationship between knowledge p = 0.021, there was a relationship betwee attitudes p = 0.032, there was a relationship between family support p = 0.004, and there was a relationship between physical changes p = 0.040 with maternal anxiety during menopause.
Faktor Risiko Hipertensi Diwilayah Kerja Puskesmas Meuraxa Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2022 M. Merza Nurshahab, Fahmi Ichwansyah, Agustina
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat. Hipertensi sekarang jadi masalah utama kita semua, tidak hanya di Indonesia tapi di dunia, karena hipertensi ini merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, stroke. Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi. Data Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Tahun 2021, dari 11 Puskesmas yang ada di Kota Banda Aceh kasus penyakit hipertensi tertinggi yaitu di Puskesmas Meuraxa berjumlah 6,277 kasus. Dari hasil wawancara dengan para penderita hipertensi, pasien dengan rerata tekanan darah antara 150/90 mmHg sampai 180/100 mmHg, para pasien mengatakan tidak mengetahui penyebab pasti meningkatnya tekanan darah mereka. Desain penelitian descriptive analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien hipertensi yang berjumlah 5.864 di Puskesmas Meuraxa Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 98 responden. Penetapan jumlah sampel minimum menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data yang dilakukan dari tanggal 27 Juli – 02 Agustus 2022 dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan program SPSS 21. Hasil penelitian menunjukan terdapat responden dengan diagnosis hipertensi stage 2 sebesar 32,7%, responden dengan umur dewasa akhir sebesar 53,15, responden dengan jenis kelamin perempuan sebesar 58,2%, responden dengan riwayat hipertensi di keluarga sebesar 52,0%, responden perokok aktif sebesar 51,0% dan responden dengan aktivitas fisik ringan sebesar 45,9%. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan antara umur dengan hipertensi p = 0,001, ada hubungan antara jenis kelamin dengan hipertensi p = 0,021, ada hubungan antara riwayat keluarga dengan hipertensi p = 0,028, ada hubungan antara pemeriksaan kesehatan dengan hipertensi p = 0,024, ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi p = 0,009 dan ada hubungan antara aktivitas fisik dengan hipertensi p = 0,000. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kelima variabel tersebut memiliki hubungan dengan hipertensi di Puskesmas Meuraxa Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh tahun 2022.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Pelayanan Kesehatan Pada Masa Pandemi Covid-19 Di PUSKESMAS Samadua Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2021 Urwatur Rafiqa, Fahmi Ichwansyah, Anwar Arbi
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan tingkat layanan terkait pemenuhan harapan dan kebutuhan konsumen. Artinya, layanan bisa disebut berkualitas jika memenuhi sebagian besar harapan para konsumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan protocol kesehatan nakes, jadwal pelayanan kesehatan, pemberlakuan WFH dan WFO, dan membatasi kegiatan dengan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Samadua di Kabupaten Aceh Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah 97 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 Juni sampai dengan 18 Juni 2022. Hasil penelitian univariat kualitas pelayanan saat Covid-19 93.81%, protokol kesehatan saat Covid-19 62.89%, jadwal pelayanan kesehatan saat Covid-19 63.92%, pemberlakuan WFH dan WFO saat Covid-19 60.82%, dan membatasi kegiatan saat Covid-19 60.82%. Sedangkan kualitas pelayanan sebelum Covid-19 57.73%, protokol kesehatan sebelum Covid-19 54.64%, jadwal pelayanan kesehatan sebelum Covid-19 57.73%, pemberlakuan WFH dan WFO sebelum Covid-19 58.76%, dan membatasi kegiatan sebelum Covid-19 58.76%. Bivariat menunjukkan tidak ada hubungan sebelum dan saat Covid-19 antara protokol kesehatan dengan p value 0.026 dan 0.084, jadwal pelayanan nakes dengan p value 0.605 dan 0.885, pemberlakuan WFH dan WFO dengan p value 0.382 dan 0.224, dan membatasi kegiatan dengan p value 0.940 dan 0.762. Hasil uji T menunjukkan ada perbedaan kualitas pelayanan kesehatan sebelum dan saat Covid-19 dengan p value 0.001.
FAKTOR RISIKO KEJADIANTB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH TAHUN 2022 Siska Riani; Farrah Fahdhienie; Fahmi Ichwansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2023): MARET 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i1.13509

Abstract

Mycobacterium tuberculosis adalah patogen penyebab tuberkulosis (TB), yang juga dikenal sebagai bakteri tahan asam (BTA). Infeksi dari TB terjadi dalam waktu 2 sampai dengan 10 minggu. TB merupakan penyakit yang menjadi penyebab utama terjadinya morbiditas dan juga mortalitas di dunia. Proses penularan TB terjadi saat seorang penderita TB bersin atau batuk yang kemudian orang lain menghirup percikan (droplet) yang mengandung Mycobacterium tuberkulosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh Tahun 2022.Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan Case Control. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan selam 14 hari pada tanggal 11- 24 Desember 2022. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 54 yang dengan metode 1:2 yang terdiri 18 kasus dan 36 kontrol. Hasil penelitian ini responden yang berpengetahuan kurang baik 39%, kebiasaan merokok pasif 89 %, pendapatan rendah 57%, dan status gizi normal 59 %. Hasil uji statistik Chi square ada hubungan pengetahuan (P value = 0,019, OR=4), kebiasaan merokok ( P value = 0,013, OR=13), pendapatan ( P value =0,001, OR=11), dan status gizi ( P value =0,032,OR=3) terhadap kejadian TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh Tahun 2022.
PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS LHOKNGA DAN SIMPANG TIGA KABUPATEN ACEH BESAR Murniati Murniati; Aulina Adamy; Melania Hidayat; Fahmi Ichwansyah; Asnawi Abdullah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14481

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit dengan angka mortalitas dan morbiditas tertinggi di dunia. Penelitian terdahulu telah mengkonfirmasi hubungan karakteristik rumah dengan kejadian ISPA. Namun di lokasi penelitian, belum ditemukan studi yang melaporkan temuan serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik rumah dengan kejadian ISPA. Penelitian ini menggunakan desain Cross-sectional. Populasi adalah pasien yang berkunjungan ke Puskesmas Lhoknga dan Puskesmas Simpang Tiga pada bulan Juli-Oktober 2020 berjumlah 5,220 orang. Sampel sebanyak 132 responden, yaitu responden yang memenuhi kriteria inklusi yang ditetapkan oleh peneliti. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-square pada tahapan bivariat dan uji regresi logistik berganda pada tahapan multivariat. Penelitian ini menemukan proporsi kejadian ISPA di lokasi penelitian sebesar 54,55%. Faktor karakteristik rumah yang konsisten berhubungan dengan kejadian ISPA adalah kondisi atap rumah (OR:16,7; p-value: 0,001), kelembaban di dalam rumah (OR: 12,1; p-value: 0,001) dan suhu di dalam rumah (OR:7,3; p-value: 0,004). Sementara itu, kualitas udara tidak konsisten berhubungan secara signifikan dengan kejadian ISPA (OR: 5,6; p-value: 0,141). Determinan utama penyebab kejadian ISPA adalah kondisi atap rumah yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan. Sedangkan kelembaban dan suhu di dalam rumah juga merupakan determinan penting kejadian ISPA. Diharapkan kepada petugas kesehatan dapat memberikan edukasi terkait penyebab kejadian ISPA, khususnya berkaitan dengan kondisi rumah dan kelembaban di dalam rumah.
Co-Authors . Zulfan Abidah Nur Abidah Nur Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Ali Abubakar Ali Muktadin, Rahmat Amin, Fauzi Ali Amiruddin Amiruddin Ananda, Nurul ar, aiyup Aripin Ahmad, Aripin Ariscari, Putri Ariscasari, Putri Ariska, Tasya Aryandi Darwis Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asnawi Abdullah Asri Jumadewi Aulina Adamy Azkia, Nisa Ulfa Azwar, Eddy Basri Aramico Basri Aramico, Basri Cholila, Cholila Citra, Mulia Cut Badriya Cut Nasrulsyah Dasrin Dasrin Debri Rizki Faisal Dedi Andria Desiana, Cut Rahmah Dewi Ariani Dorista, Eva Eka Fitria Eka Fitria Eka Fitria Erlinawati Erlinawati, Erlinawati Fahdhiene, Farrah Faisal Abdurahman Faisal Faisal Faisal, Debri Rizki Farrah Fahdhienie Finisa Balkis Fitriasih, Desi Hafnidar Hafnidar Halimatussakdiah Halimatussakdiah Harbiyah, Harbiyah Hasnur, Hanifah Hermansyah Hermansyah Hermansyah Hermansyah Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iin Fitraniar Indra Gunawan Irhamna, Dian Ayu Irwan Saputra Irwana Wahab, Irwana Ismardiani, Yossi Jontari Jontari Khaira, Niswatul M. Marthoenis Maidar Maidar Maidar Maidar Maidar Maidar Maidar, Maidar Maidar, Maidar Maifrizal Maifrizal Mainita, Mainita Mairani, Tiara Maulida, Suci Maulidya, Rizki Melania Hidayat Melania Hidayat Meutia Zahara Mira Gusweni Muhammad Syam Siddiq AR Munawir Munawir Murniati Murniati Naimah Naimah Naimah Naimah Nazlia Nazlia Nelly Marissa Nelly Marissa Nelly Marissa Nira Una Nisak, Khairun Novianti, Hernia Nur Ramadhan, Nur Nurjannah Nurjannah Nurjannah Nurma Nurma Onetusfifsi Putra Rachmatilllah.YS, Rafif Radhiah Zakaria Rahmadiana, Rahmadiana Rahmat, Said Muhakikin Raisuli Ramadhan Ramadhan, Raisuli Rasmi, Rika Irma Razali Razali Sahayati Windy Afreli Said Usman SARI, CINDY CINTA Saripah Nur Septiani, Riza Serly Riski Amanda Shella Novia Siska Riani syarifuddin anwar Tahara Dilla Santi Tati Suryati Teuku Reza Ferasyi Tiarasari, Intan Tisha Lazuana Ulfa, Lisa Mutia Ulfina Usman, Said Yanti, Cut Aini Fauzi Yusnidar Yusnidar Zahara, Amelia Zakaria, Radhiah Zakaria, Radiah