Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS STRUKTUR PUISI DALAM KUMPULAN PUISI “AKU INI BINATANG JALANG” KARYA CHAIRIL ANWAR Rio Dirman; La Ode Syukur; La Ode Balawa
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Struktur Puisi Dalam Kumpulan Puisi “Aku Ini Binatang Jalang”Karya Chairil Anwar. Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah strukturpuisi dalam Kumpulan Puisi “Aku Ini Binatang Jalang” Karya Chairil Anwar? Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur puisi dalam Kumpulan Puisi “Aku Ini Binatang Jalang” Karya Chairil Anwar. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah penelitian kepustakaan (library Research) yaitu dengan cara mengadakan studi lewat bahan bacaan yang relevan serta mendukung penelitian ini. Bahan bacaan yang dimaksud adalah puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode desktiptif kualitatif. Deskriptif yaitu penggambaran atau penyajian data berdasarkan kenyataan-kenyataan secara objektif sesuai dengan objek penelitian, dengan cara menelaah secara seksama puisi yang diteliti. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data tertulis berupa tiga puisi yaitu: 1. Hampa, 2. Di Mesjid, 3. Diponegoro. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca catat. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah srtuktur batin dan struktur fisik puisi yang terdiri dari tiga puisi yang masing-masing memiliki empat struktur batin yaitu: Tema, nada, perasaan, dan amanat. dan enam struktur fisik yaitu diksi, pengimajian, kata konkret, gaya bahasa, verifikasi, dan tipografi.
SIMBOL LESBIAN DALAM NOVEL GERHANA KEMBAR KARYA CLARA NG Adryan Nur Alam; La Ode Syukur; Sumiman Udu
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya lesbianisme yang sering terjadi dalam masyarakat, sehingga dengan mengidentifikasi makna-makna simbol lesbianisme dalam novel Gerhana Kembar karya Clara Ng ini kita dapat mengambil nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya, dimana dengan diketahuinya simbol-simbol lesbian dapat menjadi acuan atau patokan untuk orang-orang terdekat kita bagaimana melakukan pengawasan tentang perilaku yang hampir mendekat ke arah lesbian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui dan mendeskripsikan Simbol Lesbian dalam Novel Gerhana Kembar karya Clara Ng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan data penelitian berupa kata-kata, percakapan dan kalimat dalam bentuk ungkapan yang mengandung tanda dan simbol lesbian dalam novel Gerhana Kembar karya Clara Ng. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan semiotik menurut Roland Barthes. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa, lebian dalam Novel Gerhana Kembar dianalisis berdasarkan 5 kode yaitu berdasarkan kode Hermeneutik yang menunjukkan asbabun nuzul atau sebab akibat terjadinya lesbian yang dilakukan oleh Henrietta dan Fola sebagai akibat selalu mempunyai waktu bersama, kemudian melalui kode konotatif atau kilasan makna yang menunjukkan atas kebersamaan Henrietta dan Fola mereka mulai menyatakan apa yang mereka rasakan melalui beberapa kilasan makna, kode simbolik yang menunjukkan tanda atau symbol yang hanya mereka mengerti sendiri bahwa Henrietta maupun Fola menyukai sesama jenis, selanjutnya adalah kode proaretik atau tindakan yang mereka lakukan sebagai ungkapan perilaku lesbian mereka, dan yang terakhir adalah kode Gnomik atau kultural yang menunjukkan kebudayaan yang selaras dalam latar novel Gerhana kembar.Kemudian tindakan lesbian tersebut bertentangan dengan nilai agama dan norma sosial yang dimana masyarakat indonesia masih menganggap tabu persoalan perilaku lesbian.
FUNGSI DAN MAKNA MANTRA KADIU SAFARA DESA LABUNTI KABUPATEN MUNA Yatni Sukarni; La Ode Syukur; Yunus
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 3 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi dan makna mantra Kadiu Safara di desa Labunti Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan. Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yaitu Kamokulano Liwu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, rekam, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu pendekatan struktural. Sesuai dengan hasil penelitian ini, fungsi mantra Kadiu Safara yaitu: Fungsi meletakan bhoru ke permukaan adalah sebagai bentuk penolak bala. Proses ini dipecaya dapat menghilangkan hal-hal buruk yang ada dalam kampong. Fungsi menyiram air yang sudah dimantrai ke masyarakat adalah sebagai mandi pembersihan diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat pada tahun sebelumnya. Ketupat dan telur yang dibuang di laut berfungsi sebagai Ghotino Embu atau pemberian makan kepada penguasa laut agar mereka selalu dilindungi ketika sedang melaut. Sedangkan makna yang terkandung dalam mantra Kadiu Safara terdiri atas tiga bagian (1) makna mantra Kaetampisiha Oe:Makna mantra ketika turun ke air adalah untuk permohonan izin kepada penguasa laut agar mereka diberi kelancaran dalam melakukan ritual tersebut. Kamokulano Liwu meminta kepada Embu agar diberikan perlindungan selama proses berjalannya ritual. (2) makna mantra Kadiu Toba: masyarakat turun ke laut untuk mandi bermakna sebagai pembersihan diri sekaligus penghilang penyakit yang ada pada tubuh masyarakat. Kadiu Toba dianggap juga sebagai mandi mensucikan diri melepas semua dosa. (3) makna mantra Dhoa Kasalamata: sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah Swt, karena telah diberikan kesehatan, umur panjang dan sebagai penolak bala.
MAKNA PADA NOVEL LIMITLESS KARYA NADHIRA AFIFA (TINJAUAN SEMIOTIK ROLAND BARTHES) Andi Nur Hikmah Hakim Petta Bau; La Ode Syukur; La Yani Konisi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.966

Abstract

This research aims to identify the forms of meaning based on semiotic lexicons according to Roland Barthes, using Roland Barthes' codes, as well as the use of these codes to uncover the meaning in the novel Limitless by Nadhira Afifa. The method used in this research is descriptive qualitative with a type of library research. The data source for this research is the novel Limitless by Nadhira Afifa, consisting of 232 pages, published by Mediakita in 2021. The data collection technique involves reading and taking notes, while the data analysis technique employs descriptive analysis. The novel Limitless by Nadhira Afifa depicts the sweet and bitter journey of Nadhira Afifa in achieving her dreams. Armed with hard work and a strong desire, Nadhira proves her abilities and successfully fulfills her dreams one by one. The result of this research seeks to find the meanings contained in the novel written by Nadhira Afifa through Roland Barthes' semiotic codes, which include five codes: hermeneutic code, connotative code, symbolic code, action code, and cultural code. The total amount of data reaches 72 pieces.
GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM KUMPULAN CERPEN SAGRA KARYA OKA RUSMINI Harmila Sari Umar; La Ode Syukur; saidiman
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i2.1071

Abstract

This study aims to describe the types of comparative language styles in the short story collection Sagra by Oka Rusmini. The type of research used in this study is library research. The method used in this study is descriptive analysis. The data in this study is the short story collection Sagra by Oka Rusmini published by PT Gramedia Widiasarana Indonesia in Jakarta, consisting of 204 pages and 13 short story titles. The three selected short stories are (1) Esensi Nobelia, (2) Sepotong Kaki, (3) Sagra. The data collection technique uses the reading and note-taking technique. The data analysis technique used is the objective approach. The results of this study indicate that (1) the short story Esensi Nobelia contains 4 types of comparative language styles, namely simile, metaphor, personification, and anticipation (2) the short story Sepotong Kaki contains 3 types of measurement language styles, namely simile, metaphor, and personification (3) the short story Sagra contains 4 types of comparative language styles, namely simile, metaphor, personification, and pleonasm.
KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL LENTERA SENJA KARYA ALFIA RAMADHANI Sri Sakinah Ulfa; La Yani Konisi; La Ode Syukur
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i1.1966

Abstract

This research aims to describe the character traits in the novel Lentera Senja by Alfia Ramadhani. This study is categorized as library research using a descriptive qualitative method. The primary data source is the novel Lentera Senja, second edition, published in 2023 by Loveable Publisher in Jakarta, with a total of 280 pages. The research focuses on analyzing the characters’ traits through reading and note-taking techniques. The data were analyzed using an objective approach, describing the findings systematically and accurately based on the textual evidence. The term "descriptive" refers to the process of portraying the data as it is, while "qualitative" indicates the interpretation of interrelated conceptual understandings, delivered verbally and supported by relevant theories. The study highlights several key characters and their traits: Zayyan (responsibility, care, trustworthiness, respect, citizenship awareness, and fairness), Athar (care, fairness, responsibility, and trustworthiness), Khanza (care), Syafiya (care, responsibility, and respect), Zana (care), Haura (responsibility and fairness), Farzan (care), and Rizal (responsibility, care, and trustworthiness).
Co-Authors Abdul Rahman Adili, La Ode Adili Adryan Nur Alam Agus Agus Alam, Adryan Nur Alias Amirudin Amirudin Amirudin Rahim Ana, Haeurn Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Andi Nur Hikmah Hakim Petta Bau Ardila Pradita Aso, La Basrin Melamba Bihalal, La Darti Djuharni Dasmin Sidu Delisnawati Delisnawati, Delisnawati Dirman, Rio Erny Harijaty Etiwati, Etiwati Fahruddin Hanafi Firmansah , Muhammad Grace Debora, Grace H. Sulsalman Harijaty, Erny Haris, Amalia Putri Harmila Sari Umar Hidayat, La Ode Marfin I Ketut Ardhana Ardhana, I Ketut Ardhana I Putu Nara Prasanjaya Ibrahim, Irianto Ilma Sarimustaqiyma Rianse Irianto Ibrahim Isdalisa, Wa Ode Ismaya Ismaya Ismaya Ismaya Jumriani La Ode Arsad Sani La Ode Balawa La Ode Balawa, La Ode La Ode Muh. Safaat La Ode Nggawu La Ode Sahidin La Ode Sahidin La Ode Wahidin la tike La Yani La Yani Konisi Laxmi . Marwati Marwati Muda, Efram Bala Natsir Sandiah NFN Alias NI MADE WIASTI Ningsih Nur Ayun Fia Nur Israfyan Sofian Nurfadillah Nurfadillah, N Nurfajri Dukhani Nurtikawati Nurtikawati Nurul Fitria Rahman Rio Dirman Risna Risna, R Romin Kasusero Rusli Badaruddin Sahidin, La Ode Saidiman Saidiman , Saidiman Sartina Siti Khadijah Salenda Siti Sarina Sofian, Nur Israfyan Sri Sakinah Ulfa Sri Suryana Dinar Sri Suryana Dinar, Sri Suryana Suharjoyo, Suharjoyo Suharni Suddin Sukarni, Yatni Sumiman Udu Sumiman Udu Syah, William Syahbudin Syahbudin, Syahbudin Tantri Wayang Sari Tike, La Usman Rianse WA KUASA Wa Ode Eva Mawarni Weka GUSMIARTY ABDULLAH WEKA WIDAYATI Yatni Sukarni Yundari, Yundari YUNUS Yunus Yunus Yunus ZULFIKAR LA ZULFIKAR Zulzaman, La Ode Akhiri